Program Literasi dan Digitalisasi Perpustakaan dalam Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia: Studi Literartur
Universitas Islam Negeri Madura; Universitas Islam Negeri Madura; Universitas Islam Negeri Madura
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengenai peran perpustakaan dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia adalah identitas diri negara Indonesia, dengan penggunaan Bahasa Indonesia, dapat melestarikan dan menguatkan Bahasa lokal. Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus digunakan dengan baik. Oleh karena itu, pentingnya penerapan teknologi dalam lembaga khususnya perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya sebagai penyedia buku, tetapi bagaimana peran perpustakaan dalam mendukung literasi informasi, digitalisasi, hingga internasionalisasi Bahasa. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur yakni mencari data yang terkait dalam buku, jurnal, artikel, dan lainnya yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian ini yakni perpustakaan telah memainkan peran penting dalam mendukung internasionalisasi bahasa melalui program literasi dan digitalisasinya. Perpustakaan dapat mempromosikan Bahasa Indonesia dalam kancah global, menyelenggarakan program berkaitan literasi Bahasa, serta platform bagi pengguna asing untuk belajar Bahasa Indonesia
Abstract
This research aims to examine the role of libraries in supporting the internationalisation of Indonesian. Indonesian is the identity of the Indonesian state; with the use of Indonesian, we can preserve local languages. The increasingly rapid development of technology must be used well. Therefore, it is important to apply technology in institutions, especially libraries. Libraries are not only providers of books, but what is the role of libraries in supporting information literacy, digitalisation, and language internationalization. This research method uses descriptive qualitative research with data collection techniques using literature studies, namely looking for related data in books, journals, articles, and others. The results of this research are that libraries have played an important role in supporting language internationalisation through literacy and digitalisation programs. Libraries can promote Indonesian on the global stage, organise programs related to language literacy, and provide a platform for foreign users to learn Indonesian.
Keywords:
Libraries
· Literacy Programs
· Digitalisation
· Language Internationalisation
Introduction
Bahasa adalah sarana yang dimanfaatkan oleh manusia dalam melakukan komunikasi dan interaksi untuk kehidupan sehari-harinya, baik antar individu maupun antara individu dan kelompok, serta antar kelompok. Banyak ahli Bahasa telah meneliti, menulis, dan mengembangkan teori-teori mengenai bahasa karena saat ini bahasa menjadi bidang studi yang sangat diminati dan memiliki peranan penting dalam pendidikan. Bahasa yang digunakan bukan hanya pada konteks formal, tetapi juga dalam konteks informal.1 Kridaklasana menyatakan bahwa bahasa merupakan sistem tanda bunyi yang bersifat arbitrer yang dipakai oleh individu suatu kelompok sosial dalam berkolaborasi, melakukaan komunikasi, dan mengidentifikasi diri. Salah satu bahasa yang paling berpengaruh dalam kehidupan berkomunikasi rakyat Indonesia adalah Bahasa Indonesia itu sendiri. Bahasa memiliki peran penting, seperti yang ditunjukkan oleh ikrar ketiga sumpah pemuda tahun 1928, yang menyatakan, "Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoen, Bahasa Indonesia". Pentingnya Bahasa Indonesia juga termuat dalam UndangUndang Dasar, yang memiliki pasal tersendiri yang tercatat bahwa "Bahasa negara ialah Bahasa Indonesia". Selain itu, terdapat banyak alasan mengapa Bahasa Indonesia unggul di antara beribu-ribu bahasa nusantara lainnya yang ada di Indonesia, yang masing-masing bahasa tersebut memiliki peran penting sebagai bahasa pertama bagi penuturnya.2 Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang resmi Bangsa Indonesia dan juga berfungsi sebagai pemersatu bangsa. Penggunaan Bahasa Indonesia disahkan tepat sehari selesainya proklamasi kemerdekaan Indonesia yakni tanggal 18 Agustus 1495 bersamaan dengan diberlakukannya Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD) tahnun 1945.3 Masyarakat Indonesia menggunakannya untuk hidupnya sehari-hari Sebagai sebuah identitas bangsa, Bahasa Indonesia berperan penting dalam mempersatukan seluruh masyarakat Indonesia yang heterogen, yang terdiri dari ribuan suku. Namun identitas nasional tidak bisa tumbuh begitu saja, melainkan harus melalui beberapa upaya yang diperlihara dan dipromosikan atau disebarluaskan secara berkali-kali. Dengan upaya tersebut, terbentuklah sebuah identitas bangsa yang berfungsi untuk menunjukkan sebuah eksistensi antar bangsa. 