LITERASI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SMAN 11 KENDARI
Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo; Universitas Halu Oleo
Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui literasi informasi dalam meningkatkan minat baca siswa di SMAN 11 Kendari. Meteode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dalam penelitian iniadalah purposive sampling artinya informasi di tentukan berdasarkan tujuan dan kebutuhan peneliti dengan pertimbangan mampu memberikan informasi atau informasi tentang masalah yang di teliti dan subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sudah menerapkan kegiatan Literasi informasi dalam meningkatkan minat baca siswa di SMAN 11 Kendari dengan baik namun belum efektif di sebebkan oleh siswa sebagian belum memahami mengenai literasi informasi dan masih ada beberapa fasilitias perpustakaan yang masih kurang.
Abstract
The purpose of this study was to determine information literacy in increasing students' interest in reading at SMAN 11 Kendari. The research method used in this research is descriptive qualitative using data collection techniques namely observation, documentation, and interviews. The technique of determining informants in this study was purposive sampling, meaning that information was determined based on the goals and needs of researchers with the consideration of being able to provide information or information about the problems being studied and the subjects in this study totaling 6 students. The results of this study indicate that information literacy activities have been implemented well in increasing students' interest in reading at SMAN 11 Kendari but not yet effective because some students do not understand information literacy and there are still some library facilities that are still lacking.
Keywords:
Information literacy
· reading interest
· the big 6 model
Introduction
Literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) untuk berkomunikasi dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Teale & Sulzby (1986) mengartikan literasi secara sempit yaitu, literasi sebagai kemampuan membaca dan menulis.Hal ini sejalan dengan pendapat Grabe dan Kaplan (1992) dan Graff (2006) yang mengartikan literasi sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis.Kemampuan membaca dan menulis sangat diperlukan untuk membangun sikap kritis dan kreatif terhadap berbagai fenomena kehidupan yang mampu menumbuhkan kehalusan budi, kesetiakawanan dan sebagai bentuk upaya melestarikan budaya bangsa.Sikap kritis dan kreatif terhadap berbagai fenomena kehidupan dengan sendirinya menuntut kecakapan personal.Yang befokus pada kecakapan berfikir rasional.Kecakapan berfikir rasional mengedepankan kecakapan menggali informasi dan menemukan informasi.Kegiatan literasi dapat dilakukan di manapun, baik di kelas maupun diluar kelas. Pada dasarnya kegiatan literasi betujuan untuk memperoleh keterampilan informasi, yakni mengumpulkan, mengolah, dan mengomunikasikan informasi.Kecakapan menggali dan menemukan informasi menjadi keterampilan yang perlu dikuasai oleh para siswa. Berkembangnya informasi seperti sekarang ini menyebabkan terjadinya ledakan informasi yang tidak bisa dihindarkan. Hal tersebut sangat wajar mengingat banyaknya informasi yang tersedia baik tertulis, terekam maupun digital yang setiap saat bertambah dan beredar dikalangan masyarakat. Tidak terbendungnya informasi yang beredar menjadikan era sekarang dinamakan era Informasi.Di era informasi saat ini, setiap orang harus mempunyai sarana yang diperlukan untuk mendapatkan informasi yang ada. Berbagai jenis sarana yang dipelajari dan digunakan akan membantu seseorang dalam mengatasi berbagai permasalahan secara efektif dan efisien. Namun, tanpa adanya keterampilan dan pengetahuan dalammemanfaatkan berbagai sarana informasi yang ada, maka segala perkembangan informasi dan ilmu pengetahuan yang begitu cepat akan sulit diantisipasi oleh siapa saja. Pada konsep pembelajaran, cara belajar yang baik adalah mengarahkan dan mendorong siswa untuk mengembangkan dan memperluas materi secara mandiri melalui diskusi, observasi, dan studi literatur. Cara belajar yang tepat dapat menumbuhkan motivasi internal siswa untuk belajar lebih jauh. Hal ini diungkapkan dalam salah satu pilar pendidikan yang menyatakan bahwa proses pembelajaran harus mampu mengajarkan kepada peserta didik “learning how to learn” (belajar bagaimana cara belajar). Agar cara belajar yang baik dapat terwujud pada siswa, siswa membutuhkan peran guru dalam proses pembelajaran. Menurut Kew, Given dan Brass (2011) bahwa seorang guru merefleksikan pengalaman mereka dengan studi mandiri kualitatif bahasa dan literasi. Peran guru dalam proses pembelajaran dibutuhkan siswa untuk menciptakan cara belajar yang baik. Guru memiliki peran yang penting di sekolah di antaranya memberikan pembelajaran kepada siswa, memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan serta mengembangkan soft skill siswa. Untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa di sekolah