Kembali
16
1
2024 Scinary: Science of Information and Library Vol 2 · 1 ISSN 2963-752X

The Influence of TikTok Content Information on Fulfilling Information Needs (A Study on the @buiramira Account by Library and Information Science Students, Class of 2020

Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang

Abstract

This research aims to describe the influence of TikTok content information on fulfilling information needs (study of the @buiramira account by library and information science students class of 2020). This research was conducted using descriptive methods with a quantitative research type. This research consists of two variables, namely social media (X) and information need variables (Y). The population of this research is library and information science students class of 2020. A sample of 50 was taken using the Slovin formula with a precision of 10%. The technique used is purposive sampling. Based on the research results, it is known that social media has a positive and significant effect on information needs. The social media variable (X) influences information needs (Y) by 46%, while the remaining 54% is influenced by other factors not examined in this research.
Keywords: Social Media · Information Needs · Students

Introduction

Di era modern saat ini, arus perkembangan teknologi sangat deras. Teknologi komunikasi merupakan salah satu teknologi yang dimana perkembangannya dapat dirasakan oleh masyarakat luas, hal ini dikarenakan teknologi komunikasi di zaman ini dianggap lebih cepat, efisien dan memiliki kontribusi pada aktivitas manusia. Teknologi dalam komunikasi dikembangkan untuk memfasilitasi komunikasi manusia dan memenuhi tuntutan informasi. Saat ini, bidang teknologi dan informasi sedang direvolusi oleh pesatnya pertumbuhan teknologi informasi (Aldila Safitri et al., 2021)Kemajuan teknologi berbasis komputer dan internet telah berkembang dan dikenal dengan new media. Dengan munculnya media baru, banyak tindakan mengambil sifat yang lebih bermanfaat, terjangkau, dan dapat diakses.Sesuaidenganperkembanganzaman,mediabarusaatiniberkembangdanakan melakukannya dalam hal teknologi, komunikasi, dan informasi (Adawiyah, 2020). Generasi Z, yang sangat memanfaatkan sosial media seiring dengan kemajuan teknologi, memainkan peran penting dalam pertumbuhan kebudayaan Indonesia yang terkenal dewasa ini. Generasi z tidak bisa lepas dari perangkat mobile untuk pencarian informasi. salahsatu profesi generasi z, yaitu mahasiswa. Media sosial tak pernah terlepas dari aktivitas sehari-harinya. Beragam jenis media sosial yang ada saat ini seolah telah ‘menyihir’ para mahasiswa terus mengikuti perkembangan tren media sosial terbaru. Salah satu media sosial yang memiliki popularitas tinggi di kalangan masyarakat adalah TikTok. TikTok merupakan platform media sosial yang memfasilitasi penggunanya untuk berbagi konten video pendek dengan berbagai fitur dan efek menarik (Malimbe et al., 2021). Selain jumlah pengguna aktif, jumlah waktu yang dihabiskan orang untuk berinteraksi dengan platform media sosial juga merupakan indikator bagus mengenai posisi layanan tersebut dalam kehidupan kita. dari data.ai mengungkapkan bahwa TikTok kini menjadi pemimpin dalam hal waktu rata-rata per pengguna, dengan rata-rata pengguna kini menghabiskan 33½ jam per bulan menggunakan aplikasi Android di platform tersebut. Sebagai gambaran, hal ini berarti orang-orang kini menghabiskan rata-rata lebih dari satu jam setiap hari menggunakan TikTok, dibandingkan dengan rata-rata 54 menit per hari yang dihabiskan pengguna menggunakan aplikasi Android YouTube.TikToktelah menjadi fenomena yang menarik bagi masyarakat Indonesia, terutama mahasiswa yang suka membuat dan menonton video pendek. Aplikasi TikTok merupakan sebuah platform media