Kembali
16
1
2024 Librarium: Library and Information Science Journal Vol 1 · 2 ISSN 3047-4779

PERSEPSI PENGGUNA TERHADAP PEMAHAMAN APLIKASI TURNITIN UNTUK MENCEGAH PLAGIARISME PADA PRODI IMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI ISLAM ANGKATAN 2019/2020

Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Abstract

Introduction:One of the developments in the era of technology and communication is daily access, for example the internet, which is useful for being able to search for information and provide it to other people. The large amount of incoming information can cause many works to be plagiarized, and one way to prevent this is to use the Turnitin application. The aim of this research is to find out how users perceive the understanding of the Turnitin application to prevent plagiarism in Islamic library and information science research programs.Data Collection Methods:This research uses quantitative descriptive research. Respondents were taken from Islamic Library and Information Science students for the 2019/2020 academic year, totaling 123 students, with a sample size of 55 respondents calculated using the Slovin formula. Data was collected using a questionnaire distributed via Google Form and measured using a Likert scale.Data Analysis:Data analysis uses (1) Variable description analysis, (2) Normality test with the Kolmogrov Smirnov formula to see whether the data is normal or not, (3) Linearity test with a significance value of Deviation from linearity >0.05 then linear, (4) Linear regression test to ensure the relationship between variables x and y.Results and Discussion:The research results show that students' perceptions of the cognitive aspect have the highest index value, while the aspect that needs to be improved is the affection aspect. Student understanding comes from externally. For the simple linear regression test requirements, the data must be valid, reliable, normal and linear, therefore by using a simple linear regression analysis test you can look for relationships to obtain a correlation/relationship value (R) of 0.415. The determinant coefficient (R Square)value obtained through SPSS data processing is 0.172, indicating that the independent variable (perception) has an influence of 17.2% on the dependent variable (understanding).Conclusion:Libraries need to hold workshops on plagiarism or Turnitin to check word similarities to identify plagiarism in final assignments and articles. The target is the entire academic community (lecturers, staff, and students). Therefore, it is hoped that these findings can become the basis for further research and can be continued.
Keywords: Perception · Turnitin Application · Plagiarism

Introduction

Perkembangan zaman Teknologi dan Komunikasi (TIK) salah satunya dapat diakses setiap hari yaitu internet. Internet memiliki manfaat sebagai kebutuhan untuk mencari sebuah informasi serta memberikan informasi kepada orang lain atau biasanya disebut dengan informan. Di dalam dunia kependidikan, kini kebutuhan mahasiswa tidak dapat terlepas akan internet. Sebab internet memiliki kegunaan untuk memudahkan dalam mengerjakan tugas perkuliahan atau mencari sumber informasi tentang ilmu pengetahuan yang belum didapatkan pada ruang perkuliahan. Adanya perkembangan teknologi, tentu masyarakat banyak mengikuti perkembangan tersebut, tentu sangatlah diperlukan sikap untuk menghadapi perkembangan teknologi dengan baik.Plagiarisme menurut Sinaga (2018)merupakan perbuatan yang tidak mencerminkan sikap sivitas akademika, seperti menjiplak atau menyalin dari sumber ertulis lain tanpa melakukan perubahan apapun atau mengklaim kepemilikan atas karya tersebut. Salah satunya contoh kasus tindakan plagiarisme yang