Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital sebagai Sumber Belajar bagi Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
This studi aims to find out how the utilization of digital reading corner services as a learning resource for students at SMA Negeri 2 Painan Library. The purpose of this study is to describe. First, the utilization of digital reading corner services by students of SMA N 2 Painan. Second, student learning resources by utilizing digital reading corner services at SMA N 2 Painan Library. This study used quantitative descriptive method. This study had a population of 1,247 students with a sample drawn amounting to 92 students. The data that has been collected is made into a table form and then data processing is carried out with calculations using the mean formula and grand mean calculations to calculate the total average of each indicator and variable. Based on the results of the study, results were obtained. First, the utilization of digital reading corner services by SMA Negeri 2 Painan students obtained an average score of 3.04 with an interval scale of 2.52 –3.27 in the high category. Second, student learning resources by utilizing the digital reading corner service at SMA Negeri 2 Painan Library obtained an average score of 3.05 in the high category
Keywords:
Utilization of digital reading corner services
· learning resource
Introduction
Perkembangan pesat pada ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak pada peralihan yang terjadi di segala aspek lembaga, salah satunya pada lembaga pendidikan. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2018, bahwa penggunaan teknologi pada lembaga pendidikan SD sebanyak 64,55 persen, SMP dan sederajat sebanyak 19,22 % dan SMA dan sederajat sebanyak 16,23 %. Dengan demikian pendidikan harus dirancang sedemikian rupa sehingga memungkinkan siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki agar dapatterciptanya bangsa yang cerdas. Dalam mewujudkan hal tersebut, setiap lembaga pendidikan dituntut menyediakan sarana dalam menyelenggaraan pendidikan dan sebagai sumber belajar yaitu perpustakaan. Perpustakaan bagian utama dalam pendukung dunia pendidikan karena berkontribusi besar dalam terbukanya informasi dan ilmu pengetahuan. Perpustakaan menyediakan beragam bahan pustaka dan layanan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dimana bahan pustaka dikumpulkan, diolah hingga sampai pada tangan pemustaka dan dapat digunakan semaksimal mungkin. Pada lembaga pendidikan, terutama sekolah perpustakaan digunakan sebagai sumber belajar. Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2014 mengenai Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 mengenai Perpustakaan pada pasal 1 ayat (11) menyebutkan bahwa perpustakaan sekolah bagian sentra dari kegiatan pembelajaran dan berfungsi sebagai sumber belajar dalam mendorong tercapai tujuan pendidikan yang berada di lingkungan sekolah. Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar siswa dapat dimanfaatkan untuk menggali ilmu pengetahuan, perpustakaan harus memiliki ruang tersendiri serta ikut dalam pelaksanaan pembelajaran bagi siswa baik pada saat pelajaran maupun diluar pelajaran (Mansyur, 2016:44). Perpustakaan sekolah pada era teknologi informasi selalu berlomba dalam mengintegrasikan teknologi dalam layanan sehingga bertransformasi menjadi perpustakaan digital walaupun dalam implementasinya masih jauh dari yang diharapkan. Namun dalam perkembangannya perpustakaan sekolah setidaknya harus menerapkan teknologi dalam pengolahannya menggunakan sistem automasi, seringkali orang menyamakan antara perpustakaan digital dengan perpustakaan berbasis teknologi yang telah memiliki sistem automasi. Keduanya merupakan hal yang berbeda dimana perpustakaan berbasis teknologi belum tentu menerapkan sistem digital pada seluruh komponen perpustakaan, tetapi kedua hal tersebut dibangun untuk memenuhi kebutuhan dalam pembelajaran agar lebih mudah dan cepat sehingga dalamprosesnya lebih efektif dan efisien. Sejalan dengan pendapat Johan (2017:500) bahwa perpustakaan sekolah sangat membutuhkan teknologi informasi agar dapat meningkatkan kualitas dan kecepatan proses layanan pada pemustaka sehingga dapat memperlancar dalam proses belajar di sekolah dan membantupustakawan dalam mengelola perpustakaan agar meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam penatalaksanaan perpustakaan mengingat perpustakaan sekolah digunakan sebagai sumber belajar. Sebagai sumber belajar, perpustakaan sekolah menyediakan layanan yang dapat dimanfaatkan