Evaluasi Program Pendidikan Pemakai Perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta dengan Model Center for the Study of Evaluation – University of California in Los Angeles (CSE-UCLA)
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kegiatan program pendidikan pemakai di perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta dengan menggunakan model evaluasi CSE-UCLA yang terdiri dari empat tahap yaitu; (1) Needs Assessment, (2) Program Planning, (3) Formative Evaluation, (4) Summative Evaluation. Metode penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penentuan pengambilan sumber data dengan cara insidental sampling teknik pengumpulan data dengan kuisioner. responden dalam penelitian ini mahasiswa sebanyak 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahapan Needs Assessment, berfokus pada program, tujuan dan analisis kebutuhan SDM pendidikan pemakai sebesar 97,5% dikategorikan sangat sesuai. Program Planning, tahapan ini terkait tentang materi program, perencanaan program, mentor atau pemateri, peserta didik dan anggaran pendidikan pemakai sebesar 94,35% dikategorikan sesuai. Tahapan Formative Evaluation, tentang proses pelaksanaan, kesesuaian pelaksanaan, sarana dan prasarana serta monitoring dan supervisi pendidikan pemakai sebesar 98,37% dikategorikan sangat sesuai. Kemudian tahapan Summative Evaluation, evaluasi tentang ketercapaian tujuan program dan dampak program pendidikan pemakai sebesar 98,25% dikategorikan sangat sesuai.
Abstract
The purpose of this study was to evaluate the activities of the user education program at the IST AKPRIND library in Yogyakarta by using a model the CSE-UCLA evaluation which consists of four stages namely;(1) Needs Assessment, (2) Program Planning, (3) Formative Evaluation, (4) Summative Evaluation. This research method is a quantitative descriptive research method. Determination of data source retrieval by means incidental sampling data collection techniques with questionnaires. Respondents in this study were 50 students. The results of the research show that in stages Needs Assessment, focusing on programs, goals and analysis of human resource needs for user education by 97.5% is categorized as very suitable. Program Planning, this stage is related to program materials, program planning, mentors or presenters, students and user education budgets of 94.35% categorized in accordance. Stages Formative Evaluation, regarding the implementation process, implementation suitability, facilities and infrastructure as well as user education monitoring and supervision of 98.37% which are categorized as very appropriate. Then stages Summative Evaluation, an evaluation of the achievement of program objectives and the impact of the user education program of 98.25% is categorized as very appropriate.
Keywords:
Evaluation
· User Education
· CSE-UCLA
Introduction
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mempengaruhi sistem layanan perpustakaan. Banyak perpustakaan beralih dari perpustakaan tradisional ke perpustakaan digital menggunakan sistem otomasi perpustakaan. Namun, tidak semua pengguna memahami teknologi yang dikembangkan di perpustakaan. Oleh karena itu, tugas seorang pustakawan adalah memberikan informasi kepada pemustaka, salah satunya adalah pendidikan pengguna perpustakaan (user education). Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu fungsi pengajaran atau pendidikan. Menurut Sutarno dalam Trinanda & Marlini, Pendidikan pemakai merupakan suatu pengetahuan dan keterampilan mengenai sistem layanan, susunan koleksi, penggunaan kartu katalog, kegunaan klasifikasi dan nomor kode, dan berbagai kelengkapan koleksi yang sudah selesai diolah dan disusun pada tempat (rak dan tempat yang lain), serta berbagai petunjuk yang berkaitan dengan sumber informasi (Trinanda, 2015). Menurut Ratnaningsih dari Cahyadi, memberikan pelatihan atau pendidikan pemakai sangat bermanfaat kedua belah pihak yakni; (a) dari segi pengguna, dengan memperoleh bekal teknis dan strategi untuk menggunakan perpustakaan sehingga pengguna memiliki keyakinan dalam menemukan kumpulan informasi yang mereka butuhkan dan kemampuan mereka untuk secara cepat dan akurat memilih sendiri informasi tertentu dan (b) bagi perpustakaan, kegiatan edukasi pengguna dapat meningkatkan citra perpustakaan dan stafnya (Cahyadi, 2017). Hal ini sejalan dengan tujuan umum pendidikan pemakai yaitu