Pendayagunaan Artificial Intelligence Dalam Menyebarkan Informasi Koleksi Budaya Lokal Melalui Perpustakaan Digital Universitas Lambung Mangkurat
Universitas Lambung Mangkurat; Universitas Lambung Mangkurat
Abstrak
Pendayagunaan artificial intelligence (AI) merupakan salah satu faktor dalam melayani secara maksimal serta memuaskan kebutuhan informasi pengguna makin maju. Tujuan penelitian yaitu menyebarkan informasi koleksi digital khususnya budaya Kalimantan Selatan (Pasar Terapung Banjarmasin), melalui perpustakaan digital Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan pendayagunaan artificial intelligence (AI). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan informasi atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan tinjauan pustaka yang bersifat kepustakaan. Analisis data dilakukan pada saat melakukan penelitian (research) untuk menemukan informasi yang akan digunakan sebagai bahan untuk perencanaan penelitian. Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan informasi, atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan tinjauan pustaka yang bersifat kepustakaan dokumentasi dan dari sumber lainnya. Penelitian menggunakan Petunjuk Pencarian Literatur koleksi pasar terapung melalui SLiMS (Senayan Library Management System) dan Repository Perpustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koleksi Budaya Lokal di UPA Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat dari tahun 2015 hingga 2023 berjumlah 7.104 judul koleksi. Penelusuran melalui SLiMS (Senayan Library Management System) menghasilkan 8 judul terkait pasar terapung (bit.ly/3YhxmgW), sedangkan penelusuran melalui Repository Perpustakaan menghasilkan 44 judul mengenai pasar terapung (bit.ly/3UcLNSs). Hasil penelitian ini perlu dikembangkan, dilestarikan, dan dijaga dengan baik.
Abstract
The use of artificial intelligence (AI) is one of the factors in serving optimally and satisfying the increasingly advanced information needs of users. The purpose of the study is to disseminate information on digital collections, especially the culture of South Kalimantan (Banjarmasin Floating Market), through the digital library of Lambung Mangkurat University, Banjarmasin with the use of artificial intelligence (AI). This study uses a type of library research, namely collecting information or scientific papers related to a literature review that is of a bibliographic nature. Data analysis is carried out when conducting research to find information that will be used as material for research planning. Data collection techniques are used to collect information, or scientific papers related to a literature review that is of a bibliographic documentation nature and from other sources. This study uses the Literature Search Guide for the floating market collection through SLiMS (Senayan Library Management System) and the Library Repository. The results of the study show that the Local Culture Collection at the UPA Library of Lambung Mangkurat University from 2015 to 2023 amounted to 7,104 collection titles. Searching through SLiMS (Senayan Library Management System) produced 8 titles related to floating markets (bit.ly/3YhxmgW), while searching through the Library Repository produced 44 titles about floating markets (bit.ly/3UcLNSs). The results of this study need to be developed, preserved, and maintained properly
Keywords:
artificial intelligence
· culture
· digital library
Introduction
Perpustakaan memiliki fungsi esensial dalam memberikan akses kepada pengetahuan, informasi, dan sumber daya literatur kepada pengguna. Perkembangan teknologi informasi yang cepat dan transpormasi paradigma di era digital, perpustakaan menghadapi tantangan baru untuk memenuhi keinginan pengguna yang semakin kompleks dan bermacam-macam. Artificial intelligence (AI) salah satu bagian ilmu komputer untuk memudahkan permasalahan kognitif pada dasarnya berhubungan pada kecerdasan manusia, diantaranya pembelajaran, penciptaan, dan pengenalan gambar. Jaringan modern menghimpun data sebanyak-banyaknya dari bermacam sumber, diantaranya