Produktivitas Karya Ilmiah Dosen UIN KHAS Jember pada Jurnal Terindeks Scopus
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember
Abstrak
Artikel ini mengkaji produktivitas karya ilmiah dosen UIN KHAS Jember pada jurnal terindeks Scopus. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan analisis bibliometrik. Aplikasi VOSviewer digunakan dalam Analisis Bibliometric untuk memudahkan membuat visualisasi terhadap hasil yang ditemukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat inkonsistensi penamaan afiliasi UIN KHAS Jember pada Scopus. Produktivitas tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan 37 karya ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen. Area subjek artikel paling banyak masuk di bawah wilayah social sciences. Sebagian besar karya ilmiah yang dihasilkan tersedia dalam bentuk akses terbuka. Berbeda dengan produktivitas berdasarkan tahun terbit, sitasi tertinggi terjadi pada tahun 2021. Belum semua karya ilmiah yang dihasilkan merupakan hasil dari kolaborasi dosen. Meskipun demikian, para dosen yang telah berkolaborasi dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan kata kunci yang digunakan, students merupakan istilah yang paling banyak muncul.
Abstract
This article examines the productivity of the scientific work of UIN KHAS Jember lecturers in Scopus indexed journals. The method used is the descriptive method with bibliometric analysis. The VOSviewer application is used in the bibliometric study to make it easier to visualize the result found. The results show an inconsistency in the naming of UIN KHAS Jember affiliations on Scopus. The highest productivity occurred in 2020 with 37 scientific papers produced by lecturers. The subject area of most articles falls under the social sciences area. Most of the scientific work produced is available in open access form. In contrast to productivity based on the year of publication, the highest citation occurred in 2021. Meanwhile, the lecturer with the most scientific work productivity is Mukhlis, M. Not all scientific works produce results from lecturer collaboration. However, for lecturers who have collaborated, cooperation is carried out through collaboration with various institutions within and outside the country. Students are the terms that appear the most based on the keywords used.
Keywords:
Scopus
· UIN KHAS Jember
· VOSviewer
· bibliometrik
Introduction
Sebagai bagian dari suatu institusi perguruan tinggi, keberadaan dosen menjadi ujung tombak keberhasilan proses pendidikan pada lembaganya masing-masing (Sutrisno & Mulyani, 2012). Seorang dosen dituntut untuk memiliki kinerja yang tinggi.Terlebih lagi, pemberlakuan kampus merdeka salah satunya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dosen diperguruan tinggi (Royandiyah et al., 2021).Oleh karena itu, selain mengajar, seorang dosen juga dituntut untuk produktif menghasilkan karya-karya lain, seperti penelitian, paten, protorype, dan lainlain.Produktivitas merupakan ukuran yangdigunakan untuk menilai kualitas dan kuantitas suatu pekerjaan (Walid et al., 2018). Para ahli telah mengemukakan berbagai hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas seorang dosen.Namun, faktor terpenting adalah manusia atau dosen itu sendiri (Aprison, 2018). Faktor tersebut berkaitan erat dengan sikap, motivasi, etos kerja, serta berbagai hal lain yang muncul, baik dari dalam maupun dari luar diri dosen sebagai manusia seutuhnya.Salah satu ukuran yang dapat digunakanuntuk mengukur produktivitas seorang dosen adalah dengan melihat seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan berdasarkan bidang keilmuannya (Suharto dalam Muis, 2015). Penulisan karya ilmiah, terutama dalam bentuk artikel jurnal saat ini telah memasuki babak baru. Jika pada awalnya karya ilmiah hanya dipublikasikan dalam bentuk tercetak, saat ini, karya ilmiah dituntut untuk diterbitkan dan dapat diakses dalam bentuk elektronik (Mujabuddawat, 2017).Terlebih lagi, pandemi COVID-19 telah mengubah berbagai kegiatan mengarah ke dalam bentuk daring (Riady, 2022).Kemudahan dalam proses penerbitan elektronik memberikan kesempatan bagi setiap lembaga untuk berlomba menghasilkan karya ilmiah yang terindeks pada lembaga bereputasi. Salah satu lembaga pengindeks dengan reputasi tinggi adalah Scopus (Cahya, 2018). Oleh karena itu, banyak para dosen kemudian berlomba-lomba untuk meningkatkanproduktivitas mereka melalui penerbitan karya ilmiah pada jurnal terindeks Scopus.Kajian mengenai produktivitas dosenpada dasarnya telah banyak dilakukan. Beberapa diantaranya mengkaji produktivitas menggunakan analisis bibliometrik, seperti penelitian yang dilakukan oleh Hayati dan Lolytasari (2017), dan Batubara (Batubara, 2020). Mereka menggunakan hukumLotka dalam kajian bibliometrik yang dilakukan.Tidak terdapat penggunaan aplikasi yang digunakan untuk analisis bibliometrik, seperti VOSviewer.Penelitian lain tentang produktivitas dosen dilakukan oleh Syaifulloh, Wahid, dan Nasiruddin (2018), dan Sandjaya dan Muliawan (2019). Dua penelitian ini berbeda dengan dua penelitian sebelumnya. Penelitian yang mereka lakukan lebih mengarah pada kajian faktor yang memengaruhi produktivitas seorang dosen.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti terdahulu terlihat bahwa kajian produktivitas dosen yang memanfaatkan aplikasi VOSviewer. Oleh karena itu, pada artikel ini, penulis melakukan kajian produktivitas karya ilmiah dosen Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember (UIN KHAS Jember) pada jurnal terindeks Scopus. Penelitian ini dilaksanakan dengan memanfaatkan aplikasi bernama VOSviewer untuk memvisualisasikan hasil analisis bibliometrik yang dilakukan.
