@abe_daily's TikTok Content Strategy in Building Abe's Image
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo; Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
Abstract
General Background: Personal branding plays a crucial role in shaping public perception and maintaining a positive reputation in the digital era. Specific Background: TikTok, with its short-video format and interactive features, offers unique opportunities for personal branding, even for children, through parental involvement. Knowledge Gap: While studies have explored influencer branding on social media, limited research examines personal branding strategies for young children developed through parental content creation. Aims: This study aims to analyze the strategies employed by Benny, as a content creator and father, in building Abe’s personal brand via the TikTok account @abe_daily. Results: Using qualitative descriptive methods and content analysis, findings reveal that Benny consistently applies eight core principles of personal branding — specialization, leadership, personality, distinctiveness, visibility, unity, persistence, and goodwill —resulting in Abe being perceived as a humorous and active child. Novelty: This research highlights the integration of parenting values into digital branding strategies, bridging child development and media engagement. Implications: The findings provide insights for parents, educators, and digital content creators on fostering authentic, ethical, and developmentally supportive personal branding practices in online environments.
Keywords:
Personal Branding
· TikTok
· Digital Parenting
· Content Strategy
· @Abe_Daily
Introduction
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat telah menciptakanerabaru dalam kehidupan masyarakat modern, memungkinkan individu untuk memperolehinformasi secara mandiri. Akses terhadap informasi kini tersedia secara luas bagi hampir seluruh populasi global, tanpa batasan geografis. Selain itu, ketergantungan masyarakat terhadap teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkat, menjadikannya bagianintegral dari aktivitas sehari-hari [1]. Munculnya media sosial yang dapat membantu masyarakat bertukar pesan tanpa harus bertemu langsung dan hanya mengandalkanperangkat komunikasi dan jaringan internet. Kemajuan teknologi membuat perangkat komputer tidak hanya menjadi satu- satunya media untuk berkomunikasi, dengan munculnya smartphone memudahkanparapenggunanya untuk mengakses media sosial. Kehadiran media sosial sangat beragam, siapa saja yang gemar berekspresi dan berbagi, sehingga media sosial menjadi mediakomunikasi yang representatif. Ada beberapa platform media sosial yang digemari banyakpenggunanya, antara lain Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, Youtube, TikTok, danlain sebagainya. Dari sekian banyak media sosial yang banyak digunakan di Indonesia, TikTok memiliki daya tarik tersendiri, terutama dalam hal menciptakan personal branding. Dalam manajemen organisasi atau perusahaan, personal branding sangat pentingkaitannya dengan opini publik terhadap organisasi atau perusahaan.[2]. Dalam konteks kemajuan teknologi dan informasi yang pesat, pentingbagi individu untuk membangun personal branding yang efektif sebagai alat untukmemengaruhi persepsi orang lain terhadap dirinya. Personal branding yang dikeloladengan baik memungkinkan seseorang untuk memiliki kendali atas citra diri yangterbentuk di mata orang lain, yang pada gilirannya dapat memengaruhi keputusandanperspektif yang diambil oleh pihak lain terhadap individu tersebut. Dalamproses seleksi, misalnya, citra yang dibangun melalui branding akan memegang peranan pentingdalammenentukan diterima atau tidaknya individu tersebut. Branding merupakan suatu proses strategis yang bertujuan untuk membangunidentitas melalui pengelolaan persepsi, perasaan, dan emosi tertentu terhadap individuatau entitas tertentu. Proses ini dilakukan sebagai langkah awal sebelummemasuki tahappromosi dan transaksi, dengan tujuan untuk menciptakan nilai yang mampu menjagakeberlangsungan kegiatan pemasaran [3]. Sebagai salah satu elemen mendasar dalamdunia pemasaran, branding tidak hanya terkait dengan produk atau perusahaansaja, tetapi dapat juga diterapkan pada individu yang dikenal dengan istilah personal branding. Berbagai elemen dapat menjadi bagian dari strategi personal branding, termasukcara berpakaian, cara berbicara, dan pilihan gaya hidup yang tercermindalampenggunaan gadget dan kendaraan. Setiap aspek ini berkontribusi pada pembentukancitra diri yang dikomunikasikan kepada orang lain, sehingga berdampak signifikanpadabagaimana individu dipersepsikan dalam konteks profesional dan sosial. Oleh karenaitu, personal branding tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk membangun citra positif, tetapi juga sebagai strategi untuk memengaruhi pendapat dan keputusan orang lain. Personal branding dapat diartikan sebagai suatu proses yang akan menghadirkanketerampilan, kepribadian dan ciri khas unik yang dimiliki seseorang dan mengemasnyamenjadi suatu identitas yang mempunyai kekuatan lebih dibandingkan orang lain. [4]Secara umum, personal