Kembali
16
1
2022 LibTech: Library and Information Science Journal Vol 3 · 1 ISSN 2723-7605

Peran Taman Baca Masyarakat Pustaka Ballak Kana dalam Meningkatkan Minat Baca

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Abstrak

Membaca merupakan awal dari sumber pengetahuan, dalam meningkatkan minat baca perlu dorongan dan wadah untuk menunjang peningkatan minat baca seseorang. Salah satunya ialah Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang tersebar diberbagai pelosok negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu peran Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Ballak Kana dalam meningkatkan minat baca. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung dengan ketua Pustaka Ballak Kana. Berdasarkan dari hasil penelitian, dalam meningkatkan minat baca di Butta Turatea Pustaka Ballak Kana memiliki berbagai cara salah satunya ialah lapak buku keliling kampung. Cara ini sangat efektif untuk meningkatkan minat baca, karena setiap kali Pustaka Ballak Kana melakukan lapak buku, masyarakat sangat antusias dan bersemangat dalam membaca sebuah buku.

Abstract

Reading is the beginning of knowledge sources. It is necessary to encourage and provide a place to support an increase in someone's reading interest. One of them is the Community Reading Gardens (TBM) which are spread throughout the country. This study aims to determine the role of the Pustaka Ballak Kana Community Reading Park (TBM) in increasing reading interest. This study used a qualitative method and data was collected by observation and interviews with the head of Pustaka Ballak Kana. Based on the results, in increasing interest in reading in Butta Turatea Pustaka Ballak Kana, there were various ways, for example, mobile bookstore around the village. This method was very effective in increasing interest in reading, because every time Pustaka Ballak Kana conducts a bookstall, the community is very enthusiastic and eager to read the book.
Keywords: Role · Community Reading Park · interest in reading · Peran · Taman Baca Masyarakat · minat baca