Method
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Analisis yang digunakan adalah analisis bibliometric. Penelitian dilakukan dengan mengadaptasi langkah penelitian yang dilakukan oleh Julia, dkk. Julia, dkk. melakukan kajian bibliometrik melalui empat langkah, yaitu examination procedure, bibliography filter, bibliography attributes, dan bibliography analysis (Julia et al., 2020).Pada penelitian ini, empat langkah tersebut diadaptasi ke dalam tiga tahapan penelitian, yaitu penelusuran, filterisasi, dan analisis bibliometrik. Penulis hanya menyertakan tiga tahap tersebut karena penulis tidak melakukan perubahan data bibliografis yang telah diperoleh. Penjelasan mengenai tiga tahap tersebut adalah sebagai berikut.Penelusuran artikelPenelusuran artikel dilakukan denganmelakukan pencarian pada database Scopus (www.scopus.com). Pencarian dilakukan pada bulanApril 2022 dengan membatasi hanya pada kolom afiliasi (affiliations) saja. Selain itu, kata kunci yang digunakan adalah ‘Jember’. Pemilihan kata kunci tersebut mengingat penulis berasumsi bahwa terdapat penggunaan beberapa nama yang digunakan untuk afiliasi UIN KHAS Jember. Namun, di antara berbagai nama tersebut, kata ‘Jember’ selalu menjadi bagian dari nama yang digunakan.Berdasarkan hasil penelusuran, diperoleh lima institusi yang berhasil ditemukan, yaitu Universitas Jember, Politeknik Negeri Jember, State Islamic Institute Jember, Politeknik Negeri Banyuwangi, Universitas Muhammaddiyah Jember. Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, penulis memilih State Islamic Institute Jember sebagai nama afiliasi untuk UIN KHAS Jember.Gambar 1. Penelusuran artikel pada Scopus(Sumber: www.scopus.com)Filterisasi hasil penelusuranTahap kedua adalah tahap filterisasi.Proses filterisasi dilakukan untuk menyeleksi dan memastikan bahwa data hasil penelusuran yang diperoleh sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan, yaitu karya ilmiah yang ditulis oleh dosen UIN KHAS Jember. Pada tahap penelusuran diperoleh 82 karya ilmiah yang berhasil ditemukan di bawah afiliasi State Islamic Institute Jember. Setelah dilakukan filterisasi, keseluruhan karya ilmiah tersebut ditulis oleh dosen UIN KHAS Jember, baik ditulis secara perorangan ataupun berkolaborasi dengan institusi lain. Selanjutnya keseluruhan karya ilmiah yang ada dipilih dan diekspor ke dalam bentuk data RIS.Analisis bibliometrikTahap ketiga adalah analisis bibliometrik.Proses analisis bibliometrik dilakukan dengan bantuan aplikasi VOSviewer. Penggunaan VOSviewer dilakukan untuk membuat visualisasi hasil analisis bibliometrik dalam bentuk peta bibliografis.
