Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia Periode 2018 -2020 : Sebuah Analisis Bibliometrik
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Abstrak
Analisis bibliometrik terhadap Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia periode 2018-2020 dengan sumber data yang digunakan diunduh dari http://ipi.web.id/jurnal/index.php/jurnalip Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui 1) Distribusi artikel di setiap nomor terbit; 2) Pola kepengarangan; 3) Derajat kolaborasi penulis; 4) Penulis paling produktif; 5) Jenis kelamin penulis; 6) Perguruan tinggi paling produktif; 6) Instansi non perguruan tinggi paling produktif; 7) Organisasi paling produktif. Data sesuai tujuan penelitin yang diunduh diolah menggunakan perangkat lunak Excel 2010, selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel hasil untuk dilakukan pembahasan serta penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian adalah bahwa selama periode 2018 – 2020 telah diterbitkan sebanyak 44 artikel, dengan penulis tunggal berada di urutan pertama yaitu sebanyak 65,91%, yang diindikasikan dengan nilai derajat kolaborasi sebesar 0,34. Penulis paling produktif adalah Tupan dan Rhoni Rodin. Ditemukan artikel yang ditulis oleh lebih dari 6 orang sebanyak 1 artikel. Penulis perempuan (67,86%) lebih banyak dibandingkan dengan penulis laki-laki.Universitas Indonesia merupakan perguruan tinggi paling produktif dengan frekuensi (21,42%), sementara itu instansi non perguruan tinggi paling produktif adalah Perpustakaan Nasional dengan frekuensi (43,30%). Ikatan Pustakawan Indonesia tercatat sebagai organisasi paling produktif yaitu sebesar 80%.
Abstract
Bibliometric analysis of the Jurnal IPI (Indonesian Librarian Association Journal) for the period 2018 – 2020 with the data source used downloaded from http://ipi.web.id/jurnal/index. php/ jurnalip. The purpose of the study was to determine 1) Distribution of articles in each published number; 2) Authorship patterns; 3) The degree of collaboration of the authors; 4) The most productive writer; 5) The gender of the author; 6) The most productive non-university institutions; 7) The most productive organization. The data according to the research objectives that were downloaded were processed using Excel 2010 software, then presented in the table form for discussion and deawig consluion. The conclusion of the period 2018 – 2020 there werw 44 articles published, with a single author in first place, namely 65.91%, which is indicated by the degree of collaboration value of 0.34. The most prolific writers are Tupan and Rhoni Rodin. Found aericles written by more written by more than 6 people as many as 1 article. There are more female writers (67.86%) than male writers. University of Indonesai is the most productive university with frequency (21.42%), meanwhile the most productive of non-university is the National Library with a frequency (43.30%). The Indonesia Library Association is recorded as the most productive organization at 80%.
Keywords:
bibliometrics
· Indonesian Librarian Association Journal
· Author Collaboration
Introduction
Istilah bibliometrik pertama kali digunakan oleh Prtichard pada tahun 1969 guna menunjukkan adanya sebuah disiplin ilmu baru dengan menggunakan metode kuantitatif untuk menyelidiki proses komunikasi ilmiah, dengan cara mengukur serta menganalisis berbagai aspek dokumen tertulis (Roy & Basak, 2013). Bibiliometrik adalah sebuah alat statistik yang menunjukkan secara kuantitatif analisis publikasi tertulis. Bibliometrik terdiri atas tinjauan literatur, menunjukkan jumlah, evaluasi dan tren utama publikasi tentang subyek tertentu (Rey-Marti, 2020). Adapun menurut Kulaki, (2021) bibliometrik diartikan sebagai penggunaan metode statistik untuk menganalisis data publikasi bibliometrik seperti artikel jurnal, buku, prosiding konferensi, terbitan berkala, laporan, dan dokumen lain terkait. Bibliometrik banyak digunakan untuk menyajikan hubungan domain penelitian dengan metode kuantitatif. Bibliometrik merupakan upaya untuk menilai kualitas akademik jurnal maupun penulis secara kuantitatif dengan metode statistik kutipan. Kehati-hatian harus dilakukan pertama-tama untuk menentukan kualitas yang sesuai dan kemudian menerapkannya secara tepat dengan memilih dasar empiris yang sesuai. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kesalahpahaman tentang arti kualitas (Ahame & Kumpfuller, 2014). Keuntungan dari adanya data bibliomterik pada dokumen penelitian adalah bahwa data tersebut memiliki nilai yang berharga karena dapat membandingkan secara sistematis tentang berbagai lembaga penelitian, statis, wilayah, dari berbagai disiplin ilmu (Singh & Chander, 2013). Terbitan berkala dalam hal ini adalah junal merupakan salah satu statistik pertumbuhan statistik di berbagai bidang/disiplin ilmu apapun. Jurnal dapat dimanfaatkan sebagai saluran utama dalam melakukan diseminasi informasi pengetahuan. Sebuah analisis bibliometrik jurnal dapat digunakan untuk mengidentifikasi tren penelitian ke depan berdasarkan subyek, melihat jurnal inti, dll.(Kumar,2014). Salah satu jurnal khususnya yang berfokus kepada bidang perpustakaan, dokumentasi dan informasi adalah Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), dengan alamat situs yang dapat diakses adalah ipi.web.id/jurnal/index.php/jurnalipi. Jurnal IPI mempunyai nomor identitas unik yang disebut dengan International Serial Seri Number baik yang berbentuk elektronik maupun yang berbentuk cetak yaitu ISSN on line: 2621 4873, dan ISSN Cetak : 2355 8962. Jurnal IPI merupakan jurnal nasional bidang kepustakawanan yang diterbitkan oleh organisasi profesi Ikatan Pustakawan Indonesia. Jurnal IPI terbit setahun dua kali yaitu pada bulan Mei dan September, serta telah mendapatkan akreditasi SINTA 5. Adapun tujuan dari analisis bibliometrik Jurnal IPI periode 2018-2020 adalah untuk mengetahui 1) Distribusi artikel di setiap nomor terbit; 2) Pola kepengarangan; 3) Derajat kolaborasi penulis; 4) Penulis paling produktif; 5) Jenis kelamin penulis; 6) Perguruan tinggi paling produktif; 6) Instansi non perguruan tinggi paling produktif; 7) Organisasi paling produktif. B. Penelitian terdahulu Beberapa penelitian tentang bibliometrik yang berhubungan dengan jurnal di bidang perpustakaan dan ilmu informasi diantaranya adalah sebagai berikut. Sebuah penelitian yang ditulis oleh Kumar, M. (2014) tentang analisis bibliometrik dari Library Herald Journal, periode 2011-2014, menunjukkan bahwa dari 114 judul artikel yang dipublikasikan, diketahui kontribusi penulis tunggal adalah sebanyak 65 (57,01%), dengan asal negara terbesar adalah India yaitu sebanyak 89,47%. Perguruan tinggi penyumbang tulisan terbanyak yaitu sebesar 25 judul (21,93%). Mayoritas penulis lebih menyukai jurnal sebagai sumber kutipan yaitu sebanyak 26,80%. Panda, et.al. (2013) melakukan analisis secara bibliometrik terhadap pola publikasi serta kutipan dari sebuah jurnal akses terbuka yaitu Journal of Information Literacy (JIL), periode 2007 – 2012. Hasil penelitian menunjukkan banyaknya penelitian yang ditulis dalam bentuk artikel berada pada posisi terbanyak yaitu 68 (51,90%), keudian resensi buku sebanyakn36 (27,49%), makalah konferensi berjumlah 27 (20,61%). Negara yang berkontribusi terbanyak adalah Inggris dengan jumlah 94 (71,75%), dan sebanyak 124 judul artikel (94,65%) berasal dari institusi akademik, dan sebanyak 7 artikel (5,35), berasal dari institusi non akademik. Penelitian individual 90 judul (68,70%), jauh lebih banyak dibandingkan penelitian yang ditulis secara kolaborasi. Roy & Basak (2013) melakukan analisis bibliometrik terhadap artikel Journal of Documentation periode 2005 – 2010 sebanyak 246 judul dengan tujuan untuk mengetahui pola kepengarangan, tingkat kolaborasi, distribusi geografis,dan analisis kutipan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kolaborasi penulis adalah 0,51, dan dari distribusi geografi ditemukan Inggris merupakan negara terbanyak berkontribusi pada publikasi