Perawatan Koleksi Dengan Penjilidan di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Abstrak
Perawatan koleksi adalah serangkain tindakan untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan koleksi agar tetap terjaga kelestariannya dan dapat digunakan lagi oleh pemakainya. Proses kegiatan penjilidan yang dilakukan di Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang mempunyai cara tersendiri dalam melakukan penjilidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penjilidan buku yang dilakukan oleh petugas perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penjilidan buku yang dilakukan oleh petugas perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Dari penyelidikan diketahui petugas menggunakan amplas untuk membersihkan pinggiran buku yang baru dijilid. Banyak buku yang dipoles oleh petugas Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang.
Abstract
Collection maintenance is a series of actions to prevent and repair damage to collec tions so that they are preserved and can be used again by their users. The process of binding activities carried out at the UIN Imam Bonjol Padang Library has its own way of carrying out binding. The aim of this research is to find out how binding is carried out by the library staff at UIN Imam Bonjol Padang. The aim of this research is to find out how binding is carried out by the library staff at UIN Imam Bonjol Padang. The results of this research were that officers carried out binding using sand paper, which was used by officers to tidy up the edges of books that had been re-bound. There have been many books sanded by UIN Imam Bonjol Padang Library staff.
Keywords:
Perawatan koleksi
· penjilidan
· perpustakaan
Introduction
Perpustakaan pada dasarnya mempelajari fokus aset dan hotspot data untuk klien mereka. Salah satu per pustakaan yang ada di Padang Sumatera Barat adalah Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Tepatnya di kampus III UIN Imam Bonjol Padang yang berada di sungai bangek. Perpustakaan ini memiliki koleksi yang beragam, seperti buku, jurnal, tesis, surat kabar, CD, CD-ROM dan publikasi ilmiah lainnya. Perpustakaan sebagai pusat informasi merupakan tulang punggung kemajuan lembaga pendidi kan, khususnya yang mempunyai kebu tuhan besar untuk beradaptasi dengan perkembangan informasi. (Suwarno, W., 2010) . perpustakaan sekolah akan men jadi perpustakaan yang ada di perguruan tinggi. Fungsi Pokok Perpustakaan Fungsi pokok perpustakaan adalah ber peran aktif dalam melaksanakan tugas dan fungsi operasional perpustakaan dengan cara: 1. Pengumpulan, penye rahan, penyiapan, pengolahan, pengema san dan pengelolaan koleksi siap pakai. Memanfaatkan bahan pustaka dan fasili tas informasi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan dan masyarakat pengguna. 2. Pemanfaatan koleksi berupa penyediaan sistem pelayanan, penyiapan sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, serta sosialisasi dan pro mosi koleksi dan layanan kepada masyarakat setempat. 3. Memberikan pe layanan kepada masyarakat pengguna, termasuk memberikan informasi tentang konsep perpustakaan dan memberikan bimbingan kepada pengguna yang kesu litan mengakses sumber informasi. Buku di perpustakaan merupakan koleksi yang sangat berharga dan mahal dan memerlukan waktu untuk pemupukannya, sehingga sangatlah sayang jika tidak ada usaha untuk memeliharanya. Agar bahan bahan pustaka tersebut jangan rusak dan hilang begitu saja dengan cara ini telah berubah menjadi komitmen pustakawan untuk senantiasa memelihara dan merawat koleksi. perawatan koleksi menurut (Ibrahim, A, 2013) adalah Proses merawat dan memelihara bahan perpustakaan agar awet dan tidak rusak. Selain