terjadi di kalangan akademik adanya survei yang dilakukan terhadap tugas mahasiswa dengan menggunakan program turnitin (program pendeteksi tingkat plagiarisme) bahwa menemukan tingkat kesamaan yang tinggi. Studi tersebut mengekstraksi data dari 27 dari 75 catatan siswanya selama sekitar satu tahun (dari agustus 2019 hingga oktober 2020), dengan skor turnitin antara 30 dan 83 persen (diuji) 3 persennya dari rekor sepanjang masa. Data ini menunjukan bahwa plagiarisme dapat dicurigai atau ditunjukan jika ditemukan tingkat kesamaan yang tinggi, tetapi bukan plagiarisme karena diperlukan lebih banyak bukti. Namun tanda-tanda terjadinya plagiarisme tidak boleh diremehkan dan trennya semakin meningkat sehingga Pemerintah membuat Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 17 Tahun 2010 yang bertujuan untuk mengurangi plagiarisme dan disebut Undang-Undang Pencegahan dan Pengendalian Plagiarisme di Perguruan Tinggi (Permendikbud No. 17 Tahun 2010, t.t.). Sebagai upaya untuk pencegahan tindakan plagiarisme di kalangan akademik perlunya adanya software aplikasi untuk mendeteksi plagiarisme. Aplikasiinilah dinamakanturnitin yang merupakan suatu layanan perangkat pendeteksi plagiarisme yang diluncurkan pada tahun 1997. Turnitin menjadiaplikasi yang banyak digunakan di Perguruan Tinggi di dunia,bahkan untuk menguji keaslian sebuah karya. Alat turnitin juga sangat berguna untuk menjamin sebuah karya sebelum diedarkandan terhindar dari pemalsuan padakalanganakedemisi dari Perguruan Tinggi(Pratama, 2018). Adapun isi dari module turnitin terdapatoriginality check, grade mark digital, sedangkan pada tingkatan akun terdapat administration, instruction, student. Sebuah aplikasi pasti memilikikeunggulan dan kekurangan, begitu juga pada aplikasiyang ada pada turnitin.Adapun keunggulan turnitin yaitu memiliki kerjasama yang luas, akses berbayar kesemua fitur lengkap,dan memiliki deteksi tanpa batas, Sedangkan kelemahan turnitin dapatmembaca frase berulang-ulang, hanya bisa satu kali upload cek plagiasi, kelemahan jaringan, dan maksimal ukuran file yang diupload. Pemahaman menurut Widiasworo (2017)adalah kapasitas kita untuk menghubungkan atau menginterpresentasikan informasi yang dipelajari menjadi “satu gambar” yang lengkap. Selain itu, pemahaman dapat didefinisikan sebagai kapasitas untuk menghubungkan informasi yang tersimpan sebelumnya dalam otak kita. Dalam hal ini individu sebelumnya sudah mendapatkan suatu pengetahuan atau informasi yang sudah terekam dalam memori otak, sehingga individu dapat memahami suatu objek yang dijelaskan. Faktor-faktor yang mempengaruhi menurut Sardiman (2014)yaitu terdapat faktor internal dan faktor eksternal. Persepsi menurut (Saleh, 2018)merupakan suatu siklus yang didahului oleh siklus pengindraan melalui suatu interaksi dan diperoleh melalui indra atau biasanya disebut dengan siklus nyata. Dimana proses pengindraan pada penglihatan yang menerima rangsangan yang diteruskan ke otak untuk mengolah agar dapat diucapkan oleh seseorang individu guna dapat dirasakan agar tersampaikan kepada orang lain tentang penilaiannya terhadap suatu objek. Sebuah sikap mahasiswa pada penelitian (Walgito, 2010a)ditemukan terdapat 3 aspek yang dapat mengukur suatu persepsi yaitu (a) kognisi (berhubungan dengan wawasan, pengalaman dan harapan), (b) afeksi (sikap, perasaan senang/tidak senang), (c) konasi (sikap/tindakan, perilaku dan motivasi/harapan terhadap suatu objek).Berdasarkan observasi dan wawancarasingkat dengan 3 mahasiswa di lapangan ditemukan bahwa sebagian mahasiswa masih ada yang belum memahami fungsi dari aplikasi turnitin itu sendiri. Tidak sedikit mahasiswa yang mengambil jalan pintas dengan copy pastetulisan yang ada di website baik resmimaupun