Kembali
16
1
2024 Journal Net. Library and Information Vol 1 · 2 ISSN 3089-5464

PENGARUH LITERASI KEWARGANEGARAAN TERHADAP CHARACTER BUILDING (STUDI KASUS: MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA)

Universitas Sari Mutiara Indonesia; Universitas Sari Mutiara Indonesia; Universitas Sari Mutiara Indonesia; Universitas Sari Mutiara Indonesia

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis literasi kewarganegaraan berpengaruh terhadap character building pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi pada penelitian ini merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Univeristas Sari Mutiara Indoneisa Tahun Ajaran 2024/2025 sebanyak 157 orang. Sampel pada penelitian ini sebanyak 61 responden. Metode analisis data yang digunakan adalah Uji Instrument, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linear Sederhana, Uji Hipotesis dan Uji Koefisien Determinasi (R2) dengan menggunakan program SPSS Version 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan literasi kewarganegaraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap character building pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia.

Abstract

This study aims to determine and analyse the influence of civic literacy on character building among students at the Faculty of Law, Sari Mutiara Indonesia University. This study is descriptive quantitative in nature. The population in this study consisted of 157 students at the Faculty of Law, Sari Mutiara Indonesia University, in the 2024/2025 academic year. The sample in this study consisted of 61 respondents. The data analysis methods used were Instrument Test, Classical Assumption Test, Simple Linear Regression Test, Hypothesis Test, and Determination Coefficient Test (R2) using the SPSS Version 25 for Windows program. The results of the study indicate that civic literacy has a positive and significant effect on character building among students of the Faculty of Law, Sari Mutiara Indonesia University.
Keywords: Civic Literacy · Character Building