oleh siswa yang berkunjung. Seperti halnya dengan perpustakaan yang terdapat di Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Painan yang dijadikan sebagai sumber belajar bagi siswanya, dengan adanya perkembangan teknologi membuat SMA Negeri 2 Painan berorientasi dan melakukan inovasi dalam berbagai bidang, termasuk pada bidang perpustakaan SMA Negeri 2 Painan yang telah menerapkan teknologi pada bidang layanan dan pengelolaannya. Haltersebut terlihat pada peresmiannya perpustakaan SMA Negeri 2 Painan menjadi perpustakaan digital yang diresmikan oleh gubernur Sumatera Barat melalui perwakilannya pada Maret 2022. Namun, pada kenyataannya Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan masih tergolong kategori perpustakaan hybrid, dimana gabungan antara perpustakaan digital dengan perpustakaan konvensional. Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan sebagai jantung pendidikan dan sumber belajar bagi siswa berusaha meningkatkan layanan. Adapun penerapan teknologi pada layanan pengguna salah satunya ialah layanan pojok baca digital. Layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, dimana fasilitas pada layanan ini terdapat enam komputer yang siap digunakan oleh siswa dan juga menyediakan koleksi ebook yang disusun dalam komputerisasi serta tersedia internet. Berdasarkan wawancara awal dengan pustakawan, layanan ini dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk membaca e-book, mengakses ipusnas, menggunakan sebagai sumber belajar bagi siswa untuk memperoleh informasi, pengetahuan dan membuat tugas, esai, makalah, dan lain-lain. Layanan pojok baca digital perpustakaan SMA Negeri 2 Painan memiliki koleksi e-book dari perpusnas yang dapat diakses online melalui aplikasi Ipusnas memiliki sekitar 20.000 judul e-book serta memiliki koleksi ebook telah diunduh sendiri sekitar 300 judul buku yang dapat diakses offline melalui penyimpanan pada masing-masing komputer. Berdasarkan pada data frekuensi bulanan buku tamu selama Januari s/d Februari 2023 terdapat total 3.403 pemustaka terdiri dari 167 anggota, 731 non anggota dan 2.505 rombongan, sehingga rata-rata perhari kunjungan lebih kurang 68 orang. Pada wawancara awal dengan pustakawan SMA Negeri 2 Painan bahwa pada pengisian buku tamu secara online melalui komputer, pemustaka terdapat tiga kategori yaitu kategori anggota, non anggota dan rombongan. Sedikitnya jumlah pada kategori anggota yang datang ke perpustakaan dikarenakan siswa yang berkunjung ke perpustakaan dan tidak membawa kartu perpustakaan maka akan didata sebagai kategori non anggota, sedangkan jumlah rombongan lebih banyak karena dalam sehari biasanya terdapat dua sampai tiga kelas yang menggunakan perpustakaan sebagai tempat belajar oleh guru mereka. Berdasarkan frekuensi kunjungan bulanan tersebut dan pada observasi awal terdapat perbedaan antara siswa yang datang ke perpustakaan dengan siswa yang memanfaatkan layanan pojok baca digital. Namun tingkat pemanfaatan layanan pojok baca digital tidak diketahui secara pasti karena tidak ada data penggunaan pada layanan tersebut. Selain itu, pada layanan pojok baca digital ini tersedia internet, sehingga layanan ini tidak menutup kemungkinan bahwa siswa menggunakannya untuk hiburan, maka dari itu peneliti ingin mengetahui bagaimana pemanfaatan layanan ini sebagai sumber belajar di perpustakaan. Berdasarkan kondisi tersebut, sejauh ini belum ada penelitian secara mendalam tentang pemanfaatan layanan pojok baca digital di perpustakaan SMA Negeri 2 Painan sehingga penulis tertarik untuk melakukan penelitian secara mendalam tentang pemanfaatan layanan terutama layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar bagi siswa, melalui penjelasan yang telah diuraikan sebelumnya maka penelitian ini mengangkat judul “Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital sebagai Sumber Belajar bagi Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan”
Method