tidak resmi, misal blogger, wordpress, dan lain sebagainya. Bahkan tak jarang pula mahasiswa menghiraukan apa itu plagiasi. Hal ini terlihat ketika mereka mendapatkan tugas mata kuliah membuat karya ilmiah atau makalah dari salah satu dosen pengampunya tidak pernah sama sekali melakukan pengecekan similarity. Faktor utama penyebabnya adalah kurangnya wawasan pengetahuan tentang plagiarisme, kurangnya persiapan membaca referensi yang benar, dan menggunakan sistem SKS atau kebut semalam untuk menyelesaikan tugasnya, sehingga tanpa disadari mahasiswa melakukan plagiarisme pada tulisannya. Selain itu, menginjak semester akhir khsusunya mahasiswa dituntut untuk melakukan pengecekan tugas akhir melalui aplikasi turnitin sebelum karya ilmiah dipublikasikan baik di repository maupun OJS (Open Journal System), hal ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya plagiasi pada tulisan tersebut.Terdapat beberapa penelitian yang serupa dan dianggap relevan oleh peneliti salah satunya dilakukan oleh Manunggal & Christiani (2018)dalam penelitian dijelaskan bahwa pemanfaatan sistem deteksi plagiarisme ada 3 prosedur yaitu (1) self detection, (2) melakukan pengecekan dan menyerahkan tugas akhir, dan (3) menyerahkan hasil cek plagiarisme. Penelitian lain dilakukan Sinaga (2018)bahwa pemanfaatan aplikasi turnitin pada administrasi di perpustakaan dapat membantu mengetahui tanda-tanda pemalsuan pada karya tulis mahasiswa yang di submit. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Lidwan dkk., (2022)bahwa turnitin masih menjadi alat deteksi terbaik, meskipun ada kelemahan. Adapaun perbedaan pada penelitian sebelumnya dengan penelitian ini terletak pada lokasi penelitian dan metode yang digunakan. Selain itu pada penelitian ini lebih fokus pada pembahasan tentang persepsi terhadap pemahaman aplikasi turnitin dengan menggunakan 3 aspek (Kognisi, Afeksi, Konasi) dilihat dari pemahaman terdapat internal dan eksternal. Alasannya adalah persepsi setiap individu berbeda-beda berpendapat tentang suatu objek, sehingga akanbanyak informasi yang masuk maka akan mengakibatkan banyaknya karya yang plagiat, salah satunya pencegahan dengan menggunakan aplikasi turnitin.Berdasarkan permasalahan yang sudah dipaparkan diatas serta observasi yang telah dilakukan, peneliti tertarik meneliti tentang bagaimana persepsi pengguna dalam pemahaman aplikasi turnitin. Dengan demikian, peneliti mengangkat penelitian dengan judul“Persepsi Pengguna Terhadap Pemahaman Aplikasi Turnitin untuk mencegah Plagiarisme pada Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Angkatan 2019/2020”.

Method

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan atau menjelaskan permasalahan yang ada, dengan diketahui keadaan sebenarnya sehingga dapat ditarik kesimpulan. Adapun subyek pada penelitian ini adalah pengguna atau mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam angkatan tahun 2019/2020 dan objek penelitiannya adalah persepsi pengguna terhadap aplikasi turnitin untuk mencegah plagiarisme di Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam Angkatan 2019/2020.Populasi pada penelitian ini berjumlah 123 responden dengan jumlah sampelnya ditentukan dengan menggunakan rumus slovin dengan taraf kesalahan 10% jawaban yang diperoleh sejumlah 55 responden.Dalam pengolahan data menggunakan kueisioner dengan menyebarkan google form kepada responden menggunakan skala likert. Pilihan terdapat 16 pernyataan dengan 5 pilihan jawaban : Sangat Setuju diberi skor 5, Setuju diberi skor 4, Ragu-Ragu diberi skor 3, Tidak Setuju diberi skor 2, Sangat Tidak Setuju diberi skor 1(Sugiyono, 2017b). Dalam hal studi pustaka juga penting guna untuk menunjang dalam penelitian serta untuk mengetahui permasalahan