Kebijakan Preservasi Koleksi Kearifan Lokal Pada Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar
Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar
Abstrak
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalah analisis kegiatan dan kebijakan preservasi koleksi kearifan lokal pada Dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten Tanah Datar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kegiatan dan kebijakan preservasi koleksi kearifan lokal pada Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian lapangan ( field research) dengan metode kualitatif dan menggunakan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang gunakan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dimulai dari Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan simpulan atau verifikasi. Penjamin keabsahan menggunakan trigulasi teknik atau metode, dan trigulasi sumber. Hasil penelitian pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar menunjukan bahwa Kerusakan bahan pustaka di sebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor alam,hewan dan manusia. Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan koleksi kearifan lokal. kegiatan preservasi koleksi kearifan lokal pada Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar melalui beberapa rangkaian yaitu pemilihan(Selecting), mengumpulkan (Collecting),menyimpan (storing), mengaktualisasikan (actualizing),menjaga (Protecting),dan mengakses (accesing). Kebijakan yang dilakukan adalah memilih koleksi kemudian mengelompokannya berdasarkan tingkat kerusakan. Kendala yang dialami adalah Kurangnya tenaga ahli,kurangnya alat dan bahan pendukung, serta h kurangnya anggaran dana. Upaya yang dilakukan adalah mengerjakan sesuai mengerjakan sesuai kemampuan dan keterampilan yang dimilik. Untuk anggaran dana sendiri pihak perpustakaan belum ada upaya yang dilakukan untuk mendapatkan dana tambahan.
Abstract
The main problem in this thesis is the analysis of local wisdom collection preservation activities at the Tanah Datar Regency library and archives service. The aim of this research is to find out the activities and policies for preserving local wisdom collections at the Tanah Datar Regency Library and Archives Service. The type of research that researchers use is field research with qualitative methods and using a descriptive approach. The data collection techniques used are through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques start from data collection, data reduction, data presentation, and conclusions or verification. Guaranteed validity uses triangulation of techniques or methods, and triangulation of sources.The results of research at the Tanah Datar Regency Library and Archives Service show that damage to library materials is caused by several factors, namely natural, animal and human factors. This activity aims to preserve local wisdom collections. Local wisdom collection preservation activities at the Tanah Datar Regency Library and Archives Service go through several series, namely selecting, collecting, storing, actualizing, protecting and accessing. The policy implemented is to select collections and then group them based on the level of damage. The obstacles experienced were a lack of experts, a lack of supporting tools and materials, and a lack of budget. The effort made is to work according to the abilities and skills possessed. For the library's own budget, no efforts have been made to obtain additional funds.
Keywords:
Preservasi koleksi
· perpustakaan umum
Introduction
