Persepsi Mahasiswa Tentang Daya Tarik Jurusan Ilmu Perpustakaan : Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fah Uin Alauddin Makassar
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Abstrak
Penelitian ini membahas tentang Persepsi Mahasiswa Tentang Daya Tarik Jurusan Ilmu Perpustakaan : Studi Kasus Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alaudin Makassar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui: 1). Persepsi mahasiswa tentang daya tarik jurusan Ilmu Perpustakaan, 2). Untuk mengetahui harapan mahasiswa dalam pengembangan jurusan Ilmu Perpustakaan pada Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alaudin Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan managerial, yuridis dan pedagodik. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yang terdiri dari mahasiwa jurusan Ilmu Perpustakaan, dan sumber data sekunder yang diperoleh dari referensi pihak kedua, baik berupa majalah, jurnal, artikel dan berbagai hasil penelitian yang relevan. Instrumen penelitian ini menggunakan panduan pedoman wawancara, dan dokumentasi. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik pengolahan dan analisis data melalui beberapa tahap yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, luasnya lapangan kerja serta semakin tingginya passing grade merupakan faktor utama yang menjadi daya tarik jurusan Ilmu Perpustakaan . Kedua. mahasiswa berharap peningkatan kualitas SDM dimana hal tersebut merupakan salah satu langkah konkret dalam mengembangkan jurusan Ilmu Perpustakaan. Selain itu, mahasiswa juga berharap adanya terobosan baru dari pemerintah untuk alumni jurusan Ilmu Perpustakaan dengan semakin banyak memberdayakan perpustakaan di setiap Instansi yang ada di Indonesia. Implikasi dari penelitian ini diharapkan adanya regulasi tentang pengawasan dan pemeliharaan terhadap sarana dan fasilitas perkuliahan yang ada di UIN Alaudin Makassar khususnya jurusan Ilmu Perpustakaan. Selain itu pemerintah sebaiknya membuat kebijakan dalam hal satuan kerja di perpustakaan agar lebih memahami tupoksi dan latar belakang pendidikan ilmu perpustakaan agar tidak ada tumpang tindih dengan alumni program studi lain
Abstract
This study discusses the Students’ Perceptions About the Attractiveness of the Department of Library Science: Case Studies on Library Science Department Students of the Adab and Humanities Faculty of UIN Alaudin Makassar. The purpose of this study is to find out: 1). Student perceptions about the attractiveness of the Department of Library Science, 2). To find out the hopes of students in developing the Department of Library Science at the Adab and Humanities Faculty of UIN Alaudin Makassar. This type of research is a qualitative descriptive study using managerial, juridical and pedagodic approaches. Data sources in this study are primary data sources consisting of students majoring in Library Science, and secondary data sources obtained from second-party references, whether in the form of magazines, journals, articles and various relevant research results. This research instrument uses interview guidelines, and documentation. Data collection methods use observation, interviews, and documentation. The data processing and analysis techniques go through several stages, namely, data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that first, the breadth of employment and the increasingly high passing grade are the main factors that attract the Department of Library Science. Second. Students expect an improvement in the quality of human resources which is one of the concrete steps in developing the Department of Library Science. In addition, students also hope for a new breakthrough from the government for alumni majoring in Library Science by empowering libraries more and more in every Agency in Indonesia. The implication of this research is expected to be a regulation regarding supervision and maintenance of lecture facilities and facilities at UIN Alaudin Makassar, especially in the Department of Library Science. In addition, the government should make policies in terms of work units in the library to better understand the duties and educational background of library science so that there is no overlap with alumni of other study programs.