sensor pintar, konten yang dibuat manusia. Artificial intelligence (AI) perlu menjaga kualitas data, keamanan, melindungi data dan privasi pengguna. Pemakai google sering memakai search engine google buat menemukan informasi, serta sempat memeriksa google menampilkan kata selanjutnya yang akan di ketik. Tampilan kata tersebut contoh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Dengan menggunakan digitalisasi kita bisa meginformasikan dan melestarikan budaya Indonesia khususnya budaya kalimantan, yakni dengan memanfaatkan aplikasi pengenalan budaya setiap daerah di Indonesia dapat menggunakan menjadi sarana informasi yang diinformasikan untuk generasi masa kini yang masih sedikit mengenai literasi budaya negerinya sendiri. Di Banjarmasin utara tepatnya berada di kelurahan kuin terdapat pasar yang transaksinya jual beli di atas air sungai barito dengan menggunakan perahu dan dinamakan pasar terapung, cagar budaya atau praktik sosial ini salah satu keunikan Kalimantan Selatan. Perpustakaan perguruan tinggi adalah salah satu tempat sentral pelayanan dan informasi bagi civitas akademika, Yang mana pengguna mempunyai hak memperoleh layanan dan informasi dapat diperoleh di perpustakaan perguruan tinggi. Pengguna dapat menggunakan manfaat dari bahan pustaka untuk dapat melengkapi keperluan informasi dari perpustakaan perguruan tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan informasi, perpustakaan yang baik tentu memiliki jenis koleksi yang sesuai dengan keinginan pemustaka. Dengan kesesuaian tersebut, koleksi yang dimiliki perpustakaan akan bermanfaat secara optimal bagi pemustaka. Seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Pasal 12, disebutkan bahwa: "Koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayani, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi."Koleksi perpustakaan diseleksi, diolah, disimpan, dilayankan, dan dikembangkan sesuai dengan kepentingan pemustaka dengan memperhatikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (Indonesia, 2007). Pemenuhan keinginan koleksi di perguruan tinggi seharusnya melalui tata kelola pengembangan koleksi perpustakaan. Memeriksa lebih dalam mengenai koleksi perpustakaan, maka perpustakaan perguruan tinggi semestinya mempunyai pengembangan koleksi bermanfaat. Pengembangan koleksi perpustakaan dapat menilai seberapa kualitas yang di miliki secara fisik maupun secara konten koleksi tersebut. 1. Rumusan Masalah Penelusuran informasi koleksi digital tentang budaya lokal pasar terapung di perpustakaan melalui bit.ly/3YhxmgW dan bit.ly/3UcLNSs yang masih sedikit penggunanya. 2. Tujuan Penelitian: Menyebarkan informasi koleksi digital khususnya budaya Kalimantan Selatan (Pasar Terapung Banjarmasin), melalui penelusuran informasi perpustakaan digital Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan pendayagunaan artificial intelligence (AI). 3. Manfaat Penelitian Dengan penggunaan artificial intelligence (AI), pengguna bisa menelusur informasi aplikasi digital mengenai budaya lokal Kalimantan Selatan khususnya Pasar Terapung Banjarmasin, B. TINJAUAN PUSTAKA Teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan keperluan pribadi, bisnis dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. (Putri & Sutabri, 2023). Kecerdasan buatan (AI) merupakan istilah yang berasal dari era Industrial Society 4.0 dan Society 5.0, yang merujuk pada "program komputer, pembelajaran mesin, perangkat keras, dan perangkat lunak". Ilmu yang digunakan untuk membangun kecerdasan ini memanfaatkan solusi perangkat keras dan perangkat lunak yang terinspirasi oleh rekayasa terbalik pola neuron yang bekerja di otak manusia (Zahara et al., 2023). Aktivitas preservasi digital pada repositori institusi pada dasarnya bertujuan untuk melestarikan, menjaga dan menyebarkan ilmu pengetahuan dan informasi agar bisa dimanfaatkan lagi oleh pengguna untuk jangka panjang dan dapat digunakan secara optimal (Pramudyo & Perdani, 2022). Temu kembali informasi di perpustakaan merupakan suatu proses untuk menemukan kembali koleksi yang disediakan