Peran Perpustakaan dalam Membantu Riset tentang Studi Islam di Indonesia
Sekolah Tinggi Agama Islam YPBWI Surabaya; Universitas Negeri Surabaya; Universitas Airlangga
Abstrak
Pendidikan Islam di Indonesia memiliki sejarah yang panjang, dengan kontribusi signifikan dari para ulama terdahulu. Pustakawan memiliki peran untuk membantu akademisi dalam memajukan studi Islam. Studi ini bertujuan untuk mengobservasi perpustakaan beserta pustakawannya dalam membantu studi Islam pada lingkungan akademis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metadata dari Scopus. Ada sekitar 133 dokumen yang ditemukan. Kemudian dokumen dilakukan sortir untuk menghapus dokumendokuemn yang tidak memakai bahasa Inggris dan dokumen berbentuk tinjauan. Studi ini menemukan bahwa sampel tersisa sekitar 91 dokumen dari tahun 2008-2024. Sampel data dianalisis dengan metode bibliometrik dan SLR. Hasil menunjukkan bahwa kata yang paling banyak digunakan pada kata kunci paper-paper terdahulu yakni Muhammadiyah dan Syatibi. Kedua kata tersebut terhubung dengan kata mayor, Indonesian dan Islam. Penelitian tentang studi Islam melibatkan atau berhubungan dengan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia selain NU.
Abstract
Islamic education in Indonesia has a long history, with significant contributions from previous scholars. Librarians have a role in helping academics in advancing Islamic studies. observing how the role and contribution of libraries and their librarians in helping Islamic studies in academic environments. This study uses a qualitative method using metadata from Scopus. There are around 133 documents found. Then the documents are sorted to remove documents that do not use English and documents in the form of reviews. There are around 91 documents left from 2008-2024. The data sample was analyzed using bibliometric and SLR methods. The results show that the most used words in the keywords of previous papers are Muhammadiyah and Syatibi. Both words are connected to the word’s mayor, Indonesian and Islam. Research on Islamic studies involves or is related to Muhammadiyah as the largest Islamic organization in Indonesia besides Nahdlatul Ulama (NU).
Keywords:
Indonesia
· Islam
· Higher education
· Library
· Research
Introduction
Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar ke-2 di dunia, memegang peranan penting dalam kajian dan praktik Islam (Wardhana, Rusgianto, et al., n.d.). Pendidikan Islam di Indonesia memiliki sejarah yang panjang, dengan kontribusi signifikan dari para ulama terdahulu seperti Hasyim Asy'ari, yang memegang peranan penting dalam penyebaran hadis dan ilmu-ilmu Islam lainnya. Indonesia merupakan rumah bagi berbagai mazhab pemikiran Islam, yang sebagian besar beraliran Sunni, dengan sekitar 99% penduduk Muslimnya menganut aliran ini. Mazhab Syafi'i sangat berpengaruh, membentuk yurisprudensi dan praktik lokal. Keragaman ini menumbuhkan lingkungan yang kaya untuk penelitian ilmiah dalam studi Islam (Ma`arif & Rusydi, 2020). Indonesia memiliki banyak Universitas Islam Negeri (UIN), yang telah berevolusi dari lembaga yang terutama berfokus pada ilmu-ilmu Islam menjadi lembaga yang juga mencakup ilmu-ilmu umum. Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan paradigma pendidikan yang komprehensif yang menggabungkan pengetahuan agama dan sekuler (Murdayanti & Puruwita, 2018). Lembaga pendidikan tinggi Islam Indonesia secara aktif mempromosikan nilai-nilai Islam yang moderat (Ma`arif & Rusydi, 2020). Hal ini dicapai melalui kurikulum yang menekankan komitmen nasional, toleransi, antikekerasan, dan akomodasi budaya lokal. Penggabungan fiqih Indonesia ke dalam kurikulum pendidikan tinggi Islam bertujuan untuk menumbuhkan sikap moderat di kalangan mahasiswa, menekankan nilai-nilai seperti kesetaraan gender, kerukunan antaragama, dan prinsip-prinsip demokrasi, sehingga berdampak pada lanskap akademik dan budaya universitas-universitas Indonesia (Muhaimin et al., 2023). Perpustakaan Indonesia, khususnya di lembaga pendidikan tinggi Islam, memegang peranan penting dalam mendukung