memperkenalkan perpustakaan kepada penggunanya baik secara fisik maupun melalui pengenalan terhadap koleksi-koleksi, jenis layanan dan sumber informasi yang ada di perpustakaan (Rangkuti, 2014) Dalam memperkenalkan perpustakaan. (Su, 2014) menyatakan bahwa perpustakaan memiliki jenis dan kegiatan pendidikan pemakai diantaranya; (a) instruksi perpustakaan; (b) instruksi bibliografi; (c) literasi informasi; (d) desain instruksional; dan (e) petunjuk khusus. Selain itu, ada cara-cara untuk melakukan pelatihan pengguna, seperti: ceramah, seminar, wisata perpustakaan, metode audiovisual, bahan cetak, tutorial atau latihan, program konseling kelompok, konseling khusus dan individu (Febrianti, 2019). Dari hasil observasi awal pelaksanaan program pendidikan pengguna, penulis menemukan informasi melalui kepala Perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta mengatakan bahwa, perpustakaan selalu mengadakan kegiatan pendidikan pemakai setiap tahun ajaran pada penerimaan mahasiswa baru. untuk mengetahui lebih jauh tentang pelaksanaan kegiatan tersebut, penulis berkesempatan menggali informasi dengan melakukan evaluasi. Evaluasi merupakan suatu aktivitas mengumpulkan informasi yang dapat bermanfaat untuk membuat keputusan dan juga sebagai ukuran tentang sejauh mana tujuan bisa dicapai (Lazwardi, 2017). Adapun yang akan dievaluasi dari program pendidikan pemakai adalah pemenuhan kebutuhan program pendidikan pemakai, tujuan program, analisis kebutuhan SDM, perencanaan program, proses dan kesesuaian pelaksanaan program serta ketercapaian dan dampak program tersebut dengan menggunakan model evaluasi CSE-UCLA yang mana model ini terbagi menjadi dalam empat tahap yaitu Need assessment dalam tahap pertama, evaluator memusatkan perhatian pada penentuan masalah. Program Planning dalam tahap kedua, evaluator mengumpulkan data yang terkait langsung dengan pembelajaran dan mengarah pada pemenuhan kebutuhan yang telah diidentifikasi pada tahap kesatu, dalam tahap perencanaan ini proses pendidikan pemakai dievaluasi dengan cermat untuk mengetahui apakah rencana pembelajaran telah disusun berdasarkan hasil analisis kebutuhan. evaluasi tahap ini tidak lepas dari tujuan yang telah dirumuskan. Formative evaluation, dalam tahap ketiga ini evaluator memusatkan perhatian pada keterlaksanaan program. dengan demikian evaluator diharapkan benar-benar terlibat dalam program karena harus mengumpulkan data dan berbagai informasi dari pengembangan program dan tahap keempat yakni Summative evaluation, tahap ini para evaluator diharapkan dapat mengumpulkan semua data tentang hasil dan dampak dari program (Arikunto & Jabar, 2018). Dalam rangka memperoleh hasil evaluasi yang baik, maka dibutuhkan model evaluasi yang tepat. Salah satu model evaluasi yang cocok digunakan untuk mengevaluasi program pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta yaitu model CSE-UCLA. Model ini memiliki satu keunggulan dibandingkan model evaluasi yang lainnya yaitu dalam hal kemampuannya dalam mengevaluasi komponen penentu tingkat efektivitas terlaksananya kegiatan sosialisasi keberadaan program, sehingga para pengguna program mengetahui secara jelas tentang keberadaan program dan hal-hal yang perlu dipersiapkan agar dapat menggunakan program secara baik. CSE-UCLA merupakan akronim dari Center for the Study of Evaluation-University of California in Los Angeles. Sebelumnya telah dilakukan penelitian oleh Wijayanti, Yulianti dan Wijaya dengan judul Evaluasi Program Pendidikan Pemakai dengan Model CIPP (Context, Input, Proses dan Product) di perpustakaan Fakultas Teknik UGM. Dengan hasil penelitian menunjukkan (1) evaluasi context sudah baik, ada kesesuaian antara program dengan visi dan misi institusi, (2) Evaluasi input sudah baik, faktor saranadan prasarana pendukung yang memadai, (3) Evaluasi process cukup, perlu diperbaiki jadwal pelaksanaan, (4) Evaluasi product sudah baik, ada pemberian sertifikat sebagai tanda mengikuti kegiatan dengan mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.(Wijayanti et al., 2019) Persamaan antara penelitian sebelumnya dengan yang akan diteliti adalah kedua penelitian ini membahas tentang program pendidikan pemakai, namun pada penelitian sebelumnya menggunakan model CIPP (Context, Input, Proses dan Product), sementara penelitian ini menggunakan model CSE-UCLA (Center for the Study of Evaluation – University of California in Los Angeles).