Result & Discussion
Penamaan AfiliasiHasil penelusuran menghasilkan nama afiliasi State Islamic Institute of Jember untuk nama lain UIN KHAS Jember. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat format lain terkait penamaan afiliasi, yaitu Institut Agama Islam Negeri Jember, IAIN Jember, Institut Agama Islam Negeri (iain) Jember, State Islamic Institute of Jember (IAIN), State Institute for Islamic Studies of Jember, Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Institut Agama Islam Negeri, State Institute for Islamic Studies (iain), dan Jember State Institute for Islamic Studies. Perbedaan yang ada dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah ketidakseragaman penulisan nama afiliasi dalam beberapa karya ilmiah. Selain itu, pergantian nama berupa alih bentuk juga dapat menjadi penyebab adanya penulisan afiliasi yang berbeda. Berbagai perbedaan format nama afiliasi tentu saja akan berpengaruh pada proses penelusuran. Oleh karena itu, perlu adanya penyeragaman penulisan nama afiliasi yang disertakan pada setiap karya ilmiah. Hal ini penting dilakukan karena akan memengaruhi kata kunci yang harus digunakan dalam proses penelusuran.Tahun Publikasi Gambar 3. Penamaan afiliasi pada Scopus (Sumber: www.scopus.com) Pertumbuhan karya ilmiah dosen UIN KHAS Jember pada jurnal terindeks Scopus dimulai pada tahun 2015. Pada saat itu terdapat dua karya ilmiah yang ditulis oleh Ni’am, S. dan Harisuddin, M. N.Pada tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan jumlah karya ilmiah terindeks Scopus. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2020, yaitu sebanyak 37 karya ilmiah.Area Subjek Karya IlmiahKarya ilmiah terindeks Scopus yang dihasilkan oleh dosen UIN KHAS Jember terbagi ke dalam 16 area subjek. Area subjek dengan jumlah karya ilmiah terbanyak adalah social sciences, yaitu 35 karya ilmiah (25,5%). Subjek lain, seperti physics and astronomy (25 karya ilmiah atau 18,2%), engineering (15 karya ilmiah atau 10,15%) business, management, and accounting (14 karya ilmiah atau 10,2%), arts and humanities (13 karya ilmiah atau 9,5%), earth and planetary sciences (10 karya ilmiah atau 7,3%), environmental science (10 karya ilmiah atau 7,3%), computer science (2 karya ilmiah atau 2,9%), economics, econometrics anf finance (2 karya ilmiah atau 2,9%), dan medicine (2 karya ilmiah atau 2,9%) merupakan bidang-bidang ilmu yang sering dikaji oleh para dosen.Perlu dipahami bahwa meskipun UINKHAS Jember merupakan perguruan tinggi bidang keagamaan, tetapi tidak satu pun ditemukan kajian bidang keagamaan. Meskipun demikian, bukanberarti kajian mengenai keagamaan yang dilakukan oleh dosen belum pernah terindeks Scopus. Hal ini disebabkan area subjek keagamaan masuk ke dalam area subjek arts and humanities pada sub bidang religious studies dengan Scopus code 1212 (Ilovephd, 2021). Dapat diasumsikan bahwa kemungkinan kajian keagamaan yang dilakukan oleh dosen UIN KHAS Jember masuk ke dalam 13 karya ilmiah di bawah area subjek arts and humanities.Akses Terbuka vs Akses TertutupSeluruh karya ilmiah yang terindeks Scopusterdiri dari dua jenis akses, yaitu akses terbuka (open access) dan akses tertutup (closed access).Sebagian besar karya tulis dosen UIN KHAS Jember Gambar 4. Pertumbuhan karya ilmiah dosen UIN KHAS Jember (Sumber: www.scopus.com) Gambar 5. Sebaran karya ilmiah dosen berdasarkan area subjek (Sumber: www.scopus.com) tersedia dalam bentuk akses terbuka. Sebanyak 56 karya tulis tersedia dalam bentuk akses terbuka, sedangkan 26 lainnya tersedia dalam bentuk akses tertutup. Ketersediaan artikel dalam akses terbuka memberikan berbagai keuntungan. Salah satunya adalah kemungkinan yang lebih besar untuk dibaca dan digunakan oleh masyarakat.Gambar 5. Closed access vs open access(Sumber: www.scopus.com)Analisis SitiranAnalisis sitiran adalah salah satu metode yang digunakan untuk mengukur kualitas suatu karya ilmiah. Ukuran kualitas karya ilmiah dapat dihitung dengan melihat seberapa sering suatu karya ilmiah dikutip atau disitir oleh peneliti lain (Herawati et al., 2022). Selain itu, sitiran juga dapat menggambarkan seberapa sering karya ilmiah digunakan dandijadikan sebagai referensi dalam penelitian. Terdapat 96 sitiran terhadap keseluruhan karya ilmiah. Sitiran terbanyak terjadi pada tahun 2021, sebanyak 40 kali disitir. Tahun tersebut serupa dengan hasil penelitian Herawati, Utami, dan Karlina yang melakukan kajian bibliometrik tentang ‘koordinasi program’ (Herawati et al., 2022). Dokumen yang paling banyak disitir adalah karya ilmiah yang ditulis oleh Ni’am, Syamsun dengan judul Pesantren: The miniature of moderate Islam in