Keywords:
library science
· employment
· passing grade
· main task and functions
Introduction
Seperti yang diketahui lulusan ilmu perpustakaan dipersiapkan untuk menjadi seorang tenaga perpustakaan atau pustakawan. Perpustakaan sebagai wadah perkumpulan informasi dan pustakawan sebagai aktor yang mengelola informasi menjadi sorotan sebagai penyedia, pengelola dan penyebar informasi untuk masyarakat dalam hal pemenuhan kebutuhan informasinya.1 Definisi pustakawan sebagai para profesional di bidang informasi telah tercantum dalam Undang-undang. Menurut bab 2 pasal 2 Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 menyatakan bahwa pustakawan adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan. Sementara itu keberadaan perpustakaan tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan sebagai pusat informasi. Secara etimologi, perpustakaan merupakan salah satu lembaga yang mengelola dan menyebarkan informasi kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan teknologi yang dimana informasi telah menjadi komoditas unggul masyarakat informasi.2 Era teknologi informasi telah merubah paradigma manusia dari menjual barang menjadi menjual jasa (bisnis informasi). Era teknologi informasi juga telah merubah paradigma perpustakaan yang tidak hanya sebagai penyedia wujud informasi tetapi juga menjadi penyedia akses informasi. Perubahan paradigma tersebut mewajibkan pustakawan sebagai pekerja informasi melek terhadap perkembangan teknologi, atau dapat diibaratkan dengan “high tech & high touch”, yaitu perkembagan teknologi yang tinggi harus diimbangi dengan kompetensi yang tinggi. Perpustakaan sebagai lembaga informasi wajib memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, hal inilah yang menjadi objek kajian Ilmu Perpustakaan sekaligus tantangan besar bagi para pustakawan.3 Namun fakta di lapangan saat ini berbanding terbalik dengan kebutuhan informasi masyarakat yang semakin meningkat dimana kebanyakan masyarakat belum mengetahui adanya prodi atau jurusan ilmu perpustakaan yang nantinya dipersiapkan sebagai seorang penyedia jasa informasi atau pustakawan. Banyak yang menganggap prodi atau jurusan ini masih kurang populer di telinga masyarakat dibanding prodi atau jurusan lain seperti ekonomi, hukum, teknik, sastra, dan lain-lain. Tentunya ada bebarapa mahasiswa masih terkesan minder dengan mahasiswa dari prodi atau jurusan lain. Topik yang kemudian menjadi menarik adalah meskipun prodi ini masih terdengar awam atau bahkan kurang populer, peminat dari prodi ini setiap tahun semakin meningkat. Hal ini memberikan bukti bahwa prodi atau jurusan ilmu perpustakaan memiliki daya tarik tersendiri dimata para mahasiswanya. Pada umumnya setiap mahasiswa menentukan pilihan pada satu jurusan atas dasar minat, motivasi, daya tarik jurusan tersebut, pekerjaan yang diharapkan dan lingkungan belajar atau bahkan mahasiswa tersebut memiliki pertimbangan-pertimbangan khusus ketika hendak melanjutkan studinya di salah satu prodi khususnya di Jurusan Ilmu Perpustakaan. Selain itu, Sebuah program studi di perguruan tinggi diharuskan memiliki daya tarik tertentu dimata orang banyak yang mungkin saja bisa memperkuat motivasi atau minat seseorang dalam menetukan pilihan studinya. Mungkin dari fasilitas perkuliahan, akreditasi prodi terebut, tenaga dosen berpengalaman, ataupun memiliki prospek kerja yang luas di masa depan. Ada beberapa faktor yang dapat memepengaruhi seseorang dalam memilih jurusan di perguruan tinggi. Faktor-faktor tersebut bisa berasal dari luar diri maupun dari dalam diri seseorang. Faktor dari luar diri seseorang tersebut adalah lingkungan, baik lingkungan alam (misalanya : faktor geografis), maupun lingkungan sosial (misalnya : lingkungan keluarga/keadaan rumah tangga, guru, dan cara mengajarnya) dan instrumental input yaitu sejumlah faktor yang sengaja dirancang dan dimanipulasikan guna menunjang tercapainya keluaran yang dikehendaki (misalnya : guru/ pengajar, kurikulum/ bahan ajaran, sarana dan fasilitas, administrasi/ manajemen). Faktor-faktor dalam