branding adalah proses di mana aspek-aspek tertentudari seseorang dikenali oleh publik dan bagaimana hal ini mengarah pada pengakuanpositif oleh publik. Aspek-aspek ini dapat berhubungan dengan kepribadian, keterampilan, ataunilai-nilai seseorang. Dalam hal ini dapat dipahami bahwa personal branding sangatlah pentingbagi seseorang mengingat saat ini persaingan antar individu semakin luas dan memiliki peluang besar yang terlihat di depan mata. Prabowo Subianto dalamsebuah majalahberjudul ''Personal Branding'' menegaskan bahwa tujuan dari personal brandingadalahuntuk menciptakan asosiasi dan ekspektasi masyarakat terhadap individu. Personal brandAnda harus terlihat setiap saat agar dapat dilihat[5]. Dengan membangun Personal branding merupakan sebuah proses strategis untukmembentuk persepsi publik terhadap berbagai aspek yang dimiliki oleh seorang individu. Aspek-aspek tersebut meliputi kepribadian, gaya bicara, penampilan, kemampuan, dannilai-nilai yang mendasari individu tersebut. Jika dibangun secara efektif, personal branding dapat menciptakan persepsi positif di mata publik, sehingga menjadi alat yangampuh dalam komunikasi pemasaran. Pada dasarnya, setiap individu memiliki personal branding yang dapat terbentuk secara alami maupun disengaja. Personal brandingyangterbentuk secara alami mencakup karakteristik fisik dan nilai-nilai yang melekat padadiri seseorang. Sementara itu, personal branding yang dikonstruksi secara sadar dilakukandengan tujuan tertentu untuk membangun citra atau identitas yang diinginkan. Hal tersebut, menyebabkan banyakanya platform media sosial bermunculan, seperti Instagram, Facebook, Twitter, TikTok, dan lain sebagainya. Media sosial merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan banyak orangsecara luas tanpa terhalang ruang dan waktu. Media sosial kini menjadi suatu hal yangsangat penting untuk mencari sekaligus menyebarluaskan informasi secara cepat. Salahsatu media sosial yang sekarang banyak diminati masyarakat yaitu platformTikTok [6]. TikTok adalah platform media sosial yang relatif baru dan telah meraih popularitasbesar sejak diperkenalkan oleh ByteDance, perusahaan teknologi asal Tiongkok, padatahun 2016. Platform ini memungkinkan penggunanya untuk membuat, mengedit, danmembagikan video pendek dengan berbagai efek kreatif serta musik latar. Denganformat video pendek yang menarik dan mudah dinikmati, ditambah dengan algoritma canggihyang menyesuaikan konten dengan preferensi pengguna, TikTok telah menjadi sangat digemari, terutama di kalangan generasi muda[7]. Jadi, TikTok menawarkan pengalaman yang lebih alami dan spontan dibandingkandengan platform lain seperti YouTube, dengan durasi video yang lebih singkat sertaformat yang inovatif dan kreatif. Aplikasi ini memberikan kemudahan bagi penggunadalam membuat, mengedit, dan membagikan video pendek berdurasi 15–30 detik dengandukungan berbagai fitur, seperti musik, siaran langsung, stiker, efek visual, pengubahsuara, fitur kecantikan, serta teks otomatis. Secara umum, konten yang dihasilkanpengguna TikTok merepresentasikan aktivitas keseharian mereka, sehingga menciptakankesan yang lebih autentik dan menarik bagi audiens. Menurut laporan We Are Social Institute per Januari 2023, TikTok beradadi peringkat keenam sebagai platform dengan jumlah pengguna aktif terbanyak, yaitulebihdari 1 miliar pengguna. Dalam hal durasi penggunaan media sosial, TikTok menduduki posisi pertama, dengan rata-rata waktu penggunaan mencapai 23,5 jamper bulan. Selainitu, data survei dari We Are Social Institute juga menunjukkan bahwa TikTok beradadi peringkat keempat sebagai platform media sosial yang paling populer di Indonesia, dengan persentase penggunaan mencapai 63,1% [8]. Dengan menggunakan platform TikTok, individu dapat membangun Personal Branding, sebuah upaya untuk mengomunikasikan citra diri secara daring. Personal branding digital membantu mengekspresikan keunikan seseorang dan mempertahankanpersepsi publik yang baik[9]. Pada akhirnya, pembentukan personal brandingdapat meningkatkan nilai seseorang berdasarkan keterampilan yang dimilikinya. Hal ini terjadi karena seseorang menggunakan standar diri sebagai patokan untuk mengembangkandiri sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya [10]. Oleh karena itu, personal brandingberperan sebagai identitas unik bagi seorang pengguna TikTok, memungkinkan individutersebut untuk lebih mudah dikenali serta menarik perhatian pengguna laingunameningkatkan jumlah pengikut. Selain itu, personal branding yang kuat dapat meningkatkan kredibilitas pengguna, sehingga membuka peluang lebih besar untukmendapatkan kepercayaan dalam aktivitas promosi, baik dalam bentuk endorsement produk maupun jasa dari suatu brand [11]. Dengan demikian, personal branding tidak hanya terbatas pada figur publikatauartis yang mudah menciptakan visual seperti foto, gambar, video, atau aktivitas yangrelevan dengan profesinya. Seorang profesional muda yang sedang membangunkarier juga dapat membangun citra dirinya melalui berbagai platform media sosial. [12]. Salah satu contoh fenomena ini adalah Dmitriev Abraham Haryanto, balita berusia2,5 tahun yang dikenal melalui