Kembali
16
1
2024 Jurnal Perpustakaan dan Informasi Vol 6 · 2 ISSN 3024-9880

ANALISIS INFORMATION SEARCH ABILITY PADA IBU MENYUSUI DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN INFORMASI TENTANG POLA HIDUP SEHAT DI DESA TANGGULWELAHAN KABUPATEN TULUNGAGUNG

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Abstrak

Permasalahan yang melatar belakangi dalam penelitian ini adalah kebutuhan informasi pada ibu menyusui, terutama informasi mengenai pola hidup sehat, akan tetapi sumber informasi yang ada di masyarakat tidak semuanya dapat dibuktikan kebenarannya (rawan hoax). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pencarian informasi dan hambatan pada ibu menyusui dalam memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif field research atau penelitian lapangan melalui tahapan yang dilalui yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Teori yang digunakan untuk melihat fenomena tentang permasalahan yang dikaji dan dialami oleh ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung adalah teori Ellis yang menggambarkan tahapan pencarian. Tahapan yang akan di terapkan berupa starting, chainning, browsing, differentiating, monitoring. Dari hasil penelitian di temukan bahwa ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan menerapkan tahapan yang sesuai dengan teori Ellis, Aktifitas pertama ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan dalam proses pencarian informasi adalah starting yaitu menentukan topik informasi yang dicari dan media pencari informasi. Kemudian chainning yaitu mencari rujukan, ibu menyusui memperhatikan identitas artikel dengan melihat siapa penulisnya. Browsing melakukan pencarian informasi melalui mesin pencari seperti google, website penyedia informasi kesehatan, media sosial seperti tiktok, instagram, facebook. Differentiating yaitu kegiatan memilah informasi dengan membandingkan informasi satu dengan lainnya, dilakukan ibu menyusui dengan melakukan scrolling pada tampilan hasil pencarian informasi dan membacanya dengan seksama. Monitoring mengikuti perkembangan informasi dengan pemantauan berkala pada topik yang sama. Berdasarkan penelitian ini diharapkan ibu menyusui lebih selektif lagi dalam melakukan pencarian infomasi menggunakan platform-platform kesehatan digital untuk meningkatkan kemapuan mereka dalam melakukan proses pencarian informasi dengan sumber yang dapat akan lebih baik lagi jika lembaga kesehatan terdekat lebih banyak lagi mengadakan sosialisasi, workshop, seminar untuk menambah pengetahuan ibu menyusui mengenai informasi tentang pola hidup sehat.

Abstract

The problem behind this research is the need for information for breastfeeding mothers, especially information about healthy lifestyles, however, not all sources of information available in society can be proven to be true (prone to hoaxes). The aim of this research is to determine the information seeking abilities and barriers of breastfeeding mothers in meeting their information needs about healthy lifestyles. This type of research uses qualitative field research methods through stages, namely observation, interviews and documentation. Using data collection techniques, namely observation, structured interviews, and documentation. The theory used to look at the phenomenon of problems studied and experienced by breastfeeding mothers in Tanggulwelahan Village, Besuki District, Tulungagung Regency is Ellis’ theory which describes the search stages. The stages that will be implemented are starting, chaining, browsing, differentiating, monitoring. From the research results, it was found that breastfeeding mothers in Tanggulwelahan Village implemented stages in accordance with Ellis’s theory. The first activity of breastfeeding mothers in Tanggulwelahan Village in the process of searching for information was starting namely determining the topic of information being sought and the media for seeking information. Then chainning, namely looking for references, breastfeeding mothers pay attention to the identity of the article by looking at who the author is. Browsing searches for information through search engines such as Google, health information provider websites, social media such as TikTok, Instagram, Facebook. Differentiating, namely the activity of sorting information by comparing one piece of information with another, is carried out by breastfeeding mothers by scrolling through the display of information search results and reading them carefully. Monitoring follows developments in information with regular monitoring on the same topic. Based on this research, it is hoped that breastfeeding mothers will be more selective in searching for information using digital health platforms to increase their ability to carry out the process of searching for information from sources that could be even better if the nearest health institutions held more outreach, workshops and seminars for increase the knowledge of breastfeeding mothers regarding information about healthy lifestyles.
