Kembali
16
1
2022 Jurnal Al- Ma'arif : Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Vol 2 · 2 ISSN 2797-9393

PENGGUNAAN TABLEAU SERVER SEBAGAI MANAJEMEN VISUALISASI DATA DI KAPANLAGI YOUNIVERSE

Kapanlagi Youniverse; Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Abstrak

KapanLagi Youniverse merupakan sebuah lembaga informasi sekaligus perusahaan media online yang memiliki 10 jenis media online yang memiliki berbagai segmentasi yang berbeda antara 1 website dan website lainnya. Di lembaga informasi memanajemen sebuah informasi merupakan hal yang harus dilakukan, apalagi KLY memiliki data dan informasi yang mencapai jutaan pengguna perharinya. Salah satu data yang diperoleh dari website KLY adalah data pageviews yang berasal dari google analytics dari website yang ada di KLY. Data pageviews yang mencapai triliun pengguna, harus dikelola dan disebarkan kepada stakeholder, serta agar manager dari tim data KLY dapat memberikan keputusan serta insight terkait dari data yang ada. Agar mempermudah pengelolaan dan manajemen data yang banyak digunakanlah business intelligence yang salah satunya adalah tableau server sebagai visualisasi data pageviews di KapanLagi Youniverse.

Abstract

KapanLagi Youniverse is an information agency as well as an online media company that has 10 different types of online media with varying segments from one another. Being an information institution, KLY must be able to manage data and information for millions of its users every day. One of the obtainable data from KLY is pageviews, which comes from Google Analytics for websites that are on KLY. Pageviews data for KLY reaches trillions of requests/users and must be managed or disseminated for stakeholders. This can help KLY data team and managers to provide decisions and related insights from existing data. n order to make managing and pageviews data more attainable, Tableau Server is used. Tableau will help visualize the widely used business intelligence data on KapanLagi Youniverse.
Keywords: Business Intelligence · Tableau · Data · KapanLagi Youniverse · Information Agency Management

