Kajian Kualitastif Peran Taman Baca (TBM) Dalam Meningkatkan Kreativitas Masyarakat Di Kota Padang Panjang
Institut Agama Islam Negeri Batusangkar; Institut Agama Islam Negeri Batusangkar
Abstrak
Tulisan ini membahas tentang Kajian Kulaitatif Peran Taman Baca dalam Meningkatkan Kreativitas Masyarakat di Kota Padang Panjang. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah ada peningkatan kraetivitas masyarakat dengan adanya TBM Rimba Bulan di Kota Padang Panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan adanya taman baca tersebut sangat berperan terhadap masyarakat, masyarakat dapat mengembangkan keahlian melalui kegiatan yang diadakan oleh TBM Rimba Bulan. Dari kegiatan tersebut masyarakat dapat meningkatkan kreativitas masyarakat dengan rasa ingin tahu dan masyarakat banyak melakukan pertanyaan dalam mengikuti kegiatan yang diadakan TBM.
Abstract
This paper discusses the qualitative study of the role of reading gardens in increasing community creativity in the city of Padang Panjang. The aim is to find out if there is an increase in community creativity with the Rimba Bulan TBM in Padang Panjang City. The research method used is a qualitative method with a phenomenological approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the existence of the reading garden plays a very important role in the community, the community can develop skills through activities held by TBM Rimba Bulan. From these activities, the community can increase their creativity with curiosity and many people ask questions in participating in the activities held by TBM
Keywords:
Taman Baca
· Kreativitas
· Masyarakat
Introduction
Perpustakaan di Indonesia mengalami perkembangan sesuai situasi dan kondisi zaman. Dalam perkembangan untuk menggiatkan kemampuan dan minat baca masyarakat semakin dibutuhkan berbagai cara, bentuk, sifat dan event telah dilakukan agar supaya masyarakat untuk meningkatkan budaya bacanya. Hadirnya taman bacaan masyarakat (TBM) menjadi hasil dari alternatif melalui koleksi dan program-program yang tersedia dengan harapan bahwa pengembangan literasi dan budaya baca masyarakat ini dapat mencerdaskan generasi-generasi muda khususnya, dari kehidupan bangsa yang lebih baik meskipun dalam kondisi pandemi seperti ini sebab TBM merupakan lembaga pedidikan non formal dengan kinerja yang lebih fleksibel. Terlebih bagi TBM yang berada lebih dekat dengan lingkungan masyarakat. Maka ia di tuntut untuk dapat mengidentifikasi kebutuhan masyarakat. Taman Baca adalah tempat / wadah yang didirikan dan dikelola baik masyarakat maupun pemerintah untuk memberikan akses layanan Sbacaan bagi masyarakat sekitar sebagai sarana pembelajaran seumur hidup dalam rangka peningkatan kualitas hidup disekitar Taman Baca (Kalida, 2020). Perpustakaan dan TBM memiliki kaitan erat yaitu perpustakaan memberikan pembinaan kepada taman bacaan, perpustakaan juga memberikan buku bergilir supaya taman baca yang kurang mempunyai koleksi buku sehingga pemustaka yang ada di taman baca bisa membaca buku terbaru, serta perpustakaan mengadakan kegiatan lomba-lomba agar menarik taman baca agar lebih giat lagi dalam menggiatkan literasi di taman baca. Kreativitas adalah mampu menemukan kebaruan dan mampu mengatasi masalah dengan gemilang. Dalam kreativitas inilah pribadi seseorang selalu berpikiran positif untuk menemukan hal yang baru dengan menciptakan prases (sistem) dan produk. Kesemuanya ini nantinya akan menemukan konsep atau cita kreatif pada seseorang (Sunarto, 2018). Masyarakat adalah sejumlah besar orang yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dengan orang-orang di luar wilayah itu, dan memiliki budaya yang relatif sama. selain itu para ahli lain mendefinisikan masyarakat adalah orang yang berinteraksi dalam sebuah wilayah tertentu dan memmiliki budaya bersama. (Maryani, 2019). Berdasarkan uraian di atas, tujuan penulisan yang akan dicapai yaitu ingin mengetahui kajian kualitatif peran taman baca dalam meningkatkan kreativitas masyarakat di Kota Padang Panjang.