akun TikTok @abe_daily. Abe yang ditonjolkan olehsangayah, Benny, dalam berbagai video kegiatan sehari-hari bersama keluarganya berhasil menarik perhatian publik dengan jumlah pengikut mencapai lebih dari 3,9 juta. Akunini mencerminkan personal branding yang selama ini digunakan ayah Abe sebagai dayatarikdan mengundang interaksi yang tinggi di antara para penonton. Gambar 1. Akun TikTok @Abe_Daily Salah satu hal yang membuat Abe berbeda adalah latar belakang keluarganyayang berasal dari masyarakat umum, tidak seperti beberapa influencer bayi lainnyayangberasal dari kalangan selebriti atau tokoh terkenal. Konten Abe menarik karenainteraksinya yang langsung dengan audiens. Abe kerap menyapa audiensnya denganhangat dan personal, seperti "Hai Onty-Onty" (sapaan untuk wanita) dan "Hai Angkel- Angkel" (sapaan untuk pria). Pendekatan ini berhasil menciptakan ikatan emosional yangerat dengan audiensnya. Periode usia dini merupakan fase krusial dalam kehidupan seorang anak, di manaproses tumbuh kembang yang terjadi memberikan pengaruh yang signifikan terhadapkualitas tumbuh kembang di masa yang akan datang. Anak usia 1 sampai dengan 3tahunberada pada periode yang sangat rentan. Pada tahap ini, perkembangan kemampuanbicara, bahasa, kreativitas, kognitif, sosial emosional, dan intelektual berlangsungsangat pesat, sehingga menjadi pondasi penting bagi perkembangan selanjutnya. Selainitu, tahun-tahun awal kehidupan juga merupakan periode fundamental dalampembentukanlandasan moral dan kepribadian seorang anak. Pada masa bayi, sistemorgan tubuhjugamengalami pertumbuhan dan perkembangan yang signifikan, sehingga mendukungkesiapan fisik anak untuk memasuki tahap kehidupan selanjutnya [13]. Di era sekarang, semua kelompok umur mudah terpapar media sosial, termasukanak usia dini. Menurut Atifa Adlifa, saat ini belum ada aturan ketat mengenai batas usiaanak boleh mengakses akun media sosialnya. Selain itu, tidak heran jika sebagianorangtua mulai mengenalkan smartphone dan tablet kepada anak sejak dini. Hal ini sejalan dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Data Pribadi Kementerian Informasi dan Komunikasi (Kominfo) yang menetapkan batasan usia 17 tahun untuk memiliki akunmedia sosial. Fenomena ini dapat berdampak buruk bagi kelompok usia yangbelummemahami penggunaan media sosial, khususnya anak usia dini. Tentunya peranorangtua sangat penting untuk melakukan deteksi dini agar kelainan pada tumbuh kembanganak dapat diketahui dan ditangani sejak dini. Hal ini bukan berarti media sosial dilaranguntuk anak, media sosial juga dapat membantu anak dalam masa tumbuh kembangnya. Salah satu media sosial yang membantu anak dalam fase perkembangannyaadalah YouTube, sebagaimana yang diteliti oleh Salis Khoiriyati dan Saripah (2018) dalamjudul penelitiannya ‘Pengaruh Media Sosial dalam Perkembangan Kecerdasan Kognitif Anak Usia Dini’ dengan hasil penelitiannya penyediaan media sosial dalambentuk videodalam bentuk YouTube merupakan langkah yang tepat untuk menginspirasi anak muda. YouTube Kids memungkinkan anak untuk menonton video sesuai dengan usianya dalamkurun waktu tertentu. Hal ini memudahkan orang tua untuk memantau anaknya secaraketat.[14]. Penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur dapat membantu merangsanganak untuk berpikir. Peran orang tua sangat penting sebagai pendamping dalamprosespenggunaan media sosial bagi anak, dengan memilih konten yang sesuai dengankapasitas dan kemampuan dalam proses pembelajaran. Kebijakan dan pengetahuanorang tua juga diperlukan dalam penggunaan media sosial bersama anak. Merekamdanmengunggah aktivitas anak di jejaring sosial disebut dengan istilah sharing. Istilahsharingmerupakan gabungan dari dua kata yaitu sharing dan parenting, merujuk padatrendaring yang diikuti oleh orang tua saat membagikan informasi mendetail tentang anakdi jejaring sosial. [15] Berbagi memberikan orang tua yang membutuhkan validasi sosial. Salah satu dampak negatif dari berbagi adalah terkait dengan privasi anak-anak, karenaseseorang dapat menggunakannya untuk melakukan kejahatan dunia maya yangdapat membahayakan anak-anak. Tugas dari personal branding adalah membentuk kesan yang menarik dankhas, yang membedakan individu satu dengan yang lainnya. Kesan yang terbentukdandipertahankan dalam pikiran orang lain itulah yang disebut personal branding. Personal branding yang dibangun harus jujur dan tidak boleh menipu atau menyakiti oranglain. Personal branding yang solid harus mencerminkan kepribadian sejati seseorang, sertadidasari oleh nilai-nilai, kekuatan, dan kelemahan yang dimilikinya. Haroen mengupas 8 konsep utama personal branding menurut Peter Montoya(2014:67-69), yaitu Spesialisasi (The Law Of Spezialication), reputasi pribadi yangkuat berfokus pada kekuatan, kemampuan, atau prestasi tertentu yang dimiliki seseorang. Kepemimpinan (The Law of Leadership), Masyarakat sangat membutuhkan pemimpinyang mampu memberikan arahan yang jelas dalam situasi yang tidak pasti. Personal brand yang terpercaya akan memperoleh kepercayaan dan kekuatan di masyarakat. Individu dengan reputasi seperti itu dianggap sebagai pemimpin dalambidangyangdikelolanya. Kepribadian (The Law of Personality), personal branding yangbaikdidasarkan pada kepribadian seseorang dan membutuhkan pengakuan serta penerimaanatas kekurangan seseorang. Perbedaan (The Law of Distinctiveness), dengantampil berbeda dari pesaing, brand Anda akan menonjol dan lebih mudah diingat. Penampilan(The Law of Visibility), kegiatan personal branding perlu dilakukan dan diakui secarakonsisten hingga berhasil membentuk persepsi publik. Menurut gagasan ini, visibilitaslebih penting daripada keterampilan seseorang. Sekalipun seseorang memiliki kemampuan yang luar biasa, jika tidak ditunjukkan atau dipromosikan, identitaspribadinya tidak akan berkembang. Untuk menonjol, Anda harus terus-menerus mempromosikan diri sendiri dan selalu menunjukkan diri. Kesatuan (The Lawof Unity), untuk menghindari kepura-puraan yang dapat merusak nama baik seseorang, nilai-nilai dan tindakan seseorang dalam kehidupan sehari-hari harus sejalan dengan nilai-nilai dantindakan yang telah ditetapkan. Kegigihan (The Law of Persistence), perubahantidakpernah berhenti, dan perubahan ini menciptakan banyak tren baru. Orang-orangharusmemperhatikan tren dan tetap setia pada merek pribadi mereka yang asli, tidak pernahragu atau mencoba untuk berubah. Nama Baik (The Law of Goodwill), semakinorangmemandang seseorang secara positif dan menganggap orang tersebut memiliki nilai-nilai dan ide-ide yang baik bagi orang lain, maka personal branding yang dilakukanakansemakin baik, berpengaruh, dan bertahan lama. Jika personal branding memenuhi kriteriaini, maka dapat dianggap berhasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi yang digunakan AyahAbedalam membangun personal branding Abe di media sosial TikTok, khususnya melalui akun @abe_daily. Fokus penelitian ini adalah pada pengelolaan citra diri dalamunggahanvideo dan saat live streaming TikTok, serta cara berinteraksi dengan pengikut yangdapat memperkuat personal branding tersebut. Dengan demikian, penelitian ini diharapkandapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dinamika personal branding di media sosial, khususnya di kalangan orang tua dan keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat danorangtua dalam memahami pentingnya personal branding di era digital. Dengan pemahamanyang lebih mendalam, orang tua akan lebih bijak dalam memanfaatkan media sosial untuk membantu anak-anak mereka membangun citra positif. Selain itu, penelitianini juga bertujuan untuk memberikan motivasi serta pengetahuan tentang cara menciptakanpersonal branding yang efektif. Tak hanya itu, hasil penelitian ini juga dapat menjadi referensi berharga bagi individu yang ingin mengembangkan personal branding mereka, terutama melalui platform media sosial seperti TikTok.
Method
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode ini dipilih karena dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai fenomena yang terjadi dalam konteks personal branding Abe DhimitriewAbrahamdi media sosial TikTok. Teknik observasi ini dilakukan untuk menggali informasi mengenai gaya komunikasi, tema konten, dan interaksi antara Dmitriev dengan ayahnya Bennydalam proses pembuatan konten. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untukmemahami bagaimana personal branding terbentuk melalui konten yang dibagikan, sertaperan orang tua dalam mendukung pembentukan citra diri anak di media sosial. Objek penelitian ini adalah akun TikTok milik Dmitriev AbrahamHaryantopadaakun kreator @abe_daily untuk membentuk personal branding aplikasi tersebut. Subjekpenelitian ini adalah Benny sebagai ayah dari Dmitriev AbrahamHaryanto dalammenjalankan pola asuh dan membangun personal branding melalui konten videoyangdibagikan pada akun TikTok @abe_daily. Peneliti menggunakan teknik observasi untukmemperoleh informasi yang mendalam dari konten video yang diunggah. Pengumpulan data yang diperoleh dengan menggunakan teknik analisis isi merupakan suatu teknik penelitian untuk membuat replika dan penerjemahan teks yangvalid terhadap konteks yang perlu diteliti. Objek penelitian ini adalah konten videoakunTikTok @abe_daily yang diunggah pada tanggal 2 Oktober hingga 31 Maret 2024. Alasanpeneliti mengambil objek penelitian tersebut karena views dan like yang diperolehmengalami peningkatan yang signifikan.
Result & Discussion
Dimitriev Abraham Haryanto bersama kreator akun TikTok @abe_daily yangbiasadisapa Abe merupakan balita berusia 2,5 tahun yang berhasil menarik perhatianpengguna TikTok dengan mencapai 3,9 juta pengikut. Abe merupakan balita yangpadaumumnya tengah memasuki fase belajar dan berkembang. Seperti balita pada umumnya, Abe banyak menghabiskan waktu bermain dan belajar bersama kedua orang tuanya, seperti yang terlihat pada konten video yang dibagikan. Hasil penelitian ini dipaparkandengan menguraikan 8 konsep utama membangun personal branding menurut Montoyadan Haroen, sebagai berikut: 1. Spesialisasi (The Law of Specialization) Untuk membangun personal branding seseorang, fokuslah pada spesialisasi ataukeahlian tertentu yang membedakannya dari orang lain. Ini mengidentifikasi area di manaseseorang memiliki keahlian, pengetahuan, keterampilan, pengalaman yang