Kinerja Layanan Penyetoran Karya Ilmiah Berbasis Online di Perpustakaan Universitas Hasanuddin
Universitas Hasanuddin; Universitas Hasanuddin
Abstrak
Kinerja Layanan Penyetoran Karya Ilmiah Berbasis Online di UPT Perpustakaan Unhas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui, menganalisis, dan menggambarkan kinerja layanan penyetoran karya ilmiah berbasis online, kendala pustakawan dalam memverifiaksi karya ilmiah berbasis online dan solusi pustakawan dalam memverifiaksi karya ilmiah berbasis online. Penulis menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa sebanyak 55 orang dan pustakawan 4 orang sebagai responden, data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang dianalisis menggunakan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Untuk kinerja pelayanan penyetoran karya ilmiah berbasis online baik dari sisi aplikasi maupun kinerja pustakawannya pada umumnya (79-99%) meyatakan sangat puas dengan 4 saran dari mahasiswa yaitu a) Sebaiknya terdapat menu pilihan untuk print berkas dokumen yang telah diterima. b) Sebaiknya menu untuk mencetak bukti publikasi karya ilmiah. c) Sebaiknya dipisahkan website untuk setiap strata dan diberikan petunjuk lebih Jelas dalam pengisian. d) Sebaiknya dihalaman depan (beranda) ditampilkan contoh langkah penyetoran karya ilmiah. 2) kendala yang dihadapi oleh petugas saat verifikasi berkas karya ilmiah yaitu tidak tersedianya sarana dan prasana yang dapat mendukung proses verifikasi yang lebih efektif dan efisien. 3) perlunya penyediaan sarana dan prasarana, inovasi terhadap aplikasi agar lebih efektif dan efisien serta sosialisasi yang mendalam kepada mahasiswa sehingga tidak ada lagi kesalahan dalam proses verifikasi karya ilmiah berbasis online
Abstract
Service Performance of Scientific Publication Online-based Submission at UPT Unhas Library. The purpose of this research is to figure out, analyze, and describe the service performance of scientific publication online-based submission; the constraints of librarians in verifying online-based scientific publication; and librarians’ solutions in verifying online-based scientific publications. In this research, the authors used quantitative and qualitative descriptive research. The subjects of this research were 55 students and 4 librarians as respondents. The data collected through questionnaires, interviews, observations, and documentation. The data analyzed using a frequency table. The results show: 1) for the performance of scientific publication online-based submission, both in terms of applications and the performance of librarians in general (79-99%) they are very satisfied with the 4 suggestions from students, namely: an option menu to print document files that have been received; an option menu to print proof of publication of scientific papers; separate website for each strata and give clearer instructions in filling out; and steps for submitting scientific papers is displayed on the front page; 2) the obstacles faced by librarians when verifying scientific work files are the unavailability of facilities and infrastructure that can support more effective and efficient verification of scientific papers; and 3) the need for the provision of facilities, infrastructure, and innovation in applications to be more effective and efficient and in-depth understanding to students so that there are less mistakes in the online-based verification process.
Keywords:
service performance
· information technology
· online based
Introduction
Perpustakaan perguruan tinggi merupakan jantung bagi universitas serta memiliki peranan penting bagi civitas akademik dalam menyediakan pelayanan edukatif, informatif, penelitian, rekreasi dan intelektual. Tuntutan dalam memberikan layanan yang berkualitas, maka perpustakaan perguruan tinggi membutuhkan seorang pustawan. Dengan membangun kompetensinya, pustakawan dapat meningkatkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh organisasi. Kinerja merupakan perwujudan dari kemampuan dalam bentuk karya nyata. Pada UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin pelaporan suatu kinerja yang berstandar dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu melalui sasaran mutu dan tinjauan manajemen dengan mempertimbangkan informasi kinerja dan keefektifan dari sistem manajemen mutu termasuk kecendrungan dalam kepuasan pemustaka (Manual Mutu ISO 9001:2015) UPT Perpustakaan Unhas terus mengembangkan layanannya guna memenuhi kebutuhan informasi bagi pemustakanya. Untuk pemenuhan akan informasi yang relevan, maka Unhas telah mengamanatkan kepada UPT Perpustakaan Unhas untuk mengelola asset dokumentasi kajian karya ilmiah universitas dalam bentuk softcopy dan hardcopy sebagaimana yang tercantum pada pembukaan Peraturan Universitas Hasanuddin Nomor 15477/UN4/UM.16/2012 tentang Pedoman Tata Cara Penyimpanan Karya Ilmiah. Salah satu karya ilmiah yang dimaksud adalah karya ilmiah mahasiswa yang akan menyelesaikan studinya baik itu Skripsi, Thesis dan Disertasi. Hasil observasi awal penulis terkait dengan layanan penyetoran karya ilmiah/tugas akhir mahasiswa yang ada di UPT Perpustakaan Unhas sudah cukup baik yang mana dalam penerapannya sudah berbasis online guna mengefesienkan waktu dan tempat, namun setelah berjalan hampir setahun terdapat beberapa kondisi seperti adanya mahasiswa yang gagal wisuda karena karya ilmiah tidak segera terverifikasi pada aplikasi penyetoran, adanya mahasiswa meminta pustakawan utnuk memverifikasi tanpa memperhatikan waktu dan tempat, dan lain-lain. Layanan penyetoran karya ilmiah/tugas akhir secara online perlu dievaluasi dari berbagai sudut agar kondisi tersebut dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Berdasarkan uraian di atas, maka yang mejadi menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana Kinerja Layanan Penyetoran Karya Ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Unhas ? 2) Apakah kendala yang dihadapi oleh pustakawan dalam melakukan verifikasi penyetoran Karya Ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Unhas ? 3) Bagaimana solusi yang tepat menghadapi kendala tersebut ? Tujuan penelitian ini adalah : Untuk mengetahui bagaimana Kinerja Layanan Penyetoran Karya Ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Unhas, Untuk mengetahui apakah kendala yang dihadapi oleh pustakawan dalam melakukan verifikasi penyetoran Karya Ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Unhas dan Untuk mengetahui bagaimana solusi yang tepat menghadapi kendala tersebut. Tinjauan Pustaka Kinerja merupakan keberhasilan yang dicapai seseorang sesuai dengan wewenang dan tanggungjawabnya dalam pencapaian tujuan tugas-tugasnya berdasarkan standar yang ditetapkan oleh oranisasi, Menurut KBBI (https://kbbi.web.id/kinerja akses tanggal 01 Juli 2021) kinerja adalah sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, kemampuan kerja. Sedangkan menurut Rivai dalam Hudaiva (2019 : 19) menyatakan kinerja merupakan hasil kerja konkret yang dapat diamati dan dapat diukur, penilaian kinerja mengacu kepada sistem formal serta terstruktur yang digunakan untuk mengukur, menilai dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku dan hasil termasuk tingkat ketidak hadiran. Ada tiga elemen yang ada pada kinerja yaitu keterampilan, kemampuan yang bersifat eksternal dan prestasi kerja. Tingkat keterampilan adalah bahan baku yang dibawa oleh seseorang ketempat kerjanya, seperti pengetahuan, kecakapan komunikasi serta kecakapan teknis. Defenisi kinerja juga dikemukakan oleh Siswanto dalam Susela (2017 : 2) bahwa kinerja berasal dari kata job performance yang berarti prestasi kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya, hal ini ditegaskan pula oleh Wibowo dalam Susela (2017 : 3) yang menyatakan bahwa kinerja berasal dari pengertian performance ada pula yang memberikan pengertian performance sebagai hasil kerja atau prestasi kerja. Kinerja merupakan perwujudan dari kemampuan dalam bentuk kerja nyata. Dari definisi kinerja tersebut menitikberatkan bahwa kinerja merupakan finalisasi dari suatu pekerjaan, perilaku kerja yaitu apa yang dilakukan dan adanya peningkatan kerja. Kinerja juga berhubungan dengan perilaku seseorang dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagaimana yang telah ditetapkan secara legal. Bila tanggungjawab tidak jelas, maka kinerja seseorang tidak dapat terukur dengan baik. Tanggunjawab menjadi acuan dalam menilai hasil kerja, semakin sesuai hasil kerja dengan tanggungjawab, maka kinerja seseorang akan semakin baik. Menurut Simanjuntak dalam Hudaiva (2019 : 21) kinerja dipengaruhi oleh 3 (tiga) faktor yaitu : 1) Kompetensi Individu, yaitu kemampuan dan keterampilan dalam bekerja, terbagi dua yaitu: Kemampuan, keterampilan kerja dan Motivasi, etos kerja. 