STRATEGI PERPUSTAKAAN MENGHADAPI BENCANA
Universitas Udayana; Universitas Udayana; Universitas Udayana
Abstract
Libraries as information provider institutions cannot be separated from the threat of disaster. The occurrence of disasters cannot be predicted by time, so it is very important for librarians to design strategies in dealing with the threat of disasters. The phenomenon that occurs is that not all libraries have a strategy to prevent disaster threats. This study aims to minimize the losses suffered by the library due to disasters. The author uses the literature study method. Library strategies in dealing with disasters through planning and disaster management can be divided into 4 (four) namely: Prevention, Planning, Response, Recovery.
Keywords:
Strategy
· Library
· Natural Disaster
· Disaster Managemen
Introduction
Perpustakaan sebagai lembaga penyedia dan pengelola sumber informasi yang dilakukan oleh staf profesional sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perpustakaan tidak luput dari segala ancaman bencana. Terjadinya peristiwa bencana tidak dapat diprediksi oleh waktu, serta dampak dari bencana menyebabkan kerugian pada manusia, material dan lingkungan sekitar. Bencana yang sering terjadi seperti, bencana gempa bumi terjadi akibat pergeseran lempengan bumi yang mengakibatkan guncangan di permukaan bumi, bencana tsunami bencana gelombang tinggi air laut akibat gempa bumi, bencana banjir terjadi akibat tingginya curah hujan menggenangi daratan dan bencanakebakaran merupakan peristiwayang menganguskan segala sesuatu yang dilaluinya hingga menyisakan abu, terjadinya kebakaran dapat disebabkan faktor alam atau kelalaian manusia, maka dari itu perlu adanya strategi untuk menghadapi ancaman bencana. Fenomena di lapangan, tidak semua perpustakaan merancang strategi dalam menghadapi bencana. Penelitian ini sangat penting dilakukan serta menjadi perhatian khusus oleh pustakawan. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis tertarik untuk melalukan penelitian serta ingin mengetahui lebih mendalam tentang “Strategi Perpustakaan Dalam Menghadapi Bencana”
Method
Penelitian ini menggunakan metode Studi Kepustakaan (Library Research). Menurut (Yaniawati, 2020)menjelaskan bahwa mengumpulkan data informasi melalui berbagai literatur, buku, referensi lain dan hasil penelitian sebelumnya yang terkait dengan penelitian penulis. Menurut (Rijali,2018)langkah-langkah analisis data, yaitu: reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan
Result & Discussion
Strategi Perpustakaan Dalam Menghadapi Bencana Pustakawan dapat mengantisipasi terjadinya bencana serta meminimalisir kerugian yang dialami pada perpustakaan. Pustakawan merancang sebuah strategi yang tepat dalam penanggulangan bencana. berikut merupakan strategi yang dapat dilakukan perpustakaan dalam menghadapi bencana yaitu:1.Pencegahan(prevention)Kegiatan pencegahan berisi langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam identifikasi pada fasilitas perpustakaan yang menjadi penyebab bencana. 1.Pustakawan melakukan pemeriksaan rutin terhadap bangunan tempat penyimpanan koleksi, seperti pemeriksaan listrik, sanitasidan pipa air untuk mencegah terjadinya kebocoran dan kebakaran.2.Pengamanan koleksi sangat penting dilakukan dari ancaman api dan air serta dapat dengan cara menduplikasi (back-up) data terhadap koleksi yang penting dan langka untuk meminimalisir hilangnyaatau kerugian koleksi secara menyeluruh apabila terjadi bencana. 3.Memberikan pelatihan teknis kepada staf perpustakaan, cara ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada staf perpustakaan dalam menghadapi bencana yang terjadi.2.Perencanaan(planning)Membuat keputusan dan langkah-langkah yang tepat untuk menangani ancaman bencana perpustakaan yaitu:1.Kepala pustakawan membuat pedoman penanggulangan bencana pada perpustakaan yang mencakup upaya pemulihan pasca bencana dan evaluasi pedoman pasca bencana.2.Membentuk tim khusus serta memiliki pengetahuan dan keahlian dalam menanggulangi bencana.3.Menyimpan nomor lembaga yang berwenang dalam menangani bencana, untuk mempercepat penanggulangan bencana pada perpustakaan.3.Tanggapan(response)Pustakawan bersikap cepat dan tepat ketika tejadi bencana, sebagai upaya meminimalisir kerugian dan mempercepat pemulihan perpustakaan dari bencana.1.Mengumpulkan anggota tim yang telah dibentuk sebelumnya dalam penanggulangan bencana, bekerja sesuai pedoman yang telah ditentukan ketika terjadi bencana.2.Menghubungi lembaga yang berwenang dalam penanggulangan bencana untuk mempercepat menangani bencana.3.Menetapkan waktu penutupan gedung perpustakaan pasca terjadinya bencana, selama periode tertentu dan konsultasi dengan para ahli dalam proses pemulihan