Kembali
16
1
2025 LibTech: Library and Information Science Journal Vol 6 · 1 ISSN 2723-7605

Pemanfaatan Koleksi Referensi Skripsi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang

Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang; Universitas Muhammadiyah Enrekang

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemanfaatan koleksi referensi skripsi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang sebagai sumber pendukung kegiatan akademik mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada lima pustakawan dan lima belas mahasiswa tingkat akhir, observasi di ruang referensi sebanyak dua belas kali, serta analisis dokumen berupa statistik peminjaman skripsi tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pemanfaatan koleksi skripsi tergolong rendah, dengan rata-rata kunjungan harian hanya 3–5 mahasiswa dan tingkat peminjaman hanya 18% per semester. Analisis tematik menemukan tiga faktor utama penyebab rendahnya pemanfaatan, yaitu keterbatasan akses digital, kurangnya promosi layanan referensi, dan lemahnya literasi informasi mahasiswa. Mahasiswa cenderung lebih mengandalkan mesin pencari umum dibanding memanfaatkan koleksi lokal yang relevan. Sebagai rekomendasi, penelitian ini mengusulkan pembangunan repository digital skripsi untuk memperluas akses, pelaksanaan pelatihan literasi informasi secara rutin untuk meningkatkan keterampilan akademik mahasiswa, serta penguatan peran pustakawan sebagai pendamping akademik. Rekomendasi ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat pemanfaatan koleksi skripsi sekaligus membangun budaya akademik yang lebih kuat di lingkungan kampus.

Abstract

This study aims to analyze the level of utilization of the undergraduate thesis reference collection at the Library of Universitas Muhammadiyah Enrekang as a key resource supporting students’ academic activities. The research employs a descriptive qualitative method, using in-depth interviews with five librarians and fifteen final-year students, twelve observation sessions in the reference room, and document analysis of thesis borrowing statistics from 2023. The findings show that the utilization rate of the thesis collection is relatively low, with an average of only 3–5 student visits per day and a borrowing rate of merely 18% per semester. Thematic analysis identified three main factors contributing to this low utilization: limited digital access, lack of promotion of reference services, and students’ weak information literacy skills. Many students tend to rely on general search engines rather than leveraging relevant local collections. As a recommendation, this study proposes the development of a digital thesis repository to improve access, the implementation of regular information literacy training to enhance students’ academic skills, and the strengthening of librarians’ roles as academic facilitators. These recommendations are expected to increase the utilization of the thesis collection while fostering a stronger academic culture within the campus environment.
Keywords: reference collections · thesis · information literacy