Seiring berkembangnya zaman tingkat kebutuhan informasi semakin meningkat. Perpustakaan merupakan tempat yang dijadikan sebagai wadah dalam menyalurkan akan kebutuhan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada perpustakan terdapat berbagai macam informasi yang tersedia dalam menyalurkan informasi melalui koleksi-koleksi yang dimiliki atau yang disebut sebagai bahan pustaka. Menurut Saleh (2014) yang dikutip dari Random House Dictionary of the English Language, Perpustakaan adalah sebuah lokasi yang menyimpan buku-buku dan sumber daya lainnya untuk dibaca, dipelajari, dan dijadikan referensi. Tempat ini dapat berbentuk ruangan atau bangunan. Sedangkan menurut UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan didefinisikan sebagai suatu institusi yang mengelola berbagai macam informasi dalam berbagai macam bentuk media seperti media tulis, cetak atau pun media rekam lainnya secara profesional dengan menggunakan suatu sistem atau metode yang terstandar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan juga untuk memenuhi kebutuhan rekreasi (Undang-Undang republik Indonesia No.43 Tentang Perpustakaan , 2007). Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 tentang perpustakaan pasal 20, menyebutkan :1.Setiap perpustakaan wajib memiliki sarana wajib menyimpan koleksi, sarana akses informasi, dan sarana pelayanan perpustakaan. 2.Sarana penyimpan koleksi paling sedikit berupa perabot yang sesuai dengan bahan perpustakaan yang dimiliki. 3.Sarana akses informasi paling sedikit berupa perabot, peralatan dan sarana temu kembali bahan perpustakaan dan informasi yang dimiliki. 4. Sarana pelayanan perpustakaan paling sedikit berupa perabot dan peralatan yang sesuai dengan jenis pelayanan perpustakaan. Pada setiap perpustakaan tentu saja memiliki manajemen atau pengelolaan bahan pustaka. Dalam pengelolaan bahan pustaka suatu perpustakaan memiliki unsur-unsur yang sangat penting suatu perpustakaan yang meliputi: koleksi, sumber daya manusia, pengolahan sumber informasi, pengguna, sumber dana dan layanan dengan tetap memperhatikan fungsi manajemen, peran dan keahlian (Wahyuni S, 2015) Menurut Sri Wulandari yang dikutip dari Liauw, Toong Tjiek (2015) dalam sebuah perpustakaan, koleksi yang memuat mengenai informasi kearifan lokal tergolong dalam koleksi local content (koleksi muatan lokal), yaitu koleksi yang mengandung informasi mengenai entitas lokal (perorangan, institusi, kegiatan, geografi dan budaya). Koleksi muatan lokal yang terdapat di perpustakaan umum daerah berkaitan mengenai budaya dan lingkungan sosial dari suatu daerah, pengetahuan mengenai koleksi muatan lokal dari suatu daerah merupakan hal yang harus dipelajari dan perlu dikembangkan kepada masyarakat agar mereka dapat mengenal dan memahami budaya lokal yang sudah berkembang atau yang masih berkembang hingga saat ini (Martinus, S.W.,2021). Kearifan lokal (local wisdom) dilihat sebagai gagasan, kepercayaan, aturan dan dimensi suatu materi. Gagasan mencakup hal-hal seperti nilainilai,pengetahuan dan pengalaman. Nilai-nilai diartikan sebagai ide dan kepercayaan tentang benar tidaknya suatunormayang diinginkan oleh budaya tersebut. Nilai-nilai tersebut merupakan konsep abstrak yang berlandaskan agama,budaya dan mencerminkan cita-cita dan visi suatu masyarakat(Rahmatih,2020). Sebuah perpustakaan memerlukan pengelolaan bahan perpustaka serta perawatan bahan perpustakaan. Di dalam melakukan perwatan terdapat tiga tahapan yang perlu kita lakukan ;salah satunya yaitu pelestarian (Preservasi)bahan pustaka. Menurut (Mortoatmodjo, 2010) dikutip dari international federation of Library Association( IFLA) preservasi bahan perpustakaan mencakup semua aspek usaha melestarikan bahan pustaka, keuangan, ketenangan, metode dan teknik, serta penyiimpanan. Dapat kita simpulkan bahwa pelestarian ini bermaksud agar bahan pustaka tidak cepat mengalami kerusakan. Menurut (Primadesi, 2013) ada beberapa rangkaian kegiatan dalam melestarikan pengetahuan seperti: 1. Memilih (Selecting),2. Mengumpulkan (Collecting), 3. Menyimpan (Storing), 4. Mengaktualisasikan (Actualizin), 5. Menjaga (Protecting), 6. Mengakses (Accessing).Sehingga, dari hasil kegiatan tersebut nantinya informasi yang telah didapatkan dapat terlindungi secara baik, meminimalisir potensi kerusakan baik dari alam maupun dari manusia yang pada akhirnya informasi dan pengetahuan tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh organisasi dan masyarakat luas dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, ekonomi, budaya dan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini peneliti menggunakan teori dari (Primasesi,2013) mengenai kegiatan preservasi dan rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam preservasi. rangkaian kegiatan dalam melestarikan pengetahuan seperti: 1. Memilih (Selecting),2. Mengumpulkan (Collecting), 3. Menyimpan (Storing), 4. Mengaktualisasikan (Actualizin), 5. Menjaga (Protecting), 6. Mengakses (Accessing). Selain itu penelitian ini juga didukung oleh teori (Mortoatmodjo,2010) preservasi bahan perpustakaan mencakup semua aspek usaha melestarikan bahan pustaka, keuangan, ketenangan, metode dan teknik, serta penyiimpanan. Pada dinas perpustakaan dan Kearsipan kabupaten Tanah Datar, koleksi kearifan Lokal Khususmua koleksi Minangkabau terdiri dari 198 judul dan 633 eksemplar. Tabel 1. Jumlah Koleksi Minangkabau Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanah Datar Tahun 2022 No Klasifikasi Judul Eksemplar 1. 000 - 099 (karya umum) 2 6 2. 100 - 199 (filsafat & psikologi) 2 9 3. 200 - 299 (agama) 9 23 4. 300 - 399 (ilmu sosial) 118 410 5. 400 - 499 (bahasa) 2 4 6. 500 - 599 (ilmu murni/sains) 2 4 7. 600 - 699 (teknologi) 0 0 8. 700 - 799 (seni rekreasi & olahraga) 4 11 9. 800 - 899 (kesusasteraan) 9 41 10. 900 - 999 (sejarah,ilmu bumi & geografi) 50 125 JUMLAH 198 633 Sumber: Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar 2 Berdasarkan tabel diatas mengenai jumlah koleksi Minangkabau, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanah Datar Bahwasanya Jumlah koleksi Minangkabau berjumlah sebanyak 633 eksemplar dan memiliki judul sebanyak 198. Dari beberapa jumlah buku yang ada, kerusakan yang ada pada koleksi Minangkabau ini berjumlah 10 eksemplar, kerusakaan nya tersebut termasuk kedalam rusak ringan saja. Pada Dinas Perpustakaan dan kearsipan Tanah Datar, kebijakan preservasi koleksi karifan lokal dilakukan dengan cara perawatan koleksi pustaka pada umumnya. Dimulai dengan memilah buku- buku yang yang rusak kemudian digolongkan berdasarkan tingkat kerusakan yang diaalami, dimulai dari kerusakan ringan, sedang, hingga kerusakan berat. Berdasarkan hasil wawancara yang pada tanggal 12 April 2023 dilakukan dengan sorang pustakawan yaitu Bapak muhajirin beliau mengatakan bahwasanya kegiatan preservasi koleksi kerasifan Lokal ini belum berjalan secara optimal. Dikarenakan kurangnya tenaga ahli serta ilmu pengetahuan yang dimiliki. Berdasarkan uraian masalah diatas, peneliti ingin meneliti dengan judul Kebijakan Preservasi Koleksi Kearifan Lokal Pada Dinas Perpustakan Dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Bagaimana kegiatan preservasi koleksi kearifan Lokal pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar, Apa saja kendala yang di hadapi dalam melakukan Preservasi koleksi Kearifan lokal pada Dinas kearsipan Kabupaten Tanah Datar, Apa saja upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yang di hadapi dalam melakukan preservasi koleksi kearifan lokal Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana kegiatan preservasi koleksi kearifan Lokal pada Dinas Perpustakaan dan Apa saja kendala yang di hadapi dalam melakukan Preservasi koleksi Kearifan lokal pada Dinas kearsipan Kabupaten Tanah Datar Kearsipan Kabupaten Tanah Datar, untuk melihat, dan untuk mengetahui
Method
Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian Lapangan (field research) dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang sedang diteliti secara detail dan mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan dan mengkaji mengenai kebijakan preservasi koleksi kearifan lokal Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah yang lebih mendalam. Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri, dengan cara melakukan wawancara secara langsung ke lapangan. Untuk membantu peneliti mengumpulkan data, peneliti menggunakan alat bantu seperti handphone sebagai media rekam dan juga untuk mengambilan foto, serta menggunakan laptop untuk mengolah hasil wawancara dan juga menggunakan alat tulisnya seperti pulpen dan juga buku. Peran peneliti adalah mengidentifikasi fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber Data, memerikasa data, menganalisis data, menganalisis data ( menginterprestasikan data, dan menarik temuan (Abdussamad, 2021). Sumber data yang peneliti gunakana adalah sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang peneliti dapatkan dari hasil obervasi ( pengamatan) dan dasil wawancara. Sedangkan sumber data sekunder yaitu peneliti dapatkan dari sumber yang telah ada sebelumya dan digunakan untuk menlengkapi data primer. Data ini diperoleh melalui observasi lapangan, buku, serta jurnal elektronik yang terpercaya terkait demgan judul penelitia yaitu kebijakan preservasi koleksi kearifan lokal. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang peneliti gunakan yaitu dimulai dari pengumpulan data yaitu merupakan kegiatan awal yang peneliti lakukan. Data diperoleh melalui beberapa tahapan mulai daru melakuna observasi di lapangan, melalui kegiatan wawancara maupun melalui dokumentasi ,reduksi data yaitu proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data mentah yang muncul dari catatan-catatan lapangan yang dituliskan,penyajian data yaitu Data yang telah diperoleh dari hasil wawancara dan juga dari sumber pustaka dikelompokan sehingga data dapat disajikan sesuai bentuk yang diinginkan peneliti,dan kesimpulan atau verifikasi yaitu Data yang telah diperoleh dari hasil wawancara dan juga dari sumber pustaka dikelompokan sehingga data dapat disajikan sesuai bentuk yang diinginkan peneliti. Teknik penjamin keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi metode dan sumber data. Triangulasi metode ini peneliti lakukan dengan cara mengumpulkan data dengan metode lain. Sebagaimana diketahui, dalam penelitian kualitatif peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan survei. Untuk memperoleh kebenaran informasi yang tepat dan gambaran yang utuh mengenai informasi tertentu, peneliti bisa menggunakan dari metodemetode tersebut. Sedangkan triangulasi sumber data adalah menggali kebenaran informasi tertentu dengan menggunakan berbagai sumber data seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda.
Result & Discussion
3.1. Kegiatan Preservasi Koleksi Koleksi Kearifan Lokal Pada Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar Preservasi merupakan kegiatan melestarikan koleksi perpustakaan dari kerusakan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Kegiatan preservasi ini bertujuan untuk melindngi serta memperpanjang umur koleksi dengan cara tidak mengubah atau menghilangkan suatu nilai informasi yang terkandung di dalam koleksi tersebut. Menurut (Primadesi,2013) ada beberapa rangkaian kegiatan dalam melakukan pelestarian bahan pustaka, yaitu : a. Pemilihan (Selecting), b. Mengumpulkan (Collecting), c.Menyimpan(storing), d.Mengaktualisasikan (actualizing) e.Menjaga ( Protecting), f. Mengakses ( Accessing) a. Pemilihan ( selecting) Pada dinas perpustakaan dan karsipan kabupaten Tanah datar kegiatan preservasi diawali dengan menyeleksi koleksi terlebih dahulu. Pada tahap ini pemilihan koleksi dilakukan oleh pustakawan perpustakaan Umum daerah Tanah Datar. Pemilihan atau menyeleksi