peneliti.Setelah peneliti melakukan perolehan data, kemudian data tersebut diolah dan diuji validitas dan relabilitasnya dengan SPSS versi 25 untuk melihat valid tidaknya data. Dalam uji validitas pengambilan data dengan menggunakan taraf kesalahan 10% (0,1) didapat r tabel sebesar 0,4259. Untuk uji reabilitas, menggunakan Cronbach’s Alpha uji reliabilitas dinyatakan reliabel jika nilai signifikansinya >0,60. Kemudian, uji analisis menggunakan analisis deskripsi variabel dengan mendeskripsikan data. Uji normalitasmenggunakan rumus Kolmogrov Smirnovuntuk melihat apakah data tersebut berdistribusi secara nornal atau tidak. Uji linieritas dengan nilai signifikansi Deviation from linearity>0,05 maka linier. Uji regresi linier untuk memastikan hubungan antara variabel x dan variabel y

Result

Analisis DeskripsiResponden Tabel 1.Hasil Deskripsi RespondenJenis_kelaminFrequencyPercentValid PercentCumulative PercentValidLaki-Laki1018,218,218,2Perempuan4581,881,8100,0Total55100,0100,0Sumber : olah data SPSS,2023Berdasarkan perolehan pengisian kuisioner dari 55 responden diperoleh berdasarkan data laki-laki 18,2% dan untuk perempuan memperoleh 81,8%. Dikarenakan pada prodi ilmu perpustakaan dan informasi islam dominan perempuan daripada laki-laki. 4.2.Uji Validitas dan ReliabilitasUji validitas menurut (Sugiyono, 2017)merupakan suatu alat untuk menguji butir pernyataan atau pertayaan. Berdasarkan perhitunganmenggunakan SPSS versi 25 dengan hasil uji validitas variabel x (Persepsi) dengan menggunakan taraf signifikasin sebesar 10% atau 0,1 yaitu r tabel = 0,4259, sehingga semua butir pernyataan dinyatakan valid, dikarenakan r hitung melebihi r tabel. Sedangkanhasil uji validitas variabel Y (Pemahaman) menggunakan taraf signifikansi 10% atau 0,1 yaitu r tabel = 0,4259. Sehingga butir pernyataan dinyatakan valid dikarenakan bahwa r hitung lebih daripada r tabel. Ujireabilitas menurut (Ghozali, 2018)merupakan alat ukur guna mengukur pada kuisioner yang mempunyai indikator dari variabel. Uji reliabilitas variabel X dan Y dalam penelitian ini menggunakan Cronbach’s Alpa. Dimana R hitung variabel X 0,904dan variabel Y sebesar 0,911 sehingga keduanya menunjukan bahwa nilai RhitungCronbach’s Alpha>0,60. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa alat penelitian atau instrumen ini sangat baik atau reliabel. 4.3.Analisis Deskripsi VariabelAnalisis deskripsi variabel menurut (Sugiyono, 2017)merupakan statistika yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang terkumpul, tanpa maksud membuat kesimpulan atau data yang diterima secara umum.a.Indikator PersepsiPersepsi menurut (Walgito, 2010a)ada 3 aspek yaitu, kognisi, afeksi dan konasi. Untuk rinciannya dapat dilihat dari penjelasan dibawah iniAspek KognisiDari analisis data yang telah dilakukan menggunakan skala likert, maka dapat diketahui hasil pada komponen aspek kognisi seperti pada tabel dibawah ini:Tabel 2. Aspek KognisiIndikatorSTSTSRGSSSJumlah Indeks Kategori 12345X1001114326252,4TinggiX2024252423647,2TinggiX3024173224448,8TinggiX4029232122845,6TinggiJumlah194Skor rata-rata194:4=48,5Tinggi Pada tabel diatas menunjukkan pada indikator X1 dengan pernyataan mengetahui aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme memperoleh nilai indeks 52,4 dengan kategori tinggi. Untuk indikator X2 dengan pernyataan paham salah satu fungsi aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme pada tugas akhir mahasiswa memperoleh nilai indeks 47,2 dengan kategori tinggi. Untuk indikator X3 dengan pernyataan mengetahui aplikasi turnitin digunakan untuk mengevek plagiarisme di perguruan tinggi memperoleh nilai indeks 48,8 dengan kategori tinggi. Untuk indikator X4 dengan pernyataan berharap denganmenggunakan aplikasi