2) Dukungan organisasi, maksudnya kinerja seseorang bergantung dari dukungan organisasi berupa penyediaan sarana dan prasarana kerja, pemilihan teknologi, kenyamanan dalam bekerja, serta memberi kejelasan bagi setiap unit kerja, setiap orang tentang sasaran yang harus dicapai dan apa yang harus dilakukan dalam pencapaian sasaran tersebut. 3) Dukungan manajemen, kinerja perusahaan dan kinerja setiap orang tergantung pada kemampuan manajerial para pimpinan, baik dengan harmonis maupun dengan mengembangkan kompetensi pekerja, demikian juga dengan menumbuhkan motivasi dan memobilisasi seluruh karyawan untuk bekerja secara optimal. Sedangkan menurut Menurut Hessel dalam Mulyono (2012 : 4) bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi yaitu : motivasi, budaya organisasi, kompensasi, kepemimpinan, kepuasan kerja, kedisiplinan, lingkungan kerja dan komitmen organisasi, sedangkan Yuwono dalam Hessel yang dikutip oleh Mulyono (2014 : 4) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja organisasi yaitu adanya tujuan organisasi, budaya organisasi, kepemimpinan dan kualitas kerja. Menurut Moeheriono dalam Sugiyah (2018 : 2) ada enam indikator yang dapat diukur dalam kinerja, namun dalam pengembangannya dapat disesuaikan dengan misi organisasi yang bersangkutan, yaitu : 1) Efektif, pencapaian yang sesuai dengan keinginan. 2) Efisien, output dengan menggunakan biaya serendah mungkin. 3) Kualitas produk atau jasa yang dihasilkan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. 4) Ketepatan waktu, ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan. 5) Produktifitas, tingkat efektifitas suatu organisasi. 6) Keselamatan, mengukur Kesehatan organisasi secara keseluruhan serta lingkungan kerja para karyawan ditinjau dari aspek Kesehatan. Sedangkan menurut Gomes (dalam Hudaiva, 2019 : 30) menyatakan kinerja dapat dikur dengan beberapa indicator, yaitu : 1) Quantity of work (kuantitas kerja dalam suatu periode yang ditentukan) 2) Quality of work (kualitas kerja berdasarkan syarat kesesuaian dan kesiapannya) 3) .Job knowledge (pengetahuan tentang pekerjaan) 4) Creativeness (keaslian gagasan yang muncul dan tindakan untuk menyelesaikan permasalahan) 5) Cooperation (Kesetiaan bekerja sama dengan orang lain) 6) Dependability (kesadaran dan kepercayaan dalam hal kehadiran dan penyelesaian kerja) 7) Intitiative (semangat dalam melaksanakan tugas-tugas baru dan dalam memperbesar tanggungjawab) 8) Personal qualities (kepribadian, kepemimpinan, keramah-tamahan dan integritas pribadi). Kinerja pustakawan adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan profesionalisme. Salah satu parameternya adalah dengan adanya motivasi seorang pustakawan untuk mengembangkan profesinya dengan percaya diri dalam merespon setiap perubahan serta dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan yang semakin menantang. Selain itu, seorang pustakawan juga harus bekerja seoptimal mungkin mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Sebagai tenaga pendidik, pustakawan harus bisa berkomunikasi baik lisan maupun tulisan serta bisa beradaptasi sebagai pencari atau pemberi informasi yang berasal dari berbagai bidang ilmu. Martoatmojo penyatakan dalam Asmiati (2015 : 55) kinerja pustakawan merupakan keterampilan yang professional dan modern. Sehingga pustakawan harus mencari ilmuwan sebagaimana mencari informasi dari sebuah pangkalan data. Selanjutnya menurut Sinungan dalam Asmiati (2015 : 56) tinggi rendahnya kinerja para pustakawan dapat dipengaruhi beberapa faktor, antara lain : kemampuan dan kemauan kerja, fasilitas kerja yang digunakan, selain itu juga tepat tidaknya cara yang dipilih perpustakaan dalam memberikan motivasi kepada pustakawan, dengan cara yang yang tepat dalam memotivasi pustakawan untuk bekerja, semakin terlihat produkttivitas sesuai yang diharapkan oleh perusahaan. Dari teori tersebut, penulis berpendapat bahwa kinerja pustakawan adalah pekerjaan professional pustakawan. Parameternya adalah dengan adanya motivasi dari pustakawan dalam mengembangkan profesinya dengan percaya diri untuk merespon segala perubahan serta menyesuaikan diri terhadap perubahan tersebut yang semakin menantang. Disamping itu juga, pustakawan harus memahami masalah social yang ada ada dalam lingkungan perpustakaan baik internal maupun eksternal serta memiliki wawasan yang luas. Pada perpustakaan perguruan tinggi jenis Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi yaitu : 1) Layanan Pemustaka/Pengguna. 