oleh perpustakaan secara efektif dan efisien, guna mengetahui keberadaan dan lokasi bahan pustaka tersebut. Sistem yang digunakan untuk temu kembali informasi adalah sistem yang dirancang untuk memudahkan pemustaka dalam menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan (Iswika et al.). Perpustakaan digital bukan hanya menjadi tempat penyimpanan informasi, tetapi juga sebagai tempat untuk menginformasikan, melestarikan, dan memperkuat ciri-ciri budaya lokal dan nasional. Perpustakaan digital memiliki kemampuan besar untuk melestarikan warisan budaya suatu bangsa, melalui digitalisasi naskah kuno, literatur klasik, cerita rakyat, dan informasi lain yang terpaut dengan budaya, perpustakaan digital mendukung melindungi dan menjaga identitas budaya dari generasi ke generasi. Pasar Terapung Muara Kuin merupakan cagar budaya keunikan praktik sosial, mereka bertransaksi jual beli di atas air memakai perahu yang telah dilakukan sejak 400 tahun dulu berada di aliran sungai barito. Peran pasar sebagai transaksi jual beli kebutuhan masyarakat seperti beras, ikan, sayur, buah-buahan (Yudha et al., 2018). Kerangka Konseptual : Gambar : Kerangka konseptual Konsep preservasi pelestarian bahan pustaka menuju digital merupakan tindakan yang diperlukan dalam dunia perpustakaan. Selain kita dapat melestarikan informasi bahan pustaka yang mulai rusak, kita juga dapat mempercepat dan mengefisienkan pelayanan informasi terhadap pemustaka. Begitu banyak sistem yang dapat kita manfaatkan dalam melestarikan bahan pustaka seperti alih media. Alih media dapat menentukan aplikasi dan perangkat yang ada oleh sebab itu dapat menyesuaikan pengeluaran perpustakaan. Selaku pustakawan, kita perlu memahami alat-alat yang bermanfaat bagi kita dalam meringankan dan menyelesaikan kegiatan kita di perpustakaan., Salah satu bentuk preservasi adalah pengalihmediakan koleksi. Alih media merupakan proses pengelolaan dokumen dari bentuk fisik (baca: kertas) menjadi bentuk elektronik, sehingga dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan teknologi informasi. Alih media digital merupakan bentuk preservasi yang sangat efektif, karena praktis, ilmu dari koleksi dapat diakses di mana saja, dan lebih ringkas dalam penyimpanannya. Bermacam platform digital bisa digunakan untuk mempromosikan keunikan budaya lokal Indonesia. Selain memperkenalkan budaya lokal ke kancah global, promosi secara digital dapat mengembangkan kecintaan kepada corak budaya tanah air. Diperlukan kemampuan digital untuk mempromosikan budaya lokal didunia maya. Source:https://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_Terapung_Muara_Kuin#/media/Berkas:Traditional_ Floating_Market_Kuin_River.jpg Budaya dapat diartikan sebagai pikiran, adat istiadat, hal-hal yang telah berkembang, serta kebiasaan yang sulit diubah. Dalam kehidupan sehari-hari, orang sering kali menyamakan pengertian budaya dengan tradisi. Dalam hal ini, tradisi dipahami sebagai kebiasaan masyarakat yang tampak (Syakhrani & Kamil, 2022). Warisan budaya adalah representasi sejarah yang mengandung nilai penting yang terwujud dalam berbagai bentuk peninggalan cagar budaya. Cagar budaya memiliki berbagai bentuk, antara lain struktur arsitektural, candi, gua, makam, prasasti batu, mural, situs cagar budaya, dan sebagainya. Warisan budaya tidak hanya mencakup monumen dan koleksi benda, tetapi juga tradisi atau ekspresi kehidupan yang diwariskan oleh nenek moyang kita, seperti tradisi lisan, seni pertunjukan, praktik sosial, ritual, acara pesta, pengetahuan dan praktik tentang alam, serta pengetahuan dan keterampilan (Putra et al., 2023). Digitalisasi cagar budaya dapat dipahami sebagai pemanfaatan teknologi digital untuk mendokumentasikan, menyimpan, dan mengelola cagar budaya. Melalui digitalisasi, benda-benda cagar budaya dapat terjaga dengan baik dalam bentuk digital, sehingga dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. Perekaman dan pendataan secara digital menjadi alternatif pengelolaan warisan budaya yang lebih efisien (Agustinova, 2022). Pasar tradisional di