diperlukan kemampuan guru dalam mengajarkan siswanya tentang literasi, mengkaji cara mencari informasi melalui komputer dengan searching dan instruksi langsung dari guru. Literasi informasi tidak hanya sekedar mengajarkan masyarakat bagaimana cara mencari informasi, bukan pula mengajarkan bagaimana seseorang dapat menggunakan teknologi informasi dengan cepat. Namun dengan program literasi informasi inilah setiap individu diharapkan dapat menerima dan mensiasati perubahan-perubahan dalam masyarakat global secara kritis, bijak, positif dan mampu memanfaatkan informasi yang dibutuhkannya menjadi pengetahuan baru dan menambah khasanah pengetahuan baik bagi dirinya maupun orang lain. Pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan generasi-generasi yang melek akan informasi. Kuhlthau (Farida dkk, 2006) menjelaskan bahwa anak-anak kita saat ini hidup, tumbuh, dan belajar di dalam lingkungan yang kaya akan informasi. Lingkungan pembelajaran ini menuntut semua individu baik secara langsung ataupun tidak langsung untuk berhubungan dengan sejumlah besar informasi.Informasi-informasi ini yang nantinya dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam menilai dan mengambil keputusan suatu permasalahan yang ada secara kritis. Para peserta didik akan memperoleh manfaat atau keuntungan dari pengaksesan terhadap sejumlah besar informasi dari berbagai sumber yang tersebar luas di seluruh penjuru dunia.Literasi informasi sangat diperlukan agar dapat hidup sukses dan berhasil dalam era masyarakat informasi dan dalam penerapan kurikulum di dunia pendidikan. Seseorang yang memiliki literasi informasi akan berusaha terus belajar untuk memperoleh informasi dan menciptakan pengetahuan baru. Menurut Gunawan (2008) ada 7 (tujuh) langkah dalam memperoleh kemampuan literasi informasi yaitu: 1) merumuskan masalah; 2) mengidentifikasi sumber informasi; 3) mengakses informasi; 4) menggunakan informasi; 5) menciptakan karya; 6) mengevaluasi; 7) menarik pelajaran. Apabila peserta didik dalam pembelajaran selalu berlatih tentang hal-hal di atas maka mereka akan dapat menguasai literasi informasi dengan baik. Peran pendidik juga sangat dibutuhkan dalam memotivasi peserta didik agar mereka mau belajar menguasai kemampuan tersebut. Manfaat yang diperoleh apabila peserta didik mampu menguasai literasi informasi ini nantinya dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan tempat mereka belajar atau di lingkungan sosial lainnya.Setidaknya mereka tahu benar bagaimana memfilterisasi informasi yang ada sehingga mampu membedakan mana informasi yang penting dan tidak penting. Prasetiawan (2011) menyatakan bahwa manfaat dari literasi antara lain membekali individu dengan keterampilan untuk pembelajaran seumur hidup (life long learning), seseorang tidak sekedar mengetahui cara menggunakan komputer/internet namun juga memanfaatkannya secara positif, literasi informasi membantu pengguna memanfaatkan informasi relevan sebagai sarana decision making(pengambilan keputusan), literasi informasi memungkinkan untuk mengkritisi daya guna informasi, dan yang paling penting yaitu literasi informasi mendorong kita untuk berpikir kritis dan kreatif (critical & creative thinking). Mengingat pentingnya kemampuan literasi informasi untuk membentuk masyarakat yang berkualitas, maka sudah sewajarnya jika pemahaman mengenai literasi informasi dikembangkan sejak usia sekolah dasar. Untuk menjadikan siswa paham literasi informasi dibutuhkan peran dari guru dalam proses pembelajaran di kelas dan di luar kelas. Oleh sebab itu peneliti merasa perlu melakukan penelitian tentang “Literasi Informasi dalam meningkatkan minat baca siswa SMAN 11 KENDARI”.
Method
Penelitian ini di laksanakan pada bulan agustus 2022 di sekolah SMAN 11 Kendari, kec.Wua-Wua Prov. Sulawesi Tenggara.Adapun jumlah informan yang diambil oleh penulis dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa- siswi. Informan atau sampel sumber data dalampenelitian ini ditentukan dengan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Teknik analisis yang dipergunakan oleh peneliti adalah teknik analisis menurut miles dan huberman. Teknik ini digunakan untuk mengemukakan bahwa aktifitas dalam analisis data kualitatif. Terdapat tiga macam kegiatan dalam analisis data kualitatif, yaitu data collection, data reduction, data display danklasifikasi data
Result & Discussion