Journal of Documentation dan kutipan rata-rata untuk setiap artikel adalah 43 judul dokumen. Oyewusi (2012) melakukan analisis terhadap Nigerian School Library Journal periode 1979 – 2010. Hasil studi menunjukkan bahwa kolaborasi diantara penulis adalah rendah yaitu sebesar 16,70%, dan jumlah penulis tunggal adalah sebesar 83,30%. Adapun sebagian besar metode penelitan dilakukan dengan metode 3tatis, diikuti oleh historical strategy, literature riview dan studi kasus. Jayaraman dkk. (2012) melakukan analisis bibliometrik dari 312 artikel Annals of Library and Information Studies periode 1997 -2011, terbitan dari National Institute of Scientific Communication and Information Resource serta 4.949 referensi yang disitir. Adapun variable yang dianalisis adalah pola kepengarangan,jenis kutipan, dll Singh K.P. & Chander,H. (2013) melakukan analisis 336 artikel secara bibliometrik dari jurnal Library Management terbitan dari Emerald periode 2006-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi penulis tunggal adalah lebih besar dibandingkan penulis berkolaborasi, adapun dokumen yang banyak disitir adalah jurnal. Sebanyak 420 artikel dari Journal of Informetrics periode 2007 – 2013 dianalisis menggunakan metode bibliometrik untuk mengetahui produktivitas pengarang, tingkat kolaborasi, penyebaran geografis, diversifikasi kelembagaan penulis. Temuan menunjukkan bahwa pertumbuhan 3tatistic3 didominasi oleh penulis yang berkolaborasi, dengan nilai indeks kolaborasi adalah 2,87 dan 2,32 hal ini menunjukkan bahwa penelitian dilakukan oleh kerjasama 2 hingga 3 orang. Penyebaran geografi tersebar tidak merata di antara 251 intsitusi dari 38 negara dengan China berada di posisi pertama, diikuti oleh amerika Serikat, Belgia, Jerman, Belanda, Spanyol dan Italia (Das, 2015). Parks (2015) melakukan penelitian menggunakan metode bibliometrik meneliti tentang literatur ilmu perpustakaan dan informasi terkait informasi hukum dengan tujuan untuk mengetahui perkembangan literatur yang diindeks di tiga perpustakaan dengan jangka waktu 1997 – 2011. Serta untuk mengetahui jumlah penulis, pekerjaan penulis, serta topik artikel yang ditulis. Kesimpulan penelitian adalah bahwa artikel bidang hukum meningkat setiap tahunnya, dan diketahui jurnal inti bidang hukum adalah Law Library Journal, Legal Information Management, and Legal Reference Services Quarterly. Nishat, (2016), melakuknan penelitian secara bibliometrik terhadap 136 judul disertasi dari Departeman Ilmu Perpustakaan & Informasi, Universitas Calcuta, periode 2004 – 2016. Studi menunjukkan bahwa terdapat pertumbuhan yang positif disertasi pada sejumlah bidang dan ditemukan bidang yang paling banyak disukai adalah topik Layanan Informasi Masyarakat, Teknologi Komunikasi Informasi dan Bibliometrik, Kebutuhan Informasi, dan Sumber-sumber Informasi serta Pelayanan Informasi. Adapun disertasi yang dibimbing oleh satu orang berjumlah 130 judul, dan sisanya sebanyak 6 judul dibimbing oleh lebih dari satu orang pembimbing. Penelitian berikutnya adalah analisis bibliometrik yang dilakukan oleh Garg, & Sharma, (2017), terhadap 2.428 artikel yang diindeks oleh Indian Citation Index selama 2004 – 2015 menunjukkan bahwa pola pertumbuhan literatur tentang Ilmu Perpustakaan dan Informasi sangat tidak konsisten, dan artikel terbanyak pada tahun 2010. Lembaga akademik menyumbang artikel terbanyak yaitu sebesar 86%. Institusi paling produktif menyumbang sekitar 44% dari seluruh artikel yang diterbitkan, dengan urutan pertama adalah Univeritas Mysore, kemudian pada urutan berikutnya adalah Universitas Delhi. Pengarang paling produktif adalah B.M. Gupta dari Council of Scientific & Industrial Research (CSIR), namun citation per paper terbanyak dipegang oleh K.C. Garg, dari institusi yang sama. SRELS Journal of Information Management merupakan jurnal paling banyak menerbitkan artikel bidang Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Adapun bidang yang paling banyak ditulis adalah tentang bibliometrika dan saintometri.