untuk mengonfirmasi kondisi normal setelah bencana.4.Pemulihan(recovery)Memprioritaskan pemulihan bencana melalui kegiatan konservasi dan restorasi, berikut kegiatan yang dilakukan yaitu:1.Menetapkan program konservasi dan restorasi yang tepat untuk memperbaiki kerusakan yang diakibatkan bencana.2.Mengamankan, memindahkan dan menyimpan komponen perpustakaan yang telah melalui tahap konservasi dan restorasi.3.Mengevaluasi tindakan yang diambil untuk meningkatkan pedoman perencanaan penanggulangan bencana.Berdasarkan hasil penjelasan di atas mengenai strategi perpustakaan dalam menghadapibencana, penulis dapat menyimpulkan bahwa, dengan adanya membuat kebijakan strategi dalam menghadapi bencana, pustakawan telah siap dalam perencanaan serta resiko yang diakibatkan bencana.4.2Pendidikan Bencana Antisipasi dalam meminimalisir kerugian yang dihadapi perpustakaan,menghadapi ancaman bencanadapat dilakukan dengan memberikan pendidikan bencana kepada pustakawan dan masyarakat. Tujuan memberikan pendidikan pemakai untuk memberikan gambaran bahaya bencana dan cara penanganan, penanggulangan serta pemulihan bencana. Menurut Sriharini (2010)kegiatan pendidikan bencana yang diberikanpustakawan dan masyarakat yaitu:1.Pengelolaan Informasi Menyediakandan memberikaninformasi daerah rawan bencana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana, yang dikemas dengan simpel agar mudah dipahami masyarakatsertameningkat komunikasi melalui teknologi untuk mempercepat penyebaran informasi.2.Diklat BencanaKegiatan pembekalan dan pelatihandalam upaya kesiapan penanggulangan bencana3.Analisis Bencana Upaya pengenalan karakteristik bencana yang terjadi dan upaya meminimalisir kerugian yang dialami.4.Perhatian masyarakatMenumbuhkan rasa kepedulian dan keterlibatan masyarakat dalam kesigapan menghadapi bencana.Berdasarkan hasil penjelasan diatas mengenai pendidikan bencana kepada masyarakatdengan cara menumbuhkan kepedulian dan sikap waspada terhadap ancaman bencana.perlu adanya inovasi baru untuk mengajak masyarakat serta partisipasi dalam upaya pencegahan ancaman bencana.4.3Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca BencanaPustakawan mengambil langkah cepat untuk memulihkan keadaan seperti sebelum terjadinya bencana. Menurut Wahyuni (2020)mengingat perpustakaan sebagai layanan publik dan mengaktifkan kembali layanan yang dapat diberikan kepada masyarakat.1.RehabilitasiKegiatan pemulihan pada aktivitas layanan perpustakaan dalam menyediakan sumber informasi, referensidan tempat bertukar informasisecara normalseperti sebelum terjadinya bencana.2.RekontruksiKegiatan pemulihan dengan membangun dan memperbaiki fasilitas perpustakaan seperti perbaikan bangunan dari segi keamanan dan kenyamanan perpustakaan akibat dampak bencana yang dialami.Berdasarkan penjelasan diatas mengenai rehabilitasi dan rekontruksi pasca bencanamerupakan upaya penanganan perpustakaan pasca bencana. kegiatan ini merupakan bagian kesiapan perencanaan jangka menengah dan jangka panjang perpustakaan dalam menghadapi bencana yang dapat mengancam perpustakaan.4.4Kendala Dalam Menghadapi Bencana Dalam perencanaan dalam mengantisipasi terjadinya bencana tidak lepas dari namanya kendala yang dihadapi. Pustakawan mengalami kendala dalam praktik menghadapi ancaman bencana sebagai berikut yaitu:1.Anggaran ` Anggaran merupakan unsur penting dalam tercapainya keberhasilanstrategi perpustakaan dalam menghadapi bencana gempa bumi, banjir dan kebakaran.2.Sumber Daya ManusiaPemahaman pustakawan terhadap bencana gempa, banjir dan kebakaran masih kurang, karena terbatasnya unsur pendukung dalam perancangan bencana.3.PeralatanPenyediaan alat yang kurang memadai dalam upaya pencegahan dan penyelamatan bencana pada perpustakaan.Berdasarkan penjelasan diatas mengenai kendala yang dialami pustakawan dalam menghadapi bencana memerlukan anggaran yang besar, mejadi unsur yang paling penting dalam mencapai keberhasilan dan tujuan. Pembekalan ilmu dalam mengantisipasi bencana sangat penting diberikan, mengingat bencana yang terjadi beragam, sehingga pustakawan dapat menanggulangi bencana dengan strategi yang tepat dan cepat. Pustakawan tidak cukup memiliki ilmu untuk menghadapi bencana, perlu adanya alat yang memadai untuk mengefisienkan waktu dan tenaga dalam kegiatan perbaikan dan perawatan
Conclusion
Penulis dapat menyimpulkan strategi perpustakaan dalam menghadapi bencana melalui kegiatan perencanaan dan penanggulangan bencana melalui strategi pencegahan, perencanaan, tanggapan, pemulihan. Pustakawan dapat melakukan back-updata untuk mengantisipasi kehilangan sumber informasi serta belum semua perpustakaan memiliki strategi dalam menghadapi bencana karena kurangnya pemahaman dan keahlian menghadapi bencana