Saat ini perkembangan teknologi informasi sudah semakin canggih. Semakin banyak informasi yang tersedia, semakin sesorang bingung dalam memimilih informasi yang benar dan yang sesuai dengan kebutuhan.Oleh sebab itu, diperlukan keterampilan khusus dalammemperoleh informasi. Seseorang bisa mendapatkan literasi informasi dimana saja, termasuk di sekolah. Guru harus mampu mengajarkan literasi informasi pada siswa agar mereka memiliki kemampuan dalam mencari, mengevaluasi, serta menggunakan informasi yang efektif dan efisien. Literasi informasi tidak hanya sekedar mengajarkan siswa bagaimana cara mencari informasi, bukan pula mengajarkan bagaimana siswa dapat menggunakan teknologi informasi dengan cepat. Namun dengan program literasi informasi inilah setiap individu di harapkan dapat menerima dan mensiasati perubahan-perubahan dalam masyarakat global secara kritis, bijak, positif dan mampu memanfaatkan informasi yang dibutuhkannya menjadi pengetahuan baru dan menambah khasanah pengetahuan baik bagi dirinya maupun orang lain. Pendidikan memiliki peranan penting dalam menciptakan generasi-generasi yang melek akan informasi. Perkembangan teknologi informasi membuat perubahan-perubahan paradigma termasuk di perpustakaan.Salah satunya perubahan sumber-sumber informasi dari format tercetak menjadi digital atau elektronik.Untuk melakukan pencarian sumber informasi tersebut di butuhkan kemampuan literasi yang baik agar informasi dapat di temukan dengan tepat, efektif, dan efisien.Termasuk untuk melakukan pencarian terhadap sumber-sumber digital atau elektronik.Oleh karena itu, kemampuan literasi informasi sangat di perlukan. Gerakan literasi sekolah ( GLS ) merupakan formula untuk meningkatkan minat baca siswa. salah satu sekolah yang ikut dalam gerakan literasi sekolah adalah SMAN 11 Kendari. GLS yang di lakukan adalah salah satunya untuk meningkatkan dalam literasi perpustakaan.Terlebih lagi dengan adanya perpustakaan sekolah sebagai sarana penyedia sumber informasi bagi kegiatan belajar mengajar, para siswa di harapkan dapat menggunakan informasi yang ada secara efektif.Literasi perpustakaan masuk dalam komponen literasi informasi penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi informasi dalam meningkatkan minat baca siswa SMAN 11 Kendari. Dengan perkembangan ilmu menjadikan pengetahuan keterampilan literasi informasi sebagai suatu kebutuhan bagi siswa dalam membangun pengetahuannya dan pemahamanya dengan cara tersendirinya. Pada penelitian ini, akan difokuskan pada bagaimana literasi informasi dalammeningkatkan minat baca siswa yang ada di SMAN 11 Kendari, adapun yang dikaji lebih jauh oleh peneliti yaitu tentang teori the big six yang terdiri dari 6 poin tentang literasi informasi yaitu: 1. Perumuan Masalah Perumusan masalah merupakan tahapan utama bagi siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas sekolah. Eisenberg dan Berkowitz ( 2000 ) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dilakukan seorang siswa dalam merumuskan permasalahan, yaitu (a) merumuskan masalah, dan ( b) mengidentifikasi kebutuhan informasi. a. Merumuskan masalah Pada tahap ini siswa SMAN 11 KENDARI memilih untuk menyelesaikan masalah dengan merumuskan dan menentukan kata kunci dari topik yang telah ditentukan untuk memperoleh gambaran mengenai informasi dan sumber informasi yang akan dibutuhkan. Hal ini Siswa di SMAN 11 KENDARI memilih menyelesaikan tugas seperti tugas matematika, tugas sejarah, tugas bahasa dsb dengan menggunakan kata kunci (keywords). b. Mengidentifikasi kebutuhan informasi Pada tahap ini siswa SMAN 11 KENDARI harus menentukan dan memutuskan serta jumlah informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang berkaitan dengan informasi, sehingga diperoleh hasil yang maksimal.Kegiatan identifikasi pada tahap ini ialah mencari informasi terkait tugas sejarah, matematika, bahasa dsb di internet dengan menggunakan google berdasarkan keyword yang telah ditetapkan. Dalam hal ini ialah keyword yang digunakan siswa untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan temanya yang dicari, misalkan tugas aljabar matematika, maka siswa akan mengetik keyword digoogle soal aljabar, dan muncullah berbagai soal aljabar dengan sumber yang berbeda-beda seperti blogspot, id.m.wikipedia.org, dan sumber.belajar. kemdikbud.go.id, sehingga siswa memilih kebutuhan informasi yang dibutuhkan sekarang. Seperti yang di ungkapkan oleh Mala selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Saya memilih menyelesaikan tugas dengan merumuskan masalah, pertama saya mencari informasi di internet (google) dan kedua mencari informasi di perpustakaan sedangkan cara saya mengidentifikasi kebutuhan informasi saya memilih menyelesaikan tugas dengan cara mengidentifikasi informasi melalui sumber-sumber di internet (google) terlebih dahulu seperti blogspot, gramedia.com, colearn.id, id.m.wikibooks.org dan student activity.binus.ac.id, jika sudah mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan yang dicari. Maka itulah informasi yang saya butuhkan”. Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa dalammenyelesaikan tugas melalui dua tahap yaitu perumusan masalah dan mengidentifikasi kebutuhan informasi. Siswa memilih menyelesaikan tugas dengan cara mencari informasi di internet (google) atau diperpustakaan dan siswa mencari sumber-sumber informasi di google dengan informasi yang butuhkan. 