Method
Penelitian menggunakan metode bibliometrik, yaitu metode kuantitatif dengan memanfaatkan statistic. Adapun data diambil dari alamat situs Jurnal IPI yaitu http://ipi.web.id/jurnal/index.php/jurnalip. Variabel yang dicatat adalah jumlah artikel, jumlah artikel yang ditulis oleh penulis tunggal maupun penulis yang berkolaborasi, nama penulis, jenis kelamin penulis, instansi/lembaga tempat penulis bekerja. Selanjutnya data yang dikumpulkan diolah menggunakan program Microsof Excel, dan hasil yang didapat disajikan dalam bentuk tabel. Berdasarkan tabel yang dibuat tersebut kemudian dilakukan pembahasan serta penarikan kesimpulan.
Discussion
Distribusi artikel Jurnal IPI periode 2018 - 2020 Distribusi artikel Jurnal IPI periode 2018 – 2020 setiap tahun dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini. Jurnal IPI terbit dua kali dalam satu tahun dan dari Tabel 1 dapat diketahui bahwa artikel terbanyak diterbitkan pada Volume 4 Nomor 1 Tahun 2019 dan Volume 3 Nomor 2 Tahun 2018 yaitu masing – masing sebanyak 9 judul. Adapun pada tahun 2020 jumlah artikel turun menjadi 6 judul artikel untuk setiap nomornya. Walaupun demikian Jurnal IPI telah memenuhi syarat untuk disebut sebagai jurnal yang sudah terakreditasi, karena di dalam persyaratan akreditasi disebutkan bahwa jumlah artikel minimal yang harus dipublikasikan di setiap nomornya adalah 5 judul. Tabel 1. Jumlah artikel Jurnal IPI 2018 – 2020 Tahun Jumlah Persentase (%) Vol. 5 N0. 1 (2020) 6 13,64 Vol. 5 No. 2 (2020) 6 13,64 Vol 4 No. 1 (2019) 9 20,45 Vol 4 No. 2 (2019) 6 13,64 Vol 3 No. 1 (2018) 8 18,18 Vol 3 No. 2 (2018) 9 20,45 Jumlah 44 100 Pola kepengarangan penulis pada artikel Jurnal IPI periode 2018-2020 Berdasarkan Tabel 2 berikut ini dapat diketahui pola kepengarangan artikel Jurnal IPI periode 2018 – 2020 menunjukkan bahwa artikel yang ditulis secara individu berada pada posisi terbanyak yaitu sebanyak 29 judul artikel (65,91%), selanjutnya untuk artikel yang ditulis oleh dua orang berada pada posisi ke dua yaitu sebesar 12 judul (27,27%) adapun yang ditulis oleh tiga orang berjumlah 2 artikel (4,55%). Ditemukan 1 artikel (2,27%) yang ditulis secara berkolaborasi lebih dari enam orang. Tidak ditemukan artikel yang ditulis oleh empat dan lima orang. Tabel 2. Pola kepengarangan pada artikel Jurnal IPI periode 2018-2020 Penulis Jumlah artikel Persentase (%) Satu orang 29 65,91 Dua Orang 12 27,27 Tiga Orang 2 4,55 Empat orang 0 0,00 Lima orang 0 0,00 Lebih dari 6 orang 1 2,27 Jumlah 44 100 Derajat kolaborasi penulis pada artikel Jurnal IPI periode 2018-2020 Untuk menentukan nilai derajat kolaborasi digunakan rumus dari Subramanyam, (1983) yaitu : C= Nm / (Nm + Ns) C= derajat kolaborasi Nm = jumlah artikel yang ditulis secara kolaborasi Ns = jumlah artikel yang ditulis secara individu Tabel 3. Kolaborasi penulis pada artikel Jurnal IPI periode 2018-2020 Penulis Jumlah artikel Persentase (%) Satu orang 29 65,91 Lebih dari 1 orang 15 34,09 Jumlah 44 100 Berdasarkan Tabel 3 di atas dapat diketahui bahwa jumlah artikel yang ditulis oleh penulis tunggal lebih banyak dari artikel yang ditulis oleh penulis yang berkolaborasi. Hal tersebut dapat juga dilihat dari nilai derajat kolaborasi yang dihitung berdasarkan rumus