Introduction

KapanLagi Youniverse (KLY) adalah lembaga informasi sekaligus perusahaan media online yang merupakan hasil penggabungan antara PT Kreatif Media Karya (KMK) dan PT KapanLagi Networks (KLN) serta masih berada di bawah Emtek Group. Merger sejak tahun 2018, KLY memiliki tujuan utama yaitu menjalin dan menjaga hubungan dengan para pengguna internet, membangun sentimen positif, menangkal berita palsu atau hoax, dan menjaga kredibilitas informasi dengan pemberitaan yang independen. Sebagai media platform yang merupakan salah satu jenis lembaga informasi, KLY juga terintegrasi dengan jaringan televisi, aset digital yang dimiliki oleh KLY, serta para pengguna media online. Selain itu, KLY juga memiliki layanan untuk memproduksi konten kreatif dan artikel-artikel yang didistribusikan melalui jaringan-jaringan digital yang tergabung dalam KLY. Jaringan media online yang tergabung dalam KLY memiliki segmentasi yang berbeda-beda. Terdapat 10 media online yang tergabung dalam KLY, yaitu Liputan6.com dan Merdeka.com untuk segmentasi berita, KapanLagi.com dan Brilio.net untuk segmentasi entertainment, Bola.net dan Bola.com untuk segmentasi olahraga, Otosia.id untuk segmentasi otomotif, serta Fimela.com dan Dream.co.id untuk segmentasi lifestyle, Manisdansedap.com untuk segmentasi pembelian makanan dan minuman secara daring. Banyaknya segmentasi yang terdapat di KapanLagi Youniverse tentu diikuti dengan puluhan ribu data user per- hari yang mengakses websitewebsite yang ada pada KLY. Selain data user, KLY juga memperoleh data jumlah artikel dan jumlah view oleh user. Sejak 2021, rata-rata pengguna atau user yang menggunakan website yang ada pada KLY setiap bulannya mencapai 102 juta user dengan rata-rata konten perbulannya mencapai 50 ribu konten. Data tersebut diperoleh dari Google Analytics platform yang digunakan sejak sebelum KLY merger sampai saat ini. Google Analytics memiliki banyak fitur yang sangat disayangkan apabila pembacaan datanya tidak dipahami dengan baik. Penggunaan Google Analytics belum mampu membantu manajer dan tim data dalam memberikan insight dan informasi yang berkaitan dengan data kepada stakeholder atau pengampu kebijakan dalam pengambilan keputusan. Sebelum menggunakan BI, manajemen data yang dilakukan dalam pembuatan laporan masih menggunakan proses manual melalui microsoft excel. Microsoft excel digunakan untuk membuat laporan yang dibutuhkan oleh manajer atau pembuat kebijakan di sebuah perusahaan. Pelaksanaan aktivitas manajemen data menggunakan microsoft exceli membutuhkan waktu yang lama. Hal ini sesuai dengan yang diungkapkan oleh Martono (2013), bahwa yang belum menerapkan BI biasanya secara manual menggunakan microsoft excel dalam pembuatan laporan dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Penerapan Business Intelligence (BI) dapat membantu memberikan hasil visualisasi data yang mempermudah stakeholder dalam membaca data dan mengambil keputusan yang lebih akurat. Ariani (2013) menyatakan bahwa menggunakan BI pada sebuah perusahaan, maka pimpinan perusahaan tersebut dapat dengan mudah dan mandiri dalam melakukan analisis data untuk mendukung pembuatan keputusan. Nadia Branon (2010), Business Intelligence merupakan kategori yang umum digunakan untuk aplikasi dan teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa, dan menyediakan akses pada data agar dapat membantu pengguna dari kalangan perusahaan agar dapat mengambil keputusan dengan lebih baik dan tepat. Pada umumnya solusi yang disediakan oleh BI berupa sumbersumber data dimana data yang sifatnya transaksional dikumpulkan, data warehouses/data marts, reporting dan alat visualisasi, seperti analisis prediksi dan modelling. Salah satu tool yang digunakan oleh KLY dalam melakukan pengambilan keputusan dan pemantauan user dari artikel yang dibuat adalah melalui Tableau server. Tableau server adalah salah satu bentuk aplikasi BI yang