Kembali
16
1
2023 Visi Pustaka: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 25 · 1 ISSN 2685-7138

SEBUAH NARRATIVE LITERATURE REVIEW DALAM PENELITIAN PENGEMBANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH PADA GOOGLE SCHOLAR

Universitas Padjadjaran

Abstrak

Pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah penting karena perpustakaan dituntut untuk memiliki koleksi sebagai sumber informasi yang mutakhir. Penelitian pengembangan koleksi banyak ditemui pada Google Schoolar.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penelitian pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah pada Google Scholar menggunakan narrative literature review. Adapun Metode Yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literatur (literature review) berjenis narrative review. Dimana peneliti menganalisis beberapa penelitian tepatnya tujuh rujukan yang sesuai dengan objek yang diteliti pada database Google Scholar dengan rentang terbit dari 2016 hingga 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian terkait pengembangan koleksi pada database GoogleScholar merupakan penelitian yang banyak diteliti di perpustakaan sekolah. Mulai dari perpustakaan sekolah pada umumnya hingga perpustakaan sekolah yang berkebutuhan khusus. Adapun analisis penelitian ketujuh rujukan tersebut yaitu memiliki kesamaan dalam hal metode penelitian. Hasil penelitian ketujuh rujukan menunjukkan bahwa pengembangan koleksi berperan penting dalam menunjang proses belajar mengajar peserta didik. Pengembangan koleksi membawa pengaruh baik dalam mendukung tercapainya tujuan sekolah dalam hal pendidikan. Melalui pengembangankoleksi, perpustakaan sekolah mengetahui koleksi yang dibutuhkan dan diperlukan oleh penggunanya sehingga koleksi yang tersimpan merupakan sumber informasi mutakhir.

Abstract

Collection development in school libraries is important because libraries are required to have collections as sources of up-to-date information. Collection development research can be found in Google Scholar. The aim of this research is to find out what research is on collection development in school librariesonGoogle Scholar using narrative literature reviews. The method used in this study is a literature(literature review) of the narrative review type. Where researchers analysed several studies, to beexact, seven references that match the objects studied in the Google Scholar database with publications ranging from 2016 to 2020. The results show that research related to collection development intheGoogle Scholar database is research that has been extensively researched in school libraries. Starting from the school library in general to the school library with special needs. The research analysis of the seven referrals is that they have similarities in terms of research methods. The results of the research on the seven references show that collection development plays an important role in supporting and learning process of students. Developing collections has a good influence in supporting the achievement of school goals in terms of education. Through collection development, the school library knows the collections needed and needed by its users so that the collections storedarethelatest source of information.
Keywords: Pengembangan Koleksi · Perpustakaan Sekolah · Google Scholar

Introduction

Pengembangan koleksi merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan perpustakaan. Apapun jenis perpustakaan, penyediaan koleksi di perpustakaan memegang peranan penting dalam menjalankan peran dan fungsi didirikannya perpustakaan sebagai sebuah lembaga informasi. Pengembangan koleksi terlihat sangat menarik untuk diteliti karena sejumlah alasan. Pertama, informasi terus mengalami perkembangan yang mana pada perpustakaan, informasi dapat ditemukan dari koleksi-koleksi yang tersedia. Selanjutnya, tujuan pemustaka pergi atau datang ke perpustakaan adalah untuk mencari informasi baik itu memperkaya pengetahuan, pengembangan diri, referensi pengerjaan tugas atau pun lainnya. Maka perpustakaan hendaknya dapat menyediakan koleksi yang beragam dan terbaru sesuai kebutuhan pemustaka. Pada dunia pendidikan, keberadaan perpustakaan ikut membantu terselenggaranya pendidikan yang bermutu. Sebagaimana perpustakaan sekolah yang harapannya dapat mendukung proses belajar mengajar warga sekolah. Menurut Ardyawin (2018) perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku sementara buku dekat dengan kegiatan belajar, maka perpustakaan pun sangat dekat dengan kegiatan belajar. Perpustakaan sekolah juga dituntut untuk memiliki koleksi yang mampu memenuhi kebutuhan siswa, melalui koleksi yang