Pengetahuan pengguna tentang kematangan karir ditinjau dari kualitas informasi pada Instagram @glintsid
Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Glints Indonesia merupakan salah satu media yang biasa dimanfaatkan sebagai ekosistem kematangan karir, pengembangan karir, dan rekrutmen pekerjaan berbasis online. Tidak hanya aktif melalui website, namun Glints Indonesia aktif melalui platform Instagram dengan nama pengguna @glintsid. Informasi yang terdapat pada postingan @glintsid mengisyaratkan pengetahuan baru pada penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan pengguna tentang kematangan karir yang ditinjau dari kualitas Instagram @glintsid pada konten career tips. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara pada responden sebanyak 5 (lima) orang, dengan kriteria mahasiswa akhir Universitas Padjadjaran yang juga merupakan followers (pengikut) Instagram @glintsid. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa postingan Instagram @glintsid memiliki kualitas informasi yang cukup baik apabila ditinjau dari indikator kualitas informasi berupa akurat, relevan, tepat waktu, dan lengkap. Responden beranggapan bahwa isi informasi postingan @glintsid mudah dipahami, cukup relevan dengan kebutuhan, tepat waktu, dan cukup jelas pembahasannya sehingga tidak menimbulkan keambiguan dalam mencari informasi tentang tips karir. Pada indikator pengetahuan pengguna, responden menganggap bahwa kehadiran konten career tips pada Instagram @glintsid telah menambah pengetahuan mereka melalui pemenuhan indikator berupa career planning, career exploration, pengetahuan tentang decision making, world of work information, knowledge of preferred occupation group, dan pengetahuan tentang realisasi keputusan karir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas informasi pada Instagram @glintsid cukup baik dan dapat menambah pengetahuan baru bagi responden.
Abstract
Glints Indonesia is one of the media that is commonly used as an ecosystem for career maturity, career development, and online-based job recruitment. Not only active through the website, but Glints Indonesia is also active through the Instagram platform with the username @glintsid. The information contained in @glintsid's post suggests new knowledge to its users. This study aims to determine user knowledge about career maturity in terms of the quality of Instagram @glintsid on career tips content. The research method used in this research is qualitative.descriptive Data collection techniques used is observation and interviews with 5 (five) respondents who are final year students of Universitas Padjadjaran who are also Instagram followers @glintsid. The data analysis method used in this research includes data reduction, data presentation, and conclusion. The results of this study indicate that @glintsid's Instagram posts have fairly information quality with accurate, relevant, timely, and completeness indicator. Respondents found that the information content of @glintsid's posts is easy to understand, relevant to needs, timeliness, and clear enough to avoid ambiguity in seeking career tips. In terms of user knowledge indicators, respondents considered that the presence of career tips content on Instagram @glintsid had increased their knowledge through fulfilling indicators such as career planning, career exploration, knowledge about decision making, a world of work information, knowledge of preferred occupation group, and knowledge about the realization of career decisions. The study results show that the quality of information on Instagram @glintsid is quite good and can add new knowledge to respondents.
Keywords:
Kualitas informasi
· Pengetahuan
· Kematangan karir
· Career tips
· Instagram
Introduction
Media sosial merupakan suatu platform digital berbasis internet yang menyediakan fasilitas dalam melakukan penciptaan serta pertukaran user-generated contents sebagai aktivitas sosial bagi penggunanya tanpa batas atau borderless (Winarso, Syahril, Aryanto, Arribe, & Diansyah, 2017). Munculnya media sosial dengan fasilitas teknologi yang lengkap dan memadai telah membawa kemudahan bagi penggunanya, salah satunya dapat berkomunikasi dengan pengguna lain yang secara geografis berjauhan, namun seolah-olah mereka berada pada jarak yang dekat (Rusmana, 2015). Salah satu teknologi informasi yang banyak digunakan oleh masyarakat adalah Instagram. Instagram merupakan platform baru dimana fiturnya dapat memungkinkan pengguna untuk menyebarkan informasi berupa foto atau video, istilah ini biasa disebut sebagai update (Hu, Manikonda, & Kambhampati, 2014). Aghnia, Komariah, and Rizal (2019) menyatakan bahwa untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan melalui media sosial, khususnya Instagram, pengguna harus mendapatkan informasi yang berkualitas tinggi, yakni informasi yang memiliki karakteristik, atribut, atau sifat-sifat informasi yang bermanfaat bagi mereka. Hal ini selaras dengan pendapat Wulandari, Rizal, and Lusiana (2021) bahwa apabila kualitas informasi secara simultan dengan lebih baik, maka pengguna akan merasa puas dan mendorong pengguna tersebut untuk memanfaatkan informasi pada media tersebut. Karakteristik informasi yang berkualitas diantaranya informasi yang bersifat akurat, relevan, tepat waktu, dan lengkap (Mcleod & Schell, 2007). Kualitas informasi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna sistem informasi sehingga informasi yang berkualitas diharapkan dapat menambah pengetahuan pengguna tentang kematangan karir. Pengetahuan merupakan keahlian, pemahaman, dan keahlian yang bersifat subjektif dan dinamis, tidak hanya dapat diperoleh melalui individu, namun pengetahuan dapat diperoleh melalui kelompok orang (Qisty, 2021). Menurut Yusup and Subekti (2010) pengetahuan pengetahuan baru mengenai bidang keilmuan atau informasi-informasi mengenai fenomena fenomena yang terjadi di sekeliling dapat diraih melalui media massa, cetak (buku), hingga internet. Tidak dapat dipungkiri bahwa dari setiap kumpulan informasi yang memiliki nilai serta manfaatnya di kehidupan sehari-hari, mahasiswa membutuhkan pengetahuan-pengetahuan baru mengenai tips karir melalui informasi di bidang karir, hal ini dikarenakan mahasiswa memiliki kesadaran akan pentingnya pengetahuan dan wawasan seputar kematangan karir yang akan dihadapi di masa depan. Selain itu, kesadaran akan pentingnya pengetahuan berkarir juga dilatarbelakangi oleh tingkat pengangguran akademik yang semakin lama semakin memprihatinkan. Tentunya fenomena ini menambah kecemasan mahasiswa dalam kesiapannya memasuki jenjang karir. Data dari Badan Pusat Statistik (2022) menunjukkan, tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2022 berdasarkan tamatan Universitas sebesar 6,17%, sedangkan untuk tamatan Diploma I/II/I I sebesar 6,09%. Hal ini diakibatkan oleh tingkat kebutuhan akan pekerjaan sangat tinggi, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia yang memungkinkan seseorang untuk dapat bekerja sesuai dengan latar belakang pendidikan dan peminatnya masih kurang memadai. Melihat permasalahan ini membuat mahasiswa tidak memiliki alasan lagi untuk mempersiapkan karir dengan sebaik-baiknya. Persiapan ini dapat dimulai dengan cara mencari sumber-sumber informasi mengenai karir dan dunia kerja melalui proses eksplorasi yang efektif, sehingga individu memiliki kesiapan dalam menentukan karir mana yang sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Kesiapan inilah yang disebut sebagai kematangan karir. Menurut Tekke and Ghani (2013) kematangan karir pada dasarnya merupakan faktor penting yang harus dimiliki setiap individu, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai peserta didik karena menyangkut tentang mempersiapkan diri mereka ke dunia karir. Pendapat serupa juga disampaikan oleh Saraswati and Ratnaningsih (2016) bahwa, kematangan karir merupakan kesesuaian perilaku karir dalam diri individu, dengan perilaku karir yang diharapkan pada tahap perkembangan karir. Tahap kesiapan pembentukan kematangan karir didasari oleh kemampuan kognitif calon recruiter dalam menghadapi tantangan karir. Kognitif dalam konteks ini adalah seluruh kegiatan mental yang menyebabkan individu untuk dapat menghubungkan, menilai, serta mempertimbangkan suatu peristiwa, sebagai akibatnya individu tadi mendapatkan pengetahuan setelahnya. Maka dari itu, penting bagi calon recruiter (khususnya mahasiswa yang hendak memasuki dunia karir) untuk mencari informasi tentang kematangan karir, terutama melalui media sosial yang mudah untuk diakses. Kematangan karir merupakan suatu persepsi tentang perkembangan karir yang dialami oleh setiap individu. Menurut Jatmika (2015) kematangan karir pada mahasiswa ditandai dengan pemikiran serta perencanaan karir yang hendak ditekuninya. Lestari (2017) berpendapat bahwa, kematangan karir merupakan pemahaman tentang kesesuaian seseorang dengan pekerjaan serta dinamikanya dalam membuat keputusan karirnya. Kematangan karir dapat mendorong individu untuk berpikir sistematis dan realistik terhadap kehidupan yang hendak dijalani dalam menentukan pilihan karir yang sesuai dengan kemampuan, minat, dan bakatnya. Kematangan karir juga memicu individu untuk berorientasi pada masa depan