Keywords: Information Search · Breastfeeding Mothers · Healthy Lifestyle

Introduction

Informasi menjadi kebutuhan yang mendasar pada setiap aspek kehidupan masyarakat, informasi merupakan data yang di kumpulkan dan diolah sedemikian rupa sehingga dapat di terima, di pahami, serta dipergunakan sebagaimana fungsinya oleh penerima. Informasi adalah pengumpulan data atau pengolahan data untuk memberikan pengetahuan atau keterangan (Burch & Strater,2015). Dapat di simpulkan bahwa informasi merupakan data yang telah di olah dan di kemas sedemikian rupa yang kemudian menjadi informasi serta dapat berbuah menjadi sebuah pengetahuan. Fungsi dari informasi sangat luas dari berbagai aspek yaitu informasi sebagai Sumber Pengetahuan, Informasi menyediakan peristiwa dan kondisi dalam masyarakat tertentu, menunjukkan hubungan kekuasaan, serta memudahkan berbagai macam inovasi. Pencarian informasi dapat dipahami sebagai kegiatan seseorang dalam menyelesaikan masalah juga pengambilan keputusan yang di dasarkan data yang relevan dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan tersebut, sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan, pencarian informasi tidak hanya di dasarkan oleh kepentingan pekerjaan dan pendidikan saja akan tetapi mencakup aspek yang lebih luas yaitu aspek kehidupan sehari hari, oleh sebab itu kemampuan dalam pencarian informasi seharusnya dimiliki oleh tiap individu guna menunjang kebutuhan informasi pada kehidupan sehari hari. Di era modern seperti sekarang ini perkembangan informasi tumbuh sangat pesat, perkembangan informasi ini juga di ikuti dengan bertambahnya kebutuhan manusia yang semakin beragam dengan keberadaan informasi. Kebutuhan informasi merupakan suatu informasi yang di inginkan atau di butuhkan seseorang yang dapat bermanfaat untuk pekerjaan, pendidikan, ekonomi, hiburan, penelitian dan lain-lain. Setiap orang memiliki kebutuhan informasi yang berbeda tiap individu tergantung oleh faktor yang mempengaruhi kebutuhan informasi tiap individu tersebut kebutuhan akan informasi tidak hanya di butuhkan oleh kaum pelajar dan pekerja saja namun kebutuhan akan informasi telah mencakup aspek yang lebih luas yaitu di lingkup keluarga maupun kehidupan sehari-hari. Ibu menyusui merupakan seorang wanita yang memberikan cairan ASI (Air Susu Ibu) kepada seorang bayi sebagai sumber nutrisi utama selama beberapa bulan bahkan tahun pertama sampai tahun ke dua kehidupan bayi. Asi merupakan cairan yang dihasilkan dari kelenjar susu pada payudara seorang ibu yang di dalamnya mengandung nutrisi seperti protein, mineral, karbohidrat dan vitamin yang di butuhkan bayi untuk tumbuh dan berkembang. Proses menyusui biasanya di mulai segera setelah kelahiran bayi dan dianjurkan memberikan asi eklusif minimal selama 6 bulan tanpa makanan pendamping lain sebelum bayi menginjak usia 6 bulan. Menyusui memberikan berbagai manfaat bagi bayi, seperti meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan perkembangan otak bayi, selain itu menyusui juga memberikan manfaat bagi ibu yaitu mengurangi risiko penyakit kanker dan penyakit kardiovaskular juga membantu ibu mengembalikan berat badan ideal pasca melahirkan. Pola hidup sehat merupakan suatu gaya hidup yang menekankan seseorang menjalani kehidupan sehari-hari dengan kesehatan fisik, mental, emosional. Pola hidup sehat pada ibu menyusui merujuk pada gaya hidup dan kebiasaan yang mendukung kesehatan ibu yang sedang menyusui, serta memastikan bahwa bayi yang di susui menerima nutrisi yang optimal melalui ASI (Air Susu Ibu). Pola hidup sehat pada ibu menyusui sangat penting untuk diperhatikan karena apa yang ibu makan, minum, dan bagaimana ia menjaga kesehatan fisik serta mentalnya akan berdampak langsung pada kualitas dan kuantitas asi yang dihasilkan juga berdampak pada kesehatan bayi. Pada observasi Prapenelitian yang dilakukan oleh peneliti di ketahui bahwa di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung terdapat Pusat Kesehatan Masyarakat (PUSKESMAS) Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) yang di pandu oleh tenaga kesehatan (Bidan) dan ibu-ibu kader posyandu di setiap RW untuk memantau dan melayani masalah kesehatan ibu dan anak. Ibu menyusui juga memerlukan informasi