Introduction

Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan akademik, khususnya di lingkungan perguruan tinggi (Hardianty, 2023). Perpustakaan bukan hanya tempat menyimpan koleksi, tetapi juga menjadi ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan intelektual dan keterampilan literasi informasi (Amaliah, 2022). Salah satu jenis koleksi yang signifikan adalah koleksi referensi skripsi (Amaliah, 2021). Koleksi ini tidak hanya menjadi bahan rujukan akademik, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi mahasiswa dalam menyusun tugas akhir (Sunyianto, 2023). Namun, fenomena yang sering ditemukan adalah rendahnya pemanfaatan koleksi ini oleh mahasiswa (Lumamuly, A. N, 2019). Hal ini memunculkan pertanyaan penting: sejauh mana koleksi referensi skripsi di perpustakaan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung keberhasilan akademik mahasiswa? Koleksi referensi skripsi merupakan bagian integral dari layanan perpustakaan di perguruan tinggi (Shintawati, 2021). Koleksi ini umumnya mencakup dokumen tugas akhir mahasiswa yang telah disetujui dan disimpan untuk menjadi acuan bagi generasi berikutnya (Rahmatika, 2024). Di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang, koleksi referensi skripsi telah dikembangkan dengan baik selama delapan (8) tahun terakhir. Namun, beberapa laporan pustakawan menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan koleksi ini masih jauh dari yang diharapkan. Banyak mahasiswa yang belum memahami potensi koleksi referensi skripsi dalam membantu proses pembelajaran mereka, seperti memahami struktur penulisan akademik, memperoleh ide penelitian, atau menemukan rujukan literatur yang relevan. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa keberadaan koleksi referensi skripsi dapat mempercepat proses penyusunan tugas akhir mahasiswa (Haryanti, 2024). Menurut (Amri, 2022), koleksi skripsi memberikan wawasan tentang standar penulisan ilmiah dan meminimalkan kesalahan teknis. Namun, penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa tingkat pemanfaatan koleksi ini sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan literasi informasi mahasiswa. Dalam konteks ini, pustakawan memiliki peran penting sebagai fasilitator yang mampu mengarahkan pengguna untuk memanfaatkan koleksi secara optimal. Beberapa penelitian telah membahas pemanfaatan koleksi referensi di perpustakaan perguruan tinggi. Misalnya, studi oleh (Shintawati, 2021) menunjukkan bahwa aksesibilitas dan promosi koleksi menjadi faktor utama yang menentukan tingkat pemanfaatan koleksi referensi. Penelitian lain oleh (Behesty, 2023) mengidentifikasi bahwa kurangnya pelatihan literasi informasi menjadi hambatan utama bagi mahasiswa dalam memanfaatkan koleksi perpustakaan secara efektif. Namun, sebagian besar penelitian tersebut lebih berfokus pada aspek teknis, seperti katalogisasi atau pengelolaan koleksi, tanpa membahas secara mendalam faktor- faktor yang memengaruhi tingkat pemanfaatan koleksi referensi skripsi dalam konteks lokal. Selain itu, literatur yang ada sering kali kurang memperhatikan bagaimana koleksi ini dapat digunakan untuk membangun budaya akademik yang lebih baik di kalangan mahasiswa. Penelitian ini menawarkan kebaruan ilmiah dengan fokus pada analisis pemanfaatan koleksi referensi skripsi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Jika penelitian sebelumnya hanya membahas faktor teknis, maka penelitian ini akan mengidentifikasi hambatan yang bersifat sistemik dan menawarkan solusi yang bersifat strategis untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi tersebut. Penelitian ini juga akan mengintegrasikan pendekatan kualitatif untuk menggali pengalaman pengguna, pandangan pustakawan, dan kebijakan pengelolaan perpustakaan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan wawasan tentang bagaimana koleksi referensi skripsi digunakan, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis yang dapat diterapkan oleh perpustakaan lain dalam meningkatkan layanan mereka. Kebaruan ilmiah lainnya adalah penekanan pada pengembangan literasi informasi mahasiswa sebagai bagian dari strategi optimalisasi pemanfaatan koleksi referensi. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat pemanfaatan koleksi referensi skripsi dengan tujuan untuk dapat merumuskan rekomendasi strategis guna meningkatkan pemanfaatan koleksi referensi skripsi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang.

Method

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena pemanfaatan koleksi referensi skripsi secara komprehensif. Fokusnya adalah mengeksplorasi pengalaman pengguna, peran pustakawan, dan kebijakan perpustakaan yang memengaruhi tingkat pemanfaatan koleksi referensi. Pendekatan ini dipilih karena sesuai untuk menggali informasi mendalam mengenai pemanfaatan koleksi referensi skripsi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Penelitian dilakukan selama enam (6) bulan, yaitu dari bulan Agustus 2024 sampai Februari tahun 2025. Sumber data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh langsung dari wawancara mendalam dengan tiga (3) orang pustakawan dan limabelas (15) orang mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Enrekang. Informasi tambahan yang dikumpulkan melalui observasi kegiatan di perpustakaan. Data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen perpustakaan, seperti statistik peminjaman, katalog koleksi, dan laporan kegiatan perpustakaan. Teknik purposive sampling (Hasan, 2023) digunakan untuk memilih partisipan penelitian. Partisipan dipilih berdasarkan keterlibatan mereka dalam pengelolaan dan pemanfaatan koleksi referensi skripsi. Kriteria partisipan meliputi pustakawan yang bertugas di bagian referensi, mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi, dan pustakawan yang bertanggung jawab terhadap pengembangan koleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Wawancara mendalam dilakukan untuk menggali pandangan dan pengalaman partisipan mengenai penggunaan koleksi referensi skripsi. Observasi dilakukan untuk memahami interaksi antara pengguna dan pustakawan di perpustakaan. Analisis dokumen digunakan untuk memperoleh data kuantitatif mengenai jumlah dan jenis penggunaan koleksi referensi. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan tematik (Nartin, 2024). Tahapan analisis meliputi pengumpulan data, transkripsi wawancara, pengkodean, identifikasi tema, dan interpretasi data. Analisis dilakukan secara iteratif untuk memastikan validitas dan keandalan temuan. Selain itu, triangulasi data dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Dengan metode ini, penelitian diharapkan mampu menghasilkan gambaran yang komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi pemanfaatan koleksi referensi skripsi dan memberikan rekomendasi yang relevan untuk meningkatkan layanan perpustakaan.

Result & Discussion

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan koleksi referensi skripsi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang masih belum optimal. Hal ini terlihat dari rendahnya tingkat kunjungan mahasiswa ke ruang referensi serta minimnya interaksi mahasiswa dengan pustakawan dalam memanfaatkan koleksi tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh melalui pendekatan triangulasi data, yaitu gabungan wawancara mendalam, observasi langsung, serta analisis dokumen pendukung. Wawancara dilakukan dengan tiga (3) orang pustakawan dan lima belas (15) orang mahasiswa tingkat akhir yang sedang berada dalam tahap penyusunan skripsi. Selain itu, peneliti juga melakukan observasi sebanyak 12 kali di ruang referensi selama periode penelitian, guna menangkap dinamika interaksi antara mahasiswa, pustakawan, dan koleksi skripsi yang tersedia. Analisis dokumen berupa laporan statistik peminjaman koleksi skripsi tahun 2023 turut melengkapi gambaran mengenai pola pemanfaatan koleksi referensi di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Dari hasil wawancara, terungkap bahwa tingkat pemanfaatan koleksi referensi skripsi tergolong rendah. Rata-rata kunjungan mahasiswa ke ruang referensi hanya berkisar 3–5 orang per hari, sementara total mahasiswa tingkat akhir yang tercatat di Universitas Muhammadiyah Enrekang mencapai sekitar 120 orang. Data peminjaman juga menunjukkan hal serupa; hanya 18% dari koleksi skripsi yang dipinjam atau dibaca dalam satu semester terakhir. Angka ini mencerminkan bahwa mayoritas mahasiswa belum melihat koleksi skripsi sebagai sumber penting untuk mendukung penulisan tugas akhir mereka. Analisis tematik yang dilakukan terhadap transkrip wawancara, catatan observasi, dan dokumen pustaka mengungkapkan tiga tema utama yang menjadi hambatan pemanfaatan koleksi: 1. Keterbatasan akses digital. Sebanyak 73% mahasiswa mengaku bahwa mereka lebih nyaman mengakses bahan pustaka dalam format digital, mengingat sebagian besar aktivitas akademik mereka kini berlangsung secara daring. Namun, koleksi skripsi di perpustakaan masih didominasi oleh format cetak, sehingga menjadi kurang menarik bagi mahasiswa yang sudah terbiasa mencari referensi lewat perangkat elektronik. 2. Kurangnya promosi layanan referensi. Sebanyak 68% mahasiswa yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka tidak mengetahui adanya layanan khusus untuk mengakses skripsi terdahulu sebagai bahan rujukan akademik. Minimnya informasi ini berkaitan erat dengan kurangnya sosialisasi dari pihak perpustakaan, baik melalui media sosial, poster informatif, maupun pengenalan layanan saat orientasi mahasiswa baru. 3. Lemahnya literasi informasi mahasiswa. Mayoritas mahasiswa cenderung mengandalkan mesin pencari seperti Google atau bahkan alat berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT untuk mencari contoh skripsi, tanpa mempertimbangkan relevansi dan kualitas sumber lokal yang tersedia di perpustakaan. Hal ini menunjukkan bahwa literasi informasi mereka masih rendah, khususnya dalam hal menilai dan memanfaatkan sumber akademik yang kredibel. Observasi langsung yang dilakukan di ruang referensi semakin memperkuat temuan ini. Dalam pengamatan peneliti, pustakawan cenderung hanya menjalankan peran administratif, yaitu melayani peminjaman atau pengembalian koleksi, tanpa memberikan pendampingan aktif atau edukasi kepada mahasiswa tentang bagaimana memanfaatkan koleksi skripsi secara maksimal. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, peneliti menemukan mahasiswa yang tampak bingung ketika mencari skripsi yang sesuai dengan topik mereka, karena katalog pencarian manual tidak diperbarui dan kurang ramah pengguna. Ketika hasil penelitian ini dibandingkan dengan studi lain, seperti penelitian Handoko (2018) yang menunjukkan bahwa di Universitas Islam Bandung pemanfaatan koleksi skripsi digital telah berjalan dengan baik, maka terlihat adanya kesenjangan yang cukup signifikan. Begitu pula penelitian Almas, Andajani, dan Istiqomah (2018) yang menyebutkan bahwa ketersediaan koleksi yang relevan memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa, sedangkan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang belum sepenuhnya mampu melengkapi koleksi sesuai kebutuhan masing-masing bidang studi yang ada. Temuan penelitian ini tidak berhenti pada identifikasi masalah, tetapi juga menggali lebih jauh mengenai dampak dari rendahnya pemanfaatan koleksi skripsi. Dari wawancara, banyak mahasiswa menyatakan bahwa mereka sering merasa kesulitan memahami struktur penulisan akademik dan bingung mencari literatur yang relevan karena tidak memiliki contoh nyata dari skripsi terdahulu. Akibatnya, proses penulisan skripsi mereka menjadi lebih lambat dan rentan mengalami revisi berulang dari dosen pembimbing. Sebaliknya, pustakawan merasa kurang memiliki ruang untuk berperan aktif karena belum adanya kebijakan institusional yang mendukung peran mereka sebagai fasilitator akademik, bukan sekadar petugas administrasi. Berdasarkan analisis mendalam, penelitian ini merekomendasikan tiga langkah strategis untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi skripsi: 1. Pembangunan repository digital skripsi, agar koleksi dapat diakses dengan lebih mudah dan nyaman oleh mahasiswa melalui perangkat digital mereka. 2. Pelaksanaan pelatihan literasi informasi secara rutin, agar mahasiswa memiliki keterampilan yang memadai dalam menelusuri, mengevaluasi, dan memanfaatkan sumber informasi akademik, termasuk skripsi terdahulu. 3. Penguatan peran pustakawan sebagai pendamping akademik, melalui program pendampingan atau konsultasi pemanfaatan koleksi, sehingga mahasiswa dapat didorong untuk memaksimalkan potensi perpustakaan sebagai sumber belajar. Dengan diterapkannya rekomendasi ini, diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan kuantitatif dalam hal jumlah kunjungan atau peminjaman skripsi, tetapi juga peningkatan kualitatif berupa terbentuknya budaya akademik yang lebih kuat dan kolaboratif di lingkungan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga mitra aktif dalam membangun ekosistem perpustakaan yang inklusif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Conclusion