unikdanmembangun reputasinya di area tersebut. Dimitriev Abraham Haryanto dalam akun TikTok miliknya @abe_daily memiliki ciri khastersendiri dalam berinteraksi saat live streaming. Saat live streaming, sangayahmendampingi dan memandu Abe bagaimana cara berinteraksi langsung denganpengguna TikTok. Abe pun secara alamiah aktif merespons dan berkomunikasi denganpengguna TikTok. Dengan keaktifan dan bahasa sederhana yang digunakan Abe kepada oranglain, justru menjadikannya ciri khas yang dimilikinya. Beberapa tanggapan positif yangditunjukkan oleh pengguna media sosial TikTok sepakat bahwa Abe memiliki keunikanyang jarang dimiliki oleh anak-anak seusianya. Gambar 2. Konten Video Abe Minum Sirup Pada gambar 2 merupakan salah satu konten video yang direkamoleh sangayahyang diunggah pada tanggal 8 November 2023, yang memperlihatkan Abe sedangdisuapi minuman oleh sang ibu. Setelah Abe menelan minuman tersebut, Abe spontan berkata''Cekut" dengan tingkahnya yang kocak dan cekatan setelah mencicipi minuman tersebut. Pernyataan Abe tersebut kemudian dibenarkan oleh sang ayah dengan berkata ''Kecut'' yang disusul dengan suara tawa, kemudian ibu Abe melanjutkan suapan kedua kepadaAbe dan Abe pun dengan cepat melahap dan meminum minuman tersebut disusul dengansuara ''Hamm nyam nyam nyam'', kemudian sang ayah kembali bertanya kepadaAbemengenai rasa minuman tersebut dengan berkata ''Apa Be?'', dengan cepat dan riangAbepun menjawab ''Kecut!'' yang disusul dengan goyangan badan dan ekspresi senang. Contoh lain dari konten video yang diunggah pada tanggal 31 Maret 2024, yangmemperlihatkan Abe tengah menyeret salah satu mainan kesayangannya, yaituactionfigure Godzilla, yang hendak dibawanya ke kamar, namun ayah dan ibu Abetidakmengizinkan karena sudah malam dan waktunya tidur. Dengan nada suara yanglembut dan sabar, ayah Abe melarangnya untuk membawa mainan tersebut ke dalamkamar, "Tidak usah, ayolah. Godzilla mau tidur." Dengan sedikit merengek, Abe dan kosakatayang tidak jelas, menanggapi perkataan ayahnya, "Dia mau... Gojali mau" sambil mencari remote control mainan tersebut. Remote control tersebut terlihat sedang dipegangolehibu Abe dan akan disimpan bersama mainan lainnya. Melihat hal itu, Abe langsungberlari dan berkata, "Gojali lambat... Gojali lambat" sambil menangis pasrah melihat remotecontrol berada di tangan ibunya. Melihat hal tersebut, ayah Abe berusaha membantuAbeuntuk membujuk ibunya dengan halus agar menuruti keinginan Abe. AyahAbemencontohkan kalimat tersebut, yang kemudian ditiru oleh Abe, "Mama, sayang... bolehpinjam remote control-nya Gojili?" Kemudian, mama Abe memberikan remote control tersebut kepada Abe dan ayahnya tetap mengawasi Abe saat bermain. Konten video tersebut memperlihatkan orang tua Abe mendidik Abe dengancaramembebaskan kemauan sang anak dan memberikan contoh yang baik saat berbicaradengan orang tua. Di sisi lain, penggunaan bahasa Abe yang kurang lancar justrudapat menarik dan menghibur para pengguna TikTok. Abe ini memiliki kecermatandankekhasan, yang dengan tingkah lakunya yang lucu dan pengucapan kosakata yanglucusukses mendapat respon positif dari netizen atau pengguna TikTok. Hal ini menunjukkanbahwa Abe memiliki keunikan yakni postur tubuh yang mungil, perilaku yang lucu, sertacara bicara yang kerap memutarbalikkan kata. Sebagian netizen pun setuju dan mengenal Abe dengan julukan 'Abe Cekut'. 2. Kepemimpinan (The Law of Leadership) Pemimpinan dalam personal branding adalah tentang bagaimana seseorangdapat membangun citra dan reputasi sebagai pemimpin dalam bidang atau keahliannya. Kepemimpinan dalam konteks personal branding tidak memandang posisi atau kedudukantertentu, melainkan bagaimana seseorang memengaruhi dan menginspirasi banyak orangatau audiens. Penelitian ini menunjukkan bahwa melalui pengamatan dan pemantauanyangcermat, peneliti menemukan banyak respon dari netizen yang terinspirasi dari polaasuhdan bimbingan ayah Abe saat berinteraksi dengan netizen saat melakukan live streamingdi TikTok. Netizen sangat mengapresiasi bagaimana ayah Abe dengan sabar dancermat membimbing Abe dalam setiap sesi live streaming, menjadikan momen tersebut tidakhanya sebagai ajang hiburan tetapi juga media edukasi yang positif. Pendekatankolaboratif dan kepemimpinan ayah Abe yang bijaksana meninggalkan kesanyangmendalam bagi para penonton, membuat mereka merasa bahwa peran orang tua dalammembentuk kepribadian anak sangatlah penting, terutama di dunia digital yang semakinterbuka dan penuh tantangan. Respon positif dari netizen dan pengguna media sosial TikTok terhadap interaksi ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif orang tua dalam aktivitas anak-anaknyadi platform digital dapat memberikan dampak yang signifikan. Mereka menyaksikanbahwaayah Abe tidak hanya berinteraksi dengan Abe di media sosial tanpa arahan, tetapi jugaselalu hadir untuk memastikan Abe berinteraksi dengan cara yang tepat dan bertanggungjawab. Bagi banyak netizen, cara ayah Abe mendukung putranya merupakan contohpolaasuh yang baik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatanini membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial yang positif sekaligusmemastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan mendukung baik di dunianyata maupun digital. 