2. Strategi Pencarian Informasi Eisenberg dan Berkowitz ( 2000) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dilakukan oleh siswa, yaitu (a) menentukan sumber informasi, dan (b) memilih sumber terbaik berdasarkan sumber informasi yang telah ditetapkan sebelumnya. a. Menentukan Sumber Informasi Pada saat mengakses informasi siswa dapat menggunakan strategi pencarian dengan mencari sumber informasi di google seperti blogspot, id.m.wikipedia.org, dan sumber.belajar.kemdikbud.go.id, siswa juga bisa mencari sumber informasi di ruang guru yang berbentuk video, work dan power point, siswa juga bisa mendapat sumber informasi saat les yang di ajar oleh guru les atau privat, selain itu siswa juga dapat menggunakan SLIM dalam mencari buku di perpustakaan. b. Memilih Sumber Terbaik Memilih sumber terbaik berdasarkan sumber informasi yang di sebutkan di atas, siswa SMAN 11 Kendari dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka dengan mencari sumber informasi di internet (google) seperti blogspot, id.m.wikipedia.org, gramedia.com, kompasiana com dan sumber.belajar.kemdikbud.go.id, dari berbagai sumber-sumber tersebuat belum tentu semuanya benar sehingga siswa memilih menggunakan sumber.belajar.kemdikbud.go.id karna sumbernya milik pemerintah dan berbentuk pdf atau work. Seperti yang di ungkapkan oleh Indah selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Dalam strategi pencarian informasi, saya melakukan pencarian dengan menggunakan google, kata kunci misalnya aljabar dari berbagai sumber-sumber seperti gramedia.com, colearn.id, id.m.wikibooks.org dan .belajar.kemdikbud.go.id sehingga dalam sumber tersebut saya memilih sumber informasi yang saya butuhkan”. Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa siswa dalam mencari pencarian informasi dengan berbagai sumber, siswa memilih informasi yang memang benar dengan memilih sumber terbaik.dan sesuai tugas yang di berikan guru. Seperti yang di ungkapkan oleh Mala selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Cara saya dalam pencarian informasi adalah dengan menggunakan internet (google) dengan mengetik kata kunci seperti perbedaan antonim dan sinonim berbagai sumber misalnya, blogspot, compas dan ruang guru,”. Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa siswa dalam pencarian informasi dengan berbagai sumber, siswa harus bisa membedakan dan mimilih informasi yang benar dan di butuhkannya. Hal ini senada yang di ungkapkan oleh Lisaulia selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Saya sangat setuju sekali dengan teman saya Mala bahwa dalam mencari informasi banyak sekali sumber-sumber seperti blogspot, compas dan ruang guru, sehingga saya sendiri bingung sumber manah yang benar, sehingga saya memilih sumber ruang guru karna menurut saya ruang guru adalah informasi yang sudah benar dan dijelaskan oleh guru itu sendiri, berbentuk video atau gambar saya cari mengenai antonim dan sinonim”. Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa siswa dalam pencarian informasi tersebut, siswa akan melakukan mencari informasi dengan sumber-sumber seperti blogspot, compas dan ruang guru, informasi yang di butuhkan siswa harus tepat sehingga tugas yang di berikan guru harus di jawab dengan benar agar siswa bisa mengetahui cara mencari informasi yang benar dan tepat. 3. Lokasi dan Akses Komponen yang ke tiga yaitu lokasi dan akses. Eisenberg dan Berkowitz (2000) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dilakukan seorang siswa dalammenentukan lokasi dan akses informasi, yaitu (a) mengalokasikan sumber informasi secara intelektual dan fisik, serta (b) menemukan informasi didalam sumber tersebut. a. Mengalokasikan sumber informasi secara intelektual dan fisik Siswa SMAN 11 Kendari pada tahap ini dapat memanfaatkan perpustakaan dalammencari buku mengenai contoh soal aljabar atau dapat memanfaatkan google dalammencari contoh soal aljabar dalam bentuk work, power point dan video. b. Menentukan informasi didalam sumber tersebut Perpustakaan sekolah merupakan sumber informasi di sekolah sudah sepatutnya menjadi lokasi utama siswa dan warga sekolah dalam memperoleh dan mengaksesn informasi yang dibutuhkan. Hal tersebut selaras dengan pendapat Darmono , (2004 ) yang menyatakan bahwa perpustakaan sekolah merupakan salah satu sarana pendidikan penunjang kegiatan belajar siswa memiliki peranan yang sangat penting dalam memacu tercapainya tujuan pendidikan sekolah. Sehingga siswa SMAN 11 Kendari ke perpustakaan untuk mencari informasi mengenai buku yang di cari di rak buku atau mencari di internet dalam bentuk video atau jurnal. Seperti yang di ungkapkan oleh Indah selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “saya kalau ada tugas saya keperpustakaan untuk mencari buku yang saya butuhkan atau menyambung ke wifi untuk membuka google dan mencari tugas dalam bentuk video atau jurnal yang sesuai apa yang dibutuhkan.” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa seorang siswa dalam tempat mencari informasi dalam tahapan menentukan lokasi dan akses dalam mencari informasi yang dibutuhkan adalah ke perpustakaan dan membuka internet (google). Hal ini senada yang di ungkapkan oleh Mala selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “ saya setuju dengan pendapat teman saya Indah bahwa dalam menentukan lokasi dan akses dalam menentukan informasi adalah ke perpustakan mencari buku di rak-rak buku atau menggunakan SLIMS (senayan library manajement system) dalam mencari buku saya perlukan dan internet (google). “Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan bahwa dalam menentukan lokasi dan akses siswa mencari informasi ke perpustakaan, pada tahap ini siswa sudah bisa menggunakan SLIMS dalam pencarian buku di perpustakaan dan internet (google). Hal ini senada yang di ungkapkan oleh Isma selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Dalam lokasi dan akses di dalam sekolah saya mencari informasi ke perpustakaan untuk tugas yang telah di berikan guru dan di perpustakaan juga sudah di sediakan wifi untuk mencari imformasi apa saja terkait tugas” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan bahwa di dalam sekolah dalam mencari tugas atau buku untuk mendapatkan informasi dan mengerjakan tugas yang di berikan adalah ke perpustakaan. Sehingga dalam menentukan akses dan lokasi bagi siswa adalah ke perpustakaan, begitu pun dengan siswa yang kurang mengerti dengan bahasa latin dan bahasa inggris bisa membuka internet (google) dengan wifi yang telah di sediakan di perpustakaan SMABELS. 4. Pemanfaatan Informasi Setelah memperoleh informasi yang sesuai dan relavan, siswa akan dihadapkan masalah pemilihan cara yang efektif dalam menyaring informasi dalam jumlah yang besar menjadi informasi yang terseleksi dan siap digunakan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan tugas, dan informasi. Eisenberg dan Berkowitz , (2000) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dapat dilakukan siswa dalam memanfaatkan informasi yang di peroleh, yaitu (a) memanfaatkan informasi dengan cara membaca, mendengar, dan meraba, serta (b) mengekstraksi informaasi yang relevan. a. Memanfaatkan informasi dengan cara membaca, mendengar, dan meraba, serta salah satu yang paling banyak di gunakan siswa SMAN 11 Kendari dalam memanfaatkan informasi yang diperoleh yaitu dengan mendengarkan informasi yang di jelaskan oleh guru, menonton video seperti tutorial membuat pantun, ke perpustakaan membaca buku, dan membaca dalam bentuk pdf maupun work. b. Mengekstraksi informaasi yang relevan Membaca merupakan literasi dasar yang harus di kuasai oleh siswa. Dalman (2013) menjelaskan bahwa membaca merupakan suatu kegiatan atau proses kognitif yang berupaya untuk menemukan berbagai informasi yang terdapat dalam tulisan. Melalui membaca, seseorang dapat memperoleh, mencari, menyimpulkan, menghayati, dan mengambil manfaat dari bacaan, serta menjaring informasi yang diperoleh agar terhindar dari berita hoax ( Syafi,ie, 1993). Setelah menyesuaikan Siswa SMAN 11 Kendari memanfaatkan informasi dengan menonton video atau membaca dalam bentu buku, pdf, work maupun jurnal. Seperti yang di ungkapkan oleh Mala selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “sebelum saya melakukan pembelajaran saya membaca dulu mata pelajaran hari ini selama 15 menit sebelum pembelajaran di mulai dan dilakukan setiap hari, dan begitu pula setiap pembelajaran Bahasa Indonesia sebelum pelajaran dimulai saya sudah membuat pantun dengan menonton video seperti tutorial membuat pantun , dan membacanya di depan teman-teman saya”. Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa sebelumpelajaran dimulai guru memberikan waktu atau ruang bagi siswa untuk membaca sebelum pembelajaran di mulai supaya siswa paham mengenai pembelajaran yang sudah lewat dan cara siswa mencari informasi adalah dengan cara mencari informasi di google setelah beberapa menyaring informasi sehingga mendapatkan informasi yang dibutuhkannya. Seperti yang di ungkapkan oleh Indah selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Di sekolah saya sudah menggunakan membaca 15 menit jadi setiap pelajaran di mulai guru memberikan saya waktu membaca buku apa saja kemudian informasi apa yang di dapatkan dari membaca itu” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa siswa SMAN 11 Kendari sudah menggunakan kegiatan literasi yaitu kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran dimulai sehingga siswa dapat menumbuhkan minat baca dan mendapat informasi yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Seperti yang di ungkapkan oleh Isma selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Setiap pembelajaran bahasa Indonesia saya di haruskan untuk membuat pantun dan membacanya sehingga saya menambah informasi sesudah membaca pantun mengenai apa makna pantun yang saya buat” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa setiap siswa dalam membaca maupun menulis siswa akan memahami dan menambah informasi untuk diri sendiri, kemudian dari membaca siswa dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan yang luas. Guru memberikan ruang untuk siswa dalam mengembangkan pantun dengan menciptakan pantun dan menjelaskan pesan apa yang terkandung di dalam sebuan pantun tersebut. 