yang berkaitan dengan dunia karir. Hal ini selaras dengan pendapat Supreet and Mamta (2018) bahwa kematangan karir diartikan sebagai tingkat pengetahuan yang profesional dalam menentukan pilihan karir. Sharf (1992) menjelaskan setidaknya terdapat 6 (enam) indikator yang dapat diukur mengenai kematangan karir, di antaranya: (1) Career planning (perencanaan karir), yaitu aktivitas berupa pencarian informasi mengenai perencanaan karir pada seseorang. (2) Career exploration (eksplorasi karir), pada indikator ini, individu akan melakukan eksplorasi informasi karir melalui berbagai sumber dan memanfaatkannya untuk kepentingan memasuki jenjang karir. (3) Decision making (pengetahuan tentang membuat keputusan karir), yaitu kemampuan individu untuk memanfaatkan pengetahuan, wawasan, dan pemikiran dalam menentukan perencanaan karir. Dengan mengetahui pengetahuan karir, diharapkan individu dapat membuat keputusan karir yang tepat. (4) World of work information (pengetahuan tentang dunia kerja), indikator ini terdiri atas dua komponen, yaitu terkait tugas pengembangannya dan pengetahuan tentang tugas-tugas pekerjaannya. (5) Knowledge of preferred occupational group (pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai), indikator ini mengindikasikan seseorang untuk diberi kesempatan dalam memilih satu dari berbagai pilihan pekerjaan, dan kemudian ditanya mengenai hal yang berkaitan erat dengan pekerjaan. (6) Realisation (realisasi keputusan karir), pada indikator ini, individu telah mempunyai pemahaman yang baik tentang kekuatan dan kelemahan diri yang berhubungan dengan pekerjaan yang diminati, mampu melihat faktor-faktor yang mendukung dan faktor-faktor yang menghambat karir yang diinginkan, dan mampu mengambil manfaat membuat keputusan karir secara realistik. Pengetahuan pengguna pada penelitian ini hanya terbatas pada pesan yang diperoleh melalui pengamatan dan akal budi pengguna untuk mengenali suatu hal, tidak sampai kepada aksi yang merupakan respon dari pengetahuan, atau yang biasa disebut sebagai kognisi (Yusup & Subekti, 2010). Kegiatan tersebut berkaitan dengan memperkuat atau menambah informasi serta pemahamannya atas kematangan karir. Pada umumnya individu akan mencari sumber informasi mengenai hal-hal yang dibutuhkan dalam kegiatan kematangan karir baik secara tradisional (pamflet, brosur, banner) maupun secara modern (media sosial, website, e-poster, dan lainnya). Apabila seseorang telah memenuhi indikator kematangan karir dalam dirinya, maka seseorang tersebut telah memiliki pengetahuan, informasi, wawasan, sikap, prinsip, dan segala yang mendukung dalam kematangan karir pada dirinya. Sehingga hal ini dapat memantapkan karir dan memutuskan karir yang hendak dicapai. Pada era new media seperti saat ini, mudah bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi seputar karir, bahkan mahasiswa mampu melakukan pencarian melalui media sosial atau website. Glints merupakan salah satu media yang biasa dimanfaatkan sebagai ekosistem kematangan karir, pengembangan karir, dan rekrutmen pekerjaan berbasis online. Pada awalnya, Glints didirikan di Singapura pada tahun 2013 dan sampai ke Indonesia pada tahun 2016. Glints kini telah membantu kurang 1,5 juta lebih profesional serta 30 ribu organisasi untuk merealisasikan potensi mereka. Glints berfokus pada fresh graduate dan anak muda untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion dan skill yang dimiliki. Tidak hanya menyajikan informasi melalui website, Glints Indonesia juga memanfaatkan platform Instagram sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan berinteraksi dengan pengguna, nama penggunanya (username) yaitu @glintsid. Penggunaan platform Instagram oleh Glints Indonesia tidak hanya digunakan untuk menyebarkan informasi mengenai lowongan pekerjaan dan ragam kehidupan karir, namun juga memberikan informasi berisi konten tips karir sesuai dengan isu yang sedang ramai dibicarakan (up to trend). Berdasarkan analisis pada website hypeauditor.com menunjukkan bahwa akun @glintsid memiliki jumlah pengikut (followers) yang dapat ditinjau dari peningkatan signifikan pada jumlah followers setiap harinya, yakni sebanyak rata-rata 34 followers per hari. Selain itu, ditampilkan pula engagement atau keterlibatan audiens terhadap akun @glintsid dengan indikator jumlah likes dan comment audiens. Analisis website HypeAuditor (2022) pada tahun 2022 juga memaparkan demografi audiens bahwa sebanyak 10% dari jumlah followers @glintsid berusia 13-17 tahun, sebanyak 45% pengikut @glintsid berusia 18-24 tahun, sebanyak 40% berusia 25-30, dan sebanyak 5% berusia 35 tahun