Indonesia, sebanyak 13 kali disitir.Gambar 6. Citation overview(Sumber: www.scopus.com)Produktivitas DosenTerdapat 57 penulis yang terafiliasi denganUIN KHAS Jember. Hal ini berarti sebanyak 57 dosen UIN KHAS Jember yang telah menghasilkan karya ilmiah terindeks Scopus. Masing-masing dosen menghasilkan karya ilmiah dengan jumlah yang berbeda. Sepuluh penulis teratas rata-rata memiliki 4-15 karya ilmiah. Dosen dengan produktivitas tertinggi adalah Mukhlis, M. dengan 15 karya ilmiah yang dihasilkan sejak tahun 2019-2021.Gambar 7. Sepuluh penulis terproduktif pada jurnal terindeks Scopus(Sumber: www.scopus.com)Kolaborasi PenulisSuatu karya ilmiah dapat dihasilkan olehseorang dosen melalui proses kreatif yang mereka lalui. Meskipun demikian, tidak jarang dalam proses penulisan karya ilmiah, seorang dosen membutuhkan kerja sama (Rohanda & Winoto, 2019), baik dari dalam maupun dari luar instansi dosen yangbersangkutan. Oleh karena itu, tidak jarang seorang dosen melakukan kolaborasi dengan dosen lain dalam menghasilkan suatu karya ilmiah. Bentuk kolaborasi tersebut dapat berupa kolaborasi pendanaan, ide, maupun sarana dan prasarana penelitian.Gambar 8. Visualisasi kolaborasi penulis(Sumber: VOSviewer)Secara keseluruhan, terdapat 41 kluster yang terbentuk. Sebanyak 44 dosen memiliki hubungan yang kuat, sedangkan penulis dengan tautan terbanyak adalah Mukhlis, M.Gambar di atas menunjukkan bahwa tidaksemua penulis menghasilkan karya kolaboratif.Beberapa diantaranya menulis karya ilmiah penelitian secara mandiri. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh besar kecilnya angka kredit yang diperoleh. Di Indonesia karya tulis yang ditulis secara mandiri menghasilkan 100% angka kredit untuk penulis yang bersangkutan. Namun, ketika karya tulis tersebut dihasilkan secara kolaboratif, angka kredit dihitung dengan persentase 60% untu penulis pertama dan 40% untuk selain penulis pertama (Mailangkay, 2016). Hal ini kemungkinan menjadi faktor yang memengaruhi dosen dalam memilih apakah menghasilkan karya ilmiah secara mandiri ataukah secara kolaboratif.Kolaborasi AfiliasiKolaborasi penulis yang dilakukan olehdua instansi yang berbeda secara otomatis akan menghasilkan kolaborasi afiliasi. Kolaborasi ini dapat menggambarkan jaringan kerjasama antar institusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapatdosen UIN KHAS Jember telah berkolaborasidengan dosen lain yang berasal dari 75 institusi yang berbeda. Sebagian besar institusi tersebut berasal dari Indonesia (69 institusi), sedangkan enam lainnya merupakan institusi dari luar negeri, yaitu King Abdul Aziz University, The University of Newcastle Australia, National Taipei University of Technology, Murdoch University, Kazan Federal University, dan Moscow Polytechnic University. Hal ini menunjukkan bahwa dosen UIN KHAS Jember telah mampu bekerjasama dengan dosen dari institusi lain, baik dari dalam maupun luar negeri.Gambar 9. Visualisasi kolaborasi afiliasi(Sumber: www.scopus.com) Analisis Istilah Kata Kunci Kata kunci pada suatu artikel dapat digunakan sebagai petunjuk dalam proses penelusuran (Lestari, 2012). Selain itu, kata kunci juga berfungsi untuk memudahkan proses pencarian pada suatu artikel dengan tema tertentu (Amilia, 2020). Dengan kata lain, melalui kata kunci, pembaca dapat mengetahui dengan mudah tema yang sedang dibahas dalamsuatu artikel.Ditemukan 22 istilah yang digunakan sebagaikata kunci pada karya ilmiah dosen UIN KHASJember. Istilah yang paling sering digunakan adalah students. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan besar kajian yang dilakukan oleh dosen UIN KHAS Jember banyak berkaitan dengan istilah student (siswa atau mahasiswa).Gambar 10. Visualisasi istilah yang digunakan sebagai kata kunci(Sumber: VOSviewer)
Conclusion
Berdasarkan hasil dan pembahasan dapatdisimpulkan bahwa terdapat inkonsistensi penamaan afiliasi UIN KHAS Jember pada Scopus. Produktivitas tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan 37 karya ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen. Area subjek artikel paling banyak masuk di bawah wilayah social sciences. Sebagian besar karya ilmiah yang dihasilkan tersedia dalam bentuk akses terbuka. Berbeda dengan produktivitas berdasarkan tahun terbit, sitasi tertinggi terjadi pada tahun 2021. Belum semua karya ilmiah yang dihasilkan merupakan hasil dari kolaborasi dosen. Meskipun demikian, bagi para dosen yang telah berkolaborasi, kolaborasi dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga baik dari dalam maupun luar negeri. Berdasarkan kata kunci yang digunakan, students merupakan istilah yang paling banyak muncul.