2) Layanan Peminjaman terbagi dua yaitu terbuka dan tertutup. 3) Layanan Koleksi Rujukan Cepat (Referensi) dan Layanan Koleksi Khusus. Dalam penelitian ini peneliti akan mengupas mengenai layanan koleksi khusus berupa penyetoran karya ilmiah yang berbasis online. Menurut Hermanto (2016, in Librarian's Papers UNS) bahwa penerapan teknologi informasi yang dapat digunakan adalah : otomasi perpustakaan, CD-ROM, internet, digital library, dan jurnal elektronik. Adapun kelebihan dan kekurangannya yaitu : Kelebihan yang didapatkan dari penerapan teknologi informasi di perpustakaan adalah : layanan akan lebih cepat, mudah dan praktis, penelusuran akan lebih cepat dan mudah, menghemat waktu, tenaga serta membutuhkan sedikit SDM (pustakawan). Kelemahannya adalah : ketergantungan pada aliran listrik, bila computer rusak maka layanan akan terganggu, minimnya teknisi computer. Dari kelemahan itu pula, ada beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengantisipasinya seperti : perlu adanya jenset untuk mengatasi terjadinya mati lampu, perlunya merekrut tenaga teknisi computer, perlunya mengirim pustakawan untuk mengikuti kursus teknisi computer dan pengadaan computer baru. Peningkatan layanan melalui penerapan teknologi informasi di perpustakaan secara otomatis akan meningkatkan mutu serta citra perguruan tinggi itu sendiri. Dengan adanya teknologi informasi, maka perpustakaan digital dapat diwujudkan. Berikut beberapa keunggulan dari perpustakaan digital yang dikemukakan oleh Mulyadi (dalam Nazifah, 2020 : 44), yaitu : 1) Long distance service : perpustakaan digital hadir agar penggunanya dapat menikmati koleksi yang ada sepuasnya, kapanpun dan dimanapun. 2) Akses lebih mudah : perpustakaan digital tentunya memberikan akses yang mudah kepada pemustakanya. 3) Murah : pemustaka akan lebih hemat biaya dalam memenuhi kebutuhan informasinya. 4) Mencegah duplikasi dan plagiasi : hadirnya perpustakaan digital dapat meminimalisir tidakan plagiat, karena informasi yang disajikan dalam bentuk pdf yang hanya bisa dibaca oleh pemustaka tanpa bisa disunting atau ditempel. 5) Publikasi karya secara global : koleksi yang diterbitkan secara digital dapat diakses oleh pemustaka di berbagai lokasi. 6) Menghemat ruangan : penyimpanan dalam format digital tentu penyimpanannya sangat efisien. 7) Akses ganda : pemustaka dapat secara bersamaan memanfaatkan koleksi atau jasa layanan yang ada di perpustakaan. Tidak dibatasi oleh ruang dan waktu : dapat diakses kapan saja, asalkan terhubung dengan internet dan perangkat digital. Dalam pemanfaatan teknologi informasi, terdapat sebuah model sederhana yang disebut dengan model parsimoni yang dikembangkan oleh DeLone dan McLean, model ini dikenal dengan istilah Information Sysstem Succes Model atau D&M is Success Model, model ini digunakan untuk mengukur kesuksesan dari sebuah teknologi informasi sebagaimana dikemukakan oleh Hartono dalam bukunya mengenai Model Kesuksesan Sistem Teknologi Informasi (dalam Nazifah, 2020 : 46) dalam ubahan penulis, yaitu: 1) Kualitas, dikatakan berkualitas apabila aplikasi tersebut mudah digunakan oleh penggunanya. 2) Penggunaan Informasi. 3) Kepuasan pemakai. Berdasarkan pada penjelasan diatas maka yang menjadi indikator untuk rumusan masalah yang pertama dalam penelitian di dua yang pertama dari segi aplikasi yaitu 1) Kecepatan Akses Login. 2) Kemudahan memahami aplikasi. 3) fitur menu aplikasi 4) keamanan karya ilmiah 5) penghematan biaya dan waktu. Dan dari segi kinejra petugas/pustakawan yaitu 1) ketanggapan peustakawan dalam memverifikasi 2) Kejelasan informasi alur prosedur 3) Keramahan pustakawan 4) ketepatan waktu respon. Adapun kerangka pikir untuk menjawab permasalahan pada karya pengembangan profesi ini adalah sebagai berikut: Gambar .1 : Kerangka Konseptual
Method