ini dilakuan untuk membedakan tingkat kerusakan yang dialami koleksi. Para pustakawan membagi kkategori kerusakaanya menjadi 3 tingkat, yang pertama rusak ringan seperti koleksi yang mengalami robek, coretcoretan maupun adanya lipatan helaian halaman. Kedua, rusak sedang yaitu seperti sampul yang copot, pendilitan yang terlepas dll. Ketiga rusak berat seperti koleksi yang lembab karena suhu udara yang menyebabkan kualitas menurun seperti rabuh, sebagian isi buku mengalami rusak parah atau hilang. Kegiatan tersebut dilakukan oleh pustakawan terhadap semua koleksi yang ada, baik itu yang ada di rak koleksi umum, rungan referensi. Kemudian pustakawan yang ada di Perpustakaa Tanah Datar ini mengumpulkan menjadi satu. Kegiaan ini dilakukan oleh pustakawan pada saat melakukan selving buku, apabila buku ditemukan rusak, kemudian buku tersebut dikeluarkan dari rak penyimanan yang kemudian diletakan di tempat yang sudah ditentukan. b. Mengumpulkan ( Collecting) Setelah koleksi tersebut diseleksi oleh pihak pustakawan, kemudian buku-buku tersebut dikumpulkan berdasarkan tingkat kerusakanya tadi. Pada perpustakaan Umum Daerah Tanah Datar kegiatan perbaikan ini baru dilakukan untuk koleksi yang mengalami rusak ringan dan sedang saja, dikarenakan masih kurang nya alat dan perlengkapan serta ilmu pengetahuan serta tidak adanya tenaga ahli dalam bidang pelestarian ini. Menurut pustakawan yang ada disana dahulu perpustkaan Umum Derah Tanah Datar ini sudah mempunya 1 orang tenaga ahli yaitu ibu cici, akan tetapi beliau pindah tugas sehingga perpustakaan tidak mempunyai tenaga ahli. c. Menyimpan ( Storing) Langkah selanjunya adalah pustakawan menyimpan koleksi-koleksi yang sudah dikelompokan tadi kedalam kardus atau karton agar koleksi yang rusak tersebut tidak mencampur lagi antara satu sama lain. Baru lah pustakawan bisa melakukan perawatan koleksi tersebut dengan cara memperbaikinya terlebih dahulu tergantung tingkat kerusakan yang di alami. Untuk kerusakan berat sendiri peneliti belum mendapatkan atau melihatnya secara langsung. Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan dengan narasumber mengatakan bahwa kerusakan berat itu untuk saat ini belum terlalu banyak, kerusakannya itu disebabkan ketika proses pemindahan koleksi/ buku dari perpustakaan gunung Bungsu kee perpustakaan Umum Daerah Tanah Datar. d. Mengaktualisasikan ( Actualizing) Salah satu bentuk aktualisasi yang dilakukan oleh pihak perpustakaan adalah dengan cara memberikan arahan serta langkah-langkah kepada pustakawan. Aktualisasi ini merupakan langkah pergerakan yang dilakukan oleh kepala Bidang perpustakaan kepada pustakawan. Selain memberikan arahan dan juga semangat serta motivasi agar para pustakawan ini lebih semangat lagi dalam melaksanakan tugasnyaa. e. Menjaga ( Protecting) Salah satu penjagaan yang dilakukan oleh pustakawan adalah dengan cara memantau kembali koleksi-koleksi yang telah dilakukan perbaikan dan sudah dilayankan kembali, salah satu bentuk penjaganya adalah dengan cara mengatur suhu ruangan akar ruangan tidak lembab yang mnyebabkan buku rusak kembali.Selain itu, Pustakawan juga memberikan peringatan kepada pemustaka agar tidak melakukan kerusakan pada koleksi seperti mencoret-coret buku, melipat buku, serta merobek buku f. Mengakses (Accesing) Koleksi yang telah dilakukan perbaikan dapat diakses dan digunakan kembali optimal oleh pemustaka. Koleksi tersebut kembali diletakan pada rak-rak koleksi agar dapat diakses dengan mudah oleh pemustaka. Menurut Harvey ( 1992) sebagaiman dikutip oleh Fatkhurokhman kebijakan preservasi adalah masalah manajerial yang perlu diperahatikan ketika membahas manajemen perpustakaan. Agar orang, uang, peralatan, dan koleksi perpustakaan dapat menghasilkan karya, fungsi, peran dan keahlian mereka sendiri. Adapun fungsi manajemen perpustakaan