Kembali
16
1
2023 Scinary: Science of Information and Library Vol 1 · 3 ISSN 2963-752X

Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kinerja Pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

This research aims to find out how emotional intelligence influences the performance of librarians at the Padang City Library and Archives Service. Emotional intelligence is the ability to feel and understand emotional sensitivity more effectively. Emotional sensitivity can include self-control, the ability to motivate yourself or others, the ability to manage emotions, and the ability to understand other people's feelings effectively, which can be used to guide the brain to make the best decisions. The method in this research is descriptive quantitative. The population of this research was 15 librarians with a sample of 15 respondents. Sampling used total sampling technique. The results of the descriptive analysis show that the influence of emotional intelligence on the performance of librarians in the Padang City Library and Archives Service is 37.3% and there is a positive relationship between emotional intelligence and the performance of librarians in the Padang City Library and Archives Service, which means the higher a person's emotional intelligence. the higher the performance produced.
Keywords: Emotional Intelligence · Librarian Performance · Librarian at the City Library and Archives Service

Introduction

Perpustakaan sangat penting bagi kehidupan budaya dan kehidupan mencerdaskan negara, karena perpustakaan umum merupakan satu-satunya lembaga perpustakaan yang terbuka untuk umum. UNESCO mengeluarkan Deklarasi Perpustakaan Umum pada tahun 1972 tentang pentingnya perpustakaan umum bagi intelijen nasional. Pada dasarnya tujuan setiap perpustakaan adalah mengembangkan sumber daya manusia yang selalu proaktif dalam setiap kegiatan organisasi. Tujuan tersebut tidak mungkin tercapai tanpa peran aktif pustakawan, dan perpustakaan sangat dipengaruhi oleh kualitas dan perilaku pustakawannya, betapapun canggihnya alat yang dimilikinya (Rahmi, 2018) Perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari orang yang mengelolanya (yaitu pustakawan). Pustakawan adalah orang yang mempunyai kemampuan dalam mengelola perpustakaan, dan kemampuan tersebut dapat diperoleh melalui pendidikan atau pelatihan pustakawan. Untuk memungkinkan perpustakaan memenuhi tanggung jawab, fungsi dan perannya dengan lebih baik. Dalam melaksanakan tugasnya di perpustakaan, pustakawan tidak hanya mengelola buku, surat kabar, atau bahan perpustakaan lainnya, tetapi juga berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya, baik rekan kerja, atasan, maupun pengguna. Oleh karena itu, pustakawan harus mempunyai kecerdasan mengenai hal tersebut. Pustakawan perlu memiliki tiga jenis kecerdasan ketika melayani pembaca, yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional. Goleman (1996) berpendapat bahwa kecerdasan menyumbang 20% dalam menentukan kesuksesan seseorang, sedangkan 80% lainnya adalah kecerdasan emosional. Emosi seorang pustakawan mempengaruhi kemampuannya dalam berinteraksi dengan orang lain. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasakan dan memahami kepekaan emosional dengan lebih efektif. Kepekaan emosional dapat mencakup pengendalian diri, kemampuan memotivasi diri sendiri atau orang lain, kemampuan mengelola emosi, dan kemampuan memahami perasaan orang lain secara efektif, yang dapat digunakan untuk memandu otak dalam mengambil keputusan terbaik. Pentingnya kecerdasan adalah untuk membantu pustakawan dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sebagai pustakawan. Pustakawan tidak hanya menata rak atau menangani buku. Namun pustakawan juga perlu berinteraksi dengan pengguna, profesional, staf lain, dan atasan. Perbedaan pendirian, suasana hati, temperamen, atau kepribadian tentu dapat mempengaruhi cara orang menyikapi apa yang dilakukannya. Untuk menghindari situasi yang tidak diinginkan sehingga menghambat alur kerja atau kinerja, pustakawan memerlukan kecerdasan emosional yang tinggi dalam berkomunikasi dan bersosialisasi di perpustakaan untuk meningkatkan kinerja pustakawan dan membangun citra positif perpustakaan di mata masyarakat. Saat ini banyak orang yang mengabaikan kecerdasan emosional dan hanya fokus pada IQ. Saat ini kita banyak menjumpai orang-orang yang sangat pintar namun kurang memiliki pengendalian diri sehingga menimbulkan banyak konflik antar manusia. Untuk menjadi sukses, kita perlu menyeimbangkan kecerdasan dan kecerdasan emosional agar kita dapat menggunakan emosi dengan bijak. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang sendiri mempunyai staf dan pustakawan dengan kepribadian yang beragam. Hal ini tentu saja menimbulkan konflik di antara mereka. Dari hasil observasi awal, terdapat konflik di kalangan pegawai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, yaitu adanya perasaan ingin didengarkan dan dihargai, namun tidak ingin mendengar dan memahami keadaan atau pekerjaan orang lain, hingga melibatkan diri. konflik antara staf dan personel arsip. Pustakawan, itu menjadi konflik. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengkaji permasalahan tersebut, karena menurut penelitian peneliti, setiap orang mempunyai kecerdasan emosional yang berbeda-beda ketika menjalankan aktivitas sehari-hari dalam organisasi. Kecerdasan emosional masyarakat merupakan modal utama dalam berinteraksi sosial dalam organisasi, dengan rekan kerja. , atasan dan pengguna. Dalam perpustakaan, pustakawan dituntut untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemustaka dalam berbagai keadaan, sehingga kinerja pustakawan dapat meningkat dan dapat berkontribusi terhadap perpustakaan.Berdasarkan pertanyaan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai bagaimana kecerdasan emosional pustakawan mempengaruhi kinerjanya yang bertajuk “Dampak Kecerdasan Emosional Terhadap Kinerja Pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang”.

Method

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskrisikan pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pustakwan yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang yang terdiri dari pustakawan ahli dan pustakawan fungsional serta kepala bidang yang berjumlah 15 orang, dengan populasi 15 orang menggunakan tekni total sampling atau sampling jenuh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik, obeservasi, wawancara dan kuesioner. Observasi dilakukan dengan mengamati kecerdasan emosional dan kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kaersipan Kota Padang. Wawancara dilakukan pada tahab observasi awal dengan cara menanyai langsung pustakawan terkait pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan. Kuesioner penelitian ini menggunakan skala likertdengan empat alternative jawaban, yaitu a) Sangat Setuju (SS); b) Setuju (S); c) Tidak Setuju (TS); Sangat Tidak Setuju (TST) untuk setiap butir pernyataan. Uji analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji normalitas, uji korelasi, uji hipotesis, uji koefisiensideterminasi untuk menguji hasil jawaban yag diperoleh dari responden. Selanjutnya data yang telah diolah disusun kedalam bentuk tabel-tabel. Selanjutnya dilakukan analisi deskriptif dengan menjabarkan nilai atau hasil dari data dan uji yang telah dilakukan. Selanjutnya dilakukan pengambilan kesimpulan sehingga memudahkan data untuk dibaca dan dipahami

Result & Discussion

Penelitian dengan judul pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipa Kota Padang bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakwana di Dinas Perpustakaan dan Kearsian Kota Padang. Data dari hasil penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 15 orang. Skor yang diberikan berskala 1-4 dengan skor terendah adalah 1 dan skor tertinggi adalah 4. Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kinerja Pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Berdasarkan hasil pembahasan mengenai variabel kecerdasan emosional dan variabel kinerja pustakawan selanjutnya akan dibahas mengenai pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwasanya kecerdasan emosional pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang berada dalam kategori yang baik. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan dapat disimpulakn bahwa pustakawan dapatmengenali emosi dirinya sendiri dengan sangat baik. Pustakawan juga mampu untuk mengendalikan emosinya dengan baik. Pustakawan juga dapat dengan baik memotivasi dirinya sendiri. Pustakwan juga memiliki kemampuan yang baik dalam mengenali emosi orang lain.Serta pustakwan juga memiliki kemampuan yang baik dalam menjalin atau membina hubungan dengan orang lain. Meskipun hampir keseluruhan pustakawan mampu untuk memiliki kecerdasan emosional yang baik, tetapi tetap ada beberapa pustakawan yang perlu meningkatakan kecerdasan emosional yang dimiliki. Kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang juga berada pada kategori baik. Dari segi kuantitas, kualitas, kerjasama, inovasi, dan tanggungjawab berada pada skor rata-rata 2,916 skor tersebut berada pada interval 2,50-3,25 dengan kategori baik. Meskipun sebagian besar pustakawan memiliki aepek kinerja yang baik namun masih ada beberapa pustakwan yang perlu meningkatka kinerja yang dimilikinya. Berdasarkan uji persyarakatan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji korelasi pearson product momentuntuk pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang sebesar 0,611. Artinya terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan kinerja pustakawan.Dengan nilai korelasi sebesar 0,611 jika dilihat dari table angka tersebut masuk dalam interval 0,60 –0,799 dengan tingkat hubungan yang kuat. maka korelasi variabel kecerdasan emosional dengan kinerja pustakawan memiliki hubungan yang cukup kuat. Hubungan antara kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang setelah dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhada menunjukan adanya pengaruh yang signifikan anatara kecerdasan emosional dengan kinerja pustakawan dengan tingkat sigifikansi sebesar 0,02 < 0,05. Berdasarkan output yang dapat dilihat pada uji tabel hipotesis, diketahui bahwa nilai Fhitungsebesar 7,136 sementara Ftabelketika df = 14 taraf sinifikan 5% adalah 5,32. Jadi dapat disimpulkan bahwa Fhitung> F tabel maka terdapat pengaruh antara variabel kecerdasan emosional dengan variabel kinerja pustakawan. Berdasarkan uji koefisiensi determinasi melalui uji regresi linear sederhana memiliki nilai sebesar 37,3%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh sebanyak 37,3% terhadap kinerja pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang. Sedangkan sisanya 62,7 dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dibahas pada penelitian ini.

Conclusion

Dari hasil pengolahan dan analisis data yang telah dilakukan pada bab empat, maka pada bab lima ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara kecerdasan emosional dengan kinerja pustakwan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang yang artinya semakin tinggi kecerdasan emosional seseorang maka semakin tinggi pula kierja yang dihasilkan. Hal ini dapat dilihat dari hasi uji korelasi pearson product moment sebesar 0,611 maka korelasi variabel kecerdasan emosional dengan kinerja pustakawan Berdasarkan pada uji hipotesis yang telah dilakukan dengan uji regresi linier sederhada menunjukan adanya pengaruh yang signifikan anatara kecerdasan emosional dengan kinerja pustakawan dengan tingkat sigifikansi sebesar 0,02 < 0,05. diketahui bahwa nilai Fhitungsebesar 7,136 sementara adalah 5,32. Jadi dapat disimpulkan bahwa Fhitung> F tabel maka terdapat pengaruh antara variabel kecerdasan emosional dengan variabel kinerja pustakawan. Dan berdarkan uji koefisiensi determinasi dapat dilihat bahwa besar pengaruh kecerdasan emosional terhadap kinerja pustakawan di Dinas Pepustakaan dan Kearsipan Kota Padang adalah sebesar 37,3% Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul “Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kinerja Pustakwandi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang” maka peneliti memberikan saran sebagai berikut. Pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang diharapkan untuk dapat lebih meningkatkan lagi kecerdasan emosional yang dimilikinya. Terutama pada kemampuan untuk mengelola emosi dan membina hubungaan, karena dari hasil penyebaran kuesioner duahal tersebut memiliki nilai yang lebih rendah dari tiga kategori atau indikator lainnya.