Kembali
16
1
2023 Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan Vol 2 · 2 ISSN 2828-1772

LITERASI KESEHATAN MELALUI MEDIA KOMUNIKASI MASSA RADIO

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstrak

Literasi kesehatan menjadi salah satu hal penting bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi akan kesehatan. Salah satu cara dalam menggerakkan literasi kesehatan yaitu melalui media komunikasi massa radio. Program-program radio yang menyajikan informasi kesehatan dengan menghadirkan para ahli di bidang kesehatan dapat memenuhi kebutuhan informasi dalam kesehatan bagi masyarakat. Pada penelitian ini membahas mengenai penerapan literasi kesehatan melalui salah satu media komunikasi massa radio. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan teori literasi kesehatan komunikatif. Literasi kesehatan komunikatif merupakan kemampuan individu dalam memperoleh informasi kesehatan melalui berbagai sumber salahs atunya media komunikasi massa dan penerapan dari informasi yang didapatkan. Subjek dari penelitian ini adalah salah satu stasiun radio yang berada di kawasan Padang Pariaman yaitu Radio Respon 93.0 FM. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kemampuan masyarat dalam memperoleh informasi kesehatan melalui radio dinilai cukup baik yang dapat dilihat dari partisipasi mereka melalui via telfon, SMS Whatssapp dalam program talkshow interaktif PUSPA BAKABA DARA yang ada di Respon Radio.

Abstract

Health literacy is one of the important things for the community in meeting the information needs for health. One way to drive health literacy is through radio mass communication media. Radio programs that present health information by presenting experts in the health sector can fulfill the health information needs of the community. This study discusses the application of health literacy through one of the radio mass communication media. The approach used in this research is qualitative by using the theory of communicative health literacy. Communicative health literacy is an individual's ability to obtain health information through various sources, one of which is mass communication media and the application of the information obtained. The subject of this research is one of the radio stations located in the Padang Pariaman area, namely Radio Respon 93.0 FM. The results of this study indicate that the community's ability to obtain health information via radio is considered quite good which can be seen from their participation via telephone, WhatsApp SMS in the PUSPA BAKABA DARA interactive talk show program on Respon Radio.
Keywords: Health literacy · radio · communication

Introduction

Informasi kesehatan pada saat ini perlu digiatkan untuk semua kalangan masyarakat. Hal ini mengingat situasi selama dua tahun terakhir pada saat dunia khususnya Indonesia menghadapi pandemic covid-19. Menggiatkan informasi kesehatan atau dapat disebut juga literasi kesehatan. Dengan adanya literasi kesehatan membantu dan memebuhi kebutuhan informasi masyarakat akan informasi kesehatan. Literasi kesehatan pada saat ini banyak digelorakan baik melalui media massa maupun media social. Media komunikasi semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Media komunikasi massa yang ada terus memberikan informasi kepada masyarakat. Salah satu media komunikasi massa yang telah ada sejak zaman bangsa Indonesia merdeka adalah radio. Radio merupakan media komunikasi massa yang dapat dinikmati melalui suara atau audio. Radio juga terus mengikuti kemajuan zaman dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Salah satu informasi yang disajikan di tengah-tengah masyarakat adalah literasi kesehatan. Melalui siaran radio masyarakat bisa mendapatkan informasi mengenai kesehatan melalui program-program yang ada di radio, para ahli atau narasumber yang dihadirkan dan iklan layanan masyarakat yang disiarkan. Selain itu, masyarakat juga dapat berinteraksi langsung dengan narasumber yang ada melalui sambungan interaktif yang disediakan untuk menjawab dari kebutuhan informasi kesehatan mereka. Melalui siaran radio sebagai salah satu media massa komunikasi untuk membantu meningkatkan literasi kesehatan bagi masyarakat. Menurut(Zakaria, 2022) literasi kesehatan merupakan kemampuan dalam memperoleh, menelaah dan menerapkan informasi tentang kesehatan bagi setiap orang. Dengan adanya radio menjadi salah satunya media untuk literasi kesehatan di masyarakat yang mana radio dapat didengar dimanapun dan menjangkau setiap lapisan masyarakat. Salah satunya PT. Radio Suara Sejahtera Padang Radio Respon 93.0 FM yang berada di Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat dengan program kesehatan yang dimiliki yaitu PUSPA BAKABADARA (Puskesmas Pasar Usang Bakaba di Udara). Pada program ini Radio Respon bekerja sama dengan Puskesmas setempat dalam mengedukasi dan memberika informasi kesehatan kepada masyarakat. Berdasarkan uraian di atas maka penulis ingin mengkaji permasalahan terkait implementasi literasi kesehatan melalui radio. Implementasi literasi kesehatan melalui radio tersebut nantinya akan menunjukkan bagaimana literasi kesehatan di dalam masyarakat melalui media komunikasi massa radio dalam menyediakan informasi kesehatan kepada masyarakat dengan program-program kesehatan, narasumber dan ahli yang dihadirkan serta iklan layanan masyarakat. Penulisan artikel ini memperlihatkan perbedaan dengan penelitian sebelumnya dari objek dan subjek penelitian. Selain itu juga dalam penulisan menunjukkan fenomena yang sedang terjadi pada saat ini. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana implementasi literasi kesehatan kepada masyarakat melalui media komunikasi massa yaitu radio.