yaitu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pegerakan (actuanting) dan pengawasan (controlling) a. perencanaan (planning) Perencanaan yang dilakukan pada Dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten Tanah Datar yaitu dengan melakukan pembalian alat dan bahan yang akan digunaka dalam melakukan pelestarian koleksi ini. Selain itu pustakaan juga merencang dana yang akan digunakan, dari mana dana tersebut didapatkan dan berapa dana yang akan dibutuhkan. Sumber dana yang didapatkan oleh perpustakaan itu berasal dari APBD Kabupaten Tanah datar, selain dari APBD pustakawan juga berharap agar mendapat bantuan dana yang akan digunakan untuk pembelian alat. b. Pengorganisasian (Organizing) Pada Dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten tanah datar pada bidang pelestarian pengorganisasi ini belum ada, dikarenakan anggota pada pelestarian masih sedikit. Salah satu tujuan dari presevasi ini adalah untuk menjaga umur koleksi dari kerusakan fisik maupun informasi yang terkandung, selain itu juga untuk mengetahui bagaimana status koleksi atau kondisi koleksi tersebut. c. Pegerakan (Actuanting) Pada dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten Tanah datar pegerakan ini diberikan oleh kepala bidang perpustakaan terhadap pustakawan. Pegerakan ini dilakukan dengan cara memberi arahan, mentoring serta memberi energi serta memunculkan kerja sama diantara anggota kelompok dalam menyelesaikan tugas. Adapun bentuk energi yang diberikan seperti memberikan semangat dan juga memberikan arahan serta masukan kepada pustakawan dalam bekerja. d. Pengawasan ( Controlling) Setelah koleksi dilakukan perbaikan selanjutnya pustakawan melaksanakan kontroling atau pengawasan terhadap koleksi. Pada dinas perpustakaan tanaha datar para pustakawan melakukan pengaswasan dengan cara mengatur serta mengecek suhu ruangan. Pengawasan ini merupaka tanggung jawab para pustakawannya. Kegitan itu dilakukan secara bergiliran atau bergantuan setiap harinya. Pada dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten tanah datar kebijakan yang dilakukan dalam preservasi koleksi ini adalah dengan cara memilih koleksi terlebih dahulu kemudian mengelompokannya berdasarkan kategori baik itu termasuk rusak ringan, sedang, maupun berat. Setelah koleksi telah dikelompokan langkah selanjunya koleksi tersebut dilakukan perbaikan. Kegiatan perbaikan ini hanya dilakukan pada koleksi yang mngalami rusak ringan dan sedang saja, sedangkan untuk kerusakan yang berat pihak perpustakaan belum dilakukan perbaikan dikarenakan tidak adanya alat dan bahan serta kurangnya tenaga ahli.Tujuan dari kegiatan pelestarian ini adalah untuk memperpanjang umur koleksi, menghemat anggaran, serta untuk mengetahui status dari koleksi tersebut. 3.2. Kendala yang dihadapi dalam melakukan preservasi koleksi kearifan lokal pada Dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten Tanah Datar. Adapun kendala yang di hadapi oleh pustakawan dalam melakukan preservasi koleksi yaitu: a. kurangnya tanaga ahli/ SDM Salah satu yang menjadi kendala yang dihadapi oleh pustakawan adalah kurangya tenaga kerja dan tidak adanya tenaga ahli dalam bidang pelestarian ini, sehingga mnyulitkan para pustakawan dalam melakukan kegitab preservasi khususnya dalam hal memperbaiki koleksi yang mengalami kerusakan berat Untuk kegiatan restorasi atau memperabaiki koleksi yang rusak berat, perpustaaan umu daerah Tanah Datar sangat membutuhkan orang yang ahl dalam bidang pelestarian ini. Hal ini disampaikn langsung oleh informan yaitu Muhajirin bahwasanya pihak perpustakaan sangat membutuhkan tenaga ahli, sebab pustakawan yang ada belum memiliki pengalaman yang cukup serta ilmu dan wawasan yang masih kurang. b. Kurangnya alat dan bahan atau sarana dan prasarana Selanjutnya Dinas Perpustakaan dan kearsipan