5. Sintesa Sintesa merupakan tahap dimana siswa akan mengorganisasi dan menyajikan informasi yang telah di peroleh. Hal tersebut selaras dengan pendapat Eisenberg dan Berkowitz, (2000) menjelaskan bahwa mengorganisasi informasi Eisenberg dan Berkowitz, (2000) yang menjelaskan bahwa pada tahap ini terdapat dua langkah yang dapat dilakukan yaitu, (a) mengorganisasikan informasi yang di peroleh, dan (b) menyajikan atau mempresentasikan informasi tersebut. Siswa dapat membuat catatan bibliografi dan catatan isi, dengan tujuan untuk mempermudah proses temu kembali informasi apabila sewaktu- waktu dibutuhkan kembali. a. Mengorganisasikan informasi yang di peroleh Siswa SMAN 11 Kendari setelah mendapatkan informasi yang di butuhkan harus menyimpan informasi tersebut entah kah itu di simpan leptop atau mencatat dibuku informasi tersebut, sehingga kalau siswa ingin mencari lagi informasi tersebut, siswa tinggal mengambil informasi yang dibutuhkannya. b. Menyajikan dan mempresentasikan informasi tersebut. Tahap selanjutnya dalam komponen sintesa yaitu Menyajikan dan mempresentasikan informasi. Dalam hal ini siswa SMAN 11 Kendari mempresentasikan setiap hasil dan jawaban yang di peroleh dari tugas, atau karya tulis ilmiah yang telah dibuat dalam bentu power point, dan video. Hasil tersebut selaras dengan pendapat Krisna, (2016 ) yang menyatakan bahwa siswa yang literasi mampu menyajikan temuan kepada orang lain atau dalam suatu forum diskusi dengan format ( main idea, power point) atau bentuk yang sesuai. Seperti yang di ungkapkan oleh Mala selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “ Tugas yang sering di berikan oleh guru saya simpan dalam bentuk catatan jangan sampai tiba ulangan di butuhkan untuk dibaca kembali, kebanyakan tugas yang diberikan mencatat dan meringkas entah kah itu tulis tangan atau di ketik, tugas yang di berikan oleh guru kadang perorang atau perkelompok dan dari tugas itu setelah di ringkas kemudian di bentuk ke dalam power point, dan mempaparkan hasil kelompok saya didepan kelas” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa guru akan memberikan tugas siswa dan menjelaskan hasil tugas tersebut agar siswa pahamdalam tugas tersebut dan mampu memberikan informasi mengenai yang di jelaskannya bagi siswa yang lainnya. Seperti yang di ungkapkan oleh Indah selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Guru saya selalu memberikan berbagai tugas meringkas, membuat makalah, power point, dan tugas lainnya dengan mata pelajaran yang berbeda sehingga cara saya dalam menyimpan tugas-tugas yang sudah lalu saya menyimpan mencatat atau dalambentuk word” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa tugas siswa yang sudah lewat akan di simpan dalam bentuk catatan dan work, jangan sampai sewaktu-waktu informasi masih di perlukan untuk sehingga informasi yang telah berlalu harus di simpan dengan baik. Seperti yang di ungkapkan oleh Isma selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Setelah saya mengerjakan tugas bahasa mengenai perbedaan antonim dan sinonim dan saya jelaskan kemudian saya persilakan teman-teman saya untuk bertanya apa yang kurang di mengerti supaya menghasilkan solusi yang tepat.sehingga guru akan meluruskan apa kurang di mengerti dalam pertanyaan tersebut.” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa setelah siswa menjelaskan tugas tersebut, siswa lain akan bertanya dan kemudian guru akan meluruskan pertanyaan yang kurang di mengerti sampai di pamahami oleh siswa tersebut, sehingga siswa bersama-sama mendapat informasi. 6. Evaluasi Evaluasi merupakan tahap akhir seorang siswa dalam melakukan penelusuran informasi. ACRL, (2000) berpendapat bahwa setelah memperoleh, menciptakan, dan menyajikan informasi, selanjutnya siswa akan mengevaluasi hasil dan proses yang di lakukan. Selaras dengan pendapat di atas, Eisenberg dan Berkoitz, (2000) menjelaskan pada tahap evaluasi terdapat dua langkah yang dapat di lakukan siswa, yaitu (a) evaluasi hasil (evektifitas), dan (b) evaluasi proses (Evisiensi) a. Evaluasi hasil (Evektifitas) Evektifitas merupakan kata lain yang di gunakan untuk mengatakan seberapa baik tingkat keberhasilan informasi yang di peroleh b. Evaluasi proses (Evisiensi) Evisiensi mengacu pada waktu, dan tenaga yang di gunakan selama proses pencarian informasi berlangsung. Seperti yang di ungkapkan oleh Indah selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Setelah saya menjelaskan mengenai materi saya. Saya akan memberikan waktu untuk teman-teman saya bertanya, setelah bertanya saya akan menjawab pertanyaan dari teman-teman, dan setelah tidak ada lagi pertanyaan maka saya tutup dan siswa kelompok selanjutnya yang akan menjelaskan mengenai materi lainnya, dalammengerjakan tugas sampai pada tahap ini, menjelaskan materi sampai pada tahap selesai, saya tau dari mengerjakan tugas sampai pada tahap menjelaskan bahawa saya sudah mendapatkan informasi dari mengerjakan tugas, dan dalam mencari informasi mengenai tugas saya butuh waktu yang lumayan lama mencari informasi yang memang benar yang saya butuhkan” Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa siswa sudah dapat Mengevaluasi dalam penelusuran mencari informasi, siswa sudah mampu dalam mencari informasi dan siswa