Introduction

Membaca merupakan suatu kegiatan kognitif untuk mendapatkan informasi yang ada pada bahan bacaan, dengan membaca seseorang akan lebih memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas sehingga akan memberikan dampak positif terhadap diri seseorang, seperti seseorang akan lebih pintar, cerdas dan memiliki kompetensi yang lebih baik dibandingkan seseorang yang memiliki minat baca yang kurang. Menurut Munir (2019) Minat baca di Indonesia saat ini tentu masih menduduki urutan terbawah dalam minat baca di tingkat Internasioanal, Indonesia memiliki indeks membaca 0,001, hal itu berarti dalam setiap seribu orang hanya satu orang yang memiliki minat baca tinggi. Kondisi itu jauh berbeda jika dibanding dengan Amerika yang memiliki indeks membaca 0,45 dan singapura 0,55. Berdasarkan survey Unesco minat baca masyarakat Indonesia menduduki urutan 38 dari 39 negara yang diteliti. Minat baca adalah keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi (gairah) untuk membaca (Siregar, 2004). Definisi itu sejalan dengan pendapat Darmono yang menyatakan bahwa minat baca nerupakan kecenderungan jiwa yang mendorong seseorang berbuat sesuatu terhadap membaca (Darmono, 2001). Minat baca tumbuh dari pribadi masing-masing seseorang, sehingga untuk menginkatkan minat baca perlu kesadaran setiap individu. Negara- negara maju adalah negara yang minat baca masyarakatnya tinggi. Oleh karena itu minat baca menduduki posisi posisi penting bagi kemajuan suatu bangsa. Dibanding dengan negara-negara-negara yang bergabung dalam ASEAN dan negara asing lainnya, Indonesia Rendahnya minat baca menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan hingga saat ini. Berbagai program telah dilakukan untuk menemukan solusi terbaik seperti membaca 15 menit sebelum belajar, pojok baca kelas, pemilihan duta baca dan program lain sebagainya. Hal ini disebabkan minat membaca tidak selalu berada pada level yang tinggi. Berbagai situasi turut memberi pengaruh. Memberikan buku yang tidak sesuai dengan usia anak atau memaksakan anak membaca buku yang tidak diminati, secara langsung dapat berpengaruh terhadap suasana hati anak tersebut. Kondisi ini akan semakin kurang menguntungkan apabila ditinjau dari tuntutan dan tanggung jawab untuk menjadi buku sebagai bagian dari proses kebutuhan belajar di sekolah. Minat baca yang masih rendah, hal ini dikarenakan factor Bahasa, masih adanya oral disebagian masyarakat, mahalnya harga buku, belum meratanya di distribusi buku, bentuk fisik buku, tingkat melek huruf masih rendah,rendahnya kebiasaan membaca, dan penerbitan buku di Indonesia masih rendah (Abraham, 1998: ). Selain perpustakaan yang hadir sebagai kebutuhan masyarakat, ada juga TBM (Taman Bacaan Masyarakat) yang memberikan akses informasi kepada masyarakat khususnya pengguna perpustakaan. Pada awalnya TBM (Taman Baca Masyarakat) tumbuh dan berkembang secara alamiah. dalam arti dibentuk atas inisiatif atau prakarsa anggota masyarakat sendiri, tanpa landasan teori atau pedoman yang baku. TBM bertujuan untuk masyarakat sekitarnya. Memperhatikan proses pembentukan, pengelolaan, dan pemanfaatan. Upaya menumbuhkan dan mengembangkan minat dan kegemaran membaca terus dilanjutkan oleh pemerintah dengan memberikan bantuan kepada Taman bacaan. Pada tahun 1992, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang sekarang ini disebut Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, melalui Direktorat Pendidikan Masyarakat, memberikan bantuan dengan tujuan utama mempertahankan dan mengembangkan kemampuan masyarakat yang sudah bebas dari buta aksara melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Sejak dilaksanakannya program ini pengguna nama TBM semakin dikenal, walaupun masih ada juga yang menggunakan nama TB, khususnya yang tidak mengikuti program ini (Direktorat Pendidikan Masyarakat, 2009). Dalam hubungan dengan pemberian bantuan kepada TBM diperjelas. TBM diartikan sebagai sebuah tempat/ wadah yang didirikan dan dikelola baik oleh masyarakat maupun pemerintah, yang berfungsi sebagai sumber belajar untuk memberikan akses layanan bahan bacaan yang sesuai dan berguna bagi masyarakat sekitar TBM, serta mengadakan berbagai kegiatan untuk mendorong tumbuhnya minat baca dalam rangka peningkatan wawasan, pengetahuan, dan keterampilan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam pengertian ini, TBM difungsikan sebagai sebuah sumber belajar yang mengandung makna yang luas dalam konteks kegiatan belajar. TBM tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga membantu menumbuhkan minat dan kegemaran membaca masyarakat. Dengan kata lain, TBM diharapkan ikut berperan serta dalam membentuk masyarakat belajar sepanjang hayat sehingga wawasan, pengetahuan, dan keterampilan mereka terus berkembang selaras dengan perkembangan peradaban manusia. Keberadaan taman baca masyarakat diharapkan menjadi wadah yang membantu masyarakat dalam menumbuhkan minat baca dan kecintaan membaca, untuk memperkaya pengalaman belajar dan wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi (Nasrullah, 2021). Pada kenyataannya, berbagai program yang di lakukan belum memperoleh hasil maksimal. Kualitas membaca Indonesia masih jauh di bawah Negara-negara lain. Program for international student assessment (PISA) menyebutkan tingkat literasi Indonesia pada tahun 2015 masih berada pada urutan ke 64 dari 72 negara anggota riset. Data statistic UNESCO 2012 menunjukan indeks minat baca di Indonesia baru 0,001. Artinya tiap 1.000 penduduk hanya satu orang anak saja yang mempunyai minat baca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. (Ony Dina Maharani, Kisyani Laksono, Wahyu Sukartiningsih 2017) Untuk meningkatkan literasi di kalangan generasi muda, pastinya kita kita tidak lepas dari pembahasan tentang sebuah buku. Diantaranya ada cerpen, novel, ensiklopedia, buku ajar, komik, biografi dan masih banyak lagi. Setiap buku memiliki isi dan gaya bahasa yang berbeda-beda, kata demi kata di dalam buku memiliki arti untuk mendeskripsikan suatu situasi yang dapat kita proyeksikan dalm imajinasi atau pikiran perasaan, baik itu rasa cinta, kesedihan, amarah, motivasi, buku kegembiraan dan yang paling penting adalah kita juga bisa menimbah ilmu seluas-luasnya. Masalah mendasar rendahnya minat dan kebiasaan membaca berhubungan dengan ketersediaan buku, faktor situasional dan pola asuh orang tua. Tidak semua anak mendapatkan buku yang berkualitas dan sesuai dengan usia. Faktor ekonomi atau rendahnya kesadaran orang tua untuk menyediakan buku bagi anak menyebabkan anak tidak mendapatkan buku yang dibutuhkan. Maharani (2016) menjelaskan minat membaca tidak dengan sendirinya dimiliki oleh seorang anak melainkan harus dibentuk. Perlu kerjasama antara orang tua, sekolah, dan lingkungan masyarakat untuk memberikan dukungan dan mengusahakan buku-buku bacaan yang berkualitas untuk anak (Wiryodijoyo, 1989). Kondisi minat baca anak di Indonesia tergolong masih rendah karena dipengaruhi beberapa faktor seperti pengaruh lingkungan keluarga, bahan bacaan, metode pembelajaran dan perkembangan teknologi informasi (Nasrullah, 2020). Tujuan meningkatkan minat baca masyarakat tidak mudah dicapai oleh perpustakaan. Hal ini memerlukan campur tangan pihak lain yaitu, pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Tugas pemerintah adalah memfasilitasi sarana dan prasarana yang memadai, seperti perpustakaan, taman bacaan, dan pusat-pusat informasi lainnya serta memberikan subsidi bahan-bahan bacaan sampai ke pelosok tanah air, agar masyarakat luas dapat memperoleh fasilitas sumber informasi dengan cepat dan mudah. Lingkungan atau masyarakat luas juga harus dikondisikan dengan membuat sejenis peraturan lingkungan yang terkait dengan program penentuan waktu belajar, sehingga masyarakat akan mengikuti ketentuan yang diterapkan dilingkungan masyarakat tersebut. Lebih baik lagi bila lingkungan masyarakat tersebut difasilitasi oleh keberadaan perpustakaan desa, perpustakaan umum, atau taman bacaan masyarakat yang dapat mengakomodasikan kebutuhan membaca masyarakatnya. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Ballak Kana hadir sebagai wadah yang mendorong peningkatan minat baca di Butta Turatea. Taman bacaan ini bertujuan untuk menyebarkan literasi ke seluruh pelosok yang ada di Jeneponto (Butta Turatea). Karena TBM ini hadir ditengah masyarakat yang memiliki minat baca yang masih rendah, oleh karena itu kehadiran TBM Pustaka Ballak Kana ini menjadi wadah untuk menemukan solusi persoalan minat baca di Jeneponto.