keatas (HypeAuditor, 2022). Hal inilah yang menunjukkan bahwa sebagian besar followers @glintsid berstatus sebagai mahasiswa. Salah satu konten yang terdapat pada feeds @glintsid adalah Career tips. Konten ini berisi tentang tips-tips dalam mempersiapkan karir, dari mulai kesiapan administratif, pengenalan lebih jauh tentang dunia kerja profesional, skill building, maupun kesiapan mental untuk calon recruiter, khususnya bagi mahasiswa yang hendak memasuki jenjang karir. Informasi karir sangatlah penting bagi mahasiswa, hal ini dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai karir sehingga mahasiswa yang hendak merencanakan karir mampu menentukan karirnya di masa depan, serta dapat mengetahui langkah apa saja yang hendak ditempuh untuk mewujudkan karir impiannya. Temuan oleh Devi and Widodo (2020) membuktikan bahwa informasi pada penggunaan media sosial yang berkualitas dapat berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan siswa tentang karir. Mcleod and Schell (2007) berpendapat bahwa informasi dalam bentuk apapun dan sekecil apapun akan selalu mengandung kebermanfaatan bagi manusia. Adapun indikator yang dapat digunakan dalam kualitas dari suatu informasi (quality of information) yaitu: (1) Akurat, yakni informasi yang bersifat benar dan sesuai fakta, bebas dari kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan pengguna; (2) Relevan, yaitu informasi yang dibutuhkan haruslah sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Informasi akan dikatakan relevan apabila informasi tersebut berhubungan dengan masalah yang sedang dihadapi; (3) Tepat Waktu, yaitu sebuah informasi haruslah tersedia pada saat informasi tersebut dibutuhkan. Informasi dikatakan tepat waktu apabila pengguna dapat memperoleh informasi yang menggambarkan apa yang terjadi saat ini, selain apa yang terjadi pada masa lalu, bahkan beberapa ahli mengatakan bahwa informasi harus up to date; dan (4) Lengkap, yakni informasi yang dibutuhkan harus menyajikan gambaran yang lengkap utuh, dan tidak setengah-setengah atas suatu masalah atau disertai dengan solusinya. Dari uraian latar belakang diatas, peneliti memiliki ketertarikan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan pengguna tentang kematangan karir yang ditinjau dari kualitas informasi pada Instagram @glintsid. Kualitas informasi terdiri atas indikator berupa keakuratan, ketepatan waktu, relevansi, dan kelengkapan informasi. Sementara itu indikator dari pengetahuan antara lain career planning (perencanaan karir), career exploration (eksplorasi karir), decision making (pengetahuan tentang keputusan karir), world of work information (pengetahuan tentang dunia karir), knowledge of preferred occupational group (pengetahuan tentang kelompok pekerjaan yang lebih disukai), dan realisation (realisasi keputusan karir). Peneliti memilih akun Instagram @glintsid sebagai media yang akan diteliti karena akun Instagram @glintsid merupakan salah satu akun Instagram ekosistem kematangan karir yang memiliki jumlah followers yang banyak serta memiliki engagement yang cukup tinggi apabila dibandingkan dengan akun Instagram kematangan karir lainnya. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman serta wawasan mengenai kualitas informasi dan pengetahuan mengenai kematangan karir pada kalangan mahasiswa akhir.
Method
Pada penelitian ini, data yang diperoleh menggunakan metode kualitatif deskriptif. Menurut pendapat Sugiyono (2017), metode penelitian kualitatif deskriptif merupakan metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang digunakan untuk meneliti suatu kondisi objek yang alamiah. Pada metode penelitian ini, peneliti merupakan instrumen kunci teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi. Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Abdussamad (2021) bahwa pendekatan penelitian kualitatif berorientasi pada fenomena atau gejala yang bersifat alami dan mendasar. Metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan pada penelitian ini karena peneliti ingin mendeskripsikan keadaan yang diamati secara spesifik, transparan, serta mendalam. Pada penelitian kualitatif deskriptif, jenis data yang dikumpulkan meliputi data primer dan sekunder. Data primer pada penelitian ini merupakan data yang dikumpulkan secara langsung melalui observasi dan wawancara semi terstruktur kepada responden yang telah memenuhi syarat. Wawancara merupakan percakapan yang dilakukan oleh dua pihak, diantaranya pewawancara (interviewer), yakni berperan untuk mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) atau yang memberikan jawaban (Moleong, 2019). Menurut Sarosa (2017) metode