kajian Islam melalui berbagai inisiatif dan layanan. Hal ini dikarenakan perpustakaan tidak hanya menyediakan literatur, tetapi juga informasi, fasilitas, dan bantuan kolaborasi dari pustakawan (Ridwan & Rohana, 2021). Kualitas layanan perpustakaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan mahasiswa. Perpustakaan di lembaga seperti di beberapa Perguruan Tinggi Islam Negeri di Indonesia telah mengembangkan layanan yang komprehensif, meliputi perencanaan, pengembangan fasilitas, dan peningkatan kompetensi pustakawan, yang berkorelasi kuat dengan kepuasan belajar mahasiswa (Rodin et al., n.d.). Penelitian mengenai peran perpustakaan dalam membantu riset pada studi Islam sudah dilakukan oleh beberapa penelitian terdahulu. Seperti halnya penelitian oleh M. Z. A. Rahman & Darus (2004) mengemukakan bahwa tantangan utama pustakawan untuk membantu riset tentang studi Islam yakni terbatasnya keterlibatan fakultas dalam pemilihan materi dan kesenjangan komunikasi antara fakultas dan pustakawan. Hal ini menekankan perlunya kolaborasi terstruktur untuk meningkatkan koleksi perpustakaan dan menyelaraskannya dengan persyaratan program akademik yang terus berkembang. Senada dengan hal tersebut, studi oleh Kaba & Mostafa (2021) menekankan bahwa ketersediaan sumber informasi dan layanan digital dapat membantu meningkatkan semangat dosen dan mahasiswa uiversitas Islam lewat peningkatan akses terhadap informasi Islam dan hukum. Namun, belum ada penelitian yang menawarkan pemetaan masalah beserta solusi saat pustakawan berkolaborasi dengan akademisi untuk kemajuan studi Islam ataupun melakukan penelitian dalam bidang studi Islam. Hal ini dapat menjadi kebaruan penelitian yang baik bagi penelitian ini. Berdasarkan hal tersebut studi ini bertujuan untuk mengobservasi bagaimana peran serta andil perpustakaan beserta pustakawannya dalam membantu studi Islam pada lingkungan akademis. Studi Islam di Indonesia menunjukkan beberapa karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan Timur Tengah, yang dipengaruhi oleh faktor sejarah, budaya, dan pendidikan. Islam Indonesia sangat dipengaruhi oleh budaya dan tradisi lokal, yang menghasilkan praktik sinkretis yang unik. Pesantren, sekolah berasrama Islam tradisional, telah berperan penting dalam melestarikan dan menyebarkan pengetahuan Islam di Indonesia (Yumnah, 2020). Sementara ideologi Islam dari Timur Tengah tentu saja telah memengaruhi Indonesia, adopsi dan interpretasi ide-ide ini sangat terlokalisasi (Wijayanti et al., 2021). Misalnya, pengaruh Ikhwanul Muslimin dan gerakan Salafi telah disesuaikan agar sesuai dengan lanskap sosial-politik Indonesia sendiri. Pesantren sering kali menggabungkan unsur-unsur budaya lokal dan metode pedagogis, yang berbeda dari pendekatan yang lebih formal di Timur Tengah (Yusuf, 2017). Ada dua cara pengajaran studi Islam antara santri dan kyai di dalam pesantren, sorogan dan bandongan. Metode sorogan melibatkan sesi bimbingan pribadi antara seorang guru (kyai) dan seorang siswa (santri) (Ma’ruf et al., 2025). Hal ini memungkinkan adanya instruksi yang dipersonalisasi dan diskusi yang mendalam. Dalam sorogan, terjadi komunikasi langsung antara santri dan ustadz. Hal ini mendorong partisipasi aktif di antara santri yang dapat mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan materi yang tidak mereka pahami. Hal ini menumbuhkan rasa hormat dan keseriusan dalam mempelajari teks-teks Islam (Zakik et al., 2022). Metode Sorogan berupa mempelajari kitab-kitab secara menyeluruh/holistik huruf demi huruf dan kalimat demi kalimat. Hal ini untuk memastikan pemahaman yang mendalam terhadap berbagai mata pelajaran mulai dari nahwu (tata bahasa), shorrof (linguistik), dan balaghoh (sastra). Metode bandongan melibatkan diskusi kelompok dan debat di antara para siswa, yang menumbuhkan pemikiran kritis dan pembelajaran kolaboratif. Metode bandongan merupakan metode pengajaran monolog, yaitu guru (kyai) membacakan kitab dengan suara keras sambil menjelaskan isinya kata per kata atau kalimat per kalimat. Kemudian, siswa menuliskan