up to date, terus bertambah dan dapat memperkaya wawasan serta menambah ilmu pengetahuan siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan peneliti untuk melihat bagaimana kondisi pengembangan koleksi yang ada di perpustakaan sekolah melalui penelitian- penelitian yang sudah ada. Penelitian yang dimaksud ialah hasil penelitian yang telah dipublikasikan sehingga dapat diketahui oleh banyak orang. Penelitian ini juga dibangun dengan berlandaskan pada teori Evans (2005) terkait proses pengembangan koleksi. Adanya pelaksanaan pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah berarti sekolah tersebut selangkah lebih maju dalam mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan sekolah. Penelitian mengenai pengembangan koleksi telah banyak diteliti beberapa peneliti. Pertama, penelitian Yulinar (2019) menyimpulkan bahwa maksud diadakan pengembangan koleksi adalah untuk membina sebaik-baiknya koleksi sesuai dengan yang akan dilayani. Pengembangan koleksi tidak hanya mencakup kegiatan pengadaan bahan pustaka, tetapi juga menyangkut masalah perumusan kebijakan dalam memilih dan menentukan koleksi mana yang akan diadakan serta metode apayangakan diterapkan. Kedua, penelitian Pratiwi (2018) menyimpulkan bahwa kegiatan seleksi bahanpustaka sebagai bagian pengembangankoleksi penting dilakukan di perpustakaan. Pandangan Tradisional yang telah dilakukan di Perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan 1 Pacitan menjadi prinsip utama untuk mengedepankan kualitas bahan pustaka serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengguna. Kedua penelitian di atas memiliki kesamaan dalam hal topik yang diteliti yaitu pentingnya melakukan pengembangan koleksi di perpustakaan. Namun dari kedua penelitian tersebut juga memiliki perbedaan dalam hal metode yang digunakan. Pada penelitian pertama, peneliti menggunakan metode studi pustaka. Penelitian yang dilakukan hanya untuk memperluas pengetahuan mengenai pengembangan koleksi. Sedangkan penelitian kedua, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Peneliti menggambarkan keadaan suatu objek dengan rinci dan sistematis. Perbedaan penelitian ini dengan kedua penelitian sebelumnya terdapat pada metode yang digunakan. Penelitian Ini menggunakan metode studi literatur berjenis narrative review. Peneliti menganalisis beberapa penelitian yang telah ada untuk dianalisis. Pada Penelitian ini, peneliti lebih fokus kepada bagaimana penelitian pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah menggunakan narrative literature review melalui analisis topik. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui; 1) topik penelitian pengembangan koleksi di perpustakaan; 2) metode penelitian yang digunakan; 3) hasil penelitian pengembangankoleksi di perpustakaan. KAJIAN PUSTAKA Pada teori Evans kegiatan pengembangankoleksi terdiri dari enam tahapan yakni 1) analisispengguna/ masyarakat, tahap ini menekankan pada pemahaman kebutuhan dan perilaku masyarakat terhadap informasi. 2) Perumusan Kebijakan koleksi, sebuah kebijakan yang menyangkut hal-hal yang bersifat umum seperti perencanaan pengembangan koleksi, jenis koleksi yang dikembangkan, prioritas jenis koleksi, anggaran dana yang diajukan, anggota tim yang terlibat dll. 3) Proses seleksi yaitu mengidentifikasi bahan pustaka yang akan ditambahkan. Proses penting dalam menentukan mutu perpustakaan yang ada. 4) Tahap pengadaan bahan pustaka, tahap ini memiliki cakupan yang luas. Bukan sekedar pembelian tapi sebuah proses pembelian, pengadaan hingga proses administrasi. 5) Tahap penyiangan, proses mengeluarkan koleksi dari rak dan menilai kembali apakah masih sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan. 6) Tahap evaluasi, kegiatan menilai koleksi perpustakaan baik dari segi ketersediaan maupun manfaatnya. Terdapat dua teknik yang dapat digunakan pada tahap evaluasi. Teknik pertama berfokus pada koleksi yang dimiliki. Evaluasi ini memeriksa isi dan karakteristik dari pustaka yang ada untuk menentukan jumlah, umur koleksi, cakupan, dan kedalaman substansinya yang dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan. Teknik kedua berfokus pada pengguna, evaluasi mengenai analisis cara pengguna dalam memanfaatkan koleksi yang ada. (Evans & Saponaro, 2005) Menurut Natapraja Z. R., Sinaga, D., dan Yanto, A. (2020) pengembangan koleksi merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan yang ada di perpustakaan. Pengembangan koleksi meliputi semua kegiatan untuk memperluas koleksi yang ada di perpustakaan, terutama yang berkaitan dengan seleksi dan evaluasi. Pengembangan koleksi merupakan awal dari pembinaan koleksi perpustakaan agar