turnitin dapat membantu dalam pengerjaan tugas akhir memperoleh nilai indeks 45,6 dengan kategori tinggi. Tabel ini menunjukkan kategori identifikasi 4 indikator penilaian. Indikator dengan skor tertinggi berada pada pertanyaan 1 mengenai mengetahui aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme dan paham salah satu fungsi turnitin untuk mengecek plagiarisme padatugas akhir dengan skor 52,4. Sedangkan skor terendah berada pada penyataan 4 dengan skor 45,6 mengenaiberharap dengan menggunakan aplikasi turnitin dapat membantu dalam pengerjaan tugas akhir. Adapun skor rata-rata yang dihasilkan dari keempat indikator adalah48,5 yang berada pada interval 45,6-52,4.Aspek Afeksi Darianalisis data yang telah dilakukan menggunakan skala likert, maka dapat diketahuihasil pada komponen aspek afeksi seperti tabel dibawah ini: Tabel 3. Aspek AfeksiIndikatorSTSTSRGSSSJumlahIndeksKategori12345X1043262223146,2TinggiX2018311522545TinggiX30710261220841,6SedangX4029301422144,2TinggiJumlah 177Skor rata-rata177:4=44,25Tinggi Padatabel diatas menunjukan indikator X1 dengan pernyataan mengetahui bahwa dengan adanya aplikasi turnitin untuk meminimalisir tulisan dari plagiarisme memperoleh nilai indeks 46,2 dengan kategori tinggi. Untuk indikator X2 dengan pernyataan sangat senang dengan kemajuan teknologi menciptakan aplikasi turnitin guna menghindari dari plagiarisme memperoleh nilai indeks 45 dengan kategori tinggi. Untuk indikatorX3 dengan pernyataan senang dan terbantu dengan aplikasi turnitin memperoleh nilai indeks 41,6 dengankategori sedang. Untuk indikator X4 dengan pernyataan sangat senang dengan adanya aplikasi turnitin membantu dalam meminimalisir kesalahan penulisan memperoleh nilai indeks 44,2 dengan kategori tinggi. Tabel ini menunjukan 4 indikator penilaian. Indikator dengan skor tertinggi berada pada pernyataan no 1 mengenai mengetahui bahwa dengan adanya aplikasi turnitin untuk meminimalisir tulisan dari plagiarisme dengan skor 46,2. Sedangkan skor terendah ada pada pernyataan no 3 mengenai saya sangat senang dan terbantu dengan aplikasi turnitin dengan skor 41,6. Adapun skor rata-rata yang dihasilkan dari keempat indikator adalah 44,25 yang berada pada interval 41,6-46,2. Aspek KonasiBerdasarkan analisis yang dilakukan,menggunakan skala likert, maka dapat diketahui hasil pada komponen aspek konasi dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4. Aspek KonasiIndikator STSTSRGSSSJumlahIndeksKategori12345X1033232623747,4TinggiX2006282123547TinggiX3003361623346,6TinggiX4035361122044TinggiJumlah 185Skor rata-rata 185:4=46,25Tinggi Pada tabel diatas menunjukan indikator X1 dengan pernyataan memilih aplikasi turnitin guna membantu dalam pengerjaan tugas akhir memperoleh nilai indeks 47,4 dengan kategori tinggi. Untuk indikator X2 dengan pernyataan memilih aplikasi turnitin guna memanfaatkan fasilitas dikampus memperoleh nilai indeks 47 dengan kategori tinggi. Untuk indikator X3 dengan pernyataan memerlukan aplikasi turnitin untuk mengetahui presentase plagiarisme memperoleh nilai indeks 46,6 dengan kategori tinggi. Untuk indikator X4 dengan pernyataan dengan adanya aplikasi turnitin membantu menyelesaikan tugas akhir memperoleh nilai indeks 44 dengan kategori tinggi. Tabel ini menunjukan kategori 4 identifikasi 4 indikator penilaian. Indikator dengan skor tertinggi berada pada pernyataan 1 mengenai memilih aplikasi turnitin guna membantu dalam pengerjaan tugas akhir dengan skor 47,4. Sedangkan skor terendah berada pada pernyataan no 4 mengenai dengan adanya aplikasi turnitin membantu menyelesaikan tugas akhir dengan skor 44. Adapun skor rata-rata yang dihasilkan dari keempat indikator adalah 46,25 yang berada pada interval 44-47,4.b.Indikator Pemahaman