Banjarmasin yaitu pasar terapung yang mana kegiatan jual beli dilakukan menggunakan perahu di atas air. Pasar terapung ini sangat unik dan khas adalah antara pedagang dan pembeli lainnya perahu mereka saling berdempitan mencari keperluan yang mereka inginkan, perahu selalu oleng dimainkan gelombang ombak sungai, penjual dan pembeli rata-rata perempuan. Pasar terapung ini uniknya ada juga pedagang dan pembeli melakukan saling tukar menukar barang yang mereka bawa dari hasil pertanian mereka. Tidak ada organisasi pedagang, sehingga jumlah mereka yang berjualan tidak dapat dihitung. Mereka datang untuk berjualan dan bubar dengan sendirinya ketika matahari mulai terik (Husin, 2022). Peta Pasar Terapung Banjarmasin Source: http://my-clipings.blogspot.com Secara administratif, Pasar Terapung terletak di wilayah Kecamatan Banjar Utara, tepatnya di Kelurahan Kuin Utara. Pasar ini memiliki lokasi yang cukup strategis dengan panorama alam yang indah, terutama di pagi hari, dan didukung oleh beberapa objek wisata lainnya. Aktivitas di pasar ini mulai terlihat sejak subuh (pukul 04.00 WIB) hingga sekitar pukul 08.00 WIB. Hingga saat ini, terdapat sekitar 200 perahu yang beroperasi di kawasan pasar terapung, yang didominasi oleh perahu tradisional (jukung), sementara sisanya merupakan perahu bermesin yang sering disebut klotok (Yudha et al., 2018). Fasilitas Pasar Terapung kebanyakan memakai perahu untuk menjual dagangannya, sedangkan perahu yang digunakan untuk menjual kuliner dan wisata adalah perahu klotok mesin, sehingga kapal-kapal yang berada di pasar apung hanya berfungsi sebagai sarana transportasi yang berjualan di tengah sungai, untuk melakukan pembelian dengan menggunakan jukung yaitu perahu kecil untuk mencapai perahu yang berada di tengah sungai.
Method
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research), yaitu mengumpulkan informasi atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan tinjauan pustaka yang bersifat kepustakaan. Metode kepustakaan merupakan jenis penelitian yang dilaksanakan dengan sistem memahami buku, hasil penelitian, majalah, dan sumber informasi lainnya yangterdapat di perpustakaan. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data dari bermacam referensi, yang tidak hanya khusus pada buku, melainkan juga dapat berbentuk data dokumentasi, hasil penelitian, majalah, koran, dan sebagainya. Metode Penelitian kepustakaan, peneliti tidak perlu turun langsung ke lapangan untuk melihat fakta-fakta seperti mana halnya. Analisis data dilakukan pada saat melakukan penelitian (research) untuk menemukan informasi yang akan digunakan sebagai bahan untuk perencanaan penelitian. Teknik pengumpulan data digunakan untuk mengumpulkan informasi, atau karya tulis ilmiah yang berkaitan dengan tinjauan pustaka yang bersifat kepustakaan dokumentasi dan dari sumber lainnya. Teknik ini merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian, karena tujuan utama penelitian adalah untuk memperoleh data. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua macam data, yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data dari subyek penelitian dengan pengumpulan data langsung pada subyek sebagai sumber informasi yang dicari. Sumber primer digunakan adalah teknologi AI yang berkembang pesat di masyarakat, yang dikaitkan dengan perkembangan perpustakaan di Indonesia beserta pengaruhnya. Sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data. Untuk memperoleh sumber sekunder melalui studi pustaka yang berisi informasi terkait sumber primer, terutama bahan pustaka, melalui literaturliteratur seperti buku pustaka, hasil penelitian. Sumber Sekunder yang digunakan meliputi buku, jurnal, situs belajar AI, dan berbagai hal yang menjadi relevensi dengan masalah yang menjadi fokus penelitian ini (Sugiyono. 2022). Lokasi Peneltian Adapun yang menjadi tempat penelitian yaitu pada Universitas Lambung Mangkurat, yang berlokasi di Unit Pelaksana Akademik UPA Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin beralamat Jalan Brigjend H. Hasan Basry Kayu Tangi Banjarmasin Utara.