koleksi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan jumlah koleksi yang ada di perpustakaan selalu terpenuhi. Menurut Winoto, Y., Sinaga, D., dan Rohanda. (2018) tujuan pengembangan koleksi antara lain menambah jumlah koleksi, memperoleh koleksi yang ditulis oleh pengarang yang populer di kalangan pembaca, memenuhi kewajiban perpustakaan untuk pencapaian tujuan lembaga, menambah nilai koleksi melalui pengadaan bahan pustaka yang aktual dan bahan pustaka dasar dalam suatu subjek yang penting, memperoleh koleksi atau buku referensi yang mampu mensuplay informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, melengkapi informasi dalam subjek yang masih kurang atau belum ada sama sekali atau belum mencukupi kebutuhan pemakai. Pada intinya pengembangan koleksi ini bertujuan untuk membangun koleksi perpustakaan baik kuantitas maupun kualitas, sekaligus memperhatikan kebutuhan, minat, dan selera masyarakat pengguna perpustakaan. Pengembangan koleksi di perpustakaan didasari asas-asas antara lain: a. Relevansi artinya koleksi yang tersedia harus sesuai dengan kebutuhan pemustaka; b. Berorientasi Kepadakebutuhan pengguna artinya pengembangankoleksi ditujukan untuk memenuhi kebutuhanpemustaka; c. Kelengkapan koleksi berarti koleksi yang tersedia tidak hanya terdiri dari buku saja, melainkan juga dilengkapi dengan ketersediaan koleksi non book seperti majalah, jurnal, prosiding dan lainnya; d. Koleksi hendaknya mencerminkan kemutakhiran artinya Perpustakaan harus mengadakan dan memperbaiki koleksi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini; e. Koleksi merupakan hasil kerja sama berbagai pihak seperti pustakawan, peneliti, professor, tenaga ahli dan lainnya. (Wince, 2017). Menurut Alam (2016) Perpustakaan sekolah adalah suatu unit kerja yang mengoleksi bahan pustaka yang berisi berbagai sumber informasi yang seperti buku ilmu pengetahuan dan lainnya sebagai sumber belajar warga sekolah. Pengertian tersebut juga dinyatakan oleh Mansyur (2015) bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang terintegrasi dengan sekolah dan dikuasai sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama membantu sekolah mencapai tujuan pendidikan khusus dan umum sekolah. Penyelenggaraan Perpustakaan sekolah merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Perpustakaan sekolah dinilai bermanfaat apabila dapat memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tingginya prestasi siswa, tetapi juga dalam hal lain, antara lain kemampuan siswa dalam mencari, menemukan, menyaring dan menilai informasi, siswa terbiasa belajar mandiri, siswa terlatih dalam hal tanggung jawab, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya. Perpustakaan dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah jika perpustakaan terorganisasi dengan baik dan sistematis. Bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan harus dapat mendukung proses belajar, artinya koleksi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan warga sekolah. Menurut Nugrahini (2016) pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah tidak hanya mencakup kegiatan pengadaan koleksi saja, tetapi juga menyangkut masalah perumusan kebijakan dalam memilih dan menentukan jenis bahan pustaka mana yang akan diadakan serta metode apa yang akan diterapkan. Perpustakaan Pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah ini melibatkan beberapa pihak sekolah seperti pustakawan, kepala sekolah, guru dan lainnya. Dengan demikian, diperlukan koordinasi yang baik antar pihak yang terlibat.

Method

Pengembangan koleksi merupakan salah satu kegiatan yang harus dilakukan perpustakaan. Apapun jenis perpustakaan, penyediaan koleksi di perpustakaan memegang peranan penting dalam menjalankan peran dan fungsi didirikannya perpustakaan sebagai sebuah lembaga informasi. Pengembangan koleksi terlihat sangat menarik untuk diteliti karena sejumlah alasan. Pertama, informasi terus mengalami perkembangan yang mana pada perpustakaan, informasi dapat ditemukan dari koleksi-koleksi yang tersedia. Selanjutnya, tujuan pemustaka pergi atau datang ke perpustakaan adalah untuk mencari informasi baik itu memperkaya pengetahuan, pengembangan diri, referensi pengerjaan tugas atau pun lainnya. Maka perpustakaan hendaknya dapat menyediakan koleksi yang beragam dan terbaru sesuai kebutuhan pemustaka. Pada dunia pendidikan, keberadaan perpustakaan ikut membantu terselenggaranya pendidikan yang bermutu. Sebagaimana perpustakaan sekolah yang harapannya dapat mendukung proses belajar mengajar warga sekolah. Menurut Ardyawin (2018) perpustakaan selalu dikaitkan dengan buku sementara buku dekat dengan kegiatan belajar, maka