dapat menambah informasi dalam tahap mengerjakan tugas. Dari berbagai sumber-sumber informasi seperti seperti blogspot, id.m.wikipedia.org, gramedia.com, kompasiana com dan sumber.belajar.kemdikbud.go.id siswa SMAN 11 Kendari siswa belum terlalu pahammengenai cara mencari informasi dengan sumber yang benar. Siswa SMAN 11 Kendari hanya memilih informasi yang di butuhkannya tanpa melihat apakah sumber informasi tersebut sudah benar atau belum. Seperti yang di ungkapkan oleh Mala selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Pada tahap evaluasi saya dalam mengerjakan tugas Bahasa Indonesia mengenai persamaan antonim dan sinonim dengan berbagai sumber-sumber gramedia.com, colearn.id, id.m.wikibooks.org dan student-activity.binus.ac.id hingga pada akhirnya saya memilih sumber yang memang betul-betul sudah benar seperti student- activity.binus.ac.id karna sumber akademik sudah dapat di percaya dari pada sumber- sumber lainnya , kemudian saya jelaskan di depan teman-teman mengenai perpedaan antonim dan sinonim”. Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa siswa dalam mencari sumber informasi begitu banyak sumber-sumber seperti gramedia.com, colearn.id, id.m.wikibooks.org dan student-activity.binus.ac.id sehingga dari sumber tersebut kita harus memilih salah satu sumber yang menurut kita sudah benar. Seperti yang di ungkapkan oleh Isma selaku siswa mengungkapkan pada saat wawancara bahwa : “Setelah saya mengerjakan tugas bahasa indonesia mengenai perbedaan antonim dan sinonim dan menjelaskan, saya akan membacakan kesimpulan dari tugas saya, sehingga dari tugas tersebut saya mendapatakan informasi dan memberikan informasi kepada teman saya yang belum mengerti mengenai informasi tersebut”. Wawancara 16 Agustus 2022 Berdasarkan ungkapan informan tersebut memberikan gambaran bahwa siswa setelah di beri tugas siswa sudah mampu mengevaluasi informasi dan dapat memberikan informasi tersebut ke teman-teman yang lain, selain itu juga siswa sudah mengerti dalammendapatkan informasi dan memanfaatkan informasi yang di terima dengan baik. Literasi informasi merupakan hal sangat penting bagi siswa untuk mengetahui tingkat informasi yang di butuhkannya.Literasi informasi sangat diperlukan agar dapat hidup sukses dan berhasil dalam era masyarakat informasi dan dalam penerapan kurikulum di dunia pendidikan. Seseorang yang memiliki literasi informasi akan berusaha terus belajar untuk memperoleh informasi dan menciptakan pengetahuan baru. Literasi informasi dapat membentuk manusia pembelajar seumur hidup (lifelong learner) dengan memiliki keterampilan literasi informasi, siswa dapat memperoleh informasi yang relevan dan membuka kesempatan bagi mereka untuk menjadi seorang pelajar yang mandiri. Membaca merupakan kegiatan atau proses menerapan sejumlah keterampilan mengolah teks bacaan dalam rangka memahami isi bacaan. Oleh sebeb itu, membaca dapat di katakana sebagai kegiatan memperoleh informasi atau pesan yang di sampaikan penulis melalui tuturan bahasa tulis.Seseorang mamapu membaca bukan karena kebutulan saja, kerana seseorang tersebut belajar dan berlatih teks yang terdiri atas kumpulan huruf-huruf yang bermakna. Sedangkan minat baca adalah kecenderungan jiwa yang aktif dalam memahami pola bahasa untuk memperoleh informasi yang erat hubungannya dengan kemaua, aktivitas dan perasaan senang yang secara potensial memungkinkan siswa untuk memilih, memperhatikan dan menerima sesuatu yang dating dari luar dirinya. Setelah melakukan pengambilan data berupa observasi dan wawancara dengan beberapa siswa SMAN 11 Kendari dapat dilihat bahwa indikator literasi informasi dalam meningkatkan minat baca siswa SMAN 11 Kendari adalah sebagai berikut: Merumuskan masalah Perumusan masalah merupakan tahapan utama bagi siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas sekolah. Eisenberg dan Berkowitz ( 2000 ) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dilakukan seorang siswa dalam merumuskan permasalahan, yaitu (a) merumuskan masalah, dan ( b) mengidentifikasi kebutuhan informasi. Dalam hasil penelitian ini siswa SMAN 11 Kendari dalam mengerjakan tugas memilih merumuskan masalah dengan menggunakan kata kunci (keyword) dan keperpustakaan dalam mencari informasi. Dalam hasil sumber informasi yang di gunakan siswa ialah blogspot, sedangkan menurut teori the big six dalammencari sumber informasi yang benar seperti go.id ac.id dan jurnal.Bisa di katakan bahwa siswa belum mampu dalam mencari sumber yang benar dan siswa lebih memilih sumber sesuai dengan tugas yang di berikan kepada guru tanpa mencari atau apakah sumber yang di ambil atau di butuhkan sudah benar atau belum. Strategi pencarian informasi Eisenberg dan Berkowitz ( 2000) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dilakukan oleh siswa, yaitu (a) menentukan sumber informasi, dan (b) memilih sumber terbaik berdasarkan sumber informasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dalam penelitian ini siswa SMAN 11 Kendari dalam menentukan sumber informasi, siswa melakukan pencarian dengan