Result & Discussion
Temu kembali informasi di perpustakaan yang dimaksud adalah suatu proses dalam menemukan kembali koleksi yang disediakan oleh perpustakaan secara efektif dan efisien untuk mengetahui keberadaan dan tempat di mana sebuah bahan pustaka tersebut diletakkan. Sistem yang digunakan untuk menemukan kembali informasi ialah sistem yang diciptakan bagi pemustaka agar dapat memudahkan menemukan bahan pustaka yang dibutuhkan (Iswika et al., 2022) Petunjuk Pencarian Literatur koleksi pasar terapung di UPA Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat, melalui SLiMS (Senayan Library Management System). Petunjuk Pencarian Literatur koleksi pasar terapung di UPA Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat melalui Repository Perpustakaan Source: http://digilib.ulm.ac.id/pusat/index.php?search=search&keywords=pasar+terapung Source: http://digilib.ulm.ac.id/archive/digital/catalogue.php?page=1&key=pasar-terapung Artificial Intelligence (AI) mengharuskan perpustakaan merubah suatu layanan sesuai dengan keinginan preferensi pengguna pada saat sekarang. Artificial intelligence (AI) dimanfaatkan oleh penggunanya sebagai penelusuran literatur untuk mendapatkan rekomendasi bahan pustaka yang diperlukan. 1. Koleksi digital budaya lokal: Untuk melengkapi keinginan informasi pengguna perguruaan tinggi baik mahasiswa, dosen, serta staf (civitas akademika). Perpustakaan mempunyai kewajiban mengadakan sumber informasi bagi pengguna berbentuk koleksi, koleksi disiapkan untuk mengisi keinginan informasi pengguna sehingga koleksi yang disiapkan harus tepat peruntukannya dan bisa digunakan oleh pengguna. Perpustakaan perguruan tinggi mempunyai koleksi budaya lokal dari hasil penelitian akhir mahasiswa berwujud skripsi, tesis, dan disertasi yang telah mengerjakan studinya. Perpustakaan perguruan tinggi adalah penghimpun hasil dari penelitian civitas akademika baik berupa penelitian akhir mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi) serta hasil penelitian tenaga pengajar (dosen), dimana rata-rata hasil penelitian tersebut mengangkat tema tentang daerah tersebut itu yang merupakan koleksi budaya daerah. Koleksi hasil penelitian budaya lokal pada UPA Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat tersebut setiap tahunnya selalu bertambah mulai tahun 2015 sampai dengan tahun 2023 koleksi budaya lokal berjumlah 7.104 judul koleksi. Penelusuran melalui bit.ly/3YhxmgW terdapat 8 (delpaan) judul mengenai pasar terapung dan penelusuran melalui bit.ly/3UcLNSs terdapat 44 judul mengenai pasar terapung. Hasil peneltian tersebut merupakan hasil penelitian yang harus dikembangkan dan dilestarikan serta dijaga dengan baik, sebab yang harus memperkenalkan dan melestarikan koleksi budaya lokal itu harus masyarakat daerah tersebut. Menganalisis struktur koleksi digital yang ada di UPA.Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. terdapat 8 (delpaan) judul mengenai pasar terapung : Source:http://digilib.ulm.ac.id/archive/digital/catalogue.php?page=1&key=pasar-terapung Terdapat 44 judul mengenai pasar terapung : Source: http://digilib.ulm.ac.id/pusat dan http://digilib.ulm.ac.id/archive/ 2. Preservasi Melalui Koleksi Digital: a. Meneliti bagaimana koleksi digital dapat berperan dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal. Keinginan pengguna pada sebuah informasi sekarang telah menjadi sesuatu yang penting untuk didapatkan dalam menunjang kepentingan menggali ilmu, bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi sekarang, informasi diolah bermacam-macam