Kembali
16
1
2022 Informatio: Journal of Library and Information Science Vol 2 · 1 ISSN 2775-0043

Penelitian penerapan SLiMS dalam pengolahan perpustakaan pada database Google Scholar: sebuah narrative literature review

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Katalog elektronik telah membawa perubahan dalam pola pengatalogan di perpustakaan. Adanya katalog dengan basis SLiMS menjadi pilihan katalog elektronik yang mudah digunakan di perpustakaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penelitian penerapan SLiMS dalam pengolahan perpustakaan pada database Google Scholar yang menganalisis pada tema/topik penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian yang digunakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui narrative literature review pada delapan rujukan yang terindeks database Google Scholar dengan rentang terbit dari 2017 hingga 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian penerapan aplikasi SLiMS dalam pengolahan perpustakaan pada database Google Scholar merupakan penelitian yang banyak diteliti di berbagai perpustakaan. Sesuai tema/topik penelitian, SLiMS diteliti dari bidang perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan umum/kota. Adapun analisis metode penelitian, SLiMS banyak diteliti menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Delapan rujukan yang dianalisis memiliki hasil penelitian yang menunjukkan bahwa SLiMS memberikan kemudahan dan manfaat dalam keberlangsungan kegiatan pengolahan koleksi di perpustakaan. Katalog elektronik SLiMS telah membantu pustakawan dalam pengolahan koleksi dan pengembangan kinerja pustakawan.

Abstract

Electronic catalogs have brought about a change in cataloging patterns in libraries. The existence of a catalog based on SLiMS is a choice of electronic catalogs that are easy to uses in libraries. This study aims to determine the research on the application of SLiMS in library processing on the Google Scholar database which analyzes the themes/topics, research methods, and research results used. The research method uses an qualitative approach through a narrative literature review on eight references indexed by the Google Scholar database with a range of publications from 2017 to 2022. The results shows that research on the application of SLiMS in a library processing on the Google Scholar database is a research that is mostly carried out in various libraries. According to the research theme/topic, the SLiMS studied were from the field of university libraries and public/city libraries. As for the research analysis method, SLiMS has been widely studied using qualitative and quantitative methods. The eight references analyzed have research results showing that SLiMS provides convenience and benefits in the continuity of collection processing activities in the library. The SLiMS electronic catalog has helped librarians in collection processing and librarian development.
Keywords: SLiMS · Database Google Scholar · Pustakawan

