Perilaku Pencarian Informasi Santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This research aims to describe how students at the Darussalam Pinaga Islamic Boarding School, West Pasaman Regency search for information, using the perspective of Ellis' information seeking behavior model. The method used in this research is a quantitative descriptive approach. Data was collected by distributing questionnaires directly to 62 respondents. Samples were taken using saturated sampling techniques. Data is analyzed by studying, analyzing, and drawing conclusions from the collected data. The results of the research show that all students at the Darussalam Pinaga Islamic Boarding School, West Pasaman Regency follow all stages of information seeking behavior in accordance with David Ellis' information seeking behavior indicators. These stages include starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, and ending.
Keywords:
Information seeking behavior
· Ellis model
Introduction
Di era yang semakin maju seperti yang kita alami saat ini, kita tidak dapat menghindari ledakan informasi yang terjadi. Fenomena ini tidak mengherankan mengingat jumlah informasi yang tersedia baik disajikan dalam bentuk tulisan, rekaman, gambar, maupun digital terus meningkat di berbagai lapisan masyarakat sehingga menyebabkan mereka terjebak dalam banjir informasi yang tak terhindarkan. Namun, dalam keadaan tersebut, kita juga perlu menyadari bahwa tidak semua informasi yang kita peroleh itu akurat dan dapat dipercaya sesuai kebutuhan. Kebutuhan informasi merupakan usaha individu guna mencari dan mendapatkan pengetahuan baru, fakta atau data yang berguna dalam menyelesaikan masalah atau memberikan jawaban atas pertanyaan yang muncul di pikiran atau keadaanyang dihadapinya (Maha, 2019:55). Setiap individu tentu mempunyai tingkat kebutuhan informasi yang beragam. Ketika tingkat kebutuhan informasi yang dimiliki seseorang semakin tinggi, maka mereka akan aktif dalam mencari informasi yang mereka inginkan. Oleh karena itu, cara seseorang mencari dan memproses informasi juga berbeda antara satu individu dengan yang lainnya. Mereka harus melakukan kegiatan pencarian informasi yang disebut dengan proses pencarian informasi yang selanjutnya akan menimbulkan sebuah perilaku yang disebut dengan perilaku pencarian informasi. Perilaku pencarian informasi berkaitan dengan serangkaian tindakan serta upaya individu dalam menemukan, menelusuri, dan mendapatkan informasi yang tersedia dari beberapa jenis sumber informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi (Shobirin dkk, 2020:16). Perilaku pencarian informasi ini akan menggambarkan proses atau tahapan yang dilakukan seseorang dalam mencari informasi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Indonesia merupakan negara yang memiliki tradisi kuat dalam pendidikan agama melalui pondok pesantren. Menurut data statistik Kementerian Agama Republik Indonesia bahwa jumlah pondok pesantren di Indonesia pada tahun 2022/2023 sebanyak 39.043 pesantren dengan jumlah santri aktif sebanyak 4,08 juta santri (kemenag.go.id). Santri merupakan indivdu yang mengikuti proses pendidikan dan pembelajaran di pesantren (Megawaty, 2021:20). Santri di pondok pesantren menjalani kehidupan yang berpusat pada nilai-nilai agama dan dilengkapi dengan proses pendidikan keilmuan. Dalam konteks ini, santri memainkan peran penting sebagai penerima pendidikan yang harus aktif dalam memperoleh informasi yang ada kaitannya dengan materi pembelajaran dan agama. Informasi yang diperoleh digunakan untuk mendukung proses pembelajaran dan pengambilan keputusan untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolah yang diberikan oleh pengajar. Umumnya, santri di pondok pesantren tidak menggunakan teknologi dalam proses pencarian informasinya. Hal ini dapat menjadi tantangan tersendiri karena akses terhadap informasi menjadi terbatas. Keterbatasan akses terhadap internet dan peralatan modern