kabupaten tanah datar juga mengalami kendala yaitu pada alat dan bahan yang akan digunakan dalam melakukan perbaikan. Alat yang belum ada seperti mesin jaid buku, tisu jepang, lem perekat, mesin pelobang kertas, dll. Pada saat ini perpustakaan hanya memiliki alat alat yang sederhana saja seperti steples, lem Fox, selotip, benang jait,serta palu. Sehingga kegiatan perbaikan ini baru dilakukan untuk kerusakan yang ringan dan sedang saja. c. Dana Dana merupakan salah satu kendala yang ada di perpustakaan, dikarenakan sumber dana hanya berasal dari APDB saja sehingga belum mencukupi untuk membeli peralatan yang lengkap. Dana yang berasalal dari APBD tidak hanya digunakan pada kegiatan pelestarian saja akan tetapi juga terbagi kepada operasional perpustakaan lainnya 3.3. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam melakukan preservasi koleksi kearifan lokal. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang dihadapi dalam kegiatan preservasi Koleksi kerarifan Lokal Pada dinas perpustakaan dan kerasipan kabupaten tanag datar adalah sebagai berikut: 1. Menambah tenaga kerja/ Sumber daya Manusia Sumber daya manusia sangat diperlukan dalam sebuah perpustakaan, agar dapat melangsungkan sebuah pekerjaan. Perpustakaann Umum Daerah tanah datar merupakan sebuah perpustakaan umum yang memiliki koleksi yang banyak sehingga membutuhkan tenaga kerja yang lebih banyak dalam mengelola serta .merawat bahan pustaka. Menambah sumber daya manusia ( SDM) merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk melakukan pelestarian bahan pustaka. Pada saat sekarang ini perpustakaan umum Daerah tanah datar sangat kekurangan tenaga ahli dalanm bidang pelestarian. oleh karena itu upaya yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menambah tenaga ahli atau sumber daya manusia. Pihak perpustakaan belum melakukan penambahan tenaga kerja, akan tetapi mereka berupaya melakukan kegiatan preservasi sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki Salah satu cara untuk menambah tenaga kerja adalah sebaiknya pihak perpustakaan mmbuka lowongan pekerjaan bagi pustakawan yang memiliki latar pendidikan perpustakaan, dengan itu diharapkan perpustakaan bisa memiliki seorang ahl dalam bidang pelestarian tersebut. 2. Menambah alat dan bahan atau melengkapi sarana dan prasarana dalam kegiatan pelestarian. Kurangnya alat serta bahan menjadi salah satu kendala yang dilamai Dinas Perpustakaan Dan kearsipan kabupaten tanah datar dalam melakukan perbaikan koleksi yang rusak. Sehingga menghambat para pustakawan dalam melakuka perbaikan koleksi. Upaya yang dilakukan adalah dengan cara mempergunakan alat-alat yang ada, alat tersebut maish sederhana seperti menggunakan gunting kertas, isolasi, menggunakan lem fox dll.Jadi, upaya yang harus dilakukan Perpustakaan bisa menambah serta melengkapi kebutuha serperti alat-alat yang digunakan dalam memperbaiki koleksi yang rusak berat. Pihak perpustakaan sebaiknya juga melengkapi peralatan dan bahan yang diputuhkan oleh pustakawan dalam melakukan perawatan koleksi, yaitu dengan cara membeli atau sumbangan, ataupun dengan melakukan kerjasama dengan perpustakaan lainnya yang sudah memiliki peralatan yang lengkap. 3. Dana Salah satu kendala lainnya yaitu kurangnya dana yang tersedia, sehingga menghambat para pustakawan dalam melakukan preservasi koleksi. Untuk saat sekarang ini untuk masalah anggaran dana pihak perpustakaan belum memiliki upaya untuk mengatasi kendala tersebut, sehingga mereka hanya melakukan perbaikan koleksi susuai dengan alat dan bahan yang ada .Salah satu kendala lainnya yaitu kurangnya dana yang tersedia, sehingga menghambat para pustakawan dalam melakukan preservasi koleksi. Seharusnya pihak perpustakaan bisa mengalokasikan dana yang tersedia sebesar 10% dari anggaran yang ada untuk membeli pralatan yang dibutuhkan.
