KNOWLEDGE TRANSFER KESENIAN RANDAI UNIT PECINTA BUDAYA MINANGKABAU UNIVERSITAS PADJADJARAN
Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Kebudayaan tradisional semakin lama semakin kurang diminati oleh masyarakat yang disebabkan oleh modernisasi, dan salah satu bentuk kebudayaan yang mulai terlupakan tersebut adalah kesenian tradisional, karena hal inilah kesenian tradisional daerah penting untuk dilestarikan. Dalam kegiatan kesenian UPBM khususnya randai, knowledge transfer dilakukan oleh angkatan yang lebih tua sebagai pemilik pengetahuan kepada angkatan yang lebih muda sebagai penerima pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan knowledge transfer pada kesenian randai di UPBM Unpad. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan mendeksripsikan proses kegiatan knowledge sharing pada kesenian randai di UPBM. Data penelitian ini diperoleh melalui observasi kegiatan kesenian randai UPBM Unpad. Hasil dari penelitian ini adalah terjadinya proses transfer pengetahuan dalam kegiatan kesenian randai UPBM Unpad dilihat melalui teori SECI Nonaka yaitu sosialiasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi.
Abstract
Traditional culture is increasingly less attractive to the public due to modernization, and one form of culture that is forgotten is traditional art, because this is an important regional traditional art to be preserved. In UPBM art activities, especially randai, knowledge transfer is carried out by the older generation as the knowledge owner to the younger generation as the recipient of knowledge. The purpose of this study was to determine the knowledge transfer activities in the art of randai at UPBM Unpad. The research method used is an approach by describing the process of knowledge sharing activities in the art of randai at UPBM. The data of this research was obtained through observation of UPBM Unpad randai arts activities. The result of this research is the transfer process in UPBM Unpad randai arts activities seen through SECI Nonaka theory, namely socialization, externalization, combination, and internalization. Keywords: knowledge transfer, Minangkabau culture, randai, Minangkabau Culture Lovers Unit (UPBM)
Keywords:
knowledge transfer
· Minangkabau culture
· randai
· Minangkabau Culture Lovers Unit (UPBM)
Introduction
Kebudayaan dipahami sebagai suatu hal yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, adat istiadat, kebiasaan serta kemampuan yang didapatkan manusia dalam perannya sebagai anggota masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat mengartikan kebudayaan sebagai peninggalan sejarah yang bersifat tradisional, bahasa daerah, dan lain sebagainya (Laura, 2016). Kesenian Minangkabau merupakan salah satu dari banyak budaya tradisional yang terdapat di Indonesia. Seni pertunjukan tradisional merupakan bagian dari budaya lokal yang memuat beragam unsur kearifan budaya lokal. Didalamnya terhimpun ilmu pengetahuan, baik nilai-nilai ajaran moral, religi, pendidikan, maupun unsurunsur yang bersifat kebendaan sebagai sebuah warisan kebudayaan (Prayogi & Endang, 2016). Menurut Webster’s New Collegiate Dictionary yang dikutip oleh Sumarto (2019), budaya sebagai pola terintegrasi dari perilaku manusia termasuk pikiran, pembicaraan, tindakan, dan artefak serta tergantung pada kapasitasa orang untuk menyimak, dan meneruskan pengetahuan kepada generasi penerus. Kebudayaan menurut Koentjaraningrat yang dikutip melalui Sumarto (2019) berasal dari kata sansekerta buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi yang berartikan budi atau akal, sehingga kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan budi dan akal. Unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat bersifat universal dan dapat ditemukan dalam kebudayaan semua bangsa di seluruh dunia, unsur tersebut berupa Bahasa, pengetahuan, organisasi social, peralatan hidup dan teknologi, ekonomi, religi, dan kesenian. Deskripsi kesenian dalam penelitian unsur budaya menurut Koentjaraningrat berdasarkan jenisnya terdiri dari seni rupa yang berupa patung, ukiran, kemudian seni musik berupa seni vokal dan instrumental, seni sastra berupa prosa dan puisi, kemudian seni gerak dan seni tari yang dapat ditangkap melalui indera penglihatan dan pendengaran. Berdasarkan unsur kebudayaan menurut Koentjaraningrat randai termasuk dalam unsur kesenian dimana terdapat jenis seni gerak dan seni tari. Randai merupakan seni pertunjukan tradisional yang memuat beragam kearifan lokal budaya Minangkabau. Melalui eksistensi penampilannya, seni tradisi mempresentasikan kehidupan masyarakat lokal yang berlandaskan keluhuran budi yang arif, bijaksana, dan teladan. Kesenian tradisional randai Minangkabau berasal dari permainan pemuda Minangkabau pada zaman tradisional. Penampilan kesenian randai mengandung berbagai unsur seni pertunjukan yang meliputi sastra, musik, tari, gerakan silat, dan dendang yang berupa seni vokal. Kesenian randai hingga saat ini tidak terlalu dikenal oleh generasi muda masyarakat Minangkabau, tidak banyak generasi muda yang mengetahui dan bisa menampilkan gerakan randai. Hal ini dikarenakan kesenian tradisional mulai tertinggal oleh perkembangan teknologi sehingga masyarakat lebih sering mengadopsi budaya barat dan KPOP dimana pada saat ini idol grup yang berasal dari Korea Selatan paling banyak diminati oleh masyarakat di seluurh dunia. Hal ini menunjukkan pentingnya mentransfer pengetahuan mengenai budaya tradisional agar tidak tertinggal dan hilang begitu saja. Proses transfer pengetahuan ini salah satunya dapat dilihat pada unit kegiatan mahasiswa UPBM Unpad dimana dalam kegiatan yang rutin dilaksanakan terdapat kesenian randai. Kegiatan kesenian yang rutin dilaksanakan di UPBM Unpad pada awalnya bertujuan untuk mengobati kerinduan mahasiswa asal Minang terhadap budaya lokal kampung halaman. Hal ini kemudian berlanjut untuk mempelajari kesenian tradisional secara mendalam dan mewariskan pengetahuan tersebut kepada generasi lebih muda mahasiswa yang berkuliah di Unpad. Tidak hanya mahasiswa yang berasal dari Minangkabau, UPBM juga menerima anggota yang berasal dari seluruh daerah hanya dengan syarat anggota diharuskan berstatus mahasiswa aktif Universitas Padjadjaran. Pada awalnya UPBM mendatangkan pelatih untuk mengajarkan anggota mengenai randai dan kesenian lainnya mulai dari gerakan dasar hingga siap ditampilkan. Kemudian terjadi proses transfer pengetahuan dari pelatih ke anggota dan dibentuklah departemen seni budaya yang hingga kini bertanggung jawab atas segala kesenian di UPBM Unpad. Dalam departemen seni budaya dibagi menjadi tiga divisi yaitu divisi, musik, divisi tari, dan divisi randai. Kepala masing-masing divisi lah yang nantinya berperan langsung dalam proses transfer pengetahuan kesenian kepada anggota. Proses transfer pengetahuan kesenian randai di UPBM Unpad dapat berlangsung melalui grup diskusi, melalui video gerakan, dan yang paling sering dilaksanakan yaitu one by one antara anggota yang lebih senior terhadap anggota baru yang masih mempelajari gerakan randai. Proses transfer pengetahuan ini diawali dengan pengenalan filosofi gerakan kepada anggota, kemudian mempelajari gerakan dasar, hingga nanti pemantapan gerakan sehingga terlihat bagus untuk ditampilkan. 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Knowledge Transfer Knowledge transfer menurut Dhiman & Sharma (2009) yang dikutip oleh Zalmi (2016) merupakan suatu kegiatan bertukar gagasan, hasil penelitian, pengalaman, dan keterampilan antar individu pada sebuah organisasi, bisnis, sector public, ataupun komunitas yang lebih luas, yang memungkinkan pengembangan produk dan kebijakan baru yang inovatif. Transfer pengetahuan merupakan proses pembelajaran pada suatu kelompok masyarakat berdasarkan pengalamannya. Pada tingkat individu, transfer pengetahuan memiliki makna sebagai proses penyalinan pengetahuan dari sumber pengetahuan ke penerima pengetahuan. Dalam proses transfer pengetahuan terdapat proses penciptaan pengetahuan yang dilakukan seseorang atau kelompok yang menjadikan suatu informasi sebagai pengetahuan untuk dirinya sendiri dan orang lain yang dapat meningkatkan kompetensi pribadi dan kelompok. Menurut Yusup (2012) yang dikutip oleh Erza (2014), pengetahuan seseorang terkait dengan pengalaman pribadi sehingga pengetahuan tersebut bersifat unik, personal, dan terbatas. Pengetahuan menjadi hal yang pribadi bagi seseorang berdasarkan dari pengalaman yang didapatkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik pengalaman yang didapatkan orang tersebut dalam dunia Pendidikan maupun lingkungan sekitar tempat tinggal. Menurut Nonaka (2001) pengetahuan secara umum dibagi menjadi dua yaitu pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Adanya pengetahuan diakrenakan interaksi antara pengetahuan tacit dan pengetahuan eksplisit. Pengetahuan tacit merupakan sekumpulan pengetahuan yang tersimpan dan dalam pengetahuan tacit terdapat Tindakan atau pe mikiran yang belum terwujud. Pengetahuan tacit menurut Nonaka (2001) yang dikutip oleh Ezra (2014) merupakan pengetahuan yang bersifat personal dan sulit untuk dibagikan. Pengetahuan tacit terlihat dalam bentuk Tindakan, rutinitas, nilai serta emosi. Pengetahuan tacit biasanya tidak terstruktur sehingga sulit untuk didefinisikan dalam Bahasa formal kepada orang lain dikarenakan pengetahuan ini merupakan pengetahuan yang tersimpan dalam diri seseorang yang belum pernah terekam secara keseluruhan. Sedangkan pengetahuan eksplisit menurut Nonaka (2001) dikutip oleh Ezra (2014) merupakan pengetahuan yang telah didokumentasikan dalam Bahasa formal secara sistematis sehingga dapat dibagikan dalam bentuk data. Pengetahuan eksplisit biasanya didokumentasikan dalam bentuk nyata berupa media atau dokumen dan dapat disebarkan secara luas dengan mudah. 2.2 Teori SECI Penciptaan pengetahuan baru merupakan suatu proses berkelanjutan yang membutuhkan interaksi antara pengetahuan tacit dan eksplisit. Interaksi tersebut dinamakan Four Modes of Knowledge Creation yang dikemukakan oleh Nonaka (2001). Proses konversi pengetahuan tersebut yaitu sosialisasi, eksternalisasi, kombinasi, dan internalisasi atau sering disebut SECI. Konversi pengetahuan dimulai dengan socialization yang merupakan tahap awal membagi pengetahuan dalam bentuk tacit pemberi ke tacit penerima. Pengetahuan tacit yang sudah didapatkan penerima dijadikan pengetahuan eksplisit yang didokumentasikan dalam bentuk tulisan atau terekam yang dinamakan externalization. Setelah itu pengetahuan yang direkam penerima dijadikan bentuk yang sederhana seperti panduan untuk memudahkan pembelajaran yang dinamakan combination. Pengetahuan yang terekam dalam bentuk panduan dipelajari kemudian dijadikan pengetahuan tacit kembali, tahapan ini dinamakan internalization. - Sosialisasi (Socialization) Sosialisasi merupakan proses membagi pengetahuan tacit pemberi sehingga menjadi pengetahuan tacit penerima. Pengetahuan yang akan diberikan kepada penerima dilakukan dengan pendekatan dimana menghabiskan waktu Bersama ataupun tinggal di lingkungan yang sama. - Eksternalisasi (Externalization) Proses konversi pengetahuan tacit menjadi eksplisit bagi penerima, pengetahuan yang ada dibagi dengan yang lain sehingga menjadi pengetahuan baru bagi penerima. Dalam hal ini terdapat materi-materi yang disampaikan sumber. - Kombinasi (Combination) Pengetahuan tacit yang sudah disampaikan oleh sumber didokumentasikan baik dalam bentuk tulisan tangan atau diketik sebagai media untuk mengingat materi yang sudah disampaikan. Pengetahuan eksplisit yang sudah ada dikombinasikan, diedit atau diproses menjadi pengetahuan baru. Pengetahuan eksplisit yang ada disebarluaskan pada anggota organisasi. - Internalisasi (Internalization) Pengetahuan eksplisit yang sudah didokumentasikan diterjemahkan untuk dijadikan pengetahuan tacit penerima. Pada kegiatan internalisasi pengetahuan eksplisit diaplikasikan menjadi pengetahuan tacit dengan mempelajari sambil mempraktikkan yang sudah diajarkan secara langsung. 2.3 Kesenian Randai Randai merupakan salah satu kesenian tradisional Minangkabau yang ditampilkan secara berkelompok membentuk lingkaran sambal menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian dan gerakan secara bergantian. Dalam randai terdapat beberapa unsur kesenian seperti seni drama, seni suara, seni tari, dan seni musik. Randai merupakan kesenian tradisional khas Minangkabau karena hanya dapat ditemukan di Minangkabau. Sumber cerita dalam randai berasal dari kaba/cerita rakyat yang bertemakan budi pekerti, malu, Susila, Pendidikan, dan menanamkan kesadaran berbangsa. Kaba merupakan jenis prosa berirama sastra Minangkabau tradisional yang bersifat menceritakan dan ditampilkan dengan didendangkan. Kaba dikisahkan secara turun temurun sehingga muncul berbagai variasi dan versi. Pada zaman dahulu, randai menjadi salah satu sarana komunikasi pesan penting untuk masyarakat dan penduduk setempat. Pemeran utama dalam randai berjumlah satu sampai tiga orang tergantung cerita yang dibawakan. Dalam membawakan cerita pemeran utama dilingkari oleh anggota randai lainnya. Randai dipimpin oleh satu orang yang disebut tukang goreh yang bertugas yang bertugas mengeluarkan teriakan khas untuk menentukan cepat lambatnya tempo dalam tiap gerakan. Semua gerakan randai di beri aba-aba oleh seorang yang disebut janang. Randai berfungsi sebagai seni hiburan yang didalamnya terkandung pesan dan nasehat mengenai kehidupan. Pertunjukan randai biasanya ditampilkan di alam terbuka dan tidak memakai panggung sehingga tidak ada batas antara pemain dan penonton. Dialog dalam randai disampaikan dalam bahasa minang, biasanya memakai prosa dan lirik dalam pantun yang biasanya mengandung kiasan. Legaran, gerakan melingkar tersebut kemudian diisi dengan dendang gurindam yang diikuti oleh musik saluang, talempong, pupuik batang padi, dan gendang, legaran tersebut diisi dengan kaba cerita rakyat yang sudah ada sebelumnya. Perwatakan tokoh dalam permainan randai tidak diungkapkan melalui riasan atau kostum yang mereka pakai melainkan dari gurindam atau dendangan mereka. Selain itu yang membuat randai sangat mengagumkan adalah suara yang berasal dari tepuk tangan, tepuk kaki, hentakan kaki serta teriakan yang dilakukan oleh tukang goreh. Semua pemain mengenakan celana latihan silat yang disebut galembong, sehingga ketika celana galembong tersebut ditepuk secara serentak akan menimbulkan bunyi yang khas. 2.4 Unit Pecinta Budaya Minangkabau Unit Pencinta Budaya Minangkabau (UPBM) Unpad merupakan suatu unit kegiatan mahasiswa yang memfasilitasi kegiatan mahasiswa Universitas Padjadjaran. Unit ini merupakan wadah berkreasi dan berkegiatan bagi seluruh mahasiswa Universitas Padjadjaran yang lahir