Terutama Informasi mengenai kesehatan ibu dan anak, informasi gizi dan kebutuhan nutrisi ini sangatlah berguna dan penting bagi ibu menyusui agar mereka dapat memberikan ASI yang baik dan sesuai kebutuhan bayi sehingga gizi bayi mereka dapat terpenuhi dan bayi dapat tumbuh dengan sehat. Akan tetapi kerap kali ibu menyusui di daerahdaerah mendapatkan informasi yang tidak sesuai dengan faktanya seperti pantangan memakan makanan tertentu, yang ternyata makanan itulah yang kandungan nutrisinya sangat di perlukan oleh ibu menyusui dan pertumbuhan bayinya. Dalam kasus kemampuan pencarian informasi (Information Search Ability) sumber informasi yang ada di masyarakat tidak semuanya dapat di buktikan kebenarannya (rawan hoax), masyarakat di daerah pinggir selatan Kabupaten Tulungagung tepatnya di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki terlingkup dalam sebuah kebudayaan (mitos masyarakat) bahwa seorang ibu menyusui dilarang melakukan suatu kegiatan atau makan makanan tertentu kerap kali ibu menyusui dilarang bepergian tanpa membawa gunting, dilarang makan makanan tinggi protein seperti ikan dan telur karena dianggap menyebabkan asi keruh, anggapan bahwa kolostrum atau asi yang keluar pertama kali adalah susu basi dan anggapan bahwa bayi yang menangis setelah di susui merupakan pertanda bayi lapar yang dapat di berikan nasi atau pisang padahal informasi tersebut belum terbukti secara ilmiah kebenarannya. Dengan melihat fenomena yang terjadi inilah yang melatar belakangi penelitian tentang “Analisis Information Search Ability pada Ibu Menyusui dalam Memenuhi Kebutuhan Informasi Tentang Pola Hidup Sehat di Desa Tanggulwelahan Kabupaten Tulungagung” dilakukan bahwa tidak semua informasi yang beredar itu benar (rawan hoax) dan pengaruh mitos masyarakat menjadikan informasi yang kurang akurat tersebut turun temurun disampaikan dan dilestarikan keberadaannya padahal informasi tersebut yang akan menjadi hoax yang berkelanjutan.

Method

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan ini menurut Sugiyono (2019) adalah suatu hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk narasi, visual, dan angka. Data yang didapatkan dihasilkan melalui sebuah observasi dan wawancara pada saat penelitian di lapangan. Melalui pendekatan penelitian ini, penulis berusaha memaparkan data-data yang menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini serta menjelaskan fenomena yang terjadi pada kemampuan ibu menyusui dalam mencari informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat di Desa Tanggulwelahan. Penelitian ini memakai metode kualitatif Field Research atau penelitian lapangan, melalui tahapan yang dilalui yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti berusaha menggambarkan dengan sedetail mungkin fenomena yang terjadi dilapangan untuk selanjutnya dianalisis untuk memperoleh hasil yang dipakai sebagai bahan penelitian. Menurut Sugiyono (2019) menjelaskan bahwa metode kualitatif didasarkan pada filosofi postpositivisme dan digunakan untuk menyelidiki kondisi objek alam (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana penelitian merupakan sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan dengan triangulasi, analisis data bersifat menekankan makna dari pada generalisasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menurut Sugiyono (2019) Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis terhadap gejala-gejala yang diteliti. Observasi pada penelitian ini menggunakan observasi partisipan dengan bertanya pada yang bersangkutan. Menurut Sugiyono (2019) wawancara adalah pertemuan dari kedua belah pihak maupun lebih untuk saling bertukar informasi dengan proses tanya jawab sehingga menemukan hasil dari suatu topik yang diperbincangkan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan wawancara terstruktur dengan membuat instrumen penelitian berupa pedoman wawancara. Dokumentasi menurut Sugiyono (2019) yaitu cara yang digunakan untuk memperoleh suatu data dalam bentuk angka, gambar, arsip yang berupa laporan beserta keterangan yang mendukung sebuah penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian ini dokumentasi berguna sebagai lampiran maupun bukti dalam penelitian. Teknik analisis data dilakukan