4 Sebagai sarana komunikasi, Bahasa Indonesia memiliki peran penting pada tingkat nasional dan internasional. Sebagai bahasa negara, Bahasa Indonesia digunakan dalam pemerintahan, sebagai Bahasa yang digunakan dalam pengantar pendidikan, serta untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan adanya perkembangan global saat ini, Bahasa Indonesia semakin dikenal di banyak negara. 5 Bahasa Indonesia memiliki beberapa ciri yang bisa dilihat dari bermacam-macam pandangan. Pertama, Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa modern yang digunakan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua, Bahasa Indonesia memiliki bermacam perangkat yang bisa menyesuaikan pada perubahan zaman yang cepat, dan ketiga, Bahasa Indonesia memiliki potensi untuk menarik atensi dunia internasional. Kemudahan dalam mempelajari Bahasa Indonesia menjadi salah satu alasan mengapa bahasa ini bisa diterima secara gobal. 6 Negara kita sering menghadapi berbagai masalah, terutama dalam sektor pendidikan, di mana tantangan dalam era globalisasi termasuk rendahnya kualitas sumber daya manusia.Ada banyak cara untuk meningkatkan kualitas manusia, salah satunya melalui pengembangan minat membaca dan kebiasaan membaca. Perpustakaan diharapkan dapat berfungsi sebagai pusat untuk mengembangkan minat dan kebiasaan membaca. Tanggung jawab perpustakaan sangat signifikan dalam meningkatkan kecintaan terhadap membaca. 7 Seiring dengan perkembangan zaman, internasionalisasi Bahasa Indonesia sangat dipentingkan. Internasionalisasi Bahasa Indonesia adalah cara strategis untuk menjadikan Bahasa Indonesia dikenal, dipelajari, dan digunakan secara luas di dunia global. Sebagai bahasa resmi negara dengan populasi besar di dunia, Bahasa Indonesia mempunyai kemungkinan tinggi untuk dapat menjadi salah satu bagian dari bahasa global yang mampu bersaing dengan bahasa-bahasa internasional lainnya seperti Inggris, Mandarin, atau Spanyol. Dalam menjadikan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa internasional mencakup berbagai pendekatan, termasuk pengajaran bahasa kepada penutur global melalui lembaga pendidikan, melalui lembaga pendidikan tidak luput dengan peran perpustakaan sebagai tempat kita belajar dan mencari buku tentang pelajaran yang kita pelajari terutama pelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu juga melalui berbagai program literasi yang dilaksanakan baik oleh pihak sekolah, masyarakat dan pemerintah.8 Internasionalisasi Bahasa Indonesia tidak hanya mencakup pengenalan bahasa ini di panggung internasional, tetapi juga hal-hal yang berkaitan dengan Indonesia, seperti budaya dan tradisi. Hal inilah yang menjadi dasar program literasi. Program literasi memiliki tujuan dalam membangun kemampuan membaca, menulis, dan memahami informasi dari berbagai sudut pandang. Program literasi merupakan sebuah program yang mengupayakan meningkatnya kemampuan membaca, menulis serta memahami informasi dari berbagai aspek. Program literasi ini dirancang untuk membantu suatu individu, baik itu pada kalangan anak-anak, maupun dewasa dalam memahami teks, menggunakan bahasa serta dalam mengembangkan berpikir kritis. 9 Selain itu perpustakaan juga merupakan aset penting yang dapat menjadi media dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia. Istilah perpustakaan berasal dari bahasa Inggris yaitu library, yang berarti tempat menyimpan buku. Definisi perpustakaan terus bertransformasi seiring dengan perkembangan bentuk dan jenis koleksi. Perubahan ini dipengaruhi oleh kemajuan zaman dan teknologi. Perpustakaan yang dahulu berbasis kertas kini telah bertransformasi menjadi pusat pengetahuan di mana informasi direkam dan tersedia dalam berbagai media komunikasi, seperti tulisan, cetakan, rekaman, dan elektronik. 10 Perkembangan saat ini dalam dunia perpustakaan tidak terlepas dari kemajuan teknologi informasi yang berfungsi sebagai dukungan bagi perpustakaan. Tujuan dari penerapan teknologi informasi pada perpustakaan tidak lain guna mempermudah akses, meningkatkan efisiensi kerja, serta memperbaiki kualitas layanan bagi pengunjung. Saat ini, teknologi dan informasi berkembang pesat, mencakup seluruh aspek dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem perpustakaan informasi berbasis web atau digital. 11 Menurut Randon House Dictionary of The English, perpustakaan ialah suatu tempat di mana banyak buku dan sumber lainnya disimpan agar dapat dibaca, dipelajari, hingga dijadikan referensi. 