dari Subramanyam, (1983) di atas, dan setelah dihitung, dihasilkan nilai derajat kolaborasi sebagai berikut. C = 15/(15 + 29) = 0,34. Nilai derajat kolaborasi sebesar 0,34 menunjukkan bahwa penulis tunggal lebih dominan dibandingkan penulis yang berkolaborasi. Penulis artikel pada Jurnal IPI periode 2018 – 2020 Berdasarkan Tabel 4 berikut ini dapat diketahui bahwa sebanyak 56 orang penulis berkontribusi untuk menerbitkan artikelnya pada jurnal IPI periode 2018 – 2020. Rhoni Rodin , Tupan berada pada urutan pertama dengan jumlah artikel sebanyak 3 judul. Adapun posisi ke dua dipegang oleh Arja Kusuma, Dian Novita Fitriani, Niswa Nabila Sri Bintang Alam, dan Aidilla Qurotianti dengan jumlah tulisan masing-masing 2 artikel. Adapun sisanya sebanyak 41 orang penulis berada pada urutan ke tiga dengan masing-masing menulis sebanyak 1 judul artikel. Dengan demikian penulis paling produktif pada Jurnal IPI periode 2018-2020 adalah Tupan yang berasal dari Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI dan Rhoni Rodin merupakan pustakawan yang berasal dari Perpustakaan Institut Agama Islam Negeri Curup. Tabel 4. Penulis artikel pada Jurnal IPI periode 2018-2020 Nama Pengarang Jumlah artikel Persentase (%) Rhoni Rodin 3 4,62 Tupan 3 4,62 Arja Kusuma 2 3,08 Dian Novita Fitriani 2 3,08 Niswa Nabila Sri Bintang Alam 2 3,08 Tamara Adriani Salim 2 3,08 Sukirno 2 3,08 Aidilla Qurotianti 1 1,54 Andi Saputra 1 1,54 Anggun Kusuma Tri Utami 1 1,54 Anita Rahmawati 1 1,54 Ashry Noviana Fajry 1 1,54 Asta Budi Raharjo 1 1,54 Budi Handari 1 1,54 Ceria Isra Ningtyas 1 1,54 Dhian Deliani 1 1,54 Dian Kristyanto 1 1,54 Dian Utami 1 1,54 Erriani Kristiyaningsih 1 1,54 Erviana Dwinugrahaningtyas 1 1,54 Farli Elnumeri 1 1,54 Febriyanto Febriyanto 1 1,54 Haryanto 1 1,54 Heri Abi Burachman Hakim 1 1,54 Hesthiyono Suko Adhi 1 1,54 Irhamni Ali 1 1,54 Irkhamiyati Irkhamiyati 1 1,54 Kalarensi Naibaho 1 1,54 Khoirul Maslahah 1 1,54 Khosyi Maulana 1 1,54 Kristiantiwi Kristiantiwi 1 1,54 Laila Rifa'atul Azizah 1 1,54 Lilik Kurniawati Uswah 1 1,54 Mariyah 1 1,54 Minanuddin 1 1,54 Mohamad Djaenudin 1 1,54 Muhammad Irsyad Alfatih 1 1,54 Mulliati Muliati 1 1,54 Neka Rusyda Supriatna 1 1,54 Nur Ishmah 1 1,54 Nur Sanny Rahmawati 1 1,54 Perwitasari Rengganingtyastuti 1 1,54 Pratiwi Anindita Adji 1 1,54 Rifni Raihana 1 1,54 Rita Komalasari 1 1,54 Rochani Nani Rahayu 1 1,54 Siti Aminah 1 1,54 Sri Wahyuni 1 1,54 Suhendani 1 1,54 Taufiq A. Gani 1 1,54 Tri Soesantari 1 1,54 Tulus Wulan Juni 1 1,54 Wahyu Deni Prasetyo 1 1,54 Wiyarsih 1 1,54 Yupi Royani 1 1,54 Zulfitri Durin 1 1,54 JUMLAH 56 100.00 Jenis kelamin penulis pada artikel Jurnal IPI periode 2018-2020 Tabel 4 berikut ini menjelaskan jenis kelamin para penulis yang berkontribusi pada Jurnal IPI periode 2018 – 2020. Adapun perinciannya adalah sebanyak 18 orang (32,14%) penulis berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 38 orang (67,86%) berjenis kelamin perempuan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penulis perempuan lebih produktif dibandingkan dengan penulis laki-laki. Hal tersebut berkaitan dengan jumlah pustakawan yang berjenis kelamin perempuan di Indonesia yang rata-rata lebih banyak dibandingkan dengan pustakawan berjenis kelamin