PERAN GREEN LIBRARY DAN PERPUSTAKAAN ISLAM DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung; Madrasyah Ibtidai?yah Negeri 5 Bandar Lampung; Komunitas Penyala Lampung
Abstract
Human civilization is characterized by the existence of a writing culture, since the discovery of human letters began to write starting from writing using stones, leaves, palm stems and other writing lats that existed at that time. From these writings which are then stored in the library which becomes a legacy for future generations. During the classical Islamic period, libraries experienced very rapid development, starting from the many libraries that were built magnificently and equipped with adequate facilities. During the classical Islamic era there were several types of libraries, one of which was the public library. The public library itself was built to be shown to the general public around the library. Islamic libraries are very closely related to science, so libraries have an important role in the development of science, such as; as an information center or learning center, as a research center, and as a translation center. Green Library also acts as an environmentally friendly library (cool, fresh, beautiful, beautiful) which is far from damaging the environment so that learning and working activities become more comfortable and enthusiastic.
Keywords:
General Library
· Green Library
· Science of Islam
Introduction
Perpustakaan merupakan sebuah gedung yang menyimpan berbagai informasi, tak jarang sebagian orang menyebut perpustakaan sebagai sumber informasi, dan berperan penting sebagai agen perubahan, agen kebudayaan, yang mana dengan adanya perpustakaanlah yang membantu adanya penemuan-penemuan bersejarah dan ilmu pengetahuan di masa lalu yang di simpan serta disusun dengan rapih dalam perpustakaan Keberadaan perpustakaan sudah ada sejak zaman Pra- sejarah yaitu ditandai ketika manusia mulai mengenal tulisan. Ketika melihat kembali pada catatan sejarah, peradaban manusia itu tidak lepas dari budaya menulis, baik itu pada daun- daun, kulit kayu, bebatuan, kulit hewan, dan media lainnya yang kemudian tulisan – tulisan tersebut dikumpulkan dan disalin dan zaman terus berkembang sehinga sampailah pada saat ini tulisan- tulisan tersebut sudah di cetak dalam sebuah kertas dalam beberapa halaman yang saat ini kita sebut dengan buku. kemudian dari tulisan tulisan itulah yang menjadi awal mula berdirinya perpustakaan, sebagaimana yang telah ditemukan oleh para ahli bahwa perpustakaan pertama di dunia ini yaitu berada di Mesir Kuno, yang mana pada masa itu koleksi bahan pustakanya belum berbentuk buku- buku seperti saat ini namun berupa tablet tanah liat dan papyrus.2Melihat sejarah pada masa klasik atau saat ini kita kenal dengan zaman keemasan islam (The Golden Of Islam) yang mana pada saat itu banyak sekali yang diwariskan oleh zaman keemasan islam mulai dari sosial, politik, sampai bidang intelektual yang didorong dengan adanya perpustakaan.3 Pada saat itu Perpustakaan dijadikan sebagai salah satu sarana belajar bagi umat islam sehingga pada masa itu umat islam dapat membangun peradaban besar di Jazirah Arab.4 Berbicara tentang masa islam klasik yang mana pada saat itu banyak sekali prestasi yang di torehkan oleh ummat islam dan banyak sekali warisan yang mereka tinggalkan untuk generasi penerus, yang mana warisan tersebut sangat bermanfaat salah satunya adalah ilmu – ilmu mereka yang mereka tuliskan dan mereka kumpulkan dalam satu wadah yaitu perpustakaan. Perlu kita ketahui bahwa pada masa islam klasik perkembangan ilmu pengetahuan pada masa itu berkembang sangat pesat, hal tersebut diakui oleh beberapa ilmuan maupun sejarawan seperti Nasr (1968), Sarton (1972), Kneller (1978) dan lain- lain. Dengan hal lain pendidikan merupakan sebuah persyaratan yang terpenting dan paling utama bsgi sebuah peradaban. Perkembangan ilmu pengetahuan serta beradaban pada masa itu beriringan dengan berkembanganya perpustakaan salah satunya adalah perpustakaan umum, mengingat bahwa pada masa itu perkembangan ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat maka, dalam penelitian ini peneliti akan membahas tentang peran perpustakaan umum dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada masa islam klasik. Dengan memahami tentang peran perpustakaan umum dalam perkembangan ilmu pengetahuan diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa begitu besar peran perpustakaan umum dalam ilmu pengetahuan.