Method

Penulisan artikel ini menggunakan jenis penelitian dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif menurut Dylan (Dyan dkk., 2018) merupakan penelitian yang berhubungan dengan memaparkan gagasan, ide, perspektif dari suatu perosalan yang tidak bisa diukur dengan angka. Pada penulisan artikel ini menggunakan teori literasi kesehatan menurut World Health Organization (2013) literasi kesehatan merupakan sebuah keterampilan sosial dan kognitif yang menentukan motivasi dan kemampuan individu dalam mendapatkan akses, memahami, dan mengelola informasi untuk status kesehatan. Literasi kesehatan terdiri dari literasi kesehatan fungsional, literasi kesehatan komunikatif dan literasi kesehatan kritis. Dalam penulisan artikel ini mendeskripsikan tentang literasi kesehatan komunikatif yaitu kemampuan individu untuk mengakses informasi dan memperoleh makna informasi dari berbagai bentuk komunikasi baik secara interpersonal, media massa dan mengimplementasikan informasi tersebut. Objek dalam penelitian ini adalah media komunikasi massa yaitu Radio Respon 93.0 FM yaitu pada program PUSPA BAKABADARA setiap hari Kamis pada pukul 11.00 hingga 12.00 WIB. Penelitian ini bertempat di PT.Radio Suara Sejahtera Padang, Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat. Dalam pengambilan data menggunakan yaitu dari siaran interaktif antara narasumber dan pendengar Radio Respon 93.0 FM Padang Pariaman dengan 16 tema yang berbeda setiap minggunya. Siaran radio tersebut disiarkan melalui media social dan live streaming. Dalam siaran interaktif tersebut merangkum topic pembahasan bersama narasumber, waktu, diskusi dan kesimpulan.