Method
Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian dengan menggambarkan keadaan suatu subjek atau objek selama dalam proses penelitian yang berdasarkan pada fakta-fakta yang muncul dan bersifat apa adanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara utuh dan mendalam tentang peran taman baca dalam meningkatkan kreativitas masyarakat di Kota Padang Panjang. Dengan penelitian deskriptif dan menggunakan pendekatan fenomenologi maka dapat diasumsikan bahwa sifat dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif lapangan. 2.1. Instrument Penelitian Instrumen penelitian adalah pedoman tertulis tentang wawancara, atau pengamatan, atau daftar pertanyaan, yang dipersiapkan untuk mendapatkan informasi. Instrumen itu disebut pedoman pengamatan atau pedoman wawancara atau kuesioner atau pedoman dokumenter, sesuai dengan metode yang dipergunakan (Gulo, 2000). Instrumen penelitian kualitatif adalah penulis itu sendiri dengan dibantu instrumen lain yaitu pedoman wawancara, observasi. Penulis sebagai instrumen utama karena hanya penulis yang dapat bertindak sebagai alat ada dan responsif terhadap realitas karena bersifat kompleks. 2.2. Sumber Data Sumber Data primer Penulis mengambil sumber data primer dari penggiat TBM Rimba Bulan dan masyarakat sekitar. Sumber Data Sekunder Sumber sekunder yang penulis ambil yaitu dari bukubuku, catatan-catatan, majalah dan sebagainya yang berkaitan dengan penelitian. 2.3. Teknik Pengumpulan Data Wawancara (interview) Teknik wawancara bebas terpimpin, dalam pelaksanannya penulis hanya membawa pedoman yang hanya garis besarnya saja tentang hal-hal yang akan ditanyakan kepada, pengelola Taman Baca Masyarakat Rimba Bulan tentang Taman Baca Masyarakat, pengelola TBM serta masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui sejauh mana peran Taman Baca Masyarakat dalam meningkatkan minat membaca masyarakat untuk memperoleh informasi yang lebih akurat. Observasi Penelitian ini penulis menggunakan observasi non partisipan peneliti tidak langsung dalam proses yang sedang diteliti, dimana peneliti hanya mengadakan pengamatan dan pencatatan dilokasi penelitian dengan tidak turut berpartisipasi dalam kegiatan objek-objek yang diobservasi yang diobservasi yaitu pengelola Taman Bacaan Rimba Bulan dan masyarakat sekitar. Dokumentasi Dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari sumber tertulis atau dokumen-dokumen baik berupa buku-buku, majalan, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. Dalam penelitian ini penulis meminta dokumen dari pengelola Taman Baca Masyarakat tentang absen pengunjung, denah lokasi pengurus, ruangan membaca dan jumlah buku yang ada di Taman Baca Rimba Bulan di Kota Padang Panjang 2.4. Teknik Analisis Data Reduksi Data Reduksi data berlangsung selama kegiatan penelitian dilaksanakan yang dimulai dari penyusunan proposal hingga laporan akhir penelitian lengkap dan selesai disusun. Penyajian Data (display data) Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah penulis mendisplaykan data atau menyajikan data. Untuk menyajikan data dalam penelitian, penulis melakukan penyajian dalam bentuk teks naratif yaitu berbentuk narasi yang mana penulis mengumpulkan informasi yang telah tersusun berdasarkan yang terjadi di lapangan baik itu dari wawancara dan observasi yang selanjutnya memungkinkan dalam penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.” Kesimpulan dan Verifikasi Langkah ketiga dalam analisis data yaitu penarikan kesimpulan dan verifikasi. Maka peneliti membuat kesimpulan dari data-data yang terangkum yang dijabarkan dalam bentuk naratif 2.5. Teknik Penjaminan Keabsahan Data Triangulasi Sumber Triangulasi sumber digunakan untuk memeriksa data dari berbagai sumber untu memastikan bahwa datanya benar. Triangulasi Teknik Triangulasi teknik digunakan untuk memeriksa data dari berbagai sumber secara bergantian untuk memastikan apakah datanya ada dengan cara tertentu. Triangulasi Waktu Triangulasi teknik perhitungan data dengan memeriksa informasi dari sumber yang sama pada waktu yang berbeda pagi, siang, sore, atau malam hari
Result & Discussion
Peran TBM Rimba Bulan di Kota Padang Panjang Peran taman baca masyarakat adalah sebagai sarana belajar, pusat informasi, dan sarana rekreasi berbasis be lajar. Hal ini sejalan dengan ketentuan yag dikeluarkan oleh Direktorat Pendidikan Masyarakat, Direktorat PNFI Depdiknas, yang menyatakan bahwa Taman Baca Masyarakat tempat atau ruang yang disediakan untuk menyimpan, memlihara, menggunakan koleksi buku, majalah, koran, dan bahan multimedia lain untuk dibaca, dipelajari, dibicarakan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara persorangan, kelompok, atau kelembagaan (Direktorat Pendidikan Masyarakat, 2008). 3.1 Keberadaan TBM Rimba Bulan dapat meningkatkan kemampuan keterampilan membaca Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan sebagai pengarah TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Tentu saja jawabannya iya, karena Rimba Bulan ditujukan untuk masyarakat sekitar agar anak-anak, remaja dan orang-orang tua juga mau memanfaatkan TBM Rimba Bulan untuk membaca buku, dan di TBM Rimba Bulan ada ribuan buku di situ dan setiap minggu TBM Rimba Bulan ramai dengan anak-anak yang membaca buku. Jadi intinya apakah keberadaan Rimba Bulan dapat meningkatkan kemampuan membaca, ya dapat meningkatkan kemampuan masyarakat sekitar (Muhammad Subhan, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Hasil dari penelitian penulis di atas dapat menganalisis wawancara dengan ketua TBM Rimba Bulan dapat diketahui bahwa keberadaan TBM Rimba Bulan dapat meningkatkan kemampuan keterampilan membaca anak-anak, remaja