seperti gadget dapat mempengaruhi kemampuan santri untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan secara efektif (Dahlilah & Rohmiyati, 2018:2). Kegiatan pencarian informasi di pondok pesantren dilakukan dengan metode tradisional seperti membaca buku di perpustakaan, berkonsultasi dengan ustadz/ustadzah, atau berdiskusi dengan sesama santri. Selain itu, mereka juga memanfaatkan sesi pengajaran dan diskusi dengan pengajar atau ustadz guna memperoleh informasi yang dibutuhkan. Salah satu yang memiliki peran penting dalam mendukung kegiatan pencarian informasi santri di pondok pesantren adalah perpustakaan. Santri memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber utama buku-buku agama dan literatur terkait, melakukan penelitian terkait tugas-tugas yang diberikan oleh pendidik, atau memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran Islam. Selain itu, santri juga dapat memanfaatkan bimbingan dari guru atau sesama santri dalam menemukan informasi yang mereka butuhkan. Pondok pesantren juga mengutamakan pendidikan karakter, seperti kepemimpinan, disiplin, nilai-nilai moral, dan bertanggung jawab. Waktu luang mereka lebih sering digunakan untuk beribadah, membaca kitab suci, atau berdiskusi dengan sesama santri. Ini dapatmembatasi kesempatan mereka untuk mencari informasi di lingkungan pondok pesantren. Santri memiliki jadwal yang ketat dan kegiatan yang padat. Keterbatasan waktu untuk melakukan pencarian informasi karena pondok pesantren memiliki rutinitas harian yang padat, termasuk kegiatan agama, studi ilmu agama, dan tugas-tugas lainnya sehingga mengurangi waktu yang tersedia untuk melakukan pencarian informasi yang lebih mendalam. Dalam bidang pencarian informasi, ada beberapa model perilaku pencarian informasi yang telah dikembangkan. Salah satunya teori tersebut adalah teori yang telah dikemukakan oleh David Ellis. Ellis berhasil mengembangkan suatu teori yang memaparkan perilaku pencarian informasi melalui serangkaian kegiatan. Ellis menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam perilaku pencarian informasi seseorang, dimulai dari starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring, extracting, verifying, dan ending (Widyastuti, 2016:16-20). Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat peneliti melihat beberapa permasalahan yang dihadapi santri di beberapa tahapan perilaku pencarian informasi diantaranya browsing, monitoring, differentiating, dan extracting. Pengawatan awal yang didukung hasil wawancara menyatakan bahwa pada saat menelusuri informasi (browsing) santri menghadapi kendala ketika menemukan sumber informasi yang sesuai terkait topik yang diinginkan. Mereka sulit menemukan buku-buku yang relevan dengan kebutuhan karena minimnya pilihan buku di perpustakaan, kemudian tidak tersedianya sumber informasi lain di pondok pesantren seperti koran, majalah, atau sumber lain untuk mencari informasi. Lalu, pada saat memantau informasi (monitoring) santri menyatakan bahwa mereka memantau perkembangan informasi hanya melalui informasi dari ustadz/ustadzah dan pengetahuan yang mereka dapatkan saja dari proses pembelajaran. Kemudian, pada saat memilih informasi (differentiating) santri tidak tahu bagaimana cara menentukan informasi yang tepat sesuai dengan kebutuhan. Mereka menyatakan bahwa tidak memiliki pengetahuan untuk menilai informasi dan tidak mendapatkan bimbingan dari pengajar di pondok pesantren dalam menentukan informasi yang tepat. Dan pada saat merangkum informasi (extracting) beberapa santri mengatakan bahwa mereka menghadapi kesulitan dalam mengambil dan meringkas informasi yang paling relevan. Ini terjadi ketika santri dihadapkan dengan membaca buku-buku yang tebal sehingga mereka merasa kewalahan dalam mengambil bagian penting untuk dirangkum. Berdasarkan permasalahan yang sudah diuraikan tersebut, maka peneliti ingin mengkaji lebih dalam mengenai perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat.