Result & Discussion

Literasi kesehatan yang terus digiatkan terutama kepada masyarakat. Salah satunya literasi kegiatan melalui media komunikasi radio yang juga bekerjasama dengan instansi setempat yaitu Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dalam menggiatkan literasi kesehatan tersebut dengan ditambah kreativitas yang ada maka dirancang sebauah program di Radio Respon 93.0 FM yaitu PUSPA BAKABADARA (Puskesmas Pasar Usang Bakaba di Udara) dengan menghadirkan narasumber dan topic yang berbeda setiap minggunya. Respon dan antusiasme masyarakat dalam program ini melalui interaktif sanagt baik. Hal ini dapat dilihat dari data siaran dan pendengar setiap minggunya pada program PUSPA BAKABADARA tersebut. Informasi ksehatan yang diberikan kepada masyarakat melalui program tersebut berupa covid-19, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan ibu dan anak, TBC, dan lingkungan hidup. Berikut beberapa rangkuman siaran interaktif dengan pendengar dalam program PUSPA BAKABADARA : 1. Tema : Pelaksanaan Vaksin Dosis Booster Waktu : 27 Januari 2022 Narasumber : dr. Kirbi Vira Akesa Pencapaian tema : Menyajikan Informasi seputar Vaksin Booster serta mengajak pendengar untuk menyukseskan dan ikut serta vaksin booster untuk membantu memutus mata rantai penyebaran virus covid-19, selain itu juga mengingat di kabupaten Padang Pariaman dan khususnya di kecamatan batang anai banyak masyarakat yang takut untuk di vaksin, karena pasca mendengar informasi hoax. 2. Tema : Gerd (Penyakit Asam Lambung) Waktu : 3 Februari 2022 Narasumber : dr. Cindy Pencapaian tema : Menyajikan Informasi penyakit asam lambung disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah, memaparkan penyebab , ciri-ciri dan resiko penyakit asam lambung, mengedukasi pendengar menghindari mengkonsumsi makanan yang menyebabkan gerd mudah kambuh, dan mengajak pendengar untuk memperhatikan pola makan teratur. 3.Tema : Perawatan Kesehatan gigi dan mulut pada lansia Waktu : 17 Februari 2022 Narasumber : drg. Putra Hadi Pencapaian tema : Pada tema ini narasumber memaparkan kondisi kesehatan gigi dan mulut pada lansia, mengedukasi pendengar terkhusus pendengar yang sudah memasuki usia lansia , mengenali resiko mengalami masalah kesehatan gigi pada lansia, serta tips merawat gigi dan mulut. 4. Tema : BICR (Bulan Imunisasi Campak & Rubella) untuk Anak umur 9 bulan s/d kurang 15 tahun Waktu : 10 Maret 2022 Narasumber : Sukarni, Amd. Kep’’(Koordinator Imunisasi Puskesmas Pasar Usang) dr. Kirbi Vira Akesa (Dokter Puskesmas Pasar Usang) Pencapaian tema : BICR (Bulan Imunisasi Campak & Rubella) untuk Anak umur 9 bulan s/d kurang 15 tahun, mengajak orang tua untuk melakukan Imunisasi Campak & Rubella kepada buah hatinya serta mengedukasi orang tua pentingnya Imunisasi Campak & Rubella, terhaap kesehatan. 5. Tema : Caries Gigi Bisa Menyebabkan Stunting Waktu : 17 Maret 2022 Narasumber : drg. Dian Vafitri Pencapaian tema : Menginformasikan penyebab Caries pada gigi dan penyebab stunting, mengedukasi pendengar pentingnya menjaga kebersihan gigi dan kebersihan makanan yang akan di konsumsi, mengajak pendengar ikut berpartisipasi aktif dalam mengatasi stunting. 6. Tema : Caries Gigi Bisa Menyebabkan Stunting II Waktu : 24 Maret 2022 Narasumber : drg.Dian Vafitri Pencapaian tema : Menginformasikan penyebab Caries pada gigi dan penyebab stunting, mengedukasi pendengar pentingnya menjaga kebersihan gigi dan kebersihan makanan yang akan di konsumsi, mengajak pendengar ikut berpartisipasi aktif dalam mengatasi stunting. 