12 Kondisi Perpustakaan yang ada saat ini menunujukan bahwa layanan pepustakaan tanpa sadar mulai mengembangkan dan bertumbuh dengan mempertimbangkan kedatangan generasi milenial.13 Salah satu contohnya perpustakaan saat ini menerapkan digitalisasi untuk mempermudah para pembaca. Digitalisasi perpustakaan adalah program inovasi terkini di dunia pendidikan yang melibatkan perkembangan teknologi terkini diberbagai proses pembelajaran di perpustakaan. Oleh sebab itu, dalam era saat ini, penting untuk mengenai isi buku, menyoroti poin-poin menarik, dan menggambarkan pengalaman membaca yang memikat, sehingga diharapkan mampu mendorong minat pengunjung atau mahasiswa untuk menjelajahi lebih lanjut di perpustakaan.14 Tujuan digitalisasi perpustakaan adalah agar semua orang bisa mengakses data dan informasi yang dibutuhkan dan sudah dipublikasikan. Digunakannya perpustakaan digital dalam kegiatan pelayanan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam mencapai proses pembelajaran yang sesuai. Cakupan dari digitalisasi perpustakaan salah satunya elibrary yang menjadi hal penting dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia, dengan adanya perpustakaan digital bisa meningkatkan visibilitasnya di dunia digital, memperluas akses ke konten dengan berbahasa Indonesia, dan mendorong kolaborasi serta pembelajaran lintas negara. Terdapat banyak hal yang dapat dilakukan dalam upaya menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia, selain dalam digitalisasi perpustakaan yaitu melalui program literasi. Program literasi yang merupakan suatu kegiatan dalam mengembangkan kemampuan berbahasa menjadi suatu acuan dasar dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia. Pentingnya melakukan penelitian dengan kajian literatur ini karena Bahasa Indonesia yang merupakan Bahasa nasional yang merupakan identitas dari negara Indonesia dapat melestarikan dan menguatkan Bahasa lokal agar tidak terkuras oleh Bahasa internasional lainnya. Selain itu, sejalan dengan perkembangan teknologi tentu tidak dapat disia-siakan, oleh karena itu, pentingnya menggali penerapan teknologi ini dalam lembaga yang dalam hal ini perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya sebagai penyedia buku-buku saja, tetapi bagaimana peran perpustakaan dalam mendukung literasi informasi hingga internasionalisasi Bahasa. Penelitian ini relevan dan sejalan dengan penelitian yang diteliti oleh Sinta Olivia Sharon dalam artikelnya dengan judul Literature Review: BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing) Upaya Internasionalisasi Bahasa Indonesia, megungkapkan bahwa salah satu program literasi yang ada di Indonesia adalah program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur asing) sebagai salah satu upaya dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia. Program literasi ini diterapkan di dalam dan di luar negeri memiliki maksud memperkaya pengalaman belajar sekaligus untuk mempromosikan Bahasa dan budaya Indonesia dalam kancah nasional.15 Penelitian ini memiliki persamaan dengan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti yakni sama-sama meneliti mengenai program literasi sebagai salah satu upaya internasionalisasi Bahasa Indonesia, sedangkan perbedaannya terletak pada fokus penelitian. Penelitian ini fokus penelitiaannya hanya pada program literasi BIPA (Bahasa Indonesia Penutur Asing), sedangkan fokus penelitian yang akan dilakukan oleh penulis adalah pada dua aspek, yaitu program literasi dan digitalisasi perpustakaan. Sejalan pula dengan penelitiannya Ahmad Husni Hasin dalam artikelnya yang berjudul Peran Layanan Digitalisasi Perpustakaan di Lingkungan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keaagamaan Kota Bandung, mengungkapkan bahwa perpustakaan adalah salah satu aspek penting dalam bidang pengetahuan, karena dalam perpustakaan terdapat seluruh pengetahuan mengenai aspek penting yang ada di kehidupan manusia. Dengan demikian, di zaman yang sudah penuh dengan teknologi ini, perlu adanya digitalisasi perpustakaan. Namun tidak hanya itu sumber daya manusia yang bertugas yang ikut berpartisipasi dalam pelayanan perpustakaan haruslah SDM yang benar-benar profesional, khususnya yang berada di lingkungan balai pendidikan dan pelatihan keaagamaan Kota Bandung.16 Penelitian ini memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan penulis yakni memiliki kesamaan pada aspek mengenai digitalisasi perpustakaan, sedangkan perbedaannya penelitian ini yaitu terdapat pada fokus penelitian. Penelitian ini fokus kepada layanannya di digitalisasi perpustakaan yang ada di Lingkungan Balai Pendidikan dan Pelatihan Keaagamaan Kota Bandung, sedangkan pada penelitian yang ditulis oleh peneliti yaitu berfokus pada penelitian mengenai internasionalisasi bahasa Indonesia. Berdasarkan paparan konteks penelitian di atas penulis tertarik mengkaji mengenai peran perpustakaan dalam internasionalisasi Bahasa melalui literasi dan digitalisasi dengan judul “Program Literasi dan Digitalisasi Perpustakaan dalam Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia: Studi Literatur”. Penelitian ini perlu dan penting untuk dilakukan, dan diharapkan kajian ini dapat menambah wawasan, berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari, serta dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya untuk dijadikan bhan referensi.
