Kembali
16
1
2020 Literatify : Trends in Library Developments Vol 1 · 2 ISSN 2723-0953

CHALLENGES OF ONLINE LEARNING FOR LIBRARY SCIENCE STUDENTS

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Pandemi Covid-19 telah mengubah berbagai aspek kehidupan seperti mahasiswa belajar di rumah dan bekerja di rumah, ini merupakan salah satu solusi untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana pemanfaatan daring dalam proses belajar mengajar jurusan Ilmu Perpustakaan dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi selama proses belajar mengajar menggunakan daring (jaringan internet). Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, dan yang mejadi informan adalah mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora. Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Selama masa pandemi Covid-19 pembelajaran di rumah atau daring sebagai cara melanjutkan perkuliahan. Untuk menunjang pembelajaran selama pandemi Covid-19, integrasi teknologi dan macam inovasi selain itu kesiapan pendidik dan peserta didik. Infrastruktur yang mendukung pembelajaran melalui daring secara gratis melalui berbagai ruang diskusi seperti Google Classroom, WhatsApp, E-learning, Lentera, Zoom, Youtube. Dari sekian banyak fasilitas yang disediakan, mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan lebih banyak menggunakan WhatsApp karena penggunaan lebih mudah dipahami dan lebih gampang diakses dari kampung yang terkendala dengan layanan internet, seperti penyediaan layanan internet di daerah yang tidak merata kadang mengalami kelambatan layanan, peningkatan biaya kuota, dan kondisi alam yang tidak mendukung seperti hujan yang bisa melambatkan layanan internet.

Abstract

The Covid-19 pandemic has changed various aspects of life such as working at home, studying at home, to break the chain of spreading Covid-19. The purpose of this study was to determine how to use online learning tools for library science students and to find out the obstacles faced during learning process. This qualitative research uses descriptive approach. The data were collected from library science students of UIN Alauddin Makassar through Interview and observation. To support learning during the Covid-19, integration of technology and various kinds of learning technology tools such as Google Classroom, WhatsApp, E-learning, Lentera, Zoom, Youtube were used. WhatsApp is the most used because it is easier to understand and easier to access from villages.
Keywords: Online Learning · Library Science · WhatsApp

Introduction

Pada kondisi saat ini Negara kita ditantang dalam menghadapi kondisi global yaitu pandemi Covid-19 atau Coronavirus. Pola hidup menjadi berubah drastis sesuai anjuran WHO, menjaga kebersihan, jaga jarak, dengan cara seperti itulah penanganan pertama untuk memutus mata rantai pandemi ini. Maka semua pemangku kebijakan mengeluarkan memorandum termasuk rektor UIN Alauddin Makassar terkait Work From Home bagi dosen, pegawai melaksanakan aktivitas kantor dan mahasiswa disarankan melaksanakan perkuliahan di rumah. Krisis kesehatan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19 telah mempelopori pembelajaran online secara serempak. Terkait dengan kebijakan rektor UIN Alauddin Makassar maka proses belajar tidak lagi dilakukan dengan tatap muka di ruangan, tetapi dilakukan dengan jarak jauh melalui media daring sesuai dengan perkembagan teknologi sekarang yang mendukung pada revolusi industri 4.0. Saat ini pembelajaran secara online secara efektif untuk melaksanakan pembelajaran walau berada ditempat berbeda. Dosen mengajar dengan memanfaatkan layanan internet untuk menyampaikan setiap materi perkuliahan kepada mahasiswa dengan memanfaatkan fasilitas yang ditawarkan untuk kelancaran proses mengajar seperti WhatsApp, Zoom, Lentera dan masih banyak lagi aplikasi aplikasi yang ditawarkan. Untuk lebih memudahkan menyampaikan terkait materi yang ingin disampaikan ke mahasiswa. Pandemi Covid-19 secara tiba-tiba mengharuskan elemen pendidikan untuk mempertahankan pembelajaran secara online. Kondisi saat ini mendesak untuk melakukan inovasi dan adaptasi terkait pemanfaatan daring yang tersedia. Seperti jurusan ilmu perpustakaan, mahasiswa memanfaatkan daring dalam proses belajar mengajar jarak jauh sehingga semua elemen mahasiswa bisa menikmati. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan daring dalam proses belajar mengajar jurusan Ilmu Perpustakaan dan untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi selama proses belajar mengajar menggunakan daring(jaringan internet).

