PENGARUH LITERASI KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KESIAPAN BERWIRAUSAHA MAHASISWA PROGRAM WIRAUSAH MERDEKA ANGKATAN 2 TAHUN 2023 UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
Universitas Sari Mutiara Indonesia; Universitas Sari Mutiara Indonesia
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) apakah terdapat pengaruh literasi kewirausahaan terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, (2) seberapa besar pengaruh literasi kewirausahaan terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 300 orang Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Sampel yang digunakan berjumlah 75 responden dengan teknik Purposive Sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah uji instrumen, uji asumsi klasik, uji regresi linear sederhana, uji hipotesis, uji koefisien determinasi (R2) dengan menggunakan aplikasi SPSS Version 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan (1) Literasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, (2) nilai koefisien determinasi ) adalah 0,528 atau 52,8% yang berarti bahwa literasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebesar 52,8%. Hal ini dapat diartikan bahwa 47,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan variabel yang tidak diteliti.
Abstract
This study aims to analyze (1) whether there is an effect of entrepreneurial literacy on the entrepreneurial readiness of Independent Entrepreneurial Program Students Batch 2 Year 2023 University of Muhammadiyah Sumatera Utara, (2) how much influence entrepreneurial literacy has on the entrepreneurial readiness of Independent Entrepreneurial Program Students Batch 2 Year 2023 University of Muhammadiyah Sumatera Utara. The type of research used is quantitative. The population in this study were 300 students of the Independent Entrepreneurial Program Batch 2 Year 2023 University of Muhammadiyah North Sumatra. The sample used amounted to 75 respondents with purposive sampling technique. The data analysis method used is instrument test, classical assumption test, simple linear regression test, hypothesis testing, determination coefficient test (𝑅 2 ) using the SPSS Version 25 for Windows application. The results showed (1) Entrepreneurial literacy has a positive and significant effect on entrepreneurial readiness of Independent Entrepreneurial Program Students Batch 2 Year 2023 University of Muhammadiyah Sumatera Utara, (2) the coefficient of determination (𝑅 2 ) is 0.528 or 52.8%, which means that entrepreneurial literacy affects the entrepreneurial readiness of Independent Entrepreneurial Program Students Batch 2 Year 2023 University of Muhammadiyah Sumatera Utara by 52.8%. This can be interpreted that 47.2% is influenced by other variables outside the variable equation that are not examined.
Keywords:
Entrepreneurial Literacy
· Entrepreneurial Readiness
· Independent Entrepreneur Program
Introduction
Kewirausahaan merupakan proses pengembangan dan penerapan kreativitas, serta inovasi dalam menyelesaikan masalah, dan mampu melihat peluang untuk menciptakan suatu usaha. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022] tentang Pengembangan Kewirausahaan Tahun 2021-2024 menjelaskan bahwa: “kewirausahaan adalah aktivitas dalam menciptakan dan atau mengembangkan suatu usaha inovatif dan berkelanjutan”. Dalam perkembangannya penanaman nilai-nilai kewirausahaan tidak hanya dikalangan wirausaha dan wiraswasta tetapi telah berkembang ke dunia pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI:2016) menerangkan bahwa pendidikan adalah proses, cara, perbuatan mendidik: orang tua memiliki peran yang paling penting dan proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Jenjang pendidikan dimulai dari jenjang anak usia dini, dasar, menengah dan tinggi. Salah satu jenjang pendidikan yang dibahas dalam penelitian ini adalah jenjang pendidikan tinggi. Tujuan dari pendidikan tinggi pengembangan potensi mahasiswa, kemampuan dan membentuk watak mahasiswa. Program kewirausahaan merupakan salah satu program dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diprakasrai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Bertujuan untuk meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Melalui program MBKM yang dimulai sejak awal tahun 2020 ini mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan mendapatkan pengalaman yang terkait dengan pengembangan diri dan kompetensi. Potensi mahasiswa dapat ditingkatkan melalui salah satu program MBKM yaitu program Wirausaha Merdeka. Program Wirausaha Merdeka bekerja sama dengan Perguruan Tinggi yang berperan sebagai Perguruan Tinggi Pelaksana (PTP) untuk menciptakan pembelajaran wirausaha yang meningkatkan jiwa kewirausahaan, meningkatkan pengalaman wirausaha, dan meningkatkan kemampuan daya kerja mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Sumatera Utara yang menjadi tempat pelaksana Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023. Berdasarkan hasil dari survei awal yang peneliti lakukan, menunjukkan bahwa mahasiswa mengetahui secara dasar konsep kewirausahaan namun dalam menjalankan usaha masih memiliki beberapa kendala yaitu pemahaman tentang kewirausahaan dan kepercayaan diri yang masih rendah. Penyebab dari adanya permasalahan ini adalah kurangnya literasi kewirausahaan dan kesiapan berwirausaha dalam diri mahasiswa. Apabila hal tersebut dibiarkan maka mahasiswa tidak akan siap untuk menjadi wirausaha muda yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti tertarik ingin melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Literasi Kewirausahaan Terhadap Kesiapan Berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara”. TINJAUAN TEORITIS Konsep Literasi Literasi secara umum merupakan kemampuan memahami informasi dalam hal membaca dan menulis. Namun seiring perkembangan zaman, makna literasi menjadi lebih luas. Palupi, dkk (2020:1) mengemukakan “literasi adalah kemampuan seseorang dalam mengelola dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan perkembangaan zaman. Jika dulu definisi literasi adalah kemampuan membaca dan menulis”. Konsep Kewirausahaan kewirausahaan merupakan proses melakukan hal-hal baru dengan cara yang kreatif dan inovatif yang menghasilkan nilai tambah dan bermanfaat bagi orang lain. Dwanita (2022:3) mengemukakan bahwa “kewirausahaan merupakan suatu upaya yang dilakukan seseorang dengan mengandalkan ide kreatif serta strategi untuk menciptakan lapangan kerja melalui usaha guna memperbaiki kualitas hidup. Kewirausahaan memiliki tujuan antara lain menumbuhkan rasa percaya diri dalam berinovasi, meningkatkan perekonomian, menciptakan lapangan kerja dengan mendirikan usaha-usaha”. Konsep Literasi Kewirausahaan Literasi kewirausahaan merupakan pemahaman seseorang mengenai wirausaha dalam mengembangkan peluang-peluang usaha. Maryasih (2022:39) menyatakan bahwa “literasi kewirausahaan adalah kemampuan dan pemahaman tentang cara berusaha sehingga menimbulkan keberanian mengambil resiko secara rasional dan logis dalam menangani suatu usaha”. Indikator dari literasi kewirausahaan dalam penelitian ini mengacu pada penelitian Maryasih (2022:39) tentang literasi kewirausahaan, sebagai berikut: 1. Pengetahuan dasar kewirausahaan, dimana keinginan berwirausaha muncul dari informasi-informasi, sehingga individu dapat menemukan ide dalam mewujudkan usaha yang diminati. 2. Pengetahuan ide dan peluang usaha, dimana dalam mewujudkan suatu usaha dibutuhkan informasiinformasi yang menambah cakrawala berpikir individu, sehingga ditemukan hal-hal baru untuk membangun suatu usaha. 