7. Tema : Pentingnya pemeriksaan pada ibu hamil secara dini Waktu : 31 Maret 2022 Narasumber : Dirmiati, S.Tr.Keb Pencapaian tema : Pentingnya pemeriksaan pada ibu hamil secara dini : (1)Mengedukasi dan mengajak pendengar terutama bunda yang sedang hamil agar secara rutin melakukan pengecek’kan perkembangan janin nya. Karena di temui di lapangan saat ini terutama di kecamatan batang anai, banyak ibu-ibu hamil yang tidak terdata oleh puskesmas setempat.(2)Memantau kemajuan proses kehamilan demi memastikan kesehatan pada ibu serta tumbuh kembang janin yang ada di dalamnya. (3)Mengetahui adanya komplikasi kehamilan yang mungkin saja terjadi saat kehamilan sejak dini, termasuk adanya riwayat penyakitdan tindak pembedahan. (4)Meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi. (5)Mempersiapkan proses persalinan sehingga dapat melahirkan bayi dengan selamat serta meminimalkan trauma yang dimungkinkan terjadi pada masa persalinan. (6)Menurunkan jumlah kematian dan angka kesakitan pada ibu.(7)Mempersiapkan peran sang ibu dan keluarga untuk menerima kelahiran anak agar mengalami tumbuh kembang dengan normal. 8. Tema : Diet Sehat Untuk Penderita Diabetes Waktu : 7 April 2022 Narasumber : dr. Afifah Aqilatul Faridah Putri W Pencapaian tema : Mengedukasi masyarakat dan pendengar tentang tata cara diet sehat untuk penderita diabetes dan mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan dan pola makan terutama bagi penderita diabetes. 9. Tema : Tips Aman Berpuasa Bagi Ibu Hamil Waktu : 14 April 2022 Narasumber : Sri Zurfida, STr.keb Pencapaian tema : Menginformasikan kepada pendengar terutama ibu hamil, tentang tips dalam memilih makanan saat buka puasa, dan memberikan keyakinan penuh kepada bunda untuk semangat puasa. 10. Tema : Kebersihan Mulut dan Gigi saat puasa Waktu : 21 April 2022 Narasumber : drg. Dian Vafitri Pencapaian tema : Mengajak dan mengedukasi pendengar untuk tetap menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulut, selalu sikat gigi setelah sahur dan berbuka puasa. 11. Tema : Pentingnya Periksa Gigi Setelah Puasa Waktu : 12 Mei 2022 Narasumber : drg.Dian Vafitri Pencapaian tema : Menginformasi kan ke pendengar, Perubahan Jam Makan dan Gaya Hidup saat Puasa Berpengaruh pada Kesehatan Gigi, dan mengajak pendengar untuk cek kesehatan gigi ke puskesmas terdekat dan klinik gigi pasca puasa agar gigi tetap sehat. 12. Tema : Ayo ke Posbindu! Screening Penyakit Tidak Menular Waktu : 19 Mei 2022 Narasumber : Ns. Hj. Gusmarliani, S.Kep dan Desni Darwis, SKM Pencapaian tema : Menginformasikan berbagai macam penyakit tidak menular kepada pendengar, mengajak dan mengedukasi pendengar untuk cek kesehatan di puskesmas terdekat terutama penyakit tidak menular, hal ini dikarenakan kawasan kecamatan Batang Anai banyak pendengar atau masyarakat yang mengalami penyakit PTM ini salah satunya : stroke, diabetes dan lainnya. 13. Tema : Mengenal Berbagai Perawatan Gigi Berlubang Waktu : 9 Juni 2022 Narasumber : drg. Putra Hadi Pencapaian tema : Mengedukasi masyarakat tentang cara merawat gigi yang berlubang, mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan gigi terutama di Kabupaten PadangPariaman banyak data keluhan pasien yang mengalami sakit gigi di setiap puskesmas. 14. Tema : Kegiatan Penjaringan Faktor Resiko PTM Dalam Rangka Memperingati Hari Hypertensi Sedunia Waktu : 16 Juni 2022 Narasumber : Yuli Syafni, STr. Keb Pencapaian tema : Menginformasikan berbagai macam faktor penyebab penyakit PTM kepada pendengar, mengajak dan mengedukasi pendengar untuk cek kesehatan di puskesmas terdekat terutama penyakit tidak menular, hal ini dikarenakan kawasan kecamatan Batang Anai banyak pendengar atau masyarakat yang mengalami penyakit PTM ini salah satunya : stroke, diabetes, Hypertensi dan lainnya. 