Method

Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, jenis data yang dikumpulkan yaitu data primer dan data sekunder, dan yang menjadi informan adalah mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humniora. Teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. Analisis data kualitatif bersifat induktif yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh.(Lexy:2006)

Result

Pemanfaatan Daring di Tengah Pandemi Covid-19 Sejak kasus pertama di Wuhan China, terjadi peningkatan kasus Covid-19 setiap hari dan memuncak diantara akhir Januari sehingga awal Februari 2020. Dan 86 kasus dilaporkan dari berbagi Negara seperti Taiwan, Thailand, Vietnam, Malaysia, Nepal, Sri Langka, Kamboja, Jepang, Singapura, Arab Saudi, Korea Selatan, Filipina, India, Australia, Kanada, Finlandia, Prancis dan Jerman. Covid-19 pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tanggal 2 Maret 2020 sejumlah dua kasus, data 31 Maret 2020 menunjukkan kasus terkonfirmasi berjumlah 1.528 kasus dan 136 kasus kematian, tingkat mortalitas Covid-19 di Indonesia sebesar 8,9%, angka ini merupakan yang tertinggi di Asia Tenggara.(Adityo,DKK:2020) Manisfestasi klinis pasien Covid-19 memiliki spektrum yang luas, mulai dari tanpa gejala, gejala ringan, pneumonia, pneumonia berat, ARDS, sepsis, hingga syok sepsis. Gejala ringan didefenisikan sebagai pasien dengan infeksi akut saluran nafas atas tanpa komplikasi, bisa disertai dengan demam, fartigue, batuk dengan atau tanpa sputum, anoreksia, malaise, nyeri tenggorokan, kongesti nasal, atau sakit kepala.(Adityo:2020) Sebagian besar pasien yang terinfeksi pandemi Covid-19 menunjukkan gejala-gejala pada sistem pernafasan seperti demam, batuk, bersin dan sesak nafas. Pembelajaran daring bertujuan memberikan layanan pembelajaran terbuka untuk menjangkau secara luas dengan menggunakan jaringan internet, sebagai metode penyampaian interaksi dan fasilitas serta didukung beberapa layanan belajar lainnya.(Mustofa Iklil, DKK:2019) Untuk memfasilitasi pembentukan proses belajar dan pengetahuan melalui aksi dan interaksi yang berarti. Manfaat pembelajaran daring menurut Bates dan Wulf terdiri atas 4 hal yaitu: 1. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dan guru. 2. meningkatkan interaksi dari mana dan kapan saja. 3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas. 4. Mempermuda penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.(Bates, 1997:15) Pembelajaran daring, online atau pembelajaran jarak jauh bertujuan untuk memenuhi standar pendidikan dengan pemanfaatan teknologi informasi dengan menggunakan perangkat komputer atau gadget yang saling terhubung antara mahasiswa dan dosen sehingga melalui pemanfaatan teknologi tersebut proses belajar mengajar bisa tetap dilaksanakan dengan baik. Pemanfaatan teknologi diharapkan mampu mengatasi proses belajar mengajar bisa tetap berjalan dengan baik meskipun tengah berada pada masa pandemi Covid-19 hal ini bisa memungkinkan terlaksana dengan baik. Dari hasil wawancara, mengatakan bahwa: Informan ke-1 “Dari pembelajaran daring dia bisa menyesuaikan diri dari perubahan metode pembelajaran dari tatap muka dan beralih ke dunia maya.” Informan ke-2 “Saya bisa menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, walaupun ada beberapa hal yang membuat saya terkendala” Dan saat ini ada beberapa teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran diantaranya dengan menggunakan E-learning, E-learning adalah teknologi informasi dan komunikasi untuk mengaktifkan mahasiswa belajar kapanpun dan di manapun. Rohidah(dalam Hartanto: 2016) sistem aplikasi Elearning yang sering disebut dengan learning management system, yang merupakan sistem perangkat lunak yang memvirtualisasikan proses belajar mengajar konvensional untuk administrasi, dokumentasi, laporan suatu program pelatihan, ruangan kelas dan peristiwa online. Seperti misalnya segala fitur yang berhubungan dengan manajemen proses belajar megajar, bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi dan konten, forum diskusi, sistem penilaian serta sistem ujian online yang semuanya terakses dengan internet. Google Classroom merupakan suatu rambi pembelajaran campuran untuk ruang lingkup pendidikan yang dapat memudahkan pengajar dalam membuat, membagikan, dan menggolongkan setiap penugasan tanpa kertas. Rohidah(dalam Yustianti dan Novita: 2019) Zoom adalah aplikasi pertemuan HD gratis dengan video dan berbagai layar hingga 100 orang, Zoom merupakan aplikasi komunikasi dengan menggunakan video. Aplikasi tersebut dapat digunakan dalam berbagai perangkat seluler, desktop, hingga telepon dan sistem ruang. (Rohidah dan Yuni: 2020) WhatsApp merupakan komunikasi yang sangat popular yang digunakan saat ini, WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang digunakan untuk melakukan percakapan baik menggunakan teks, suara, maupun video. WhatsApp untuk tetap terhubung dengan teman dan keluarga kapanpun, di manapun. Youtube merupakan situs video upload. (Chandra2017) Youtube merupakan situs video yang sering banyak digunakan. Informan ke-1 “Pada proses belajar menggunakan media sosial saya lebih suka belajar melalui aplikasi Zoom, tapi karena sebagian teman saya terkendala jaringan kita menggunakan WhatsApp” Informan ke-2 “Saya lebih suka menggunakan WhatsApp dalam proses belajar mengajar, karena lebih mudah dan simple” Informan ke-3 “Dalam menggunakan media sosial dalam proses belajar mengajar saya lebih suka menggunakan WhatsApp karena persoalan jaringan dan penggunaan data lebih Hemat” Informan ke-4 “Penggunaan media sosial dalam proses belajar mengajar enteng WhatsApp, tetapi saya tergantung dosen yang mengajar mengarahkan menggunakan media apa, tapi selama ini diskusi dilaksanakan lewat WhatsApp dan mengirim tugas lewat Lentera” Ragam manfaat yang diperoleh tentu memiliki kendala yang dirasakan pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran online, kendala yang dihadapi yakni kondisi wilayah di Indonesia yang beragam menyebabkan tidak semua wilayah terjangkau oleh layanan internet dan sebaran internet yang sewaktu-waktu lambat.(khsana:2020) Informan ke-2 “Saya sering terkendala dengan layanan internet, ketika mengirim tugas ke dosen sering terlambat karena faktor jaringan” Informan ke-3 “Daerah saya untuk membeli paket data harus ke kampung sebelah yang jaraknya jauh dari rumah” Informan ke-4 “Terkendala dengan kondisi alam, kalau hujan deras biasanya layanan internetnya hilang, dan harus ke kampung sebelah”