Penelitan menggunakan metode deskriptif pendekatan kuantitatif dan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah mahasiswa 55 orang dengan perhitungan 10 % dari jumlah yang menyetor 552 orang (Arikunto dalam Haryanti (2021 : 45) dan pustakawan 4 orang sebagai responden, data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi dan dokumentasi. Jenis dan sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh pada rumusan masalah pertama dalam penelitian ini adalah dalam bentuk kuantitatif, data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif yaitu menggambarkan objek secara jelas, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, kemudian data tersebut ditabulasi dengan menyusunnya kedalam tabel-tabel lalu kemudian dihitung presentasinya, selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan. Untuk menghitung presentase jawaban yang diperoleh, peneliti menggunakan rumus presentase sebagai berikut: 𝑝=𝑓𝑛𝑥 100% Keterangan : P = Presentase f = Jumlah jawaban yang diperoleh n = Jumlah responden (sumber: Hadi dalam Husani, 2018 : 50) Peneliti menggunakan pedoman penafsiran data sebagaimana dikemukakan oleh Supardi (dalam Hasini, 2018 : 50), sebagai berikut: 1% - 25% = seba gaian kecil, 26% - 49% = hampir setengahnya, 50% setengahnya, 51% - 75% = Sebagian besar, 76% - 99% = Pada umumnya, dan 100% = keseluruhan. Dari bentuk penafsiran data diatas, maka peneliti menafsirkannya sebagai berikut : 1% - 49% = tidak puas, 50% = kurang puas, 51% - 75% = puas, 76% - 100% = sangat puas. Data yang diperoleh dalam bentuk kuantitatif akan ditabulasi dengan menyusunnya kedalam table-tabel lalu kemudian dihitung presentasinya, selanjutnya dianalisis dan diinterpretasikan. Untuk rumusan masalah yang kedua dan ketiga yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut Moleong dalam Abrori (2019 : 77) analisis kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sedangkan analysis deskriptif yaitu mendeskripsikan kendala pustakawan terkait verifikasi karya ilmiah serta mendeskripsikan solusi yang ditempuh pustakawan dalam verifikasi karya ilmiah.
Discussion
Layanan penyetoran karya ilmiah berbasis online telah diterapkan oleh UPT Perpustakaan Unhas, awal penerapan layanan ini dimulai pada tahun 2020 menjelang Wisuda periode September. Prosedur Operasional diatas dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2 Prosedur Operasional Layanan Penyetoran Karya Ilmiah Berbasis Online Gambar 3 Halaman login Penyetoran Karya Ilmiah Berbasis Online Gambar 4 Halaman Pengisian Aplikasi Penyetoran Karya Ilmiah Berbasis Online Gambar 5 Halaman hasil verfikasi karya ilmiah Terupload 1. Kinerja pelayanan penyetoran karya ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin Makassar. Untuk melihat hasil penelitian Kinerja pelayanan penyetoran karya ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin Makassar dapat dilihat pada tabel berikut ini : Tabel : 1 Kinerja pelayanan penyetoran karya ilmiah berbasis online Tabel 2 Hasil Analisis Seluruh Indikator Sumber : data diolah tahun 2021 Berdasarkan data di atas untuk indikator kecepatan akses login/masuk ke aplikasi, pada umumnya 95% responden menanggapi setuju dalam dalam artian responden merasa sangat puas. Hal dapat dilihat dari banyaknya wifi yang disediakan oleh pihak Universitas baik dalam area perpustakaan maupun di unit-unit lain yang ada dalam lingkup universitas dan juga aplikasi dibuat seringan mungkin sehingga memudahkan mahasiswa dapat dengan cepat mengakses aplikasi tersebut. Sementara sebagian kecil, yaitu 5 % responden menanggapi tidak setuju dalam artian tidak puas, dengan alasan mahasiswa bahwa kecepatan tergantung kondisi jaringan. Hal ini disebabkan oleh jaringan yang kadang-kadang mengalami gangguan dan mahasiswa yang mengakses berada diluar area kampus, sehingga mahasiswa tidak dapat kmengupload karya ilmiahnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan akses internaet adalah komputer yang digunakan harus dalam kondisi yang baik, kecepatan modem, bandwidth, server proxy, backbone, keamanan data, layanan dan teknologi (https://adoc.pub/kecepatan-akses-internet.html). Berdasarkan pada data tersebut untuk indikator Kemudahan memahami aplikasi pada umumnya responden yaitu 98% menanggapi setuju dalam artian responden merasa sangat puas. Hal ini dapat dilihat pada menu isian yang disiapkan cukup jelas penempatannya, mulai dari kolom untuk nama mahasiswa, nama dosen pembimbing, penempatan judul karya ilmiah, abstrak dan lain-lain (lihat gambar 4.3) Sedangkan Sebagian kecil dalam artian tidak puas, yaitu 2% responden yang menanggapi lain-lain dalam artian tidak puas, hal ini menunjukkan masih adanya responden yang merasa kebingungan dalam pengisiannya, dari pengamatan peneliti hal ini disebabkan kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa yang akan wisuda mengenai cara pengisian menu aplikasi penyetoran. Kemudahan memahami aplikasi penyetoran karya ilmiah berbasis online menurut Jogiyanto dalam Harlan, (2014 : 24) dalam ubahan penulis yaitu merupakan suatu keyakinan dimana seseorang berfikir bahwa layanan penyetoran karya ilmiah tersebut dapat dengan mudah dipelajari, mudah dipahami, simple dan mudah pengoperasiannya. Berdasarkan data tersebut untuk indikator Fitur menu aplikasi pada umumnya responden yaitu 91% menanggapi setuju dalam artian responden merasa sangat puas. Hal ini dapat diketahui dari tampilan aplikasi yang telah dibuat sesederhana mungkin sehingga mahasiswa mudah memahami maksud dari aplikasi tersebut. Sementara sebagian kecil dalam artian tidak puas yaitu 9% responden menanggapi lain-lain dalam artian tidak puas, dengan alasan 1) Menu pilihan untuk print berkas dokumen telah diterima tidak ada. 2) sudah cukup baik namun mungkin lebih baik jika ditambahkan bukti publikasi karya ilmiah. 3) Sebaiknya dipisahkan website untuk setiap strata dan diberikan petunjuk lebih Jelas dalam pengisian. 4) Sebaiknya dihalaman depan (beranda) ditampilkan contoh langkah penyetoran karya ilmiah, dan 5) Sudah tapi masih perlu ada perbaikan terkait maintenance. Hal ini tentunya menjadi masukan bagi pihak UPT Perpustakaan Unhas untuk tetap memberikan yang terbaik untuk memenuhi kebutuhan pemustakanya. Dari data tersebut untuk indikator keamanan karya ilmiah pada umumnya yaitu 95% responden menanggapi setuju dalam artian responden merasa sangat puas, hal ini karena setiap mahasiswa mempunyai username dan password tersendiri serta penyetorannya langsung ke pihak perpustakaan. Adapun Sebagian kecil dalam artian tidak puas yaitu 5% responden menanggapi lain-lain dalam artian tidak puas dengan alasan 1) Keamananya merupakan wewenang pada pihak kampus, apakah setiap karya ilmiah bebas di akses siapa saja dan di mana saja, sehingga dibutuhkan suatu inovasi agar karya ilmiah dijamin keamanannya. 2) Website not secure. Kurang meyakinkan dan kadang membuat sulit di akses. 3) Saya masih mempertanyakan. belum memiliki pandangan. Hal ini dapat dilihat ketika data yang telah diupload tidak adanya wadah untuk membuck up data, jadi ketika server mengalami kerusakan otomatis akan ada data yang hilang. Kontrol keamanan pada aplikasi penyetoran karya ilmiah yang berbasis online ini dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya adalah Authorization yaitu pemberian wewenang untuk mengakses objek data base, maksudnya adanya kendali otoritas yang dibangun antara yang mengendalikan sistem atau objek yang dapat diakses dan bagaimana mengendalikan pengguna yang menggunakannya. Dalam hal ini, seorang sistem administrasi yang bertanggung jawab untuk memberikan hak akses dengan membuat account pengguna. (Susilo, 2016 ;7 https://ejournal.stmikbinapatria.ac.id/index.php/JT/article/view/70/41). Berdasarkan data diatas untuk indikator hemat biaya dan waktu pada umumnya responden yaitu 98% dalam artian responden merasa sangat puas, yaitu penyetoran karya ilmiah yang berbasis online mahasiswa dapat menghemat biaya dengan tidak lagi mengfotocopy, menjilid, dan memburning karya ilmiah kemudian menyetornya ke perpustakaan, Adapun mengenai waktunya, mahasiswa dapat melakukan penyetoran dimana saja dan kapan saja, tetapi kembali lagi bahwa waktu jam kerja tetap berlaku demi tertibnya administasi Sementara sebagian kecil dalam artian tidak puas yaitu 2% responden menanggapi tidak setuju dalam artian tidak puas, dari pengamatan penulis hal ini dikarenakan oleh jaringan atau server yang mengalami gangguan, otomatis mahasiswa harus keperpustakaan untuk menanyakan langsung ke piihak petugas untuk mencari alternatif lain untuk menyetor karya ilmiah mereka. Salah satu indicator dalam pengukuran suatu kinerja adalah efisiensi waktu dan biaya dimana mahasiswa tidak lagi melakukan penjilidan terhadap karya ilmiahnya (Moeheriono dalam Sugiyah (2018 : 2) Berdasarkan pada datas diatas untuk indikator ketanggapan pustakawan saat mahasiswa mengalami kendala dalam penyetoran karya ilmiah di system pada umumnya yaitu 94% tanggapan reponden dikategorikan sangat setuju/setuju dalam artian responden merasa sangat puas. Sementara Sebagian kecil dalam artian tidak puas yaitu 6% menanggapi tidak setujua/dan lain-lain dalam artian tidak puas dengan alasan 1) semoga bisa lebih memaksimalkan dalam pelayanan. 