Profil dan Visualisasi Kata Kunci Media Pustakawan dan Visi Pustaka Periode 2017-2021
Badan Riset dan Inovasi Nasional; Badan Riset dan Inovasi Nasional
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah artikel yang diterbitkan dan profil serta visualisasi kata kunci pada dua jurnal, yaitu Media Pustakawan dan Visi Pustaka. Data diambil dari situs web kedua jurnal dan meliputi jumlah artikel, penulis, dan kata kunci yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media Pustakawan memiliki jumlah artikel yang lebih banyak dibandingkan dengan Visi Pustaka. Selain itu, jumlah penulis yang berkontribusi di Media Pustakawan juga lebih banyak dibandingkan dengan Visi Pustaka. Meskipun begitu, Visi Pustaka terbit secara berkala dan teratur. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa kata kunci yang berbeda dan jumlah kemunculan kata kunci pada Media Pustakawan lebih banyak dibandingkan dengan kata kunci pada Visi Pustaka. Namun, kedua jurnal memiliki kesamaan dalam penggunaan kata kunci. Visualisasi kata kunci pada kedua jurnal menghasilkan topik yang sama, yang secara dominan membahas tentang perpustakaan, Indonesia, pustakawan, pemustaka, dan informasi. Beberapa kata kunci yang paling sedikit dibahas meliputi kecemasan pemustaka, pandemic, kebutuhan informasi, pengguna/user, serta analisis terhadap digitalisasi, inovasi, era digital, koleksi perpustakaan, dan perpustakaan digital. Dalam konteks penelitian perpustakaan, disarankan agar kata kunci yang kurang dibahas dapat dijadikan topik penelitian selanjutnya sebagai upaya untuk membawa inovasi dalam penulisan bidang perpustakaan. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang jumlah artikel, profil penulis, dan visualisasi kata kunci pada kedua jurnal dan dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi peneliti dan praktisi di bidang perpustakaan
Abstract
This study aims to analyze the number of published articles, profiles of authors, and visualization of keywords in two journals, Media Pustakawan, and Visi Pustaka. Data was collected from the websites of both journals and includes the number of articles, authors, and keywords used. The results show that Media Pustakawan has a higher number of articles compared to Visi Pustaka. Additionally, the number of contributing authors in Media Pustakawan is also higher than in Visi Pustaka. However, Visi Pustaka is published regularly and consistently. Furthermore, the study also shows that there are more different keywords and keyword occurrences in Media Pustakawan compared to Visi Pustaka. Nevertheless, both journals have similarities in keyword usage. The visualization of keywords in both journals produces the same dominant topics, which mainly discuss libraries, Indonesia, librarians, library users, and information. Some of the least discussed keywords include library user anxiety, pandemic, information needs, library users, analysis of digitalization, innovation, digital era, library collections, and digital libraries. In the context of library research, it is recommended that less-discussed keywords can be used as a topic for further research to bring innovation to library writing. This study provides a better understanding of the number of articles, author profiles, and visualization of keywords in both journals and can serve as a useful source of information for researchers and practitioners in the field of libraries.
Keywords:
bibliometrics
· keywords
· librarian media
· library
Introduction
Corrin et al., (2022) menyatakan bahwa kata kunci mengacu kepada kata-kata atau konsep penting yang mewakili fokus penelitian dan latar belakang teoritis dari sebuah studi akademis. Keberadaan kata kunci memungkinkan pembaca mendapatkan artikel akademis dengan cepat. Kata kunci juga memberikan informasi yang berharga bagi peneliti yang berniat untuk mencari artikel yang berkaitan dengan bidang tertentu, atau melakukan survei yang terkait dengan topik tertentu. Oleh karena itu dalam jurnal akademik, disediakan pedoman untuk membantu penulis memilih kata kunci yang tepat. Kata kunci adalah sarana penting untuk menangkap informasi paling signifikan dalam dokumen teks. Kata kunci digunakan dalam pencarian informasi, ringkasan teks, serta streaming media sosial. Twiter menawarkan Application Programming Interface (API) untuk streaming tweet. API mendukung banyak kemungkinan dalam menyaring tweet berdasarkan beberapa titik akhir streaming, seperti bahasa, lokasi, pengguna dan kata kunci (Wang., Zhang & Klabjan, 2022). Kata kunci dapat terdiri atas lebih dari satu kata, serta bisa juga merupakan sinonim dari suatu kata, akronim, singkatan, bahasa lain (bahasa latin). Sebagai contoh sinomin adalah handphone, mobile phone, telepon genggam. Contoh bahasa misal beras, rice, oryza sativa L. (Siswadi, 2013) Semakin berkembang suatu subjek bidang ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa masalah yang berkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan tersebut semakin kompleks sehingga perlu dikaji dan diteliti secara mendalam. Cara yang dapat dilakukan untuk menganalisis subyek menggunakan visualisasi dan salah satu caranya adalah dengan melakukan menggunakan analisis bibliometrika Di dalam analisis bibliometrik yang biasanyya diteliti adalah jumlah artikel, penulis, kolaborasi penulis dan kata kunci. (Kharis & Kurniawan, 2016). Untuk mengetahui penelitian terbaru berkenaan dengan kata kunci bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi selama kuru waktu tertentu, maka perlu dicermati ciri-ciri dari jurnal. Jurnal atau majalah ilmiah, merupakan salah satu wadah sekaligus sarana penyebaran informasi ilmiah bagi para penulis, baik itu pustakawan, peneliti, maupun para pegiat Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Jurnal merupakan terbitan berkala yang menurut SNI 19-1950-1990, disebutkan bahwa terbitan berkala didefinisikan sebagai publikasi yang diterbitkan dalam bagian-bagian (nomor) yang berurutan dengan perwajahan dan judul sama, dan terbit menurut jadwal yang sudah ditetapkan untuk waktu yang tidak ditentukan. Terbitan yang termasuk dalam terbitan berkala ialah berita, buletin, majalah, laporan tahunan, dan jurnal (Nashihuddin, & Aulianto, 2019). Pada umumnya jurnal terbit secara rutin, terus menerus serta memuat informasi terbaru di bidangnya. Mengikuti informasi terbaru, baik bagi pustakawan, peneliti, akademisi sebaiknya dilakukan, karena dengan