diri seseorang yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih program studi yaitu: faktor fisiologis dan faktor psikologis. Faktor fisiologis ialah bagaimana kondisi fisiknya, panca indranya, dan sebagainya, sedangkan faktor psikologis adalah : minat, tingkat kecerdasan, bakat, motivasi, kemanpuan kognitif dan sebagainya.4 Adanya berbagai faktor teresebut yang mempengaruhi mahasiswa terutama dalam memilih jurusan, maka mahasiswa berusaha lebih selektif dalam menentukan pilihan studinya di perguruan tinggi. Perkembangan prodi atau jurursan ilmu perpustakaan sendiri telah menyebar diberbagai perguruan tinggi negeri ataupun swasta dari pulau Sumatera hingga Papua. Salah satu universitas yang menyelenggarakan prodi atau jurusan ilmu perpustakaan di Indonesia adalah UIN Alaudin Makassar. Jurusan ini telah berdiri selama kurang lebih dua dekade dan berdiri di bawah Fakultas Adab dan Humaniora berdasarkan SK Direktur Jenderal Pembinaan Agama Islam Departemen Agama RI Nomor : E/86/2999 tanggal 5 Mei 1999.5 Penelitian ini begitu penting mengingat semakin membaurnya peminat jurusan ilmu perpustakaan di seluruh Indonesia. Hal inilah yang kemudian menjadi rujukan penulis tentang bagaimana persepsi mahasiswa tentang daya tarik jurusan Ilmu Perpustakaan khususnya di UIN Alauddin Makassar Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dari pada penelitian ini adalah : 1. Bagaimana persepsi mahasiswa tentang daya tarik program studi Ilmu Perpustakaan di UIN Alaudin Makassar ? 2. Bagaimana persepsi mahasiswa tentang harapan dalam pengembangan prodi Ilmu Perpustakaan dan pengembangan karir ke depannya ? Dengan demikian, maka tujuan dari pada penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang daya tarik program studi ilmu perpustakaan 2. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang harapan dalam pengembangan jurusan Ilmu Perpustakaan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penulis menggunakan beberapa tekhnik pengambilan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dari pada penelitian ini adalah persepsi mahasiswa mengenai daya tarik jurusan ilmu perpustrakaan. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah mahasiswa aktif jurusan illmu perpustakaan dimana penentuan sampel dilakukan secara random. Sumber data juga diperoleh dari pejabat atau otoritas dari jurusan Ilmu Perpustakaan UIN Alaudin Makassar yang relevan dengan penelitian ini. ata penelitian tersebut dikumpulkan dalam rekaman suara format mp3 dan berupa catatan-catatan yang diperoleh selama observasi dan wawancara. Dalam menganalisis dan menginterpretasikan data, peneliti menggunakan tiga tahapan dalam analisis data yaitu : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Ketiga komponen tersebut dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data dimana akhirnya akan saling berinteraksi. Adapun informan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 1 No Nama Informan Semester 1. Ikrimah Ramadhan Parela IV 2. Abd. Rahmat VIII 3. Baso VIII 4. Adri VIII 5. Muh. Nursyamsyadi II 6. Akil IV 7. Ilsam VIII 8. Sri Wahyuni VI 9. Nurmia Lukman VI 10. Jherio Wiranda VI 11. Riska Sari II 12. Muh. Haris VI 13. Touku Umar, S. Hum, M. I P Sekjur Ilmu Perpustakaan
Discussion
Persepsi Mahasiswa Tentang Daya Tarik Jurusan Ilmu Perpustaan Pada intinya jurusan Ilmu Perpustakaan mempelajari tentang bagaimana mengolah, mengelola dan mengkomunikasikan atau mendiseminasikan informasi. Informasi itu bisa dari banyak media, dari buku sampai digital. Dalam jurusan Ilmu Perpustakaan tidak serta merta soal teknis saja, tapi juga aspek manajerial perpustakaan dan arsip. Adalah sebuah keniscayaan setiap oramg, lembaga, hingga perusahaan pasti menghasilkan rekaman dokumen dari kegiatan-kegiatannya. Selain aspek teknis dan manajerial, seorang mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan juga dibekali dengan dasar-dasar teknologi dan sistem informasi. Lebih jelasnya, program studi ini tidak sesederhana anggapan orang pada umumnya.6 Dasar inilah yang kemudian menjadi rujukan tentang bagaimana persepsi mahasiswa tentang daya tarik dari pada jurusan Ilmu Perpustakaan di UIN Alaudin Makassar. Mahasiswa yang bernama Rahmat mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap jurusan Ilmu Perpustakaan awalnya karena dia sangat senang dengan baca buku. Selain itu dia juga menambahkan prospek kerja bagi lulusan Jurusan Ilmu Perpustakaan sangat menjamin dimana dapat diserap di instansi mana saja khususnya lembaga perpustakaan.7 Sama halnya dengan Jherio Wiranda mengatakan bahwa kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan merupakan citacitanya sejak SMA. Alasan ketertarikannya dengan jurusan Ilmu Perpustakaan karena prodi ini mampu menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berliterasi. Selain itu dia juga menambahkan bahwa banyaknya lulusan dari jurusan Ilmu Perpustakaan yang semakin tahun selalu dibutuhkan.8 Sedikit ditambahkan oleh Akil yang mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi daya tarik jurusan Ilmu Perpustakaan karena di jurusan Ilmu Perpustakaan diajarkan tentang pentingnya pengembangan literasi dalam memajukan peradaban sebuah bangsa.9 Riska Sari juga mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap prodi Ilmu Perpustakaan dikarenakan dirinya mempunyai hobi membaca buku sejak dulu. Selain itu, tingginya kebutuhan akan pustakawan di berbagai lembaga pendidikan menjadi salah satu alasan untuk melanjutkan studinya di prodi ini.10 Begitupun dengan Muh. Nursyamsyadi mengatakan jurusan Ilmu Perpsutakaan merupakan sebuah wadah yang mampu mempelopori serta memberdayakan budaya baca di Indonesia khususnya di Sulawesi-Selatan. Hal tersebut menurutnya merupakan salah satu ketertarikan dirinya melanjutkan studi di jurusan Ilmu Perpustakaan.11 Hal tersebut bukanlah suatu alasan belaka mengingat jurusan Ilmu Perpustakaan merupakan program studi yang sangat aktif dalam menyuarakan tentang pentingnya kepekaan terhadap literasi di Indonesia. Lain halnya dengan Ilsam yang mengatakan bahwa jurusan Ilmu Perpustakaan yang ada di UIN Alauddin Makassar merupakan satu-satuinya prodi dengan kualifikasi S1 di Indonesia bagian timur sehingga sangat mungkin memiliki lapangan kerja yang luas.12 Dirinya juga tak menampik jika hal tersebut merupakan salah satu ketertarikannya terhadap program studi ini. Baso sendiri memiliki pandangan yang sama bahwa jurusan Ilmu Perpustakaan mempunyai prospek yang baik dalam mencari kerja ke depannya. Dia menambahkan bahwa prodi ini akan selalu berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan informasi masyarakat.13 Kenyataannya hal tersebut benar benar terjadi dimana konsumsi masyarakat akan informasi semakin meningkat di tengah banyaknya informasiinformasi palsu atau hoax saat ini. Begitupun juga dengan Ikrimah Ramadhan Parela yang mengatakan bahwa jurusan Ilmu Perpustakaan merupakan jurusan yang masih terbilang langka di Indonesia namun memiliki prospek kerja yang luas di masa depan. Dasar inilah yang membuatnya tertarik terhadap prodi Ilmu Perpustakaan.14 Ditempat berbeda Adri mahasiswa yang saat ini berkecimpung di organisai himpunan mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan mengungkapkan bahwa luasnya kesempatan kerja bagi alumni jurusan Ilmu Perpustakaan yang menjadikan prodi ini memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswanya sehingga semakin tahun passing grade dari prodi ini selalu meningkat.15 Daya tarik dari jurusan Ilmu Perpustkaan dalam pandangan Muh. Haris adalah semakin meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berliterasi membuat prodi ini semakin di lirik oleh calon mahasiswa baru. Dia juga tak menampik bahwa salah satu alasan melanjutkan studinya di prodi ini tidak lain karena memiliki lapangan kerja yang luas.16 Lain halnya Sri Wahyuni yang mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap jurusan Ilmu Perpustakaan karena memiliki perbedaan dengan prodi yang lain. Dia mengungkapkan bahwa Ilmu Perpustakaan tidak sekedar mempelajari hal hal yang bersifat teknis saja namun juga mempelajari hal hal yang meliputi sistem manajerial seperti pengelolaan perpustakaan. Hal tersebut menurutnya merupakan daya tarik tersendiri bagi prodi Ilmu Perpustakaan di banding prodi yang lain.17 Berbeda pandangan dengan Sri Wahyuni, Nurmia Lukman mengatakan bahwa ketertarikannya terhadap jurusan Ilmu Perpustakaan dikarenakan lulusan prodi ini merupakan insan yang akan menjadikan perpustakaan sebagai salah satu sektor yang berperan aktif dalam pembangunan nasional serta sebagai tempat perkembangan Ilmu Pengetahuan. 18 Harapan Mahasiswa dalam Pengembangan Jurusan Ilmu Perpustakaan Serta Pengembangan Karir Ke Depannya Dalam sebuah lembaga pendidikan tinggi, kualitas SDM serta terjaminnya sarana dan prasarana menjadi sebuah persyaratan yang mutlak dalam menentukan keberlangsungan proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik. Hal tersebut sangat berperan penting dalam meningkatkan daya tarik sebuah lembaga pendidikan. Selain itu pemberdayaan alumni serta banyaknya lulusan yang mampu menyerap lapangan kerja secara komprehensif juga menentukan tinggi rendahnya peminat sebuah lembaga pendidikan, tanpa terkecuali jurusan Ilmu Perpustakaan. Seperti yang diketahui, hanya sebagian masyarakat saat ini yang mengetahui tentang eksistensi jurusan Ilmu Perpustakaan khususnya yang ada di UIN Alaudin Makassar. Apa yang kemudian menjadi streotipe sejak dulu bahwa dalam sebuah universitas di benak masyarakat awam hanya ada prodi yang populer di telinga mereka seperti manajermen, hukum, teknik ataupun keguruan sehingga tidak sedikit orang tua mendorong anaknya agar lebih selektif dalam melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Dasar inilah yang kemudian acuan tentang bagaimana persepsi mahasiswa dalam mengembangkan sebuah prodi terkhusus jurusan Ilmu Perpustakaan serta bagaimana harapan mahasiswa ke depan terkait pengembangan karir dalam bidang Ilmu Perpustakaan. 1) Pengembangan Jurusan Ilmu Perpustakaan Untuk mengetahui persepsi mahasiswa tentang pengembangan jurusan Ilmu Perpustakaan maka dilakukan wawancara sebagai berikut, mahasiswa yang bernama Riska Sari mengatakan bahwa untuk pengembangan prodi Ilmu Perpustakaan perlu adanya kajian rutin mengenai perpustakaan dalam konteks keilmuan yang kemudian dapat dijadikan rujukan untuk membenahi apa yang masih perlu diperbaiki baik itu dari segi SDM ataupun kurikulum. Ilsam sendiri mengharapkan agar kualitas tenaga pengajar yang ada di jurusan Ilmu Perpustakaan lebih ditingkatkan lagi. Menurutnya ada beberapa tenaga pengajar yang cenderung membunuh kekritisan mahasiswa. Hal tersebut dinilainya sebagai sebuah penghambat perkembangan jurusan Ilmu Perpustakaan.19 Sedikit ditambahkan oleh Ikrimah Ramadhan Parela yang mengungkapkan bahwa meningkatkan fasilitas merupakan salah satu upaya pengembangan prodi Ilmu Perpustakaan seperti pengadaan jaringan internet (wifi) di setiap ruang kuliah, serta menyediakan taman baca yang berada di luar ruangan (outdoor).20 Menurut Nurmia Lukman sebaiknya mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan lebih kreatif serta inovatif dalam memperkenalkan jurusan Ilmu Perpustakaan ke masyarakat luas. Menurutnya dengan adanya internet saat ini dapat dijadikan sarana untuk, memperkenalkan seluk beluk jurusan Ilmu Perpustakaan.21 Sementara itu, Muh. Haris mengatakan bahwa jurusan Ilmu Perpustakaan yang ada di UIN Alaudin Makassar agar tetap berada pada koridornya dimana hal tersebut menjadi pembeda dengan spesialisasi jurusan Ilmu Perpustakaan yang ada di kampus lain sehingga mampu mencetak SDM yang berkualitas.22 Akil menambahkan bahwa dalam mengembangkan jurusan Ilmu Perpustakaan sebaiknya metode perkuliahan yang ada saat ini perlu ditingkatkan agar tidak bersifat monoton serta peningkatan sarana dan prasarana. Dengan begitu menurutnya dapat memberi sumbangsih dalam mengembangkan jurusan Ilmu Perpustakaan.23 Menurut Baso agar Jurusan Ilmu Perpustakaan lebih meningkatkan SDM serta sarana dalam proses belajar mengajar serta lebih banyak mempromosiakan jurusan Ilmu Perpustakaan agar lebih dikenal oleh, masyarakat luas.24 Hal tersebut dinilainya sebagai salah satu langkah konkret dalam mengembangkan jurusan Ilmu Perpustakaan Sri Wahyuni juga mengatakan agar ke depannya mahasiswa beserta dosen jurusan Ilmu Perpustakaan lebih gencar mengkampanyekan gemar membaca kepada masyarakat serta rutin mengikuti kegiatan yang bertema literasi. Dengan begitu menurutnya jurusan Ilmu Perpustakaan akan semakin berkembang.25 Begitupun dengan Muh. Nursyamsyadi yang mengatakan agar ke depannya mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan rutin melakukan kegiatan literasi yang secara tidak langsung bisa memperkenalkan jurusan Ilmu Perpustakaan ke masyarakat. Dengan beitu menurutnya jurusan Ilmu Perpustakaan akan semakin berkembang.26 Rahmat mengatakan bahwa dalam meningkatkan kualitas serta daya tarik jurusan Ilmu Perpustakaan dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas tenaga pengajar, memperbanyak seminar nasional dan Internasional, serta mahasiswa aktif dalam gerakan-gerakan sosial khususnya gerakan sosial dari segi literasi.27 Tidak berbeda dengan sebelumnya, Jherio Wiranda mengungkapkan bahwa para civitas akademik, alumni maupun instansi terkait agar lebih gencar melakukan promosi jurusan Ilmu Perpustakaan serta mnelakukan kegiatan kegiatan yang bertema literasi.28 Lain halnya dengan Adri yang mengatakan bahwa pembaruan kurikulum perkuliahan berstandar nasional dan internasional yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat kontemporer merupakan salah satu cara mengembangkan prodi Ilmu Perpustakaan.29 Sementara itu, sekertaris jurusan Ilmu Perpustakaan Touku Umar S. Hum, M. I P mengatakan bahwa ke depannya semua stakeholder yang ada di jurusann Ilmu Perpustakaan telah berkomitmen untuk sama–sama bagaimana mengembangkan jurusan Ilmu Perpustakaan yaitu melibatkan mahasiswa dalam berbagai aktivitas seperti pembuatan dan perubahan kurikulum atau pun yang terkait dengan kebutuhan mahasiswa. Selain itu, melakukan perbaikan serta evaluasi terhadap dosen–dosen yang dianggap monoton dalam memberikan perkuliahan di kelas.30 2) Pengembangan Karir Untuk mengetahui harapan mahasiswa tentang pengembangan karir pada jurusan Ilmu Perpustakaan maka dilakukan wawancara sebagai berikut, mahasiswa yang bernama Ikrimah Ramadhan Parela berharap ke depannya lapangan kerja dari alumni jurusan Ilmu Perpustakaan semakin luas di iringi dengan kesadaran masyarakat dalam meningkatkan budaya literasi. Dia menilai bahwa hal tersebut menjadi sangat mungkin jika melihat kondisi masyarakat saat ini yang makin tergerus oleh perkembangan zaman. Jherio Wiranda mengharapkan agar universitas di Indonesia baik swasta dan negeri semakin banyak yang menyelanggarakan program studi Ilmu Perpustakaan S1 hingga S3. Dia juga berharap bahwa alumni jurusan Ilmu Perpustakaan bisa memantaskan diri serta berinovasi dalam menghadapi kemajuan zaman.31 Memang saat ini tidak begitu banyak lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program doktor ilmu perpustakaan di Indonesia. Berbeda dengan univeristasuniversitas di barat yang memang secara khusus menyelenggarakan program doktor dengan spelialisasi pendidikan ilmu perpustakaan. Adri sendiri berharap setiap lulusan jurusan Ilmu Perpustakaan dapat membangun basis kebudayaan serta peradaban melalui lembaga perpustakaan. Sama halnya dengan Rahmat yang mengatakan bahwa dirinya berharap menjadi penyebar virus-virus literasi baik dalam instansi perpustakaan maupun menjadi seorang pegiat literasi.32 Hal tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua mengingat masih rendahnya minat baca di Indonesia. Berbeda dengan Muh. Nursyamsyadi yang mengungkapkan bahwa dirinya berharap bisa bekerja di perpustakaan karena hal tersebut merupakan bentuk dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.33 Hal senada juga diungkapkan oleh Akil bahwa semoga jurusan Ilmu Perpustakaan semakin dikenal di masyarakat luas serta lulusan dari jurusan Ilmu Perpustakaan dapat bekerja di setiap instansi agar ilmu yang diperoleh tidak sia-sia.34 Selain itu, Nurmia Lukman mengatakan bahwa alumni jurusan Ilmu Perpustakaan harus bisa mematahkan persepsi masyarakat awam tentang prospek kerja alumni jurusan perpustakaan yang hanya sekedar penyusun buku. Dia menambahkan bahwa alumni jurusan Ilmu Perpustakaan adalah salah satu komponen yang harus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.35 Muh. Haris menambahkan bahwa alaumni jurusan Ilmu Perpustakaan harus mampu menjadi pustakawan yang memiliki inovasi dalam mencerdaskan generasi bangsa serta dapat memajukan budaya literasi Indonesia.36 Begitupun Ilsam yang mengatakan bahwa alumni jurusan Ilmu Perpustakaan yang saat ini sudah tersebar di seluruh Indonesia semestinya menjadi pionir dalam meamjukan semangat berliterasi. Dia juga menambahkan bahwa lulusan Ilmu Perpustakaan merupakan tenaga yang tidak hanya dipersiapkan sebagai pustakawan di perpustakaan namun juga sebagai lokomotiv dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia.37 Sri Wahyuni berharap ilmu yang diperoleh semasa perkuliahan dapat direalisasikan dalam kehidupan seharihari serta bermanfaat dalam bagi kehidupan masyarakat di tengah kemajuan zaman.38 Berbeda dengan Baso yang mengharapkan bahwa setiap instansi semestinya menyediakan sebuah perpustakaan karena dapat membantu pemerataan lapangan kerja. Selain itu menurutnya dengan adanya perpustakaan di setiap instansi dapat membantu kinerja birokrasi dengan literatur literatur yang ada di perpustakaan. 39 Riska Sari juga mengatakan bahwa semestinya pemeintah bisa memberikan terobosan baru bagi lulusan Ilmu Perpustakaan. Dia menambahkan bahwa saat ini sebagian besar lulusan Ilmu Perpustakaan hanya berkarir di berbagai perusahaan-perusahaan swasta ataupun BUMN yang sejatinya telah keluar dari koridor ruang lingkup keilmuan jurusan Ilmu Perpustakaan. Dia berharap pemerintah membuat kebijakan dengan lebih banyak memberdayakan perpustakaan di setiap instansi yang ada di Indonesia.40 Sementara itu sekertaris jurusan Ilmu Perpustakaan Touku Umar S. Hum, M. I P mengatakan bahwa saat ini ada sebagian alumni jurusan Ilmu Perpustakaan terserap di berbagai Instansi di seluruh Indonesia baik yang statusnya sebagai kontark, tetap maupun pegawai negeri sipil. Hal ini menurutnya berdasarkan penelitian dari tahun 2003 hingga 2018 dimana hampir di setiap kementerian dan lembaga baik pusat maupun daerah membuka formasi CPNS untuk lulusan jurusan Ilmu Perpustakaan meskipun formasi untuk lulusan jurusan Ilmu Perpustakaan jumlahnya tidak begitu besar seperti prodi kesehatan ataupun keguruan.41
Conclusion
Simpulan 1. Luasnya lapangan kerja serta semakin meningkatnya passing grade dari jurusan Ilmu Perpustakaan membuat prodi ini memiliki daya tarik yang positif bagi mahasiswanya. Selain itu semakin tingginya kesadaran masyarakat tentang budaya minat baca membuat prodi ini semakin diminati setiap tahun. 2. Peningkatan kualitas SDM baik dosen maupun mahasiswa serta dengan melakukan kegiatan-kegiatan sosial khususnya kegiatan yang bertema literasi merupakan salah satu langkah yang baik dalam mengembangkan prodi Ilmu Perpustakaan. Selain itu dengan adanya terobosan pemerintah seperti memberdayakan perpustakaan di setiap instansi yang dikelola oleh alumni jurusan Ilmu Perpustakaan merupakan langkah konkret dalam pengembangan karir jurusan Ilmu Perpustakaan. Saran Seyogyanya setiap SDM yang ada di jurusan Ilmu Perpustakaan saling bekerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas jurusan Ilmu Perpustakaan. Mulai dari memperbaiki kompetensi tenaga pengajar dan memperbanyak wadah sebagai ruang diskusi mahasiswa, rutin melakukan kegiatan-kegiatan bakti sosial bertema literasi yang secara tidak langsung dapat memberi pengenalan tentang seluk beluk jurusan Ilmu Perpustakaan ke masyarakat yang masih minim pengetahuan tentang prodi ini. Selain itu, pemerintah sebaiknya membuat kebijakan baru dalam penetapan satuan kerja di perpustakaan sesuai dengan tupoksi dan latar belakang pendidikannya agar tidak ada tumpang tindih dan generalisasi dalam hal tugas kepustakawanan.