laki-laki. Sebagai gambaran, berdasarkan penelitian yang dilakukan olah Siti Sumarningsih (2014) tentang Dominasi Wanita dalam Profesi Informasi menunjukkan hasil bahwa pekerjaan ilmu perpustakaan dan informasi lebih banyak diisi oleh perempuan. Ditemukan sebanyak 75% pustakawan dan staf perpustakaan di Jakarta adalah perempuan sebanyak 75% pustakawan dan staf perpustakaan di Jakarta adalah perempuan. Hal serupa juga terjadi di Perpustakaan Umum Kota Surabaya, data menunjukkan bahwa dari sebanyak 493 orang pegawai perpustakaan jumlah pegawai berjenis kelamin perempuan adalah 341 orang atau sebesar 69%. Merujuk hasil penelitian tersebut, maka apabila seluruh pustakawan menulis, maka tulisan pustakawan perempuan akan lebih banyak dibandingkan dengan tulisan pustakawan laki-laki. Tabel 4. Jenis kelamin penulis pada artikel Jurnal IPI periode 2018-2020 Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%) Laki-laki 18 32,14 Perempuan 38 67,86 Jumlah 56 100,00 Institusi perguruan tinggi yang berkontribusi pada Jurnal IPI periode 2018 -2020 Berdasarkan Tabel 5 berikut ini dapat diketahui bahwa sebanyak 17 institusi perguruan tinggi berkontribusi dalam penulisan artikel pada Jurnal IPI 2018 -2020. Adapun perinciannya adalah sebagai berikut. Posisi pertama ditempati oleh Universitas Indonesia dengan frekuensi sebanyak 6 kali (21,42%), diikuti pada posisi ke dua ditempati oleh Institut Agama Islam Negeri Curup serta Universitas Gadjah Mada dengan frekuensi masing – masing sebesar 3 kali (10,31%). Pada posisi ketiga ditempati oleh Universitas Bangka Belitung dan Universitas Muhamadiyah Malang dengan frekuensi masing – masing sebanyak 2 (2,17%). Sisanya sebanyak 12 perguruan tinggi berada pada posisi ke empat masing –masing sebanyak 1 kali (3,57%). Universitas Indonesia merupakan perguruan tinggi paling produktif hal ini menunjukkan bahwa pustakawan di Universitas Indonesia aktif menulis, di samping itu Universitas Indonesia juga memiliki Jurusan Ilmu Perpustakaan yang tidak menutup kemungkinan mahasiswa jurusan tersebut menyumbangkan tulisan di Jurnal IPI 2018 -2020. Tabel 5. Institusi perguruan tinggi yang berkontribusi pada Jurnal IPI periode 2018-2020 Nama perguruan tinggi Frekuensi Persentase (%) Universitas Indonesia 6 21,42 Institut Agama Islam Negeri Curup 3 10,71 Universitas Gadjah Mada 3 10,71 Universitas Bangka Belitung 2 7,14 Universitas Muhamadiyah Malang 2 7,14 Universitas Aisyiah Yogyakarta 1 3,57 Universitas Airlangga 1 3,57 Universitas Andalas 1 3,57 Universitas Muhamadiyah Yogyakarta 1 3,57 Universitas Sebelas Maret Surakarta 1 3,57 Universitas Syah Kuala 1 3,57 Universitas Terbuka 1 3,57 Universitas Wijayakusuma Surabaya 1 3,57 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang 1 3,57 UIN Imam Bonjol Padang 1 3,57 UIN Ar-Raniry Banda Aceh. 1 3,57 IAIN Surakarta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah 1 3,57 Jumlah 28 100 Institusi non perguruan tinggi yang berkontribusi pada Jurnal IPI periode 2018 -2020 Profil institusi non perguruan tinggi berdasarkan Tabel 6 dapat diketahui bahwa Perpustakaan Nasional berada pada posisi pertama dengan frekuensi sebanyak 13 kali, kemudian pada posisi ke dua adalah Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI yang