Introduction

Perpustakaan merupakan lembaga yang dinamis sesuai dengan perkembangan zaman, hal tersebut senada dengan teori five new laws yang menyatakan identitas perpustakaan sebagai a growing organism. Aksesibilitas informasi menjadi fokus pada hal ini. Perpustakaan perlu untuk berevolusi dari sisi layanan maupun koleksi karena masyarakat semakin familiar terhadap penggunaan teknologi informasi dan menuntut layanan yang efisien, simpel, dan aktif atau disebut dengan golongan digital natives. Pola kerja perpustakaan pun telah berubah karena adanya perangkat teknologi informasi yang berdampak pada keberagaman jenis sumber informasi dan media yang dapat memenuhi kebutuhan para pemustaka (Fahrizandi, 2020). Ragam teknologi pun bersentuhan dengan aktivitas kerja perpustakaan, baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) yang didapatkan melalui otomasi perpustakaan dengan software system yang dikembangkan sendiri seperti INLIS Lite dan Senayan Library Management System (SLiMS) (Wasitarini, 2019). SLiMS merupakan salah satu perangkat lunak yang membantu dalam pengelolaan kerja perpustakaan yang awalnya konvensional, sehingga membantu pemustaka dalam melakukan penelusuran informasi yang dibutuhkan. Perangkat lunak ini dapat digunakan secara gratis atau free open source software dan sudah terbukti membantu pustakawan dalam memberikan pelayanan peminjaman dan pengembalian buku (Wintolo & Farhati, 2020). Dengan basis kerja sebagai website yang diimplementasikan dalam sistem otomasi perpustakaan, aplikasi ini diciptakan menggunakan gabungan dengan beberapa perangkat lunak berbasis open source seperti Apache sebagai web server, HTML (Hypertext Markup Language) bahasa standar yang digunakan oleh browser untuk menentukan informasi halaman web, PHP (Personal Home Pages) bahasa skrip yang disisipkan dalam HTML dan digunakan sebagai pemrograman web dan MySQL. Perangkat lunak ini dirilis pada tahun 2007 dengan berbekal kelebihan di mana aplikasi yang berlisensi dan memenuhi standar pengelolaan koleksi di perpustakaan dengan dukungan komunitas SLiMS. Eksistensi SLiMS terus meningkat tidak lepas dari adanya komunitas SLiMS yang dibentuk para pengembang awal bernama SLiMS Developer Community (SDC) pada 2008 (Destrianto & Heriyanto, 2020). Adapun secara teknis perangkat ini memiliki kelebihan dalam mendukung sistem barcode, memenuhi kebutuhan katalogisasi dari berbagai jenis general material designation, menampilkan konten digital seperti ragam bentuk elektronik, mudah dalam instalasi, pencarian tingkat lanjut, copy cataloging menggunakan peer to peer, hak akses yang berhak hanya diberikan kepada staf pengelola, mendukung penerapan library 2.0, mampu melakukan pemesanan secara daring, mendukung OAI PMH, mendukung impor data MARC, terintegrasi sosial media, katalog induk yang digunakan ialah UCS (Union Catalogue Server) dan masih banyak lagi (Azwar, 2013). Sebagai dampak bentuk nyata akan aktivitas SLiMS bagi kemudahan informasi pemustaka, dapat dirasakan pada sumber informasi digital yang ada di perpustakaan, yaitu Online Public Acces Catalog (OPAC). OPAC sendiri merupakan bentuk katalog yang terpasang dengan akses informasi biografi terkait koleksi yang terdapat di perpustakaan maupun dalam jaringan informasi yang digunakan oleh pemustaka yang ingin mengakses informasi katalog dari sebuah buku yang berbentuk format elektronik atau digital. Pemustaka dapat melakukan sistem temu kembali informasi sekaligus dapat mengunduh dokumen yang tersedia di internet. Online database merupakan basis data secara daring yang menerapkan sumber informasi berformat elektronik berisikan beragam macam bentuk informasi seperti ejournals, ebooks, articles, proceeding, abstrak, gambar, audio dan publikasi lainnya yang dapat ditemukan dari laman situs atau suatu pangkalan data elektronik. Katalogisasi merupakan kegiatan kerja yang terdapat pada sistem perpustakaan secara makro dalam proses sistem kerja perpustakaan termasuk ke dalam kegiatan pengorganisasian informasi. Katalogisasi adalah kegiatan yang mendeskripsikan sebuah buku atau informasi dengan sistem tertentu dengan tujuan untuk memudahkan pemakainya dalam mengakses informasi. Katalogisasi ada sebagai bentuk aktivitas oleh pustakawan dalam melakukan pemeriksaan koleksi perpustakaan yang akan diadakan di perpustakaan melalui analisis sumber informasi berdasarkan karakteristiknya yang tepat dan akurat. Pengembangan katalog perpustakaan dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi, dengan munculnya katalog digital, akan membuat aksesibilitas informasi oleh pemustaka melalui internet semakin meluas, tidak terbatas pada ruang maupun waktu. Penelitian ini dibangun dengan berlandaskan teori yang dibangun oleh Federasi Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan Internasional (IFLA) terkait seperangkat aturan mengenai deskripsi bibliografi sebagai standar yang dapat dibaca manusia terutama untuk digunakan dalam bibliografi atau katalog perpustakaan. International Standard Bibliographic Description (ISBD) adalah prinsip standar dalam mempromosikan bibliografi kontrol secara universal, hal tersebut dibuat agar memiliki standar yang tepat dan dapat digunakan secara universal dengan data bibliografi dasar yang terpublikasi di berbagai negara. Lebih lanjut, dari awal, tujuan utama dari ISBD sendiri, yakni untuk menyediakan konsistensi saat berbagi data bibliografi, menentukan elemen data yang akan direkam atau ditranskripsikan dalam urutan spesifik sebagai basis dari deskripsi suatu material dikatalogkan (IFLA, 2011). Pada penelitian sebelumnya dengan tulisan artikel berjudul "Membangun Sistem Otomasi Perpustakaan Dengan Senayan Library Management System" dinyatakan jika penerapan sistem teknologi informasi di perpustakaan seperti perangkat lunak dan perangkat keras yang memberikan dampak manajemen operasional perpustakaan menjadi lebih baik, sebuah sistem otomasi perpustakaan merupakan alternatif yang mempermudah kegiatan bagi para pustakawan dalam mengolah sumber informasi di dalam kegiatan operasional perpustakaan, software otomasi dapat berfungsi melakukan pekerjaan operasional yang bersifat rutin, keanggotaan Online Public Access Catalog (OPAC), dan pekerjaan lain yang melingkupi operasional perpustakaan (Azwar, 2013). Berbeda dengan penelitian tersebut, tulisan ini dibangun dengan menyempitkan fokus pada perpustakaan dalam ranah akses informasi secara digital. Adapun penelitian lainnya, yakni dengan judul, "Penerapan Aplikasi SLiMS dalam Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan." Dengan diperoleh hasil jika penerapan SLiMS pada perpustakaan merupakan suatu bentuk dari perkembangan teknologi informasi saat ini dengan memiliki banyak dampak positif, termasuk dalam pengolahan bahan pustaka seperti pada perihal mempermudah pekerjaan pustakawan, meningkatkan kinerja perpustakaan, meningkatkan performa dan produktivitas kerja pustakawan, dan memudahkan sistem temu kembali informasi (Kesuma et al., 2021). Penelitian ini dibangun tanpa adanya metode penelitian yang jelas serta fokus pembahasan yang jelas. Berbeda dengan penelitian tersebut, peneliti menggambarkan lingkup pembahasan yang jelas serta adanya penjabaran metode penelitian yang jelas dengan fokus pada penerapan SLiMS di perpustakaan pada database Google Scholar. Menarik dari latar belakang diatas, tulisan ini dibangun untuk mengetahui bagaimana penerapan SLiMS di perpustakaan pada database Google Scholar menggunakan studi narrative literature review. Google Scholar atau Google Cendekia dalam Bahasa Indonesia merupakan suatu layanan yang memungkinkan bagi pengguna dalam melakukan pencarian ragam informasi, khususnya informasi ilmiah terkait pelajaran berupa teks dalam ragam format publikasi melalui analisis tema/topik penelitian, metode penelitian, dan penelitian pada penelitian penerapan SLiMS di perpustakaan.