itu, kegiatan pengelolaan koleksi ber tujuan untuk menjaga keutuhan koleksi fisik dan informasi di dalamnya tahan lama dan dapat disimpan. Pemeliharaan merupakan upaya untuk menjamin koleksi perpustakaan tidak cepat rusak atau rusak, serta dapat dimanfaatkan kembali. Buku-buku lama lebih mudah rusak dan memerlukan perawatan khusus. Letakkan buku di ruangan yang bersih dan berven tilasi baik dan jangan menyimpannya di ruang tertutup. Perawatan merupakan kebijaksanaan dan Metode khusus untuk melindungi bahan perpustakaan dan arsip dari kerusakan atau kehancuran. Hal ini mencakup metode dan teknik yang ditentukan oleh staf teknis. Pejabat yang berwenang harus dapat mendominasi dukungan terhadap koleksi untuk mencegah sebab-sebab terjadinya kerusakan pada koleksi, melindungi koleksi dari faktor-faktor yang menimbulkan kerugian, membenahi koleksi yang masih layak, dan menyelamatkan produk-produk dalam koleksi. Berbeda berarti perbedaan buku atau bahan perpustakaan lain dalam suatu bidang atau sejenisnya yang dik umpulkan oleh individu atau afiliasi. Me mang koleksi perpustakaan memegang peranan penting karena ketersediaan koleksi yang lengkap merupakan layanan utama perpustakaan Sama seperti dengan Manual for Building Assortment and Infor mation on Writing (1998), Library Assort ment adalah semua bahan perpustakaan yang dikumpulkan, ditangani, dan disim pan untuk diperkenalkan kepada masyarakat pada umumnya guna menga tasi permasalahan pengguna akan data. Tujuan dari perawatan koleksi adalah untuk menjaga pelestarian fisik koleksi/bahan pustaka yang ada pada bahan koleksi agar tetap awet dan bermanfaat bagi pengguna perpustakaan. Fungsi pemeliharaan adalah agar koleksi perpustakaan tidak terganggu oleh tangan-tangan sembarangan, serangga, dan jamur yang menghuni buku-buku yang disimpan di ruangan lembab. (1) Fungsi proteksi : Melindungi bahan pustaka dari serangga, manusia, jamur, panas matahari, air, dan lain-lain. (2) Fungsi Pelestarian: Dengan perawatan yang baik, bahan perpustakaan dapat tetap terjaga keawetannya, dapat digunakan lebih lama, dan berpotensi untuk dilestarikan. Bahan perpustakaan ini akan tersedia untuk lebih banyak pembaca. (3) Fungsi kesehatan: Dengan penuh kehati-hatian, bahan pustaka bersih dan bebas dari debu, jamur, hewan perusak, sumber penyakit dan sarangnya, sehingga pemustaka dan pustakawan tetap sehat dan pemustaka semakin semangat membaca. (4.) Fungsi pendidikan: Pengguna perpustakaan dan pustakawan sendiri harus belajar bagaimana menangani dan memelihara dokumen. (5) Fungsi kesabaran : Merawat bahan pustaka ibarat merawat bayi atau orang tua. Jadi, Anda harus bersabar. Menghilangkan noda pada bahan perpustakaan memerlukan banyak kesabaran. (6.) Fungsi Sosial : Pemeliharaan tidak dapat dilakukan sendiri. Pustakawan perlu melibatkan pengguna perpustakaan dalam mengelola bahan perpustakaan. (7.) Fungsi Ekonomi : Dengan pemeliharaan yang baik, bahan perpustakaan dapat bertahan lebih lama dan menghemat biaya. (8.) Fungsi keindahan: Pemeliharaan yang baik dan penataan bahan perpustakaan yang baik akan menjadikan perpustakaan tampak lebih indah sehingga meningkatkan daya tariknya bagi pembaca.