Pemahaman menurut (Sardiman, 2014b)ada 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Untuk rinciannya dapat dilihat penjelasan dibawah ini : InternalDari analisis data yang telah dilakukan menggunakan skala likert, maka dapat diketahui hasil pada komponen internal pada pada tabel dibawah ini : Tabel 5. Indikator InternalIndikator STSTSRGSSSJumlahIndeksKategori12345Y1008301722945,8TinggiY2009291722845,6TinggiJumlah 91,4Skor rata-rata 91,4:2=45,7Tinggi Pada tabel diatas menujukan indikator Y1 dengan peryataan memilih aplikasi turnitin untuk mencegah plagiarisme memperoleh nilai indeks 45,8 dengan kategori tinggi. Untuk indikator Y2 dengan pernyataan memilih aplikasi turnitin dikarenakan akurat dalam membaca plagiarisme memperoleh nilai indeks 45,6 dengan kategori tinggi. Tabel ini menunjukan kategori identifikasi 2 indikator penilaian. Indikator dengan skor tertinggi berada pada pernyataan 1 mengenai memilih aplikasi turnitin untuk mencegah plagiarisme dengan skor 45,8. Sedangkan skor terendah berada pada pernyataan 2 mengenai memilih aplikasi turnitin dikarenakan akurat dalam membaca plagiarisme dengan skor 45,6. Adapun skor rata-rata yang dihasilkan dari 2 indikator adalah 45,7 yang berada pada interval45,6-45,8EksternalDarianalisis data yang telah dilakukan menggunakan skala likert, maka dapat diketahui hasil pada komponen eksternal seperti pada tabel dibawah ini:Tabel 6. Indikator EksternalSTSTSRGSSSJumlahIndeksKategori12345Y1004312023647,2Tinggi Y2011203325050Tinggi Jumlah97,2Skor rata-rata97,2:2= 48,6Tinggi Pada tabel ditas menunjukan indikator Y1 dengan pernyataan berbagai perguruan tinggi menggunakan aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme memperoleh nilai indeks 47,2 dengan kategori tinggi. Untuk indikator Y2 dengan pernyataan rata-rata menggunakan aplikasi turnitin untuk mengetahui atau mendeteksi plagiarisme memperoleh nilai indeks 50 dengan kategori tinggi. Tabel ini menunjukan kategori identifikasi 2 indikator penilaian. Indikator dengan skor tertinggi berada pada peryataan 2 mengenai rata-rata menggunakan aplikasi turnitin untuk mengetahuiatau mendeteksi plagiarisme dengan skor 50. Sedangkan skor terendah pada pernyataan 1mengenai berbagai perguruan tinggi menggunakan aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme dengan skor 47,2. Adapun skor rata-rata dihasilkan kedua indikator 48,3 berada pada interval 47,2-50.4.4.Analisis Dataa.Uji NormalitasUji normalitas menurut (Sintia dkk., 2022)digunakan mengetahui variabel pengganggu dan data berdistibusi secara normal atau tidak.Adapun rumus uji normalitas menggunakan Kolmograv-Smirnov jika nilai signifikansi lebih dari 0,05 artinya data berdistribusi secara normal. Berdasarkan tabel bahwa nilai 0,200 bahwa data bersistribusi secara normal. b.Uji LinieritasUji linieritas menurut S. Santoso (2016)digunakan untuk mengetahui apakah penelitianlinier atau tidak linier. Untuk mengetahuinya maka melakukan pengujian dengan menggunakan SPSS. Dari hasil spss dapat diketahui bahwa asumsi nilai Deviation from Linearitylebih dari 0,05 maka nilai tersebut linier. Nilai signifikansi Deviation From Linierity0,132 yang menunjukan bahwa nilai signifikasinya linier, seperti terlihat pada tabel diatas. c.Uji AnalisisRegresi Linier Sederhana Uji regresi linier sederhana menurut Y. Santoso & Priantinah (2016)digunakan untuk mengukur apakah ada pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat.Dari hasil tersebut bahwa Nilai korelasi spss (R) adalah 0,415 seperti terlihat pada tabel diatas. Nilai koefisien determinan (R Square) yang diperoleh dari pengelolahan data SPSS sebesar 0,172 menunjukan pengaruh sebesar 17,2% dari variabel independen (persepsi) terhadap variabel dependen (pemahaman).