Method
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah studi evaluatif. Desain penelitian yang digunakan adalah desain model evaluasi CSE-UCLA. Adapun objek yang ditelitii adalah program pendidikan pemakai yang telah dilakukan UPT Perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru yang terdiri dari 50 orang. Penentuan subjek tersebut memakai teknik insidental sampling, teknik ini merupakan penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2020). Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah melalui kuesioner. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala likert Skala Likert digunakan untuk mengukur perilaku, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang dapat berupa kata-kata antara lain; sangat sesuai = 5, sesuai = 4, ragu-ragu= 3, tidak sesuai =2 dan sangat tidak sesuai=1. Teknik analisis data yang digunakan dalam mengevaluasi program pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND adalah Structural Equation Modeling (SEM). SEM merupakan salah satu jenis analisis multivariat dalam ilmu sosial. Analisis Multivariat merupakan aplikasi metode statistika untuk menganalisis beberapa variabel penelitian secara simultan atau serempak (Sholihin & Ratmono, 2021). Berikut desain evaluasi program pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta. Gambar 1. Desain Evaluasi Program Pendidikan Pemakai Perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta
Result
Penelitian ini dilakukan di Institut Sains dan Teknologi AKPRIND Yogyakarta. Pada penelitian ini sampel sebanyak 50 orang responden. Adapun responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa baru IST AKPRIND yang telah mengikuti pendidikan pemakai di perpustakaan. Berikut ini merupakan hasil kuesioner penelitian: 1. Needs Assessment Dari jawaban responden dengan 3 pertanyaan tentang program, tujuan dan analisis kebutuhan SDM pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta. Pernyataan kuesioner yang masuk dalam kategori Sangat Tidak Sesuai (STS), Tidak Sesuai (TS) Ragu-Ragu (RR), Sesuai (S), dan Sangat Sesuai (SS). Maka dilakukan dengan analisis dengan Metode Likert. Adapun langkah yang dilakukan sebagai berikut: a. Menentukan besarnya skor kriterium (Skor ideal) (∑SK). ∑SK = skor tertinggi item pertanyaan X jumlah item pertanyaan X jumlah responden. = 4 X 3 X 50 = 600 b. Jumlah skor total hasil pengumpulan data Variabel (X1) (SH) = 585 c. Mencari besarnya persentase (P) 𝑃 = ∑𝑆𝐻 ∑𝑆𝐾 𝑋 100% 𝑃 = 585 600 𝑋100% = 97,5 Adapun range kategorinya, seperti gambar berikut: Gambar 2. Range Kategori Needs Assessment Dari gambar range kategori di atas diuraikan dengan persentase, Sangat tidak Sesuai sebesar 5%, Tidak Sesuai sebesar 2%, Ragu-Ragu sebesar 11%, Sesuai sebesar 42%, dan Sangat Sesuai sebesar 40%. Maka disimpulkan bahwa hasil distribusi persentase jawaban responden berdasarkan hasil evaluasi needs assessment sebesar 97,5% hal ini dikategorikan sangat sesuai. 2. Program Planning Dari jawaban responden dengan 5 pertanyaan tentang materi program, perencanaan program, mentor atau pemateri, peserta didik dan anggaran pendidikan pemakai IST AKPRIND Yogyakarta. Pernyataan kuesioner yang masuk dalam kategori Sangat Tidak Sesuai (STS), Tidak Sesuai (TS) Ragu-Ragu (RR), Sesuai (S), dan Sangat Sesuai (SS). Maka dilakukan dengan analisis dengan Metode Likert. Adapun langkah yang dilakukan sebagai berikut: a. Menentukan besarnya skor kriterium (Skor ideal) (∑SK). ∑SK = skor tertinggi item pertanyaan X jumlah item pertanyaan X jumlah responden. = 4 X 5 X 50 = 1.080 b. Jumlah skor total hasil pengumpulan data variabel (X2) (SH) = 1.036 c. Mencari besarnya persentase (P) P = ∑ SH ∑ SK X 100% 𝑃 = 1036 1080𝑋100% = 94,35 Adapun range kategorinya, seperti gambar berikut: Gambar 3. Range Kategori Program Planning Dari gambar range kategori di atas diuraikan dengan persentase, Sangat tidak Sesuai sebesar 0%, Tidak Sesuai sebesar 3%, Ragu-Ragu sebesar 22%, Sesuai sebesar 37%, dan Sangat Sesuai sebesar 38%. Maka disimpulkan STS 0% TS 3% RR 22% S 37% SS 38% PROGRAM PLANNING bahwa hasil distribusi persentase jawaban responden berdasarkan hasil evaluasi program planning sebesar 94,35% hal ini dikategorikan sesuai. 