3. Pengetahuan tentang aspek-aspek usaha, dimana informasi-informasi yang didapatkan dengan mengenal faktor-faktor yang mempengaruhi suatu usaha, yang bukan hanya faktor pendorong, namun juga faktor-faktor yang menjadi penghambat atau beresiko terhadap usaha, menjadi hal yang krusial untuk menjadi bekal dalam membangun sebuah bisnis”. Konsep kesiapan Peningkatan mutu dan pengetahuan pembelajaran yang berorientasi pada kesiapan dalam meningkatkan kecakapan kewirausahaan secara praktis dapat menjadi salah satu hal yang mempengaruhi pembentukan kesiapan. Asmah (2021:43) mengemukakan “kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon atau jawaban di dalam tertentu terhadap suatu situasi. Penyesuaian kondisi pada suatu saat akan berpengaruh atau kecenderungan untuk memberi respon”. Konsep Berwirausaha Kesiapan berwirausaha merupakan suatu kondisi di mana seseorang memiliki perasaan siap dengan semua kemampuan, kemauan, dan keinginan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai situasi dalam berwirausaha. Yuliani (2018:121) mengemukakan “kesiapan berwirausaha diartikan sebagai suatu kondisi dimana individu memiliki perasaan siap dengan adanya bekal kemampuan, kemauan dan keinginan yang dimiliki untuk menghadapi berbagai situasi dalam berwirausaha, sehingga kesiapan berwirausaha sangat diperlukan individu untuk memulai suatu usaha”. Konsep Kesiapan Berwirausaha Kesiapan berwirausaha merupakan suatu kondisi di mana seseorang memiliki perasaan siap dengan semua kemampuan, kemauan, dan keinginan yang diperlukan untuk menghadapi berbagai situasi dalam berwirausaha. Yunita (2020:453) berpendapat bahwa kesiapan wirausaha adalah keseluruhan kondisi seseorang yang membuatnya mampu untuk memberi respon atau jawaban dalam kegiatan berwirausaha. Kesiapan berwirausaha dapat menjadi modal awal seseorang untuk mempersiapkan dirinya menghadapi berbagai macam peluang dan tantangan dalam berwirausaha. Indikator dari kesiapan berwirausaha dalam penelitian ini mengacu pada penelitian Yunita (2020:453) mengemukakan indikator kesiapan berwirausaha, sebagai berikut: 1. Kemampuan mental: Seseorang yang memiliki rasa siap dengan mental yang baik akan merasa percaya diri dan yakin dalam melakukan dunia usaha. 2. Berorientasi kemasa depan: pandangan dan keinginan yang kuat. Seseorang yang memiliki pandangan luas ke depan dan keinginan akan keberhasilan di masa depan yang kuat. 3. Kemampuan mengambil Risiko: mempelajari cara mengenal risiko. Seseorang yang dapat belajar dalam mengambil Risiko dengan cara mengenali Risiko tersebut untuk mencari solusi sehingga dapat mengatasinya dengan baik. 4. Keterampilan berwirausaha: membangun jaringan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Seseorang dengan kemampuan membangun hubungan yang baik dengan orang lain, sehingga dapat mempengaruhi orang lain untuk berwirausaha bersama.
Method
Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif. Auliya (2020:240) mengemukakan bahwa “penelitian kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagianbagian dan fenomena serta hubunganhubungannya”. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian dilakukan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Jln. Kapten Muchtar Basri No. 3, Glugur Barat II, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Waktu penelitian dilaksanakan dari bulan Januari sampai Juli 2024. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini yaitu Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara yang berjumlah 300 orang. Untuk menentukan sampel diperlukan sebuah teknik pengambilan sampel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus pendekatan Slovin sebagai berikut: 𝑛 𝑁 1+𝑁(𝑒) 2 𝑛 = 300 1+300(0,1) 2 𝑛 = 300 1+300(0,01) 𝑛 = 300 4 = 75 maka jumlah sampel yang digunakan peneliti sebanyak 75 responden. Data Penelitian Jenis data yang digunakan dalam penelitian yaitu data primer dan data sekunder yang dinyatakan oleh Jaya (2020:7) sebagai berikut: 1) Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data. Data dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan dan akan diolah dalam bentuk data melalui aplikasi statistik. Data Primer yang digunakan peneliti yaitu proses penyebaran kuesioner yang disebarkan kepada responden sehingga nantinya akan diolah menggunakan aplikasi SPSS Version 25 for Windows. Data primer dalam penelitian diperoleh melalui proses penyebaran kuesioner kepada responden menggunakan Google Forms. 2) Data Sekunder adalah data yang tidak langsung diberikan pada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atu dokumen. Dalam penelitian ini yang menjadi sumber data sekunder yang sesuai dengan topik, buku, jurnal berkaitan dengan topik penelitian. Data sekunder yang digunakan peneliti untuk melengkapi sumber primer adalah website instansi, artikel jurnal, dan buku. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan proses mengumpulkan informasi yang relevan. Untuk mendapatkan hal tersebut digunakan berbagai macam teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut: 1. Survei adalah suatu metode pengumpulan informasi yang digunakan untuk mengumpulkan informasi melalui daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden dan melakukan wawancara kepada salah seorang responden. 2. Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan daftar pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab. Kuesioner ini juga akan disebarkan melalui Google Forms kepada Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Teknik Analisis Data Uji Instrumen 1. Uji validitas dilakukan untuk menguji tingkat kevalidan atau keabsahan suatu instrumen dalam penelitian. Darma (2021:7) menyatakan bahwa uji validitas adalah cara untuk mengetahui seberapa cermat suatu uji melakukan tugasnya dan apakah alat ukur yang dibuat benar-benar dapat mengukur apa yang perlu diukur. 2. Uji reliabilitas pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS Version 25 for Windows. Lianti (2022:43) menyatakan bahwa reliabilitas adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Uji Asumsi Klasik Mardiatmoko (2020:334) menyatakan bahwa uji asumsi klasik adalah uji untuk mengetahui apakah model regresi linear OLS mengandung masalah asumsi klasik. Jika hubungan antara dua variabel tidak linier, regresi OLS tidak cocok untuk penelitian, dan variabel atau analisis perlu suatu modifikasi pada variabel atau analisis. Pada uji asumsi klasik terdapat beberapa asumsi antara lain sebagai berikut: 1. Uji Normalitas Arianty & Andira (2021:43) mengemukakan uji normalitas bertujuan apakah regresi, variabel dependen dan variabel independen keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Pengujian normalitas data dalam penelitian ini menggunakan program SPSS Version 25 for Windows dan dideteksi melalui: Histogram, Grafik Normal Probability Plot, Uji Kolomogorov-Sminornov. 2. Uji Multikoliniearitas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas yang dalam penelitian ini adalah variabel literasi kewirausahaan. Nanincova (2019:3) mengemukakan bahwa uji multikolinieritas adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi antara variabel independen atau bebas. 3. Uji Heterokedastisitas Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan ragam dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Nanincova (2019:3) mengatakan bahwa uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah s ada ketidaksamaan varian dalam model regresi antara residual dari satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Nilai koefisien korelasi Rank Spearman antara variabel bebas dan variabel penganggu digunakan untuk menilai heteroskedastisitas.Heteroskedastisita s tidak terjadi jika nilai probabilitas (sig) lebih besar dari 0,05. Uji Regresi Linear Sederhana Purba & Purba (2022:100) menjelaskan bahwa analisis regresi linear sederhana adalah analisis regresi linear yang hanya melibatkan dua variabel, yaitu satu variabel independen dan satu variabel dependen. regresi sederhana bergantung pada hubungan fungsional atau kausal antara satu variabel independen dan variabel lainnya. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji t) Sugiyono (2019:213) menjelaskan bahwa uji parsial (Uji t) yaitu mengukur seberapa besar pengaruh satu variabel penjelas atau independen terhadap penjelasan masing-masing variabel dependen. Uji Koefisien Determinasi (R2) Damanik (2019:49) mengemukakan bahwa koefisien determinasi (R2) adalah mengukur seberapa besar kemampuan variabel independent yaitu (X 1) dan (X2) dalam menerangkan variasi variabel dependent (Y). Nilai koefisien determinasi adalah antara nol (0) sampai dengan satu (1). Apabila nilai koefisien korelasi sudah diketahui, maka untuk mendapatkan koefisien determinasi dapat diperoleh dengan mengkuadratkannya.