Method

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengamatan langsung atau observasi dan wawancara langsung dengan ketua Pustaka Ballak Kana. Penelitian ini dilakukan bulan Januari 2022 di Kabupaten Jeneponto tepatnya di Taman Bacaan Masyarakat Pustaka Ballak Kana. Analisis data dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi metode dan triangulasi sumber.

Result & Discussion

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah sebuah tempat dimana masyarakat dapat membaca atau mencari informasi, yang dikelolah oleh masyarakat setempat dengan penuh tanggung jawab untuk kepentingan peningkatan literasi diberbagai lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, agama, adat istiadat dan sebagainya. Pustaka Ballak Kana merupakan salah satu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di kabupaten Jeneponto (Butta Turatea). Pustaka Ballak Kana dibentuk pada tanggal 20 September 2016 oleh para relawan dari berbagai kalangan yang peduli akan rendahnya literasi di Indonesia khususnya di kabupaten Jeneponto (Butta Turatea). Pada awal berdirinya, Pustaka Ballak Kana dikelolah oleh 18 orang relawan yang diketuai oleh Muh. Irsyam Syam dan wakilnya Khrisna Pabhicara. Pustaka Ballak Kana dibentuk dengan tujuan untuk menyebarkan literasi dan meningkatkan minat baca di Butta Turatea. Para pengelola Pustaka Ballak Kana tergerak karena miris melihat generasi mudah saat ini yang lebih tertarik pada gadget dibandingkan dengan membaca buku. Pengelola Pustaka Ballak Kana berharap, dengan adanya taman bacaan ini dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi. Pustaka Ballak Kana memiliki dua basecamp atau tempat, basecamp pertama terletak di Jl. Poros Jeneponto-Bantaeng, Kel. Bontotangnga, Kec. Tamalatea dan yang kedua di Jl. Makkarawa, Borongtammatea, Kel. Bontotangnga, Kec. Tamalatea. Taman bacaan masyarakat ini dapat dikunjungi setiap hari (24 jam x 7 hari) dan terbuka untuk umum. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti Pustaka Ballak Kana bertujuan untuk meningkatkan literasi di Indonesia dengan visi "Menjadi Sumber Inspirasi dalam Mencerdaskan Generasi Bangsa" dan dengan misi sebagai berikut: 1. Meningkatkan minat baca masyarakat 2. Meningkatkan pelayanan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) kepada Masyarakat 3. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengunjung Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Ballak Kana Bontotangnga 4. Mengoptimalkan fungsi Taman Bacaan Masyarakat sebagai wadah positif yang bersinergi dengan masyarakat dan pemerintah. Dari hasil wawancara dari informan koleksi yang terdapat pada Pustaka Ballak Kana bersumber dari berbagai sumber, pada awal berdirinya koleksi berasal dari para relawan yang menyumbangkan beberapa bukunya, seiring berjalannya waktu, perpustakaan Ballak Kana memperoleh koleksi dari sumbangan pemerintah, sekolah sekolah dan pemustaka Pustaka Ballak Kana sendiri. Jumlah koleksi yang ada pada Taman Bacaan ini kini berjumlah lebih dari 1000 koleksi. Dalam meningkatkan minat baca masyarakat Butta turatea, Pustaka Ballak Kana memiliki tagline yakni Cara'de (cerdas, pintar dan berkarakter) dalam membentuk karakter dan meningkatkan minat baca di Butta Turatea. Tagline cara'de diimplementasikan melalui teras baca, lapak buku keliling kampung dan lomba-lomba yang bersangkutan dengan literasi. Aneka buku yang disediakan pada teras baca Pustaka Ballak Kana diharapkan dapat menimbulkan minat baca pada anak-anak sampai orang dewasa. Tidak hanya aneka buku yang disediakan, pustakawan juga sering mengadakan perlombaan di halaman Pustaka Ballak kana untuk menarik perhatian semua kalangan masyarakat. Hal ini dilakukan tidak lain hanya untuk menumbuhkan minat baca dikalangan masyarakat. Selain teras baca tersebut, Pustaka Ballak Kana juga melakukan kegiatan lapak buku keliling kampung. Lapak buku ini dilakukan 2-3 kali dalam sebulan dengan cara berkeliling kampung, dari satu desa kedesa lain di seluruh sudut-sudut kabupaten Jeneponto. Gerakan ini bertujuan untuk menebarkan literasi dan meningkatkan minat baca masyarakat Butta Turatea dari kota hingga kepelosok. Selain dari dua kegiatan tersebut, Pustaka Ballak Kana juga sering melakukan event tahunan yang digelar setiap hari jadi atau milad Pustaka Ballak Kana, salah satunya ialah dialog literasi dan kemah kata dan kita. Kemah kata dan kita ini diisi dengan berbagai kegiatan mulai dari menulis, baca puisi dan akustik. Kegiatan ini merupakan cara dari Pustaka Ballak Kana untuk meningkatkan minat baca dari masyaraka Butta Turatea (Informan, 2022). Dapat disimpulkan bahwa, Pustaka Ballak Kana dalam meningkatkan minat baca masyarakat Butta Turatea dengan cara sebagai berikut: 1. Mengajak masyarakat setempat untuk mengunjungi Pustaka Ballak Kana 2. Mengunjungi setiap desa yang ada di Butta Turatea sambil menggelar lapak buku 3. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya meningkatkan minat baca dari usia dini 4. Mengadakan lomba membaca setiap kegiatan lapak buku 5. Saat melakukan kunjungan disetiap desa, pengelolah memberikan buku cerita kepada setiap anak dan menyuruhnya menceritakan kembali apa yang dia baca. Berdasarkan pemaparan diatas, dapat dilihat bahwa Pustaka Ballak Kana berperan penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat Butta Turatea. Ini akan menjadi pondasi yang kuat bagi generasi penerus dalam menghadapi masa depan dan bersaing dalam dunia yang serbah canggih. Saraswati (2012) pun berpendapat juga bahwa TBM memiliki fungsi, "Sebagai sumber belajar, sebagai sumber informasi, dan sebagai tempat rekreasi." 1. Sumber belajar Taman Bacaan Masyarakat (TBM) menyediakan bahan bacaaan sebagai sumber belajar masyarakat. Adanya bacaan ini, diharapkan mendukung pembelajaran masyarakat sepanjang hayat, dan dapat menambah wawasan dalam mengaplikasikan berbagai keterampilan praktis secara langsung, seperti bertani, berkebun, budidaya ikan dan lainnya. 2. Sumber Informasi Taman Bacaan Masyarakt (TBM) menyediakan bacaan berupa koran, tabloid, referensi booklet-leaflet atau akses internet sebagai sumber informasi untuk digunakan masyarakat. 3. Tempat rekreasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) memberikan hiburan yang mendidik dan menyenangkan, melalui tempat rekreasi dan edukasi dalam program layanannya. Manfaat dari Taman Bacaan Masyarakat (TBM) menurut Insany adalah sebagai berikut: 1. Menumbuhkan minat, kecintaan dan kegemaran membaca 2. Memperkaya pengalaman belajar bagi warga 3. Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri, 4. Mempercepat proses penguasaan proses penguasaan Teknik 5. Membantu pengembangan kecakapan membaca 6. Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 7. Melatih tanggung jawab melalui ketaatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan, dan 8. Membantu kelancaran penyelesaian tugas Berdasarkan hasil wawancara bersama informan didapatkan bahwa upaya peningkatan minat baca yang dilakukan oleh Pustaka Ballak Kana, antara lain sebagai berikut: 1. Mengajak masyarakat setempat untuk mengunjungi Pustaka Ballak Kana Para pengelola Pustaka Ballak Kana pertama-tama mengajak masyarakat untuk berkunjung dan memperkenalkan bahan bacaan yang menarik sehingga bisa mendorong seseorang untuk mendapatkan informasi baru dari buku-buku yang ada. 2. Mengunjungi setiap desa yang ada di Butta Turatea sambil menggelar lapak buku Pengelola Pustaka Ballak Kana rutin melakukan kegiatan lapak buku keliling kampung 2-3 kali dalam sebulan, dengan tujuan masyarakat dapat lebih mudah untuk memperoleh informasi dan dapat meningkatkan minat baca masyarakat. 3. Melakukan sosialisasi tentang pentingnya meningkatkan minat baca dari usia dini Pengelola Pustaka Ballak Kana juga memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya kebiasaan membaca sejak dini untuk masa depan yang cerah. 4. Mengadakan lomba membaca setiap kegiatan lapak buku Sebelum kegiatan lapak buku keliling kampung berakhir, pengelola Pustaka Ballak Kana mengadakan lomba membaca dan menceritakan kembali informasi apa yang didapatkan, sehingga ini akan menjadi dorongan kepada anak-anak untuk gemar membaca karena mendapat hadiah atau reward. Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan informan ditemukan bebrapa kendala yang dihadapi oleh pengelola Pustaka Ballak Kana dalam meningkatkan minat baca masyarakat: 1. Masih kurangnya minat dari masyarakat 2. Kurangnya bahan bacaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat 3. Banyaknya masyarakat yang sibuk dengan pekerjaannya 4. Jarak antar desa dan jalan yang dilalaui rusak 5. Game online lebih menarik

