Kembali
16
1
2022 Literatify : Trends in Library Developments Vol 3 · 2 ISSN 2723-0953

ANALISIS PENGGUNAAN SENAYAN LIBRARY MANAGEMENT SYSTEM (SLIMS) DI PERPUSTAKAAN MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 MAJENE PROVINSI SULAWESI BARAT

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar; Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Penelitian ini membahas tentang Penggunaan SLiMS di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 1 Majene Provinsi Sulawesi Barat. Dengan rumusan masalah yaitu bagaimana pemahaman pengelola tentang penggunaan SLiMS dan kendala apa saja yang dihadapi Pengelola dalam menggunakan SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah data primer yaitu pengelola perpustakaan dan data sekunder. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman pengelola tentang penggunaan SLiMS sudah cukup baik, dikarenakan pengelola sudah mampu mengoperasikan aplikasi tersebut walaupun hanya pada fitur yang terbatas. Adapun yang menjadi kendala dalam penggunaan SLiMS di Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 1 Majene ini ialah pemahaman pengelola dan juga berupa sumber daya manusia (SDM). Implikasi yang dapat penulis sampaikan yaitu 1) Sebaiknya pustakawan atau pengelola perpustakaan lebih sering berinteraksi dan belajar lagi tentang penggunaan SLiMS sehingga pengelola dapat memahami setiap fitur yang terdapat pada SLiMS. 2) Memaksimalkan kualitas internet di area perpustakaan MAN 1 Majene agar pengelola dapat menggunakan aplikasi SLiMS dengan baik.

Abstract

This research discusses the use of SLiMS in the Madrasah Aliyah Negeri 1 Majene Library, West Sulawesi Province. With the formulation of the problem, namely how the manager understands about the use of SLiMS and what obstacles are faced by the manager in using SLiMS in the MAN 1 Majene Library. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. Sources of data in this study are primary data, namely library managers and secondary data. Data obtained through observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out through three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the manager's understanding of the use of SLiMS is quite good, because the manager is able to operate the application even though it is only on limited features. The obstacle in using SLiMS in the Madrasah Aliyah Negeri 1 Majene Library is the understanding of the manager and also in the form of human resources (HR). The implications that the author can convey are 1) It is better if the librarian or library manager interacts and learns more about the use of SLiMS so that managers can understand every feature contained in SLiMS. 2) Maximizing internet quality in the library area of MAN 1 Majene so that managers can use the SLiMS application properly.
Keywords: Manager · SLiMS