Result
Hasil Analisis Data Uji Validitas Uji validitas pada penelitian ini menggunakan jumlah responden 75 orang dengan tingkat kesalahan yang diterima 5%. Sehingga diperoleh rtabel 0,227. Sehingga, jika rhitung<rtabel, maka item instrument tidak valid dan jika rhitung>rtabel maka item instrument tersebut valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas data dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Sugiyono (2019) menjelaskan bahwa apabila nilai Cronbach Alpa lebih kecil dari 0,6 maka termasuk ke dalam tingkat yang realibilitasnya cukup. Nilai di atas 0,6 sampai 0,8 dalam tingkat reliabilitas tinggi, dan nilai di atas 0,8 tingkat reliabilitasnya sangat tinggi. UJi reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS for Windows 25. Adapun hasil perhitungan adalah sebagai berikut: Sesuai dasar pengambilan keputusan tersebut maka seluruh item pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan reliabel, karena nilai Cronbach’s Alpha tersebut sebesar 0, 943 lebih besar dari 0,6 atau 0, 94 3 > 0,6. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas Histogram Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa variabel dalam penelitian ini telah memenuhi syarat normalitas data hal tersebut dapat dilihat dari bentuk grafik yang mengikuti bentuk lonceng. Grafik P-P-Plot Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa grafik P-P Plot titik-titik menyebar mengikuti dan mendekati garis diagonal. Sehingga dapat disimpulkan residual telah berdistribusi normal. Kolmogorov-Sminornov Diketahui bahwa nilai signifikansi 0,087 lebih besar dari 0,05 atau 0,087 ≥ 0,05. Dengan demikian dapat dilihat bahwa data yang diuji berdistribusi normal. 2. Uji Multikoliniearitas Nilai tolerance pada masing-masing persamaan lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10. Nilai tolerance untuk variabel literasi kewirausahaan (X) adalah 1,000 lebih besar dari 0,10. Sedangkan untuk nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk variabel literasi kewirausahaan (X) adalah 1,000 lebih kecil dari 10. Jadi dapat disimpulkan pada model regresi tidak mengandung multikolinieritas. Artinya bahwa variabel bebas tidak saling mem pengaruhi. 3. Uji heteroskedastisitas Hasil pengujian heteroskedastisitas dengan grafik plot dapat dilihat sebagai berikut: Dapat dilihat bahwa titik-titik yang ada tidak membentuk pola yang teratur atau tidak tersusun melainkan acak. Titik-titik dalam grafik tersebar secara acak (tidak membentuk pola). Sehingga dapat disimpulkan bahwa data dalam penelitian ini tidak terjadi heteroskedastisitas. Analisis Regresi Linier Sederhana Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui Pengaruh Literasi Kewirausahaan Terhadap Kesiapan Berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Hasil analisis dapat dilihat pada dibawah ini: Ý = ɑ +bX Ý = 18.395 + 0,973X dari persamaan diatas, maka koefisien regresi dapat diartikan sebagai berikut : 1) Nilai constan (ɑ) = 18,395 berarti apabila literasi kewirausahaan bernilai konstan, maka Literasi Kewirausahaan adalah sebesar 18,395. 2) Nilai bX = 0,973 berarti bahwa apabila literasi kewirausahaan mengalami peningkatan satu satuan atau 1% maka akan menyebabkan kenaikan terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 0,973 jika variabel lain dianggap konstan. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji t) Uji parsial (Uji t) dilakukan untuk mengetahui pengaruh variabel independen (X) secara parsial terhadap variabel dependen (Y). Hasil uji parsial (Uji t) diketahui bahwa nilai thitung variabel Literasi Kewirausahaan adalah 9,038 dan ttabel bernilai 1,66600 sehingga thitung > ttabel (9,038 > 1,66600) dan nilai signifikan (sig.) 0,001 <0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Literasi Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Uji Koefisien Determinasi (𝑹 𝟐 ) Pengujian koefisien determinasi (𝑅 2 ) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase atas persentase kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. hasil dari perhitungan uji koefisien determinansi (𝑅 2 ) adalah 0,528 atau 52,8% yang berarti bahwa literasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebesar 52,8%. Hal ini dapat diartikan bahwa 47,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan variabel yang tidak diteliti.