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan metode kuantitatif. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa SMA Negeri 2 Painan, dan sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMA Negeri 2 Painan tahun ajaran 2022-2023 yaitu berjumlah 1.247 orang. Sampel pada penelitian ini adalah 92 orang didapatkan menggunakan rumus Slovin, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini teknik simple random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, kuesioner dan dokumentasi. Observasi dikakukan dengan mengamati pemanfaatan layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar bagi siswa di perpustakaan SMA N 2 Painan dan mendapatkan data atau informasi tambahan. Kuesioner penelitian ini menggunakan Skala Likertdengan empat alternatif jawaban untuk setiap butir soal dengan ketentuan: a) Sangat Setuju (SS) memiliki skor 4, b) Setuju (S) memiliki skor 3, c) Tidak Setuju (TS)memiliki skor 2, d) Sangat Tidak Setuju (STS) memiliki skor 1. Dokumentasi dilakukan untuk melengkapi data terkait permasalahan penelitian yaitu pemanfaatan layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar bagi siswa di perpustakaan SMA Negeri 2 Painan. Instrumen pada penelitian dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas menggunakan rumus korelasi Product Moment dengan skor total dengan derajat kebebasan a=0,05. Instrumen dapat dikatakan valid dengan kriteria: rhitung > rtabel, maka data dinyatakan valid, rhitung < rtabel, maka data dinyatakan tidak valid. Uji reliabilitas menggunakan rumus koefisien Cronbach Alpha, dengan kriteria apabila koefisien reliabilitas (r) > 0,6. Berdasarkan hasil uji validitas bahwa seluruh instrumen sebanyak 30 butir soal dinyatakan valid sesuai dengan kriteria, sedangkan hasil uji reliabilitas dengan nilai Cronboach Alpha0,957 > 0,6, maka instrumen tersebut dapat dikatakan reliabel atau konsisten dan dapat digunakan sebagai pengumpulan data. Teknik penganalisisan data pada penelitian ini yaitu verifikasi data, peneliti memeriksa kembali data yang sudah diperoleh dari jawaban kuesioner yang telah diisi oleh responden. Selanjutnya tabulasi, memasukkan atau menyusun data yang telah diperoleh darikuesioner yang telah disebarkan ke dalam tabel-tabel. Selanjutnya analisis deskriptif dengan melakukan perhitungan dengan rumus mean untuk mengetahui nilai rata-rata dari setiap butir instrumen dan grand mean untuk mengetahui jumlah seluruh rata-rata indikator dan variabel. Penafsiran jawaban dari perhitungan skala likert menggunakan skala inteval dengan membagi selisih antara skor tertinggi dengan skor terendah, nilai yang tertinggi pada Skala Likert adalah 4 dan nilai terendah 1, sehingga didapatkan jarak dari setiap titik 0,75. Adapun perolehan penilaian yaitu: Sangat Tinggi : 3,28 –4,03 Tinggi : 2,52 –3,27 Rendah : 1,76 –2,51 Sangat Rendah : 1,00 -1,75
Result & Discussion
Penelitian dengan judul Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital sebagai Sumber Belajar bagi Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa SMA Negeri 2 Painan, dan sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan. Data dari hasil penelitian ini diperoleh melalui kuesioner berskala dengan jumlah pernyataan sebanyak 30 butir dan jumlah responden 92 siswa SMA Negeri 2 Painan tahun ajaran 2022-2023. Skor yang diberikan berskala 1-4 sehingga diperoleh skor tertinggi ideal adalah 4,00 dan skor ideal terendah adalah 1,00. Berdasarkan hasil perhitungan data penelitian pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa SMA Negeri 2 Painan diperoleh skor rata-rata sebesar 3,04 berada pada kategori tinggi. Sedangkan hasil perhitungan data penelitian sumber belajar dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital memperoleh skor rata-rata sebesar 3,05 dengan kategori tinggi. Adapun penjabarannya dapat dilihat melalui indikator pada masing-masing variabel. A. Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital oleh Siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan Pemanfaatan layanan pojok baca digital merupakan menggunakan atau memakai layanan pojok baca digital yang tersedia diperpustakaan dan dimanfaatkan secara optimal bagi siswa. Pada variabel ini terdapat tiga indikator yaitu indikator intensitas pemanfaatan, aktivitas pemanfaatan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan. Tabel 1. Skala Hasil Pemanfaatan Layanan Pojok Baca DigitalNo Indikator Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital Skor RataRata Kategori 1. Intensitas Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital 3,13 Tinggi 2. Aktivitas Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital 3,09 Tinggi 3. Faktor-Faktor Mempengaruhi Pemanfaatan Layanan Pojok Baca Digital 2,91 Tinggi Jumlah 3,04 Tinggi 1.Intensitas Pemanfaatan Pada intensitas pemanfaatan berkaitan dengan frekuensi kunjungan dan waktu berkunjung siswa ke perpustakaan dan memanfaatkan layanan dalam kurun waktu tertentu, peneliti menyusun 3 butir pernyataan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus grand mean, didapatkan hasil dari tanggapan responden terhadap 3 item pernyataan pada indikator intensitas pemanfaatan layanan pojok baca digital dengan perolehan nilai rata-rata 3,13. Dengan demikian, dapat dianalisis bahwa intensitas pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan berada pada kategori tinggi. 