perpustakaan pun sangat dekat dengan kegiatan belajar. Perpustakaan sekolah juga dituntut untuk memiliki koleksi yang mampu memenuhi kebutuhan siswa, melalui koleksi yang up to date, terus bertambah dan dapat memperkaya wawasan serta menambah ilmu pengetahuan siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keinginan peneliti untuk melihat bagaimana kondisi pengembangan koleksi yang ada di perpustakaan sekolah melalui penelitian- penelitian yang sudah ada. Penelitian yang dimaksud ialah hasil penelitian yang telah dipublikasikan sehingga dapat diketahui oleh banyak orang. Penelitian ini juga dibangun dengan berlandaskan pada teori Evans (2005) terkait proses pengembangan koleksi. Adanya pelaksanaan pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah berarti sekolah tersebut selangkah lebih maju dalam mendukung terlaksananya dan tercapainya tujuan sekolah. Penelitian mengenai pengembangan koleksi telah banyak diteliti beberapa peneliti. Pertama, penelitian Yulinar (2019) menyimpulkan bahwa maksud diadakan pengembangan koleksi adalah untuk membina sebaik-baiknya koleksi sesuai dengan yang akan dilayani. Pengembangan koleksi tidak hanya mencakup kegiatan pengadaan bahan pustaka, tetapi juga menyangkut masalah perumusan kebijakan dalam memilih dan menentukan koleksi mana yang akan diadakan serta metode apayangakan diterapkan. Kedua, penelitian Pratiwi (2018) menyimpulkan bahwa kegiatan seleksi bahanpustaka sebagai bagian pengembangankoleksi penting dilakukan di perpustakaan. Pandangan Tradisional yang telah dilakukan di Perpustakaan Sekolah Menengah Kejuruan 1 Pacitan menjadi prinsip utama untuk mengedepankan kualitas bahan pustaka serta dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengguna. Kedua penelitian di atas memiliki kesamaan dalam hal topik yang diteliti yaitu pentingnya melakukan pengembangan koleksi di perpustakaan. Namun dari kedua penelitian tersebut juga memiliki perbedaan dalam hal metode yang digunakan. Pada penelitian pertama, peneliti menggunakan metode studi pustaka. Penelitian yang dilakukan hanya untuk memperluas pengetahuan mengenai pengembangan koleksi. Sedangkan penelitian kedua, peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif . Peneliti menggambarkan keadaan suatu objek dengan rinci dan sistematis. Perbedaan penelitian ini dengan kedua penelitian sebelumnya terdapat pada metode yang digunakan. Penelitian Ini menggunakan metode studi literatur berjenis narrative review. Peneliti menganalisis beberapa penelitian yang telah ada untuk dianalisis. Pada Penelitian ini, peneliti lebih fokus kepada bagaimana penelitian pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah menggunakan narrative literature review melalui analisis topik. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui; 1) topik penelitian pengembangan koleksi di perpustakaan; 2) metode penelitian yang digunakan; 3) hasil penelitian pengembangankoleksi di perpustakaan. KAJIAN PUSTAKA Pada teori Evans kegiatan pengembangankoleksi terdiri dari enam tahapan yakni 1) analisispengguna/ masyarakat, tahap ini menekankan pada pemahaman kebutuhan dan perilaku masyarakat terhadap informasi. 2) Perumusan Kebijakan koleksi, sebuah kebijakan yang menyangkut hal-hal yang bersifat umum seperti perencanaan pengembangan koleksi, jenis koleksi yang dikembangkan, prioritas jenis koleksi, anggaran dana yang diajukan, anggota tim yang terlibat dll. 3) Proses seleksi yaitu mengidentifikasi bahan pustaka yang akan ditambahkan. Proses penting dalam menentukan mutu perpustakaan yang ada. 4) Tahap pengadaan bahan pustaka, tahap ini memiliki cakupan yang luas. Bukan sekedar pembelian tapi sebuah proses pembelian, pengadaan hingga proses administrasi. 5) Tahap penyiangan, proses mengeluarkan koleksi dari rak dan menilai kembali apakah masih sesuai dengan kebutuhan pengguna perpustakaan. 6) Tahap evaluasi, kegiatan menilai koleksi perpustakaan baik dari segi ketersediaan maupun manfaatnya. Terdapat dua teknik yang dapat digunakan pada tahap evaluasi. Teknik pertama berfokus pada koleksi yang dimiliki. Evaluasi ini memeriksa isi dan karakteristik dari pustaka yang ada untuk menentukan jumlah, umur koleksi, cakupan, dan kedalaman substansinya yang dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan. Teknik kedua berfokus pada pengguna, evaluasi mengenai analisis cara pengguna dalam memanfaatkan koleksi yang ada. (Evans & Saponaro, 2005) Menurut Natapraja Z. R., Sinaga, D., dan Yanto, A. (2020) pengembangan koleksi merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan yang ada di perpustakaan. Pengembangan koleksi meliputi semua kegiatan untuk memperluas koleksi yang ada di