Method
Data dikumpulkan dari hasil penyebaran kuesioner yang telah diperoleh dari subjek penelitian yaitu seluruh santri kelas VI (enam) tingkat Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat sebanyak 62 responden. Data yang terkumpul kemudian diproses dan dianalisis untuk menghasilkan informasi yang berguna dalam membuat suatu kesimpulan. Dalam pengumpulan data untuk penelitian ini, digunakan metode kuesioner yang berisi pertanyaan tentang variabel yang sedang diteliti. Setelah itu,kuesioner akan dibagikan kepada seluruh sampel sebagai data yang akan diolah dalam penelitian. Kemudian hasil penyebaran kuesioner akan diolah dengan mentabulasikan hasil dari jawaban responden ke dalam bentuk tabel. Setelah itu, jawaban dari responden dalam kuesioner akan diolah dengan cara menggabungkan jawaban-jawaban menjadi tabel. Selanjutnya, hasil perhitungan kuesioner yang masih berupa angka-angka akan dianalisis dan dijelaskan pada pembahasan. Berikut rumus distribusi frekuensi yang digunakanuntuk menghitung persentase dalam mendapatkan data dari kuesioner: FP = 𝑥100% N Keterangan: P = persentase yang dicari F = frekuensi jawaban yang diperoleh N = jumlah sampel
Result & Discussion
1. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Starting (memulai) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Starting adalah langkah pertama dalam aktivitas pencarian informasi. Startingmerupakan kegiatan pengguna informasi saat pertama kali melakukan pencarian informasi. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Pasaribu, dkk (2019:96) yang menyatakan bahwa startingadalah langkah awal seseorang dalam memulai pencarian informasi. Perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat ketika memulai pencarian informasi dapat dilihat dari indikator kriteria jawaban yang terdiri dari: menentukan topik yang akan dicari, bertanya kepada ustadz atau ustadzah, membuat daftar informasi, dan menentukan kata kunci serta media pencarian informasi. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 62 responden menunjukkan bahwa hampir seluruhnya responden berjumlah 48 orang (77%) menyatakan memulai pencarian informasi dengan menentukan topik yang akan dicari, sebagian kecil responden berjumlah 11 orang (18%) menyatakan memulai pencarian informasi dengan bertanya kepada ustadz/ustadzah, serta sebagian kecil responden berjumlah 2 orang (3%) menyatakan memulai pencarian informasi dengan membuat daftar informasi, dan sebagian kecil responden berjumlah 1 orang (2%) menyatakan memulai pencarian informasi dengan menentukan kata kunci serta media pencarian informasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat pertama kali memulai pencarian informasi yaitu dengan menentukan topik yang akan dicari. 2. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Chaining (menemukan) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Chainingadalah tahapan kedua kegiatan perilaku pencarian informasi. Chaining merupakan proses menelusuri dan mengikuti petunjuk dalam referensi yang telah diidentifikasi sebelumnya dengan tujuan menemukan sumber-sumber informasi yang relevan dengan kebutuhan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Inawati (2020:232) yang menyatakan bahwa chainingadalah tahapan yang berkaitan dengan aktivitas untuk mencari referensi atau bacaan terkait topik atau judul penelitian tertentu, dan referensi yang mencakup teori-teori yangakan dipergunakan. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner terhadap 62 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjumlah 32 orang (52%) menyatakan cara menemukan referensi atau bacaan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan dengan mencari buku-buku terkait topik yang sedang dipelajari, sebagian kecil responden berjumlah 13 orang (21%) menyatakan menemukan referensi atau bacaan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan dengan cara mencari sumber bacaan yang direkomendasikan oleh ustadz/ustadzah, sertasebagian kecilnya lagi responden berjumlah 11 orang (18%) menemukan referensi atau bacaan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan dengan cara menggunakan daftar pustaka yang terdapat dalam buku, dan sebagian kecil responden berjumlah 6 orang (10%) menemukan referensi atau bacaan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan dengan cara mencari tulisan atau karya ulama terkait topik yang sedang dipelajari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat menemukan referensi atau bacaan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan dengan cara mencari buku-buku terkait topik yang sedang dipelajari.3. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Browsing (menelusuri) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Browsing merupakan tahap ketiga dari kegiatan perilaku pencarian informasi. Browsing merupakan kegiatan mencari informasi dengan cara melakukan penelusuran di berbagai sumber dengan harapan menemukan informasi yang dibutuhkan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Inawati (2020:232) yang menyatakan bahwa browsing adalah metode penelusuran yang melibatkan akses terhadap berbagai sumber informasi yang diperoleh. Perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat ketika menelusuri informasi yang dibutuhkan terdiri dari indikator kriteria jawaban: membaca buku-buku referensi Suci Dwi Lestari1, Nurizzati2-Perilaku Pencarian Informasi Santri di Pondok Pesantren Darussalam PinagaKabupaten Pasaman Barat (2023)15yang tersedia di perpustakaan, bertanya langsung kepada ustadz/ustadzah, melihat daftar isi buku, dan melakukan penelusuran hanya pada topik yang diminati saja. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 62 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjumlah 35 orang (56%) menyatakan menelusuri informasi yang dibutuhkan dengan menelusuri informasi yang dibutuhkan dengan membaca buku-buku referensi yang tersedia di perpustakaan, hampir setengahnya responden berjumlah 17 orang (27%) menyatakan menyatakan menelusuri informasi yang dibutuhkan dengan bertanya langsung kepada ustadz/ustadzah, serta sebagian kecil responden berjumlah 9 orang(15%) menyatakan menelusuri informasi yang dibutuhkan dengan melihat daftar isi buku, dan sebagian kecilnya lagi responden berjumlah 9 orang (15%) menyatakan menelusuri informasi yang dibutuhkan dengan melakukan penelusuran hanya pada topik yang diminati saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat menelusuri informasi yang dibutuhkan dengan cara membaca buku-buku referensi yang tersedia pada perpustakaan. 4. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Differentiating (memilih) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Differentiating adalah tahapan keempat perilaku pencarian informasi. Differentiatingmerupakan kegiatan pencarian informasi dengan melakukan evaluasi dan pemilihan terhadap sumber informasi yang sesuai kriteria dan kebutuhan pengguna. Pernyataan tersebut diperkuat olehPasaribu, dkk (2019:100) yang menyatakan bahwa differentiatingadalah tahapan yang berkaitan dengan kegiatan pengguna informasi dalam mengevaluasi dan memilah sumber informasi sesuai kriteria kebutuhan. Perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat ketika menentukan kriteria sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan terdiri dari indikator kriteria jawaban: memilih informasi dari sumber yang mampu dipertanggungjawabkan, membandingkan hasil pencarian informasi agar mendapatkan hasil sesuai dengan kebutuhan, mencari sumber informasi pada subjek yang dipilih saja, dan memilih satu sumber dari berbagai sumber informasi yang ditemukan. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 62 responden menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berjumlah 26 orang (42%) menentukan kriteria sumber informasi yang sesuai kebutuhan dengan memilih satu sumber informasi dari berbagai sumber informasi yang didapatkan, sebagian kecil responden berjumlah 15 orang (24%) menentukan kriteria sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan dengan membandingkan hasil pencarian informasi agar mendapatkan hasil sesuai dengan kebutuhan, serta sebagian kecilnya lagi responden berjumlah 14 orang (23%) menentukan kriteria sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan dengan memilih informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, dan sebagian kecil lagi responden berjumlah 7 orang (11%) menentukan kriteria sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhan dengan mencari sumber informasi hanya pada subjek-subjek yang dipilih saja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat menentukan kriteria sumber informasi yang sesuai kebutuhan yaitu dengan memilih satu sumber informasi dari berbagai sumber informasi yang didapatkan. 5. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Monitoring (memantau) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Monitoring adalah tahapan keempat dari perilaku pencarian informasi. Monitoring berkaitan dengan aktivitas melacak perkembangan terbaru dari sumber-sumber tertentu dan mengamati perubahan dan topik yang dicari. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Pasaribu, dkk (2019:105) yang menyatakan bahwamonitoring adalah proses mengawasi dan memantau perkembangan sesuatu, terutama dalam bidang yang diminati dengan mengikuti sumber secara teratur. Perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam PinagaKabupaten Pasaman Barat dalam memantau informasi untuk memperoleh informasi terbaru terdiri dari indikator kriteria jawaban: melakukan diskusi dengan ustadz/ustadzah, melakukan diskusi dengan teman, membaca buku atau sumber informasi lain, dan mengikuti informasi terbaru tentang topik yang dicari. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 62 responden menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berjumlah 28 orang (45%) menyatakan memantau informasi untuk memperoleh informasi terbaru dengan diskusi dengan ustadz dan ustadzah, hampir setengahnya juga responden berjumlah 21 orang (34%) menyatakan memantau informasi untuk memperoleh informasi terbaru dengan membaca buku atau sumber informasi lain, sebagian kecil responden berjumlah 11 orang (18%) menyatakan memantau informasi untuk memperoleh informasi terbaru dengan selalu mengikuti informasi terbaru tentang topik yang dicari, dan sebagian kecil juga responden berjumlah 2 orang (3%) menyatakan mencari informasi terbaru yang berhubungan dengan kebutuhan informasi melalui diskusi dengan teman. Dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat menyatakan memantau informasi untuk memperoleh informasi terbaru dengan diskusi dengan ustadz dan ustadzah. 6. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Extracting (merangkum) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Extracting adalah tahapan keenam dari perilaku pencarian informasi. Extracting merupakan kegiatan melanjutkan pencarian informasi dengan menyelidiki lebih dalam sumber-sumber yang telah ditemukan untuk memilih bahan yang relevan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Bachtiar (2020:169) yang menyatakan bahwa extracting adalah proses melanjutkan pencarian informasi secara mendalam dengan menjelajahi sumbersumber tertentu untuk mengidentifikasi bahan yang relevan. Perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat dalam merangkum atau mengelompokkan informasi yang telah diperoleh terdiri dari indikator kriteria jawaban: melakukan pencarian lebih lanjut untuk memperoleh informasi yang lebih mendalam, mengambil bagian yang bermanfaat dari informasi untuk digunakan nantinya. memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan, dan menyimpan informasi berdasarkan topik yang dibutuhkan. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 62 responden menunjukkan bahwa hampir setengahnya responden berjumlah 29 orang (47%) menyatakan merangkum atau mengelompokkan informasi yang telah diperoleh denganmemilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan, sebagian kecil responden berjumlah 15 orang (24%) menyatakan merangkum atau mengelompokkan informasi yang telah diperoleh dengan mengambil bagian-bagian yang bermanfaat dari informasi untuk digunakan nantinya, sebagian kecilnya lagi responden berjumlah 11 orang (18%) menyatakan merangkum atau mengelompokkan informasi yang telah diperoleh dengan menyimpan informasi berdasarkan topik yang dibutuhkan, dan sebagian kecil lagi responden berjumlah 7 orang (11%) menyatakan merangkum atau mengelompokkan informasi yang telah diperoleh dengan melakukan pencarian lebih lanjut untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam. Dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat dalam merangkum atau mengelompokkan informasi diperoleh yaitu dengan memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhan. 7. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Veryfying (Memeriksa Ulang) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Verifying adalah tahapan ketujuh dari perilaku pencarian informasi. Verifyingadalah tahapan yang dilakukan untuk memastikan informasi yang ditemukan dapat dipercaya dan sesuai kebutuhan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Hutapea, dkk (2021:47) yang menyatakan bahwa verifying adalah tahapan yang dilakukan oleh pengguna informasi untuk melakukan pengecekan terakhir atau mengontrol apakah informasi telah diperoleh sesuai kebutuhan mereka. Perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat dalam memeriksa ulang informasi yang diperoleh terdiri dari indikator kriteria jawaban: membandingkan sumber informasi yang dipilih dengan sumber lain, mengecek ulang informasi yang diperoleh, melakukan pengecekan terakhir untuk menyaring informasi yang bermanfaat, dan menentukan sumber informasi yang diperoleh untuk digunakan. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 62 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjumlah 39 orang (63%) menyatakan memeriksa ulang informasi yang diperoleh dengan melakukan pengecekan terakhir untuk menyaring informasi yang bermanfaat, sebagian kecil responden berjumlah 13 orang (21%) menyatakan memeriksa ulang informasi yang diperoleh dengan membandingkan sumber informasi yang dipilih dengan sumber informasi lain, serta sebagian kecilnya lagi responden berjumlah 7 orang (11%) menyatakan memeriksa ulang informasi yang diperoleh dengan mengecek ulang informasi yang ditemukan, dan sebagian kecil responden berjumlah 3 orang (5%) menyatakan memeriksa ulang informasi yang diperoleh dengan membandingkan sumber informasi yang dipilih dengan sumber informasi lain. Dengan demikian disimpulkan bahwa perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat dalam memeriksa ulang informasi yang diperoleh yaitu dengan melakukan pengecekan terakhir untuk menyaring informasi yang bermanfaat. 8. Perilaku Pencarian Informasi pada Tahap Ending (Tahap Akhir) di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat Ending adalah tahapan kedelapan dari perilaku pencarian informasi. Ending merupakan tahap akhir dari proses pencarian informasi dimana pengguna mengaplikasikan informasi yang telah ditemukan untuk memenuhi kebutuhan. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Hutapea dkk (2021:47) yang menyatakan bahwa ending adalah tahapan ketika pola pencarian informasi umumnya berakhir seiring dengan penyelesaian sebuah penelitian. Perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat setelah selesai mencari informasi yang diperoleh terdiri dari indikator kriteria jawaban: mengambil dan menggunakan intisari dari informasi yang diperoleh, menggunakan informasi untuk memenuhi tugas sekolah atau kegiatan belajar, memberikan kesimpulan dari informasi yang diperoleh, dan membaca kembali informasiinformasi yang telah diperoleh. Berdasarkan hasil penyebaran kuesioner yang dilakukan terhadap 62 responden menunjukkan bahwa sebagian besar responden berjumlah 32 orang (52%) menyatakan menggunakan informasi untuk memenuhi tugas sekolah atau kegiatan belajar setelah selesai mencari informasi, hampir setengahnya responden berjumlah 21 orang (34%) menyatakan memberikan kesimpulan dari informasi yang telah diperoleh setelah selesai mencari informasi, sebagian kecil responden berjumlah 7 orang (11%) menyatakan mengambil dan menggunakan intisari dari informasi yang diperoleh setelah selesai mencari informasi, dan sebagian kecilnya lagi responden berjumlah 2 orang (3%) menyatakan membaca kembali informasi-informasi yang telah diperoleh setelah selesai mencari informasi. Dengan demikian diambil kesimpulan bahwa perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat setelah selesai mencari informasi adalah untuk memenuhi tugas sekolah atau kegiatan belajar setelah selesai mencari informasi diperoleh.
Conclusion
Dari hasil pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa perilaku pencarian informasi santri di Pondok Pesantren Darussalam Pinaga Kabupaten Pasaman Barat menggunakan pendekatan model Ellis terdiri dari beberapa tahapan yang penting. Pada indikator starting hampir seluruhnya santri (77%) memulai pencarian informasi dengan menentukan topik yang akan dicari. Pada indikator chaining sebagian besar santri (52%) menemukan referensi atau bacaan yang berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan dengan cara mencari buku-buku terkait topik yang sedang dipelajari. Pada indikator browsing sebagian besar santri (56%) menelusuri informasi yang dibutuhkan dengan membaca buku-buku referensi yang tersedia di perpustakaan. Pada indikator differentiating hampir setengahnya santri (42%) menentukan kriteria sumber informasi yang sesuai kebutuhan dengan memilih satu sumber informasi dari berbagai sumber informasi yang didapatkan. Pada indikator monitoring, setengahnya santri (50%) mencari informasi terbaru yang berhubungan dengan kebutuhan informasi melalui buku dan hampir setengahnya santri (42%) menyatakan memantau informasi untuk memperoleh informasi terbaru dengan membaca buku atau sumber informasi lain. Pada indikator extracting hampir setengahnya santri (47%) merangkum atau mengelompokkan informasi yang telah diperoleh dengan memilih informasi yang sesuai dengan kebtuhan. Pada indikator verifying sebagian besar santri (63%) menyatakan memeriksa ulang informasi yang diperoleh dengan melakukan pengecekan terakhir untuk menyaring informasi yang bermanfaat dan sebagian besar santri memeriksa ulang informasi untuk memastikan bahwa informasi yag dicari sudah sesuai dengan kebutuhan. Dan pada indikator ending sebagian besar santri (52%) menggunakan informasi untuk memenuhi tugas sekolah atau kegiatan belajar setelah selesai mencari informasi.