Method
Metode yang digunakan pada penelitian artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Menurut Sugiyono metode kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh data secara mendalam yang dilakukan secara alamiah sehingga bisa disebut juga penelitian naturalistik. 17 Metode penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang dilakukan dalam medeskripsikan suatu gejala, peristiwa, atau kejadian yang terjadi dengan adanya deskripsi kata-kata. Penulis mendeskripsikan secara mendalam mengenai gejala dan peristiwa dalam program literasi dan digitalisasi perpustakaan dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yakni studi literatur di mana peneliti mencari data secara mendalam yang terkait dalam buku, jurnal, artikel, dan literatur lainnya yang relevan dengan penelitian, kemudian di deskripsikan dalam pembahasan artikel ini, sehingga mempermudah bagi pembaca untuk mendalami tentang program literasi dan digitalisasi perpustakaan dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia.
Result & Discussion
Program Literasi Program literasi merupakan serangkain inisiatif atau kegiatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis, membaca, berpikir kritis serta menggunakan informasi yang didapat dengan efektif, sehingga individu dapat berperan secara produktif dan aktif dalam kehidupan masyarakat. Program ini juga dirancang untuk membangun budaya literasi.18 Pada dasarnya program ini bukan hanya berfokus pada peningkatan kemampuan baca tulis, melainkan juga mencakup seluruh bidang yang berkaitan dengan literasi. Literasi menurut UNESCO diartikan sebagai keterampilan kognitif yang mencakup kemampuan membaca dan menulis. Literasi juga diartikan sebagai kemelekwacanaan, kemampuan baca dan tuls serta keterampilan pada keduanya. Pada tahun 2012 UNESCO merilis indeks minat baca yang menunjukkan angka 0.001. Dengan demikian dapat diartikan bahwa dari 1000 masyarakat yang ada di negara ini hanya satu yang memiliki minat baca.19 Hal ini menjadi salah satu alasan kenapa program literasi begitu penting untuk dilaksanakan terutama bagi kalangan anak muda agar tertanam minat baca yang tinggi. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadikan literasi ikut berkembang dengan luas dalam berbagai aspek, seperti adanya literasi digital, media, sains, keuangan serta masih banyak lainnya. Semua itu tidak terlepas pada tujuan dalam meningkatkan kemampuan literasi informasi. Informasi digunakan oleh seseorang untuk mengambil suatu Keputusan dalam mencapai suatu tujuan. Oleh karena itu, literasi masih tetap digadang-gadangkan untuk terus ditingkatkan.20 Dengan demikian, dibentuklah suatu program literasi sebagai pendukung dalam upaya meningkatkan minat literasi. Program literasi ada yang ruang lingkup dasar sampai nasional ada juga yang sampai pada kancah internasional. Penerapan program ini tentunya disesuaikan dengan ranah atau ruang lingkupnya, baik dari pelaksanaan, tujuan yang ingin dicapai, hingga siapa yang menjadi sasaran dalam program literasi tersebut. Program literasi dasar biasanya diterapkan di sekolahsekolah atau lembaga pendidikan sebagai pendukung dalam menumbuhkan minat literasi peserta didik beserta seluruh warga sekolah. Salah satunya yaitu adanya GLS (Gerakan Literasi Sekolah). Gerakan ini dilaksanakan melalui 3 tahapan, yakni tahapan pembiasaan, tahapan pengembangan dan tahapan pembelajaran. Pertama, tahapan pembiasaan yaitu membiasakan siswa untuk berkecipung di dunia literasi dengan melaksanakan suatu kegiatan membaca yang menyenangkan, tahapan ini memiliki tujuan untuk terlebih dahulu menstimulus tumbuhnya minat baca. Kedua, tahapan pengembangan yaitu tahapan peningkatan kemahiran literasi dengan adanya kegiatan bedah buku atau diskusi mengenai buku yang dibaca. Pada tahapan ini memiliki