dan orang-orang tua disekitar TBM Rimba Bulan Hasil wawancara penulis dengan Bapak Alvin Nur Akbar sebagai ketua TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Belum pasti setiap TBM bisa meningkatkan minat membaca seseorang, kalua tidak dimafaatkan semaksimal mungkin oleh orang tersebut. Bisa, apabila dimanfaatkan semaksimal mungkin, bisa meningkatkan keteramilan membaca. Kalua untuk TBM Rimba Bulan, menurut saya sudah bisa meningkatkan kemampuan minat baca masyarakat sekitar karena TBM Rimba Bulan menyediakan tempat dan fasilitas bagi orang-orang yang ingin membaca (Alvin Nur Akbar, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawancara penulis dapat diketahui bahwa TBM Rimba Bulan sudah dapat meningkatkan minat baca masyarakat karena menurut Bapak Alvin Nur Akbar TBM Rimba Bulan telah menyediakan tempat dan fasilitas untuk membaca sehingga masyarakat dapat membaca dengan mudah dan nyaman. Hasil wawancara penulis dengan Sepriadi sebagai sekretaris TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Ya, dapat meningkatkan keterampilan membaca masyarakat. Jadi anak-anak maupun dewasa yang bertempat tinggal yang tidak jauh dari sini. Mereka tidak perlu lagi jauh-jauh ke perpustakaan umum. Mereka bisa mencari buku yang mereka cari untuk kebutuhan belajar (Sepriadi, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa TBM Rimba Bulan dapat meningkatkan keterampilan membaca masyarakat, jadi masyarakat sekitar TBM tidak lagi jauh-jauh pergi ke perpustakaan umum. Karena apa yang mereka cari sudah ada di TBM. Kecuali apa yang dicari tidak ada di TBM baru mereka pergi ke perpustakaan umum atau ke TBM yang lain. Kecuali apa yang dicari tidak ada di TBM baru mereka pergi ke perpustakaan umum atau ke TBM yang lain, sebab TBM tidak memiliki semua jenis buku seperti yang ada di perpustakaan umum. Berdasarkan wawancara penulis yang dilakukan dapat diketahui bahwa TBM Rimba Bulan tentu saja dapat meningkatkan keterampilan membaca karena sebelum adanya TBM, masyarakat sekitar susah mengakses buku. Oleh sebab itu, masyarakat yang awalnya minta membaca tetapi tidak dapat mengakses buku, maka keterampilan masyarakat menjadi kurang. Berdasarkan pendapat informan tentang keberadaan TBM Rimba Bulan yaitu tentu dapat meningkatkan keterampilan membaca masyarakat karena sebelum adanya TBM Rimba Bulan, masyarakat susah untuk mengakses buku yang mereka inginkan. Hal ini dikarenakan perpustakaan yang jauh, jadi dengan adanya TBM Rimba Bulan mereka jadi mudah untuk mengakses buku, selain itu TBM menyediakan tempat untuk membaca dan TBM juga menyediakan ribuan buku yang dapat dibaca oleh masyarakat sekitar. 3.2 Yang dilakukan TBM Rimba Bulan dalam menumbuh kembangkan minat dan kegemaran Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan sebagai pengarah TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Jadi TBM Rimba Bulan itu mereka punya spesifikasi kegiatan yang berbeda-beda. Ada taman baca yang khusus mendongeng, ada taman baca yang khusus menjahit atau keterampilan yang lain. Nah TBM Rimba Bulan khusus kegiatan-kegiatan seni tradisi, jadi main talempong disitu, main musik. Sesudah itu anakanak membaca buku, menulis dan diskusi inspiratif. Jadi seputar itu kegiatannya, jadi minat masyarakat yang butuh musik silahkan datang ke Rimba Bulan, minat masyarakat yang butuh menulis bercerita silahkan datang ke Rimba Bulan, yang gemar membaca puisi mau latihan silahkan datang ke Rimba Bulan, jadi sesuai yang dilakukan Rimba Bulan (Muhammad Subhan,Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara penulis dengan bapak Muhammad Subhan dapat diketahui bahwa TBM Rimba Bulan menyediakan wadah/tempat bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan berbagai minat dan kegemaran masyarakat terhadap sesuatu, mulai dari bercerita, diskusi, membaca, menulis hingga bermain musik. Dengan begitu, TBM Rimba Bulan dapat menukung kegemaran masyarakat sehingga masyarakat bisa lebih baik lagi dalam meningkatkan kreativitasnya sesuai dengan kegiatan yang diminatinya. Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat diketauih bahwa untuk menumbuhembangkan minat dan kegemaran masyarakat yaitu dengan menarik minat masyarakat untuk datang ke TBM, dengan datang ke TBM masyarakat dapat mengembangkan minat mereka sesuai dengan keinginan. Untuk menarik masyarakat ke TBM, penggiat mengadakan program-program yang menarik agar masyarakat mau datang. Hasil wawancara penulis dengan Sepriadi sebagai sekretaris TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Untuk menumbuhkembangkan minat dan kegemaran masyarakat yaitu kita menarik masyarakat dengan mengajak mereka mengikuti kegiatan yang diadakan, serta mempersilahkan masyarakat yang ingin membaca, menggambar, membaca puisi, atau diskusi inspiratif. Setelah itu dukung apa yang menjadi minat mereka, dan kita kembangkan apa yang menjadi minat mereka (Sepriadi, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa untuk menumbuhkembangkan minat dan kegemaran TBM mengadakan beberapa kegiatan seperti kelas menggambar, kelas memabaca puisi, kelas bernyanyi, diskusi inspiratif, menggunakan lalat-alat musik tradisional dan kegiatan lainnya. Hasil wawancara penulis dengan Dina Yarmawati sebagai anggota penggiat TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Seperti yang dilihat tempat ini ditata sedemikian rupa, sehingga masyarakat yang berkunjung kesini, walaupun awalnya mereka tidak minat membaca tetapi melihat tempatnya yang bagus untuk foto. Dari foto-foto tersebut akhirnya dapat menarik masyarakat untuk membaca karena melihat buku-buku di sana menarik untuk mereka baca (Dina Yarmawati, Senin pada tanggal 06 