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan yang di peroleh dari wawancara, observasi langsung dan dokumentasi, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: 1. Kegiatan preservasi koleksi kearifan lokal pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah datar: Kegiatan preservasi koleksi karifan lokal pada Dinas perpustakaan dan karsipan kabupaten tanah datar dilakukan dengan beberapa rangkaian yaitu: a. Pemilihan (Selecting), merupakan kegiatan awal yang dilakukan dengan cara memilih koleksi yang rusak dan dikelompokan berdasarkan kategori kerusakaannya yaitu rusak ringan, rusak sedang maupun rusak ringan. Pemilihan ini dilakukan terhadap semua koleksi yang ada baik koleksi umum maupun koleksi kearifan lokal atau koleksi minangkabau. b. Mengumpulkan ( Collecting), setelah dilakukan pemilihan kemudian koleksi tersebut dikumpulkan menjadi satu, setelah itu baru dilakukan pemisahan atau mengelompokan berdasarkan kategori kerusakan. c. Menyimpan ( Storing),Setelah dilakukan pengelompokan k yang rusak kemudian ditampung atau disimpan untuk dilakukan perbaikan. Kemudian koleksi tersebut dilakukan perbaikan sesuai tingkat kerusakan tersebut. d. Mengaktualisasikan ( Actualizing), merupakan suatu pergerakan yang dilakukan oleh kepala bidang terhadap anggota, yang mana pergerakan ini dapat berupa mentoring, arahan, maupun dalam bentuk perintah. e. Menjaga ( Protecting), menjaga atau melindungo koleksi dari kerusakan setelah dilakukan perbaikan. Adapun bentuk menjaga koleksi tersebut adalah dapat berupa memantau atau mengatur suhu ruangan agar ruangan tidak lembab yang menyebabkan koleksi lembab, kemudian melakukukan kegiatan fumigasi agar koleksi tersebut terlindungi oleh hewan pengerat seperti tikus, rayap, dll. f. Mengakses (Accesing), merupakan rangkaian terakhir dari kegiatan preservasi ini, dimana semua koleksi yang telah selesai dilakukan perbaikan siap untuk dilayankan kembali dan dapat diakses oleh pemustaka. Kebijakan preservasi koleksi kearifan lokal pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Datar. Kebijakan yang dilakukan adalah dengan cara memilih koleksi terlebih dahulu kemudian mengelompokannya berdasarkan kategori baik itu termasuk rusak ringan, sedang, maupun berat. Setelah koleksi telah dikelompokan langkah selanjunya koleksi tersebut dilakukan perbaikan. 2. Kendala yang dihadapi dalam melakukan preservasi koleksi kearifan lokal pada Dinas perpustakaan dan kearsipan kabupaten Tanah Datar a. Kurangnya Tenaga ahli/ SDM Pada saat sekarang ini perpustakaan umum daerah tanah datar mengalami kendala yaitu kurang nya tenaga ahli sehingga menyulitkan para pustakawan dalam melakukan pelestarian. b. Kurangnya alat dan bahan atau sarana dan prasarana. Sarana dan prasarana seperti alat dan bahan pendukung dalam mlakukan perbaikan koleksi juga menjadi salah satu kendala, dikarenakan pihak perpustakaan belum memiliki alat serta bahan yang mendukung. c. Dana Dana juga menjadi kendala yang dihadapi, dikarenakan sumber dana didapatkan hanya berasal dari APBD Kabupaten tanah Datar. Yang mana dana tersebut tidak hanya di peruntukan pada bidang pelestarian saja akan tetapi juga terbagi kapada keperluan lainnya. Sehingga para pustakawan belum bisa membli alat dan perlengkapan lainnya. 3. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala yang dihadapi dalam melakukan preservasi koleksi kearifan lokal. 1. Menambah tenaga kerja/ Sumber daya Manusia. Pihak perpustakaan belum melakukan pemabahan tenaga kerja, akan tetapi mereka berupaya melakukan kegiatan preservasi sesuai dengan kemampuan dan keterampilan yang mereka miliki. Sebaiknya pihak perpustakaan berusaha untuk mencari dan menambah anggota baru dengan cara membuka lowongan pekerjaan untuk para pustakawan yang memiliki latar pendidikan sebagai pustakawan. 2. Menambah alat dan bahan atau melengkapi sarana dan prasarana dalam kegiatan pelestarian. Upaya yang dilakukan denga cara menggunakan alat-alat yang ada, alat tersebut masih sederhana seperti menggunakan gunting kertas, isolasi, menggunakna lem fox, dll. Pihak perpustakaan sebaiknya juga melengkapi peralatan dan bahan yang dibutuhkan oleh pustakawan dalam melakukan perwatan koleksi, yaitu dengan cara membeli atau sumbangan, ataupun ,melakukan kerjasama dengan perpustakaan lainnya yang sudah memiliki prelatan yang lengkap. 3. Dana Dana atau uang juga merupakan kendala yang dihadapi oleh perpustakaan, dengan adanya kekurangan sumber dana sehingg pihak perpustakaann belum bisa memiliki peralatan yang lengkap. Seharusnya pihak perpustakaan bisa mengalokasikan dana yang tersedia sebesar 10 % dari anggaran ada untuk pembeli peralatan yang dibutuhkan