dapat mengelola dan memvisualisasikan data secara mudah dan cepat. Penggunaan Tableau dapat mempermudah stakeholder dalam membaca data. Semua data yang berjumlah jutaan dapat langsung diolah menggunakan aplikasi Tableau tersebut. Selain penggunaan Tableau Server, tim data di KLY juga menggunakan Tableau Workbook. Ini berguna agar tim Data dapat membuat dashboard sendiri menggunakan aplikasi Tableau Workbook yang di download melalui desktop masingmasing dan memiliki lisensi Tableau sendiri. Tableau mempermudah tim data KLY dalam melakukan pembuatan dashboard, sehingga informasi yang terdapat dari data tersebut dapat diperoleh dengan mudah dan cepat dipahami. Aplikasi BI ini diharapkan dapat mengoptimalkan waktu dan kecepatan serta proses dalam memahami informasi dan pengambilan keputusan di KLY khususnya yang merupakan salah satu lembaga informasi yang ada di Indonesia. 2. TINJAUAN PUSTAKA Manajemen Lembaga Informasi Manajemen lembaga informasi terdiri dari dua komponen, yaitu manajemen dan lembaga informasi. Keduanya memiliki arti masing-masing dan dapat digabungkan menjadi satu kesatuan makna yang lebih kompleks dan berdiri sendiri. Manajemen lembaga informasi terdiri dari dua komponen, yaitu manajemen dan lembaga informasi. Keduanya memiliki arti masing-masing dan dapat digabungkan menjadi satu kesatuan makna yang lebih kompleks dan berdiri sendiri. Hasan (2022) mendefinisikan manajemen sebagai suatu proses atau kerangka kerja yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang-orang ke arah tujuantujuan organisasional atau maksudmaksud yang nyata. Hanafi (2015) juga menyebutkan bahwa proses pengarahan ke satu tujuan yang ada dalam aktivitas manajemen harus dilakukan secara efektif dan efisien. Sedangkan lembaga informasi terdiri dari dua kata yaitu lembaga dan informasi. Menurut KBBI, lembaga adalah badan atau organisasi yang tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha. informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan (Sutabri, 2012). Dari kedua kata tersebut, dapat dikatakan sebuah lembaga informasi adalah badan atau organisasi yang tujuannya melakukan penyelidikan atau usaha yang berorientasi pada proses pengolahan data agar dapat digunakan oleh pihakpihak yang membutuhkan. Nurislaminingsih (2020) dalam jurnalnya juga menegaskan bahwa sejatinya tugas suatu lembaga informasi adalah memberikan keterangan yang benar bagi orang yang tepat. Masih menurut Nurislaminingsih, tugas tersebut dapat direalisasikan dengan beberapa kegiatan layanan yang dapat dilakukan oleh lembaga informasi, yaitu: 1. Layanan pusat data, 2. Layanan pusat informasi, 3. Layanan pusat dokumentasi, dan 4. Layanan perpustakaan. Berdasarkan definisi manajemen dan lembaga informasi, dapat disimpulkan bahwa manajemen lembaga informasi adalah suatu proses kegiatan mengarahkan sebuah organisasi yang tujuan utamanya berorientasi pada pengolahan data menjadi informasi yang benar untuk kemudian disebarkan digunakan oleh pihak-pihak yang tepat. Adapun proses pengarahan terhadap tujuan tersebut harus dilakukan secara efektif dan efisien. 2.1 Data dan Informasi Menurut kamus bahasa Inggris-Indonesia, data berasal dari kata datum yang berarti fakta atau bahanbahan keterangan. Jayanti (2018) dalam bukunya menjelaskan bahwa data merupakan catatan atas kumpulan fakta yang mewakili objek dan memiliki ciri bersifat mentah dan tidak memiliki konteks. Dalam sudut pandang lain, Sutabri (2012) menyatakan data pada dasarnya adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadiankejadian dan kesatuan nyata. Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa data adalah bahan baku mentah informasi, didefinisikan sebagai kumpulan fakta-fakta yang menjelaskan suatu kejadian nyata. Informasi dapat didefinisikan sebagai hasil olahan data yang memiliki nilai ketergunaan terhadap suatu tujuan tertentu. Sutabri (2012) dalam bukunya yang berjudul Analisis Sistem Informasi, menegaskan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Karena ada usaha yang dilakukan untuk mengolah data menjadi informasi, tentunya sebuah informasi dapat diukur nilainya. Hutahaean (2015) menyatakan bahwa nilai sebuah informasi ditentukan dari manfaat dan biaya mendapatkannya. Sebuah informasi dapat dikatakan lebih bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Salah satu manfaat utama data warehouse adalah mempermudah proses pengolahan data mentah yang beragam menjadi informasi seragam yang lebih sesuai dengan tujuan organisasi. Suni & Ridwan (2018) juga menyatakan bahwa manfaat yang langsung dapat dirasakan saat implementasi data warehouse adalah beragam data heterogen dari berbagai sumber dapat disimpan dalam satu media penyimpanan menjadi data homogen. Manfaat tersebut dapat dicapai karena tujuh keuntungan penggunaan data warehouse seperti yang disampaikan oleh Nolan & Huguelet (2000), yaitu: 1. Kemampuan mengakses data yang besar 2. Kemampuan untuk memiliki data yang konsisten, 3. Kemampuan kinerja analisis yang cepat, 4. Mengetahui adanya hasil yang berulang-ulang 5. Menemukan adanya cela pada business knowledge atau business process, 6. Mengurangi biaya administrasi, dan 7. Memberikan wewenang pada semua anggota perusahaan dengan menyediakan informasi yang dibutuhkan agar kinerja bisa lebih efektif. 2.2 Google Analytics Google Analytics adalah alat analisis web gratis yang banyak digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan melaporkan data lalu lintas situs web (Farney & McHale, 2013). Dalam jurnalnya, Farney & McHale (2013) juga menyebutkan beberapa jenis laporan dan fitur yang didukung oleh Google Analytics, yaitu: 1. Laporan analisis standar web, seperti laman Top Viewed Pages dan Traffic Sources, 2. Laporan kustom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, 3. Laporan sasaran (Goal Report) dan laporan penelusuran situs (Site Search Report) yang dapat mengumpulkan data dari penelusuran situs web tertentu. 4. Google Analytics sebagai alat pengujian A/B menggunakan laporan eksperimen (Experiments Report). 5. Google Analytics sebagai pelacak variabel khusus dan aplikasi seluler. Walaupun fitur penarikan dan visualisasi data yang disediakan Google Analytics sudah cukup lengkap, data yang didapatkan dari Google Analytics pada umumnya perlu diolah atau diinterpretasikan terlebih dahulu agar kegunaannya lebih maksimal. Seperti yang diungkapkan oleh Crutzen et al. (2012), data yang disediakan oleh Google Analytics perlu ditafsirkan, misalnya dengan mengaitkannya ke data tambahan yang diperoleh melalui metode evaluasi proses lainnya, seperti metode evaluasi kualitatif. Karena Google Analytics hanya memberitahu, misalnya, halaman apa yang dikunjungi dan frekuensi serta durasi kunjungan pengunjung, tetapi mereka tidak mengungkapkan mengapa pengunjung berperilaku seperti itu (Couper et al., 2010). Oleh karena itu, metrik ini perlu dilengkapi dengan penyelidikan lebih lanjut yang melibatkan pengguna sebenarnya dalam hal intervensi yang disampaikan melalui Internet (Hasan et al., 2009). Business Intelligence, Tableau Workbook dan Tableau server Berdasarkan definisi terdahulu tentang business intelligence, Grossman & Rinderle-Ma (2015) menyimpulkan empat karakteristik business intelligence sebagai berikut: 1. Tugas business intelligence: Tugas utama business intelligence adalah memberikan dukungan keputusan untuk tujuan spesifik yang ditentukan dalam konteks kegiatan bisnis di berbagai area domain dengan mempertimbangkan kerangka organisasi dan kelembagaan. 2. Pondasi business intelligence: Pendukung keputusan yang diberikan business intelligence bergantung pada informasi empiris berdasarkan data. Selain latar belakang empiris ini, business intelligence juga menggunakan berbagai jenis pengetahuan dan teori untuk menghasilkan informasi. 