Discussion

Kebijakan social distancing maupun physical distancing guna meminimalisir penyebaran Covid-19 mendorong pemangku kebijakan untuk melaksanakan proses belajar mengajar jarak jauh Work From Home, ini merupakan salah satu langkah paling efektif untuk meminimalisir penyebaran wabah dengan memanfaatkan fasilitas yang mendukung dengan melalui pembelajaran lewat daring. Selama masa pademi Covid-19 pembelajaran di rumah atau daring sebagai cara melanjutkan perkuliahan. Untuk menunjang pembelajaran selama pandemi Covid19, integrasi teknologi dan macam inovasi selain itu kesiapan pendidik dan peserta didik. Infastruktur yang mendukung pembelajaran melalui daring secara gratis melalui berbagai ruang diskusi seperti Google Classroom, WhatsApp, E-learning, Lentera, Zoom, Youtube. Dari hasil penelitian mahasiswa lebih senang ketika proses belajar mengajar lebih efektif menggunakan Zoom dan Google Classroom karena lebih jelas dibandingkan dengan WhatsApp, sedangkan untuk mengirim tugas mahasiswa lebih nyaman menggunakan WhatsApp dan Google Classroom. Namun karena kondisi sebagian diri mahasiswa berada di daerah yang kondisi geografisnya sulit memperoleh jaringan internet dan penghematan kuota sehingga dalam proses belajar mengajar menggunakan aplikasi WhatsApp dan Google Classroom karena hanya teknologi ini yang bisa lancar untuk mengakses materi-materi perkuliahan dari dosen ketika berada di daerah terpencil menggunakan internet. Beragam manfaat yang diperoleh, tentu memiliki kendala yang dirasakan mahasiswa menggunakan daring. Kendala yang dihadapi seperti kondisi wilayah yang beragam sehingga tidak semua terjangkau oleh jaringan internet. Kemanapun dana orang tua untuk memberikan fasilitas kuota pada anak, penyedia data seluler jaraknya jauh dari jangkauan, kondisi alam yang tidak memungkinkan penggunaan jaringan internet seperti hujan dan mati lampu sehingga harus ke kampung sebelah atau mendaki gunung hanya untuk mendapatkan jaringan internet. Permasalahan tersebut tentu harus tetap dievaluasi guna memperoleh pembelajaran lebih baik, kuncinya adalah untuk melakukan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi setempat. Hal terpenting untuk menciptakan keberlangsungan proses belajar mengajar di tengah pandemi Covid-19. Sebagai usaha untuk menekan penyebaran wabah Covid-19 di lingkungan kampus maka pihak kampus mengeluarkan momerandum untuk pelaksanaan pembelajaran online sebagai alternatif. Melalui penelitian ini kita dapat melihat bahwa secara umum mahasiswa telah memanfaatkan teknologi yaitu dengan belajar melalui daring, di mana mahasiswa lebih aktif memungkinkan dosen memantau secara langsung dengan menggunakan aplikasi yang disediakan secara gratis seperti Zoom, WhatsApp dan Lentera. Tetapi dari fasilitas yang disediakan oleh teknologi, pasti memiliki kendala-kendala seperti penyediaan layanan internet di daerah yang tidak merata kadang mengalami kelambatan layanan, peningkatan biaya kuota, dan kondisi alam yang tidak mendukung seperti hujan yang bisa melambatkan layanan internet. Sehingga media sosial yang paling sering digunakan adalah WhatsApp karena lebih cepat ketika menggunakan layanan internet yang kurang memadai.