sosial yang didukung dengan video, music, text, filter dan fitur lainnya. Berkembangnya aplikasi TikTok ini dibuat agar semua orang atau masyarakat luas bisa mengembangkan pemikiran kreatif sebagai bentuk revolusi konten. Aplikasi TikTok juga berbentuk creatingand sharingkonten video ke sesama pengguna TikTok. Aplikasi TikTok di klaim sebagai wujud tolak ukur baru dalam berkreasi bagi para online content creators diseluruh dunia (Putri,2021).Dari hasil pra penelitian yang dilakukan dari 5 content creator yang memiliki pekerjaan sebagai dosen. Salah satu content creator yang sangat menarik perhatian, karena memiliki jumlah pengikut yang paling banyak, lalu jumlah likes yang paling banyak juga diantara content creator yang lain, akun tersebut menggunakan username @buiramira. Akun TikTok dengan username @buiramira saat ini memiliki 1.1 juta pengikut dan 29.7 juta likes. Akun @buiramira sendiri merupakan akun TikTok dari Dr. Ira Mirawati, M.Si., seorang dosen Program Studi Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran yang banyak memberikan wawasan baru seputar permasalahan perkuliahan, teknik penyusunan skripsi hingga persiapan sidangskripsi di bidang pendidikan. TikTok menjadi platform pembelajaran yang edukatif dan informatif. Salah satu diskusi yang menarik tentang kegiatan kuliah dan bagaimana mahasiswa menghadapi sidang skripsi mereka adalah bagian dari topik konten pendidikan. Akun @buiramira berfokus pada informasi yang diberikan kepada mahasiswa, yang sebagian besar menggunakan media sosial, terutama TikTok. Akun @buiramira yang dia gunakan untuk berinteraksi dengan pengguna TikTok, terutama pengikutnya, sangat mudah diterima oleh semua orang terutama remaja, sehingga informasi yang disampaikan mudah diterima, informasi dan interaksi berjalan dengan baik di akun @buiramira. Konten yang paling diminati dari akun @buiramira ini yaitu konten pembahasan mengenai penyusun tugas akhir/skripsi yang didalamnya terdapat tips and trick mengerjakan skripsi dan kesalahan pengerjaan tugas akhir/skripsi, lalukonten cara menghubungi dosen juga menjadi konten favorite, tak ketinggalan cara menghadapi dosen penguji saat sidang tugas akhir/skripsi dan cara menjawab pertanyaan penguji saat sidang juga menarik perhatian dari pengikutnyadan konten lain mengenai perkuliahan pun dinilai mudah dipahami (Vidyana, 2022)Mahasiswa yang akan menghadapi sidang skripsi memerlukan berbagai informasi penting untuk mempersiapkan diri dengan baik dan sering kali dihadapi dengan sejumlah permasalahan terkait pemenuhan kebutuhan informasi. Kebutuhan informasi khususnya pada tingkat pendidikan merupakan kebutuhan utama yang harus digunakan tiap harinya. MenurutWidiyastuti(2016), kebutuhan informasi muncul ketika seseorang mendapat masalah sehingga membutuhkan informasi yang dapat memberikan solusi atas permasalahan yang sedang dihadapinya.Sidang skripsi mengukur penguasaan akademik mahasiswa terhadap isi skripsi yang ditulis serta kemampuan mempertahankan pendapat terhadap pertanyan dan sanggahan tim penguji. Dalam situasi ujian, mahasiswa seringkali menghadapi berbagai tantangan yang menguji kemampuan akademis dan mental mahasiswa. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa yang sudah menghadapi sidang skripsi, mahasiswa tersebut masih kesulitan mendapatkan informasi mengenai tips dan trik dalam menghadapi sidang skripsi. Kesulitan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, mahasiswa kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari dosen pengujidi dalam ujian sidang. Pertanyaan tersebut dirancang sedemikian rupa untuk menguji pemahaman mendalam dan kemampuan analisis mahasiswa sepertinya contohnya pertanyaan alasan mengapa memakai teori, bagaimana memastikan bahwa indikator teori yang dipilih sesuai dengan konteks penelitian. Keadaan tersebut mengakibatkan kesulitan mencari jawaban yang pas karena tidak belajar dan tidak memahami teori. Kedua, mahasiswa tidak menguasai materi yang cukup tentang informasi spesifikdan rincisehingga belum memuaskan dosen penguji, seperti penguasaan pada proposal skripsi. Menghadapi sidang bisa menjadi pengalaman yang menegangkan, terutama jika persiapannya kurang waktu untuk mempersiapkan diri secara optimal sebelum menghadapi sidang, hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk perasaan cemas dan gugup yang berlebihan. Hal ini sejalan dengan pendapatWibowo (2020)bahwa penyebab kecemasan ialah akibat frustasi, dimana sesuatu menghalangi kemampuan seseorang mencapai tujuan bisa menimbulkan kecemasan.Waktu yang terbatas ini dapat mengakibatkan kurangnya kesempatan untuk memperluas kosa kata yang relevan dengan topik presentasi. Ketiga, kurangnya mengetahui informasi dalam sidang skripsi. Presentasi sidang menjadi masalah bagi mahasiswa, seperti informasi mengenai beberapa banyak PPT, slidePPT, hal-hal apa saja yang dimasukkan ke dam PPT, bagaimana cara menutup dan membuka sidang. Hal itu semua persiapan yang sudah ada menjadi tidak selaras.Keempat, kurangnya waktudalam persiapan presentasi.Seorang mahasiswa yang tidak sempat melakukan latihan presentasi berulang kaliakan menghadapi kesulitan dalam menguasai teknik-teknik presentasi yang efektif, seperti pengaturan intonasi suara, penggunaan bahasa tubuh yang tepat, dan mengelola waktu saat berbicara. Akibatnya, saat hari sidang tiba, mahasiswa tersebutakan merasa kurang percaya diri, berbicara terbata-bata, atau bahkan kehilangan alur pikirannya di tengah-tengah presentasi, yang tentunya dapat berdampak negatif terhadap penilaian sidang. Sama hal nya dengan pendapat Zarei et al.(2019), hambatan mahasiswa dalam melaksanakan presentasi adalah kecemasan, gugup, kurangnya kosa kata, kurangnya latihan dan kurangnya penguasaan teknis presentasi. Hal ini sama dengan ulasan hasil komen-komen audiens di akun TikTok @buiramira tentang kesulitan dalam menjawab pertanyaan dari dosen penguji. Ditemukan mahasiswa PII angkatan 2020 memfollow TikTok @buiramira. Dengan masalah mahasiswa ternyata ada satu konten yang dibutuhkan mahasiswa. Topik yang dibahas di akun @buiramira ini sesuai dengan kebutuhan informasi mahasiswa saat menghadapi sidang. Berdasarkan fenomena tersebut, penulis tertarik untuk membahas sejauh mana pengaruh informasi konten TikTok @buiramira terhadap pemenuhan kebutuhan informasi. Dengan alasan ini penulis tertarik untuk meneliti fenomena tersebut dengan judul penelitian “Pengaruh Informasi Konten TikTok Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Informasi (Studi pada Akun @Buiramira oleh Mahasiswa PII Angkatan 2020).”

Method

Penelitian ini mengkaji tentang penelitian deskriptif dengan metode penelitian kuantitatif. Tujuan menggunakan penelitian kuantitatif dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh informasi konten TikTok @buiramira terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa PII angkatan 2020.. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi angkatan 2020 Universitas Negeri Padang.Adapun sampel diambil sebanyak 50 orang responden menggunkaan rumus Slovin dengan presisi 10%. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sample purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisiner yang terdiri dari 24pernyataan yang sudah dilakukan uji validitas dan reabilitas terhadap kuisioner. Uji persyaratan analisis dalam penelitian ini, meliputi uji normalitas, uji korelasi, uji linearitas, uji t, dan uji koefisien determinansi. Setelah data diperoleh, maka dilakukan analisis data dengan cara pemeriksaan data, tabulasi data, analisis deskripsi, dan penarikan kesimpulan.