Introduction

Abad 21 adalah era digital di mana segala sesuatu dilakukan dengan teknologi canggih. Saat ini, akses terhadap informasi dari seluruh pelosok dunia menjadi sangat mudah. Fenomena ini mendorong terjadinya globalisasi dan modernisasi yang pesat. Di samping itu,abad ke 21 juga dipenuhi dengan digitalisasi. Ketidakpastian seringkali disertai oleh peristiwa tak terduga. Salah satu contohnya adalah pandemi yang melanda pada tahun 2019, yang memaksa kita untuk mendigitalkan berbagai aktivitas sehari-hari. Dengan adanya globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi, hal ini tentunya sangat berdampak pada berbagai aspek, termasuk ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan juga kehidupan sosial di Indonesia. Selain banyaknya dampak positif, terdapat pula dampak negatif yang sangat jelas, seperti meluasnya korupsi, tingginya angka pembunuhan, bentrokan antar wilayah, pembakaran tempat ibadah, lemahnya penegakan hukum, kasus pelecehan seksual, perampokan, dan masih banyak lagi. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang acuh tak acuh terhadap apa yang terjadi, dan akibat dari banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan oleh globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi (Okpatrioka, 2024). Pemuda merupakan aset terbesar bangsa sekaligus tumpuan harapan yang akan menegakkan kembali cita-cita bangsa, selain itu pemuda juga merupakan bagian dari roda perputaran zaman yang diharapkan dapat menjadi agent of change. Persoalan-persoalan kepemudaan tenggelam dalam isu-isu besar yang mewarnai kehidupan sosial dan politik negeri ini. Kondisi ini tidak lepas dari kecenderungan minat dan perhatian pemuda saat ini pada hal-hal yang bersifat praktis. Masuknya arus budaya global yang bersifat negatif turut berdampak pada melemahnya kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai budaya nasional. Hal ini terlihat dari kecenderungan masyarakat Indonesia yang lebih mengagumi budaya asing daripada budaya sendiri, baik dalam hal gaya berpakaian, cara berbicara, pergaulan bebas, gaya hidup konsumtif, maupun minimnya apresiasi terhadap produk lokal di kalangan masyarakat saat ini (Raharjo, Armawi, & Soerjo, 2017). Literasi merupakan suatu topik yang banyak diperbincangan seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi dewasa ini yang semakin pesat sehingga terjadi perubahan dalam konsep literasi itu sendiri. Awalnya literasi hanya merujuk pada kemampuan untuk membaca dan menulis teks serta kemampuan untuk memaknai. Namun hingga saat ini, literasi terus berkembang dan terbagi dalam beberapa bentuk, salah satu diantaranya adalah literasi kewarganegaraan. Literasi kewarganegaraan adalah pengetahuan dan kemampuan warga dalam mengatasi masalahmasalah sosial, politik dan kenegaraan. Dalam khasanah ilmu kewarganegaraan, literasi kewarganegaraan ditempatkan sebagai elemen dasar kebajikan politik warga negara (political virtue of citizenship), di dalam civic literacy tersirat penguasaan bentuk pengetahuan politik warga negara pada khususnya dan akan dimanifestasikan dalam aktivitas kewarganegaraan (Suryadi, 2010). Ada beberapa komponen inti yang ada dalam literasi kewarganegaraan, seperti komponen pengetahuan kewarganegaraan (civic knowledge), keterampilan kewarganegaraan (civic skills), dan karakter atau sikap kewarganegaraan (civic dispositions) yang merupakan faktor determinan dalam upaya mewujudkan warga negara yang baik. Dilihat dari perspektif integrasi politik, merupakan aspek penting dalam mengembangkan perilaku integratif yang berkontribusi secara positif terhadap integrasi bangsa (nation building) dan integrasi elit dengan rakyat. Keberhasilan mengembangkan perilaku integratif dalam diri warga negara dapat mengembangkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang produktif untuk mewujudkan kebaikan bersama sebagaimana yang dikehendaki dalam cita-cita nasional dan tujuan bernegara (Raharjo, Armawi, & Soerjo, 2017). Penguatan literasi kewarganegaraan menjadi upaya penting dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, khususnya di kalangan generasi muda yang terus mengalami perkembangan. Melalui penguatan ini, pemuda diarahkan untuk memiliki pola pikir yang tidak hanya mementingkan kepentingan pribadi, melainkan juga aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa melalui ide dan tindakan nyata. Tujuan dari penguatan ini adalah membentuk warga negara yang mampu menawarkan solusi atas permasalahan bangsa dan meluruskan cara pandang masyarakat yang keliru dalam kehidupan sosial, kebangsaan, dan kenegaraan. Salah satu penguatan literasi kewarganegaraan dilakukan melalui character building. Character building sangat penting untuk memberikan tekanan pada nilai-nilai tertentu seperti rasa hormat, tanggung jawab, jujur, peduli, adil dan membantu siswa untuk memahami, memperhatikan, dan melakukan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka sendiri untuk mencapai kesuksesan hidup. Masalah umum yang terjadi di kalangan masyarakat adalah kurang sadar akan pentingnya literasi kewarganegaraan dan pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan yang dihadapi guna menciptakan karakter dan moral yang sesuai