secara bersama-sama Kementerian yaitu dengan frekuensi masing-masing 6 kali. Berikutnya pada posisi ke tiga adalah Dinas Arsip Dan Perpustakaan Kabupaten/Kota dengan frekuensi sebanyak 3 kali. Perpustakaan Nasional berada pada posisi tertinggi adalah merupakan hal seharusnya, karena di Perpustakaan Nasional merupakan gudangnya para pustakawan di samping itu Perpustakaan Nasional juga merupakan instansi pembina perpustakaan dan pustakawan di seluruh Indonesia. Tabel 6. Institusi non perguruan tinggi yang berkontribusi pada Jurnal IPI periode 2018-2020 Institusi non perguruan tinggi Frekuensi Persentase (%) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia 13 43,33 Dinas Arsip Dan Perpustakaan Kabupaten/Kota 3 10,00 Kementerian 6 20,00 LIPI PDDI 6 20,00 BATAN 1 3,33 Lain-lain/tidak disebutkan institusinya 1 3,34 Jumlah 30 100 Organisasi profesi yang berkontribusi pada Jurnal IPI periode 2018 – 2020 Guna mengetahui organisasi profesi yang berkontribusi pada Jurnal IPI periode 2018 -2020 maka dapat dilihat dari Tabel 7 berikut ini. Diketahui Ikatan Pustakawan Indonesia Pusat berkedudukan sama dengan Ikatan Pustakawan Indonesia Daerah yaitu memiliki frekuensi masing-masing 2 kali, dan diketahui Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia yang bukan merupakan organisasi pustakawan namun ikut berkontribusi terhadap penerbitan artikel pada Jurnal IPI periode 2018 – 2020 dengan frekuensi 1 kali. Apabila dilakukan perbandingan antara pustakawan dari perguruan tinggi, pustakawan dari non perguruan tinggi dan dari organisasi profesi, maka pustakawan dari non perguruan tinggi berada di posisi tertinggi yaitu dengan frekuensi sebanyak 30 kali, disusul oleh pustakawan dari perguruan tinggi yaitu sebanyak 28 kali dan yang terakhir adalah pustakawan perwakilan dari organisasi profesi dengan frekuensi sebanyak 5 kali. Dengan demikian mengingat jurnal yang diteliti adalah Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia, maka perlu digalakkan partisipasi dari mereka yang bergabung dalam IPI untuk berkontribusi dalam penulisan artikel dalam Jurnal Ikatan Pustakawan Indonesia baik mereka yang berkedudukan di pusat, maupun yang berada di daerah. Tabel 7. Organisasi profesi yang berkontribusi pada Jurnal IPI 2018-2020 Nama organisasi profesi Frekuensi Persentase (%) Ikatan Pustakawan Indonesia Pusat 2 40,00 Ikatan Pustakawan Indonesia Daerah 2 40,00 Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia 1 20,00 Jumlah 5 100,00
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa selama periode 2018 – 2020 telah diterbitkan sebanyak 44 artikel, dengan penulis tunggal berada di urutan pertama yaitu sebanyak 65,91%, yang diindikasikan dengan nilai derajat kolaborasi sebesar 0,34. Ditemukan artikel yang ditulis oleh lebih dari 6 orang sebanyak 1 artikel. Penulis perempuan (67,86%) lebih banyak dibandingkan dengan penulis laki-laki. Penulis paling produktif adalah Tupan dan Rhoni Rodin. Universitas Indonesia merupakan perguruan tinggi paling produktif dengan frekuensi (21,42%), sementara itu instansi non perguruan tinggi paling produktif adalah Perpustakaan Nasional dengan frekuensi (43,30%). Ikatan Pustakawan Indonesia tercatat sebagai organisasi paling produktif yaitu sebesar 80%.