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa untuk menumbuhkembangkan minat dan kegemaran masyarakat yaitu dengan menata tempat membaca sedemikian rupa sehingga masyarakat tertarik untuk datang ke TBM. Walaupun mereka hanya awalnya cuma berfoto, jadi lamakelamaan mereka akan ketagihan untuk datang ke TBM. Dari kebiasaan tersebut akan tumbuh minat masyarakat untuk melihat atau membaca buku yang ada di TBM. Berdasarkan pendapat informan tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menumbuh kembangkan minat dan kegemaran masyarakat, TBM menarik masyarakat untuk datang ke TBM dengan menata tempat membaca dengan sedemikian rupa, sehingga masyarakat tertarik untuk datang ke TBM. Selain itu TBM juga mengadakan kegiatan-kegiatan seperti kelas menggambar, kelas memabaca puisi, kelas bernyanyi, diskusi inspiratif, menggunakan lalat-alat musik tradisional dan kegiatan lainnya. Mereka bebas datang pada kegiatan tersebut sesuai dengan keinginan mereka. 3.3 TBM Rimba Bulan dalam mewujudkan kualitas masyarakat yang berpengetahuan Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan sebagai pengarah TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Terkait dengan kualitas masyarakat disini, tentu kerja jangka panjang tidak kerja jangka singkat. Maka kualitas disitu indikatornya adalah TBM Rimba Bulan bisa terus bergerak melakukan kegiatan-kegiata yang berkelanjutan, sehingga masyarakat benar-benar dapat membutuhkan kehadiran Rimba Bulan itu. Nah lewat kegiatan seni tradisi membaca buku, menulis dan diskusi inspiratif berkelanjutan dari kegitan-kegiatan itu. Jadi mewujudkan kualitas masyarakat yang berpengetahuan, lewat diskusi, lewat membaca. TBM Rimba Bulan memberikan ruang untuk masyarakat yang berkegiatan disitu, sehingga target jangka panjangnya. TBM Rimba Bulan bisa menjadi agent perubahan untuk peningkatan kualitas masyarakat itu (Muhammad Subhan, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021). Demi mewujudkan kualitas masyarakat yang berpengetahuan, TBM Rimba Bulan melakukan kerja jangka panjang. Karena dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek. Jadi, TBM Rimba Bulan berusaha agar terus bergerak melakukan kegiatan-kegiatan yaNg berkelanjutan, supaya masyarakat dapat memanfaatkan TBM Rimba Bulan untuk menambah ilmu pengetahuan dengan diskusi, membaca dan lain sebagainya. TBM Rimba Bulan berusaha memberikan ruang untuk masyarakat melakukan berbagai kegiatan sehingga TBM Rimba Bulan dapat menjadi pembawa peruabahan untuk meningkatkan kualitas masyarakat sekitar. Hasil wawancara penulis dengan Bapak Alvin Nur Akbar sebagai ketua TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Untuk mewujudkannya yaitu tergantung pada diri orang itu masing-masing. Tidak bisa kita mewujudkan kualitas masyarakat berkualitas dan berpengetahuan karena sekarang sulit orangorang yang berpendidikan susah untuk diajak. Masyarakat sekitar TBM kebanyakan orang kantoran atau orang yang berpendidikan, jadi itu masih sulit kita wujudkan. Apalagi orang-orang awam, jadi Langkah-langkah yaitu mengimbau mereka dengan kreativitas kegiatan-kegiatan, kita undang instansi sekolah atau instansiinstansi lainnya, terutama orang-orang sekitar TBM. Sehingga mungkin sedikit banyaknya mulai tumbuh minat mereka (Alvin Nur Akbar, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa untuk mewujudkan masyarakat yang berpengetahuan TBM Rimba Bulan mengadakan diskusi dengan berbagai penggiat literasi, penyair. Dengan diskusi itu bisa membuat pikiran kita itu menjadi semakin terbuka. Kalua dari segi anak-anak TBM Rimba Bulan pernah mengadakan kegiatan menggambar, les bahasa inggris gratis. Berdasarkan pendapat dari informan dapat disimpulkan bahwa Karena dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas tidak bisa dilakukan dalam jangka pendek. Jadi, TBM Rimba Bulan berusaha agar terus bergerak melakukan kegiatan-kegiatan yang berkelanjutan, supaya masyarakat dapat memanfaatkan TBM Rimba Bulan untuk menambah ilmu pengetahuan dengan diskusi inspirtif. Diskusi inspiratif itu sudah termasuk dapat memberi masyarakat yang berpengetahuan dengan mendatangkan orang yang profesional dalam bidangnya, tentunya dengan tema yang berbeda disetiap diskusi tersebut. 3.4 Minat dan kegemaran masyarakat dalam membaca di TBM Rimba Bulan Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan sebagai pengarah TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Tentu saja dengan adanya rimba bulan dan kegiatan-kegiatannya. Kegiatan musik, menulis, membaca puisi, bedah buku disitu. Ya tentu saja keinginan dan minat kegemaran masyarakat tersalurkan (Muhammad Subhan, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa masyarakat disekitar TBM Rimba Bulan memiliki kegemaran yang beragam, diantaranya adalah diskusi, kegiatan bermusik, menulis, bedah buku dan lain sebagainya. Untuk itu masyarakat datang ke TBM Rimba Bulan, karena program yang dilaksanakan TBM Rimba Bulan sama denga napa yang diminati masyarakat sekitar. Hasil wawancara penulis dengan Bapak Alvin Nur Akbar sebagai ketua TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Tidak bisa dipatok, karena anak-anak dan remaja musim-musiman. Kalau mereka hobi membaca, yang mereka datang keseni hanya sekedar membaca, tidak ada kegiatan yang lain. Atau mereka datang kesini membaca sambal ngopi. Atau mereka datang kesini hanya sekedar nongkrong bersama teman-temannya (Alvin Nur Akbar, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Hasil wawancara penulis dengan Dina Yarmawati sebagai anggota penggiat TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Kalau menurut saya itu umum ya, kalua anakanak membaca buku anak-anak, kalua anak molanpolis pasti akan