3. Realisasi business intelligence: Pendukung keputusan harus diwujudkan sebagai suatu sistem yang menggunakan kemampuan aktual dalam teknologi informasi dan komunikasi (TIK). 4. Penyampaian business intelligence: Sistem business intelligence harus menyampaikan informasi pada waktu yang tepat kepada orang yang tepat dalam bentuk yang tepat. Salah satu alat pembantu yang dapat mendukung kegiatan business intelligence dan analisis data adalah aplikasi Tableau. Pada laman resmi Tableau, dijelaskan bahwa Tableau adalah platform analitik visual yang mengubah cara penggunaan data untuk memecahkan masalah, memberdayakan orang dan organisasi untuk memanfaatkan data mereka sebaik mungkin. Tableau menggunakan struktur berkas workbook dan sheet, seperti halnya Microsoft Excel. Sebuah workbook berisi kumpulan sheet. Sebuah sheet dapat berupa worksheet, dashboard, atau story. Adapun masingmasing penjelasan dari ketiga jenis sheet tersebut adalah sebagai berikut: 1. Sebuah worksheet berisi satu view bersama dengan shelves, cards, legends, dan data terkait dan panel analytics pada sisi samping worksheet. 2. Sebuah dashboard adalah kumpulan tampilan dari beberapa worksheet. 3. Sebuah story berisi rangkaian beberapa worksheet atau dashboard yang bekerja sama untuk menampilkan informasi. Tableau tersedia dalam dua bentuk aplikasi yang saling terintegrasi, yaitu Tableau Desktop dan Tableau Server. Laman resmi Tableau menjelaskan kegunaan Tableau Desktop sebagai tempat untuk membuat workbook, view, dashboard, dan sumber data di perangkat lokal, lalu mempublikasikannya ke Tableau Server. Tableau Server berperan sebagai tempat penyimpanan data secara daring dan dapat diakses oleh seluruh anggota organisasi yang terdaftar. Laman resmi Tableau menyebutkan bahwa sebagai pengguna Tableau Server, seseorang dapat mengakses konten terbaru dan memperoleh wawasan atau informasi tanpa bergantung pada konten statis terdistribusi. Ada empat kemampuan utama yang disediakan Tableau Server, yaitu: 1. Penyebaran informasi dengan fleksibilitas yang tinggi, 2. Pengiriman data dari sumber terpercaya yang diakui organisasi dan terautentikasi, 3. Integrasi informasi di organisasi kerja, 4. Pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat dengan bantuan wawasan berbasis kecerdasan buatan. 2.3 Dashboard System Dashboard adalah sebuah tampilan visual dari informasi terpenting yang dibutuhkan untuk mencapai satu atau lebih tujuan, digabungkan dan diatur pada sebuah layar, menjadi informasi menjadi informasi yang dibutuhkan dan dapat dilihat secara sekilas. Tampilan visual di sini mengandung pengertian bahwa penyajian informasi harus dirancang sebaik mungkin, sehingga mata manusia dapat menangkap informasi secara cepat dan otak manusia dapat memahami maknanya secara benar. Dashboard itu sebuah tampilan pada satu monitor komputer penuh, yang berisi informasi yang bersifat kritis, agar kita dapat melihatnya dengan segera, sehingga dengan melihat dashboard itu saja, kita dapat mengetahui hal-hal yang perlu diketahui. Biasanya kombinasi dari teks dan grafik, tetapi lebih ditekankan pada grafik (Few, 2006). Eckerson (2006) dalam bukunya menyampaikan tiga tujuan penggunaan dashboard yaitu: 1. Mengkomunikasikan strategi, 2. Memonitor dan menyesuaikan pelaksanaan strategi, dan 3. Menyampaikan wawasan dan informasi ke semua pihak. Menurut Novell dalam buku yang ditulis oleh Few (2006), ada empat kriteria yang harus dimiliki sebuah dashboard: 1. Mengkonsolidasikan informasi bisni s yang relevan dan menyajikannya dal am satu kesatuan pandangan, 2. Menyampaikan informasi yang aku rat secara tepat waktu, 3. Memberikan akses yang aman terhadap informasi yang sensitif. Dashboard harus memiliki mekanisme pengamanan, agar data atau informasi tidak diberikan pada pihak yang tidak berkepentingan, 4. Memberikan solusi yang komprehensif. Dashboard memberikan solusi secara menyeluruh tentang domain pe rmasalahan yang ditanganinya.