15. Tema : Imunisasi Dasar Lengkap yang bisa didapatkan bayi/balita di Posyandu Waktu : 23 Juni 2022 Narasumber : Nurviani Dewi, Amd. Keb dan Sukarni, Amd. Kep Pencapaian tema : Menginformasikan kepada orang tua yang mempunyai bayi/balita , agar memperhatikan jangka waktu yang tepat imunisasi buah hatinya, mengedukasi orang tua tentang pentingnya imunisasi untuk bayi/balita, mengingat di kabupaten padang pariaman ini, banyak jumlah anak yang masih belum di imunisai lengkap serta mengajak orang tua, agar membawa bayi/balita nya untuk di imunisasi di posyandu atau puskesmas terdekat. 16. Tema : Cegah Stunting, Kenali Penyebabnya Waktu : 30 Juni 2022 Narasumber : Desni Darwis, SKM (Petugas Promkes Puskesmas) Eka Rahmi Putri, SKM (Petugas Gizi Puskesmas) Pencapaian tema : Menginformasikan kepada pendengar Resiko gizi buruk pada anak dapat menyebabkan Stunting dan mengedukasi pendengar terutama orang tua, untuk selalu melakukan cek kesehatan rutin, salah satunya imunisasi pada anak. Literasi Kesehatan Komunikatif Informasi kesehatan yang dapat diakses oleh masyarakat salah satunya melalui media komunikasi massa menjalankan salah satu peran dan makna dari literasi kesehatan yaitu komunikatif. Berbagai ragam topik kesehatan yang diberikan juga bertujuan untuk mengubah paradigma masyarakat yang kebanyakan mengabaikan dari kesehatan mereka. Penggiatan literasi kesehatan melalui media komunikasi massa ini tidak hanya semata untuk memberikan informasi seputar kesehatan saja tetapi juga mengajak masyarakat memberikan opini, atau tanggapan mereka mengenai dari informasi yang diberikan. Hal ini juga nantinya akan memperlihatkan dalam tingkat pemahaman masyarakat dari informasi yang mereka dapatkan. Keterlibatan masyarakat dalam pemberian informasi kesehatan juga meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi masalah yang mereka hadapi(Oktarina, 2020.) Dalam segi literasi kesehatan komunikatif masyarakat mendapatkan informasi komunikasi massa yang dalam hal ini adalah radio. Pada siaran radio yang menyiarkan program kesehatan interaktif yaitu melakukan tanya jawab antara pendengar dan narasumber. Masyarakat yang memposisikan diri mereka sebagai pendengar dapat berinteraksi dengan narasumber melalui via telfon dan media sosial untuk mendapatkan informasi kesehatan yang mereka butuhkan sesuai dengan topik pembahasan yang telah disediakan. Partisipasi masyarakat melalui via telpon disediakan dua line telpon untuk atensi masayarakat yang ingin bertanya kepada narasumber yang hadir, sementara untuk media social yaitu melalui Whatssapp, Facebook, Instagram, dan Twitter. Tidak hanya itu, jangkauan siaran Radio Respon 93.0 FM juga mencakup di luar kawasan Padang Pariaman dan bagi masyarakat yang berada di luar jangkauan tersebut bisa mendengarkan di via live streaming. Maka dari itu kemampuan masyarakat dalam mendapatkan informasi kesehatan yang mereka butuhkan salah satunya yang disediakan oleh media komunikasi massa radio dapat dinilai cukup baik dengan partisipasi mereka dalam siaran kesehatan tersebut.

Conclusion

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa literasi kesehatan masyarakat yang berada dalam jangkauan Radio Respon 93.0 FM di kawasan Kabupaten Padang Pariaman dan sekitarnya telah cukup baik dengan dilihat dari partisipasi masyarakat melalui program PUSPA BAKABA DARA yang disiarkan setiap minggunya dengan berbagai topic kesehatan untuk masyarakat. Selain memberikan informasi-informasi seputar dari kesehatan dalam program PUSPA BAKABA DARA juga mengajak masyarakat aktif dari berpendapat dan memberikan komentar serta peduli akan setiap informasi kesehatan yang sedang terjadi. Maka dari itu diharapkan untuk media komunikasi massa yang dalam hal ini adalah Radio Respon 93.0 FM untuk kedepannya dapat meningkatkan kualitas dari program PUSPA BAKADA DARA dengan penyajian berbagai informasi mengenai kesehatan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.