Result & Discussion

Pada penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel media sosial dan variabel kebutuhan informasi. Berikut data yang diperoleh dari hasil penelitian.Media Sosiala.Context(konteks)Tabel 1. Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Context No Pertanyaan Skor Jawaban Jumlah 1234100321850 Jumlah 516 Rata-Rata 3,44 Menurut Amelia (2022) aplikasi TikTok sangat berpengaruh bagi kehidupan sosial dan yang sudah membudaya pada keseharian lingkup Indonesia, terutama bahasa.Konten TikTok@buiramira berhasil menyampaikan informasi mengenai sidang skripsi dengan baik, menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh mahasiswa sebagai target audiens.Dalam konten@buiramiramampu menjelaskan langkah-langkah penting yang perlu dilakukan dalam menghadapi sidang skripsipada mahasiswa.Situasi yang membutuhkan penjelasan teknis, seperti sidang skripsi, akan lebih mudah dipahami jika informasi disajikan secara bertahap dan sistematis. Melalui penjelasan yang jelas dan terstruktur, mahasiswa akan merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi sidang skripsi. Konten edukatif ini juga membantu mengurangi kecemasan mahasiswa dalam menghadapi momen krusial tersebut, sehingga meningkatkan kesiapan merekadalam menjalani proses sidang. Dengan demikian, konten TikTok yang membahas persiapan sidang skripsi ini menjadi sangat relevan bagi mahasiswa, terutama mereka yang sedang dalam tahap akhir studi. Hal ini sejalan dengan pendapat Fitriani(2021), yang menyatakan bahwa pemanfaatan media sosial sebagai sarana penyajian konten edukasi digital mampu membantu para penggunanya untuk menambah pengetahuan dan wawasan baru. b. Communication (komunikasi)Tabel 2. Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Communication No Pertanyaan Skor Jawaban Jumlah 1234101292050200292150301282150 Jumlah 510 Rata-Rata 3, 4 Akun TikTok @buiramira dianggap sangat efektif dalam menyampaikan informasi terkait sidang skripsi. Hal ini sejalan dengan penelitian oleh (Puazah & Putra, 2022),latar belakang penggunaan media sosial TikTok untuk menyebarkan berita dan informasi dikarenakan efektivitas platform tersebut dalam menjangkau khalayak. mahasiswa yang memanfaatkan aplikasi TikTok untuk memperoleh informasi seputar skripsi. Hal ini memudahkan mahasiswa memperoleh informasi terkait skripsi melalui video singkat yang mudah dipahami. Konten TikTok @buiramira dinilai sangat bermanfaat.Konten ini dapat memberikan pengetahuan umum yang memiliki manfaat untuk menambah wawasan serta mudah diimplementasikan audiens (Zahra et al., 2023) c .Collaboration (kolaborasi) Tabel 3. Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Collaboration No Pertanyaan Skor Jawaban Jumlah 1234101292050. 203311650311232550 Jumlah 504 Rata-Rata 3,3 6 Kolaborasi yang diterapkan oleh Ibu Ira dianggap efektif dan bernilai positif dalam mendukung kelancaran sidang skripsi mahasiswa. Mayoritas mahasiswa merasa bahwa konten yang disampaikan oleh @buiramira tidak hanya relevan, tetapi juga membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi tahapan-tahapan sidang skripsi. Dalam konteks pendidikan, media sosial memiliki potensi besar sebagai alat kolaborasi kreatif dalam proses pembelajaran(Pusporini et al., 2022). Mahasiswa yang terlibat dalam konten TikTok @buiramira lebih mungkin mengingat informasi yang disampaikan melalui media tersebut. d. Connection (koneksi) Tabel 4.Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Connection No PertanyaanSkor Jawaban Jumlah 1234102301850209271450309241750 Jumlah 480 Rata-Rata 3,19 Menurut Rasyid & Alamsyah(2024), koneksi atau konektivitas merujuk pada kemampuan untuk menciptakan dan menegaskan relasi yang kuat antara individu atau kelompok dengan tujuan membentuk hubungan yang produktif atau positif. Salah satu faktor yang mungkin menyebabkan mahasiswa merasa kurang dekat dengan akun TikTok @buiramira adalah frekuensi live streaming yang dinilai kurang memadai atau tidak konsisten. Live streaming merupakan salah satu bentuk usergenerated contentyang menawarkan pengalaman menonton secara real-time dan memberikan kesempatan interaksi langsung antara peserta, yang dianggap sebagai elemen efektif dalam menarik dan mempertahankan pemirsa(Hao, 2022). Selain itu, kemampuan akun TikTok @buiramira dalam merespons pertanyaan mahasiswa di kolom komentar juga penting. Kebutuhan Informasi a.Current Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Mutakhir) Tabel 5. Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Current Need Approach No Pertanyaan Skor Jawaban Jumlah1234104331350202272150303291850 Jumlah 493. Akun @buiramira sebagai sumber informasi yang selalu memperbarui konten jadwal sidang skripsi menunjukkan tingkat positif yang tinggi. Halini sejalan dengan penelitian Batini et al.(2009), yang menyatakan bahwa ketepatan waktu adalah aspek penting dari data yang mutakhir, yang mencakup dimensi kekinian, volatilitas, dan ketepatan waktu. Secara keseluruhan, pengakuan terhadap kemutakhiran informasi mengenai jadwal sidang skripsi pada akun @buiramira tergolong sangat baik. Hasil ini menunjukkan bahwa informasi yang diberikan berhasil memenuhi ekspektasi mahasiswa. Selain itu, kebutuhan akan informasi mutakhir juga mendorong pengguna untuk sering berinteraksi dengan sistem informasi agar mendapatkan data terbaru dalam kurun waktu yang relatif cepat sejak pencarian informasi (Fatmawati, 2015). b .Everyday Need Approach (Pendekatan Kebutuhan Informasi Rutin)Tabel 6.Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Everyday Need Approach No Pertanyaan Skor Jawaban Jumlah123410227215020338950301282150 Jumlah 495 Rata-Rata 3,3. Dalam konteks mahasiswa yang sedang menghadapi sidang skripsi, akses terhadap informasi yang relevan dan tepat waktu sangat membantu mereka untuk lebih siap menghadapi pertanyaan penguji serta menyelesaikan sidang dengan baik. Menurut Guha, kebutuhan informasi rutin bersifat spesifik dan cepat. Pendekatan ini menuntut jawaban yang akurat dari pengolahan informasi guna memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan adanya informasi yang akurat dan tepat waktu, akun @buiramira berperan dalam memenuhi ekspektasi mahasiswa dalam memperoleh dukungan yang dibutuhkan. c.Exhaustive Need Approach(Pendekatan Kebutuhan Informasi Mendalam)Tabel 7. Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Exhaustive Need Approach No Pertanyaan Skor Jawaban Jumlah 1234104291750203281950302301850 Jumlah498Rata-Rata3,3Mayoritas responden mendukung keakuratan konten yang disampaikan oleh @buiramira. Keakuratan informasi merupakan kriteria pengukuran kualitas informasi yang berfokus pada kebenaran dari isi informasi, yang terbebas dari kesalahan dan tidak bias (Riyadli, 2020). Konten yang disampaikan oleh @buiramira dianggap relevan dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa terkait persiapan sidang skripsi. Hal ini sejalandengan pendapat Darmawan(2012), yang menyatakan bahwa relevansi informasi adalah kemampuan informasi yang disampaikan melalui sistem pengolahan tertentu untuk memenuhi kebutuhan informasi pengguna. Informasi yang disampaikan oleh @buiramira melalui konten TikTok mengenai sidang skripsijuga dinilai