3. Formative Evaluation Dari jawaban responden dengan 4 pertanyaan tentang proses pelaksanaan, kesesuaian pelaksanaan, sarana dan prasarana serta monitoring dan supervisi pendidikan pemakai di perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta. Pernyataan kuesioner yang masuk dalam kategori Sangat Tidak Sesuai (STS), Tidak Sesuai (TS) Ragu-Ragu (RR), Sesuai (S), dan Sangat Sesuai (SS). Maka dilakukan dengan analisis dengan Metode Likert. Adapun langkah yang dilakukan sebagai berikut: d. Menentukan besarnya skor kriterium (Skor ideal) (∑SK). ∑SK = skor tertinggi item pertanyaan X jumlah item pertanyaan X jumlah responden. = 4 X 4 X 50 = 800 e. Jumlah skor total hasil pengumpulan data variabel (X3) (SH) = 787 f. Mencari besarnya persentase (P) P = ∑ SH ∑ SK X 100% 𝑃 = 787 800𝑋100% = 98,37 Adapun range kategorinya, seperti gambar berikut: Gambar 4. Range Kategori Formative Evaluation Dari gambar range kategori di atas diuraikan dengan persentase, Sangat tidak Sesuai sebesar 1%, Tidak Sesuai sebesar 8%, Ragu-Ragu sebesar 20%, Sesuai sebesar 40%, dan Sangat Sesuai sebesar 32%. Maka disimpulkan bahwa hasil distribusi persentase jawaban responden berdasarkan hasil formative evaluation sebesar 98,37% hal ini dikategorikan sangat sesuai. 4. Summative Evaluation STS -1% TS 8% RR 20% S 40% SS 32% FORMATIVE EVALUATION Dari jawaban responden dengan 2 pertanyaan tentang ketercapaian tujuan program dan dampak program pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta. Pernyataan kuesioner yang masuk dalam kategori Sangat Tidak Sesuai (STS), Tidak Sesuai (TS) Ragu-Ragu (RR), Sesuai (S), dan Sangat Sesuai (SS). Maka dilakukan dengan analisis dengan Metode Likert. Adapun langkah yang dilakukan sebagai berikut: a. Menentukan besarnya skor kriterium (Skor ideal) (∑SK). ∑SK = skor tertinggi item pertanyaan X jumlah item pertanyaan X jumlah responden. = 4 X 2 X 50 = 400 b. Jumlah skor total hasil pengumpulan data variabel (X4) (SH) = 393 c. Mencari besarnya persentase (P) P = ∑ SH ∑ SK X 100% P = 393 400 𝑋100% = 98,25 Adapun range kategorinya, seperti gambar berikut: Gambar 5. Range Kategori Summative Evaluation Dari gambar range kategori di atas diuraikan dengan persentase, Sangat tidak Sesuai sebesar 8%, Tidak Sesuai sebesar 2%, Ragu-Ragu sebesar 18%, Sesuai sebesar 46%, dan Sangat Sesuai sebesar 26%. Maka disimpulkan bahwa hasil distribusi persentase jawaban responden berdasarkan hasil summative evaluation sebesar 98,25% hal ini dikategorikan sangat sesuai. STS 8% TS 2% RR 18% S 46% SS 26% SUMMATIVE EVALUATION
Discussion
Berdasarkan hasil analisis data program pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta dengan menggunakan model evaluasi CSE-UCLA (Center for the Study of Evaluation dan University of California in Los Angeles) sebagai berikut: a. Needs Assessment Pada tahapan Needs Assessment, berfokus pada program, tujuan dan analisis kebutuhan SDM pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta sebesar 97,5% hal ini dikategorikan sangat sesuai. b. Program Planning Program Planning, tahapan ini terkait tentang materi program, perencanaan program, mentor atau pemateri, peserta didik dan anggaran pendidikan pemakai IST AKPRIND Yogyakarta sebesar 94,35% hal ini dikategorikan sesuai. c. Formative Evaluation Tahapan Formative Evaluation, tentang proses pelaksanaan, kesesuaian pelaksanaan, sarana dan prasarana serta monitoring dan supervisi pendidikan pemakai di perpustakaan IST AKPRIND Yogyakarta sebesar 98,37% hal ini dikategorikan sangat sesuai. d. Summative Evaluation Summative Evaluation, evaluasi tentang ketercapaian tujuan program dan dampak program pendidikan pemakai perpustakaan IST AKPRIND Yogyaktarta sebesar 98,25% hal ini dikategorikan sangat sesuai.