Kembali
16
1
2022 THE LIGHT : Journal of Librarianship and Information Science Vol 2 · 1 ISSN 2809-8773

Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Universitas Panca Bhakti

Universitas Panca Bhakti

Abstrak

Pengembangan koleksi merupakan alat untuk mengidentifikasi kebutuhan pemustaka. Kebutuhan yang dimaksud tidak hanya kebutuhan sekarang tetapi mencakup 5 tahun yang akan datang. Selain itu, pengembangan koleksi mencakup kebutuhan pemustaka secara menyeluruh, tidak hanya kebutuhan pemustaka yang aktif saja. Dengan demikian, penelitian ini menggambarkan mengenai Pengembangan Koleksi di Perpustakaan Universitas Panca Bhakti. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik wawancara dan observasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ada beberapa proses yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Panca Bhakti diantaranya: 1. Survei Kebutuhan Pemustaka, 2. Konsep Pengembangan Koleksi, 3. Poses Pengadaan Koleksi, 4. Weeding Koleksi, 5. Evaluasi Kegiatan

Abstract

Collection development is a tool for identifying the needs of the library. The needs in question are not only present needs but cover the next 5 years. In addition, the development of the collection covers the needs of the library as a whole, not only the needs of active users. Thus, this research describes the Development of Collections in the Panca Bhakti University Library. This research uses qualitative methods with data collection techniques using interview and observation techniques. The results of this study are several processes carried out by the Panca Bhakti University Library including: 1. Survey of Library Needs of The Library, 2. Concept of Collection Development, 3. Poses Collection Procurement, 4. Weeding Collection, 5. Evaluation of Activities
Keywords: Library Collection Development · Library Collection