Conclusion

Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Ballak Kana hadir sebagai wadah yang mendorong peningkatan minat baca di Butta Turatea. Taman bacaan ini bertujuan untuk menyebarkan literasi ke seluruh pelosok yang ada di Jeneponto (Butta Turatea). Pustaka Ballak Kana merupakan salah satu Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada di kabupaten Jeneponto. Pustaka Ballak Kana dibentuk oleh para relawan dari berbagai kalangan yang peduli akan rendahnya literasi di Indonesia khususnya di kabupaten Jeneponto (Butta Turatea). Pustaka ballak kana ini menyediakan ada lebih dari 1000 koleksi buku, yang awalnya didapatkan hanya dari sumbagan dari relawan namun seiring berjalannya waktu pustaka ballak kana memperoleh keloksi dari sumbangan pemerintah dan juga dari sekolah-sekolah dan pemustaka Pustaka Ballak Kana sendiri. Selain itu pustaka ballak kana sering mengadakan event tahunan dalam rangka hari jadi atau milad pustaka ballak kana, mereka melakukan kegiatan yaitu seperti dialog literasi dan kemah kata dan kita. Dalam meningkatkan minat baca masyarakat Butta Turatea, Pustaka Ballak Kana melakukan berbagai pendekatan dengan masyarakat, mulai dari pengenalan Pustaka Ballak Kana itu sendiri, sosialisasi mengenai pentingnya meningkatkan minat baca sejak dini, lapak buku keliling kampung, bercerita, mengadakan lomba, dan mengajak anak-anak serta masyarakat mengenal lebih dalam tentang membaca.