guna untuk mempermudah peneliti dalam menarik sebuah kesimpulan dalam penelitian. Analisis data penelitian ini digunakan untuk mengetahui bagaimana analisis information search ability pada ibu menyusui dalam memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat di Desa Tanggulwelahan Kabupaten Tulungagung beserta hambatannya. Menurut Miles & Huberman (1992: 16) dalam (Sugiyono, 2019) analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Untuk mengetahui kemampuan pencarian informasi tentang pola hidup sehat pada ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan, peneliti menggunakan model Ellis yang menggambarkan tahapan pencarian. Tahapan yang akan di terapkan berupa : 1. Starting Starting adalah langkah pertama sebelum melaksanakan pencarian informasi. Kegiatan ini terdiri dari menentukan topik dan menganalisis informasi yang di cari. 2. Chainning Chainning yaitu kegiatan mengikuti mata rantai atau mengaitkan daftar literatur pada rujukan inti saat kegiatan starting. Chainning bertujuan untuk memperoleh kepastian bahwa sumber informasi tersebut asli. 3. Browsing Browsing yaitu kegiatan mencari informasi pada tempat tertentu yang mempunyai informasi yang dibutuhkan. Pencarian dapat dilaksanakan melalui banyak cara dengan membaca buku, hasil penelitian, jurnal, artikel, dan lain-lain. 4. Differentiating Differentiating yaitu aktifitas memilah informasi yang relevan/sesuai dengan kebutuhan informasi. Aktifitas ini dilakukan berdasarkan kesesuaian dan kebenaran informasi yang diberikan dengan kebutuhan informasi. 5. Monitoring Monitoring yaitu kegiatan mengikuti perkembangan informasi yang didapat agar mendapatkan informasi terbaru. Monitoring bisa dilaksanakan dengan melakukan pertukaran informasi dengan ahli pada bidang ilmu tertentu, pemantauan pada artikel terbaru, jurnal, katalog, buku, dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan pada ibu menyusui di sebuah desa yang berada di salah satu Kabupaten di Jawa Timur yaitu Desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung.

Result & Discussion

Kemampuan Pencarian Informasi tentang Pola Hidup Sehat pada Ibu Menyusui di desa Tanggulwelahan Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Kata “kemampuan” berasal dari kata “mampu”, yang berarti kekuatan atau kemampuan untuk melakukan suatu tindakan. Sedangkan kemampuan adalah kekuatan, kesanggupan, dan kekuatan. (Syarifah, 2021). Untuk mengetahui kemampuan pencarian informasi tentang pola hidup sehat pada ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan, peneliti menggunakan model Ellis yang menggambarkan tahapan pencarian. Tahapan yang akan di terapkan berupa starting, chainning, browsing, differentiating, monitoring. Starting Hasil penelitian diperkuat dengan teori yang dikemukakan Case & Given dalam Purnama, (2021) bahwa Dalam proses starting untuk memudahkan pencarian referensi yang ingin dicarinya, pencari informasi harus terlebih dahulu mengonsep dan menyiapkan uraian informasi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Starting merupakan aktifitas awal yang dilakukan seseorang untuk melakukan pencarian sumber rujukan yang ingin dipakai ketika melakukan pencarian informasi. menentukan topik sebelum memulai pencarian informasi terlaksana pada ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan. Penentuan topik sebelum melakukan pencarian informasi akan mempermudah proses pencarian informasi serta memudahkan mereka dalam menentukan sumber referensi dari informasi yang akan dicari. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui dalam penentuan media pencarian informasi biasa para ibu menyusui melihat dari jenis topik informasi yang ingin dicari. Ketika ibu menyusui merasa informasi yang dicari memerlukan pendapat dari ahli kesehatan mereka akan mencari informasi ke berbagai website resmi yang dapat dipercaya berlatar belakang ditulis oleh penulis yang jelas dan menguasai ilmu kesehatan bagi ibu dan anak. Media pencarian informasi yang banyak digunakan oleh ibu menyusui biasanya melalui internet. Sekarang ini sudah banyak situs-situs kesehatan yang dapat digunakan oleh seorang ibu seperti, Anakkita, alodokter, asianparent, alodoc, doktersehat. Selain itu media sosial juga sering dimanfaatkan