spesifik karena mencakup panduan dan penjelasan rinci tentang berbagai aspek yang dihadapi mahasiswa dalam persiapan dan pelaksanaan sidang skripsi. d. Cathcing Up Need Approach(Pendekatan Kebutuhan Informasi Sekilas) Tabel 8. Deskripsi Data Jawaban Responden pada Indikator Cathcing Up Need Approach No Pertanyaan Skor Jawaban Jumlah 1234102272150201292050304262050 Jumlah504 Rata-Rata3,36. Berdasarkan tanggapan responden, mayoritas merasa bahwa penyampaian informasi yang singkat danlangsung memudahkan mereka dalam memahami inti dari posting yang disajikan, khususnya terkait isu sidang skripsi. Mayoritas responden juga menilai bahwa informasi yang disajikan oleh @buiramira sangat relevan dengan isu sidang skripsi. Hal ini sejalan dengan pendapat (Hervina, 2020)yang menyatakan bahwa kualitas informasi yang baik harus akurat, mutakhir, mudah dipahami, dan bermanfaat bagi manajer atau pihak lain dalam suatu organisasi yang membutuhkan dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan.Hasil Uji HipotesisTabel 9. Uji Hipotesis ANOVA aModelSum of Squares df Mean Square FSig.1 Regression 263.7991263.79940.870.000 b Residual309.821486.455Total573.62049 a. Dependent Variable: Kebutuhan Informasi b. Predictors: (Constant), Media SosialDari hasil uji regresi linear sederhana di atas, dapat diketahui nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛g sebesar 40.870 sementara ketika df = 48 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙pada taraf signifikansi 0,05 yaitu sebesar 40.870. Hal ini menandakan bahwa 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛g > 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙(40.870> 4,04) yang berarti hipotesis alternatif (𝐻𝑎) diterima sementara (𝐻0) ditolak. Sehingga dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara media sosial (variabel X) terhadap kebutuhan informasi (variabel Y) oleh mahasiswa PII angkatan 2020.Hasil Uji Koefisien DeterminasiTabel 10. Uji Koefisien DeterminasiModel SummarybModelRR SquareAdjusted R SquareStd. Error of the Estimate1.678a.460.4492.541a. Predictors: (Constant), Media Sosialb. Dependent Variable: Kebutuhan InformasiPada tabel model summarydapat dilihat bahwa koefisien determinasi sebesar 0,460. Jika diubah dalam bentuk persen adalah 46%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh media sosial terhadap kebutuhan informasi sebesar 46% dan sisanya 54% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa media sosial berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan informasi mahasiswa Perpustakaan dan Ilmu Informasi Angkatan 2020.Variabelmedia sosial memiliki skor rata-rata total yaitu sebesar 3,35. Hal ini menandakan skor tersebut berada pada skala interval sebesar 3,25 –4,00 yang berarti tergolong dalam kategori sangat baik. Sedangkan variabel kebutuhan informasi memiliki skor rata-rata total yaitu sebesar 3,31. Hal ini menandakan skor tersebut berada pada skala interval sebesar 3,25 –4,00 yang berarti tergolong dalam kategori sangat baik.Pada uji hipotesis . Hal ini menandakan bahwa 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛g > 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙(40.870> 4,04) yang berarti hipotesis alternatif (𝐻𝑎) diterima sementara (𝐻0) ditolak. Sehingga dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara media sosial (variabel X) terhadap kebutuhan informasi (variabel Y) oleh mahasiswa PII angkatan 2020.Besarnya pengaruh media sosial terhadap kebutuhan informasi berdasarkan uji koefisien determinasi adalah sebesar 46% dan sisanya 54% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.