(K. Martoatmodjo, 1993). Dalam siklus pendukung tersebut terdapat karya-karya, misalnya kemampuan kesejahteraan untuk menjaga bahan pustaka tetap bersih dan tidak berbau apek, kemampuan finansial untuk menjaga keawetan bahan pustaka, dan kemampuan luar biasa untuk mengimbangi kehadiran. perpustakaan agar lebih menarik. Benar-benar memusatkan perhatian pada buku dan bahan perpustakaan lain yang dimiliki perpustakaan merupakan segmen berbeda di dalam unit perpustakaan, sehingga alangkah baiknya bila perpustakaan mempunyai seksi yang bertugas khusus dalam pemeliharaan dan perawatan buku, seperti pada penjilidan buku. Penjilidan merupakan salah satu cara mengawetkan buku. Penjilidan merupakan hal penting bagi per pustakaan demi kelestarian buku koleksinya. Berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan bahan pustaka, khususnya melalui pengumpulan bahan pustaka. Tujuan dari kegiatan pengumpulan ini adalah untuk memastikan bahan perpustakaan tampak bersih dan tidak terkontaminasi ketika digunakan oleh pengunjung. Penyebab kerusakan dan Tergantung pada kondisi bahan pustaka, metode penanganannya dibagi menjadi tiga kelompok untuk memprediksi penyebab kerusakan dan dampaknya. Kondisi bahan pustaka dapat digolongkan menjadi tiga ke lompok: Pertama, bahan pustaka dalam kondisi baik. Kedua, bahan perpustakaan terjangkit penyakit. B. Kotor, asam, dan rapuh. dan ketiga: bahan pustaka yang ru sak secara fisik (cacat). B. Retak, lubang, ikatan putus, dll. Buku yang mengalami rusak pada cover maka perlu melakukan penjilidan ulang, Penjilidan ulang sebaiknya dil akukan terhadap buku atau bahan pustaka yang telah dirusak. Hal ini dil akukan agar Rencana permainan dalam buku ini terpisah satu sama lain sehingga tidak ada yang hilang. Hal ini akan memungkinkan pengguna perpustakaan untuk menggunakan kembali buku-buku yang telah dijilid ulang dan dipulihkan. Ada dua jenis penjilidan buku: penjilidan tangan dan penjilidan mesin. Namun, un tuk perpustakaan dengan sumber daya atau anggaran terbatas, penjilidan tangan saja sudah cukup. Alat-alat yang digunakan untuk mengikat tangan antara lain palu besi, pisau/pemotong, gunting, paku untuk membuat lubang, jarum tebal, penggaris, alat makan (mesin pemotong), kuas lem, kain perca, mesin cetak letter press, dan bahan-bahan bekas yang digunakan sebagai meja pengikat surat kabar. Sampulnya menggunakan bahan katun tebal, kertas HVS, kertas marmer, kertas lingkar, kain penguat/kain linen, dan benang tebal untuk menjahit. Berdasarkan observasi langsung dan wawancara yang dilakukan pada tanggal 20 Desember 2023 dengan petugas per pustakaan uin imam bonjol padang yaitu Bapak Yendri selaku staf bagian perawa tan dan pelesatarian koleksi. Penjilidan tersebut dilakukan oleh petugas per pustakaan UIN Imam Bonjol Padang dengan cara melakukan penjilidan secara manual karena keterbatasan aset atau anggaran, dan mereka mempunyai cara tersendiri dalam melakukan pembatasan dan pengamanan buku tersebut. Pada sebelumnya petugas perpustakaan ini melakukan penjilidan dengan menggunakan stapler. Namun setelah beberapa tahun terakhir pemakain stapler untuk menjilid tidak dianjurkan lagi karena akan mengakibatkan kerusakan pada buku, sebagai penggantinya petugas menggunakan tahap dengan cara di lem. Jika biasanya pada saat menjilid buku akan ada kertas-kertas yang tidak sama besar atau tidak rapi, maka akan dil akukan pemotongan dengan menggunakan alat pemotong kertas. Akan tetapi pada petugas perpustakaan ini mempunyai cara lain untuk mengatasi kertas-kertas yang tidak rapi yaitu dengan cara di Amplas. Jika terdapat cover buku yang sudah rusak/tidak dapat dibaca lagi, maka petugas akan menyerahkan kepada pihak ketiga yaitu vendor. Proses inilah yang dilakukan oleh staf Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang untuk menjilid koleksi perpustakaan agar koleksi tersebut tetap terjilid dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan secara efektif oleh pengguna atau klien perpustakaan. Perincian permasalahan dalam tulisan ini adalah bagaimana cara yang dilakukan petugas perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang dalam melakukan penjilidan dengan cara tersendiri dalam membatasi koleksi.