Method
Pada penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif yaitu dengan menjelaskan atau menggambarkan tentang masalah atau fenomena yang diteliti. Menurut Sugiono (2011) metode penelitian kualitatif merupakan sebuah metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat pospositivisme dan dilakukan untuk meneliti objek ilmiah, yang mana peneliti sebagai instrument kunci dan hasil penelitian lebih kepada di uraikan dalam bentuk kat-kata.5 Kemudian dalam pengumpulan datanya melalui studi literature, yang mana penulis menggunakan buku, jurnal, dan sumber literature lainnya yang tentunya dari sumber – sumber terpercaya.
Result & Discussion
Pada masa kejayaan islam perpustakaan mengalami kemajuan yang sangat pesat salah satunya adalah dalam bidang ilmu pengetahuannya yang mana pada masa itu di dorong dengan adanya perpustakaan. Pada masa islam klasik terdapat beberapa jenis perpustakaan salah satunya adalah perpustakaan umum, maka pada penelitian ini peneliti akan membahas tentang peran perpustakaan umum dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada masa islam klasik. Green Library Green Library adalah bentuk konsep perpustakaan masa kini yang lebih mengutamakan pada asas manfaat, estetika, dan fungsi dari sebuah perpustakaan itu sendiri. Sampai saat ini masih sedikit sekali bangunan gedung perpustakaan yang menggunakan konsep penghijauan ber- wawasan lingkungan. Green disini membahas masalah pemanfaatan space di area perpustakaan baik di dalam gedung maupun di luar bangunan untuk dioptimalkan sebagai penambah nilai keindahan atau estetika sebuah bangunan perpustakaan.6 Bahkan sekarang sudah saatnya Green Library merupakan tempat yang nyaman digunakan untuk kegiatan-kegiatan bersosialisasi melalui media sosial, pencarian informasi terkait melalui akses internet, akses video untuk keperluan bahan pembelajaran, mencari bahan pembelajaran dan buku- buku digital serta keperluan administrasi pendidikan lainnya.7 Perpustakaan Islam Perpustakaan umum merupakan sebuah perpustakaan yang di bangun dan dipergunakan untuk masyarakat umum, jenis koleksi bahan pustakanya pun menyesuaikan dengan masyarakat umum. Menurut lasa perpustakaan umum merupakan sebuah perpustakaan yang dibangun dengan tujuan diperuntukkan kepada masyarakat umum sebagai sebuah sarana belajar mengajar atau sebagai media pembelajaran sepanjang hayat tanpa memandang status, baik itu dari agama, kebangsaan, bahasa, suku dan lain sebagainya. Menurut Stanton dalam bukunya menyebutkan bahwa, perpustakaan umum membuka pintu serta menawarkan koleksi bahan pustakanya untuk dipinjam oleh masyarakat umum baik bagi penduduknya, masjid-masjid, masjid akademik maupun madrasah- madrasah yang ada disekitar perpustkaan umum tersebut.8 Tercatat dalam sejarah bahwa pada masa islam klasik para khalifah , wazir, bahkan para penguasa lokal sering membangun perpustakaan umum yang mana tidak lain bertujuan untuk mempromosikan kegiatan baca- tulis, serta meningkatkan pendidikan di wilayah kekuasaannya masing-masing. Hal ini menjadi salah satu bukti akan kecintaaan para khalifah terhadap ilmu pengetahuan, seperti khalifah Hakam II dari Dinasti Ummayah di spanyol, Beliau mendirikan 70 perpustakaan pada masa ke khalifahannya. Kemudian menurut pendapat lain ada yang mengatakan bahwa sampai saat ini belum diketahui secara pasti jumlah perpustakaan umum pada masa islam klasik , menurut Stanton perpustakaan umum tidak hanya berdiri di Baghdad yang mana pada saat itu terdapat 36 perpustaan umum yang berkembang, namun terdapat 5 perpustakaan umum juga yang beridri di kairo serta masi banyak lagi perpustakaan umum yang berdiri di masa islam klasik. Perpustakaan Pada Masa Islam Klasik Pada masa islam klasik terdapat beberapa perpustakaan yang berkembang dan dijadikan sarana belajar serta pusat ilmu pengetahuan diantara yaitu: a. Perpustakaan Bait Al – Hikmah Perpustakaan Bait Al – Hikmah ini didirikan oleh khalifah Harun Al- Rasyid kemudian berkembang pada masa khalifah Al Ma’mum. Di dalam perpustakaan ini terdapat banyak sekali bahan pustaka, sehingga ada yang mengatakan bahwa perpustakaan Bait Al- Hikmah ini menyerupai perpustakaan universitas yang mana pada masa kejayaannya perpustakaan ini menjadi pusat studi bagi para cendekiawan, mereka berkumpul untuk berdiskusi, muthala’ah, menerjemah, serta menyalin buku. b. Perpustakaan bait al – hikmah merupakan kebanggaan khalifah abbasiyah, karena selain menjadi perpustakaan terbesar yang pernah dimiliki oleh umat islam perpustakaan ini juga yang memuat hasil-hasil peradaban dan kebudayaan. Dalam sejarah tercatat bahwa perpustakaan bait al- hikmah memiliki 60.000 koleksi bahan pustaka namun jumlah tersebut belum diketahui secara pasti, secara umum disebutkan bahwa dalam perpustakaan bait Al- Hikmah terdapat berbagai literatur ilmu pengetahuan mulai dari karya- karya bangsa arab sendiri sampai luar arab. Menurut Khuda Baksh (2000) , salah satu koleksi penting yang ada di dalam Bait Al- Hikmah adalah biografi kakek nabi Muhammad SAW yaitu Abdul Muthalib. c. Perpustakaan Dar Al – Hikmah Perpustakaan dar al – hikmah ini berada di kairo, dan didirikan oleh Al – Hakim bin amrillah, yaitu salah satu khalifah dari dinasti fatimiyah di Mesir. Pada masa dinasti fatimiyah rakyat hidup dengan kemakmuran, dan mencapai kemajuan seperti yang dicapai di Baghdad dan cordova. (hamka, 2001).Menurut al- siba’I perpustakaan ini dibuka pada tanggal 10 jumadil akhir tahun 395 H. perpustakaan ini dilengkapi dengan perabotan mewah dan pegawai perpustakaan khusus yang dipercaya untuk mengelola perpustakaan seperti kepala dan staff perpustakaan. Perpustakaan ini dilengkapi lebih dari 40 ruang atau kamar, dan salah satu diantaranya diisi dengan 18. 000 buku tentang ilmu – ilmu kuno. menurut Nokosteen (1996), perpustakaan ini memiliki 1.600.000 volume koleksi bahan pustaka dalam penelitian lain ada yang menyebutkan bahwa terdapat 2 juta eksemplar koleksi bahan pustaka. Perpustakaan ini terbuka untuk umum, banyak sekali pengunjung perpustakaan yang datang untuk membaca buku , menyalin, atau belajar. Menurut suatu riwayat, Al- Hakim telah menyediakan anggaran lebih dari 200 dinar setiap tahunnya yang dipergunakan untuk perawatan dan operasional perpustakaan (nakosteen, 1996). Dalam riwayat lain ada yang menyebutkan bahwa anggaran tersebut berjumlah 257 dinar per tahun, yang diselenggarakan untuk keperluan perpustakaan seperti karpet, alat tulis, gaji pustakawan, air minum, perbaikan koleksi , dan keperluan operasional lainnya. Berdasarkan riwayat al- Baghdadi (1996) perpustakaan ini merpakan tempat berkumpulnya para ahli fiqih, para ahli nahwu, dan bahasa, para dokter, serta para ahli astronomi. Di perpustakaan mereka tidak hanya membaca buku akan tetapi mereka mengkaji kitab-kitab, menyalin kitab-kitab, ceramah, dan diskusi tentang berbagai ilmu pengetahuan. d. Perpustakaan Dar Al – Ilm, Naisaburi Perpustakaan ini didirikan oleh abu naser sabur bin al – kutub. Perpustakaan ini juga memuat 10.400kitab tentang berbagai macam ilmu pengetahuan, pada masanya, perpustakaan Dar Al- ilm ini menjadi pusat ilmu pengetahuan dan tempat berkumpulnya para analisis, ilmuan, sastrawan, ulama, dan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas ilmiah seperti pengkajian, diskusi, dan penelitian.(Al – Bghdadi, 1996) e. Perpustakaan Khizanah Al – Kutub, Syiraz Perpustakaan ini didirikan oleh seorang penguasa dari bani biwayhiyyah yang bernama ‘adhud al – daula (w. 983 M).menurut al – maqdisi perpustakaan ini dibangun dengan megah yang mana bangunannya dikelilingi taman, danau, dan aliran air. Bangunan ini terdiri dari dua lantai, dan memiliki 360 ruang dan diatas bangunan perpustakaan ini diberi kubah sama seperti masjid f. Perpustakaan Madrasah Perpustakaan madrasah merupakan sebuah perpustakaan yang berada di dalam sebuah madrasah adapun jumlah koleksi nya menyesuaikan dengan masyarakat yang ada di dalam madrasah tersebut, sedangkan untuk perpustakaan nya sendiri juga di pergunakan untuk masyarakat yang ada di dalam ruang lingkup madrasah tersebut. Pada masa itu ada juga perpustakaan madrasah, perpustakaan madrasah disebut juga sebagai perpustakaan umum karena, perpustakaan madrasah juga digunakan sebagai tempat belajar dan sumber ilmu pengetahuan oleh masyarakat umum. Adapun perpustakaan masjid yang terdapat pada masa islam klasi yaitu diantaranya; perpustakaan madrasah nizamiyah, perpustakaan madrasah mustansyiriyyah dan beberapa prpustakaan madrasah lainnya. g. Perpustakaan Masjid Perpustakaan masjid merupakan sebuah perpustakaan yang berada di dalam masjid dan di peruntukkan oleh jamaah yang ada di dalam masjid itu sendiri. menurut Pedersen (1996) sejak awal masjid tidak hanya ditunjunkkan tempat ibadah saja, namun juga sebagai sekolah dan tempat belajar. Pada masa itu masyarakat muslim terbiasa menyumbangkan buku – buku untuk perpustakaan atau darul kutub disamping menjadi masjid itu sendiri. Peran Green Library dan Perpustakaan Islam Dalam Pengembangan Ilmu Pengetahuan Konsep Green Library di dalam kampus sangat diminati oleh masyarakat sivitas akademika. Green Library di dalam kampus membuat suasana menjadi sejuk, segar, indah, dan asri sehingga aktivitas kegiatan belajar dan bekerja menjadi lebih nyaman dan antusias. Green Library bisa menjadi pusat pembelajaran atau laboratorium alam di area kampus. Green Library bisa menjadi Taman Pendidikan di lingkungan kampus.10 Disisi lain Green Building Council Indonesia (GBCI) yang merupakan lembaga mandiri (non-government) yang berkomitmen penuh terhadap pendidikan masyarakat dalam mengaplikasikan praktik terbaik lingkungan dan memfasilitasi industri bangunan global yang berkelanjutan.11 Perpustakaan Muslim telah menjadi salah satu aspek penting dari peradaban Islam, dan merupakan domain yang tepat untuk penelitian intelektual.12 Sebagai contoh lemari kecil (khizānah) salinan Al-Quran di masjid hingga kamar-kamar tertentu yang dilampirkan ke bangunan utama istana, madrasah, mashhad, ribāṭ, dll. Ilustrasi manuskrip yang masih ada seperti yang dibuat oleh al-Ḥarīrī dari Basrah (d. 515/1122) menggambarkan sebuah perpustakaan menunjukkan bahwa jika ada ruang terpisah yang ditujukan untuk perpustakaan, rak biasanya berada di dekat dinding, menyisakan ruang kosong untuk pembaca dan penyalin di tengah ruangan berkarpet (fitur umum dalam arsitektur Islam) Pada masa islam klasik para khalifah serta para penguasa membangun perpustakaan umum yang mana bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat sebagai sarana belajar dan mengkaji berbagai kitab yang ada di dalam perpustakaan tersebut. begitu besar rasa kecintaan khalifah terhadap ilmu sehingga banyak sekali perpustakaan yang dibangun pada masa itu. Mengingat pentingnya perpustakaan dalam membangun peradaban maka, ada bnayak sekali peran perpustakaan umum dalam pengembangan ilmu pengetahuan: 1. Sebagai Pusat Informasi Dan Pusat Pembelajaran (Learning Center) Perpustakaan masjid diusulkan sebagai perpustakaan Muslim pertama dan tertua karena diyakini bahwa masjid adalah lembaga pertama komunitas Muslim. Masjid telah digunakan untuk berbagai fungsi, khususnya pendidikan. Kegiatan pendidikan tersebut kemudian menghasilkan karya- karya yang berbeda tentang masalah keislaman, yang kemudian ditempatkan di masjid-masjid sebagai layanan publik.13 Seperti yang kita ketahui bahwa perpustakaan umum di bangun dan diperuntukkan kepada masyarakat umum, bahkan perpustakaan umum pada masa itu membuka pintu untuk meminjamkan buku kepada masyarakat umum. Pada masa islam klasik perpustakaan umum banyak dikunjungi oleh masyarakat umum dari berbagai kalangan ada yang mengunjungi perpustakaan hanya untuk membaca buku, ada juga yang belajar di perpustakaan umum tersebut. bahkan pada masa islam klasik ada salah satu perpustakaan umum yang menyediakan alat tulis seperti tinta, pena, kertas dan alat tulis lainnya secara gratis. 2. Sebagai Pusat Penerjemahan Pada masa islam klasik masi banyak koleksi bahan pustaka yang karyanya berbahasa Persia, yunani dan lain sebagainya sehingga perpustakaan umum yang terdapat di masa islam klasik tersebut di pergunakan sebagai tempat berkumpulnya para penerjemah untuk mengalihbahasakan koleksi bahan pustaka yang masi berbahasa asing ke dalam bahasa arab. Bahkan pada masa itu, para ahli bahasa mendapatkan tempat istimewa dan sangat di hormati oleh masyarakat. 3. Sebagai Pusat Penelitian Pada masa islam klasik perpustakaan umum dijadikan tempat berkumpulnya para cendekiawan untuk melakukan penelitian, bahkan sejak awal peradaban islam banyak sekali peristiwa – peristiwa penting salah satunya yaitu ketika banyak utusan atau orang kepercayaan raja serta khalifah yang diutus untuk membahas suatu bidang keilmuan tertentu di perpustakaan – perpustakaan terkenal. Tidak hanya para cendekiawan yang menggunakan perpustakaan umum sebagai sarana pusat penelitian namun, berbagai analis, ilmuan, ulama, sastrawan, serta masyarakat umum juga menggunkan perpustakaan sebagai sarana pusat penelitian. Sebagai saran dan masukan bagi Green Library dan Perpustakaan Islam adalah harus mampu berjalan selaras dengan teknologi informasi. Karena perpustakaan sebagai salah sumber informasi memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. Salah satu peran tekonologi informasi dalam dunia perpustakaan yaitu dengan munculnya Green Digital Library (perpustakaan digital hijau)14 dan Islami.
Conclusion
Perpustakaan Islam sangat dekat kaitannya dengan keilmuan maka perpustakaan memiliki peran penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan diantaranya seperti; sebagai pusat informasi atau pusat pembelajaran, sebagai pusat penelitian, serta sebagai pusat penerjemahan. Green Library juga berperan sebagai perpustakaan yang ramah lingkungan (sejuk, segar, indah, asri) yang jauh dari kata merusak lingkungan sehingga aktivitas kegiatan belajar dan bekerja menjadi lebih nyaman dan antusias.