wawancara dapat memungkinkan peneliti untuk mengumpulkan data yang beragam dari responden, data dapat diperoleh dari berbagai konteks dan situasi. Tujuan dari wawancara pada penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang terkandung dalam pikiran dan hati seseorang, bagaimana pandangannya mengenai pengetahuan responden mengenai kematangan karir ditinjau dari kualitas informasi pada Instagram @glintsid pada konten ‘career tips’. Dalam penelitian ini, peneliti menentukan narasumber atau responden dengan kriteria mahasiswa aktif Universitas Padjadjaran angkatan 2019 yang juga merupakan followers (pengikut) Instagram @glintsid. Responden ditentukan karena kesesuaian status responden dengan urgensi penelitian ini. Mahasiswa akhir memiliki kecenderungan untuk melakukan pencarian informasi mengenai kematangan karirnya khususnya melalui media sosial Instagram. Responden yang terkumpul pada penelitian ini adalah sebanyak 5 (lima) orang, yang diantaranya 3 (tiga) orang berjenis kelamin perempuan, dan 2 (dua) orang berjenis kelamin laki-laki. Wawancara dilakukan pada tanggal 10 Januari – 12 Januari 2022 di Kota Bandung. Data sekunder pada penelitian ini merupakan data yang dikumpulkan secara tidak langsung dari berbagai sumber resmi yang isi informasinya dapat dipertanggungjawabkan melalui studi kepustakaan atau studi literatur. Metode studi literatur merupakan serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, dan mengolah bahan penelitian. Data yang digunakan pada penelitian ini berasal dari jurnal, artikel ilmiah, literatur review, serta textbook yang berisikan konsep serta teori yang diteliti. Analisis data pada penelitian ini bersifat induktif, yakni analisis yang berdasarkan pada data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu atau hipotesis. Aktivitas dalam analisis data pada penelitian ini antara lain reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi.
Result & Discussion
Glints merupakan salah satu media yang biasa dimanfaatkan sebagai ekosistem kematangan karir, pengembangan karir, dan rekrutmen pekerjaan berbasis online. Pada awalnya, Glints didirikan di Singapura pada tahun 2013 dan sampai ke Indonesia pada tahun 2016. Glints kini telah membantu kurang lebih 1,5 juta profesional serta 30 ribu organisasi untuk merealisasikan potensi mereka. Glints berfokus pada fresh graduate dan anak muda untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan passion dan skill yang dimiliki. Tidak hanya menyajikan informasi melalui website, Glints Indonesia juga memanfaatkan platform Instagram sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan media interaksi dengan pengguna, nama penggunanya (username) yaitu @glintsid. Penggunaan platform Instagram oleh Glints Indonesia tidak hanya digunakan untuk menyebarkan informasi mengenai lowongan pekerjaan dan ragam kehidupan karir, namun juga memberikan informasi berisi konten tips karir sesuai dengan isu yang sedang ramai dibicarakan (up to trend). Visi Glints adalah “To impact 100 million careers and 1 million organisations and to be the #1 Talent Platform in Greater Southeast Asia”. Tujuan Glints adalah untuk mewujudkan potensi semua orang dan organisasi. Glints menyediakan solusi bagi talenta dan calon recruiter yang berpotensi dan mewujudkannya melalui program-program yang tersedia, di antaranya Glints Job Search, Glints Academy, Glints Expert Class, Glints Talent Hunt, dan Glints Talent Hub. Dalam mengimplementasikan layanan yang dimiliki, Glints Indonesia memanfaatkan media digital dengan tujuan penyampaian informasi yang optimal terhadap pengguna dan mitra. Selain website, Glints Indonesia memanfaatkan platform Instagram sebagai media penyebaran informasi dan media interaktif. Salah satu konten yang terdapat di Instagram adalah Career tips yang memuat seputar tips mempersiapkan karir impian, kiat-kiat lolos seleksi pekerjaan, hingga tips menjalani dunia karir. Sebagian besar responden mengakses akun @glintsid bertujuan untuk melakukan pencarian informasi terkait tips mempersiapkan karir. Selain itu, informasi tersebut mengacu pada update terkini tentang dunia karir. Hal ini dilatarbelakangi oleh status responden sebagai mahasiswa tingkat akhir yang membutuhkan informasi terkait persiapan karir atau bisa disebut pula sebagai informasi kematangan karir. Dengan adanya Instagram @glintsid, responden menjadi lebih mudah mendapatkan informasi tanpa harus membuka website. Selanjutnya peneliti melakukan analisis deskriptif pada setiap indikator kualitas informasi pada Instagram @glintsid serta indikator pengetahuan pengguna. Adapun indikator kualitas