Method

Peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui narrative literature review. Ford (2020) mengatakan bahwa narrative literature review adalah jenis penelitian kualitatif yang berfokus menceritakan kehidupan manusia, melalui pengalaman, wawancara, fotografi, biografi, dan metode narrative pengalaman manusia lainnya. Selain itu, narrative literature review merupakan jenis penelitian yang meninjau publikasi dalam menunjang kajian Library and Information Science (LIS). Penelitian ini menganalisis tulisan yang berkaitan dengan penerapan aplikasi SLiMS dalam pengolahan perpustakaan berbentuk jurnal. Adapun publikasi jurnal yang diteliti dicari pada Mei – Juni 2022 pada database Google Scholar. Jurnal yang dicari memiliki rentang waktu terbit 2017 hingga 2022. Strategi pencarian kata menggunakan kata kunci SLiMS (contohnya, "penerapan SLiMS" dan "pengolahan perpustakaan menggunakan SLiMS"). Teknik pengumpulan data menggunakan analisis delapan jurnal dari berbagai terbitan jurnal. Berdasarkan delapan jurnal tersebut, peneliti melakukan dua fase teknik pengumpulan data, antara lain penyaringan judul hingga abstrak dan menghapus publikasi yang tidak relevan dan membaca teks secara lengkap dari identifikasi studi yang memenuhi kriteria kelayakan (Frandsen, Sørensen, & Anne, 2021). Setelah itu, peneliti mengkonfirmasi delapan jurnal yang digunakan untuk mencari data secara lengkap, seperti nama penulis, tahun terbit, edisi dan nomor halaman, dan jenis jurnalnya dengan memasukkan datanya pada Mendeley Reference Desktop. Peneliti kemudian melakukan teknik analisis data dari delapan jurnal sesuai tema/topik penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian. Peneliti melakukan ekstraksi data dengan memasukkan data sesuai kategori di atas berbentuk tabel.