kembali kata-kata guru di atas kertas (Gandasari et al., 2021). Bandongan mendorong hafalan dan pemahaman cepat melalui transkripsi langsung dari apa yang sedang dibaca. Namun, sorogan meningkatkan keterampilan retensi dan penerapan melalui diskusi interaktif dan proses tanya jawab. Bandongan mengutamakan pendekatan layanan kolektif di mana banyak siswa mendengarkan seorang guru membacakan dengan suara keras. Di sisi lain, sorogan berfokus pada pendekatan layanan individual, menyediakan bimbingan pribadi yang disesuaikan secara khusus dengan kebutuhan setiap siswa. Selain pesantren, universitas Islam, baik negeri maupun swasta turut berpartisipasi dalam perkembangan ilmu studi Islam di Indonesia. Tentu saja setiap universitas mempunyai perpustakaan yang siap menyediakan berbagai literasi serta membantu akademisi untuk melaksanakan riset tentang studi Islam (Wiyarsih et al., 2023). Selain itu, visi perguruan tinggi Islam sering menekankan keunggulan, daya saing, dan reputasi internasional. Namun, umumnya perguruan tinggi Islam tidak memiliki kriteria yang komprehensif untuk indikator keberhasilan yang terukur dan jadwal pencapaian yang spesifik. Meskipun ada upaya untuk meningkatkan, banyak perguruan tinggi Islam menghadapi tantangan dalam mencapai standar internasional. Misalnya, beberapa perguruan tinggi Islam negeri belum sepenuhnya berkembang menjadi organisasi pembelajar yang mampu memenuhi standar tersebut. Hal ini juga memerlukan perubahan signifikan dalam sumber daya manusia dan struktur organisasi.
Method
Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan data sekunder pada situs web Scopus berupa metadata dokumen-dokumen yang terdaftar pada website Scopus. Studi ini menggunakan data-data pada Scopus karena Scopus adalah salah satu basis data abstrak dan kutipan paper-paper terbesar di dunia (Mafruchati et al., n.d.). Scopus menawarkan hasil riset secara global dan regional dalam bentuk jurnal ilmiah, prosiding konferensi, dan buku. Scopus menyediakan catatan metadata yang diperkaya dan profil komprehensif untuk penulis dan lembaga, yang dibuat menggunakan algoritma pembuatan profil tingkat lanjut dan kurasi manual (Mafruchati et al., 2022). Hal ini memastikan presisi dan daya ingat yang tinggi dalam data. Data diambil dengan memasukkan queries pada fitur pencarian di halaman scopus. Queiries yang dimasukkan yakni (TITLE-ABS-KEY ("Islam") AND TITLE-ABS-KEY ("librar*")) AND ( LIMIT-TO (AFFILCOUNTRY, "Indonesia")) AND (LIMIT-TO (LANGUAGE, "English")). Ada sekitar 133 dokumen yang ditemukan. Kemudian dokumen dilakukan sortir untuk menghapus dokumen-dokumen yang tidak memakai bahasa Inggris dan dokumen berbentuk tinjauan. Setelah dilakukan eliminasi, sampel yang tersisa berjumlah sekitar 91 dokumen. Dokumen kemudian disimpan dalam bentuk CSV. Sebelum disimpan, beberapa kriteria dicentang seperti informasi sitasi, informasi penulis, serta abstrak. Sumber: https://www.prisma-statement.org/prisma-2020-flow-diagram Gambar 1. PRISMA flowchart of data collection Data dianalisis dengan mengunakan metode bibliometrik dan Systematic Literature Review (SLR). Data dalam bentuk CSV dimasukkan dalam aplikasi Vosviewer untuk melihat kata-kata yang paling sering digunakan pada kata kunci (Mafruchati et al., 2023). Kata kunci tersebut terdapat dalam dokumen-dokumen yang telah dipublikasikan pada jurnal-jurnal terindeks Scopus. Kemudian lewat Vosviewer, studi ini juga bisa melihat afiliasi penulis dengan sitasi terbanyak. Lewat mengetahui kata yang paling banyak digunakan, studi ini dapat membuat saran apa yang dapat digunakan untuk meningkatkan salah satu bahasan mengenai studi Islam. Selain paper-paper yang diunduh di Scopus, studi ini juga menggunakan paper-paper yang mempunyai topik mirip dengan paper-paper yang terdapat dalam metadata dari Scopus. Ada beberapa hal yang disusun dalam bentuk tabel berdasarkan hasil dari SLR yakni strategi yang digunakan pustakawan, rintangan dalam kolaborasi antara pustakawan dengan akademisi, serta peran antara pustakawan dan akademisi dalam mengembangkan studi Islam.