sesuai dengan keperluan pengguna sampai menjadi objek yang sanagt cepat diperoleh sewaktuwaktu, dan dimana saja tidak ada batas ruang serta waktu, informasi sekarang ini melimpah. Tersedianya teknologi informasi, petugas pengelola informasi harus aktif dan selalu update informasi supaya tidak ketinggalan informasi. UPA Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat selaku petugas pengelola informasi tidak bisa lepas dari pengumpulan informasi. Perpustakaan mempunyai tugas menghimpun, memelihara, dan melayankan suatu informasi kepada pengguna sehingga memenuhi kebutuhan informasi bagi penggunanya. Digitalisasi koleksi manual budaya daerah menjadi koleksi elektronik sangat diperlukan di saat perkembangan teknologi dan informasi yang sangat cepat, kebutuhan informasi pengguna harus tersedia sesuai dengan keinginan pengguna secara efektif dan efisien tidak terbatas ruang dan waktu. Kebijakan digitalisasi koleksi budaya daerah yang menghasilkan koleksi electronik budaya daerah dalam bentuk pdf dilaksanakan berupa digitalisasi baik dilakukan petugas perpustakaan ataupun kepada mahasiswa mengumpulkan penelitian akhir di perpustakaan. Kecerdasan buatan (AI) dapat berperan penting dalam pendidikan dan meningkatkan kesadaran mengenai warisan budaya lokal. Aplikasi ponsel pintar, situs web edukatif, dan platform media sosial dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi, cerita, dan pengetahuan tentang budaya lokal. Konten multimedia, seperti video, podcast, dan artikel daring, dapat digunakan untuk memperkenalkan pengetahuan serta membangkitkan kepedulian terhadap warisan budaya lokal. Melalui kecerdasan buatan (AI) ini, generasi muda dapat lebih mengenal warisan budaya lokal mereka secara langsung, yang dapat menumbuhkan analisis dan upaya pelestariannya. Melalui preservasi digital memainkan fungsi penting dalam melestarikan warisan budaya lokal. Bersamaan dengan kemajuan zaman, warisan budaya menjadi aset yang bernilai, tidak terlepas dari adanya potensi bahaya berupa kerusakan dan kehilangan. Preservasi digital menjadi aspek peluang dalam mempertahankan dan melestarikan keberlangsungan nilai warisan budaya lokal. Melalui akses studi literatur dengan metode studi pustaka, penelitian ini berusaha memberikan potret mengenai aspek preservasi digital dalam hubungannya dengan cara menjaga warisan budaya lokal khususnya pasar terapung. Hasil penelitian melukiskan bahwa preservasi digital mempunyai hubungan yang berpengaruh dalam memelihara nilai warisan budaya daerah dari kerusakan dan kehilangan. Keterkaitan teknologi dalam preservasi digital membuat kemudahan dalam usaha memelihara informasi warisan budaya lokal dengan menyampaikan materi budaya lokal ke dalam sistem format digital. Preservasi digital mempunyai berbagai tantangan berupa keusangan teknologi, kehilangan atau kerusakan data, hak kekayaan intelektual, anggaran pelestarian, metadata dan informasi kontekstual, keterampilan dan keahlian, penilaian sosial dan etis, penggunaan, dan beragam hal lainnya serasi dengan konteks penerapannya. Strategi preservasi digital yang meliputi aspek pemeliharaan lingkungan teknologi sebagai pemakaian di masa yang akan datang dan penyelesaian keterkaitan teknis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menangani tantangan yang ada. Dengan menggunakan berbagai program dan ikut serta aktif dalam kawasan aktivitas preservasi digital, keberadaan warisan budaya lokal dengan nilai keluhuran didalamnya dapat tetap terselamatkan dan mendapatkan aksesibilitas jangka panjang untuk kesinambungan generasi yang akan datang. b. Mengidentifikasi tantangan dalam mengintegrasikan praktik preservasi di dalam koleksi digital. Dengan melakukan suatu kegiatan harus mempunyai tantangan yang harus diselesaikan. Preservasi digital dalam pelaksanaannya pastinya mempunyai tantangan yang harus dialami Perpustakaan, tantangan ini dapat dicegah dengan mempersiapkan rencana sebelum melakukan preservasi digital. 