3. Kepribadian (Hukum Kepribadian) Personal branding bukan tentang menciptakan citra yang sempurna, melainkantentang memperkenalkan karakter diri yang sebenarnya. Hal ini tidak hanya berlakubagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak, seperti yang terlihat pada akun TikTok @abe_daily. Di dunia yang semakin mengutamakan media sosial, personal branding yang autentikdanberkarakter sangatlah penting, bahkan sejak usia dini. Hal ini dapat dilihat padaperjalanan akun TikTok Abe, seorang balita yang berhasil mencuri perhatian denganpesona alami dan kepribadiannya yang ceria. Abe, bocah cilik yang muncul di akun TikTok @abe_daily, menunjukkan karakter yang jauh dari kata sempurna, tetapi sangat autentik. Dalam setiap videoyangdiunggahnya, Abe tampil dengan penampilan alaminya—tanpa kostumyang berlebihanatau perencanaan yang rumit. Ia tampil dengan gaya yang jenaka dan ceria, seolahmengajak penonton untuk bermain dan bergembira bersamanya. Keberaniandankebebasan berekspresi ini menunjukkan bahwa personal branding yang efektif lahir dari karakter yang jujur dan bersahaja. Orangtua Abe memainkan peran penting dalam pengembangan personal branding-nya, dengan memberikan kebebasan bagi Abe untuk mengekspresikandiri secara alami. Mereka tidak memberlakukan standar yang ketat, melainkan memilihpendekatan yang lembut dan penuh kasih dalam mendidik, serta memberi Abekesempatan untuk belajar dari pengalaman pribadinya. Salah satu contoh yang menarik adalah video yang diunggah pada tanggal 17Maret 2024, saat Abe mengikuti tren tes kejujuran. Dalam video tersebut, ayahAbemeninggalkan sepiring makanan di hadapan Abe dengan pesan tegas agar tidakmemakannya sebelum ia kembali. Di tengah situasi tersebut, Abe menunjukkan perilakuyang patut dicontoh dengan sabar menunggu sang ayah datang, sembari tetap berusahamenghibur diri dan penonton dengan kejenakaannya yang lucu. Saat sang ayah kembali, Abe akhirnya diperbolehkan makan karena ia telah berhasil mengikuti petunjuk denganbaik. Konten tersebut memperlihatkan bagaimana orang tua Abe mengajarkan nilai-nilai seperti kesabaran dan kejujuran tanpa memberikan tekanan yang berlebihan. Hal ini tidakhanya tentang tes kejujuran, tetapi juga tentang bagaimana orang tua Abe memberikanarahan yang tepat untuk mengembangkan karakter anak secara sehat, tanpa mengekangekspresi atau kreativitasnya. Perlu dicatat bahwa orang tua Abe tidak membatasi atau menekan Abe dalamproses pengembangan dirinya. Mereka memilih untuk membiarkan Abe menjelajahi duniadi sekitarnya dengan cara yang menyenangkan dan penuh rasa ingin tahu. Pendekatanini sangat mendukung pengembangan personal branding yang autentik, di mana Abe merasabebas untuk menunjukkan jati dirinya tanpa takut akan penilaian negatif. Keberanian untuk mencoba hal baru, melakukan kesalahan, dan belajar dari pengalaman merupakanfondasi penting dalam membangun karakter yang kuat dan tangguh. Kebebasan ini tidak hanya mendukung pengembangan kepribadian Abe, tetapi juga memberi kesempatan kepada audiens untuk merasa dekat dan terhubung denganAbe. Ketika personal branding didasarkan pada karakter yang bebas dan tidak takut menunjukkan ketidaksempurnaannya, maka daya tariknya akan lebih besar danmudahditerima oleh banyak orang. 4. Perbedaan (The Law of Distinctiveness) Personal branding yang efektif membutuhkan pendekatan yang unik dan berbedadari orang lain. Dalam dunia yang semakin terhubung melalui platformdigital, diferensiasi menjadi faktor kunci dalam membangun citra diri yang mudah dikenali dan diapresiasi oleh masyarakat. Hal ini sangat penting, terutama dalam dunia media sosial yangsangat dinamis, di mana setiap individu berlomba-lomba untuk mencuri perhatiandanmembangun pengaruh. Dengan diferensiasi yang jelas, seseorang dapat denganmudahmembedakan dirinya dengan orang lain dan membentuk identitas yang lebih kuat di matamasyarakat. Salah satu contoh personal branding yang sukses dengan diferensiasi yangmenarik dapat dilihat pada diri Abe, seorang anak yang berhasil membangun personal branding-nya melalui platform TikTok. Meski secara fisik tidak jauh berbeda denganbalitalain seusianya, Abe berhasil menunjukkan keunikan dalam cara ia berinteraksi dengandunia di sekitarnya, khususnya melalui media sosial. Secara fisik, tidak ada yang terlalu mencolok dari penampilan Abejikadibandingkan dengan balita lainnya. Namun, daya tarik utamanya terletak pada caraAbeberinteraksi, terutama dengan audiens yang lebih dewasa melalui platformTikTok. Keunikan Abe terletak pada spontanitasnya dalam berbicara dan berinteraksi denganorang lain. Meski masih kecil, Abe mampu mengucapkan kosakata dengan lancar, terkadang disertai dengan perilaku lucu yang secara alami mampu menghibur orang. Interaksi spontan dan perilaku menggemaskan inilah yang menjadi faktor pembedayangmemikat hati banyak orang, dan membuat Abe lebih mudah dikenali oleh masyarakat luas. Gambar 3. Ayah Benny dan Abe sedang Live Streaming Tak hanya sekadar mengunggah video lucu, ayah Abe juga berperan besar dalammemperkuat