2) Menurut saya hal wajar sajar jika terdapat kendala didalamnya, hanya saja perlu dilihat apakah kendalanya biasa saja dan patut untuk dimaklumi atau tidak. Hal ini dikarenakan pustakawan adalah tenaga pendidik dimana jam layanan telah di atur, menurut analisa penulis ada kemungkinan mahasiswa menghubungi pestakawan diluar dari jam kerja, ataukah pustakawan yang bersangkutan sedang ada kegiatan lain, tetapi pada dasarnya pustakawan senantiasa berusaha memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan kompetensinya (indicator kinerja Quality of Work menurut Gomes (dalam Hudaiva, 2019 : 30) Berdasarkan data diatas untuk indikator Informasi alur prosedur pada umumnya 93% reponden menanggapi sangat setuju/setuju dalam artian responden merasa sangat puas mengenai kejelasan alur prosedur layanan penyetoran karya ilmiah secara online, hal ini dapat dilihat penampakkan alurnya cukup jelas hal-hal yang harus dipenuhi atau dilengkapi sebelum melakukan uploadtan (lihat gambar 4.3) . Adapun Sebagian kecil responden yang menanggapi tidak setuju dan lain-lain dalam artian tidak puas yaitu 7% dalam artian tidak puas dengan alasan masih dibutuhkan akses informasi terutama via grup WA setiap angkatan mahasiswa pada tiap fakultas, agar memperoleh tata cara penyetoran karya ilmiah. Hal ini disebabkan lagi karena kurangnya sosialisasi kepada mahasiswa terkait informasi penyetoran karya ilmiah ini. Dari data tersebut diatas untuk indikator keramahan petugas/pustakawan, secara keseluruhan responden menanggapi 100% sangat setuju/setuju dalam artian responden merasa sangat memuaskan. Hasil pengamatan penulis, bahwa pustakawan memang dituntut untuk selalu ramah dalam pelayanannya, santun dalam memberikan informasi kepada pemustaka atau mahasiswa yang membutuhkan. Dari data diatas untuk dindikator Ketepatan waktu respon persetujuan verifikasi pada umumnya 93 % responden yang menanggapi sangat setuju/setuju dalam artian responden merasa sangat puas, selanjutnya yaitu sebagain kecil dalam artian tidak puas 7% responden yang menanggapi tidak setuju dalam artian tidak puas. Berdasarkan hasil pengamatan penulis, hasil verifikasi karya ilmiah mahasiswa sudah terbilang sangat cepat ini terbukti dari hasil konfirmasi kepada petugas bahwa penyetoran karya ilmiah yang terupload segera diverifikasi kecuali jika karya ilmiah yang terupload di waktu jam kerja berakhir ataukah hari libur maka verifikasi akan tertunda. 2. Kendala yang dihadapi oleh pustakawan dalam melakukan verifikasi penyetoran Karya Ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Unhas Dari hasil wawancara terhadap para pustakawan mengemukakan bahwa bahwa tidak tersdianya ganset untuk mengantisipasi pemadaman lampu yang tiba-tiba, tidak tersdia laptop dan modem eksternal utnuk verifikasi diluar jam kerja, berkas karya ilmiah yang terupload kebanyakan tidak lengkap, sulitnya verifikasi berkas melalui HP, kesulitan mengganti file atas kesalahan upload mahasiswa dan adanya permintaan dari langsung dari mahasiswa untuk segera memverifiaksi diluar jam kerja. Saat ini kendala tersebut belum ditemukan yang bersifat penghambat, karena UPT Perpustakaan Unhas telah menerapkan system layanan aplikasi berbasis web yang cukup memadai untuk proses pelayanan penyetoran karya ilmiah. Pelayanan penyetoran karya ilmiah secara online ini sangat bermanfaat dalam mempermudah pustakawan dalam melayani mahasiswa yang ingin menyetor karya ilmiah dengan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien. 3. Solusi terhadap kendala yang dihadapi oleh pustakawan dalam melakukan verifikasi penyetoran Karya Ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Unhas. Berdasarkan hasil wawancara, penulis menyimpulkan perlunya menyiapkan ganset untuk mengantisipasi mati lampu secara tiba-tiba, menyediakan laptop dan modem eksternal untuk verifikasi berkas diluar jam kerja (hari libur), perlunya sosialisasi terkait alur prosedur dan standar format baku penulisan Tugas Akhir dari pihak universitas ke pihak fakultas, dan pihak fakultas ke mahasiswa yang akan menyetor karya ilmiahnya sehingga tidak terjadi kesalahan, inovasi terhadap aplikasi agar verifikasi melalui HP tidak menyulitkan, perlunya superadmin yang bertugas jika sewaktu-waktu ada mahasiswa yang ingin menggati file yang telah terverifikasi.