Method
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Peralatan eksplorasi yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penilaian ini adalah wawancara, perekam suara dan kamera. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga cara yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. (Mukhtar, P. D., & Pd, M, 2013) mengatakan bahwa peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menemukan pengetahuan atau teori tentang penelitian pada waktu ter tentu. Data dalam eksplorasi ini be rasal dari individu-individu yang sesuai dengan kepentingan permasa lahan dan tujuan pemeriksaan. Eksplorasi ini akan menggam barkan, mengungkap dan men guraikan informasi terkait dengan dukungan koleksi di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. Tempat penelitian: Perpustakaan UIN Imam bonjol padang. Hari/Tanggal: Rabu / 20 Desember 2023. Waktu: 09:15 WIB. Disini penulis melakukan wa wancara langsung kepada satu petu gas perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang bagian perawatan dan peles tarian koleksi yaitu Bapak Yendri. Bapak Yendri yang melakukan penjilidan dan menggunakan amplas pada koleksi buku Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padansg
Result & Discussion
Menurut (Fatimah, F, 2018) Per pustakaan merupakan tempat berkumpul, menyimpan, dan me nyimpan berbagai macam bahan per pustakaan. Menurut (Sutarno, N. S. (2008).) Perpustakaan adalah suatu ruangan, bagian dari suatu bangunan, atau bangunan itu sendiri yang berisi kumpulan buku-buku yang ditata dan ditata sedemikian rupa sehingga mudah ditemukan dan diakses oleh pembaca. Perawatan koleksi dengan penjilidan di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang melibatkan serangkaian proses dan praktik yang bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan keamanan, kelancaran, dan daya tahan dari buku buku dan materi lain yang disimpan di perpustakaan. Ini termasuk langkah langkah seperti pemeriksaan, penghapusan, pengawasan, dan penggantian, serta penggunaan teknik penjilidan dan pengawasan khusus untuk memastikan bahwa koleksi tetap terawat dengan baik. (Zebua, R., 2023) Pemeriksaan adalah proses mengevaluasi kondisi dan keadaan buku-buku dan materi lain di perpustakaan untuk mengidentifikasi masalah atau kerusakan apa pun yang memerlukanian. Ini dapat melibatkan pemeriksaan fisik, seperti memeriksa kelebihan atau kerusakan pada buku buku, serta pemeriksaan konten, seperti memeriksa keaslian atau keberadaan buku-buku tertentu. Penghapusan adalah proses menghapus buku-buku atau materi lain dari perpustakaan jika mereka tidak lagi diperlukan atau jika mereka rusak dan tidak dapat diperbaiki. Ini dapat melibatkan penghapusan fisik, seperti menghapus buku-buku dari perpustakaan, atau penghapusan virtual, seperti menghapus buku-buku dari sistem perpustakaan. Pengawasan adalah proses memantau kondisi dan keadaan buku buku dan materi lain di perpustakaan untuk memastikan bahwa mereka tetap terawat dengan baik. Ini dapat melibatkan pemeriksaan berkala, seperti memeriksa kelebihan atau kerusakan pada buku-buku, serta melacak penggunaan buku-buku dan materi lain untuk mengidentifikasi area di mana perawatan lebih lanjut mungkin diperlukan. Penggantian adalah proses mengganti buku-buku atau materi lain yang rusak atau tidak lagi diperlukan dengan salinan baru. Ini dapat melibatkan pembelian buku-buku baru, seperti membeli salinan baru dari buku-buku yang rusak, atau mencari salinan gratis dari sumber lain, seperti pemberi pinjaman atau perpustakaan lain. Teknik penjilidan dan pengawasan khusus dapat digunakan untuk memastikan bahwa koleksi perpustakaan tetap terawat dengan baik. Misalnya, perpustakaan dapat menggunakan teknik penjilidan khusus, seperti menggunakan kertas tahan lama atau menggunakan kertas yang tidak mudah rusak, untuk membantu mempertahankan buku buku dan materi lain. Perpustakaan juga dapat menggunakan teknik pengawasan khusus, seperti menggunakan sistem perpustakaan yang canggih atau melibatkan staf perpustakaan dalam proses pengawasan, untuk membantu memastikan bahwa koleksi tetap terawat dengan baik. Secara keseluruhan, perawatan koleksi dengan penjilidan di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang melibatkan kombinasi proses dan praktik yang bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan keamanan, kelancaran, dan daya tahan dari buku-buku dan materi lain yang disimpan di perpustakaan. Ini termasuk pemeriksaan, penghapusan, pengawasan, dan penggantian, serta penggunaan teknik penjilidan dan pengawasan khusus untuk memastikan bahwa koleksi tetap terawat dengan baik. Buku-buku di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang masih banyak yang rusak. Ada beberapa hal yang dapat merusak buku, seperti kecero bohan, mengotori buku, membaca buku sambil makan, merobohkan buku, dan meletakkan buku dengan benda tebal. Selain itu, diakibatkan oleh faktor lingkungan seperti suhu, debu, kelembaban, cahaya, serangga dan zat kimia. Pengelolaan atau pemeliharaan bahan pustaka tidak hanya mencakup benda fisiknya saja, namun juga isi berupa informasi yang terkandung di dalamnya. Dukungan terhadap upaya perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang yaitu melakukan fumigasi setiap tahun secara rutin, meletakkan kapur barus, membersikan debu dengan kain lap, menghidupkan AC selama 24 jam untuk mencegah kerusakan pada bahan koleksi, Mengingat hipotesis bahwa suhu ideal untuk bahan koleksi perpustakaan yaitu 20-24°C dan kelembaban 45-60% RH, dan penjilidan setiap tahun dilakukan. ( (darmanto, 2018) Untuk menyelesaikan hambatan yang diselesaikan oleh petugas perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang, diperlukan peralatan dan bahan yang telah digunakan untuk melakukan pembatasan di perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang. yaitu amplas, benang, lem, gunting, bor, dan jarum jahit. Sebelumnya, buku-buku koleksi yang rusak akan dibagi-bagi. Pada tahap penjilidan yang dilakukan oleh petugas perpustakaan UIN Imam bonjol padang yaitu tergantung dengan kondisi koleksi tersebut. Koleksi yang mengalami sedikit kerusakan cukup dengan di lem, dan jika koleksi yang mengalami kerusakan parah maka perlu di lakan dengan cara dijahit. Isi buku yang tidak saling menempel, perekat atau jahitan yang terlepas, dan sampul buku yang rusak dapat diperbaiki dengan menyambung atau mengikatnya kembali, merupakan contoh-contoh kerusakan yang sebenarnya. Koleksi yang perlu di jahit harus dengan menggunakan benang yaitu benang jagung, karena benang jagung mudah merekat pada buku. Selain itu, benang jagung juga dipilih karena si fatnya yang ramah lingkungan dan ta han lama. Tahap pertama isi buku disusun dulu dengan rapi dan beruru tan. Tahap kedua, lalu di bor pada tepi sebelah kiri buku supaya mudah untuk menjahit. Tahap ketiga, setelah di bor selanjutnya buku itu di jahit dengan be nang jagung. Setelah buku itu di jahit, akan ada kertas-kertas yang tidak sama besar atau kertas-kertas yang tidak rapi, biasanya pemotongan dengan menggunakan alat pemotong kertas. Akan tetapi pada petugas per pustakaan ini menggunakan amplas. Berdasarkan wawancara langsung dengan bapak Yendri selaku staf perawatan dan pemeliharaan me nyebutkan menggunakan amplas merupakan ciptaan bapak itu sendiri. Karena amplas yang digunakan bukan termasuk dalam S.O.P. Alasan petugas perpustakaan itu menggunakan amplas, karena jika me makai alat pemotong ditakutkan akan bacaannya terpotong. Menggunakan amplas merupakan cara efektif yang digunakan oleh petugas perpustakaan UIN Imam bonjol padang. Selanjutnya, jika terdapat cover buku yang rusak parah, maka akan di cetak ulang oleh pihak ketiga/vendor dengan cara dicari melalui web atau dengan memfotokan buku yang sama lalu di print copy. Gambar diatas merupakan contoh sampul buku yang sudah dicetak ulang oleh vendor.
Conclusion
Kegiatan perawatan yang dilakukan oleh petugas UIN Imam Bonjol Padang merupakan cara mencegah terjadinya kerusakan pada koleksi tersebut, cara dilakukan petugas UIN Imam Bonjol Padang ini merupakan cara efektif dalam melakukan perawatan koleksi perpustakaan. Hasil perawatan yang dilakukan oleh petugas perpustakaan sangat memuaskan dapat dibuktikan dengan terpajangnya koleksi dengan rapi di perpustakaan UIN Imam bonjol padang. Manfaat yang sangat penting dari proses perawatan koleksi ini adalah menyelamatkan bentuk fisik koleksi perpustakaan serta menjaga keindahan pada koleksi di perpustakaan. Rekomendasi dari penulis menggunakan amplas merupakan cara efektif yang digunakan untuk merapikan buku selain menggunakan alat pemotong kertas.