menyukai sastra atau novelnovel. TBM Rimba Bulan dekat dengan Hotel Rangkayo Basa, jadi kalua pengunjungnya orang kantoran tentunya dia akan mengambil buku-buku yang menarik menurutnya. Jadi, apa minat masyarakat di sini itu tergantung orangnya sendiri, karena setiap orang memiliki minat dan kegemaran tersendiri (Dina Yarmawati, Senin pada tanggal 06 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa minat dan kegemaran masyarakat yaitu umum, kalua anak-anak membaca buku anak-anak, kalua anak molanpolis pasti akan menyukai sastra atau novel-novel. TBM Rimba Bulan dekat dengan Hotel Rangkayo Basa, jadi kalua pengunjungnya orang kantoran tentunya dia akan mengambil buku-buku yang menarik menurutnya. Jadi, apa minat masyarakat itu tergantung orangnya sendiri, karena setiap orang memiliki minat dan kegemaran tersendiri. Berdasarkan pendapat informan di atas dapat disimpulkan bahwa minat dan kegemaran masyarakat itu umum, sesuai dengan apa yang mereka ingin lakukan di TBM itu, seperti kegiatan membaca, anak-anak membaca buku tentang dongeng atau sesuai untuk anak-anak, kalua anak molanpolis pasti akan menyukai sastra atau novelnovel. Ada yang menggambar, membaca puisi atau mereka datang kesini hanya untuk diskusi. Atau mereka datang kesini membaca sambal ngopi. Atau mereka datang kesini hanya sekedar nongkrong bersama teman-temannya. 3.5 Cara mewujudkan masyarakat berketerampilan dan berbudaya maju Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan sebagai pengarah TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Cara mewujudkannya yaitu dengan cara masih rutin melakukan pendampingan-pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan pelatihanpelatihan keterampilan dan itu diberikan ruangnya kepada Rimba Bulan. Jadi keterampilan berbudaya maju dapat diwujudkan dengan membaca buku, kemudian pmbekalan keterampilan, diskusi kelompok dan tentu bantuan-bantuan tertentu yang diberikan (Muhammad Subhan, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Wawancara di atas dapat penulis ketahui bahwa cara mewujudkan masyarakat berketarampilan dan budaya maju yaitu dengan melakukan pendampingan-pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan secara rutin. Untuk mewujudkan masyarakat berketarampilan dan budaya maju, TBM Rimba Bulan menyediakan tempat untuk membaca, kemudian pembekalan keterampilan, diskusi kelompok, dan dengan bantuan-bantuan pemerintah. Serta aspirasinya dapat disampaikan malalui Rimba Bulan yang kemudian bisa dikomunikasikan ke pemerintah setempat. “Sebelum kita mewujudkan ini, ya kita harus mulai dari pengelolanya dulu atau pemilik TBMnya dulu, harus kita robah dulu pola pikirnya dulu. Baru kita bisa menghimbau orang-orang dan mewujudkan masyarakat berketerampilan dan berbudaya maju. Untuk itu salah satunya dengan aktivitas yang dilakukan TBM seperti diskusi inspiratif dan kegiatan-kegiatan atau program yang dilakukan di TBM itu. Disini kita kegiatan atau program keterampilan baru cuman menggambar, tetapi kita sedang merancang untuk membuat mainan tas. Untuk menjadikan orang berbudaya maju yaitu dengan kita melaksanakan diskusi inspiratif (Alvin Nur Akbar, Kamis pada tanggal 02 Desmber 2021).” Berdasarkan wawancara yang penulis lakaukan dapat diketahui bahwa cara mewujudkan masyarakat berketarampilan dan budaya maju. Sebelum kita mewujudkannya, kita harus mulai dari pengelolanya dulu atau pemilik TBMnya dulu, kita robah dulu pola pikir penggiatnya. Baru bisa menghimbau orang-orang dan mewujudkan masyarakat berketerampilan dan berbudaya maju. Untuk itu salah satunya dengan aktivitas yang dilakukan TBM seperti diskusi inspiratif dan kegiatan-kegiatan atau program yang dilakukan di TBM itu. Kegiatan atau program keterampilan baru menggambar, tetapi mereka sedang merancang untuk membuat mainan tas. Untuk menjadikan orang berbudaya maju yaitu dengan kita melaksanakan diskusi inspiratif. Hasil wawancara penulis dengan Sepriadi sebagai sekretaris TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Cara mewujudkannya yaitu dengan cara masih rutin mendampingi masyarakat yang membutuhkan pelatihan-pelatihan keterampilan dan itu diberikan ruangnya kepada Rimba Bulan. Jadi keterampilan berbudaya maju dapat diwujudkan dengan membaca buku, kemudian pembekalan keterampilan, diskusi kelompok dan tentunya bantuan-bantuan tertentu yang diberikan kepada masyarakat (Sepriadi, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021)”. Wawancara di atas dapat penulis ketahui bahwa cara mewujudkan masyarakat berketarampilan dan budaya maju yaitu dengan melakukan pendampingan dari perpustakaan daerah kepada masyarakat yang membutuhkan secara rutin. Untuk mewujudkan masyarakat berketarampilan dan budaya maju, TBM Rimba Bulan menyediakan tempat untuk membaca, kemudian pembekalan keterampilan, diskusi kelompok, dan dengan bantuan-bantuan pemerintah. Serta aspirasinya dapat disampaikan malalui Rimba Bulan yang kemudian bisa dikomunikasikan ke pemerintah setempat dan kepada perpustakaan daerah agar dapat mendampingi Rimba Bulan dalam mewujudkan masyarakat yang berketerampilan dan berbudaya maju. Hasil wawancara penulis dengan Dina Yarmawati sebagai anggota penggiat TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Yaitu dengan selalu mendorong masyarakat itu untuk membaca agar masyarakat itu open minded, agar mereka bisa melihat berbagai masalah dari berbagai macam sisi, tidak hanya untuk satu pandang saja. Menurut saya membaca itu melatih kita untuk empati, dan itu bisa membuat masyarakat itu menjadi literet atau menjadi tingkat literasi yang tinggi (Dina Yarmawati, Senin pada tanggal 03 Desember 2021). Berdasarkan pendapat dari informan di atas dapat disimpulkan bahwa untuk mewujudkan masyarakat yang berketampilan dan berbudaya maju. Sebelum mewujudkannya harus mulai dari pengelolanya dulu atau pemilik TBMnya dulu, robah dulu pola pikir penggiatnya. Baru bisa menghimbau orang-orang dan mewujudkan masyarakat berketerampilan dan berbudaya maju. Dan melakukan pendampingan-pendampingan kepada masyarakat yang membutuhkan secara rutin. TBM Rimba Bulan menyediakan tempat untuk membaca, kemudian pembekalan keterampilan, diskusi kelompok, dan dengan bantuan-bantuan pemerintah. Serta aspirasinya dapat disampaikan malalui Rimba Bulan yang kemudian bisa dikomunikasikan ke pemerintah. 