personal branding sang putra. Salah satu langkah yang dilakukan ayahAbeadalah mengajak Abe berinteraksi langsung dengan para pengikutnya melalui fitur TikTokLive. Dalam sesi live tersebut, para pengikut dapat berinteraksi langsung denganAbe, melihat spontanitasnya dalam berkomunikasi, serta merasakan kedekatan yanglebihpersonal. Interaksi seperti ini memberikan kesan keintiman dan kedalaman emosi yangkuat antara Abe dengan para pengikutnya, sehingga Abe semakin menonjol di platformmedia sosial yang sarat dengan konten serupa. Salah satu contoh utama keterlibatan ini adalah cara ayah Abe membantuputranya berinteraksi dengan penonton langsungnya. Ayah Abe membaca komentar yangditinggalkan oleh pemirsa, yang kemudian ia gunakan untuk melatih Abe tentangcaramenanggapi komentar tersebut. Misalnya, ayah Abe mengajak Abe untuk menyapapenonton Live streaming dengan menyapa ''Halo tante tante'' (penonton wanita) dan''Halo om unle'' (penonton pria), namun dengan kepolosan dan keterbatasan kosakatapelafalan Abe, ia menirukan ''Halo onti onti, halo angkel angkel'' yang membuat penontonterhibur dan secara tidak langsung merasa diapresiasi dalam proses interaksi tersebut. Tidak sedikit pula penonton yang memberikan bingkisan kepada Abe sebagai bentukrespon positif terhadap Live streaming yang dilakukan Abe. Strategi personal branding yang diterapkan Abe dan sang ayah menunjukkanbahwa diferensiasi tidak hanya dilihat dari aspek fisik atau penampilan, tetapi jugadari cara berinteraksi dan menyampaikan pesan. Keberhasilan personal branding Abedapat dilihat sebagai bukti bahwa meskipun usianya masih sangat muda, dengan pendekatanyang autentik dan relevan, seseorang dapat membangun citra yang kuat dan dikenal banyak orang. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman Romo Abe bahwa proses belajar anaktidak hanya terjadi dalam konteks formal atau di lingkungan rumah, tetapi juga melalui interaksi dengan audiens eksternal yang dapat memperkaya pengalaman belajar anak. Di satu sisi, Romo Abe juga memberikan contoh yang baik dalam hal komunikasi, empati, dan pengelolaan hubungan sosial, yang merupakan keterampilan penting di dunia modernyang semakin terhubung secara digital. Secara keseluruhan, keterlibatan ayah Abe dalam kehidupan sehari-hari anaknya, terutama dalam interaksi digital, menunjukkan contoh peran orang tua yang lebih dinamisdan adaptif. Dengan melibatkan diri secara langsung dalam aktivitas sosial dankomunikasi anaknya, ayah Abe memiliki dampak yang lebih besar pada perkembangansosial dan emosional Abe, sekaligus memperkenalkan cara-cara baru dalamberinteraksi yang relevan dengan kebutuhan dan tantangan di masa mendatang. 5. Terlihat (The Law of Visibility) Personal branding merupakan upaya untuk membangun citra diri yang konsistendan mudah dikenali oleh masyarakat. Salah satu unsur penting dalampersonal brandingadalah visibilitas, yang seringkali lebih penting daripada kemampuan atau keahlianitusendiri. Agar menonjol di mata masyarakat, seseorang harus mampu memanfaatkansetiap kesempatan untuk secara konsisten menunjukkan keunikan dan nilai dirinya. Dalamkonteks ini, konsistensi menjadi sangat penting, terutama bagi para kreator kontenyangtengah berupaya memperkenalkan diri kepada khalayak yang lebih luas. Akun TikTok @abe_daily milik Ayah Abe menjadi contoh nyata bagaimanakonsistensi dalam membagikan konten video dapat berperan penting dalammembangunpersonal branding yang kuat. Ayah Abe telah menunjukkan komitmennya untuk rutinmembagikan konten video yang menarik dan menghibur kepada para pengikutnya. Pada bulan Oktober, akun ini mengunggah lima konten video, sedangkan pada bulan November jumlahnya meningkat menjadi 16 konten, dan pada bulan Desember, akunini membagikan 30 konten video. Peningkatan jumlah konten ini menunjukkan komitmenAyah Abe untuk menjaga konsistensi dan memperkuat visibilitasnya di platformTikTok. Lebih jauh, rata-rata jumlah penonton untuk setiap video yang diunggah telah melampaui 2 juta, yang menunjukkan efektivitas strategi konten yang diterapkan. Sebagai ilustrasi, Gambar 2 memperlihatkan salah satu konten video terpopuler dari akun @abe_daily yang telah ditonton sebanyak 85,8 juta kali. Konten ini punmendapat respons positif dari pengguna TikTok lainnya, dengan jumlah like mencapai 4,9juta, komentar 29,3 ribu, dan share sebanyak 119 ribu. Angka-angka ini menunjukkanbetapa besarnya pengaruh dan daya tarik konten yang dihasilkan Ayah Abe. Selainitu, akun TikTok @abe_daily tidak hanya fokus mengunggah video, tetapi juga memanfaatkanfitur live streaming untuk mendekatkan diri dengan para penontonnya. Ayah Aberutinmelakukan siaran langsung yang memperlihatkan momen kesehariannya bersamakeluarga, yang semakin mempererat hubungan emosional dengan para pengikutnya. Tidak hanya itu, Ayah Abe juga aktif menanggapi komentar-komentar yang diberikanolehpara penonton selama live streaming berlangsung, sehingga tercipta interaksi yanglebihintens dan meningkatkan engagement. Lewat konsistensinya dalam membagikan konten, baik berupa video maupunsiaran langsung, Ayah Abe berhasil membangun personal branding yang kuat. Denganvisibilitas yang tinggi dan engagement audiens yang baik, akun TikTok @abe_daily dapat dijadikan contoh bagaimana seorang kreator dapat memanfaatkan setiap peluanguntuktampil menonjol di platform digital yang sangat kompetitif. Konsistensi dalammengunggah konten, serta memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia di TikTok, telahmembuktikan bahwa visibilitas yang berkelanjutan menjadi kunci utama dalammembangun personal branding yang efektif. 