Penelitian ini mengkaji rendahnya tingkat pemanfaatan koleksi referensi skripsi oleh mahasiswa di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Enrekang. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan analisis dokumen, ditemukan tiga faktor utama yang menjadi hambatan, yaitu: keterbatasan akses digital, kurangnya promosi layanan referensi, serta rendahnya literasi informasi mahasiswa. Data menunjukkan hanya 18% koleksi skripsi yang dimanfaatkan dalam satu semester terakhir, dengan kunjungan harian yang sangat rendah (3–5 mahasiswa per hari). Hasil wawancara mengungkapkan bahwa sebagian besar mahasiswa tidak mengetahui keberadaan atau fungsi koleksi skripsi, sedangkan pustakawan cenderung hanya berperan administratif tanpa pendampingan akademik yang memadai. Sejalan dengan temuan ini, rekomendasi yang diberikan berfokus pada tiga strategi yang secara langsung menjawab masalah yang teridentifikasi. Pertama, pembangunan repository digital skripsi diperlukan untuk mengatasi keterbatasan akses yang menjadi keluhan utama mahasiswa, sehingga mereka dapat mengakses koleksi dengan lebih mudah dan sesuai dengan preferensi penggunaan digital. Kedua, pelaksanaan pelatihan literasi informasi secara rutin direkomendasikan karena hasil wawancara menunjukkan mahasiswa belum terampil dalam menelusuri dan memanfaatkan sumber akademik secara efektif, termasuk koleksi lokal perpustakaan. Ketiga, penguatan peran pustakawan sebagai pendamping akademik menjadi penting karena hasil observasi menunjukkan minimnya interaksi edukatif antara pustakawan dan mahasiswa dalam pemanfaatan koleksi. Dengan mengaitkan rekomendasi ini secara langsung pada temuan penelitian, diharapkan akan tercipta perubahan yang tidak hanya meningkatkan jumlah pemanfaatan koleksi, tetapi juga membentuk budaya akademik yang lebih kolaboratif dan mendukung pencapaian keberhasilan akademik mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Enrekang.