mengikuti perkembangan terbaru, peneliti, pustakawan, dan akademisi, selalu update dengan informasi penelitian terbaru. Jurnal bidang ilmu perpustakaan informasi dan dokumentasi yang terbit di Indonesia diantaranya adalah Media Pustakawan dan Visi Pustaka. Kedua jurnal tersebut merupakan salah satu media yang hasil penelitian terbarunya dapat diikuti. Diharapkan dengan selalu update informasi terbaru, para pustakawan, dan akademisi dapat terinspirasi untuk menghasilkan karya-karya terbaru mereka. (Nashihuddin & Aulianto, 2019). Media Pustakawan dan Visi Pustaka adalah jurnal yang berfokus kepada bidang Perpustakaan dan Ilmu Informasi. Kedua jurnal tersebut merupakan terbitan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Jurnal Media Pustakawan terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, yaitu setiap bulan April, Agustus dan Desember. Media Pustakawan memiliki nomor ISSN daring adalah 2685-3396, dan nomor ISSN tercetak adalah 0852-9248. Media Pustakawan mendapatkan akreditasi SINTA 5 dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi (Perpusnas RI, n.d.-a). Walaupun Visi Pustaka juga diterbitkan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, namun berbeda dengan Media Pustakawan yang sudah terakreditasi Sinta 5, Visi Pustaka belum mendapatkan akreditasi dari Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi. Visi Pustaka terbit dalam dua versi, dalam bentuk daring serta tercetak dengan dua nomor ISSN, yaitu ISSN 2685-7138 (versi daring) dan ISSN 14112256 (versi tercetak), terbit tiga kali dalam setahun (Perpusnas RI, n.d.-b). Alamat situs Media Pustakawan dan Visi Pustaka adalah https://ejournal.perpusnas.go.id. B. PERUMUSAN MASALAH Secara umum permasalahan yang ditemukan adalah belum ada penelitian dengan topik yang membandingkan kata kunci pada jurnal Media Pustakawan, dan Visi Pustaka, periode 2017 – 2021. Permasalahan khusus adalah: 1) Tidak diketahuinya jumlah artikel yang diterbitkan pada Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021; 2) Tidak diketahuinya jumlah penulis yang menerbitkan artikel di Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021; 3) Tiak diketahuinya jumlah jumlah kata kunci yang dimuat dalam Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021; 4) Tidak diketahuinya visualisasi kata kunci pada Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian secara umum adalah untuk membandingkan kata kunci yang ada pada artikel yang dimuat pada Media Pustakawan dan Visi Pustaka. Tujuan khusus penelitian adalah untuk mengetahui : 1) Jumlah artikel yang diterbitkan pada Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021; 2) Jumlah penulis yang menerbitkan artikel di Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021; 3) Jumlah kata kunci yang dimuat dalam Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021; 4) Visualisasi kata kunci pada Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 – 2021. C. TINJAUAN PUSTAKA Beberapa perkembangan penelitian yang berkaitan tentang kata kunci telah dilakukan oleh para peneliti sebagai berikut: Dianalisis peran kata kunci dalam database bibliografi linguistik Slavia dunia iSybislaw. Kata kunci mencerminkan isi dokumen dan pada saat yang sama memungkinkan pengguna untuk menemukan informasi yang relevan pada seluruh susunan dokumen, dan penggunaan deskriptor membuat lebih efisien dalam proses pencarian informasi. Perhatian khusus diberikan pada hubungan semantik antara istilah kata kunci. Masalah sinonim, variabilitas dan ambiguitas istilah linguistik dalam bahasa pencarian informasi dipertimbangkan dan cara-cara pemecahannya ditawarkan. Disampaikan juga pengalaman dalam mengatur terminologi untuk dunia iSybislaw. (Taran, 2022) Kata kunci adalah komponen penting dari proses diseminasi hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh Hazarika, mencoba mengekstraksi kata kunci yang berbeda yang digunakan dalam penelitian Second Language Learning (SLL), dengan menggunakan data Web of Science, dan dilakukan visualisasi data menggunakan VosViewer (Hazarika, 2021). Menurut Lidiawaty et al., (2022) pada saat membaca teks dokumen seperti berita atau artikel, orang cenderung membaca topik informasi terkait. Namun, ketika mereka tidak mengetahui kata kunci yang akan digunakan, maka orang-orang cenderung menyalin seluruh teks. Di samping menambah waktu proses pencarian, juga membuat orang akan mendapatkan topik yang tidak terkait. Oleh karena itu, Lidiawaty, et.al melakukan penelitian untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan membuat aplikasi menggunakan metode text mining. Aplikasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan kata kunci berdasarkan text paragraph yang diinput. Hasil penelitian adalah tiga kata yang dihasilkan oleh sistem dari teks paragraf yang diinput, dan untuk mendapatkan kinerja yang lebih baik sistem aplikasi tersebut perlu ditingkatkan Seiring kemajuan dunia menuju otomatisasi, pencarian manual untuk data dari database besar juga perlu disesuaikan. Teknik pencarian menggunakan kata kunci sangat membantu dalam mengekstraksi data dari database. Ada dua teknik pencarian kata kunci, yaitu teknik tepat dan perkiraan. Gurav & Panandi, (2022) bertujuan untuk membandiknan teknik Metaphone (Pencarian tepat) dan Similar_Text (pencarian perkiraan).Hasil menunjukkan bahwa waktu pencarian untuk Similar_text lebih baik dari teknik Metaphone Wang, Zhang & Klabjan, (2022), mengatakan bahwa jenis dokumen tertentu seperti tweet dapat dikumpulkan dengan menentukan sekumpulan kata kunci. Kata kunci perlu disesuaikan secara dinamis/terus menerus karena topik yang diminati setiap tahun cenderung berubah secara dinamis. Topik masa depan, biasanya meniru topik massa lalu, namun ada tambahan hal-hal baru di dalamnya. Disimpulkan bahwa perkembangan model topik berbasis kata kunci yang secara dinamis memilih subset kata kunci yang akan digunakan untuk mengumpulkan dokumen yang akan digunakan di masa mendatang. Wusu & Lazarus, (2018) melakukan studi bibliometrik dengan tujuan untuk memberikan ikhtisar penelitian ilmu perpustakaan dan informasi periode tahun 1980 sampai dengan 2017. Dianalisis sebanyak 500 artikel yang paling banyak dikutip. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah penulis, institusi penulis, jenis dokumen dan kata kunci pada jumlah kutipan yang diterima, jurnal yang banyak disitir. Hasil analisis menunjukkan bahwa artikel yang banyak dikutip berasal dari Amerika Serikat, Inggris dan Cina. Afrika Selatan dan Nigeria termasuk dia antara 25 negara teratas yang produktif dalam penelitian. Tahun 2016 merupakan tahun paling produktif dalam penelitian LIS, dengan jumlah sitasi sebanyak 51.589. Tiga besar jurnal yang paling banyak disitir adalah Cochrane Database of Systematic Riview, Journal of Documentation, Library Information Science Research. Jenis dokumen yang dipublikasi adalah artikel, makalah prosiding, riview, book riview, editorial, meeting abstract, catatan, bibliographical item. Lima besar institusi yang berkontribusi adalah University of California System, University of Illinois System, Indiana University System, University of London 117 (1.80%), Indiana University Bloomington. Urutan kata kunci yang muncul adalah academic librarian, library and information science, information literacy, bibliometric, education, citation analysis, open acces, library, information science, LIS education, humans, evaluation, user studies, randomized controlled as topic, lbrary, librarianship, information retrieval, information, data mining, collection development, cllasificication Dilakukan studi bibliomterik serta visualisasi terhadap kontribusi yang dibuat oleh penulis dari Iran pada Library Philosophy and practice (LPP) periode 2006 – 2019. Sumber data yang digunakan adalah database Scopus, guna menarik artikel yang diterbitkan oleh penulsi dari Iran. Digunakan perangkat lunak VOSviewer dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari jumlah 139 artikel yang ditulis oleh orang Iran, tahun 2006 merupakan tahun pertama kali penulis dari Iran menerbitkan artikel. Penulis paling aktif di urutan pertama adalah Khasseh A. A. dengan 9 artikel. University of Medical Science dan Payame Noor University menjadi penyumbang artikel terbanyak, masing-masing dengan 20 artikel. Penulis yang paling banyak dikutip adalah Isfandyiari-Moghaddam, A. Dengan jumlah 13 kutipan. Topik paling banyak diteliti adalah Library Information Science, Bibliomtreik, Altmetrik, dan Manajemen perpustakaan dan teknologi. Kata kunci menurut co-ocurence yang muncul terbagi dalam empat kluster, kluster pertama berisikan kata kunci knowledge management, library and information science, libqual, scientometric, science production. Berikutnya pada kluster ke dua diketahui kata kunci advertizing, social media, altmetric, Web 2.0, public libraries. Kluster ketiga terdiri atas kata kunci education, librarian, dan communication. Pada kluster keempat kata kunci yang ada adalah librarian, social networks, information seeking behaviour, dan student (Mokhtari, et.al; 2021) Dilakukan analisis bibliometrik terhadap penelitian bidang ilmu perpustakaan dan informasi di Pakistan periode 1957 – 2018. Digunakan database Scopus, Web of Science, Library and Information Science Abstract (LISA) and Library Science Technology Abstract (LISTA). Sebanyak 1.305 judul artikel diolah/dianalisis menggunakan Microsof Access Database, dilengkapi dengan Microsof Excel, Microsof Access Endnote software. Hasil analisis menunjukkan bahwa tahun 2016 merupakan tahun terproduktif dengan jumlah publikasi 90 judul. Pola kepengarangan menunjukkan bahwa penulis di Pakistan lebih banyak menulis secara individu dengan jumlah publikasi adalah 588 judul, akan tetapi kerjasama penulisan mulai meningkat secara bertahap. Kolaborasi 2 orang penulis pertama kali muncul pada tahun 1997, dan kolaborasi tiga penulis muncul pertama kali pada 1988. Lima besar institusi paling aktif berturut-turut adalah Department of Information Management, University of the Punjab, Department of Library and Information Science, University of Karachi, Department of Library and Information Science, Islamia University of Bahawalpur, Wee Kim Wee School of Communication and Information, Nanyang Technological University, dan Department of Library and Information Science, Kuwait University. Ditemukan 8 penulis yang masing – masing menulis lebih dari 50 judul artikel. Professor Khalid Mahmood merupakan penulis dari Pakistan paling produktif dengan jumlah tulisan 133 judul. Lima jurnal paling produktif berturut – turut adalah Pakistan Library and Information Science Journal (formerly known as Pakistan Library Bulletin), 411 kali terbit; Pakistan Journal of Information Management and Libraries (formerly known as Pakistan Journal of Library and Information Science) 103 kali terbit; Library Philosophy and Practice, 93 kali terbit; Global Knowledge, Memory and Communication (formerly known as Library Review) 60 kali terbit, dan International Information & Library Review (formerly known as International Library Review), terbit sebanyak 51 kali ( Siddique, et. al. 2021)
Method
Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif bertujuan untuk menjelaskan, menyederhakan berbagai kondisi, situasi, atau berbagai variabel yang muncul dalam objek penelitian berdasarkan angka yang digunakan, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data, serta pembahasan terhadap hasil penelitian. Penelitian dilakukan menggunakan metode Bibliometrik yang didefinisikan sebagai penggunaan metode statistik untuk menganalisis data atau mengevaluasi artikel ilmiah yang diterbitkan seperti artikel jurnal peer-review, buku, prosiding konferensi, majalah, ulasan, laporan, dan dokumen terkait. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengakses situs masing-masing dari situs Media Pustakawan, dan Visi Pustaka, yaitu https://ejournal.perpusnas.go.id. Data yang dicatat dan dikumpulkan adalah artikel yang diterbitkan, penulis, dan kata kunci pada ke dua jurnal tersebut dari 2016 – 2017. Berikutnya data yang terkumpul diolah menggunakan Microsof Exel 2010, kemudian disusun dalam bentuk tabel untuk dilakukan pembahasan. Kata kunci yang dikumpulkan adalah kata kunci yang dibuat oleh penulis. Khusus data kata kunci yang terkumpul dilakukan visualisasi menggunakan aplikasi Vosviewer. Vosviewer memiliki karakteristik mampu memetakan analisis bibliometrik, menggunakan visualisasi overlay dan density. Vosviewer juga mampu memetakan subyek/kata kunci (Co-ocurence maps), yang terdiri atas kata kunci yang diambil dari judul dan abstrak. Keterbatasan Vosviewer adalah kemampuan mengolah data dengan skala kecil sampai dengan menengah (Maryono, 2022). Selanjutnya data yang diperoleh diolah, dianalisis kemudian dibandingkan antara Media Pustakawan dengan Visi Pustaka dan akhirnya ditaris kesimpulannya.