Discussion
1. Pengaruh Literasi Kewirausahaan Terhadap Kesiapan Berwirausaha Hasil penelitian diketahui bahwa literasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha. Hal ini dibuktikan bahwa hipotesis penelitian ini diterima, karena nilai thitung 9,038>ttabel 1,66600 artinya positif. Nilai p-value pada kolom Sig. 0,001 < 0,05 artinya signifikan. Disimpulkan bahwa (H1) dalam penelitian ini diterima, berarti literasi kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Tinggi tingkat literasi kewirausahaan seseorang maka semakin luas pengetahuan dan pemahaman mengenai kewirausahaan yang dimiliki. Sebaliknya jika seseorang semakin rendah literasi kewirausahaan maka semakin sedikit pengetahuan yang diakibatkan oleh kurangnya minat berwirausaha. Dengan perkembangan yang semakin maju saat ini, mahasiswa tidak hanya dapat memperoleh pengetahuan kewirausahaan di bangku perkuliahan namun dengan memanfaatkan pelatihan atau kegiatan kewirausahaan untuk menambah wawasan dan mengembangkan ide kreatif dan inovatif yang dimiliki. 2. Besar Pengaruh Literasi Kewirausahaan Terhadap Kesiapan Berwirausaha Berdasarkan hasil penelitian diketahui besar pengaruh literasi kewirausahaan terhadap kesiapan berwirausaha sebesar 52,8% dan dipengaruhi oleh variabel lain sebesar 47,2%. Hal ini dibuktikan oleh nilai koefiesien determinasi (𝑅 2 ) adalah 0,528 atau 52,8% yang berarti bahwa literasi kewirausahaan berpengaruh terhadap kesiapan berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebesar 52,8%. Hal ini dapat diartikan bahwa 47,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan va riabel yang tidak diteliti. Literasi kewirausahaan dan kesiapan berwirausaha memiliki hubungan yang kuat dalam menjalankan usaha. Hal ini mengacu pada kemampuan seseorang dalam memahami pasar dan mengidentifikasi peluang bisnis, mampu merancang rencana bisnis yang terstruktur, memahami risiko-risiko dan strategi untuk mengelolanya, mendorong kreativitas dalam mengembangkan ide bisnis dan inovasi produk atau layanan, memahami prinsip-prinsip dasar manajemen keuangan untuk mengelola sumber daya secara efektif. Mahasiswa yang memiliki literasi kewirausahaan dan kesiapan berwirausaha yang baik cenderung lebih siap secara mental dan praktis untuk terlibat dalam aktivitas wirausaha Pentingnya literasi kewirausahaan memberikan pemahaman tentang bagaimana mengidentifikasi peluang bisnis, mengembangkan ide-ide kreatif, dan menerapkan inovasi dalam bisnis atau usaha. Pendapat ini dipertegas oleh Museliza (2023:11) “literasi kewirausahaan merupakan pemahaman seseorang terhadap wirausaha dengan berbagai karakter positif, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan peluangpeluang usaha menjadi kesempatan usaha yang menguntungkan dirinya dan masyarakat atau konsumennya”. Dengan memahami konsep bisnis dan kewirausahaan mahasiswa dapat memulai dan mengelola usaha sendiri. Hal ini dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan dan memberdayakan ekonomi lokal. Dengan adanya literasi kewirausahaan mahasiswa dapat memanfaatkan pengetahuan dan pengalaman untuk meningkatkan kesiapan berwirausaha yaitu siap dari kondisi mental, emosional dan keterampilan yang dimiliki untuk menjalankan suatu usaha.
Conclusion
1. Berdasarkan uji parsial (uji t) Literasi Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. 2. Hasil analisis nilai koefiesien determinasi (𝑅 2 ) adalah 0,528 atau 52,8% yang berarti bahwa Literasi Kewirausahaan berpengaruh terhadap Kesiapan Berwirausaha Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebesar 52,8%. Hal ini dapat diartikan bahwa 47,2% dipengaruhi oleh variabel lain diluar persamaan variabel yang tidak diteliti. Saran Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh maka saran yang diberikan sebagai berikut: 1. Bagi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara: Mengadakan workshop atau pelatihan mengenai kewirausahaan, membangun kemitraan dengan industri untuk menyediakan lebih banyak peluang magang kepada Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka 2. Bagi Mahasiswa Program Wirausaha Merdeka: Mengikuti workshop, webinar, pelatihan tentang kewirausahaan untuk meningkatkan dan menambah wawasan.