informasi pada Instagram di antaranya adalah keakuratan, relevansi, ketepatan waktu, serta kelengkapan informasi. Selain itu indikator dari pengetahuan mengenai kematangan karir pengguna diambil dari pendapat Sharf (1992) yang di antaranya adalah career planning, career exploration, pengetahuan tentang decision making, world of work information, knowledge of preferred occupation group, dan pengetahuan tentang realisasi keputusan. Berdasarkan indikator kualitas informasi pada Instagram @glintsid yang pertama yakni keakuratan, responden menganggap bahwa informasi career tips pada Instagram @glintsid memiliki akurasi yang tinggi, hal ini ditinjau dari isi informasi yang mudah dipahami oleh responden. Informasi pada feeds Instagram @glintsid dinilai menggunakan bahasa yang tidak berbelit-belit, lugas, dan to the point, seperti yang disampaikan langsung oleh salah satu responden bahwa: “Unggahan dari akun tersebut sangat membantu mahasiswa untuk bisa mengenal lebih tentang dunia kerja professional, from tips and trick interview, career tracking, dan skill building. Dapat dikatakan tingkat akurasi setiap informasi tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan, selain itu informasinya sangat mudah dipahami karena singkat, padat, dan jelas” (M. A. Aulia, wawancara, 11 Januari 2023). Selain itu, akurasi informasi career tips pada akun Instagram @glintsid dianggap kurang apabila ditinjau dari kontennya karena tidak mencantumkan sumber dan berfokus hanya pada inti pesannya saja, sehingga sumber informasinya masih dipertanyakan asal-usulnya. Meskipun demikian, responden lain menyebutkan bahwa postingan @glintsid cukup kredibel karena dalam proses memposting informasi, Glints Indonesia memiliki campur tangan expertise yang ahli di bidangnya, sehingga kapabilitasnya tidak perlu diragukan lagi. Dalam hal ini, dapat disimpulkan bahwa responden menganggap informasi career tips pada Instagram @glintsid memiliki akurasi yang cukup tinggi, ditinjau dari informasi yang mudah dipahami pengguna dari segi bahasa dan penyampaian. Namun untuk aspek kredibilitasnya masih dipertanyakan asal-usulnya. Indikator kualitas informasi yang kedua adalah relevansi. Sebagian besar responden menganggap bahwa setiap postingan (termasuk tips dan tricks berkarir) cukup relevan dengan apa yang dibutuhkan. Hal ini diperkuat oleh latar belakang responden sebagai mahasiswa tingkat akhir yang memiliki urgensi dan kebutuhan mengenai informasi tentang dunia karir, tentunya informasi mengenai persiapan karir sangat relevan dengan kebutuhannya. Hal ini disampaikan oleh salah satu responden yang menyebutkan: “@glintsid membuat konten yang relevan dengan mengikuti tren yang sedang berkembang, entah dari segi konten isinya seperti pada fenomena karis yang sedang terjadi dan dari segi pelengkap kontennya seperti menggunakan filter ataupun sound/musik yang sedang tren di platform sosial media” (N. Azizah, wawancara, 12 Januari 2022). Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, kualitas informasi berupa relevansi pada akun Instagram @glintsid cukup tinggi. Pengguna yang merupakan mahasiswa akhir akan menganggap postingan career tips sebagai informasi yang relevan dengan kebutuhannya, yaitu kematangan karir. Indikator informasi selanjutnya adalah ketepatan waktu. Indikator ini ditinjau dari intensitas postingan yang diperbaharui setiap waktu (up to date), selain itu postingan mengikuti tren serta fenomena karir yang terjadi pada saat itu juga. Responden yang merupakan pengguna (user) menganggap bahwa pada akun @glintsid cukup tepat waktu karena pengelola akun (admin) cukup aktif dalam menyebarkan informasi penting, hal ini ditinjau dari intensitas penyebaran postingannya yang cukup tinggi setiap harinya. Namun informasi yang dikemas @glintsid kurang sesuai dengan tren yang terjadi saat ini. Hal ini disampaikan oleh salah satu responden sebagai berikut: “Untuk postingannya sih aktif, tiap hari ada postingan baru. untuk fenomena dan mengikuti trennya, pengemasannya masih main aman ketimbang platform lain, copywriting nya juga kurang mengikuti trend dan trend nya kurang eksplor untuk ukuran platform kematangan karir” (A. Mananohas, wawancara, 10 Januari 2023). Indikator kualitas informasi Instagram yang terakhir adalah kelengkapan. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, kelengkapan informasi pada akun Instagram @glintsid dengan fokus konten career tips dinilai cukup lengkap. Informasi yang dikemas pada feeds cukup jelas pembahasannya sehingga tidak menimbulkan keambiguan pengguna dalam menerima informasi. Namun demikian, sebagian besar responden menilai postingan @glintsid yang ditampilkan tidak terlalu rinci sehingga responden memilih melakukan penelusuran informasi lebih lanjut melalui platform lain yang lebih lengkap seperti website. Responden menganggap isi pesan pada konten @glintsid hanya menampilkan informasi secara to the point. “Informasi pada Instagram @glintsid cukup lengkap. Tapi ga selalu rinci dari beberapa konten yang aku lihat, jadi menuntut kita buat cari informasi tambahan di platform lain, misalnya cari informasi lewat website. Tapi bukan berarti informasi di Instagram @glintsid ini lost, hanya saja butuh sumber tambahan untuk make sure informasi tersebut” (S. D. Azzahra, wawancara, 10 Januari 2023). Berdasarkan indikator pengetahuan mengenai kematangan karir, terdapat 6 (enam) indikator, antara lain career planning, career exploration, pengetahuan tentang decision making, world of work information, knowledge of preferred occupation group, dan pengetahuan tentang realisasi keputusan. Pada career planning (perencanaan karir), hampir seluruh responden menyatakan bahwa dengan adanya informasi career tips pada akun Instagram @glintsid, mereka menjadi tahu pentingnya perencanaan karir yang matang. Pengguna menjadi memiliki pengetahuan apa saja yang harus disiapkan sebelum memasuki dunia karir. Banyak informasi seputar karir yang menjadi informasi baru bagi responden sehingga mereka memiliki keinginan untuk memiliki jenjang karir yang jelas di masa depan. Seperti yang disampaikan oleh salah satu responden yang mengatakan bahwa: “Dari informasi @glintsid, aku jadi tahu personal development yang cocok buat aku, terus aku juga jadi tahu budaya atau organisasi yang cocok buat aku, jadi tahu gambaran interview itu seperti apa, counter kalau aku gabisa jawab. Aku sering dapet info tips penyusunan CV sehingga aku jadi tahu cara bikin CV yang baik. Tahu langkah-langkah setelah menjadi fresh graduate, jadi tahu mempertimbangkan karir yang ada. Selain itu, aku jadi tahu skill utama yang dibutuhin di perusahaan itu apa aja” (S. D. Azzahra, wawancara, 10 Januari 2023). Pada jawaban responden tersebut mengindikasikan bahwa pengetahuan responden tentang kematangan karir menjadi bertambah. Pengetahuan persiapan karir sangat penting mengingat proses pengetahuan ini dihasilkan dari aktivitas pencarian informasi yang melibatkan pengguna. Pada indikator ini, responden memiliki kesadaran akan wawasan dan persiapan karir, pemahaman pertimbangan karir serta memiliki perencanaan karir di masa depan. Namun dalam hal ini, pengetahuan pengguna hanya sebatas kesadaran dan penerimaan informasi yang terekam dalam ingatannya. Indikator pengetahuan kematangan karir selanjutnya adalah career exploration (eksplorasi karir). Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan, responden beranggapan bahwa postingan akun @glintsid mengenai career tips dapat membantu mereka dalam menyiapkan strategi perencanaan karir. Pengetahuan ini merujuk pada kemampuan individu dalam mengeksplorasi pencarian informasi karir dari sumber-sumber. Semakin banyak dan sering informasi karir pada akun @glintsid diakses, maka semakin banyak pula pengetahuan yang diperoleh pengguna. Pada pengetahuan decision making, responden menganggap bahwa konten @glintsid telah menambah pengetahuan mereka mengenai bagaimana cara memutuskan karir kedepannya, apa saja yang harus diperhatikan, menambah wawasan lewat pengalaman expertise dalam berkarir untuk menjadi tolak ukurnya dalam memutuskan karir. Indikator selanjutnya adalah pengetahuan (informasi) mengenai dunia kerja (world of work information). Indikator ini terdiri atas dua komponen yaitu tugas perkembangan, yakni pengetahuan individu mengenai minat serta kemampuan yang dimilikinya. Individu mengetahui cara untuk mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang diminatinya. Komponen yang kedua adalah tugas-tugas pekerjaan, yaitu pengetahuan mengenai lingkup pekerjaan baik berdasarkan jabatan, budaya pekerjaan, hingga perilaku-perilaku dalam pekerjaan. Dalam hal ini, responden memiliki pengetahuan tentang dunia kerja yang diminatinya. Unggahan Instagram @glintsid mengenai career tips terkadang relevan dengan apa yang pengguna alami sehingga responden dapat termotivasi untuk mencari tahu kelebihan serta kekurangannya yang nantinya dijadikan bahan evaluasi ketika hendak memasuki dunia karir. Dengan adanya postingan career tips, responden menilai konten tersebut bersifat motivasional untuk mengurangi impact pada diri dan mendorong perkembangan diri (baik dari segi kepribadian maupun skill atau kemampuan). Pada indikator knowledge of preferred occupation group, responden