6. Kesatuan (The Law of Unity) Personal branding yang ditampilkan harus sesuai dengan moral dan etika individudalam kehidupan sehari-hari. Kehidupan pribadi seseorang merupakan cerminan pentingdari personal branding. Ayah Abe tidak mengajarkan atau menyuruh Abe untuk beraktingdalam pembuatan konten. Berdasarkan pengamatan akun TikTok @abe_daily, ditemukanbahwa ayah Abe menunjukkan keaslian dalam proses mendidik dan mendampingi Abe, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembuatan konten. Pendekatan tersebut mencerminkan pola asuh yang otentik dan alami, di mana Abe tidak diarahkanuntukmemainkan peran tertentu, tetapi dibiarkan berinteraksi dan mengekspresikandirinyasecara spontan di depan kamera. Keaslian yang ditunjukkan ayah Abe dalammendidikdan membimbing Abe menghasilkan konten yang terasa lebih jujur dan autentik, serta mampu menciptakan hubungan emosional yang kuat dengan audiens. Temuanini menunjukkan bahwa kejujuran dalam pola asuh dan pembuatan kontendapat berkontribusi positif terhadap persepsi audiens dan keaslian konten di media sosial. 7. Keteguhan (The Law of Persistence) Personal branding bukanlah solusi instan, butuh waktu dan kesabaranuntukmengembangkannya. Dalam perjalanannya, penting untuk memerhatikan setiap tahapandan tren yang muncul, karena keduanya dapat memengaruhi efektivitas strategi yangditerapkan. Fenomena serupa dapat dilihat pada akun Instagram @abe_daily, di mana video pertama yang diunggahnya tidak langsung mendapatkan jumlah penayanganyangsignifikan. Namun, dengan konsistensinya dalam mengunggah konten video dan rutin melakukan live streaming, Abe berhasil menarik perhatian khalayak yang lebihluas, sehingga memudahkan khalayak untuk mengenal dan terhubung dengannya. Proses ini menunjukkan bahwa personal branding yang sukses membutuhkan dedikasi yangberkelanjutan, serta kemampuan untuk beradaptasi dengan tren yang berubah. Personal branding dapat memberikan dampak yang signifikan dan bertahanlamajika dibangun dengan meninggalkan kesan positif bagi audiens. Hal tersebut dapat tercapai jika seseorang berhasil mengasosiasikan dirinya dengan nilai-nilai dan gagasanyang secara umum dianggap bermanfaat dan membangun. Misalnya, pendekatanyangditerapkan oleh Ayah Abe dalam mendidik putranya, Abe, berhasil menciptakancitrapositif di kalangan pengguna meda sosial TikTok. Respon positif tersebut tercermindi kolom komentar, di mana banyak pengguna yang memuji Ayah Abe atas sikapnyayangpeduli dan tidak adanya paksaan dalam mendidik. Bahkan, beberapa pengguna mengakui bahwa Ayah Abe menunjukkan pemahaman yang baik tentang cara mendidik yangrelevan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Ayah Abe dan Abe sendiri berhasil mendapatkan reputasi yang baik di kalangan pengguna TikTok, yangpadaakhirnya memperkuat personal branding mereka di ranah media sosial. 8. Nama Baik (The Law of Goodwill) Personal branding dapat memberikan dampak yang signifikan dan bertahanlamajika dibangun dengan meninggalkan kesan positif pada audiens. Hal ini dapat tercapai apabila seseorang berhasil mengaitkan dirinya dengan nilai-nilai dan gagasan yangsecaraumum dipandang bermanfaat dan konstruktif. Sebagai contoh, pendekatanyangditerapkan oleh Ayah Abe dalam mendidik anaknya, Abe, berhasil menciptakancitrapositif di kalangan pengguna media sosial TikTok. Respon positif tersebut tercermindalam kolom komentar, di mana banyak pengguna memuji Ayah Abe atas sikapnya yang penuh perhatian dan tidak ada unsur paksaan dalam mendidik. Beberapa pengguna bahkan mengakui bahwa Ayah Abe menunjukkan pemahaman yang baik terhadapcaramendidik yang relevan dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, Ayah Abedan Abe sendiri berhasil memperoleh reputasi yang baik di kalangan pengguna TikTok, yangpada gilirannya memperkuat personal branding mereka dalam ranah sosial media.
Conclusion
Strategi personal branding yang dibangun Ayah Abe pada akun TikTok miliknya berhasil memenuhi 8 konsep utama Peter Montoya, antara lain spesialisasi yaitu bagaimana Ayah z Abe mendidik Abe dan membuat konten, kepemimpinan yang ditunjukkan yaitu bagaimana Ayah Abe mendidik dan mendampingi Abe sehingga menjadi contoh dan panutan bagi pengguna TikTok, memiliki kepribadian yang tegas, danberani mengambil risiko, sikap tegas dan sederhana dalam mendidik Abe berbeda denganorangtua pada umumnya, konsisten mengelola dan mengunggah konten agar mudahdilihat oleh masyarakat, kekompakan yang dimiliki Ayah Abe merupakan cerminan akhlak dalamkehidupan sehari-harinya, keteguhan ditunjukkan dengan keaktifan akun TikTok@abe_daily dalam mengunggah konten dan melakukan live streaming, serta AyahAbeberhasil mendapatkan kesan yang positif dari pengguna TikTok.