Pancasila adalah sebuah fenomena yang rumit. Ini mengingat pada perbedaan yang timbul pada diri seseorang, baik pemikiran, pola perilaku, dan moral yang sudah dipegangnya. Lingkungan yang semakin modern dan bergantung pada teknologi menyebabkan kurangnya sosialisasi antar mahasiswa atau masyarakat sehingga mengurangi interaksi sosial. Ini mencakup pengaplikasian pembiasaan karakter dan moral yang sesuai dengan adat istiadat dan Pancasila. Berkurangnya etika dan sopan santun dalam menjalankan kehidupan sehari-hari adalah sebuah problematika yang tidak dapat begitu saja bisa diatasi. Hilangnya budaya 5S (senyum, salam, sapa, sopan, dan santun) menjadi sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban sehingga tercapailah tujun-tujuan Pendidikan Kewarganegaraan pada konsep karakter dan moral mahasiwa (Muhsinin, Parizal, Rohmatulloh, & Mila, 2023) Penelitian yang dilakukan (Muhsinin, Parizal, Rohmatulloh, & Mila, 2023) dalam hasil penelitiannya menyatakan bahwa literasi kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan moral mahasiswa serta meningkatkan kualitas hidup individu, bangsa, dan negara. Melalui pendidikan Kewarganegaraan, mahasiswa diajarkan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang berkaitan dengan kewarganegaraan, termasuk sikap toleransi, kerjasama, kemandirian, dan persiapan menjadi warga negara yang baik. Peningkatan pendidikan Kewarganegaraan di kampus memegang peranan penting dalam menerapkan nilai-nilai kewarganegaraan di perguruan tinggi, menciptakan sistem politik yang sehat, demokratis, dan adil, serta mempersiapkan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan yang bertanggung jawab dan berintegritas. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh (Devaraswari, Restu, Restu, Putri, & Deltia, 2024) menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter siswa dengan mengajarkan hak dan kewajiban sebagai warga negara,prinsip-prinsip demokrasi, dan nilai-nilai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengetahuan ini penting untuk membentuk siswa yang sadar akan peran mereka dalam masyarakat. Namun, masalah umum yang dihadapi adalah kurangnya kesadaran akan pentingnya Pendidikan ini, kekurangan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari dan adanya perbedaan dalam pemikiran, perilaku, dan moral setiap individu. Faktor lingkungan yang semakin modern dan ketergantungan pada teknologi juga berdampak pada kurangnya interaksi sosial,yangmenghambat penerapan karakter dan moral yang sesuai dengan adat istiadat. Selain itu, hilangnya etika dan sopan santun dalam kehidupan sehari-hari merupakan masalah kompleks yang perlu diatasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengatasi masalah ini melalui pendidikan kewarganegaraan di berbagai lembaga pendidikandengan tujuan meningkatkan karakter siswa. Berdasarkan uraian dan fenomena diatas, maka penulis tertarik untuk mengambil judul “Pengaruh Literasi Kewarganegaraan Terhadap Character Building (Studi Kasus: Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia)”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis literasi kewarganegaraan berpengaruh terhadap character building pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA Literasi Kewarganegaraan Literasi kewargangaraan mengacu pada sumber daya yang dimiliki oleh warga negara dalam hal ini generasi muda. Sumberdaya yang harus dimiliki generasi muda adalah kemampuan dalam menguasai teknologi dan mengembangkan potensi budaya bangsa karena bangsa Indonesia bangsa yang multukultural dengan beragam agama dan budaya dengan berbagai dinamikanya. Semua ini sebagai potensi yang harus dipahami oleh generasi muda untuk menghindari disintegrasi bangsa, konflik antar daerah dan sikap intoleransi dalam masyarakat yang dapat merusak stabilitas nasional dan menghambat pembangunan bangsa. Literasi kewarganegaraan adalah akumulasi dari pengetahuan, skill, dan karakter individu warganegara dalam mengamati dan memahami realitas kehidupanberbangsan dan bernegara yang meliputi persoalan sosial budaya, politik dan demokrasi (Hidayat, 2024) Menurut (Maimun, Sanusi, Rusli, & Muthia, 2020) indikator literasi kewarganegaraan terdiri dari: 1. Pengetahuan Kewarganegaraan (Civic Knowledge) 2. Karakter Kewarganegaraan (Civic Dispositions) 3. Ketrampilan Kewarganegaraan (Civic Skills) Character Building Character building merupakan sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik, yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekat, serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilainilai, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, maupun bangsa yang pada akhirnya akan mewujudkan insan kamil (Rofi"ie, 2017) Menurut (Sopian, 2020) ada 3 indikator Character building yaitu: 1. Moral Knowing, 2. Moral Feeling, 3. Moral Action. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling. Jumlah sampel yang didapatkan, untuk memudahkan penelitian digunakan 61 responden dengan menggunakan pendekatan rumus Slovin . Teknik analisis data yang digunakan dlama penelitian ini adalah Uji Instrument, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linear Sederhana, Uji Hipotesis dan Uji Koefisien Determinasi (R2).