memiliki pandangan bahwa selama menjelajah akun pada Instagram @glintsid, informasi spesifik terkait karir yang diminati responden sulit ditemui. Hal ini dikarenakan postingan pada @glintsid hanya membahas mengenai career tips secara umum dan mendasar. Salah satu responden yang memiliki minat karir akuntan dan consultant berpendapat seperti berikut: “Selama menjelajah akun @glintsid, jarang ada info spesifik tentang karir yang saya minati, hanya saja postingannya membahas tentang tips berkarir secara general” (M. A. Aulia, wawancara, 11 Januari 2023). Indikator pengetahuan pengguna yang terakhir, yakni realisasi keputusan karir. Pada indikator ini mengindikasikan responden yang telah memiliki pemahaman yang baik tentang kelebihan dan kekurangannya apabila memasuki jenjang karir. Tentunya karir di sini merujuk pada pekerjaan sesuai bidang yang diminati atau yang dikuasainya. Responden mampu melihat faktor-faktor yang mendukung serta faktor-faktor yang menghambat karir. Responden melihat bahwa relevansi informasi yang terdapat pada akun Instagram @glintsid cocok dengan fakta mengenai karir yang diminati. Selain itu, responden memiliki pengetahuan terkait potensi diri serta kekurangannya apabila dihubungkan dengan karir yang dimiliki. Misalnya salah satu responden (M.A. Aulia) mengetahui bahwa dirinya kurang pay attention to detail. Selanjutnya responden menyadari bahwa kekurangan tersebut akan berakibat fatal pada karirnya di masa depan.
Conclusion
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dibahas mengenai pengetahuan pengguna tentang kematangan karir yang ditinjau dari kualitas informasi Instagram @glintsid pada konten ‘career tips’, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kualitas informasi pada akun Instagram @glintsid sudah memenuhi kriteria keakuratan, kelengkapan, relevansi, dan tepat waktu. Responden beranggapan bahwa isi informasi mudah dipahami, menggunakan bahasa yang tidak berbelit-belit, lugas, to the point. Selain itu, informasi yang terkandung pada Instagram @glintsid cukup relevan untuk pengguna yang hendak memasuki dunia karir, misalnya mahasiswa akhir dan fresh graduate. Responden menganggap bahwa informasi yang diposting tepat waktu dan dikemas dengan penjelasan yang jelas dan lengkap. Namun demikian, responden menganggap informasi career tips pada Instagram @glintsid tidak terlalu mengikuti perkembangan tren yang terjadi sehingga pengguna butuh melakukan pencarian informasi melalui media lain yang lebih up to date dan lengkap penjelasannya. Pada career planning (perencanaan karir), hampir seluruh responden mengatakan bahwa dengan adanya informasi career tips pada akun Instagram @glintsid, mereka menjadi tahu pentingnya perencanaan karir yang matang. Selanjutnya indikator career exploration, postingan akun @glintsid mengenai career tips dapat membantu mereka dalam menyiapkan strategi perencanaan karir. Pengetahuan ini merujuk pada kemampuan individu dalam mengeksplorasi pencarian informasi karir dari sumber-sumber. Pada indikator decision making, responden menganggap bahwa konten @glintsid telah menambah pengetahuan mereka mengenai bagaimana cara memutuskan karir kedepannya, apa saja yang harus diperhatikan, menambah wawasan lewat pengalaman expertise dalam berkarir untuk menjadi tolak ukurnya dalam memutuskan karir. World of work information, responden menilai konten tersebut bersifat motivasional untuk mengurangi impact pada diri dan mendorong perkembangan diri (baik dari segi kepribadian maupun skill atau kemampuan). Knowledge of preferred occupation group, selama menjelajah akun pada Instagram @glintsid, informasi spesifik terkait karir yang diminati responden sulit ditemui. Hal ini dikarenakan postingan pada @glintsid hanya membahas mengenai career tips secara umum dan mendasar. Pada pengetahuan tentang realisasi keputusan karir, responden telah memiliki pemahaman yang baik tentang kelebihan dan kekurangannya apabila memasuki jenjang karir, tentunya karir disini merujuk pada pekerjaan sesuai bidang yang diminati atau yang dikuasainya. Rekomendasi pada penelitian selanjutnya didasarkan oleh keterbatasan penelitian. Pada penelitian ini, kriteria responden yaitu mahasiswa akhir yang hendak memasuki dunia karir, sehingga penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan penelitian dengan fresh graduate sebagai responden atau informannya. Pada penelitian ini berpacu kepada kualitas informasi yang berasal dari konten career tips pada Instagram @glintsid, sehingga diharapkan penulis selanjutnya dapat melakukan penelitian mengenai kualitas informasi pada website atau media lainnya.