Introduction

Menurut Undang-Undang Negara RI nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara professional dengan system yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Sedangkan menurut Hartono, (2020:2) perpustakaan sebagai pusat P3IR (Pendidikan, penyimpanan, penelitian, informasi, dan rekreasi). Maka dari itu, perpustakaan merupakan sumber informasi yang disusun secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakai. Dalam Undang-Undang Negara RI nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan menyatakan bahwa terdapat beberapa jenis perpustakaan dan salah satunya adalah Perpustakaan Perguruan Tinggi. Menurut Martoatmojo, (2014:1.2) bahwa perpustakaan perguruan tinggi merupakan sebuah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bersama dengan unit lain ikut serta dalam melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi dengan cara menghimpun, memilih, mengolah, merawat, serta melayankan sumber informasi kepada para pencari informasi. Untuk memenuhi kebutuhan pengguna atau pencari informasi tentunya pustakawan harus memahami kebutuhan yang diinginkan oleh pemustaka sehingga informasi yang diinginkan dapat ditemukan. Koleksi bahan pustaka merupakan komponen utama dalam perpustakaan baik berupa koleksi cetak dan non cetak. Koleksi bahan pustaka diseleksi, diolah, dilayankan dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Universitas Panca Bhakti (UPB) merupakan perguruan tinggi swasta yang berlokasi di Kalimantan Barat di dirikan pada tahun 1983. Universitas Panca Bhakti pada awal berdirinya merupakan sebuah gabungan dari Akademi dan Sekolah Tinggi yang dibentuk pada tahun 1979 oleh Yayasan Panca Bhakti Pontianak, yaitu APP, STIH (Sekolah Tinggi Ilmu Hukum), STIT (Sekolah Tinggi Ilmu Teknik) tahun 1981 dan STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian) pada tahun 1982. Adanya perpustakaan ini sebagai unsur penunjang dalam menyediakan informasi yang dapat diakses melalui pelayanan yang professional, bertujuan untuk mewujudkan visi dan Misi Universitas Panca Bhakti. Dalam mewujudkan visi dan misi tersbut, Perpustakaan Universitas panca Bhakti sangatlah perlu melakukan sebuah pengembangan koleksi mengingat bahwa di Universitas Panca Bhakti juga terdapat Prodi Baru yakni Fisioterapi Strata 1. 1.1 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti menarik rumusan masalah pada penelitian ini ialah bagaimana proses pengembangan koleksi pada Perpustakaan Universitas Panca Bhakti (UPB)? 1.2 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah guna mengetahui proses kemudian mendeskripsikannya tentang pengembangan bahan koleksi di Perpustakaan UPB (Universitas Panca Bhakti). 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Perpustakaan Perguruan Tinggi Menurut Akbar, Azaz (2018:3) menyatakan bahwa Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang berada di bawah lembaga pendidikan tinggi. Peran perpustakaan perguruan tinggi ialah sebagai penunjang dalam kegiatan proses belajar mengajar serta penelitian di perguruan tinggi yang bersangkutan. Perpustakaan perguruan tinggi yang dimaksud adalah perpustakaan Universitas, Perpustakaan Institut, Perpustakaan Sekolah Tinggi, Politeknik, dll. 2.2 Koleksi Perpustakaan Perguruan Tinggi Menurut Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi mengenai koleksi perpustakaan. a. Jenis koleksi 1. Koleksi perpustakaan dapat berbentuk karya tulis, karya cetak, digital atau karya rekam fiksi maupun non fiksi. 2. Koleksi perpustakaan yang non fiksi terdiri dari koleksi buku wajib mata kuliah, referensi, bacaan umum, literatur kelabu, laporan penelitian, muatan lokal, dan terbitan berkala. b. Jumlah koleksi 1. Jumlah koleksi yang harus dimiliki perpustakaan ialah buku mata kuliah wajib minimal sedikit 3 (tiga) judul. 2. Judul koleksi buku pengayaan 2 (dua) kali dari jumlah buku wajib. 3. Koleksi audio visual dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. 4. Jumlah dan materi koleksi sumber elektronik (e-resource) dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. 5. Jumlah koleksi jurnal ilmiah minimal 2 (dua) judul dapat didapatkan dengan berlangganan jurnal ataupun menerima secara rutin jurnal dari setiap program studi. 6. Majalah ilmiah populer dapat berjumlah minimal 1 (satu) judul yang bisa didapatkan dengan berlangganan atau menerima secara rutin dari setiap program studi. 7. Koleksi lokal (local content) atau repositori dapat berupa karya ilmiah yang dibuat oleh civitas akademik seperti disertasi, tesis, skripsi, simposium, laporan penelitian, konferensi, artikel yang dipublikasi di jurnal nasional maupun internasional, laporan pengabdian masyarakat, majalah atau buletin kampus, publikasi internal kampus, dan laporan lain-lain). c. Pengembangan koleksi Penambahan koleksi di perpustakaan setiap tahunnya minimal 3% dari total koleksi yang tersedia. d. Koleksi muatan lokal Perpustakaan dalam menyediakan koleksi, tidak hanya berupa koleksi umum tetapi dapat juga berupa koleksi yang bermuatan lokal (local content), seperti koleksi hasil penelitian skripsi, thesis maupun disertasi. Serta artikel dan jurnal penelitian lainnya e. Koleksi Referensi Koleksi referensi yang disediakan oleh perpustakaan dapat berupa Kamus, Ensiklopedia, Sumber Biografi, Bibliografi, Buku Pegangan (hand book), manual, atlas, peta, Kitab Suci, Direktori, dan Abstrak. f. Pengolahan bahan perpustakaan Koleksi perpustakaan sebelum dilakukan display atau shelving tentu saja harus melalui proses pengolahan bahan perpustakaan mulai dari mendeskripsikan, klasifikasi kemudian diberi tajuk subjek dan disusun secara sistematis g. Stok Opname Perpustakaan minimal melakukan cacah ulang koleksi atau stok opname satu kali dalam periode waktu 3 (tiga) tahun. h. Penyiangan Perpustakaan melakukan kegiatan penyiangan dalam kurun waktu paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) tahun setelah berkoordinasi dengan jurusan/program studi terkait. Kriteria dilakukannya penyiangan adalah dengan memperhartikan kondisi koleksi perpustakaan yang sudah tidak layak pakai atau rusak, serta tidak dapat dikonversi atau alih media ke dalam bentuk lain. Selain itu pokok mempertimbangkan jumlah koleksi perpustakaan yang melebihi ketentuan kebijakan pengembangan koleksi perpustakaan juga harus diperhatikan. i. Pelestarian Koleksi Perpustakaan Perpustakaan perlu untuk memperhatikan upaya pelestarian pada setiap koleksi yang dimiliki, seperti kegiatan pencegahan dan penanggulangan kerusakan fisik dan pengalihmediaan.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif guna mengetahui proses pengembangan bahan pustaka atau koleksi di Perpustakaan Universitas Panca Bhakti. Menurut Sugiyono (2016:9) metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang digunakan untuk meniliti suatu kondisi obyek alamiah yang dimana peneliti diposisikan sebagai instrumen kunci dalam penelitian. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif didalam penggunaannya lebih cocok digunakan pada jenis penelitian yang membahas tentang fenomena sosial dari sudut pandang atau perspektif partisipan. Secara ringkas, dapat juga diartikan sebagai penelitian yang lebih cocok digunakan dalam meneliti pada kondisi atau situasi objek penelitian. (Sugiyono, 2016:11). 4. TEKNIK PENGUMPULAN DATA Dalam sebuah penelitian, teknik pengumpulan data merupakan bagian yang utama, karena tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah wawancara dan observasi. Observasi merupakan tahapan pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan secara langsung terhadap sesuatu yang diteliti. Wawancara merupakan tahapan pengumpulan data dengan cara melakukan tanya jawab dengan informan dalam kasus ini kepala perpustakaan dan pustakawan. Selain pengumpulan data adapun objek yang menjadi pokok kajian dalam penelitian ini ialah kegiatan pengembangan koleksi perpustakaan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Universitas Panca Bhakti. 1. Wawancara Wawancara di lakukan secara langsung. Pada penelitian ini peneliti melakukan wawancara kepada kepala perpustakaan dan tenaga perpustakaan yang ada di perpustakaan. 2. Observasi Observasi merupakan teknik yang melibatkan diri peneliti dalam aktivitas penelitian dan pengamatan secara langsung terhadap objek yang akan diteliti dilapangan. Dalam penelitian ini peneliti melakukan observasi langsung ke Perpustakaan Universitas Panca Bhakti, dengan tujuan mengetahui kegiatan yang dilakukan dalam hal pengembangan koleksi.