3. Akses Publik, Dampak dan Kontribusi koleksi digital terhadap pengembangan komunitas a. Menilai sejauh mana koleksi digital dapat diakses oleh pemustaka pada perguruan tinggi. Perpustakaan digital umumnya mempunyai situs web atau platform online yang menggunakan interaksi pengguna untuk menelusuri, menelaah, dan mengakses koleksi bahan pustaka yang tersedia. Pengguna bisa memakai kata kunci, kategori, atau fitur penelusuran lainnya untuk mendapatkan kemampuan yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Perpustakaan digital termasuk platform atau sistem yang memudahkan akses digital ke koleksi buku, jurnal, majalah, dan bahan informasi lainnya secara online. Akses dalam perpustakaan ini dapat mudah dan fleksibel ke semua platform informasi melalui internet. Bersamaan dengan kemajuan teknologi informasi, perpustakaan digital terus berkembang dan menyajikan berbagai inovasi. Sebagian perpustakaan digital telah mengadopsi teknologi informasi artificial intelligence (AI) untuk menumbuhkan pengetahuan pengguna, sebagai sistem referensi yang mengkaji preferensi pengguna untuk mereferensikan bahan informasi yang relevan. Akan tetapi, penting juga untuk mengamati keaslian dan kepercayaan sumber informasi yang terdapat di perpustakaan digital. Dalam mengutip atau memakai sumber informasi dari perpustakaan digital, berguna untuk memeriksa kebenaran dan ketersedian sumber informasi, serta mengikuti aturan dan pedoman yang ditentukan dalam bidang akademik atau penelitian. Perpustakaan digital, juga diketahui sebagai perpustakaan elektronik atau perpustakaan online, merupakan sebuah platform atau sistem informasi yang menyajikan akses elektronik terhadap koleksi buku, jurnal, artikel, dan dapat mengakses informasi lainnya. Perpustakaan ini membolehkan pengguna untuk menelusuri, membaca, dan mendownload informasi tersebut melalui komputer, tablet, atau perangkat lain yang tersambung dengan internet. Pada umumnya perpustakaan digital mempumyai bermacam-macam jenis koleksi yang mencakup berbagai subjek, antara lain dari ilmu filsafat, agama, ekonomi, bahasa, sains, kesenian, sastra, hingga sejarah. Perpustakaan digital berkolaborasi dengan penerbit dan lembaga lain untuk menelusuri akses ke konten-konten tersedia. b. Dampak koleksi digital terhadap pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap budaya lokal. Dalam rangka pemakaian teknologi informasi digital melalui artificial intelligence (AI), juga harus menggambarkan secara global akses teknologi informasi melalui artificial intelligence (AI). Informasi digitalisasi menguasai sosial-budaya, kita perlu mengamati jangan sampai melupakan budaya lokal secara berkesinambungan untuk memakai teknologi informasi digital melalui artificial intelligence (AI). Dampak media digital melalui artificial intelligence (AI) perubahan sosial masyarakat lokal merupakan perubahan paradigma serta kepribadian dalam masyarakat. Selain itu dampak masalah dan tantangan media digital juga menimbulkan kepada komunikasi dan budaya masyarakat lokal. Media digital juga menumbuhkan dampak informasi yang berlebihan, keadaan di mana informasi yang didapatkan masyarakat