Conclusion
Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut, penulis menyimpulkan bahwa : 1. Kinerja pelayanan penyetoran karya ilmiah di UPT Perpustakaan Universitas, dibagi menjadi 2 kategori, pertama dari segi aplikasi sudah sangat memudahkan dan suda efektif dalam penerapannya seperti kecepatan akses login keaplikasi sudah cepat, kemudahan memahami aplikasi dalam pengisian sudah mudah, fitur menu aplikasi sudah sesuai, keamanan karya ilmiah sudah sangat baik, serta efisien dari segi waktu dan biaya. Sementara itu, ada beberapa saran dari responden jika memungkinkan bahwa : a) Tidak terdapat menu pilihan untuk print berkas dokumen yang telah diterima. b) Sebaiknya menu untuk mencetak bukti publikasi karya ilmiah. c) Sebaiknya dipisahkan website untuk setiap strata dan diberikan petunjuk lebih Jelas dalam pengisian. d) Sebaiknya dihalaman depan (beranda) ditampilkan contoh langkah penyetoran karya ilmiah. Sedangkan dari segi kinerja pustakawannya sudah sangat baik, seperti respon pustakawan ketika mahasiswa mengalami kendala sudah sangat baik, penyampaian alur prosedur sudah sangat jelas, dalama pelayanannya pustakawan sangat ramah, dan ketepatan waktu respon persetujuan verifikasi sudah cepat. 2. Kendala yang dihadapi oleh petugas saat memverifikasi berkas karya ilmiah yaitu tidak tersedianya sarana dan prasana yang dapat mendukung verifikasi karya ilmiah yang lebih efektif dan efisien. Dan 3. Solusi yang dapat ditempuh yaitu perlunya penyediaan sarana dan prasarana, inovasi terhadap aplikasi agar lebih efektif dan efisien serta sosialisasi yang mendalam kepada mahasiswa sehingga tidak lagi terdapat kesalahan dalam proses verifikasi karya ilmiah berbasis online. Saran Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kinerja pelayanan penyetoran karya ilmiah berbasis online di UPT Perpustakaan Universitas Hasanuddin sudah baik, akan tetapi untuk lebih meningkatkan kualitas layanan penyetoran karya ilmiah berbasis online, penulis memberikan saran-saran sebagai berikut : 1. Untuk memaksimalkan layanan penyetoran karya ilmiah berbasis online, perlu adanya inovasi terhadap aplikasi seperti menu pilihan untuk print berkas dokumen yang telah diterima atau terverifikasi, menu cetak bukti publikasi karya ilmiah dan disediakannya link tutorial pengisian aplikasi penyetoran sebelum login ke menu utama aplikasi. 2. Kendala yang dialami oleh pustakawan dalam memverifikasi karya ilmiah berbasis online merupakan kendala yang signifikan karena menyangkut layanan yang dapat memberikan perlindungan terhadap salah satu asset penting universitas yaitu berupa karya hasil penelitian para alumni, dalam hal ini perlu adanya perbaikan sarana dan prasarana khususnya mengenai verifikasi karya ilmiah. 3. Solusi terhadap kendala yang dialami oleh pustakawan terkait verifikasi berkas karya ilmiah perlu ditindaklanjut agar kedepannya kendala-kendala tersebut dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan.