Kembali
16
1
2024 Scinary: Science of Information and Library Vol 2 · 1 ISSN 2963-752X

Persepsi Warga Binaan Terhadap Ketersediaan Koleksi Islami Di Perpustakaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Solok

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

This research aims to examine the perceptions of inmates towards Islamic collections in the Class IIB Correctional Institution Library in Solok City. This research uses a quantitative type of research using descriptive methods. The population in this study were all inmates who borrowed Islamic collections from the library, namely a sample of 52 respondents. To collect data using a questionnaire. The results of this research are: (1) Relevance, obtaining an average of 2.59 categorized as good; (2) Recency, getting an average of 2.43 is considered not good; (3) Title ratio, getting an average of 2.85 which is categorized as good; (4) Quality, getting an average of 3.0 is considered good: (5) Scientific objects, getting an average of 3.25 is considered very good. Based on the overall average obtained, namely 2.78, it is categorized as quite good, but it needs improvement and support according to the number of users, number of titles and budgets from various parties in order to get satisfactory results.
Keywords: Perceptions of inmates · Islamic collections · correctional institutions

Introduction

Informasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Informasi diperoleh dari data yang telah diolah menjadi bentuk yang bernilai untuk mendukung kehidupan. Tanpa adanya informasi yang lengkap dan menyeluruh manusia akan kesulitan dalam menjalani kehidupan. Kemajuan teknologi membuat informasi bisa dengan mudah tersebar dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan informasinya. Seorang manusia harus mengakses berbagai sumber-sumber informasi melalui berbagai media, seperti buku, surat kabar, televisi, maupun internet yang dapat digunakan untuk mengakses informasi. Informasi dapat diperoleh di berbagai tempat salah satunya yaitu perpustakaan. Sebagai sarana penyedia informasi, perpustakaan dituntut untuk menyediakan berbagai macam informasi yang sesuai dengan kebutuhan pemakai dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Lasa HS (2005) menyatakan bahwa perpustakaan merupakan sumber informasi yang di dalamnya terdapat aktivitas seperti pengumpulan, pengolahan, pengawetan, pelestarian, dan penyajian serta penyebaran informasi. Terdapat beberapa jenis perpustakaan yang tersebar di masyarakat misalnya perpustakaan nasional Republik Indonesia salah satumya adalah perpustakaan khusus. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan Pasal 1 Ayat 7 menyatakan bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain. Keberadaan perpustakaan khusus adalah bentuk dalam mendukung visi dan misi lembaga-lembaga khusus, serta sebagai pusat informasi terutama terhadap penelitian dan pengembangannya. Perpustakaan khusus memiliki karakteristik khusus pada fungsi, subjek, koleksi yang tersedia dan pemustaka dilayani. Menurut Standar Nasional Perpustakaan (SNP) 006 tahun 2011, Perpustakaan Khusus merupakan perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintahan, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah atau organisasi lain. Pada lembaga pemasyarakatan perpustakaan diikutsertakan dan menjadi salah satu peran penting dalam mendukung visi dan misi bagi setiap kegiatan pemberdayaan terutama wadah merehabilitas warga binaan. IFLA dalam Guidelines for Library Services to Prisoners bahwa perpustakaan lembaga pemasyarakatan menjadi bagian penting dari seluruh lingkungan pemasyarakatan untuk mendukung pendidikan, rekreasi, dan program rehabilitasi, serta sebagai penunjang narapidana meningkatkan kualitas diri. Konvensi Internasional, menyatakan bahwa pada pasal 40 Peraturan-peraturan Standar Minimum bagi perlakuan terhadapnarapidana (Resolusi Nomor 663 C (XXIV) tanggal 31 Juli 1957, Resolusi 2076 (LXII) tanggal 13 Mei 1977, menyebutkan bahwa setiap lembaga harus memiliki perpustakaan agar dapat dimanfaatkan oleh narapidana secara memadai, dan tidak saja disediakan buku-buku rekreasi namun juga buku-buku pembelajaran, serta mendorong narapidana ntuk memanfaatkan fungsi perpustakaan sepenuhnya. Salah satu jenis koleksi yang dapat menunjang informasi di perpustakaan khusus adalah koleksi islami. Menurut Lasa (2002) koleksi islami hendaknya mencakup dalam berbagai jenis seperti Al-Qur’an dan ilmu-ilmu terkait, biografi Islam, buku referensi , buku teks utama , buku bacaan non-fiksi, buku-buku fiksi, majalah islam dan surat kabar yang bernafaskan Islam. Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan, diketahui bahwa cukup tingginya kebutuhan informasi warga binaan (narapidana) dari sumber koleksi islami yang dilihat dari jumlah daftar peminjaman buku koleksi islami pada tahun 2022 yaitu sebanyak 136 bukukoleksi islami dari 292 buku peminjaman koleksi keseluruhan pada tahun tersebut. Artinya, dari berbagai jenis koleksi yang disediakan perpustakaan, sekitar 46,5% buku yang dipinjam pemustaka pada tahun 2022 adalah buku koleksi islami. Namun, hal ini tidaksejalan dengan jumlah koleksi islami yang ada di perpustakaan lembaga pemasyarakatan (Kota Solok) yang hanya berjumlah 200 koleksi islami. Sebagaimana peraturan Menteri dan Hukum Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Perpustakaan dalam Lembaga Pemasyarakatan yang menyebutkan bahwa perpustakaan lapas harus memiliki minimal 500 judul buku dalam koleksinya. Dari hal tersebut dapat dikatakan perlu meningkatkan ketersediaan koleksi islami di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Kota Solok.

Method

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga binaan yang meminjam koleksi islami di perpustakaan yaitu salpelnya berjumlah 52 responden. Untuk pengumpulan data yaitu dengan menggunakan kuesioner, kemudian dilakukan pengolahan data kuesioner melalui tahap editing dan tabulasi. Hasil penelitian ini yaitu : (1) Relevansi, kesesuaian bahan informasi atau koleksi yang tersedia dengan kebutuhan warga binaan memperoleh rata-rata 2,59 dikategorikan baik; (2) Kemutakhiran, koleksi islami yang tersedia berkembang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan memperoleh rata-rata 2,43 dikategorikan kurang baik; (3) Rasio judul, koleksi yang tersedia harus spesialis bidang yang banyak diminati memperoleh rata-rata 2,85 dikategotikan baik; (4) Kualitas, koleksi yang disediakan hendakan memenuhi syarat-syarat kualitas memperoleh rata-rata 3,0 dikategorikan baik: (5) Objek keilmuan, koleksi yang diharapkan dapat menunjang keilmuan pemustaka memperoleh rata-rata 3,25 dikategorikan sangat baik. Berdasarkan rata-rata yang diperoleh dari keseluruhannya yaitu 2,78 dikategorikan cukup baik akan tetapi perlunya peningkatan dan adanya dukungan sesuai dengan jumlah pengguna,banyaknya judul dan anggaran dari berbagai pihak agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

Result & Discussion

A.Relevansi (Kesesuaian Bahan Pengguna) Koleksi Islami di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kota Solok Hasil jawaban warga binaan dari pengisian kuesioner ketersediaan koleksi terdiri dari 4 butir pernyataan dari indikator relevansi menunjukkan hasil yang signifikan pada kelas interval kategori sesuai. Dilihat dari hasil rata-rata 2,59 yang termasuk pada interval 2,50 –3,24 kategori sesuai, skor terkecil terdapat pada pernyataan “Koleksi islami yang tersedia di perpustakaan lembaga pembinaan khusus kelas IIB kota solok” dan “Perpustakaan menyediakan berbagai koleksi islami yang saya butuhkan”. Pada pernyataan ini sebagian besar menjawab kurang setuju. Hal ini dikarenakan warga binaan menganggap bahwa koleksi islami yang tersedia jumlahnya masih terbatas sehingga perlunya untuk meningkatkan jumlah koleksi islami. Skor yang tertinggi terdapat pada pernyataan “Koleksi islami sangat bermanfaat bagi saya untuk menambah pengetahuan dan wawasan saya”. Pada pernyataan ini hampir seluruh responden menjawab setuju. Warga binaan merasa koleksi islami sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan wawasannya. B.Kemutakhiran (Keterbaruan) Koleksi Islami di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kota Solok Hasil jawaban warga binaan dari pengisian kuesioner ketersediaan koleksi terdiri dari 3 butir pernyataan dari indikator kemutakhiran menunjukkan hasil yang signifikan pada kelas interval kategori tidak sesuai. Dilihat dari hasil rata-rata 2,43 yang termasuk pada interval 1,75 –2,49 kategori tidak sesuai, skor terkecil terdapat pada pernyataan “Koleksi islam yang disediakan perpustakaan adalah koleksi yang terbaru”. Pada pernyataan ini sebagian responden menjawab setuju akan tetapi hampir sebanding dengan jawaban tidak setuju. Skor tertinggi terdapat pada pernyataan “Perpustakaan menyediakan koleksi islami dengan mengikuti perkembangan zaman”.Pernyataan ini sebagian besar responden menjawab setuju akan tetapi sama hal nya dengan pernyataan yang memiliki skor terendah pernyataan ini juga memiliki skor yang hampir setara yaitu dengan jawaban tidak setuju. C.Rasio Judul (Banyaknya Jumlah Koleksi dan Eksamplar) Koleksi Islami di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kota Solok Hasil jawaban warga binaan dari pengisian kuesioner ketersediaan koleksi terdiri dari 2 butir pernyataan dari indikator rasio judul menunjukkan hasil yang signifikan pada kelas interval kategori sesuai. Dilihat dari hasil rata-rata 2,8 yang termasuk pada interval 2,50 –3,24 kategori sesuai, skor terkecil terdapat pada pernyataan “Perpustakaan hanya sedikit menyediakan koleksi islami”. Pada pernyataan ini sebagian responden menjawab sangat setuju mengenai koleksi yang disediakan julahnya sedikit. Skor tertinggi terdapat pada pernyataan “Saya selalu dapat meminjam buku islam yang saya butuhkan”. Pernyataan ini sebagian besar responden menjawab setuju hal ini menunjukkan warga binaan masih dapat meminjam buku yang tersedia walaupun jumlahnya terbatas. D.Kualitas Koleksi Islami di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kota SolokHasil jawaban warga binaan dari pengisian kuesioner ketersediaan koleksi terdiri dari 4 butir pernyataan dari indikator kualitas menunjukkan hasil yang signifikan pada kelas interval kategori sesuai. Dilihat dari hasil rata-rata 3,0 yang termasuk pada interval 2,50 –3,24 kategori sesuai, skor terkecil terdapat pada pernyataan “Koleksi islami yang disediakan sangat informatif”. Pada pernyataan ini sebagian responden menjawab setuju hal ini berarti warga binaan setuju dengan koleksi islami yang disediakan infomatif. Skor tertinggi terdapat pada pernyataan “Koleksi islami yang disediakan perpustakaan kualitas fisiknya layak digunakan”. Pernyataan ini sebagian besar responden menjawab setuju hal ini menunjukkan warga binaan setuju dengan koleksi islami yang disediakan layak digunakan. E.Objek Keilmuan Koleksi Islami di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kota Solok Hasil jawaban warga binaan dari pengisian kuesioner ketersediaan koleksi terdiri dari 2 butir pernyataan dari indikator objek keilmuan menunjukkan hasil yang signifikan pada kelas interval kategori sangat sesuai. Dilihat dari hasil rata-rata 3,25 yang termasuk pada interval 3,25 kategori sangat sesuai, skor terkecil terdapat pada pernyataan “Perpustakaan menyediakan koleksi islami yang sesuai dengan yang saya butuhkan”. Pada pernyataan ini sebagian responden menjawab setuju hal ini berarti warga binaan setuju bahwa dengan keterbatasan koleksi islami tetapi warga binaan tetap bisa menggukan atau memanfaatkan koleksi yang tersedia. Skor tertinggi terdapat pada pernyataan “Koleksi islami yang tersedia dapat menambah ilmu saya tentang agama Islam”. Pernyataan ini sebagian besar responden menjawab sangat setuju hal ini menunjukkan warga binaan dapat menambah pilmu tentang agama Islam melalui koleksi Islami. F.Persepsi Warga Binaan Terhadap Ketersediaan Koleksi Islami di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kota Solok Berdasarkan pembahasan yang sudah dijelaskan persepsi warga binaan terhadap ketersediaan koleksi islami di Perpustakaan Lembaga Permasyarakatan Kelas IIB Kota solok yaitu: (1) Relevansi, kesesuaian bahan informasi atau koleksi yang tersedia dengan kebutuhan warga binaan memperoleh rata-rata 2,59 dikategorikan baik; (2) Kemutakhiran, koleksi islami yang tersedia berkembang sesuai perkembangan ilmu pengetahuan memperoleh rata-rata 2,43 dikategorikan kurang baik; (3) Rasio judul, koleksi yang tersedia harus spesialis bidang yang banyak diminati memperoleh rata-rata 2,85 dikategotikan baik; (4) Kualitas, koleksi yang disediakan hendakan memenuhi syarat-syarat kualitas memperoleh rata-rata 3,0 dikategorikan baik: (5) Objek keilmuan, koleksi yang diharapkan dapat menunjang keilmuan pemustaka memperoleh rata-rata 3,25 dikategorikan sangat baik. Berdasarkan rata-rata yang diperoleh dari keseluruhannya yaitu 2,78 dikategorikan cukup baik akan tetapi perlunya peningkatan dan adanya dukungan sesuai dengan jumlah pengguna,banyaknya judul dan anggaran dari berbagai pihak agar mendapatkan hasil yang memuaskan.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisa data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka diperoleh dari penelitian adalah sebagai berikut. Pertama, mengenai persepsi warga binaan terhadap ketersediaan koleksi di perpustakaan lembaga permasyarakatan kota solok dengan menyebarkan kuesioner yang diisi oleh 52 responden, dapat disimpulkan memiliki rata-rata 2,78. Hal ini menandakan skor tersebut berada kategori baik. Meskipun demikian, pada indikator ketersediaan koleksi terdapat skor yang tergolong rendah dari indikator lainnya pada pernyataan yang kelima yaitu sebesar 2,21. Namun sesungguhnya, skor ini menunjukkan bahwa ketersediaan koleksi islami perlu ditingkatkan lagi di perpustakaan lembaga permasyarakatan kelas IIB kota solok. Kedua, pada variabel rasio judul yaitu pada pernyataan 9 “perpustakaan hanya sedikit menyediakan koleksi islami” dengan skor 2,71 pada interval sesuai. Hal ini berarti warga binaan setuju bahwa koleksi di perpustakaan terbatas jumlahnya walaupun demikian warga binaan tetap bisa meminjam koleksi yang tersedia di perpustakaan dengan koleksi yang informatif dan dapat menambah ilmu tentang agama Islam. Untuk Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB kota Solok, agar lebih meningkatkan lagi ketersediaan koleksi terutama koleksi islami. Berbagai kerjasama dengan perpustakaan ataupun pemerintah bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ketersediaan koleksi-koleksi di perpustakaan di lembaga. Hal ini justru tidak mudah akan tetapi dengan adanya upaya peningkatan tentu akan mendapat perubahan, lembaga perlu mendukung untuk perubahan yang lebih baik salah satunya membimbing perubahan ahklak warga binaan sbisa dilakukan cara menambah atau memperbanyak jumlah koleksi islami di perpustakaan lembaga. Untuk peneliti selanjutnya, peneliti menyarankan agar dapat melanjutkan penelitian ini dengan menjadi pembanding tentunya dalam jumlah skala yang lebih besar.