Discussion
Gambar 1 memperlihatkan bahwa kata-kata yang sering digunakan pada kata kunci paperpaper terdahulu yakni Indonesia dan Islam. Kedua kata tersebut menggambarkan topik utama dalam penelitian. Kata Indonesia terhubung dengan kata-kata lebih kecil frekuensi munculnya pada kata kunci, yakni transcendental, qur’an, politics, muhammadiyah, cosmopolitan, cultural perspective, and Islamic education. Fakta yang unik bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia selain NU memperlihatkan bahwa topik mengenai peran perpustakaan terhadap riset mengenai studi Islam terdapat hubungan dengan organisasi Muhammadiyah. Studi oleh (Arifin et al., 2022) mengemukakan bahwa Muhammadiyah telah mendirikan ribuan lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, menjadikannya sebagai landasan pendidikan nasional dan Islam. Lembaga-lembaga ini memadukan pendidikan modern dan keagamaan, yang mempromosikan pemahaman Islam yang progresif. Organisasi ini menekankan pentingnya pengetahuan agama dan ilmiah untuk membina masyarakat Islam yang progresif (Wardhana & Ratnasari, 2022b). Kontribusi Muhammadiyah terhadap studi Islam di Indonesia bersifat multifaset, meliputi pendidikan, layanan sosial, dan promosi Islam moderat. Upayanya untuk menyeimbangkan ajaran agama dengan modernitas dan rasionalitas telah memposisikannya sebagai pemain kunci dalam konteks nasional dan internasional. Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Muhammadiyah terus memengaruhi dan membentuk lanskap pemikiran dan praktik Islam di Indonesia (Iman, Wardhana, et al., 2022). Kemudian, kata mayor Islam terkoneksi dengan syatibi, A-manar, manuscript, dan approach. Syatibi merupakan salah satu bapak pencetus teori maqashid syariah untuk ilmu ekonomi Islam dan fiqih muamalah yang membahas tentang lima prinsip perlindungan terhadap aktivitas ekonomi. Studi oleh (Fauzi et al., 2024) mengemukakan bahwa Maqasid Syariah sebagai tujuan hukum Islam adalah kerangka kerja yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai dan kepentingan penting dalam yurisprudensi Islam. Tujuan-tujuan ini meliputi perlindungan agama, kehidupan, kecerdasan, keturunan, dan harta benda (I. Rahman et al., 2022). Konsep ini penting untuk mendapatkan putusan hukum dan menangani isu-isu kontemporer dalam komunitas Muslim (Wardhana, 2022). Maqasid al-Syariah, atau tujuan hukum Islam, adalah kerangka kerja yang bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan nilai-nilai dan kepentingan penting dalam yurisprudensi Islam (Iman, Sukmana, et al., 2022). Tujuan-tujuan ini meliputi perlindungan agama, kehidupan, kecerdasan, keturunan, dan harta benda. Konsep ini penting untuk mendapatkan putusan hukum dan menangani isu-isu kontemporer dalam komunitas Muslim (Ghifara et al., 2022). Pustakawan dapat berkolaborasi dengan akademisi lewat pencarian kolesi literatur tentang perlunya untuk menyeimbangkan prinsip-prinsip maqashid syariah dengan praktik keuangan kontemporer untuk memastikan bahwa inovasi dalam bidang keuangan dan perbankan tidak mengorbankan nilai-nilai inti Syariah (Effendi, 2023). Untuk mengimplementasikan prinsip maqashid syariah, perlu adanya edukasi baik dari pihak pemerintah maupun akademisi kepada masyakarat. Hal ini dikarenakan maqashid syariah menjamin adanya keadilan dan kewajaran bagi semua pihak yang bertransaksi merupakan prinsip dasar (Darumoyo, 2021). Termasuk di dalamnya pelarangan praktik-praktik eksploitatif seperti riba, perjudian, dan ketidakpastian yang berlebihan (Wardhana, Ratnasari, et al., n.d.). Pihak perpustakaan dapat menggelar seminar tentang praktik maqashid syariah ini kepada akademisi yang