dalam mencari informasi kesehatan seperti, Tiktok, Instagram, Facebook. Hasil wawancara diatas sesuai dengan teori yang dikemukakan Case & Given dalam Purnama, (2021) bahwa Dalam proses starting ini pencari informasi harus mengonsep dan menyiapkan seperti apa gambaran informasi yang sesuai dengan kebutuhannya sehingga mempermudah pencari informasi dalam menelusuri refrensi yang hendak didapatkan. Starting merupakan aktifitas awal yang dilakukan seseorang untuk melakukan pencarian sumber rujukan yang ingin dipakai ketika melakukan pencarian informasi. Berdasarkan hasil dari wawancara dengan ketiga informan dapat diketahui bahwa menentukan topik sebelum memulai pencarian informasi terlaksana. Penentuan topik sebelum melakukan pencarian informasi akan mempermudah proses pencarian informasi serta memudahkan mereka dalam menentukan sumber referensi dari informasi yang akan dicari. Seringkali ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan mempertimbangkan informasi yang akan dicari apakah memerlukan pendapat dari seorang ahli kesehatan, jika dirasa perlu maka seorang ibu menyusui akan mencari sumber-sumber penyedia informasi yang bersal dari ahli kesehatan ataupun langsung pergi ke bidan atau dokter untuk melakukan konsultasi. Ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan mayoritas mencari informasi yang diperlukan melalui internet karena dirasa lebih praktis, saat ini banyak Aplikasi digital yang menunjang informasi mengenai kesehatan seperti Asianparent, anakkita, alodoc, dan lain-lain, di media pertemanan digital sekarang ini tidak hanya memuat informasi pribadi saja namun banyak informasi sosial, ekonomi bahkan pola hidup sehat bagi ibu menyusui yang dikemas dalam konten digital yang lebih menarik. Dapat diketahui bahwa kegiatan starting terlaksana pada ibu menyusui dalam proses pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat Chainning Chainning yaitu sebuah aktifitas menelusuri mata rantai maupun mengaitkan daftar literatur pada rujukan inti saat melakukan aktifitas starting, bertujuan untuk mengecek keaslian sumber informasi dengan cara mencari rujukan lain berdasarkan nama pengarang maupun subjek yang ingin dicari. Berdasarkan pemaparan dari hasil wawancara dengan para informan menunjukkan bahwa mereka memiliki sikap pencari informasi yang baik. mereka tidak behenti pada satu informasi dan menelannya mentah-mentah akan tetapi mereka mencari informasi-informasi lainnya yang berhubungan untuk memeriksa keaslian dari informasi yang diberikan. Mereka melihat dan memperhatikan sumber rujukan dan referensi lain dalam pengecekan keaslian informasi. sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Ria Fitria & Arin Prajawinanti, (2022). bahwa untuk mendapatkan validitas informasi, informan perlu melakukan pencarian dari berbagai sumber. Sehingga dapat dianalisis bahwa Para ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan yang menjadi informan diatas melakukan chainning dengan merujuk pada referensi dan daftar pustaka untuk memastikan keaslian informasi. Dari ketiga informan telah mampu melakukan kegiatan chainning. Dapat diketahui bahwa kegiatan chainning terlaksana pada ibu menyusui dalam proses pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat. Browsing Browsing merupakan proses mencari informasi pada suatu lokasi tertentu yang mempunyai informasi yang diperlukan. Ada cara lain untuk melakukan pencarian, termasuk membaca buku, makalah, jurnal, temuan penelitian, dan banyak lagi. Ibu menyusui memanfaatkan Google untuk menjelajahi internet untuk mendapatkan informasi. Erlianti (2020). Ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan melakukan proses pencarian dengan menggunakan kata kunci yang sesuai pada mesin pencari sesuai dengan pendapat yang disampaikan oleh Faturrahman (2016) bahwa Browsing juga dapat melibatkan penelusuran berbagai situs yang telah disusun dengan materi yang relevan dengan tema yang dipilih. Berdasarkan hasil wawancara dengan para ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan dapat diketahui bahwa dalam proses browsing atau mencari informasi pada tempat tertentu dilakukan oleh ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan dengan cara seperti yang dilakukan oleh informan