dari keinginan dan kecintaan mahasiswa sebagai generasi penerus untuk menggali dan mengembangkan nilai- nilai kebudayaan daerah sebagai akar dari kebudayaan nasional yang tidak terlepas dari prinsip “Bhinneka Tunggal Ika”. UPBM berada dalam lingkungan intra Universitas Padjadjaran yang telah berdiri sejak tahun 1986. UPBM Unpad merasa perlu mengadakan suatu kegiatan yang dapat melahirkan anggota-anggota serta bisa berkontribusi pada UPBM Unpad dan akan menjadi penggerak bagi unit ini selanjutnya. Diharapkan nantinya melalui kegiatan-kegiatan ini dapat menciptakan organisatoris handal yang mampu bernalar dan berbudaya serta berprestasi kemudian bisa mengharumkan nama Unpad kedepannya. Untuk kegiatan wajibnya, pada tahun pertama dimulai dari kegiatan penerimaan anggota baru, kemudian mengikuti pelatihan organisasi, dan selanjutnya mengikuti kepanitiaan pertama mereka. Untuk tahun kedua, yaitu melaksanakan kegiatan pelatihan organisasi (terkadang juga melaksanakan kegiatan penerimaan anggota baru, tergantung masingmasing kepengurusan). Tahun ketiga, keempat, dan selanjutnya, biasanya tidak ada kegiatan khusus yang dirancang untuk dilaksanakan oleh mereka. Kegiatan formal UPBM berbasis penalaran dan seni budaya, dengan kegiatan di dalamnya meliputi kegiatan bernalar seperti kajian dan aktifitas berseni budaya seperti tari, musik serta randai. Kegiatan kesenian di UPBM biasanya berada dibawah pengawasan departemen Seni Budaya. Seni budaya merupakan departemen yang memperkenalkan, memfasilitasi dan mengkordinasikan setiap kegiatan anggota UPBM Unpad yang berhubungan dengan Seni dan Budaya Minangkabau dalam rangka melestarikan kebudayaan bangsa. Didalam departemen seni budaya terbagi atas tiga divisi, yaitu randai, musik dan, tari sehingga berperan sebagai pengontrol. Serta juga memfasilitasi potensi sumber daya organisasi dalam bidang seni. Kegiatan kesenian ini biasanya dilaksanakan tiga kali dalam seminggu, yaitu pada hari rabu, Kamis, dan jum’at. Ketika pengadaan kegiatan ini anggota dibebaskan mengikuti kaderisasi kesenian sesuai yang telah mereka pilih pada awal pendataan Ketika pendaftaran anggota baru. Pada kaderisasi tari dan musik, anggota biasanya diajarkan berbagai macam tarian tradisional Minangkabau dan diajarkan music pengiring tarian tersebut. Hal ini bertujuan untuk melestarikan pengetahuan mengenai kesenian tradisional Minangkabau serta mempersiapkan pnemapilan yang akan dibawakan pada acara-acara yang biasanya diikuti UPBM Unpad. Selain itu ada juga kaderisasi randai diamna anggota diajarkan mulai dari Gerakan dasar penampilan randai hingga penampilan randai secara lengkap yang siap ditampilkan didepan umum.
Method
3.1 Jenis Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Menurut Creswell (2014) penelitian kualitatif merupakan metode penelitian dengan menggunakan pendekatan untuk menggali dan memahami makna yang berasal dari masalah kemanusiaan atau sosial. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan gambaran seutuhnya mengenai suatu hal menurut pandangan manusia yang diteliti (Sulistyo-Basuki, 2006). Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural setting) yang digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai di balik data yang tampak. (Sugiyono 2009). Penelitian kualitatif menurut Jane Richie adalah upaya utuk menyajikan dunia sosial, dan perspektifnya ke dalam dunia, dari segi konsep, perilaku, persepsi dan persoalan tentang manusia yang diteliti (Moleong, 2007). Penelitian kualitatif memiliki kelebihan untuk mengungkap fenomena secara detail melalui tahapan penelitian. Informasi kualitatif digunakan peneliti untuk memperoleh gambaran mengenai objek yang diteliti.