3.6 Bentuk kegiatan yang dilakukan TBM Rimba Bulan untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan selaku penggiat/ pengarah tentang TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Ada kelas menulis, kelas bercerita ada musik, ada puisi, ada outband, ada diskusi inspiratif, pembacaan puisi dan banyak lainnya (Muhammad Subhan, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa TBM Rimba Bulan menyediakan berbagai bentuk kegiatan, sesuai dengan minat masyarakat sehingga masyarakat dapat melakukan kegiatan yang diminatinya seperti membaca, menulis, bercerita, berpuisi, berdiskusi, bahkan bermain music dan outband. Hasil wawancara penulis dengan Bapak Alvin Nur Akbar sebagai ketua TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Yaitu dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan perlombaan-perlombaan (Alvin Nur Fajar, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara penulis lakukan dapat diketahui bahwa bentuk kegiatan yang dilakukan TBM Rimba Bulan untuk meningkatkan kreativitas yaitu dengan mengadakan perlombaan, dengan itu akan memicu atau akan terbentunya kreativitas masyarakat untuk mengikuti perlombaan tersebut.Hasil wawancara penulis dengan Sepriadi sebagai sekretaris TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Yaitu dengan mengadakan kelas musik, kelas menggambar, kelas diskusi. Dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan kreativitas masyarakat (Sepriadi, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh TBM Rimba Bulan dalam meningkatkan kreativitas masyarakat yaitu dengan mengadakan kelas musik, kelas menggambar, kelas diskusi. Dari kegiatan tersebut dapat meningkatkan kreativitas masyarakat. Dengan adanya kegiatan tersebut akan membuat masyarakat megeluarkan ide-ide mereka. Hasil wawancara penulis dengan Jumadil Fajar sebagai bendahara di TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Bentuk kegiatan yang TBM lakukan yaitu dengan program-program yang telah TBM laksanakan seperti Ada kelas menulis, kelas bercerita ada musik, ada puisi, ada outband, ada diskusi inspiratif, pembacaan puisi dan banyak lainnya (Jumadil Fajar, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara yang telah penulis lakukan dapat diketahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh TBM Rimba Bulan dalm meningkatkan kreativitas masyarakat yaitu dengan programprogram yang telah TBM laksanakan seperti Ada kelas menulis, kelas bercerita ada musik, ada puisi, ada outband, ada diskusi inspiratif, pembacaan puisi dan banyak lainnya. Hasil wawancara penulis dengan Dina Yarmawati sebagai anggota penggiat Taman Baca Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Contohnya kegiatan les Bahasa Inggris gratis, les menggambar, les musik. Dan kreativitas menurut saya diskusi sastra, itu juga meningkatkan kreativitas, soalnya melalui diskusi kita bisa buat sering pemikiran, dapat mengembangkan daya pikir banyak orang (Dina Yarmawati, Senin pada tanggal 06 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawnacra yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa kegiatan yang dilakukan oleh TBM Rimba Bulan dalm meningkatkan kreativitas masyarakat yaitu kegiatan les Bahasa inggris gratis, les menggambar, les musik. Dan kreativitas menurut saya diskusi sastra, itu juga meningkatkan kreativitas, soalnya melalui diskusi kita bisa buat sering pemikiran, dapat mengembangkan daya pikir banyak orang 3.7 Peran TBM Rimba Bulan dalam meningkatkan minat membaca Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan selaku penggiat/ pengarah tentang TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Ya, kita secara rutin mengajak anak-anak dan remaja memanfaatkan koleksi buku yang ada di taman baca rimba bulan. Silahkan mereka pinjam, baca disitu atau dibawa pulang, tapi dipinjam. Atau juga mendatangkan tokoh-tokoh literasi, duta-duta baca, kita datangkan ke TBM Rimba Bulan, kita diskusi untuk mengajak masyarakat juga membaca, menulis buku, dan lain-lain (Muhammad Subhan, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa TBM Rimba Bulan meningkatkan minat membaca masyarakat dengan mengajak anak-anak dan remaja untuk memanfaatkan koleksi buku yang ada secara rutin. Masyarakat boeh meminjam buku untuk dibaca dirumah, selain itu TBM Rimba Bulan juga mendatangkan tokoh-tokoh literasi, duta-duta baca supaya masyarakat khususnya anak-anak dan remaja disekitar dapat motivasi untuk lebih sering membaca. Hasil wawancara penulis dengan Bapak Alvin Nur Akbar sebagai ketua TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Ya, kita mengadakan kegiatan membedah buku, membaca puisi, menggambar dengan anak-anak, diskusi inspiratif, terkadang kita bermain alat musik tradisional. Serta kami mendatangkan tokoh-tokoh literasi, duta baca dan penyairpenyair (Alvin Nur Akbar, Kamis pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawancara penulis dengan Bapak Alvin Nur Akbar dapat disimpulkan bahwa peran TBM Rimba Bulan yaitu mengadakan kegiatan-kegiatan dan mendatang beberapa tokoh. Agar anak-anak dan