amat banyak rumit untuk dikerjakan dan memilahnya. Informasi tidak benar, tidak tepat, menyimpangkan, dan informasi keliru, juga dapat diakibatkan media digital. Artificial intelligence (AI) mengharuskan masyarakat bersosial media lebih cepat, mudah, ekonomis, menyeluruh. Artificial intelligence (AI) terus menyediakan masyarakat berperan, berbagi, membuat konten bermacam-macam dan inovatif. Artificial intelligence (AI) mempromosikan kebebasan, keluwesan masyarakat menentukan, mengakses informasi yang dibutuhkan. c. Menilai kontribusi koleksi digital terhadap pengembangan komunitas. Pengembangan perpustakaan digital bukan saja pengadaan koleksi digital dan infrastruktur penunjangnya. Perpustakaan digital ditunjang beserta gabungan teknologi artificial intelligence (AI) untuk dapat menciptakan perkembangan perpustakaan, lancar diakses serta ramah pengguna. Perkembangan digital telah mengalih pemahaman pengguna mengenai pelestarian pengetahuan. Sebagian besar perpustakaan yang mempunyai fasilitas yang mencukupi. Perpustakaan di haruskan berinovasi sewaktu-waktu, seiring cepatnya artificial intelligence (AI). Perpustakaan menjadi pusat informasi bagi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, melaksanakan perannya media informasi pendidikan, tertuang dalam tri dharma perguruan tinggi. Perpustakaan berinovasi melalui informasi yang dikemas dalam bentuk OPAC Online (SLiMS) dan Repository Perpustakaan yang mempermudah penelusuran dalam keperluan informasi. Informasi yang disediakan perpustakaan merupakan bagian dari tampilnya perpustakaan kepengguna yang membutuhkannya. Perpustakaan mempergunakan media sosial dengan menyampaikan bermacam-macam berita yang diolah serta dipromosikan melalui media sosial. Perpustakaan harus memahami keinginan informasi yang perlukan, dipromosikan melalui kegiatan kebiasaan mereka. Perpustakaan harus akrab dengan penggunanya, keakrapan bisa diperoleh diantaranya menelusuri digital. pengembangan digital adalah komponen pekerjaan perpustakaan bermanfaat. Kebutuhan bahan pustaka bermanfaat sebesar-besarnya untuk digunakan penggunanya. Penggunaan teknologi informasi melalui artificial intelligence (AI) disertai keamanan data, minat, kedayagunaan, peran serta pengguna sangat diharapkan. Strategi program kontinu penggunaan artificial intelligence (AI) memberikan kemudahan dan efektif dan efisien bagi pengguna perpustakaan.
Conclusion
Dengan memanfaatkan pendayagunaan teknologi informasi artificial intelligence (AI) dapat memainkan fungsi penting dalam menyebarkan informasi pendidikan dan kesadaran tentang warisan budaya lokal pasar terapung melalui penelusuran koleksi digital perpustakaan. Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat menyebarkan informasi koleksi budaya lokal pasar terapung menyediakan penelusuran informasi aplikasi digital yaitu Senayan Library Management System (SLiMS) sebagai sistem automasi perpustakaan sumber terbuka (Open source) berbasis web dan Repository Perpustakaan, penelusuran literatur digilib.ulm.ac.id/pusat dan digilib.ulm.ac.id/archive. Penyebaran informasi budaya lokal tentang pasar terapung juga dilakukan melalui aplikasi ponsel pintar, situs web edukatif, dan platform media sosial. Juga melalui konten multimedia, seperti video, podcast, dan artikel online, untuk memperkenalkan pengetahuan dan kepedulian mengenai koleksi warisan budaya lokal pasar terapung. Melalui artificial intelligence (AI) ini, generasi muda dapat mengetahui warisan budaya lokal mereka secara langsung, menumbuhkan analisis dan pelestariannya.