Result & Discussion
a. Analisis Kebutuhan (Define) Terjadinya proses transfer pengetahuan dalam kegiatan kesenian randai di UPBM Unpad bertujuan untuk menumbuhkan pengetahuan-pengetahuan baru pada diri anggota UPBM Unpad. Proses transfer pengetahuan ini dapat dilihat melalui teori SECI oleh Nonaka (2001) yang menjelaskan empat proses konversi pengetahuan diantaranya sosialisasi dimana anggota mengkomunikasikan pengetahuannya, eksternalisasi dimana anggota menuangkan pengetahuan yang didapat dari sosialisasi melalui media dan didokumentasikan, kombinasi dimana anggota mengorganisasikan pengetahuan dan mengembangkannya, kemudian internalisasi dimana anggota mengubah pengetahuan eksplisit ke dalam pengetahuan tacit. - Sosialisasi Proses sosialisasi merupakan tahap awal dari kegiatan transfer pengetahuan. Sosialisasi terjadi dapat dilihat dari kondisi dan lingkungan suatu organisasi. Seperti halnya kegiatan formal maupun informal baik di dalam ataupun di luar organisasi. Kegiatan formal merupakan kegiatan resmi dan dilakukan secara rutin oleh organisasi. Kegiatan formal di UPBM yaitu hari sekre yang diselenggarakan setiap hari rabu kamis dan jumat pukul 16.00-21.00 WIB. Proses transfer pengetahuan dapat dilihat dari kondisi Ketika kegiatan tersebut berlangsung. Kegiatan ini bertujuan unutk melatih kemampuan anggota dalam kegiatan kesenian yang telah dipilih. Pada kesenian randai, kegiatan dipimpin oleh kepala divisi randai untuk melatih keterampilan merandai anggota secara bertahap mulai dari kudo-kudo, legaran, dan terkahir gureh. Selain kegiatan formal hari sekre, kegiatan informal juga merupakan bentuk dari trnafer pengetahuan yang dilakukan di UPBM. Dalam proses sosialisasi kegiatan informal yang terjadi di UPBM tidak memiliki batas waktu. UPBM memiliki tempat berkumpul yang merupakan fasilitas untuk anggota dalam melakukan aktivitas organisasi. Anggota yang memiliki kepentingan maupun tidak akan datang ke Sekretariat UPBM yang berlokasi di Komplek UKM Barat Unpad dengan berbagai tujuan seperti sharing informasi, pengetahuan, ataupun melatih kemampuan kesenian mereka dengan memantapkan gerakan yang telah dipelajari pada hari sekre. Dalam pelaksanaannya terdapat interaksi antar sesama anggota, maupun anggota dengan kepala divisi randai selaku pelatih yang memberikan pengetahuan dalam setiap kegiatan organisasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proses transfer pengetahuan terjadi dalam kegiatan kesenian randai di UPBM Unpad, baik dalam kegiatan formal maupun informal. - Eksternalisasi Proses eksternalisasi merupakan tahap merubah atau menuangkan pengetahuan tacit ke pengetahuan eksplisit. Ide-ide atau pemikiran kemudian akan diubah dan diolah menjadi pengetahuan yang terdokumentasikan. Dalam hal ini, proses eksternalisasi terjadi saat angota menuangkan ide, pemikiran dan kreatifitasnya pada forum dalam konteks berbagi pengetahuan. Dalam kegiatan kesenian randai yang dilaksanakan di UPBM selain praktik langsung Gerakan oleh anggota juga terdapat kegiatan diskusi antar anggota divisi randai. Kegiatan ini bisa berbentuk Forum Group Discussion (FGD), dimana anggota dan kepala divisi randai membentuk sebuah lingkaran dan menyampaikan pendapat masing-masing mengenai kegiatan yang telah dilakukan. Pendapat yang disampaikan dapat berupa informasi perkembangan pengetahuan masing-masing anggota maupun menyampaikan ide gerakan baru untuk ditambahkan dalam legaran randai. Selain