Result & Discussion

Katalog elektronik sangat membantu kegiatan pengolahan perpustakaan. Senayan Library Management System (SLiMS) merupakan salah satu bentuk katalog elektronik yang banyak digunakan perpustakaan. Sesuai dengan pendapat Pamungkas (2018), SLiMS merupakan perangkat lunak yang memiliki kualitas kategori sangat baik menggunakan ISO 9126 dalam aspek functionality (fungsionalitas), reliability (kehandalan), usability (kebergunaan), efficiency (efisiensi), maintainability (pemeliharaan), dan portability (portabilitas). SLiMS telah membantu perpustakaan, mulai dari input data, pencarian sampai transaksi peminjaman dan pengembalian koleksi pustaka. Berdasarkan hal ini, penelitian penerapan SLiMS dalam pengolahan perpustakaan menarik untuk diteliti, untuk melihat keragaman topik di setiap jenis perpustakaan. Untuk itu, peneliti mengambil delapan penelitian berupa jurnal dalam database Google Scholar. Delapan penelitian ini mengenai penerapan SLiMS dalam pengolahan perpustakaan. Peneliti kemudian kategorikan sesuai tema/topik penelitian, pertanyaan penelitian, metode penelitian, hasil, dan pembahasan penelitian. Berdasarkan tabel di atas, rujukan yang dianalisis memiliki ragam tema/topik penelitian, antara lain tema penerapan SLiMS di perpustakaan perguruan tinggi, penerapan SLiMS di perpustakaan umum/kota, dan analisis pengaruh penerapan SLiMS terhadap kinerja pustakawan. Perpustakaan perguruan tinggi menjadi pengguna yang banyak mengaplikasikan SLiMS. Aplikasi ini memberikan kemudahan dalam proses instalasi, memudahkan proses pengolahan koleksi (klasifikasi, katalogisasi, labeling, barcode, kartu anggota), dan kerja sama bibliografis antar perpustakaan. Perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan umum/kota mendapatkan fail SLiMS pada website resmi SLiMS di https://slims.web.id/web/. Perpustakaan dapat mengambil fail SLiMS sesuai jenis SLiMS yang disesuaikan kebutuhan perpustakaan. Adapun SLiMS sendiri telah memiliki berbagai versi, SLiMS versi 3.14 Seulanga, SLiMS versi 3.15 Matoa, SLiMS versi 5 Meranti, SLiMS versi 7 Cendana, SLiMS versi 8 Akasia, dan SLiMS versi 9 Bulian (Senayan Developer Community, 2022). Perpustakaan perguruan tinggi dan umum/kota melalui SLiMS dapat menjalin kerjasama bibliografi sesama perpustakaan. Data bibliografi yang sama dan sudah terdata di SLiMS perpustakaan lain, dapat disimpan datanya oleh perpustakaan perguruan tinggi. Hal ini mengefektifkan pekerjaan pustakawan dalam pengolahan koleksi. Selain itu, SLiMS pun menyimpan data anggota perpustakaan secara lengkap yang disertai foto dan memudahkan pencetakan kartu anggota. Perpustakaan tidak lagi merancang kartu anggota karena desain kartu anggota perpustakaan sudah tersedia di SLiMS, khususnya SLiMS versi 9 Bulian. Pustakawan setelah menggunakan SLiMS dalam pengolahan koleksi dapat menguras waktu pembuatan katalog, pelabelan, dan pencetakan barcode. Pustakawan dapat mencetak kartu katalog sendiri dengan format yang sudah tersedia di SLiMS. Berdasarkan hal ini, SLiMS membantu kinerja pustakawan meningkat. Pustakawan menjadi produktif melakukan pekerjaan pokok perpustakaan dan mengembangkan kompetensi diri. Sesuai tema/topik penelitian dari delapan rujukan yang dianalisis, metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan kualitatif yang sebagian besar digunakan adalah deskripsi. Rujukan yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif hanya menggambarkan penerapan SLiMS di perpustakaan yang diteliti. Adapun rujukan Saputra, Santoso, & Syawaludin (2020) menggunakan kualitatif melalui Technology Acceptance Model (TAM) yang menganalisis SLiMS sesuai variabel kebermanfaatan, kemudahan penggunaan, sikap, intensitas perilaku penggunaan, dan penerimaan. Rujukan Simatupang & Nafisah (2020) pun menggunakan kualitatif