pertama yaitu mencari informasi lewat google dengan cara mengetik informasi yang ingin dicari kemudian hasil yang muncul dibuka dan dibaca satu persatu. Hal yang sama juga dilakukan oleh informan kedua yaitu dengan membuka google chrome kemudian menambahkan kata kunci pada kolom pencarian, terkadang informan juga mencari di tiktok dengan cara memakai tag keyword yang sesuai. Tidak jauh berbeda dengan kedua informan diatas, informan tiga juga sering melakukan pencarian informasi di internet hanya dengan menulis kata kunci pada mesin pencari dan informasi seputar topik yang dicari akan tersedia dari berbagai sumber. Sehingga dapat dianalisis bahwa informan memiliki sikap pencari informasi yang baik di buktikan dengan kemampuan informan melakukan kegiatan mencari informasi pada suatu tempat maupun mesin pencari yang memiliki data maupun informasi yang diinginkan berupa google dan media sosial seperti tiktok. Dapat diketahui bahwa kegiatan browsing terlaksana pada ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan dalam proses pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat. Differentiating Differentiating yaitu menyortir informasi yang relevan dengan kebutuhan informasi. Kesesuaian dan keakuratan informasi yang diberikan sehubungan dengan kebutuhan informasi menentukan bagaimana kegiatan ini dilaksanakan sedemikian rupa sehingga jika dibandingkan dengan informasi lainnya, maka informasi yang dipilih adalah informasi yang paling sesuai. Erlianti (2020). Ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan telah melakukan proses differentiating dalam proses pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat, mereka memilih informasi yang paling tepat dan meyakinkan, dengan membaca sambil memilah informasi yang hendak dipakai. Berdasarkan hasil wawancara dengan ketiga informan dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor yang dipertimbangkan oleh informan dalam melakukan differentiating yaitu dengan melihat siapa penulis karya tulis tersebut, informasi mana yang mudah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan dari mana sumber informasi tersebut berasal. Hasil penelitian diatas sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sulistyoningsih et al., (2022) kepercayaan seseorang terhadap suatu informasi perlu dilihat dari berbagai sumber terlebih dahulu dan setelah itu dapat digunakan. Ditambah lagi pendapat dari Meho & Tibo dalam Salsabila & Syahri (2023) bahwa melakukan differentiating akses juga perlu diperhatikan pada pemilahan sumber informasi yang akan digunakan. Sehingga dapat dianalisis bahwa informan menunjukkan sikap pencari informasi yang baik. mereka melakukan Aktifitas menyaring atau memilah informasi yang benar dan sesuai dengan kebutuhan informasi yang saat itu dicari. Informan dalam hal ini ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan dapat menyaring informasi yang cocok menurut kriteria yang di inginkan, meliputi kualitas sumber informasi, sumber rujukan, penulis, dan lain-lain. Dapat diketahui dari hasil wawancara dengan ketiga informan, dalam hal ini ibu menyusui bahwa kegiatan differentiating terlaksana pada ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan dalam proses pencarian informasi untuk memenuhi kebutuhan informasi tentang pola hidup sehat. Monitoring Monitoring yaitu proses pencatatan perubahan informasi untuk mendapatkan informasi terkini. Monitoring bisa dilaksanakan dengan berbagi informasi dengan pihak ahli di bidang ilmiah tertentu dan mengawasi publikasi terkini dalam buku, jurnal, katalog, dan publikasi lainnya. Hasana et al., (2023). Dari hasil wawancara pada ketiga ibu menyusui diketahui bahwa mereka melakukan tahap monitoring pada informasi yang telah mereka dapatkan dan sebagian dari mereka tidak melakukan tahapan monitoring karena merasa informasi tersebut manfaatnya hanya pada jangka tertentu. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa proses monitoring perlu dilaksanakan untuk menjaga keterbaruan informasi yang dimiliki seseorang. Monitoring telah dilaksanakan oleh ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan dengan cara mengikuti atau mem-follow media sosial yang menyediakan informasi seputar pola hidup sehat bagi ibu menyusui, kemuadian informan lain menambahkan jika ingin melakukan monitoring beliau memilih untuk mencari kembali infomasi yang pernah dicari dengan harapan memperoleh informasi terbaru dengan topik yang sama, namun sebagian ibu menyusui memilih tidak melakukan proses monitoring atau pemantauan pada informasi yang telah di dapatkan, menurutnya informasi yang beliau cari hanya untuk jangka tertentu saja. Hasil penelitian dari wawancara dengan informan diatas sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Trivedi, D. and Bhatt (2018) pemantauan informasi dilakukan dengan selalu diskusi dengan subjek yang ahli dalam bidangnya, sering membaca jurnal dan artikel baik digital maupun cetak dan mengikuti seminar untuk meningkatkan tingkat profesionalitas di bidang yang ditekuni Sehingga dapat dianalisis bahwa sebagian ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan telah melakukan aktifitas monitoring pada informasi yang telah didapatkan dengan cara yang berbeda, ada yang melakukan aktifitas monitoring dengan melakukan pencarian ulang dengan mengetik topik yang sama pada mesin pencari, sedangkan salah satu informan lebih memilih menyimpan informasi yang dirasa penting untuk dibuka lagi dikemudian hari dan mengikuti atau mem-follow, men-suscribe akun sosial media penyedia informasi pola hidup sehat. Akan tetapi salah satu informan memiliki pandangan lain yang berbeda dengan kedua informan, menurutnya monitoring informasi tidak diperlukan karena kebutuhan dengan informasi yang dicari urgensinya hanya saat itu saja atau tidak permanen. Hambatan Information Search Abillity oleh ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung Dalam melakukan pencarian informasi tentu tidak selalu mengalami keberhasilan. Terkadang individu mengalami hambatan, menurut T. D Wilson, (2019) hambatan tersebut dapat kategorikan berupa karakteristik pribadi, hambatan sosial atau interpersonal, hambatan lingkungan, akses dan kreadibilitas. Berikut ini merupakan hasil penelitian mengenai Hambatan Information Search Abillity oleh ibu menyusui di Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung : 1. Akses Hambatan akses pada pencarian informasi adalah hambatan yang membatasi jangkauan dalam memperoleh informasi tersebut, hambatan ini muncul jika pembaca merasa kesulitan menemukan informasi yang mereka perlukan ketika mencoba mengakses jurnal di database Jurnal Internasional berbayar. (Wulandari, 2022) Selain itu, jangkauan internet yang buruk menghambat kemampuan untuk mencari informasi dan terbatasnya akses ke situs akademis yang menyediakan repository, tugas akhir, dan dokumen lainnya menambah daftar panjang pembatasan akses pengguna ke alat pencarian informasi. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Wulandari (2022) pada penelitiannya bahwa Adanya gangguan jaringan akibat cuaca, Hal ini dapat menghambat mahasiswa dalam proses penemuan informasi secara cepat dan tepat. Sehingga dapat dianalisis bahwa hambatan pada jaringan internet yang dialami oleh informan benar-benar mempengaruhi dan menghambat proses pencarian informasi, proses koneksi pencarian informasi berbasis online akan terputus jika internet mengalami kendala. Sebagai gantinya untuk mengatasi kendala jaringan internet yang terganggu informan mengandalkan proses pencarian informasi secara offline. 2. Karakteristik Pribadi Hambatan karakteristik pribadi dalam pencarian informasi merujuk pada faktor-faktor yang terkait dengan individu secara pribadi yang dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi. Fakhriyah, Arum (2020). Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Fakhriyah (2020) bahwa Hambatan lain yang di jumpai adalah hambatan individu berupa pengetahuan bahasa asing. Hal ini disebabkan tidak banyaknya informasi kesehatan secara online dalam bahasa Indonesia. Sekali pun menemukan, informasi yang diberikan tidak lengkap. Sehingga dapat dianalisis bahwa hambatan karakteristik pribadi atau individu berupa kesulitan dalam memahami istilah asing memang benar-benar mempengaruhi proses pencarian informasi pada informan. Akan tetapi informan memiliki sebuah solusi dari permasalahan tersebut yaitu dengan menerjemahkan terlebih dahulu istilah-istilah asing tersebut. 