2.Aktivitas Pemanfaatan Pada indikator aktivitas pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan berkaitan dengan berbagai kegiatan siswa dalam memanfaatkan layanan tersebut. Aktivitas pemanfaatan perpustakaan dan layanan sebagai sumber belajar ialah mencari buku referensi untuk dijadikan referensi mata pelajaran, menambah wawasasan, membaca buku, menggunakan sebagai tempat diskusi antar teman serta menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Pada penelitian ini hanya mengambil pada aktivitas pemanfaatan meliputi mencari referensi, membaca koleksi, menambah wawasan dengan belajar mandiri dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Hasil dari perolehan data melalui 7 butir pernyataan menunjukkan bahwa aktivitas pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan dengan perolehan skor ratarata 3,09 berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa melakukan aktivitas pemanfaatan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan dengan baik. 3.Faktor-Faktor Mempengaruhi Pemanfaatan Pada bagian faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan meliputi faktor kebutuhan, faktor tenaga kependidikan (guru), faktor promosi, faktor diri sendiri, faktor gemar atau hobi, faktor efisiensi. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan, peneliti menyusun 7 butir pernyataan. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus grand mean, didapatkan hasil dari tanggapan responden terhadap 7 butir pernyataan pada indikator faktor-faktor mempengaruhi pemanfaatan layanan pojok baca digital dengan perolehan nilai rata-rata 2,91 yang berada pada kategori tinggi. Dengan demikian, dapat dianalisis bahwa faktor-faktor mempengaruhi pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan berada pada kategori tinggi. B. Sumber belajar Siswa dengan Memanfaatkan Layanan Pojok Baca Digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan Untuk mengetahuisumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA N 2 Painan, peneliti menyusun 13 pernyataan dari 4 indikator pada sumber belajar. Tabel 2. Skala Hasil Sumber Belajar dengan Memanfaatkan Layanan Pojok Baca Digital No Indikator Sumber Belajar dengan manfaatan Layanan Pojok Baca Digital Skor RataRata Kategori 1. Mengumpulkan Informasi 3,11 Tinggi 2. Mengambil Intisati Informasi 3,06 Tinggi 3. Analisis dan Evaluasi Informasi 3,04 Tinggi 4 Menggunakan Informasi 3,00 Tinggi Jumlah 3,05 Tinggi Berdasarkan hasil tersebut, dapat diketahui sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan memperoleh skor rata-rata dari keempat indikator pada sumber belajar mendapatkan hasil 3,05 berada pada kategoti tinggi. 1.Mengumpulkan Informasi dengan Memanfaatkan Layanan Pojok Baca Digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan Salah satu sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan ialah agar siswa dapat mengumpulkan informasi. Untuk mengetahui mengumpulkan informasi dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA N 2 Painan, peneliti menyusun 4 butir pernyataan. Hasil dari perolehan data menunjukkan bahwa mengumpulkan informasi dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA N 2 Painan mendapat skor ratarata 3,11 berada pada kategoritinggi. Dengan demikian dapat dianalisis bahwa siswa dapat mengumpulkan informasi dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan tergolong baik, hal ini berarti pada layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan memiliki mudah digunakan dalam mengumpulkan informasi sehingga siswa yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. 2.Mengambil Intisari Informasi dengan Memanfaatkan Layanan Pojok Baca Digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan Salah satu sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan ialah agar siswa dapat mengambil intisari informasi. siswa dalam menggunakan sumber belajar perlu mengkorelasikan informasi dengan kebutuhan,seperti memilih informasi yang relevan dengan kebutuhan siswa, dan mendokumentasikan informasi dan sumbernya. Untuk mengetahui mengambil intisari informasi dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan, peneliti menyusun 2 butir pernyataan. Hasil dari perolehan data menunjukkan bahwa mengambil intisari informasi dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan mendapatkan skor rata-rata 3,06 berada pada kategori tinggi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa siswa dapat