Introduction

1.1 Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi saat ini berpengaruh besar pada perkembangan perpustakaan terutama dalam segi mengelola informasi. Di era globalisasi ini ditandai dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, peran perpustakaan dianggap sangatlah penting. Perkembangan teknologi ini tidak dapat kita hindari, Hal inilah yang mendorong perpustakaan untuk memiliki strategi yang tepat sebagai penyedia informasi agar perpustakaan tidak ditinggalkan oleh masyarakat pengguna. Perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi menjadi tulang punggung gerak majunya suatu institusi khususnya institusi pendidikan dengan adanya tuntutan untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan informasi yang sangat cepat dan terus berubah. Hal ini dikarenakan pengguna perpustakaan (pemustaka) dominan dari kalangan akademisi yang memiliki tingkat kebutuhan informasi yang begitu tinggi. Hal demikian mengharuskan perpustakaan terus berupaya mengembangkan layanannya khususnya koleksi guna memenuhi kebutuhan pengguna (Andi ibrahim, 2018: 1). (Koeswara: 1998) mengemukakan informasi sudah merupakan kebutuhan dasar bagi manusia sekarang ini. Memilih informasi harus diteliti secara seksama, dalam memilih informasi memerlukan kehati-hatian supaya mendapat informasi yang akurat. Manusia pada hakekatnya menyukai suatu yang baru termasuk dalam memenuhi kebutuhan informasi. Masyarakat menyenangi informasi yang aktual, artinya informasi atau berita yang menjadi pembicara masyarakat. Perpustakaan merupakan institusi yang berperan dalam mencari, menentukan, menyeleksi, sampai menebar informasi. Pengolahan dan pendistribusian informasi akan tidak terkendali jika pustakawan tetap mempertahankan kinerja lama, maka dari itu pustakawan harus pandai memprioritaskan teknologi informasi yang praktis sebagai pendukung dalam pengolahan bahan pustaka (Firmansyah abdullah, 2014: 2). Di era net generation yang ditolong oleh perkembangan teknologi informasi komunikasi (TIK), dan ilmu pengetahuan mendorong perubahan pola hidup manusia. TIK sangat membantu aktivitas manusia sehingga pola hidup manusia cenderung lebih dituntut dengan kecepatan, termasuk dalam memenuhi kebutuhan informasi. Perpustakaan sebagai pusat informasi juga seharusnya dapat memanfaatkan TIK sebagai bagian dari efisien kinerja perpustakaan. Salah satu fungsi hakiki dari perpustakaan adalah bagaimana menarik lebih banyak pengguna perpustakaan, bagaimana menolong pengguna mencari dan mendayagunakan semua informasi dan fasilitas perpustakaan dengan kesulitan yang minimal, menginformasikan informasi dan fasilitas baru, membangkitkan minat baca dan belajar, serta menjangkau semua masyarakat tergantung dari objek masing-masing perpustakaan (Andi ibrahim, 2014: 129). Perpustakaan sebagai penyedia informasi, baik cetak maupun non cetak. Harus menyediakan sistem yang baik untuk menyimpan dan mengambil informasi, terutama dalam bentuk katalog online, namun sebelum hal tersebut dilakukan, perpustakaan harus terlebih dahulu melakukan serangkaian prosedur, salah satunya adalah membangun perangkat keras pendukung seperti computer, printer, dan lain sebagainya. Dan tentu saja jaringan internet yang stabil. Kegiatan pengelohan masa kini tidak lagi dilakukan secara manual sebab dalam pelaksanaannya membutuhkan banyak energi dan tentunya menyita banyak waktu, maka dipergunakanlah teknologi yang di dalam perpustakaan dikenal dengan istilah otomasi perpustakaan, yang mana merupakan sebuah proses atau hasil penciptaan mesin swatindak atau swakendali tanpa campur tangan manusia dalam proses tersebut sebagai bentuk penerapan teknologi informasi untuk kepentingan perpustakaaan dan dapat memudahkan perpustakaan dari mulai pengadaan hingga jasa informasi bagi pembaca (Sulistyo-basuki, 2004: 96). Secara Harfiah pengertian otomasi adalah teknik untuk pengoperasian otomatis suatu perangkat, proses atau sistem, keadaan dimana ia beroperasi secara otomatis, untuk mengontrol operasi otomatis suatu perangkat. Perangkat, proses atau