Discussion

Aplikasi turnitin menurut (Risparyanto, 2020)merupakan salah satu software aplikasi pendeteksi plagiarisme yang berarti dikalangan akademik. Mempunyai peran penting untuk menanggulangi plagiarisme sebelum karya dipublikasikan. Berdasarkan pengamatan dan observasi ada yang memahami dan tidak memahami aplikasi turnitin. Dari beberapa pendapat akan memunculkan pendapat tentang pemahaman aplikasi turnitin.Persepsi Pengguna Terhadap Pemahaman Aplikasi Turnitin UntukMencegah PlagiarismeMenurut Walgito (2010b)ada 3 aspek yaitu Kognisi, Afeksi dan Konasi. Adapun persepsi mahasiswa dalam mengetahui pemahaman aplikasi turnitin berdasarkan indikator kognisi menurut (Ramadanti dkk., 2022)adalah informasi yang ditangkap oleh indra kemudian diproses terhubung dengan kesadaran diri dalam bentuk perilaku. Pada kognisi terdapat 4 peryataan yang memiliki nilai tertinggi berkaitan dengan mengetahui aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme dan untuk nilai terendahnya berkaitan dengan berharap dengan menggunakan aplikasi turnitin dapat membantu dalam pengerjaan tugas akhir. Pada aspek kognisi dalam persebaran kuesioner untuk jawaban yang ragu-ragu dalam memilih kuesioner tertinggi menggunakan aplikasi deteksi lain untuk mengecek plagiarisme serta untuk jawaban tidak setuju melalui penyebaran kuesioner terdapat responden yang belum paham fungsi turnitin, kegunaan serta dengan adanya aplikasi turnitin dapat membantu dalam pengerjaan tugas akhir. Persepsi mahasiswa dalam mengetahui pemahaman aplikasi turnitin berdasarkan indikator afeksi menurut (Munthe & Raharjo, 2018)adalah kebutuhan untuk dicintai dan disukai dengan mengembangkan hubungan emosi kepada orang lain didalamnya terdapat suatu perhatian, rasa hormat, tanggung jawab dan pemahaman. Salah satu indikator yang perlu ditingkatkan, pada indikator kognisi terdapat 4 pernyataan yang memiliki nilai tertinggi berkaitan dengan sikap untuk mengetahui bahwa dengan aplikasi turnitin untuk meminimalisir tulisan dari plagarisme. Untuk nilai terendah berkaitan dengan perasaan senang dan terbantu dengan aplikasi turnitin. Serta dalam aspek afeksi melalui persebaran kuesioner kepada responden terdapat jawaban ragu-ragu antara yakin atau tidak dikarenakan belum paham dan cara menyikapainya belum paham. Terdapat juga jawaban yang tidak setuju dalam persebaran kuesioner paling banyak terdapat pada pernyataan yang nilai indeksnya terendah pada indikator afeksi. Persepsi mahasiswa dalam mengetahui pemahamanaplikasi turnitin berdasarkan indikator konasi menurutPutri & Santoso (2020)adalah Konasi ini merupakan aspek yang berkaitan dengan kecenderungan tingkah laku. Terdapat 4 pernyataan pada konasi yang memiliki nilai tertinggi berkaitan dengan memilih berdasarkan tindakan dengan memilih aplikasi turnitin guna membantu dalam pengerjaan tugas akhir. Untuk nilai terendah berkaitan dengan motivasinya dengan adanya aplikasi turnitin membantu dalam menyelesaikan tugas akhir. Pada aspek afeksi melalui persebaran kuesioner kepada responden terdapat jawaban yang ragu-ragu yang memilih paling banyak berkaitan dengan memilih aplikasi turnitin guna memanfaatkan fasiltas dari kampus, sedangkan banyak mahasiswa yang mengecek melalui jasa pengecekan turnitin di shopee atau sebagainya. Untuk jawaban yang tidak setuju sama-sama pada pernyataan no 1 dan 4 berkaitan dikarenakan adanya kurang pemahaman.Berdasarkan hasil analisis variabel pemahaman yang didapatkan dari perhitungan indikator menurut Sardiman (2014) khususnya faktor internal dan eksternal. Berdasarkan faktor internal menurut Sulistyorini (2014) yaitu terdapat faktor jasmaniyah berkaitan dengan organ tubuh dan faktor psikologis faktor yang berasal bawaan sejak lahir atau yang diperoleh pada saat belajar. Pada aspek internal terdapat 2 pernyataan dari 2 pernyataan yang memiliki nilai tertinggi berkaitan dengan memilih aplikasi turnitin untuk mencegah plagiarisme, pada tugas akhir mahasiswa di prodi ilmu perpustakaan sebelum diupload pada pendaftaran sidang harus