spesialisasinya dalam bidang keuangan. Tabel 1. Strategi pustakawan untuk mengenalkan maqashid syariah pada publik Strategi Penjelasan Kurasi Koleksi Khusus Mengembangkan koleksi yang berfokus pada etika Islam, keadilan sosial, dan Maqashid syariah (Wijayanti & Ryandono, 2020) Menggelar Diskusi dan Lokakarya Buku Menyelenggarakan acara untuk membahas teks-teks Islam dan relevansinya dengan isu-isu kontemporer (Pujianto et al., 2023) Menawarkan Panduan Penelitian Membantu pengguna dalam melakukan penelitian tentang Maqashid Sharia dan topik terkait (Ryandono et al., 2025). Berkolaborasi dengan Ulama dan Organisasi Islam Bermitra dengan para ahli untuk menyediakan wawasan dan sumber daya yang berwenang (Ryandono et al., 2019) Mengembangkan Sumber Daya Digital Membuat basis data daring, buku elektronik, dan pameran digital tentang Maqashid Sharia (Wardhana, 2021) Menawarkan Program Literasi Menyediakan program untuk membantu orang memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan mereka (Nurmalina, 2020) Mempromosikan Dialog Antar Agama Mengadakan acara untuk membahas nilai-nilai bersama dan prinsip-prinsip etika (Wijayanti et al., 2020) Mendukung Inisiatif Komunitas Berkolaborasi dengan organisasi lokal untuk mengatasi masalah sosial yang selaras dengan Maqashid syariah (Febriyanti et al., 2022) Ciptakan Tampilan dan Pameran yang Menarik Pamerkan materi-materi terkait Maqashid syariah dengan cara yang menarik perhatian (Sungadi, 2020). Memberikan Pelatihan bagi Staf Perpustakaan Melengkapi staf dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mempromosikan Maqashid syariah secara efektif (Setiawan, 2015) . Sumber: Data diolah oleh penulis (2024) Tabel 2. Afiliasi penulis dengan sitasi terbanyak Organization Documents Citations Institut Agama Islam Negeri Curup, Indonesia 2 26 State Islamic University, Jakarta, Indonesia 1 10 Université Catholique De Louvain, Belgium 1 10 Faculty Of Dakwah and Communication, State Islamic University ArRaniry, Banda Aceh, Indonesia 1 9 Faculty Of Sharia, State of Islamic Institution Langsa, Aceh, Indonesia 1 9 Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Indonesia 1 9 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia 1 9 State Islamic Institute of Teungku Dirunddeng Meulaboh, Aceh, Indonesia 1 9 Department of Da’wah Management, Faculty of Da’wah and Communication, State Islamic University of Sultan Syarif, Kasim Riau, Indonesia 1 7 Institut Agama Islam Ma’arif Nu (Iaimnu) Metro Lampung, Indonesia 1 7 Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Falah Cicalengka Bandung, Indonesia 1 7 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Syariah Nahdatul Ulama Bengkulu, Indonesia 1 7 The State Islamic Institute (Iain) of Tulungagung, East Java, Indonesia 1 7 Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo, Indonesia 1 6 Islamic Community Development Program, Faculty of Da'wa and Communication, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, Indonesia 1 6 Pascasarjana Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al Qur’an Jakarta, Indonesia 1 6 Post Graduate Program of Islamic Studies, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, Surabaya, Indonesia 1 6 Sekolah Tinggi Agama Islam Alif Laam Miim, Surabaya, Indonesia 1 6 Universitas Indonesia, Indonesia 1 6 Universitas Islam Indonesia, Indonesia 1 6 Universitas Malaya, Malaysia 1 6 Universitas Muhammadiyah Cirebon, Indonesia 1 6 Sumber: Data diolah oleh Vosviewer Kendala Sinergi Antara Perpustakaan dengan Akademisi Pustakawan dan akademisi mempunyai lingkungan kerja yang sama, yakni pada dunia pendidikan tinggi. Namun, fokus pekerjaan dan tanggung