perpustakaan, terutama yang berkaitan dengan seleksi dan evaluasi. Pengembangan koleksi merupakan awal dari pembinaan koleksi perpustakaan agar koleksi sesuai dengan kebutuhan pengguna dan jumlah koleksi yang ada di perpustakaan selalu terpenuhi. Menurut Winoto, Y., Sinaga, D., dan Rohanda. (2018) tujuan pengembangan koleksi antara lain menambah jumlah koleksi, memperoleh koleksi yang ditulis oleh pengarang yang populer di kalangan pembaca, memenuhi kewajiban perpustakaan untuk pencapaian tujuan lembaga, menambah nilai koleksi melalui pengadaan bahan pustaka yang aktual dan bahan pustaka dasar dalam suatu subjek yang penting, memperoleh koleksi atau buku referensi yang mampu mensuplay informasi yang dibutuhkan oleh pengguna, melengkapi informasi dalam subjek yang masih kurang atau belum ada sama sekali atau belum mencukupi kebutuhan pemakai. Pada intinya pengembangan koleksi ini bertujuan untuk membangun koleksi perpustakaan baik kuantitas maupun kualitas, sekaligus memperhatikan kebutuhan, minat, dan selera masyarakat pengguna perpustakaan. Pengembangan koleksi di perpustakaan didasari asas-asas antara lain: a. Relevansi artinya koleksi yang tersedia harus sesuai dengan kebutuhan pemustaka; b. Berorientasi Kepadakebutuhan pengguna artinya pengembangankoleksi ditujukan untuk memenuhi kebutuhanpemustaka; c. Kelengkapan koleksi berarti koleksi yang tersedia tidak hanya terdiri dari buku saja, melainkan juga dilengkapi dengan ketersediaan koleksi non book seperti majalah, jurnal, prosiding dan lainnya; d. Koleksi hendaknya mencerminkan kemutakhiran artinya Perpustakaan harus mengadakan dan memperbaiki koleksi sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini; e. Koleksi merupakan hasil kerja sama berbagai pihak seperti pustakawan, peneliti, professor, tenaga ahli dan lainnya. (Wince, 2017). Menurut Alam (2016) Perpustakaan sekolah adalah suatu unit kerja yang mengoleksi bahan pustaka yang berisi berbagai sumber informasi yang seperti buku ilmu pengetahuan dan lainnya sebagai sumber belajar warga sekolah. Pengertian tersebut juga dinyatakan oleh Mansyur (2015) bahwa perpustakaan sekolah adalah perpustakaan yang terintegrasi dengan sekolah dan dikuasai sepenuhnya oleh sekolah yang bersangkutan, dengan tujuan utama membantu sekolah mencapai tujuan pendidikan khusus dan umum sekolah. Penyelenggaraan Perpustakaan sekolah merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Perpustakaan sekolah dinilai bermanfaat apabila dapat memperlancar pencapaian tujuan proses belajar mengajar di sekolah. Indikasi manfaat tersebut tidak hanya berupa tingginya prestasi siswa, tetapi juga dalam hal lain, antara lain kemampuan siswa dalam mencari, menemukan, menyaring dan menilai informasi, siswa terbiasa belajar mandiri, siswa terlatih dalam hal tanggung jawab, selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, dan sebagainya. Perpustakaan dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah jika perpustakaan terorganisasi dengan baik dan sistematis. Bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan harus dapat mendukung proses belajar, artinya koleksi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan warga sekolah. Menurut Nugrahini (2016) pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah tidak hanya mencakup kegiatan pengadaan koleksi saja, tetapi juga menyangkut masalah perumusan kebijakan dalam memilih dan menentukan jenis bahan pustaka mana yang akan diadakan serta metode apa yang akan diterapkan. Perpustakaan Pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah ini melibatkan beberapa pihak sekolah seperti pustakawan, kepala sekolah, guru dan lainnya. Dengan demikian, diperlukan koordinasi yang baik antar pihak yang terlibat.

Result & Discussion

Perpustakaan sekolah adalah suatu unit kerja yang berada di lingkungan sekolah untuk mengelola bahan pustaka (koleksi) guna mendukung proses belajar mengajar peserta didik. Penyediaan koleksi tentu perlu memperhatikan kondisi dan situasi sekitar. Baik perkembangan ilmu pengetahuannya ataupun pemustaka sendiri. Pengembangan koleksi terdiri dari beberapa tahapan seperti yang telah dikemukakan dalam teori Evans. Berdasarkan hal diatas, peneliti tertarik untuk meneliti penelitian terkait proses atau kegiatan pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah, untuk melihat topik-topik yang diteliti. Peneliti mengambil tujuh rujukan dari database Google Scholar untuk diteliti. Tujuh Rujukan ini mengenai pengembangan koleksi yang ada di perpustakaan sekolah. Peneliti membagi dalam beberapa kategori yaitu sesuai topik penelitian, pertanyaan penelitian, metode penelitian, hasil dan pembahasan penelitian. Tabel 