menggunakan turnitin sebagai salah satu syarat dalam tugas akhirnya. Pada pernyataan nilai terendah berkaitan dengan memilih aplikasi turnitin dikarenakan akurat dalam membaca plagiarisme. Pada penyebaran kuesioner ada jawaban yang ragu-ragu berkaitan dengan kurang akuratnya aplikasi turnitin.Berdasarkan pemahaman aplikasi turnitin berdasarkan indikator eksternal menurut Sulistyorini (2014) yaitu faktor yang berasal dari keluarga dimana individu di didik pertama kali, faktor sekolah lembaga pendidikan formal yang sangat penting bagi individu dan faktor lingkungan masyarakat akan membentuk kepribadian individu. Pada aspek eksternal terdapat 2 pernyataan yang memiliki nilai tertinggi berkaitan dengan rata-rata menggunakan aplikasi turnitin untuk mengetahui dan mendeteksi plagiarisme. Dikarenakan, responden masih menggunakan aplikasi turnitin. Serta untuk nilai terendah berkaitan dengan berbagai perguruan tinggi menggunakan aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme. Dengan berasal dari dalam luar dirinya persepsi mahasiswa dapat memperoleh informasi melalui di kampus atau lingkungan masyarakatnya. Dalam penyebaran kuesioner terdapat jawaban yang ragu-ragu dan tidak setuju untuk skor paling banyak pada jawaban ragu-ragu terdapat pada pernyataan no 1 dan tidak setuju pada pernyataan no 2. Selanjutnya menggunakan uji normalitas dengan spss untuk menentukan apakah data terdistrubusi normal yang mendapatkan nilai sig. lebih dari 0,05. Pada uji nomalitas mendapatkan nilai sebesar 0,200 yang dianggap normal karena lebih besar daripada 0,05. Untuk melihat apakah data linier atau antara variabel x dan variabel y yang akan diuji nilai Deviation From Liniearity lebih daripada 0,05, maka data tersebut linier. Untukmengetahui pengaruh antara variabel x dan y, dilakukan uji analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dijelaskan bahwa persepsi pengguna berpengaruh terhadap pemahaman aplikasi turnitin khususnya pada aspek kognisi dan faktor eksternal dikarenakan pada aspek kognisi berkaitan dengan wawasan serta daya ukur mahasiswa mengetahui aplikasi turnitin untuk mengecek plagiarisme sedangkan pada aspek eksternal berkaitan dengan pemahaman mahasiswa berdasarkan dari luar dirinya sendiri. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin baik persepsi maka akan semakin paham aplikasi turnitin atau sebaliknya.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan secara keseluruhan dari penelitian ini bahwa persepsi pengguna terhadap pemahaman aplikasi turnitin untuk mencegah plagiarisme pada prodi ilmu perpustakaan dan informasi islam angkatan 2019/2020 dengan Nilai signifikansi Deviation From Linierity 0,132 yang menunjukan bahwa nilia signifikasinya linier, sedangkan nilai koefisien determinan (R Square) yang diperoleh dari pengelolahan data spss sebesar 0,172 menunjukan pengaruh sebesar 17,2% dari variabel independen (persepsi) terhadap variabel dependen (pemahaman). Aspek nilainya sangat tinggi terdapat pada aspek kognisi sedangkan untuk aspek yang perlu ditingkatkan yaitu aspek afeksi. Dari penelitian yang dilakukan peneliti pada Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam bahwa mahasiswa memahami aplikasi turnitin. Serta kegunaan dan fungsinya dalam membantu dalam pengerjaan tugas akhir mahasiswa. Untuk kegiatan plagiarisme sendiri tentunya sikap yang tidak baik dan seakan akan akan menjadi suatu kebiasaan yang buruk dalam hal dunia pendidikan. Di dalam pendidikan Perguruan Tinggi seharusnya harus dapat memotong atau meminimalisir dalam kegiatan plagiarisme dalam tugas mata kuliah ataupun dalam mengerjakan tugas akhir mahasiswa. Adapun saran peneliti ke perpustakaan adalah perlunya mengadakan pelatihan atau workshop dengan tema plagiarisme atau turnitin dalam mengecek simmilary untuk mengetahui plagiarisme baik tugas akhir maupun artikel dengan sasaran semua pihak civitas akademika (dosen, tendik, dan mahasiswa). Diharapkan dari hasil temuan ini dapat berfungsi sebagai dasar untuk penelitian tambahan dan dapat dilanjutkan.