3. Lingkungan dan Situasi Hambatan lingkungan dan situasi saat melakukan pencarian informasi merujuk pada faktorfaktor eksternal yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam mencari dan memanfaatkan informasi. Hambatan eksternal ditempatkan pada luar individu karena datangnya dari luar dirinya. Kendala tersebut antara lain jarak ke perpustakaan, kurangnya waktu untuk melakukan pencarian informasi, dan birokrasi (Savolainen, 2016). Hambatan lingkungan dan situasi yang dialami oleh informan kerap terjadi di posyandu karena situasi yang ramai dan cuaca yang panas membuat bayi tidak tahan untuk diajak duduk berlama-lama. Sehingga dapat di ketahui bahwa informan yang terkendala oleh hambatan lingkungan dan situasi memilih media online sebagai sarana mencari informasi karena dirasa lebih praktis dan efisien tanpa harus repot-repot datang berkonsultasi sambil mengurus bayi. 4. Kreadibilitas Informasi yang ditemukan terkadang tidak dapat diverifikasi sehingga dapat menghambat pencarian informasi. Hambatan kredibilitas dalam proses pencarian informasi merujuk pada kesulitan atau tantangan dalam menentukan keandalan, kebenaran, dan otoritas sumber informasi yang ditemukan. ibu menyusui mendapat hambatan untuk mencari informasi karena tidak semua informasi yang beredar itu benar atau rawan hoax dan mitos yang berkembang ditengah-tengah masyarakat menambah sulitnya informasi yang relevan didapatkan. Hal ini juga diperkuat oleh Adriyana & Wicaksono, (2020) bahwa Pada faktor kredibilitas, Para ibu merasa kesulitan untuk menilai keakuratan informasi yang didapat. Informasi yang diberikan tidak dapat diverifikasi, dan pencarian berulang biasanya memberikan hasil yang sama. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sebagian besar konten di internet hanya copy-paste dari satu situs ke situs lainnya. Sehingga dapat dianalisis bahwa bahwa ibu menyusui kesulitan dalam menemukan informasi yang kreadibel. Kredibel adalah sifat atau karakteristik dari sesuatu yang dapat dipercaya atau dianggap memiliki keandalan dan kebenaran. Dalam konteks pencarian informasi, kredibilitas merujuk pada tingkat kepercayaan atau otoritas yang diberikan kepada sumber informasi atau data. Sebuah sumber informasi yang dianggap kredibel adalah yang dianggap dapat dipercaya, memiliki reputasi baik, dan memberikan informasi yang akurat, relevan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, ketika suatu informasi atau sumber dianggap kredibel, orang cenderung lebih mempercayainya dan menganggapnya sebagai dasar yang kuat untuk pengambilan keputusan atau pembentukan opini.

Conclusion

Dalam melakukan pencarian informasi sebagian ibu menyusui telah menunjukkan perilaku pencarian informasi yang baik karena melakukan tahapan pencarian informasi menurut Ellis yaitu starting, chainning, browsing, diffentiating, dan monitoring. Aktifitas pertama yang dilakukan oleh ibu menyusui sebelum melakukan aktifitas pencarian informasi yaitu starting (menentukan topik yang ingin di cari). Kemudian chainning yaitu tahap dimana mencari rujukan berdasarkan subjek atau nama pengarang, dilanjutkan dengan tahap browsing melalui internet atau media sosial lainnya. Kemudian pada tahap differentiating ibu menyusui melakukannya dengan memperhatikan informasi dari sumber satu dengan sumber yang lain agar informasi yang didapatkan dapat digunakan dengan baik. yang terakhir adalah aktifitas monitoring, mengikuti perkembangan terbaru dari informasi yang telah didapatkan, akan tetapi aktifitas ini tidak dilaksanakan oleh semua ibu menyusui setelah mendapatkan informasi. Adapun hambatan yang dialami berbeda-beda pada tiap ibu menyusui, hambatan yang pertama adalah hambatan karakteristik pribadi dan akses. Pada faktor karakteristik pribadi ibu menyusui mengalami kesulitan pada istilah asing, sedangkan hambatan akses ibu menyusui kesulitan mengakses sumber informasi. Kemudian hambatan lingkungan situasi dan kreadibilitas. Pada hambatan lingkungan dan situasi ibu menyusui kesulitan untuk mengikuti proses diskusi dan tukar informasi bersama bidan desa dan sesama ibu menyusui karena merasa repot sambil mengurus anak. Sedangkan hambatan kreadibilitas ibu menyusui merasa kesulitan dalam memastikan kebenaran informasi yang didapatkan.