2. Topik Penelitian dan Pertanyaan Penelitian No Penulis Topik Penelitian Pertanyaan Penelitian 1 Fatwa (2020) Analisis proses pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah Proses pengembangan koleksi yang dilaksanakan di Perpustakaan SMPIT Bina Anak Sholeh (BIAS) 2 Hikmat (2019) Analisis proses pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah Proses pengembangan koleksi yang dilaksanakan di SMP 22 Kota Jambi 3 Fadilla (2019) Analisis proses pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah Proses pengembangan koleksi yang dilaksanakan di perpustakaan Sekolah Luar Biasa C. Dharma Rena Ring I Putra Yogyakarta 4 Nurnina, Mulyasana, & Hanafiah (2019) Pengaruh pengembangan koleksi terhadap pemustaka di perpustakaan sekolah Pengaruh pengembangan koleksi terhadap pemustaka di perpustakaan SMP Umi Kulsum 5 Husen (2019) Analisis proses pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah Proses pengembangan koleksi dalam memenuhi kebutuhan bahan bacaan siswa di perpustakaan SMP Guppi Samata6 Saputra (2016) Analisis pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah Proses pengembangan koleksi yang dilaksanakan di perpustakaan SMAN 1 Plosoklaten 7 Aswar (2016) Analisis sistem pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah Sistem pengembangan koleksi yang dilaksanakan di perpustakaan SMP Negeri 20 Bulukumba Sumber: Hasil penelitian (2022) Berdasarkan tabel 2, ketujuh rujukan tersebut memiliki beberapa topik.Pertama, topik penelitiannya adalah proses pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah. Rujukan dengan topik penelitian ini menggali tentang tahapan kegiatan yang dilakukan perpustakaan sekolah dalam pengembangan koleksi. Kedua, pengaruh pengembangan koleksi terhadap pemustaka di perpustakaan sekolah. Keberhasilan kegiatan pengembangan koleksi dapat dilihat dari seberapa pengaruh ketersediaan koleksi bagi pemustaka. Ketiga, sistem pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah. Hal ini berkaitan dengan kebijakan untuk melakukan pengembangan koleksi perpustakaan.Topik mengenai proses pengembangan koleksi lebih banyak digunakan daripada topik lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah telah melaksanakan kegiatan pengembangan koleksi. Pengembangan koleksi menjadi salah satu kegiatan penting yang perlu dilakukan oleh semua jenis perpustakaan termasuk perpustakaan sekolah. Koleksi perpustakaan sekolah tidak lain ditujukan untuk menunjang proses belajar mengajar peserta didik. Untuk itu, Koleksi yang tersedia harus sesuai dengan kebutuhan pemustaka yaitu guru dan siswa. Dengan demikian, perpustakaan sekolah perlu melakukan pengembangan koleksi secara berkala. Upaya perpustakaan sekolah dalam melakukan pengadaan koleksi yaitu dengan melakukan pembelian, sumbangan, hibah dan menjalin kerja sama dengan perpustakaan sejenis atau tidak sejenis lainnya. Beragam koleksi yang dimiliki dapat berpengaruh terhadap minat pemustaka untuk datang ke perpustakaan. Adanya pemanfaatan koleksi oleh pemustaka menandakan adanya keselarasan antara koleksi yang tersedia dengan kebutuhan pemustaka. Dengan ini, pengembangan koleksi perpustakaan sekolah dibutuhkan untuk menghindari ketidaksesuaian koleksi dengan kurikulum yang berlaku. Pihak yang terlibat dalam kegiatan pengembangan koleksi tidak hanya dari pengelola perpustakaan, melainkan juga melibatkan pihak lain seperti kepala sekolah, bendahara sekolah hingga siswa. Pelaksanaan pengembangan koleksi tentu membutuhkan dana khususnya dalam pengadaan koleksi. Perpustakaan yang mengalami kendala akan dana maka perpustakaan perlu melakukan strategi lain seperti kerja sama dengan perpustakaan lain. Sesuai dengan teori evans yang menyatakan bahwa perpustakaan perlu membuat atau merumuskan sebuah kebijakan yang menyangkut perencanaan pengembangan koleksi, jenis koleksi yang dikembangkan, prioritas jenis koleksi, anggaran dana yang diajukan, anggota tim yang terlibat. Kebijakan dibuat sebagai acuan perpustakaan dalam melakukan kegiatan pengembangan koleksi. Metode yang digunakan oleh ketujuh rujukan tersebut, adalah penelitian kualitatif. Sebagian besar rujukan menggunakan pendekatan deskriptif. Penggunaan pendekatan kualitatif deskriptif menggambarkan keinginan peneliti terhadap pengembangan koleksi yang ada di perpustakaan sekolah yang diteliti. Tabel 3. Metode Penelitian No Penulis Metode Penelitian 1 Fatwa (2020) Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif 2 Hikmat (2019) Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif 3 Fadilla (2019) Metode penelitian kualitatif 4 Nurnina, Mulyasana, & Hanafiah (2019) Metode penelitian kualitatif deskriptif 5 Husen (2019) Metode penelitian kualitatif deskriptif 6 Saputra (2016) Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif 7 Aswar (2016) Metode penelitian kualitatif deskriptif Sumber: Hasil Penelitian (2022) Berdasarkan metode yang digunakan ketujuh rujukan di atas, metode penelitian kualitatif digunakan untuk menjelaskan proses atau tahapan dalam pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah. Metode penelitian kualitatif membantu para peneliti untuk mengetahui proses pengembangan koleksi lebih dalam. Peneliti pun mendapatkan informasi terkait kendala-kendala yang ditemui dalampengembangan koleksi. Pendekatan kualitatif digunakan peneliti untuk meneliti pengembangankoleksi dari segi proses atau tahapankegiatannya, pengaruh terhadap pemustaka, dan sistem pengembangan koleksi di perpustakaan sekolah. Ketiga, peneliti menganalisis mengenai hasil penelitian ketujuh rujukan. Beragam Topik Yang Ada tentu memiliki hasil penelitian yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian pengembangan koleksi berpengaruh pada hasil penelitian. Pada tabel 4 menunjukkan bahwa penelitian Fatwa (2020) memiliki hasil penelitian yang menyatakan bahwa proses pengembangan koleksi di Perpustakaan SMPIT Bina Anak Sholeh (BIAS) sudah sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Evans. Penelitian yang dilakukan juga menghasilkan informasi terkait kendala yang ditemui ketika proses pengembangan koleksi itu berlangsung. Tabel 4. Analisis Hasil Penelitian No Penulis Hasil Penelitian 1 Fatwa (2020) Proses pengembangan koleksi sudah sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Evans, meski pada praktiknya pustakawan masih menemui dan menghadapi kendala baik dari faktor internal maupun eksternal perpustakaan 2 Hikmat (2019) Analisis pengembangan koleksi di perpustakaan SMP 22 Kota Jambi telah sesuai dengan teori Edward G. Evans 3 Fadilla (2019) Proses pengembangan koleksi yang dilakukan perpustakaan Sekolah Luar Biasa C. Dharma Rena Ring I Putra Yogyakarta sudah berjalan dengan baik 4 Nurnina, Mulyasana, & Hanafiah (2019) Pelaksanaan pengembangan koleksi di Perpustakaan SMP Umi Kulsum berpengaruh pada minat baca pemustaka 5 Husen (2019) Proses pengembangan koleksi yang dilakukan perpustakaan SMP Guppi Samata terdiri dari beberapa tahapan dan sesuai dengan teori Edward G. Evans 6 Saputra (2016) Proses pengembangan koleksi yang dilakukan oleh pihak SMAN 1 Plosoklaten sudah cukup baik 7 Aswar (2016) Perpustakaan SMP Negeri 20 Bulukumba belum menetapkan kebijakan pengembangan secara khusus melainkan mengacu pada bahan pustaka yang dikoleksi sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan sesuai dengan kurikulum yang berlaku Sumber: Hasil Penelitian (2022) Sama halnya rujukan sebelumnya, rujukan Hikmat (2019) juga menghasilkan penelitian yang menyatakan bahwa proses pengembangankoleksi di Perpustakaan SMP 22 Kota Jambi telah sesuai dengan teori Evans. Rujukan Fadilla(2019) dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa pengembangan koleksi di Perpustakaan Sekolah Luar Biasa C. Dharma RenaRingI Putra Yogyakarta berjalan dengan cukup baik. Proses pengembangan koleksi yang dilakukan telah sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Evans. Adapun yang perlu diperhatikan kembali dalam temuannya yaitu terkait belum adanya kebijakan pengembangan koleksi secara tertulis. Rujukan Nurnina, Mulyasana, dan Hanafiah(2019) memiliki hasil penelitian yang menyatakan bahwa pelaksanaan pengembangan koleksi meningkatkan minat baca di Perpustakaan SMP Umi Kulsum. Pelaksanaan pengembangankoleksi tersebut tentu melibatkan sejumlahpihakuntuk saling bekerjasama seperti kepala sekolah, bendahara sekolah, pengelola perpustakaan hingga siswa. Faktor keberhasilanpengembangan koleksi perpustakaan sekolahdalam meningkatkan minat baca siswayaitudengan merencanakan pengembangankoleksi buku perpustakaan yang matang, tepat danseimbang sehingga mampu meningkatkanminat baca siswa dan cita-cita sekolah dalam pendidikan. Rujukan Husen (2019) dalamhasil penelitiannya menyatakan bahwa prosespengembangan koleksi di Perpustakaandengancara menentukan kebijakan umumyaitusistemkebijakan tertulis. Kebijakan pengembangankoleksi secara tertulis berfungsi sebagai pedoman bagi selector artinya kebijakan tersebut akan menjadi sebuah acuan dalammemilihbahan pustaka yang perlu dikembangkanmaupun untuk mengetahui bahan pustakaapasaja yang ada di perpustakaan. Prosespengembangan koleksi di perpustakaanSMPGuppi samata yaitu dengan melakukan analisispengguna. Pada temuannya, analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kebutuhan akan informasi siswa baik yang dikaji secara formal maupun