melalui pendekatan penelitian lapangan dengan analisis Data Flow Diagram (DFD) terhadap sistem SLiMS. Selain itu, rujukan Gunaidi (2017) meneliti SLiMS menggunakan metode penelitian kuantitatif untuk melihat pengaruh SLiMS terhadap kinerja pustakawan. Metode penelitian kuantitatif digunakan untuk mengukur kinerja pustakawan setelah menggunakan SLiMS dalam pengolahan koleksi di perpustakaan. Pustakawan menggunakan SLiMS versi 5 Meranti dalam mengolah koleksi. SLiMS versi ini dapat digunakan dalam sistem Linux dan Windows dan perangkat komputer dengan spesifikasi yang berbeda. Pustakawan pun mudah mengunduh dan instal SLiMS versi 5 Meranti kepada komputer di perpustakaan. Selain itu, SLiMS sudah memenuhi kebutuhan pustakawan dalam kegiatan pengolahan koleksi dan penyediaan dan penyimpanan data/informasi di SLiMS. Apalagi, SLiMS versi ini mudah sekali dioperasikan pustakawan dan memudahkan pembuatan laporan dari hasil pembuatan katalog. Berdasarkan ragam metode penelitian yang dilakukan delapan rujukan di atas, metode penelitian kualitatif digunakan untuk menceritakan fitur yang dimiliki SLiMS dan proses penggunaan oleh pustakawan di perpustakaan. Kualitatif membantu para peneliti dari rujukan ini menguraikan proses kerja SLiMS di perpustakaan. Adapun pendekatan kuantitatif adalah mengukur hasil kerja pustakawan dalam menggunakan SLiMS. Kuantitatif dapat mengukur, pengetahuan, sikap, dan perasaan pustakawan setelah menggunakan SLiMS. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian yang meneliti SLiMS untuk menganalisis proses penggunaan dan pengaruh atau efek dari penggunaan SLiMS, bahkan perilaku pengguna dalam menggunakan SLiMS. Penelitian SLiMS dari metode penelitian yang digunakan memengaruhi hasil penelitian. Sesuai tabel 3, Saputra, Santoso, & Syawaludin (2020) memiliki hasil penelitian yang menyatakan bahwa Software SLiMS dapat diterima dengan baik oleh pengguna perpustakaan Politeknik Negeri Sriwijaya dari hasil evaluasi kebermanfaatan, kemudahan penggunaan, sikap, intensitas penggunaan, intensitas perilaku, penggunaan secara aktual, dan penerimaan dengan nilai yang tinggi. Rujukan Ridwan, Sudarsana, & Rahmatulloh (2021) pun dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa pustakawan telah memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam pengoperasian SLiMS dalam kegiatan sirkulasi. Begitu pun rujukan Musa, Golung, & Rogi (2020), SLiMS sesuai aspek kemanfaatan, telah mempercepat pelaksanaan pekerjaan karena melalui aplikasi SLiMS dapat menghilangkan pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya mengulang. SLiMS meningkatkan performa, meningkatkan prestasi, dan meningkatkan hasil kerja. SLiMS telah meningkatkan produktivitas, pengolahan bahan pustaka melalui penerapan aplikasi SLiMS 2 kali lipat dibandingkan jumlah hasil kerja sebelum penerapan SLiMS. Pustakawan pun memiliki kemudahan dalam pengoperasian SLiMS. Rujukan Simatupang & Nafisah (2020) memiliki hasil penelitian bahwa analisis SLiMS dalam analisis diagram konteks, segala aliran data yang ada pada pendaftaran anggota baru, pengembalian, peminjaman, keterlambatan semuanya terpusat kepada sistem informasi yang disimpan dalam database pada sistem informasi perpustakaan yang diterapkan. Ketika kepala perpustakaan ingin melihat laporan kegiatan yang terjadi di perpustakaan tidak harus melihat ke setiap bagian-bagian melainkan dengan database yang terpusat di sistem informasi perpustakaan, yaitu kepala perpustakaan cukup sekali akses dan otomatis data akan langsung ditampilkan pada SLiMS. Diagram nol adalah semua aliran data dari, keanggotaan, penelusuran informasi menggunakan OPAC, bibliografi, sirkulasi, dan pelaporan semuanya yang dialirkan ke dalam SLiMS. Rujukan Gunaidi (2017) sesuai hasil penelitiannya menunjukkan bahwa SLiMS memiliki ukuran keberhasilan pada nilai ideal sebesar 70%. SLiMS Meranti dapat berjalan di sistem operasi Linux maupun Windows. Menu SLiMS Meranti memenuhi kebutuhan petugas perpustakaan. Kecepatan dan keakuratan penelusuran data/informasi. SLiMS Meranti memudahkan pengoperasian dan memudahkan pembuatan laporan. Pustakawan masih memiliki kelemahan dalam pemahaman SLiMS Meranti dan fasilitas komputer belum mencukupi kebutuhan pemustaka. Rujukan Cahyani, Rukmana, & Rohman (2022) dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa SLiMS pernah digunakan di Diskarpus Kota Banjar. Seiring imbauan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) untuk mengganti sistem otomasi perpustakaan bernama INLIS Lite, maka Diskarpus Kota Banjar mulai berpindah katalog elektronik dari SLiMS ke INLIS Lite. Diskarpus Kota Banjar perlu melakukan transfer data ke dalam INLIS Lite, agar penggunaannya lebih maksimal dan tidak berceceran. Fitur SLiMS yang telah diterapkan pada sistem otomasi Diskarpus Kota Banjar terdiri dari fitur Home, Online Public Access Catalog (OPAC), Bibliografi, Sirkulasi, Master File, Inventarisasi, Sistem, Pelaporan, Kendali Terbitan Berseri, dan Modul Presensi. Adapun INLIS Lite memiliki fitur Akuisisi, Katalogisasi, Manajemen Keanggotaan (Sumber Daya Manusia) (SDM), Fasilitas. Terakhir rujukan Ganda, Londa, & Putri (2018), yang menceritakan bahwa SLiMS digunakan Perpustakaan Unika De La Salle Manado pada 2012. SLiMS diterapkan di perpustakaan sesuai masukan pengguna yang masih mengalami kesulitan menggunakan sistem manual. Analisis sistem SLiMS menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). SLiMS telah memudahkan pengguna dalam pencarian koleksi dan memberikan manfaat dalam meningkatkan produktivitas kerja. Teori TAM digunakan saat menganalisis hasil penggunaan SLiMS yang dilakukan pustakawan. Berdasarkan analisis tema/topik penelitian, metode penelitian, dan hasil penelitian dari delapan rujukan di atas, memperlihatkan bahwa SLiMS sebagai katalog elektronik yang banyak digunakan di semua jenis perpustakaan dan memiliki kemudahan dari fitur dan penggunaannya oleh pustakawan. Penelitian SLiMS dapat diteliti menggunakan ragam metode penelitian, kualitatif, kuantitatif, atau mix methods dengan subjek penelitian pada aplikasi SLiMS sendiri, pengguna, atau pustakawan di perpustakaan. Hal ini menandakan bahwa penelitian SLiMS dapat terus dikembangkan seiring bertambahnya versi SLiMS. Adapun hasil penelitian delapan rujukan ini, memiliki hasil yang beragam sesuai metode penelitian dan teori yang digunakan. Semua hasil penelitian pada delapan rujukan menyatakan bahwa SLiMS mudah diterapkan di perpustakaan dan telah meningkatkan kinerja pustakawan. Pustakawan sebagai aktor pengoperasian SLiMS telah memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik. Hal ini tidak terlepas dari fitur yang terdapat dalam SLiMS sesuai deskripsi bibliografis dalam pengatalogan.

Conclusion

Penelitian penerapan aplikasi SLiMS dalam pengolahan perpustakaan pada database Google Scholar merupakan penelitian yang banyak diteliti di beragam perpustakaan. Sesuai tema/topik penelitian, SLiMS diteliti dari bidang perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan umum/kota. Adapun analisis metode penelitian, SLiMS banyak diteliti menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Delapan rujukan yang dianalisis memiliki hasil penelitian yang menunjukkan bahwa SLiMS memberikan kemudahan dan manfaat dalam keberlangsungan kegiatan pengolahan koleksi di perpustakaan. Berdasarkan hal ini, penelitian SLiMS dapat dikembangkan lebih lanjut dengan meneliti penelitian SLiMS pada database nasional dan internasional menggunakan systematic literature review dengan jumlah penelitian yang banyak untuk melihat tren penelitian SLiMS sekarang ini.