Result & Discussion

1. Survei Kebutuhan Pemustaka Survei Kebutuhan Pemustaka dapat dilakukan dengan dua cara yaitu formal maupun non formal. Pada tahapan kegiatan ini, hal yang dapat diperoleh ialah profil pengguna perpustakaan yang lengkap disertai dengan kebutuhan terhadap koleksi perpustakaan. Dalam kegiatan ini pustakawan tetap harus memperhatikan pemustaka secara menyeluruh yang berkunjung ke perpustakaan. (Winoto, 2018) Hasil wawancara peneliti dengan Pustakawan di Perpustakaan Universitas Panca Bhakti bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan perpustakaan dalam melakukan Survei Kebutuhan Pemustaka terhadap koleksi perpustakaan yaitu, pertama menyebarkan kuesioner cetak dan online melalui Google Form kepada pemustaka yang dalam hal ini adalah mahasiswa. Kedua, Perpustakaan Universitas Panca Bhakti juga menyediakan Kotak Saran khusus untuk pengembangan koleksi yang di data secara rutin setiap akhir tahun. Ketiga, Menyebarkan Form Buku wajib dari setiap dosen yang mengampu mata kuliah masing-masing dan di koordinir melalui Wakil Dekan I masing-masing Fakultas. Keempat Pemberlakuan Sumbang Buku ke Perpustakaan bagi Lulusan Universitas Panca Bhakti sebanyak 2 buah sesuai dengan program studi masingmasing dengan persyaratan tahun terbit buku minmal tahun 2018 hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Rektor Nomor 48/SK/REK-UPB/A.11/2021. 2. Konsep Pengembangan Koleksi Menurut Pustakawan di perpustakaan UPB (Universitas Panca Bhakti) menyatakan bahwa perpustakaan sudah memiliki konsep pengembangan koleksi di perpustakaan yaitu, seperti koleksi agar selalu update tiap tahun sesuai dengan kebutuhan pemustaka. 3. Proses Pengadaan Koleksi Menurut Pustakawan di Perpustakaan Universitas Panca Bhakti proses pengadaan koleksi dilakukan setelah semua data buku diolah dan di data oleh tim perpustakaan mulai dari data hasil survei online yang melalui kuesioner, Kotak Saran selama setahun, dan dari Dosen. 4. Weeding Koleksi Penyiangan atau yang biasa disebut weeding merupakan suatu kegiatan memilih dan mengambil koleksi yang berada di rak dan sekaligus menggantinya dengan koleksi yang terbaru. Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan pustakawan bahwa Perpustakaan Universitas Panca Bhakti melakukan kegiatan weeding setiap setahun sekali di akhir tahun dan biasanya memprioritaskan koleksi buku. 5. Evaluasi Kegiatan Kesempurnaan hanya milik Tuhan, setiap kgiatan harus ada evaluasi untuk lebih sempurna untuk kedepannya. Perpustakaan Universitas Panca Bhakti selalu melakukan evaluasi termasuk mengenai pengembangan koleksi selalu dievaluasi diakhir tahun.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis tentang pengembangan koleksi di Perpustakaan Universitas Panca Bhakti dapat disimpulkan bahwa terdapat beberapa proses terkait dengan pengembangan koleksi diantaranya, Survei Kebutuhan Pemustaka, Konsep Pengembangan Koleksi, Poses Pengadaan Koleksi, Weeding Koleksi, dan Evaluasi Kegiatan. Pengembangan Koleksi ini terus dilaksanakan secara rutin tiap tahun agar informasi yang ada di perpustakaan Universitas Panca Bhakti tetap Uptodate sesuai dengan kebutuhan pemustaka.