informal. Kegiatan yang dilakukan dalam mengidentifikasi kebutuhan informasi dari pemustaka yaitu dengan melakukan observasi terhadap siswa SMP Guppi Samata tentang buku-buku apa saja yang dibutuhkan. Selanjutnya penentuan kebijakan umum oleh perpustakaan SMP Guppi samata termasuk kebijakan koleksi dan pihak yang bertugas dalam pengembangan koleksi. Pihak pengelola mengadakan koleksi perpustakaan melalui cara pembelian dan sumbangan. Dana yang digunakan perpustakaan untuk melakukan pembelian bersumber dari dana BOS sedangkan sumbangan merupakan koleksi yang diterima dari para guru. Rujukan Saputra (2016) sesuai hasil penelitiannya menyatakan bahwa pengembangan koleksi yang ada di Perpustakaan SMAN 1 Plosoklaten berjalan dengan cukup baik. Pada temuannya pengembangan koleksi yang dilakukan perpustakaan SMAN 1 Plosoklaten meliputi kebijakan pengembangan koleksi, seleksi bahan pustaka, pengadaan bahan pustaka, penyiangan hingga proses pelestarian koleksi. Kebijakan pengembangan koleksi di perpustakaan SMAN 1 Plosoklaten diambil dengan mengacu pada kebutuhan siswa, kurikulum serta pihak terkait. Namun dalam temuannya kebijakan pengembangan koleksi ini belum dikontekstualisasikan oleh pihak pengelola. Pada proses seleksi bahan pustaka, perpustakaan SMAN 1 Plosoklaten telah melibatkan pemustaka melalui pengisian formulir. Meski pada temuannya, sosialisasi yang dilakukan masih dirasa kurang sehingga banyak pemustaka yang tidak mengetahui adanya formulir tersebut. Proses pengadaan koleksi yang dilakukan mayoritas merupakan hasil pembelian, sumbangan dan dropping dari pemerintah. Selanjutnya, penyiangan yang dilakukan perpustakaan SMAN 1 Plosoklaten sudah baik, meski belum memiliki aturan secara tertulis mengenai kriteria jenis koleksi yang disiangi. Terakhir rujukan Aswar (2016) yang menyatakan bahwa Perpustakaan SMP Negeri 20 Bulukumba belum menetapkan kebijakan pengembangan secara khusus. Pengembangan koleksi yang dilakukan mengacu pada bahan pustaka yang di koleksi sesuai dengan kebutuhan pemakai perpustakaan, kurikulum yang berlaku, dan yang terlibat dalam penyeleksian bahan pustaka. Pengadaan koleksi di Perpustakaan SMP Negeri 20 Bulukumba dilakukan dengan cara pembelian, sumbangan, tukar-menukar, dan kerja sama baik dari lembaga sejenis maupun tidak sejenis. Sesuai dengan teori Evans yang menyatakan bahwa untuk mengadakan suatu bahan pustaka atau koleksi tidak hanya melalui pembelian tapi juga bisa melalui hibah, sumbangan, menjalin kerjasama, dan lain-lain. Tujuannya agar perpustakaan yang memiliki keterbatasan dana untuk membeli koleksi dapat memanfaatkan cara lain untuk mendapatkan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan analisis topik penelitian, metode penelitian dan hasil penelitiandari ketujuh rujukan di atas menunjukkanbahwapengembangan koleksi telah dilakukan di banyakperpustakaan sekolah. Dengan begitu, pengelolaperpustakaan sekolah telah menyadari bahwapengembangan koleksi memang dibutuhkanuntuk menunjang kebutuhan pemustaka yangupto date. Penelitian terkait pengembangankoleksi dapat diteliti menggunakan metode kualitatif . Metode kualitatif membantu ketersediaan deskripsi yang kaya atas fenomena. Metode Ini juga mendorong pemahaman atas substansi dari suatu peristiwa. Dengan demikian, penelitian kualitatif tidak hanya untuk memenuhi keinginan peneliti dalam mendapatkan gambaran atas pertanyaan penelitiannya, tetapi juga membantu untuk mendapatkan penjelasan yang lebih dalam. Penelitian pengembangan koleksi dapat terusdikembangkan seiring perkembangan informasi dan teknologi yang ada. Adapun hasil penelitian ketujuh rujukan yaitu memiliki hasil penelitian yang beragam sesuai topik yang diteliti dan metode yang digunakan. Hasil penelitian ketujuh rujukanmemperlihatkan bahwa bahwa pengembangankoleksi berperan penting dalammenunjangproses belajar mengajar warga sekolah. Perpustakaan Sekolah terus berupaya memenuhi kebutuhan pemustaka melalui pengembangan koleksi. Pengembangankoleksi yang dilakukan pun telah sesuai denganteori Evans. Meski ada beberapa yang perlu ditingkatkan oleh tiap sekolah yaitu terkait belum adanya kebijakan secara tertulis menyangkut pengembangan koleksi.

Conclusion

Penelitian pelaksanaan kegiatan pengembangan koleksi pada Database Google Scholar termasuk penelitian yang cukup banyak diteliti di beragam perpustakaan sekolah. Adapun analisis penelitian ketujuh rujukan tersebut yaitu memiliki kesamaan dalam hal metode penelitian. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ketujuh rujukan menunjukkan bahwa pengembangan koleksi berperan penting dalam menunjang proses belajar mengajar peserta didik-nya. Perpustakaan Sekolah terus