remaja yang datang ke Rimba Bulan mendapatkan ilmu pengetahuan serta mendapatkan motivasi dari pengalaman para tokoh-tokoh tersebut dalam sepak terjang mereka dalam mencapai semua prestasi yang mereka dapatkan. Hasil wawancara penulis dengan Sepriadi sebagai sekretaris TBM Rimba Bulan Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Peran TBM dalam meningkatkan minat membaca, sangat lah besar ya. Karena sebelum adanya TBM ini, anak-anak disini kebanyak duduk di dekat Hotel Rangkayo Basa untuk mencari wifi gratis untuk bermain game berjamjam. Setelah adanya TBM disini, mereka mulai tertarik untuk membaca, sehingga mereka tidak lagi main hp untuk mencari wifi dan bermain game (Sepriadi, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawancara penulis lakukan dapat diketahui bahwa peran TBM Rimba Bulan dalam meningkatkan minat membaca sanglah besar yaitu dengan mengajak anak-anak dan remaja, yang biasanya hanya bermain hp untuk main game. Sekarang mereka mulai mengenal TBM dan mulai mau membaca buku, walaupun mulai dari buku novel atau buku cerita. Hasil wawancara penulis dengan Jumadil Fajar sebagai bendahara di TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Menurut saya, peran TBM dalam meningkatkan minat membaca, sangat lah besar ya. Karena sebelum adanya TBM ini, anak-anak disini kebanyak duduk di dekat Hotel Rangkayo Basa untuk mencari wifi gratis untuk sekedar bermain game. Setelah adanya TBM disini, kami mengajak mereka untuk mengiuti kegiatan kami seperti kelas menulis, kelas bercerita, kelas musik, membaca puisi, outband, diskusi inspiratif, dan banyak lainnya. Dengan itu mereka tidak ada lagi yang duduk main hp untuk mencari wifi (Jumadil Fajar, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan hasil wawancara penulis lakukan dapat diketahui bahwa peran TBM Rimba Bulan dalam meningkatkan minat membaca sanglah besar yaitu dengan mengajak anak-anak dan remaja, yang biasanya hanya bermain hp untuk main game. Dengan adanya TBM Rimba Bulan mereka tidak lagi menghabiskan waktu hanya sekedar main hp, tetapi sekarang mereka sudah melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat. Hasil wawancara penulis dengan Dina Yarmawati sebagai anggota penggiat TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Menurut saya tinggi, karena sebelum Covid anak-anak setiap minggu mereka membaca, berarti mereka tertarik untuk membaca. Keberadaan TBM di lingkungan padat penduduk ini itu akan memantik kecintaan yang lain untuk membaca, walaupun secara tidak langsung tetapi secara bertahap mereka akan suka membaca secara sendirinya (Dina Yarmawati, Senin pada tanggal 06 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa peran TBM Rimba Bulan dalam meningkatkan minat membaca tinggi, karena sebelum Covid anak-anak setiap minggu mereka membaca, berarti mereka tertarik untuk membaca. Keberadaan TBM di lingkungan padat penduduk ini itu akan memantik kecintaan yang lain untuk membaca, walaupun secara tidak langsung tetapi secara bertahap mereka akan suka membaca secara sendirinya. Berdasarkan pendapat dari informan di atas dapat disimpulkan bahwa peran TBM Rimba Bulan dalam meningkatkan minat membaca anak-anak, remaja sangatlah tinggi. Hal ini disebabkan karena dari masyarakat yang menghabiskan waktu hanya untuk main game dan duduk di pojok Hotel untuk mencari wifi. Sekarang dengan adanya TBM, tidak ada lagi anak-anak tersebut duduk dipojok hotel untuk mencari wifi. mengadakan kegiatankegiatan dan mendatang beberapa tokoh. Agar anak-anak dan remaja yang datang ke Rimba Bulan mendapatkan ilmu pengetahuan serta mendapatkan motivasi dari pengalaman para tokoh-tokoh tersebut dalam sepak terjang mereka dalam mencapai semua prestasi yang mereka dapatkan. 3.8 Cara promosi TBM Rimba Bulan kepada masyarakat Hasil wawancara penulis dengan Bapak Muhammad Subhan sebagai pengarah TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Dengan era media sosial, promosinya lebih mudah. Kita memanfaatkan akun-akun yang ada di media sosial, ada facebook, instagram dan twitter dan lain-lain. Juga kalua buka google nanti tentang TBM Rimba Bulan, itu banyak sekali berita-berita tentang ruang baca Rimba Bulan, jadi kita bikin berita (Muhammad Subhan, Kamis pada tanggal 02 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara penulis dapat diketahui bahwa TBM Rimba Bulan melakukan promosi dengan memanfaatkan merasa sosial Instagram, facebook, twitter serta koran dan media lainnya. Sehingga masyarakat dapat mengetahui keberadaan TBM Rimba Bulan di Kota Padang Panjang dan ikut serta dalam memanfaatkannya. Hasil wawancara penulis dengan Sepriadi sebagai sekretaris TBM Bulan Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Awalnya kami mempromosikan TBM dari mulut ke mulut yaitu dengan memberi tahu kepada penyair-penyair pada kegiatan pertemuan penyair, dan kami juga memanfaat media sosial seperti Instagram, facebook, twitter dan lain sebagainya (Sepriadi, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Bedasarkan wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa cara TBM Rimba Bulan dalam mempromosikan yaitu dengan memeperkenalkan TBM dengan penyair-penyair pada kegiatan pertemuan penyair. TBM juga memanfaat media sosial sebagai alat promosi seperti instagram, facebook, twitter dan lainnya. Hasil wawancara penulis dengan Jumadil Fajar sebagai bendahara di TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Dalam situasi saat ini, media sosial yang tepat untuk mempromosikan TBM Rimba Bulan memasukkan kegiatan-kegiatan yang telah TBM lakukan ke dalam instagram, facebok, twitter dan lain sebagainya (Jumadil Fajar, Jumat pada tanggal 03 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara yang telah penulis lakukan dapat diketahui bahwa cara yang dilakuka TBM Rimba Bulan dalam mempromosikan TBM itu sendiri dengan memanfaatkan media sosial yang ada. Sehingga mayarakat, tidak hanya sekita TBM yang tahu tentang TBM, tetapi orang luar juga bisa. Hasil wawancara penulis dengan Dina Yarmawati sebagai anggota penggiat TBM Rimba Bulan, menyatakan bahwa: “Rimba Bulan letaknya di tepi jalan dan kebetulan dekat dengan SMA, dan juga ada warung. Promosinya udah secara langsung, tapi kalua promosi di Padang Panjangnya yaitu dengan melalui kegiatan, lalu dokumentasikan di Instagram, facebook, dan media sosial lainnya (Dina Yarmawati, Senin pada tanggal 06 Desember 2021).” Berdasarkan wawancara yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa cara yang dilakuka TBM Rimba Bulan dalam mempromosikan TBM karena letaknya di tepi jalan dan kebetulan dekat dengan SMA, dan juga ada warung. Promosinya udah secara langsung, tapi kalua promosi di Padang Panjangnya yaitu dengan melalui kegiatan, lalu dokumentasikan di instagram, facebook, dan media sosial lainnya. Berdasarkan pendapat informan di atas dapat disimpulkan bahwa cara TBM Rimba Bulan dalam mempromosikan yaitu dengan dari mulut ke mulut, Rimba Bulan letaknya di tepi jalan dan kebetulan dekat dengan SMA, dan juga ada warung. Promosinya udah secara langsung, tapi kalau promosi di Padang Panjangnya yaitu dengan melalui kegiatan, lalu dokumentasikan di instagram, facebook, dan media sosial lainnya Juga kalau buka google nanti tentang TBM Rimba Bulan, itu banyak sekali berita-berita tentang ruang baca Rimba Bulan, jadi dibuat beritanya. Inovasi gerakan literasi yang dikembangkan TBM Rimba Bulan memberi inspirasi bagi tumbuhnya TBM-TBM lainnya di Kota Padang Panjang, setidaknya di Kota Padang Panjang saat ini ada 30 TBM aktif. Program dan tata letak dan spot-spot foto yang dikondisikan sedemikian rupa di TBM Rimba Bulan mengundang tertarikan bagi pengelola TBM lainnya di Kota Padang Panjang, bahkan di luar Padang Panjang untuk melakukan hal yang serupa. Taman Baca Masyarakat berperan sebagai sumber informasi dan sarana pembelajaran yang penting, dapat menambah pengetahuan dan wawasan serta, membentuk komunitas diantara sesama pengguna taman baca masyarakat lainnya. Peran sebuah TBM adalah bagian dari tugas yang pokok yang harus dijalankan itu ikut menentukan dan mempengaruhi tercapainya visi dan misi yang hendak dicapai. Setiap taman baca yang dibangun akan mempunyai makna apabila dapat menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya, peranan tersebut berhubungan dengan keberadaan, tugas dan fungsinya. Berdasarkan teori di atas, dan didukung data yang diperoleh peneliti dari hasil wawancara dengan informan yang menyatakan TBM Rimba Bulan secara rutin mengajak anak-anak dan remaja memanfaatkan koleksi yang ada. Selain itu TBM Rimba Bulan mengadakan kegiatan-kegiatan menulis buku, membedah buku, membaca puisi, menggambar, diskusi inspiratif, serta bermain alat musik tradisional. Dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan TBM anak-anak dan remaja mengetahui bagaimana cara menulis buku d
Conclusion
Sebelum adanya TBM di kota yang padat penduduk, anak-anak dan remaja hanya menghabiskan waktu dengan memegang gawai atau gadget di sudut Hotel Rangkayo Basa untuk mencari wifi gratis. Setelah adanya TBM anak-anak dan remaja tidak hanya bermain gadget tapi mereka sudah mulai bisa memanfaatkan TBM Rimba bulan dan membaca buku di TBM Rimba Bulan. Selain di manfaatkan sebagai tempat membaca TBM Rimba Bulan juga menjadi tempat melaksanakan program-program seperti menggambar, membaca puisi, diskusi inspiratif dan lain sebagainya. Dari kegiatan tersebut terbentuk rasa ingin tahu masyarakat dan rasa ingin bertanya, sehingga masyarakat bisa mempraktekkannya di rumah masingmasing. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di TBM Rimba Bulan berbeda dengan hasil wawancara penulis dengan informan karena ada perbedaan antara menurut informan dengan pengamatan penulis ketika di TBM Rimba Bulan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh TBM Rimba Bulan masyarakat mengikuti dengan baik dari awal sampai akhir, dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat juga menunjukkan rasa ingin tahu dan masyarakat juga bertanya. Sehingga setelah diadakan kegiatan yang diadakan oleh TBM Rimba Bulan, masyarakat juga mempraktekkannya di rumah seperti menulis buku. Peran TBM Rimba Bulan selain sebagai sumber informasi dan pengetahuan membaca juga pengembangan kreativitas individu karena kreativitas tidak berhubungan langsung dengan bakat. Kreativitas ditentukan oleh seberapa banyak pengetahuan yang tersimpan dimemori otak. Semakin sering dan banyak membanyak membaca buku, semakin banyak pulalah inspirasi kreativitas tersimpan dalam memori otak yang hingga saat ini kapasitasnya belum ada yang mampu menandingi (Sopyani). Faktor pendukung berjalannya TBM Rimba Bulan yaitu semangat para pegiat dalam menjalankan kegiatankegiatan yang dapat meningkatkan kreativitas masyarakat sekitar serta harapan para pengunjung terhadap TBM Rimba Bulan yang dapat membuat para pegiat, lebih giat lagi dalam mengembangkan TBM Rimba Bulan dalam meningkatkan kreativitas masyarakat. Kendala dan faktor penghambat yang dihadapi oleh TBM Rimba Bulan antara lain adalah susahnya memberi pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya TBM, sehingga tidak semua masyarakat mau memanfaatkan TBM Rimba Bulan. Bahkan ada beberapa orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di TBM Rimba Bulan. Selain itu faktor finansial juga menjadi kendala TBM Rimba Bulan dalam menjalan tujuan dari TBM dengan maksimal