Method

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. Waktu penelitian dilaksanakan bulan Oktober 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. Teknik sampling yang digunakan Simple Random Sampling. Jumlah sampel yang didapatkan, untuk memudahkan penelitian digunakan 61 responden dengan menggunakan pendekatan rumus Slovin . Teknik analisis data yang digunakan dlama penelitian ini adalah Uji Instrument, Uji Asumsi Klasik, Uji Regresi Linear Sederhana, Uji Hipotesis dan Uji Koefisien Determinasi (R2).

Result & Discussion

Uji Validitas Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikan 5% dengan jumlah responden 30 orang sehingga diperoleh nilai rtabel 0,361 untuk itu jika rhitung < dari rtabel , maka item instrument tidak valid. Dan jika rhitung> dari rtabel maka item instrument tersebut valid. Berdasarkan hasil uji validitas kuesioner dalam penelitian ini rhitung dari semua item instrument hasilnya adalah lebih besar dari rtabel pada tingkat kesalahan 5% dan tingkat kepercayaan 95% untuk 30 responden yaitu 0,361. Dengan demikian, item-item instrument pada kuesioner ini hasilnya valid, dan item kuesioner yang valid dapat dijadikan instrument bagi penelitian selanjutnya. Uji reliabilitas data dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Apabila nilai Crobach’s Alpa lebih kecil dari 0,6 maka termasuk ke dalam tingkat yang realibilitasnya kurang baik. Nilai di atas 0,7 sampai 0,8 dalam tingkat reliabilitas dapat diterima, dan nilai di atas 0,8 tingkat reliabilitasnya baik. Dalam penelitian ini uji reliabilitas menggunakan bantuan program SPSS for Windows 25. Adapun hasil perhitungan adalah sebagai berikut : Tabel 1 Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .938 12 Sumber: Hasil Olah Data Primer, 2024 Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha dari dilakukan pada 30 responden nilainya lebih besar dari 0,6. Dengan demikian, uji reliabilitas dari keseluruhan item instrument yaitu 12 item pertanyaan pada kuesioner sudah dikatakan reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha masing-masing variabel lebih besar dari 0,6. Uji Asumsi Klasik Uji normalitas adalah pengujian tentang kenormalan distribusi data.Pada penelitian ini, peneliti melakukan uji normalitas dengan menggunakan uji KolmogorovSminornov dengan melihat tingkat signifikansinya. Distribusi data penelitian dinyatakan normal jika nilai probabilitas (sig) > 0,05. Model regresi yang baik adalah model yang memiliki residual berdistribusi normal. Hasil uji normalitas dengan uji Kolmogorov-Sminornov adalah sebagai berikut: Tabel 2 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Sminornov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardize d Residual N 61 Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation 2.06049873 Most Extreme Differences Absolute .090 Positive .090 Negative -.072 Test Statistic .090 Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data. c. Lilliefors Significance Correction. d. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Hasil Olah Data Primer, 2024 Berdasarkan tabel diatas, maka diketahui bahwa nilai signifikansi 0,200 lebih besar dari 0,05 atau 0,200 ≥ 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data yang diuji berdistribusi normal. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh Literasi Kewarganegaraan terhadap Character Building pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. Hasil analisis tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Error 1 (Constant) 14.248 1.960 7.270 .000 Literasi Kewarganegaraan .437 .076 .597 5.715 .000 a. Dependent Variable: Character Building Sumber: Hasil Olah Data Primer, 2024 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel diatas, maka dapat diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Ý = ɑ +bX +  Ý = 14,248+0,437 Dari persamaan diatas, maka koefisien regresi dapat diartikan sebagai berikut : 1. Nilai constan (ɑ) = 14,248 berarti apabila Literasi Kewarganegaraan bernilai konstan, maka Character Building adalah sebesar 14,248. 2. Nilai bX = 0,437 berarti bahwa apabila Literasi Kewarganegraan mengalami peningkatan satu satuan atau 1% maka akan menyebabkan kenaikan terhadap Character Building sebesar 0,437 jika 98ariable lain dianggap konstan. Uji Hipotesis Uji parsial (Uji t) dilakukan untuk mengetahui pengaruh 98ariable 98ariable98nt (X) secara parsial terhadap variable dependen (Y). Hasil analisis sebagai berikut : Tabel 4 Hasil Uji Parsial (Uji t) Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Model B Std. Error Beta 1 (Constant) 14.248 1.960 7.270 .000 Literasi Kewarganegaraan .437 .076 .597 5.715 .000 a. Dependent Variable: Character Building Sumber: Hasil Olah Data Primer, 2024 Berdasarkan hasil uji t dapat dilihat bahwa Nilai thitung variabel Literasi Kewarganegaraan adalah 5,715 dan ttabel bernilai 2,00100 sehingga thitung > ttabel (5,715 > 2,00100) dan nilai signifikan (sig.) 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Literasi Kewarganegaraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Character Building pada mahasiswa Fakultas Hukum, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Uji Koefisien Determinasi (R2) Pengujian koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase atas persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat.Koefisien determinasi berkisar antar nol sampai satu (0<R2<1). Jika R2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas (X) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini model yang digunakan semakin kuat menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dan demikian sebaliknya. Adapun hasil dari perhitungan uji koefisien determinansi (R2) dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 5 Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .597a .356 .345 2.078 a. Predictors: (Constant), Literasi Kewarganegaraan b. Dependent Variable: Character Building Sumber: Hasil Olah Data Primer, 2024 Dari tabel diatas dapat dilihat nilai koefisien determinasi (R2) adalah 0,356 atau 30,56% yang berarti bahwa variabel Literasi Kewarganengaraan sebesar 30,56% berpengaruh terhadap Character Building. Hal ini dapat diartikan bahwa 69,56% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan variabel yang tidak diteliti.

Conclusion

Berdasarkan dari hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan maka terdapat kesimpulan berdasarkan Uji Parsial (Uji t) literasi kewarganegaraan berpengaruh positif dan signifikan terhadap character building mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia. Dimana nilai thitung literasi kewarganegaraan 5,715 sedang nilai Signifikansinya 0,000. Selanjutnya berdasarkan Uji Koefisien Determinasi (R2) variabel literasi kewarganegaraan sebesar 30,56% berpengaruh terhadap character building. Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh maka saran yang diberikan sebagai berikut, bagi pihak Fakultas Hukum Universitas Sari Mutiara Indonesia penulis menyarankan untuk lebih meningkatkan literasi kewarganegaraan mahasiswnya agar terbentuk mahasiswa yang cerdas dan berkarakter.