mengambil intisari informasi dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar di Perpustakaan SMA N 2 Painan tergolong baik. 3.Analisis dan Evaluasi Informasi dengan Memanfaatkan Layanan Pojok Baca Digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan Sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan ialah agar siswa dapat menganalisis dan mengevaluasi informasi, dalam menganalisis, menginterpretasikan dan mengevaluasi informasi meliputi memahami bahan yang dibaca siswa, membedakan fakta dan opini, menginterpretasikan informasi. Hasil dari perolehan data menunjukkan bahwa menganalisis dan mengevaluasi informasi pada layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan mendapatkan skor rata-rata sebesar 3,04 bedara pada kategori tinggi. Hal ini berarti pada layanan pojok baca digital yang menyediakan akses internet tentunya memiliki informasi banyak yang dapat diakses oleh siswa sebagai sumber belajar di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan sehingga siswa dapat membedakan fakta dan opini padainformasi yang mereka dapat dari internet dan menyimpulkan dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan. 4.Menggunakan Informasi dengan Memanfaatkan Layanan Pojok Baca Digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan Menggunakan informasi merupakan salah satu pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa sebagai sumber belajar di Perpustakaan SMA N 2 Painan. Peneliti menyusun 4 butir pernyataan pada indikator menggunakan informasi. Dalam menggunakan informasi oleh siswa dapat menggunakannya sebagai meningkatkan skill pribadi siswa, sebagai bahan untuk diskusi, menggunakan informasi yang didapatkan sebagai bahan menulis dan sebagai meningkatkan prestasi dari siswa. Hasil dari perolehan data menunjukkan bahwa menggunakan informasi pada layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan mendapatkan skor rata-rata sebesar 3,00 berada pada kategori tinggi. Hal ini berarti menggunakan informasi pada layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan dapat menggunakan informasi untuk meningkatkan skill pribadi, untuk bahan diskusi, untuk keterampilan menulis dan meningkatkan prestasi siswa berada pada kategori baik.
Conclusion
Berdasarkan analisis data penelitian mengenai pemanfaatan layanan pojok baca digital sebagai sumber belajar bagi siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan dapat ditarik kesimpulan bahwa. Pertama, pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan sudah baik berdasarkan 3 indikator dengan perolehan skor rata-rata 3,04. Pada indikator intensitas pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan mendapatkan skor 3,13 berada pada katengori tinggi, pada indikator aktivitas pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan mendapatkan skor 3,09 berada pada kategori tinggi, serta pada indikator faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan memperoleh skor 2,91 berada pada kategori tinggi. Kedua, sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan dikatakan sudah baik hal ini berdasarkan perolehan skor rata-rata 3,05 berada pada kategori tinggi berdasarkan 4 indikator. Pada indikator mengumpulkan informasi memperoleh skor 3,11 berada pada kategori tinggi, pada indikator mengambil intisari informasi memperoleh skor 3,06 berada pada kategori tinggi, pada indikator analisis dan evaluasi informasi memperoleh skor 3,04 dengan kategori tinggi, serta pada indikator menggunakan informasi memperoleh skor 3,00 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil penelitian dengan perolehan skor rata-rata tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan layanan pojok baca digital oleh siswa di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan sudah baik, serta sumber belajar siswa dengan memanfaatkan layanan pojok baca digital di Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan sudah baik. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan, maka penulis ingin memberikan beberapa saran. Pertama, bagi pihak Perpustakaan SMA Negeri 2 Painan agar melakukan promosi pada layanan pojok baca digital mengingat pada hasil penelitian bahwa pada faktor yang mempengaruhi pemanfaatan karena promosi dari petugas perpustakaan berada pada kategori rendah, baik promosi melalui banner ataupun melalui media sosial dari perpustakaan SMA Negeri 2 Painan. Kedua, bagi peneliti selanjutnya untuk dapat mengkaji mengenai layanan yang berbasis teknologi lainnya di perpustakaan yang mana koleksi lainnya yang dapat digunakan sebagai sumber belajar bagi siswa