itu, biasanya kepala divisi maupun anggota randai bersama-sama merekam gerakan yang ditampilkan dalma legaran randai dalam bentuk video, video tersebut menjadi arsip UPBM dan juga dipublikasikan melalui youtube. Hal ini menunjukkan terjadinya eksternalisasi dalam kegiatan yang dilakukan. Adanya tanggapan yang bervariasi dari setiap penerima informasi dari pelatih yang menyampaikan pengetahuan baru. - Kombinasi Proses kombinasi merupakan sistem pengetahuan dengan menggabungkan pengetahuan eksplisit yang berbeda. Pengetahuan yang diperoleh dari tahap eksternalisasi yang telah dilakukan kemudian diolah oleh UPBM. Informasi atau pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan kesenian randai di setiap hari sekre yang dilakukan kemudian diolah dan dijadikan materi untuk disampaikan kepada anggota lain yang berhalangan hadir maupun anggota baru. Dalam tahap kombinasi juga merupakan tahap penyebaran pengetahuan yang telah didapat. Kegiatan randai pada hari sekre kemudian direkam dalam bentuk video dan selanjutnya dpaat ditinjau kembali untuk dijadikan pengetahuan baru. Hal ini menunjukkan bahwa dalam kegiatan randai pada hari sekre UPBM juga terjadi tahap kombinasi dimana terdapat video kegiatan randai yang merupakan bentuk dokumentasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan. - Internalisasi Proses internalisasi merupakan tahap terakhir dari teori SECI oleh Nonaka mengenai kegiatan transfer pengetahuan. Dalam tahap internalisasi menjelaskan proses mengubah pengetahuan eksplisit ke pengetahuan tacit. Pada tahap internalisai yaitu belajar pada pengalaman dalma kegiatan hari sekre yang dilakukan dengan mengarsipkan hasil kegiatan dalam bentuk video. Yang kemudian dikelola oleh pengurus UPBM untuk disebarkan lagi kepada anggota yang belum mengetahui atau kepada anggota baru. Tahap internalisasi ini terjadi di UPBM melalui beberapa media baik secara langsung tatap muka dengan memberikan pengetahuan yang di dapat dari anggota dalam tahap eksternalisasi dan kemudian dikombinasikan, dan disebarkan kembali kepada anggota lainnya melalui tahap internalisasi. Seperti halnya memberikan informasi kepada anggota yang baru bergabung dengan UPBM. Maupun dalam bentuk pengarsipan dokumen digital dengan menggunakan media sosial youtube
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang kegiatan transfer pengetahuan pada kegiatan kesenian randai UPBM Unpad didapat kesimpulan sebagai berikut. Tahap sosialisasi yang terjadi pada kegiatan kesenian randai dilihat melalui kegiatan formal hari sekre UPBM. Tahap sosialisasi meliputi pemberian pengetahuan oleh pelatih kepada anggota meliputi kudokudo, legaran, dan gureh. Tahap eksternalisasi pada kegiatan kesenian randai dilihat dari tanggapan dan pendapat anggota dalam menanggapi kegiatan randai yang telah dilakukan, baik menyampaikan perkembangan marandai maupun menyampaikan ide untuk gerakan baru yang bisa ditambahkan dalam legaran randai. Proses kombinasi yang terjadi pada kegiatan kesenian randai UPBM Unpad dapat dilihat melalui video-video gerakan randai yang telah dipublikasikan pada media social resmi youtube UPBM Unpad. Tahap internalisasi terjadi dalam kegiatan kesenian randai UPBM Unpad melalui beberapa media baik memberikan pengetahuan secara langsung yang didapat anggota kemudian disebarkan lagi kepada anggota lainnya. Seperti halnya memberikan informasi kepada anggota baru yang bergabung dengan divisi randai UPBM Unpad.