sistem dengan cara mekanis atau perangkat elektronik yang menggantikan organ tubuh manusia. Untuk observasi, usaha, dan pengambilan keputusan. kebalikan dari Otomasi adalah Manual. Otomasi perpustakaan adalah sebuah proses pengelolaan perpustakaan dengan menggunakan bantuan teknologi informasi (TI) (A. dwi oga: 2010). Sistem otomasi perpustakaan atau Library Automation System adalah software yang beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengotomasikan kegiatan perpustakaan. Dengan bantuan TI maka beberapa pekerjaan manual dapat dipercepat dan diefisienkan. Selain itu proses pengolahan data koleksi menjadi lebih cepat dan akurat untuk ditelusuri kembali. Untuk mendukung sistem otomasi perpustakaan yang baik maka dikembangkanlah aplikasi yang bernama SLiMS. SLiMS atau (Senayan Library Management System) adalah sebuah perangkat Lunak system manajemen perpustakaan (Library Management System) sumber terbuka yang dilisensikan dibawah GPL v3. Aplikasi web yang dikembangkan oleh tim dari pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia ini dibangun dengan menggunakan PHP, basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. Sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan, SLiMS mampu mempermudah berbagai kegiatan manajemen administrasi perpustakaan. Jika melihat modul yang disediakan SLiMS, perangkat lunak ini mampu menjalankan berbagai fungsi manajemen administrasi yang ada diperpustakaan. Kegiatan pengolahan, peminjaman, pengembalian, pemesanan koleksi, penyiangan, manajemen anggota, fasilitas percetakan barcode (barcode koleksi dan kartu anggota) serta berbagai jenis laporan. Melalui modul pelaporan yang cukup lengkap, SLiMS dapat membantu pihak manajemen untuk suatu kebijakan pengadaan atau sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan suatu kebijakan bagi pengembangan perpustakaan. Semua kegiatan ini mungkin dilakukan dengan menggunakan modul yang ada di SLiMS, antara lain modul bibliografi, sirkulasi, keanggotaan, OPAC (Online Public Acces Catalog), inventarisasi koleksi, Master file sistem, pelaporan, dan control terbitan berseri (Azwar, 2013: 26). Sejak munculnya aplikasi SLiMS ini, telah banyak peneliti yang mencoba untuk mengangkat tema penelitian tentang SLiMS. Salah satu peneliti yang mengangkat tema penelitian tentang SLiMS sebelumnya ialah Firmansyah Abdullah (2014) yang meneliti tentang Pemanfataan SLiMS oleh Pustakawan di Perpustakaan Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat UIN Alauddin Makassar. Dan dari hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa dalam memanfaatkan modul statistic pelaporan ada pada aplikasi SLiMS pustakawan perpustakaan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat hanya memanfaatkan fasilitas statistic koleksi. Serta modul bibliografi aplikasi SLiMS yang dapat dimanfaatkan oleh pustakawan masih terbatas pada pengguna tiga fasilitas yaitu penambahan koleksi, daftar item bibliografi dan fasilitas data eksemplar atau menu check out items. SLiMS merupakan software yang telah banyak diaplikasikan di berbagai perpustakaan instansi dan sekolah lainnya. Namun kenyataannya masih banyak pustakawan baik itu yang bekerja di instansi pemerintah (sekolah, perguruan tinggi negri dan lainnya) maupun swasta yang belum menerapkan atau mengembangkan fasilitas atau modul yang terdapat pada SLiMS secara lengkap sehingga penggunaan SLiMS menjadi kurang maksimal. Salah satu perpustakaan Sekolah yang telah menggunakan aplikasi SLiMS ini ialah Perpustakaan MAN 1 Majene, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majene adalah salah satu sekolah yang berada di Provinsi Sulawesi Barat dimana sekolah ini telah memiliki perpustakaan yang cukup berkembang utamanya dalam segi mengelola informasi. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di Perpustakaan MAN 1 Majene telah menggunakan aplikasi SLiMS, namun kenyataannya penggunaan SLiMS di Perpustakaan tersebut belum menerapkan dan mengembangkan fasilitas atau modul yang terdapat pada SLiMS secara lengkap. 2. TINJAUAN TEORITIS 2.1 Pengertian Otomasi Perpustakaan Menurut kamus kepustakawanan otomasi perpustakaan (Library Automation) adalah proses atau hasil penciptaan mesin swakendali tanpa campur tangan manusia dalam proses tersebut (Lasa, 2009: 223). Penerapan otomasi di perpustakaan sebenarnya lebih tepat bila disebut dengan nama teknologi Informasi. teknologi yang dimaksud disini berarti pengumpulan, pengolahan, penyebaran, dan penggunaan informasi, dalam hal ini tidak hanya terbatas pada pemanfaatan perangkat lunak maupun perangkat keras, tapi juga perlu melibatkan manusia. Berikut ada beberapa definisi otomasi perpustakaan dari para ahli perpustakaan: a. Menurut Sulistyo Basuki, Otomasi Perpustakaan adalah sebuah proses atau hasil penciptaan mesin swatindak atau swakendali tanpa campur tangan manusia dalam proses tersebut sebagai bentuk penerapan teknologi penerapan teknologi informasi untuk kepentingan perpustakaan dari mulai pengadaan hingga jasa informasi bagi pembaca (Sulistyo-Basuki, 2004:96). b. Menurut Saffady, Otomasi Perpustakaan adalah sebuah sistem perpustakaan yang terintegrasi di mana sebuah database bibliografi dipadukan dengan serangkaian program aplikasi yang saling berhubungan untuk mengotomatiskan sejumlah besar aplikasi perpustakaan (Saffady W, 1999:209). c. Menurut Riyanto, Otomasi Perpustakaan adalah penerapan teknologi informasi pada kegiatan administrasi agar lebih efektif dan efisien. Bidang pekerjaan yang dapat diintegrasikan dengan sistem informasi perpustakaan adalah pengadaan, inventaris, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistic dan lain sebagainya (Riyanto,2012: 2.2 Manfaat Otomasi Perpustakaan Menurut Cochrane dalam artikel Ari Joko Purwanto. Cochrane mengemukakan bahwa tujuan otomasi perpustakaan adalah: a. Memudahkan integrase berbagai kegiatan perpustakaan; b. Memudahkan kerjasama dan pembentukan jaringan perpustakaan; c. Membantu menghindari duplikasi kegiatan di perpustakaan d. Menghindari pekerjaan yang bersifat mengulang (repeatable) dan membosankan (boring); e. Memperluas jasa perpustakaan; f. Memberi peluang untuk memasarkan jasa perpustakaan, dan g. Meningkatkan efisiensi. 2.3 Pengertian SLIMS Senayan atau lengkapnya Senayan Library Management System (SLiMS), adalah perangkat lunak system manajement perpustakaan (Library management system) sumber terbuka yang dilisensikan di bawah GPL v3. Aplikasi web yang dikembangkan oleh tim dari Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia ini dibangun dengan menggunakan PHP, basis data MySQL, dan pengontrol versi Git. Pada tahun 2009, Senayan memenangi INAICTA 2009 untuk kategori open source. Menurut Wicaksono, Senayan Library adalah Open Source Software (OSS) berbasis web untuk memenuhi kebutuhan automasi perpustakaan (Library automation) skala kecul hingga skala besar. Dengan fitur yang cukup lengkap dan masih terus aktif dikembangkan, Senayan Library sangat cocok digunakan bagi perpustakaan yang memiliki koleksi, anggota dan staf banyak di lingkungan jaringan, baik itu jaringan lokal (intranet) maupun internet (Mulyadi, 2016: 65). SLiMS merupakan salah satu FOSS (Free Open Source Software) berbasis web yang dapat digunakan sebagai perangkat lunak untuk membangun automasi perpustakaan. SLiMS mampu berjalan sempurna di dalam system jaringan computer dan internet. SLiMS dikembangkan dengan menggunakan berbagai perangkat lunak open source. Web server, Bahasa pemograman dan database yang digunakan untuk mengembangkan senayan ini semuanya merupakan perangkat lunak open source. Berbagai perangkat lunak yang digunakan untuk membangun SLiMS diantaranya Apache sebagai web server, PHP sebagai Bahasa pemograman dan MySQL sebagai database yang menyimpan transaksi data yang terjadi di SLiMS. Perangkat lunak ini dibangun dengan menggunakan 2.4 Fitur – fitur SLiMS 1. OPAC (Online Public Acces Catalog) 2. Sirkulasi (Circulation) 3. Pengatalogan (Cataloging) 4. Manajemen Keanggotaan (Membership Management) 5. Inventaris Koleksi Stocktaking) 6. Statistik/ pelaporan (Report) 7. Manajemen Terbitan Berseri (Serial Control)

Method

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Yaitu penelitian yang menggunakan metode wawancara untuk mendeskripsikan data yang penulis peroleh dari informan, untuk memperoleh gambaran yang jelas dan terperinci tentang bagaimana pemahaman pengelola tentang penggunaan SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene. Jenis penelitian deskriptif-analisis kualitatif ini adalah penelitian untuk mendeskripsikan atau meggambarkan kondisi lapangan secara apa adanya (Sugiyono, 2008: 45). Penelitian ini bertempat di MAN 1 Majene Jln. Sultan Hasanuddin, Tande Timur, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene, Sulawesi Barat. Penelitian ini dilakukan tanggal 7 Februari – 7 Maret tahun 2022. Sumber Data yang digunakan adalah: 1. Data primer, adalah data yang bersumber dari informan yang langsung ditemui dilapangan (lokasi penelitian) dalam hal ini yang dimaksud adalah pengelola perpustakaan. 2. Data sekunder, adalah data yang bersumber kepustakaan dan literatureliterature, buku catatan pustakawan, buku panduan/ manual dan artikel yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini, yaitu: 1. Studi Pustaka Dalam studi pustaka ini penulis mempelajari beberapa literature yang berhubungan dengan topic permasalahan penelitian baik dalam bentuk buku rujukan, data base, internet dan lain-lain. 2. Penelitian lapangan Pendekatan ini untuk mendapatkan data-data secara lapangan dari objek penelitian yaitu: a. Wawancara (interview), yaitu menanyakan langsung tentang penggunaan aplikasi SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene. b. Obersevasi, yaitu penulis mengamati secara langsung Perpustakaan MAN 1 Majene untuk mendapatkan data yang diperlukan. c. Dokumentasi, yaitu menyelidiki seperti koleksi buku, atau peraturanperaturan peminjaman dan pengembalian dan sebagainya. Instrumen Penelitian adalah suatu alat yang digunakan dalam suatu penelitian untuk mengumpulkan data atau mengukur objek dari suatu variable penelitian. (Febrianawati. 2018: 1). Adapun Instrumen Penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu: 1. Pedoman wawancara, yang merupakan sebuah tulisan yang berisi daftar informasi yang akan peneliti kumpulkan. 2. Alat rekam, yang dimaksud disini ialah alat rekam Handphone yang peneliti gunakan untuk kegiatan wawancara. 3. Buku catatan, yang peneliti gunakan untuk mencatat hal-hal penting pada saat penelitian. Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang dipahami dan yang akan di pelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.

Result

4.1 Hasil Penelitian Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Majene maka peneliti akan menguraikan hasil penelitian sebagai berikut: 1. Penggunaan SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene SLiMS (Senayan Library Management System) merupakan sebuah aplikasi sistem yang dapat mempermudah kegiatan pengelolaan perpustakaan. Di era teknologi saat ini tentu para pengelola ingin pelayanan di perpustakaan dengan sistem yang lebih memadai. Perpustakaan MAN 1 Majene telah menggunakan aplikasi SLiMS ini sejak tahun 2019 hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan para pengelola perpustakaan pada tanggal 14 Februari 2021 yakni: Informan 1 yakni ibu Faizah, S.S. selaku kepala perpustakaan mengatakan bahwa: “MAN 1 Majene telah menggunakan aplikasi SLiMS ini sejak tahun 2019 awalnya kami menggunakan slims karena ada satu pengelola yang memasang slims di perpustakaan ini tapi kami tidak pernah membukanya disaat pengelola itu tidak ada karena kurangnya pengetahuan kami tentang aplikasi itu namun karena selalu latihan dan belajar cara menggunakanannya maka kami jadi lumayan tau dan dengan menggunakan aplikasi SLiMS ini dapat memudahkan pekerjaan di perpustakaan”. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan kepala perpustakaan dan para pengelola di perpustakaan dapat disimpulkan bahwa sistem otomasi perpustakaan di perpustakaan MAN 1 Majene sudah digunakan sejak tahu 2019 dan masih tergolong sangat baru jika dikaitkan dengan kemunculan aplikasi slims itu sendiri. Sejak diterapkannya sistem otomasi berbasis SLiMS ini pengelolaan di perpustakaan menjadi sangat efektif dan dapat memudahkan pekerjaan para pustakawan. a. Pemahaman para pengelola tentang penggunaan SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene Jika melihat sistem informasi atau berbagai perangkat lunak yang ada saat ini, pustakawan tentunya memilih untuk menerapkan pengelolaan secara mudah dan praktis salah satunya dengan menggunakan otomasi perpustakaan berbasis aplikasi slims. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di perpustakaan MAN 1 Majene maka pemahaman para pengelola tentang penggunaan SLiMS di perpustakaan MAN 1 Majene ini dapat dipaparkan sebagai berikut: Informan 1 yakni pengelola perpustakaan di bidang teknis bapak Husain T mengatakan bahwa “saya menggunakan aplikasi slims ini awalnya belajar pada pelatihan pustakawan dan awalnya saya kesulitan menggunakan slims ini karena saya sendiri tidak terlalu bisa menggunakan komputer. Tapi lambat laun karena saya selalu mengikuti kegiatan pustakawan dan biasa belajar lewat youtube cara menggunakan slims serta cara menginput bahan pustaka dislims akhirnya saya sudah mulai bisa menjalankan aplikasi ini meskipun belum sempurna”. Dari hasil wawancara yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemahaman pengelola tentang cara penggunaan aplikasi slims di perpustakaan MAN 1 Majene ini sudah lumayan baik karena beliau sering mengikuti pelatihan pustakawan dan juga kadang belajar melalui internet hanya saja pengelola yang satunya masih tergolong baru di perpustakaan dan bukan dari jurusan ilmu perpustakaan sehingga masih memerlukan waktu untuk belajar tentang penggunaan slims ini, tetapi para pengelola di perpustakaan MAN 1 Majene ini selalu ingin belajar untuk perkembangan perpustakaan agar dapat membantu dan memudahkan berbagai kegiatan administrasi perpustakaan sekolah ini. b. Fasilitas dan modul SLiMS yang sudah digunakan untuk mengelola bahan pustaka di Perpustakaan MAN 1 Majene berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Perpustakaan MAN 1 majene maka fasilitas dan modul slims yang sudah digunakan untuk mengelola bahan pustaka di perpustakaan MAN 1 Majene ini sebagai berikut: Modul bibliografi Salah satu modul yang dimanfaatkanka oleh pengelola di perpustakaan Man 1 Majene ialah modul bibiliografi. Seperti yang kita ketahui bahwa kegiatan pembibliografian merupakan kegiatan yang utama dalam mengelola informasi. Dan di dalam modul bibliografi pun terdapat fasilitas yang dimanfaatkan. c. Manfaat SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene SLiMS dimanfaatkan di perpustakaan MAN 1 Majene sebagai sistem pengolahan bahan pustaka yang memiliki menu atau fitur dibagian bilbiografi seebagai sistem temu kembali informasi, juga memanfaatkan menu sirkulasi sebagai sistem peminjaman dan pengembalian buku, serta fitur keanggotaan yang memanfaatkan menu keanggotaan untuk tambah anggota di perpustakaan. Sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan tentu SLiMS memiliki fungsi untuk mempemudah kegiatan di perpustakaan. Jika melihat menu-menu yang disediakan di perpustakaan ini perangkat lunak ini mampu menjalankan kegiatan administrasi perpustakaan. Mulai dari kegiatan pengolahan, peminjaman, pengembalian, manajemen anggota serta fasilitas percetakan barcode telah ada pada aplikasi ini sebagai bahan untuk mempermudah kegiatan pengelolaan perpustakaan. d. Upaya yang dilakukan Perpustakaan MAN 1 Majene dalam pemanfataan Aplikasi SLiMS Sebagai perpustakaan sekolah yang memiliki pemustaka sebagian besar dari siswa dan guru tentunya pustakawan juga dituntut untuk memberika pelayanan yang baik. Perpustakaan ini selalu berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik dengan menggunakan pelayanan teknologi berupa SLiMS. Untuk itu dalam pengelolaan perpustakaan akan selalu memberikan alternative-alternatif dalam penyampaian informasi kepada pemustaka. a. Salah satu upaya upaya yang dilakukan para pustakawan dalam menghadapi masalah di perpustakaan yakni pada masalah sumber daya manusia dengan cara meminta bantuan kepada para siswa juga tenaga pengajar di perpustakaan untuk ikut serta dalam pengembangan perpustakaan. Juga untuk menambah wawasan tenaga perpustakaan dan untuk mengoptimalkan penggunaan slims dapat dilakukan secara mandiri melalui turorial di internet dan juga meminta bantuan kepada perpustakaan atau lembaga seperti ikatan pustakawan sekolah yang ada di daerah ini. sedangkan untuk sarana dan prasarana di perpustakaan ini upaya yang dilakukan yaitu dengan mengajukan proposal pengadaan barang yang ditunjukan kepada pimpinan tertinggi. Dan juga untuk masalah teknis yang dihadapi dalam hal ini bagian layanan sekolah telah menyediakan genset yang dapat digunakan sewaktu waktu apabila pemadaman listrik terjadi. e. Kendala yang dihadapi dalam menggunakan SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene Dalam menggunakan sistem otomasi di perpustakaan tentunya kita memerlukan tiga komponen utama yaitu brainware, software dan hardware yang dimana brainwarenya ialah pustakawan yang seharusnya telah menguasai IT agar dapat memanfataakan fitur yang ada pada software SLiMS, sedangkan Komputer ialah hardwarenya atau perangkat keras yang terlihat dan dapat digunakan pada bagian pelayanan dan layanan teknis sehingga dapat meringankan pekerjaan pustakawan. Software yang digunakan disini ialah SLiMS karena sifatnya yang opensource dan gratis sehingga dapat digunakan secara bebas. Didalam menjalankan sesuatu tak jarang kita menemukan masalah-masalah baik itu masalah dari luar maupun dari dalam.

Discussion

Pemahaman pengelola tentang penggunaan SLiMS di perpustakaan MAN 1 Majene Perpustakaan MAN 1 Majene telah menggunakan aplikasi SLiMS sejak tahun 2019. Karena aplikasi SLiMS memiliki kelebihan yang memudahkan pustakawan dalam pengolahan bahan pustaka. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dapat disimpulkan bahwa pemahaman pengelola tentang cara penggunaan aplikasi slims diperpustakaan MAN 1 Majene ini sudah lumayan baik karena beliau sering mengikuti pelatihan pustakawan dan juga kadang belajar melalui internet hanya saja pengelola yang satunya masih tergolong baru di perpustakaan dan bukan dari jurusan ilmu perpustakaan sehingga masih memerlukan waktu untuk belajar tentang penggunaan slims ini, tetapi para pengelola di perpustakaan MAN 1 Majene ini selalu ingin belajar untuk perkembangan perpustakaan agar dapat membantu dan memudahkan berbagai kegiatan administrasi perpustakaan sekolah ini. Kendala dalam menggunakan aplikasi SLiMS di perpustakaan MAN 1 Majene Kendala yang sering dirasakan di perpustakaan ini ialah Pada bagian pengolahan teknis terdapat beberapa fitur yang belum dimanfaatkan secara optimal karna kurangnya pengetahuan akan hal itu. Juga yang menjadi salah satu kendala bagi pengelola pada layanan sirkulasi ialah apabila listrik padam. karena kita membutuhkan listrik dalam menyalakan komputer juga kemungkinan jaringan tidak stabil sehingga proses pencarian informasinya terhambat.

Conclusion

5.1 Kesimpulan Penggunaan sistem otomasi perpustakaan berbasis SLiMS (Senayan Library Management System) sudah diterapkan sejak tahun 2019 dan masih sangat baru jika melihat kepada tahun kemunculan aplikasi tersebut. SLiMS dapat memberikan kemudahan bagi pengelola perpustakaan seperti pada bagian bibliografi, sirkulasi serta manajemen keanggotaan. Dan dengan adanya modulmodul yang terdapat pada aplikasi SLiMS tersebut menjadikan pengolahan di perpustakaan menjadi lebih efisien. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Pemahaman pengelola tentang penggunaan SLiMS di Perpustakaan MAN 1 Majene sudah lumayan baik dikarenakan para pengelola sering mengikuti pelatihan atau belajar melalui internet. 2. Kendala yang dihadapi dalam penggunaan SLiMS ini ialah pertama dari segi anggaran sebagai pemenuhan koleksi perpustakaan juga berupa jaringan yang sangat dibutuhkan untuk menjalankan sistem otomaasi di perpustakaan, serta masih terdapat beberapa fitur SLiMS yang belum digunakan karena pengelola perpustakaan belum memahami fitur tersebut. 5.2 Saran Sebaiknya pustakawan atau pengelola perpustakaan lebih sering berinterasi dan belajar lagi tentang penggunaan SLiMS sehingga pengelola dapat memahami setiap fitur yang terdapat pada SLiMS. Diharapkan Perpustakaan MAN 1 Majene dapat menambah perangkat elektronik lainnya agar setiap pemustaka dapat menggunakan fitur OPAC dalam penelusuran bahan pustaka. Memaksimalkan kualitas internet di area perpustakaan MAN 1 Majene agar pengelola dapat menggunakan aplikasi SLiMS dengan baik.