Result & Discussion
1. Jumlah artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 -2021 Pada Tabel 1. Jumlah artikel Media Pustakawan yang dihitung selama 5 (lima) tahun periode mulai tahun 2017 -2021 dihasilkan jumlah artikel sebanyak 135 judul artikel dari 18 terbitan. Jumlah terbitan paling banyak terdapat pada jurnal vol. 24 no. 2 dan 3 dan vol. 25 no. 4 tahun 2017 masingmasing terbit sebanyak 9 judul artikel atau 0.067%. Selanjutnya terbitan yang berisi 8 judul artikel atau 0.059% terbit pada vol. 24 no. 1, tahun 2017, vol. 25 no. 3, tahun 2018, vol. 26 no. 1,2 dan 3 tahun 2019. Lainnya terbit dengan jumlah artikel sebanyak 7 judul artikel atau 0.052% dan yang paling sedikit terbit dengan jumlah artikel sebanyak 5 judul artikel atau 0.037% pada terbitan vol. 27 no. 3 tahun 2020. Jumlah penulis Media Pustakawan selama 5 (lima) tahun periode mulai tahun 2017 -2021 dihasilkan penulis sebanyak 204 penulis. Jumlah penulis yang paling banyak terdapat pada terbitan vol. 26. no. 4 tahun 2019 sebanyak 16 penulis atau 0.078%. Selanjutnya jumlah penulis terbanyak terdapat pada terbitan vol. 24 no. 2 tahun 2017 dan terbitan vol. 27 no. 2 tahun 2017 sebanyak 15 penulis atau 0.074%. Sedangkan jumlah penulis paling sedikit terdapat pada terbitan vol. 25 no. 2 tahun 2018 dan vol. 24 no. 4 tahun 2017 sebanyak 8 penulis atau 0.039%. Selanjutnya pada jurnal Visi Pustaka jumlah artikel selama periode 5 (lima) tahun mulai tahun 2017 -2021 dihasilkan jumlah artikel sebanyak 105 judul artikel dari 15 terbitan. Jumlah artikel pada setiap terbitan terbit secara berkala dan teratur dengan jumlah setiap terbitan sama sebanyak 7 judul artikel atau 0.067%. Sedangkan jumlah penulis pada jurnal Visi Pustaka dihitung selama 5 (lima) tahun periode mulai tahun 2017-2021 dihasilkan jumlah penulis sebanyak 158 penulis. 3 Terbitan merupakan jumlah penulis paling banyak terdapat pada terbitan vol. 23, no. 2 tahun 2021 sebanyak 15 penulis atau 0.095%. Kemudian jumlah penulis terbanyak selanjutnya adalah terbitan vol. 23, no. 1 tahun 2021 jumlah penulis sebanyak 14 penulis atau 0.089%. Diikuti terbitan vol. 22 no. 2 tahun 2020 sebanyak 13 penulis atau 0.082%. Sedangkan jumlah penulis paling sedikit terdapat pada vol. 19 no. 1 dan 2 tahun 2017, vol. 20 no. 1 dan 2 tahun 2018 dan vol. 21, no. 1,2, dan 3 tahun 2019 jumlah penulis sebanyak 9 penulis atau 0,057%. 2. Analisis Jumlah artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 -2021 Dari uraian diatas dapat dianalisis bahwa artikel pada Media Pustakawan jumlahnya berfluktuatif pada setiap terbitannya, paling sedikit 7 artikel dan paling banyak berjumlah 9 artikel. Mulai dari terbitan vol 27 no 2, 2020 sampai sekarang, artikel terbit secara teratur sebanyak 7 artikel. Selanjutnya jumlah penulis dalam satu terbitan ditulis oleh paling banyak sebanyak 15 penulis terdapat pada vol. 24 no. 2, 2027 dan vol. 27 no. 2, 2020 dan yang paling sedikit dalam satu terbitan berjumlah 8 penulis terdapat pada vol. 24 no. 4, 2017 dan vol. 25 no. 2, 2018. Visi Pustaka memiliki terbitan secara teratur dengan jumlah terbitan yang tetap sebanyak 7 artikel setiap terbitnya. Jumlah penulis tiap terbitan berbeda-beda setiap terbitnya, paling tinggi sebanyak 15 penulis terdapat pada terbitan vol 23 no. 2, 2021. Sedangkan paling sedikit sebanyak 9 penulis bisa dilihat pada Tabel 1. Jumlah penulis tertinggi ada kesamaan dengan Media Pustakawan sebanyak 15 penulis. Tabel 1. Jumlah artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode 2017 -2021 Sumber : Artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka 3. Jumlah Kemunculan Kata Kunci Penulis Pada Jurnal Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode Tahun 2017 Pada Tabel 2. Jumlah kata kunci pada jurnal Media Pustakawan dari beberapa kata maupun frasa yang sering digunakan sebagai kata kunci, diantaranya adalah yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci librarian, frekuensi sebanyak 13 kali atau 0.32%. Kata kunci selanjutnya adalah layanan referensi, library dan promosi perputakaan, frekuensi kemunculan masing-masing sebanyak 4 kali atau 0.10%. Bibliometrika, kompetensi pustakawan, layanan perpustakaan, dan publikasi frekuensi, kemunculan masing-masing sebanyak 3 kali atau 0.07%. Kata kunci digital native dan literasi informasi, frekuensi kemunculan sebanyak 2 kali atau 0,05%. Kemunculan kata kunci lainnya dominan muncul 1 kali. Jumlah kata kunci pada jurnal Visi Pustaka yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci sliMs dan information and communication technology frekuensi muncul sebanyak 4 kali atau 0.16%. Kata kunci service quality frekuensi muncul sebanyak 3 kali atau 0.12%. Selanjutnya kata kunci thesis of local fruit, promotion, preservation, marketing cycle, library, bibliometrika, dan literasi informasi, frekuensi muncul sebanyak 2 kali atau 0.08%. Kata kunci lainnya baik pada Media Pustakawan maupun Visi Pustaka muncul sebanyak 2 kali. Tabel 2. Kemunculan Kata kunci penulis MEDIA PUSTAKAWAN, VISI PUSTAKA periode 2017 MEDIA PUSTAKAWAN VISI PUSTAKA No Kata kunci Frekuensi % Kata kunci Frekuensi % 1 Librarian 13 0,32 SliMs 4 0,16 2 layanan referensi 4 0,10 Information and Communication Technology 4 0,16 3 library 4 0,10 Service Quality 3 0,12 4 promosi perpustakaan 4 0,10 Thesis of Local Fruit 2 0,08 5 Bibliometrika 3 0,07 Promotion 2 0,08 6 kompetensi pustakawan 3 0,07 Preservation 2 0,08 7 layanan perpustakaan 3 0,07 Marketing Cycle 2 0,08 8 Publikasi 3 0,07 Library. 2 0,08 9 Digital native 2 0,05 bibliometrika 2 0,08 10 Literasi informasi 2 0,05 Literasi informasi 2 0,08 Jumlah 41 100 Jumlah 25 100 Sumber : Artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka 4. Jumlah Kemunculan Kata Kunci Penulis Pada Jurnal Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode Tahun 2018 Pada Tabel 3. Jumlah kata kunci pada jurnal Media Pustakawan dari beberapa kata maupun frasa yang sering digunakan sebagai kata kunci, diantaranya adalah yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci pustakawan, frekuensi muncul sebanyak 8 kali atau 0.20%. Kata kunci perpustakaan, muncul sebanyak 6 kali atau 0.15%. Kata kunci layanan perpustakaan, literasi informasi dan PDDI-LIPI, muncul masing-masing sebanyak 4 kali atau 0.10%. Selanjutnya bibliometrik, Perpusnas RI, perpustakaan khusus, teknologi informasi dan transformasi perpustakaan, muncul masing-masing sebanyak 3 kali atau 0.07% sedangkan kata kunci lainnya rata-rata muncul 1 kali. Jumlah kata kunci pada jurnal Visi Pustaka yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci Achive digitalization, muncul sebanyak 7 kali atau 0.318%. Kata kunci android, muncul sebanyak 4 kali atau 0.182%. Selanjutnya annales Bogorienses, assessment, balances scorecard, bibliometric, dan Competence, muncul masing-masing sebanyak 2 kali atau 0.091%. Selanjutnya CSIS, muncul hanya 1 kali atau 0.045% sedangkan kata kunci lainnya rata-rata muncul 1 kali. Tabel 3. Kemunculan Kata kunci penulis MEDIA PUSTAKAWAN, VISI PUSTAKA Periode 2018 MEDIA PUSTAKAWAN VISI PUSTAKA No Kata kunci Frekuensi % Kata kunci Frekuensi % 1 Pustakawan 8 0,20 Achive Digitization 7 0,3182 2 Perpustakaan 6 0,15 Android 4 0,1818 3 layanan perpustakaan 4 0,10 Annales Bogorienses 2 0,0909 4 literasi informasi 4 0,10 Assesmnet 2 0,0909 5 PDII-LIPI 4 0,10 Balanced scorecard 2 0,0909 6 Bibliometrik 3 0,07 bibliometric 2 0,0909 7 Perpusnas RI 3 0,07 Competence 2 0,0909 8 Perpustakaan Khusus 3 0,07 CSIS 1 0,0455 9 Teknologi Informasi 3 0,07 10 transformasi perpustakaan 3 0,07 Jumlah 41 100 Jumlah 22 100 Sumber : Artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka 5. Jumlah Kemunculan Kata Kunci Penulis Pada Jurnal Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode Tahun 2019 Pada Tabel 4. Jumlah kata kunci pada jurnal Media Pustakawan dari beberapa kata maupun frasa yang sering digunakan sebagai kata kunci, diantaranya adalah yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci layanan informasi, muncul sebanyak 12 kali atau 0.18%. Kata kunci bibliometrika dan pustakawan, masing-masing muncul 10 kali atau 0.15%. Kata kunci Analisis sitasi, muncul 7 kali atau 0.11%. Selanjutnya kata kunci Perpustakaan Perguruan Tinggi, muncul sebanyak 6 kali atau 0.09% dan repositori, muncul sebanyak 5 kali atau 0.08%. Selanjutnya kata kunci literasi informasi, pemustaka, perpustakaan penelitian dan transformasi perpustakaan, muncul masing-masing sebanyak 4 kali atau 0.06%. Sedangkan kata kunci lainnya muncul rata-rata sebanyak 2 kali dan didominasi kata kunci yang muncul sebanyak 1 kali. Jumlah kata kunci pada jurnal Visi Pustaka yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci library muncul sebanyak 5 kali atau 0.18%, Librarian, muncul sebanyak 4 kali atau 0.14%. Selanjutnya analisis sitiran, collaboration, kerelevanan hasil penelusuran, dan keusangan literatur, masing-masing muncul sebanyak 3 kali atau 0.11%. Sedangkan bibliometrics, college library dan Marhaenism, masing-masing muncul sebanyak 2 kali atau 0.07%. Kata kunci Airlangga University dan kata kunci lainnya muncul sebanyak 1 kali. Tabel 4. Kemunculan Kata kunci penulis MEDIA PUSTAKAWAN, VISI PUSTAKA Periode 2019 Sumber : Artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka MEDIA PUSTAKAWAN VISI PUSTAKA No Kata kunci Frekuensi % Kata kunci Frekuensi % 1 layanan informasi 12 0.18 library 5 0.18 6. Jumlah Kemunculan Kata Kunci Penulis Pada Jurnal Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode Tahun 2020 Pada Tabel 5. Jumlah kata kunci pada jurnal Media Pustakawan dari beberapa kata maupun frasa yang sering digunakan sebagai kata kunci, diantaranya adalah yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci bibliomeric, muncul sebanyak 7 kali atau 0.21%. Kata kunci derajat kolaborasi dan pustakawan, masing-masing 4 kali muncul atau 0.12%. Selanjutnya digital library, knowledge repository, komunikasi ilmiah dan library, masing-masing muncul sebanyak 3 kali atau 0.09%. Kata kunci academic library services, information literacy dan kepemimpinan, masing-masing muncul sebanyak 2 kali atau 0.06% dan kata kunci lainnya mendominasi muncul 1 kali. Jumlah kata kunci pada jurnal Visi Pustaka yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci librarian dan library, muncul masing-masing 9 kali atau 0.16%. Kata kunci scientific reference literacy, muncul sebanyak 4 kali atau 0.13%. Selanjutnya digital library, muncul sebanyak 3 kali atau 0.10%. Kata kunci bibliometrik, library services, national scientific repository, research library dan services, masing-masing muncul sebanyak 2 kali atau 0.06%, sedangkan kata kunci lainnya mendominasi muncul sebanyak 1 kali. Tabel 5. Kemunculan Kata kunci penulis MEDIA PUSTAKAWAN, VISI PUSTAKA periode 2020 Sumber : Artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka 7. Jumlah Kemunculan Kata Kunci Penulis Pada Jurnal Media Pustakawan dan Visi Pustaka periode Tahun 2021 Pada Tabel 6. Jumlah kata kunci pada jurnal Media Pustakawan dari beberapa kata maupun frasa yang sering digunakan sebagai kata kunci, diantaranya adalah yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci library facilities, dan libraries, libraria, muncul masingmasing sebanyak 6 kali atau 0.15%. Kata kunci covid-19, muncul sebanyak 5 kali atau 0.12%. Selanjutnya kata kunci information needs, dan college library, masing-masing muncul sebanyak 4 kali atau 0.10%. Kata kunci library services dan digital libraries, masing-masing muncul sebanyak 3 kali atau 0.07%. Social inclusion dan school library magazine, masing-masing muncul sebanyak 2 kali atau 0.05%. Kata kunci lainnya masing-masing mendominasi muncul sebanyak 1 kali. Jumlah kata kunci pada jurnal Visi Pustaka yang di ambil 10 kata kunci urutan teratas dengan rincian kata kunci bibliometrics, muncul sebanyak 11 kali atau 0.28%. Information services, library dan pustakawan, muncul masing-masing 5 kali atau 0.12%. Selanjutnya kata kunci covid-19, muncul sebanyak 1 kali atau 0.10%, digital library, dan open access, masing-masing muncul sebanyak 3 kali atau 0.07%. Kata kunci yang berhubungan dengan google sites, influence dan selfservice, masing-masing muncul 2 kali atau 0.05%, dan kata kunci lainnya mendominasi muncul sebanyak 1 kali. Tabel 6. Kemunculan Kata kunci penulis MEDIA PUSTAKAWAN, VISI PUSTAKA Periode 2021 Sumber : Artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka 8. Analisis Kata Kunci Pada Media Pustakawan dan Visi Pustaka Jumlah kata kunci yang berbeda pada Media Pustakawan tertinggi sebanyak 101 kata kunci (0,27% dari 370) terdapat pada tahun 2018, sedangkan kemunculan kata kunci tertinggi sebanyak 170 kata kunci (0,28% dari 607) ada pada terbitan tahun 2019. Selanjutnya diambil 10 kata kunci tertinggi setiap tahunnya pada masing-masing jurnal, dihasilkan frase atau kata kunci yang sering digunakan pada pada Media Pustakawan kemunculannya sebanyak 222 kali dari 31 kata kunci yang berbeda diantaranya adalah pustakawan/ librarian, muncul sebanyak 41 kali (0.18%). Bibliometrika, muncul sebanyak 23 kali (0.10%), dan perpustakaan/ library, muncul sebanyak 19 kali (0.09%). Frase atau kata kunci yang sering digunakan pada Visi Pustaka kemunculannya sebanyak 148 kali dari 37 kata kunci yang berbeda dihasilkan diantaranya adalah perpustakaan/library, muncul sebanyak 21 kali (0,14%). Bibliometrika muncul sebanyak 19 kali (0,13%), dan pustakawan/librarian, muncul sebanyak 14 kali (0,09%). Jumlah kemunculan kata kunci yang berbeda pada Visi Pustaka selama 5 periode mulai 20172021 sebanyak 292 dari jumlah kemunculan kata kunci yang ada sebanyak 395 (gbr.1a) sedangkan kata kunci pada Media Pustakawan lebih banyak dibandingkan dengan kata kunci yang ada pada Visi Pustaka dengan kata kunci yang berbeda sebanyak 370 dari jumlah kemunculan kata kunci yang ada sebanyak 607 (gbr.1b). Jumlah kata kunci yang berbeda pada Visi Pustaka tertinggi sebanyak 65 kata kunci (0,22% dari 292) terdapat pada tahun 2019, sedangkan kemunculan kata kunci tertinggi sebanyak 93 kata kunci (0,24% dari 395) ada pada terbitan tahun 2021. Kedua jurnal baik Visi Pustaka maupun Media Pustakawan memiliki kesamaan frase atau kata kunci yang digunakan. Hasil penelitian Kharis, FA & Kurniawan, AT. (2016) Jumlah artikel majalah Visi Pustaka tahun 2000-2004 adalah 40 dokumen atau 17,54% dari total sampel yang dianalisis. Jumlah kata kunci yang terdapat dalam 40 artikel tersebut adalah 138 kata kunci, terdapat 77 kata kunci yang berbeda. Kata kunci yang sering digunakan diantaranya adalah “perpustakaan/ library” sebanyak 16 judul artikel (11,59% dari 138), “Informasi/ Information” sebanyak 11 judul artikel (7,97% dari 138) frasa lain yang memiliki frekuensi kemunculan cukup tinggi dalam majalah Visi Pustaka tahun 2000-2004 adalah “winisis/ software Automation (Winisis)” sebanyak 5 kali (3,62%) (Kharis & Kurniawan, 2016). Gambar 1a. Kata Kunci Pada Media Pustakawan Gambar 1b. Kata Kunci Pada Visi Pustaka Sumber : Artikel Media Pustakawan dan Visi Pustaka 9. Visualisasi Kemunculan Kata Kunci Judul dan Abstrak Pada Media Pustakawan Menggunakan Vosviewer Pada Gambar 1. Pencarian Kata kunci dengan memilih tipe data istilah melalui co-occurance berdasarkan judul dan abstrak artikel. Jumlah minimun occurence diambil 2 kata, menghasilkan 54 kata yang mendekati dari 868 kata. Kata yang relevan dari 54 kata dikalkulasi kemudian diambil kata yang paling mendekati sebanyak 60% sebanyak 50 kata. Hasil seleksi istilah yang telah diverifikasi kemudian diseleksi kembali dengan membuang kata-kata yang tidak relevan. Dihasilkan sebanyak 6 kluster, 28 item yaitu : a) Kluster 1 berwarna merah memiliki 7 item: kebutuhan, layanan, pemustaka, penelitian, pustakawan, studi kasus dan teknologi b) Kluster 2 berwarna hijau tua memiliki 7 item: covid, librarian, library, pandemic, service, study dan user c) Kluster 3 berwarna biru tua memiliki 5 item: informasi, pengguna, perguruan tinggi, perkembangan teknologi, perpustakaan perguruan tinggi, d) Kluster 4 berwarna kuning memiliki 5 item: information, jurnal berdasarkan standar, research, science, dan technology index e) Kluster 5 berwarna violet memiliki 2 item: Indonesia, dan Perpustakaan Nasional f) Kluster 6 berwarna biru muda memiliki 2 item: kecemasan pemustaka dan perpustakaan Kata kunci paling dominan membahas mengenai perpustakaan menghubungkan dengan kata kunci Indonesia, pustakawan dan pemustaka. Selanjutnya kata kunci yang paling sedikit membahas mengenai kecemasan pemustaka, pandemic, kebutuhan dan pengguna atau user. Kata kunci ini dapat digunakan untuk topik penelitian selanjutnya sebagai kebaharuan dalam penelitian bidang perpustakaan. Gambar 1. Network Visualisasi Kata Kunci Media Pustakawan Menggunakan Vosviewer Pada gambar 2. Visualisasi kata kunci berdasarkan tahun penerbitan yaitu artikel yang berhubungan dengan Kluster 1 dan kluster 6 banyak diterbitkan pada tahun 2018 sedangkan artikel tentang kecemasan pemustaka pada cluster 6 ditulis pada tahun 2019. Selanjutnya kata kunci study yang berhubungan dengan library, pandemic, service dan user ditulis pada tahun 2021. Kata kunci Indonesia yang menghubungkan dengan kata kunci pada cluster 4 seperti research, information, science, technology index dan jurnal berdasarkan standar banyak diterbitkan pada tahun 2019 dan 2020. Gambar 2. Overlay Visualisasi kata kunci Media Pustakawan menggunakan Vosviewer Pada Gambar 3. Semakin berwarna menyala terang pada gambar maka menandakan bahwa kata kunci tersebut semakin sering dilakukan dan sering muncul pada penelitian. Kata kunci perpustakaan, pustakawan, pemustaka dan Indonesia merupakan kata kunci yang sering muncul dalam artikel. Sedangkan yang berwarna gelap menandakan bahwa kata kunci tersebut belum banyak dibahas dalam penelitian sehingga dapat digunakan sebagai peluang dalam penulisan berikutnya sebagai kebaharuan dalam penulisan. Gambar 3. Density Visualisasi kata kunci Media Pustakawan menggunakan Vosviewer 10. Visualisasi Kemunculan Kata Kunci Judul dan Abstrak Pada Visi Pustaka Menggunakan Vosviewer Pada Gambar 4. Pencarian Kata kunci dengan memilih tipe data istilah melalui co-occurance berdasarkan judul dan abstrak artikel. Jumlah minimun occurence diambil 2 kata, menghasilkan 91 kata yang mendekati dari 904 kata. Kata yang relevan dari 81 kata dikalkulasi kemudian diambil kata yang paling mendekati sebanyak 60% sebanyak 85 kata. Hasil seleksi istilah yang telah diferifikasi kemudian diseleksi kembali dengan membuang kata-kata yang tidak relevan. Dihasilkan sebanyak 7 kluster, 49 item yaitu : a) Kluster 1 berwarna merah memiliki 9 item: concept, development, digital era, digitalization, evidence, information provider, information technology, library collection dan technology. b) Kluster 2 berwarna hijau tua memiliki 8 item: challenge, communication, data, documentation, influence, leader, management dan productivity. c) Kluster 3 berwarna biru tua memiliki 8 item: analysis, education, evaluation, facility, implementation, important role, perpustakaan dan program. d) Kluster 4 berwarna kuning memiliki 8 item: existence, Indonesia, information service, national library, perception, quality, researcher, dan visitor. e) Kluster 5 berwarna ungu memiliki 7 item: digital library, industrial revolution, information, person, role, service, tantangan bagi pustakawan. f) Kluster 6 berwarna biru muda memiliki 7 item: community, fungtion, innovation, knowledge, library service, dan user. g) Kluster 7 berwarna orange memiliki 3 item: government, publication dan university Kata kunci yang berhubungan dengan Indonesia banyak mendominasi kata kunci yang muncul dan berhubungan dengan kata kunci ke-7 cluster tersebut dengan memiliki 14 link, total link strength sebanyak 29 dan 20 occurences. Selanjutnya kata kunci yang banyak muncul dan berhubungan dengan kata kunci lainnya adalah perpustakaan cluster 3 memiliki 21 link, total link strength sebanyak 24 dan 11 occurences terhadap cluster 1,2,4,5,6 dan 7. Kata kunci information pada cluster 1 lebih banyak muncul dan saling berhubungan terhadap cluster 1,2,3,6 dan 4 memiliki 19 link dengan total link strength sebanyak 24 dan 9 occurences. Kata kunci yang masih sedikit kemunculannya dan hubungan dengan kata kunci lainnya adalah analisis terhadap digitalization, innovation, digital era, library collection dan digital library. Kata kunci yang masih sedikit kemunculannya tersebut dapat dijadikan penulisan berikutnya sebagai kebaharuan dalam penelitian. Gambar 4. Network Visualisasi kata kunci Visi Pustaka menggunakan Vosviewer Pada gambar 5. Visualisasi kata kunci berdasarkan tahun penerbitan yaitu artikel yang berhubungan dengan Kluster 3 dan kluster 4 yang menggunakan kata kunci Indonesia dan perpustakaan banyak diterbitkan pada tahun 2018 sedangkan artikel tentang program, role, industrial revolution, information provider, community dan user banyak diterbitkan pada tahun 2019. Selanjutnya yang berhubungan dengan kata kunci information technology, challenge dan quality diterbitkan pada tahun 2018. Gambar 5. Overlay Visualisasi kata kunci Visi Pustaka menggunakan Vosviewer Pada Gambar 6. Bulatan semakin berwarna menyala terang pada gambar maka menandakan bahwa kata kunci tersebut semakin sering muncul dan dilakukan penelitian. Kata kunci Indonesia, perpustakaan, development dan information merupakan kata kunci yang sering muncul dalam artikel yang dihubungkan dengan kata kunci lainnya. Sedangkan yang berwarna semakin gelap menandakan bahwa kata kunci tersebut belum banyak dibahas dalam penelitian sehingga dapat digunakan sebagai peluang dalam penulisan berikutnya sebagai kebaharuan dalam penulisan. Gambar 6. Density Visualisasi kata kunci Visi Pustaka menggunakan Vosviewer
Conclusion
Media Pustakawan memiliki artikel 135 judul, dari 18 terbitan dengan jumlah penulis sebanyak 204 penulis dan terbitan lebih banyak dibandingkan dengan jurnal Visi Pustaka sebanyak 105 artikel, dari 15 terbitan dengan jumlah penulis sebanyak 158 penulis. Jurnal Visi Pustaka terbit 7 artikel secara berkala dan teratur sedangkan Media Pustakwan terbit paling banyak 9 artikel mulai vol 27, no 2, 2020 terbit secara teratur sebanyak 7 artikel setiap terbit. Jumlah kemunculan kata kunci yang berbeda pada Visi Pustaka selama 5 periode mulai 2017-2021 sebanyak 292 dari jumlah kemunculan kata kunci yang ada sebanyak 395, sedangkan kata kunci pada Media Pustakawan lebih banyak dibandingkan dengan kata kunci yang ada pada Visi Pustaka dengan kata kunci yang berbeda sebanyak 370 dari jumlah kemunculan kata kunci yang ada sebanyak 607. Kedua jurnal baik Visi Pustaka maupun Media Pustakawan memiliki kesamaan frase atau kata kunci yang digunakan diantaranya Pustakawan/ Librarian, Bibliometrika dan Perpustakaan/ Library. Visualisasi kemunculan kata kunci judul dan abstrak menggunakan Vosviewer pada jurnal Media Pustakawan menghasilkan sebanyak 6 kluster, 28 item. Selanjutnya pada jurnal Visi Pustaka menghasilkan 7 kluster, 49 item. Secara visualisasi kedua jurnal memiliki topik yang dominan dengan kata kunci yang sama membahas mengenai perpustakaan, Indonesia, pustakawan, pemustaka dan informasi serta menghubungkannya dengan kata kunci pada cluster lainnya. Topik tersebut pada Media Pustakawan ditemukan pada terbitan tahun 2018-2021 sedangkan pada Visi Pustaka ditemukan pada terbitan tahun 2018-2019. Selanjutnya kata kunci pada Media Pustakawan yang paling sedikit membahas mengenai kecemasan pemustaka, pandemic, kebutuhan dan pengguna atau user. Sedangkan pada Visi Pustakawan adalah analisis terhadap digitalization, innovation, digital era, library collection dan digital library. Kata kunci tersebut dapat digunakan untuk topik penelitian selanjutnya sebagai kebaharuan dalam penelitian bidang perpustakaan.