Method

Metode penelitian yang dilakukan untuk penggunaan tableau server dalam manajemen visualisasi data pageviews di KapanLagi Youniverse menggunakan metode eksperimen. Tahap penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah menggunakan studi literatur dan wawancara. wawancara dilakukan kepada manager dan associate manager di tim data KLY. Selain itu, metode eksperimen yang dilakukan dengan menggunakan beberapa tahapan diantaranya: a. Pengumpulan data b. Cleaning data c. Implementasi pada Tableau d. Maintenance Dashboard Tableau.

Result & Discussion

Pada tahap ini akan diuraikan tentang hasil dan pembahasan dari penelitian. Pembahasan berisi bagaimana hasil dari pengolahan datadata yang berasal dari Google Analytics website KLY yang menghasilkan output berupa grafik tentang pageviews pembaca artikel sejak tahun 2021. 4.1 Pengumpulan Data Data yang diperoleh berasal dari data Google Analytics yang merupakan tool yang disediakan untuk penyimpanan semua data yang ada pada website KLY. Data tersebut didownload dengan format excel yang di import ke dalam google sheet dan disesuaikan tampilannya sesuai dengan kebutuhan untuk pembuatan dashboard pada Tableau. Cuplikan data pageviews pengguna pada KLY yang telah di import ke dalam google sheet dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Data Pageviews by Source Medium di KLY Sumber: Dokumentasi Pribadi (2022) 4.2 Cleaning Data Proses cleaning data pada pembuatan dashboard pageview di KLY adalah dengan cara mendeteksi dan memperbaiki serta menghapus data set, tabel dan database yang corrupt atau tidak akurat dan adanya duplikasi data. proses cleaning data ini cukup penting dalam pembangunan data warehouse untuk mencegah duplikasi data. Diyah sebagai Associate Manager di Tim Data KLY menyatakan bahwa: “... proses dalam pembuatan tableau dashboard, dimulai dengan prepare pembuatan raw data termasuk proses cleaning data yang didalamnya yaitu proses cleaning duplikasi, discrepancy, kerapihan bentuk data untuk menyesuaikan dengan format tableau.” (Diyah Naelufar, selaku associate manager for tim data di KapanLagi Youniverse, pada tanggal 16 Oktober 2022) 4.3 Implementasi Pada Tableau Pada tahap ini hasil dari cleaning data yang sudah matang bisa diaplikasikan menjadi sebuah dashboard. tahap-tahap yang dilakukan dalam pembuatan dashboard menggunakan Tableau ini adalah sebagai berikut: membuat workbooks baru, pilih new data source kemudian pilih data yang akan di import, kemudian tentukan field yang akan menjadi sumber pada column dan row nya, kemudian membuat tampilan dashboard dengan tampilan yang dibutuhkan oleh stakeholder. Proses pembuatan dashboard tableau seperti yang diungkapkan oleh Dini sebagai Manager di Tim Data KLY yang menyatakan bahwa: “proses dilakukan dengan mapping kebutuhan atau goal user yang ditargetkan, prepare raw data termasuk proses cleaning, proses pembuatan di tableau workbook sampai upload ke server, sosialisasi penggunaan ke user atau stakeholder, follow up jika ada yang kurang atau feedback lain dari user yang menggunakan dashboard yang telah di release.” (Dini Nurilah, selaku manager for tim data di KapanLagi Youniverse. pada tanggal 18 Oktober 2022). Cuplikan tampilan dashboard pageviews KLY sejak awal tahun 2022 terdapat pada gambar 2. Gambar 2. Tampilan Dashboard pageview KLY sejak awal tahun 2022 Sumber: Dokumentasi tb.emtek.co.id (2022) Pada gambar diatas ditampilkan perkembangan pageviews di seluruh website KLY sejak Januari 2022. Terlihat secara keseluruhan pada bulan May 2022 merupakan pencapaian KLY tertinggi sepanjang tahun 2022 dengan pageviews yang dihasilkan sebesar 1.07 triliun dan ini belum mencapai target yang diinginkan oleh pihak KLY. 4.4 D. Maintenance Dashboard Tableau Pada penelitian ini digunakan Tableau sebagai aplikasi business intelligence dalam memperoleh informasi dan tampilan grafik yang dibutuhkan sesuai dengan data yang diinginkan. Penggunaan Tableau di KLY sangat membantu tim data dalam melaksanakan tugas dan memberikan insight terkait yang dibutuhkan. Setelah dilakukannya pembuatan dashboard yang telah mencapai puluhan dashboard pada tableau server KLY, kemudian tahapan yang dilakukan adalah memaintenance dashboard-dashboard tersebut agar tetap menghasilkan data yang terbaru. Diyah sebagai Associate Manager di Tim Data KLY menyatakan bahwa: “proses manajemen dashboard di KLY dilakukan dengan cara dashboard yang sudah tidak pernah dilihat oleh user atau kebutuhan nya hanya sekali, kita diarsipkan dan dihapus dari tableau server, jadi hanya disimpan dengan format tableau desktop atau workbook. Tetapi sering juga penambahan atau upgrade dari dashboard yang sudah ada karena request dari tim terkait.” (Diyah Naelufar, selaku associate manager for tim data di KapanLagi Youniverse, pada tanggal 16 Oktober 2022). Manajemen data di KLY yang mencapai jutaan data di kelola setiap harinya dengan melakukan pemantauan dan maintenance dashboard setiap harinya, sesuai dengan kebutuhan. Proses manajemen ini diharapkan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan bagi user atau pengguna. Dini sebagai Manager di Tim Data KLY menyatakan bahwa: “harapan proses manajemen data dengan menggunakan tableau di KLY agar user bisa provide dan analisa data sendiri, tim terkait bisa lebih cepat mengambil keputusan karena data yang disediakan update otomatis, sumber data ada di satu pintu” (Dini Nurilah, selaku manager for tim data di Kapanlagi Youniverse, pada tanggal 18 Oktober 2022). Penelitian ini menjadikan dashboard tableau sebagai salah satu aplikasi business intelligence di KLY dalam memperoleh dan memanajemen data dan informasi yang didapatkan melalui google analytics di setiap website yang ada di KLY. Penggunaan tableau diharapkan mampu memberikan data yang lebih mudah dipahami oleh user atau stakeholder terkait dan data yang diberikan berasal dari satu sumber agar tidak terjadinya duplikasi data.

Conclusion

Kapanlagi Youniverse merupakan sebuah media online yang memiliki 10 website yang terdiri dari berbagai segmentasi yang berbeda. Tim Data KLY menggunakan Tableau Server dalam mengelola dan memberikan informasi terkait data pageviews yang ada di KLY untuk dapat diakses oleh tim terkait atau stakeholder yang membutuhkan. Tableau diharapkan mampu memberikan informasi secara detail dan memberikan visualisasi data yang menarik, agar mudah dipahami oleh tim terkait yang berada di KLY.