menggunakan internet (google) kata kunci dari berbagai sumber-sumber seperti blogspot, id.m.wikipedia.org, gramedia.com, dan sumber.belajar.kemdikbud.go.id, sebagian siswa sudah mampu dalam mencari informasi tetapi masih ada siswa yang masih kurang mengerti dalammencari informasi yang benar, dalam hal ini siswa harus memeriksa sumber-sumber tersebut agar bisa menentukan informasi yang di butuhkan, menurut teori the big six dalam mencari sumber yang benar seperti go.id ac.id dan jurnal, sehingga sumber.belajar.kemdikbud.go.id lebih benar dari blogspot karna milik pendidikan otomatis informasi yang di berikan benar dari pada blogspot. Lokasi dan Akses Eisenberg dan Berkowitz (2000) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dilakukan seorang siswa dalam menentukan lokasi dan akses informasi, yaitu (a) mengalokasikan sumber informasi secara intelektual dan fisik, serta (b) menemukan informasi didalam sumber tersebut. Dalam penelitian ini siswa SMAN 11 Kendari dalam menentukan akses dan lokasi, siswa dalam mengerjakan tugas harus ke perpustakaan untuk mencari buku yang di butuhkan atau menyambung ke wifi untuk membuka google dan mencari tugas yang di cari entah kah dalam bentuk video atau jurnal yang sesuai apa yang dibutuhkan. Pemanfaatan informasi Eisenberg dan Berkowitz , (2000) menjelaskan pada tahap ini terdapat dua langkah yang dapat dilakukan siswa dalam memanfaatkan informasi yang di peroleh, yaitu (a) memanfaatkan informasi dengan cara membaca, mendengar, dan meraba, serta (b) mengekstraksi informaasi yang relevan. Dalam penelitian ini siswa SMAN 11 Kendari dalam memanfaatkan informasi yaitu dengan cara membaca selama 15 menit sebelum pelajaran di mulai dan di lakukan setiap hari dan begitu pula setiap pembelajaran Bahasa Indonesia sebelum pelajaran dimulai siswa membuat pantun dengan menonton video tutorial membuat pantun dan menciptakan pantun , dan membacanya di depan teman-teman saya. Menurut Koesoema, (2017) menjelaskan bahwa membaca, menulis, dan sebagainnya merupakan literasi dasar yang harus dikuasai oleh setiap siswa. siswa dikatakan literasi apabila mampu memanfaatkan informasi yang di peroleh secara bijak, baik dengan cara membaca, melihat, maupun mendengar. Sintesa Eisenberg dan Berkowitz, (2000) yang menjelaskan bahwa pada tahap ini terdapat dua langkah yang dapat dilakukan yaitu, (a) mengorganisasikan informasi yang di peroleh, dan (b) menyajikan atau mempresentasikan informasi tersebut. Dalam penelitian ini siswa SMAN 11 Kendari dalam tugas yang di berikan oleh guru kadang perorang atau perkelompok dari tugas tersebut setelah di ringkas kemudian di bentuk ke dalam power point, dan mempaparkan hasil kelompok atau perorang, dalam hal tugas yang sering di berikan oleh guru di simpan dalambentuk catatan dan di ketik di simpan di leptop jangan sampai sewaktu- waktu tiba ulangan di butuhkan kembali. Evaluasi Eisenberg dan Berkoitz, (2000) menjelaskan pada tahap evaluasi terdapat dua langkah yang dapat di lakukan siswa, yaitu (a) evaluasi hasil (evektifitas), dan (b) evaluasi proses (Evisiensi). Dalam penelitian ini siswa SMAN 11 Kendari dalam mengevaluasi, siswa sudah cukup baik dalam evaluasi terhadap tugas dari berbagai sumber- sumber dan memilih sumber yang benar setelah itu mempaparkan informasi yang di dapat. Walaupun dalam tahap mengeveluasi siswa SMAN 11 Kendari masih ada beberapa siswa yang belum paham dalam evaluasi sehingga sebagian siswa dalam menerima informasi dari tugas sekolah masih susah untuk di mengerti dan di kembangkan dalam menerima informasi tersebut, sehingga guru pada tahap evaluasi memberikan waktu siswa untuk membaca kembali tugas tersebut agar siswa dapat mengerti informasi yang terkandung di dalam tugas yang di dapat. Tujuan dari komponen evaluasi untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam melakukan penelusuran informasi dengan mengunakan strategi-strategi pencarian tertentu sehingga dapat di temukan informasi dan sumber yang tepat untuk di gunakan dalam pemenuhan kebutuhan informasi siswa.
Conclusion
Berdasarkan. dari hasil wawancara dan pembahasan mengenai literasi informasi dalammeningkatkan minat baca siswa, pertama perumusan masalah siswa sudah mampu dalammerumuskan masalah tugas, kedua siswa dalam pencarian informasi dengan berbagai sumber- sumber sudah cukup bagus walaupun masih ada beberapa siswa yang tidak mengerti dalammemilih sumber yang tepat, ketiga siswa dalam menentukan akses dan lokasi siswa sudah cukup mengerti yaitu keperpustakaan dan google, keempat pemanfaatan siswa dalam memanfaatkan informasi adalah dengan membaca buku dalam betuk jurnal, power point, dan video, kelima tahap sintesa adalah siswa memilih informasi yang tepat di dalam sumber-sumber tersebut. Dapat di tarik kesimpulan bahwa pada proses perumusan masalah sampai tahap evaluasi siswa sudah cukup paham dalam mencari informasi dalam mengerjakan tugas sekolah walaupun masih ada beberapa kendala dalam mencari informasi di sebabkan karena kurangnya fasilitas perpustakaan seperti komputer, mati lampu dan lainnya .