jawab utama mereka berbeda secara signifikan (Darumoyo, 2021). Hal ini menyebabkan beberapa kendala jika mereka bersinergi untuk melakukan penelitian secara bersama. Beberapa pustakawan hanya mempunyai keterampilan mengenai manajemen koleksi serta sortir kumpulan data data-data literatur dan layanan di perpustakaan, sehingga skill sebagai pengalaman praktisi dalam bidang riset kurang. Tabel 3. Kendala kolaborasi antara pustakawan dan akademisi untuk riset tentang studi Islam Rintangan Keterangan Kurangnya Komunikasi Saluran komunikasi yang tidak memadai atau strategi komunikasi yang tidak efektif dapat menghambat kolaborasi (Prianto & Bachtiar, 2020) Prioritas yang Berbeda Prioritas yang berbeda-beda, seperti pengajaran, penelitian, dan tugas administratif, dapat membatasi peluang kolaboratif (Mendo et al., 2023) Waktu Terbatas Jadwal yang padat dan keterbatasan waktu dapat menyulitkan penentuan prioritas kolaborasi (Pratiwi et al., 2022) Kurangnya Kesadaran akan Peran Masing-masing Kesalahpahaman tentang peran dan tanggung jawab pustakawan dan dosen dapat menyebabkan kolaborasi yang tidak efektif (Asaniyah & Utomo, 2023) Pelatihan Kurang Memadai Kurangnya pelatihan dalam literasi informasi, beasiswa digital, dan metode penelitian dapat menghambat kolaborasi (Salamon, 2016) Hambatan Teknologi Akses yang terbatas terhadap teknologi atau dukungan teknis yang tidak memadai dapat menghambat upaya kolaboratif (Mafruchati et al., 2024) Perbedaan Budaya Perbedaan perspektif budaya dan gaya komunikasi dapat menciptakan tantangan dalam kolaborasi (Qosim et al., 2023) Hambatan Kelembagaan Kendala birokrasi dan struktur organisasi dapat menghambat kolaborasi (Purnama et al., 2020) Sumber Daya Terbatas Pendanaan dan staf yang tidak memadai dapat membatasi ruang lingkup dan efektivitas proyek kolaboratif (Adirestuty et al., 2025) Kurangnya Kepercayaan dan Rasa Hormat Kurangnya kepercayaan dan rasa hormat antara pustakawan dan dosen dapat merusak upaya kolaboratif (Nashihuddin & Trianggoro, 2017) Sumber: Data diolah oleh penulis (2024) Peran Pustakawan terhadap Bidang Studi Islam Untuk mendukung penelitian dan akses ke sumber daya di bidang studi Islam, pustakawan memainkan beberapa peran penting. Pustakawan memastikan ketersediaan sumber daya informasi elektronik, yang penting untuk penelitian (Hasbi et al., 2023). Mereka sering menghubungkan sumber daya akses terbuka ke situs web perpustakaan dan mempromosikan penggunaan mesin pencari seperti Google Cendekia untuk meningkatkan aksesibilitas (Wardhana & Ratnasari, 2022a). Untuk memahami tanggung jawab utama pustakawan yang mengkhususkan diri dalam studi Islam, penting untuk mempertimbangkan tugas pustakawan umum dan tugas khusus dalam konteks Islam (Nurmalina, 2020). Di sisi lain, perpustakaan harus beradaptasi dengan kebutuhan dan perilaku penggunanya yang terus berkembang, yang semakin menyukai sumber daya digital dan akses jarak jauh (Santoso & Kusuma, 2023). Hal ini memerlukan perubahan dalam cara perpustakaan beroperasi dan melayani masyarakatnya. Perpustakaan, meskipun tetap berfungsi sebagai pusat masyarakat yang penting, harus beradaptasi dengan perubahan kebutuhan dan preferensi penggunanya. Meningkatnya sumber daya digital dan akses jarak jauh telah menyebabkan perubahan dalam cara perpustakaan beroperasi dan melayani masyarakatnya. Agar tetap relevan, perpustakaan perlu merangkul teknologi dan menawarkan berbagai layanan yang memenuhi berbagai kebutuhan penggunanya (Fauzi et al., 2024). Tabel 4. Peran pustakawan dan dosen pada riset tentang studi Islam Peran Pustakawan Pengajar Akuisisi Sumber Daya Memperoleh dan mengelola beragam koleksi materi studi Islam (Ryandono et al., 2019) Mengidentifikasi kesenjangan penelitian dan merekomendasikan sumber daya tertentu. Literasi Informasi Memberikan instruksi tentang keterampilan literasi informasi (Sari et al., 2024) Menggabungkan keterampilan literasi informasi ke dalam kursus. Dukungan Penelitian Membantu peneliti dalam menemukan materi yang relevan dan menavigasi sumber daya perpustakaan (Qosim et al., 2023) Membimbing mahasiswa dan peneliti, memberikan panduan tentang topik dan metodologi penelitian. Beasiswa Digital Mempromosikan penggunaan alat dan teknologi digital untuk penelitian dan pengajaran (Bachtiar, 2021) Menggabungkan alat dan teknologi digital ke dalam praktik pengajaran dan penelitian. Pelestarian dan Pengarsipan Melestarikan dan mendigitalkan manuskrip Islam yang langka dan berharga serta materi lainnya (Ryandono et al., 2022) Mendorong pelestarian warisan budaya dan penggunaan sumber-sumber sejarah yang etis Layanan Referensi Menjawab pertanyaan penelitian dan menawarkan panduan tentang metodologi penelitian (Wan Ismail et al., n.d.) Memberikan panduan tentang desain penelitian dan analisis data. Pengembangan Koleksi Memilih materi untuk mendukung kurikulum dan kebutuhan penelitian departemen (Wardhana, 2023) Berkolaborasi dengan pustakawan untuk mengidentifikasi kesenjangan koleksi dan menyarankan akuisisi. Pendidikan Pengguna Melaksanakan lokakarya dan tutorial tentang penggunaan sumber daya dan layanan perpustakaan (Muhaimin et al., 2023) Mengajarkan siswa cara mengevaluasi informasi secara kritis dan mengutip sumber dengan benar. Jangkauan Mempromosikan sumber daya dan layanan perpustakaan kepada masyarakat luas (Wijayanti, n.d.) Mewakili departemen pada konferensi akademis dan acara profesional lainnya. Kolaborasi Bekerja sama erat dengan fakultas, mahasiswa, dan pustakawan lainnya untuk mendukung penelitian dan pengajaran (Fauziana et al., 2022) Berkolaborasi dengan pustakawan untuk mengembangkan proyek pengajaran dan penelitian yang inovatif. Sumber: Data diolah oleh penulis (2024)
Conclusion
Berdasarkan hasil diatas, dapat disimpulkan bahwa kata yang paling banyak digunakan pada kata kunci studi-studi terdahulu yakni Muhammadiyah dan Syatibi. Kedua kata tersebut terhubung pada kata mayor, Indonesian dan Islam. Hal ini menyimpulkan bahwa penelitian tentang studi Islam melibatkan atau berhubungan dengan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia selain NU. Selain itu, terdapat pula kata Syatibi sebagai bapak konsep maqashid syariah sebagai landasan untuk memahami dan menerapkan ajaran Islam dalam berbagai aspek kehidupan. Mengintegrasikan Maqashid syariah ke dalam kurikulum dapat meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan menumbuhkan individu yang berwawasan luas yang dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat (Mutmainah & Romadhon, 2023). Maqashid syariah juga mengajarkan umat Islam untuk menafsirkan dan menerapkan ajaran Islam dengan cara yang mempromosikan keadilan, kasih sayang, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Studi ini juga menunjukkan bawah sinergi antara pustakawan dengan akademisi dalam penelitian tentang studi Islam mengalami banyak kendala (Hidayat & Diana, 2024). Hal ini dikarenakan tugas kerja dan fokus visi pekerjaan yang mereka anut berbeda. Perlu melakukan sinkronisasi pemikiran dan pembagian tugas antara pustakawan dan akademisi saat berkolaborasi (Fauziah Ramadhany, 2024). Penelitian ini menyarankan agar studi selanjutnya meneliti faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi niatan akademisi untuk bekerjasama dengan pustakawan untuk penelitian studi Islam.