tujuan memahami mengenai bacaan yang sudah dibaca supaya dapat berpikir lebih kritis serta dapat membentuk kemampuan komunikasi secara kreatif. Ketiga, yaitu tahap pembelajaran, yakni melaksanakan kegiatan dengan berbasis literasi dalam pembelajaran. Pada tahapan ini memiliki tujuan dalam meningkatkan kemampuan serta keterampilan literasi dalam setiap mata pelajaran.21 Tujuan dari adanya program literasi jenis GLS ini adalah untuk membentuk seluruh warga sekolah yang sadar akan pentingnya literasi dalam kehidupan.22 GLS ini adalah program literasi yang dapat diterapkan secara mandiri (individu) ataupun kelompok, yaitu dengan mencari, memahami informasi, serta memanfaatkan kegiatan membaca, menyimak, menulis dan berbicara. Selain itu tujuan dari adanya program literasi jenis ini adalah menciptakan warga sekolah, termasuk guru, siswa dan seluruh yang berperan di dalamnya menjadi pembaca, penulis serta komunikator yang efektif, melatih siswa untuk berfikir dengan lebih kritis, serta menjadi salah satu factor pendorong dalam meningkatkan minat belajar siswa.23 Kegiatan literasi ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat baca peserta didik supaya peserta didik dapat memperoleh wawasan mereka dengan banyak membaca. Selain itu, hal ini diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhdap capain belajar siswa dengan prestasi-prestasi yang akan dicapai oleh mereka. Menurut Lestari program literasi diadakan untuk mendorong peserta didik untuk senantiasa merasa haus akan ilmu pengetahuan, serta peserta didik dapat memperoleh banyak informasi baru dari berbagai bahan bacaan yang telah mereka baca. Selanjutnya, program literasi yang sudah pada tahap internasional tentunya mempunyai Batasan ruang lingkup serta tujuan yang lebih menggelobal, yaitu untuk meningkatkan kemampuan menulis, membaca serta memahami informasi dari berbagai lapisan masyarakat secara global. Program literasi internasional tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan baca tulis, akan tetapi juga sebagai sarana bagi individu untuk dapat lebih mudah dalam mengakses informasi serta ikut serta berpartisipasi aktif dalam masyarakat modern. Diantaranya yaitu, memajukan literasi digital. Literasi digital adalah keterampilan seseorang dalam mengaplikasikan teknologi informasi dan komunikasi.24 Apabila sudah berkaitan dengan internasional tentunya digital sudah berperan dalam program literasi, sebagai sarana internasionalisasi suatu program literasi. Selanjutnya yaitu untuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal, dikarenakan literasi yang berasal dari suatu negara, di Indonesia khususnya, tentunya isi tulisan tersebut tidak akan jauh dari gambaran keadaan bangsa Indonesia, baik dari segi bahasa, budaya, serta adat istiadat. Salah Satu Program literasi dalam kancah internasional yang sampai saat ini masih digadang-gadangkan adalah program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur asing). Program BIPA ini adalah pengajaran Bahasa Indonesia yang subjek penuturnya merupakan penutur asing. Penerapan program literasi jenis ini memerlukan seseorang yang benar-benar menguasai Bahasa Indonesia, bukan hanya dari segi bahasa, melaikan juga budaya dan adat istiadat Indonesia, karena dalam pembelajaran BIPA hal tersebut juga perlu dibahas.25 Menyadari akan pentingnya peran pengajaran bahasa Indonesia terhadap penutur asing, sejak tahun 1990-an Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyelenggarakan program BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing). Program ini tujuan umumnya adalah memperkenalkan Indonesia pada Masyarakat internasional, yaitu sebagai sebuah bentuk media dalam menyampaikan setiap informasi mengenai negara Indonesia, selain itu, juga sebagai media untuk mengenalkan Masyarakat serta budaya Indonesia. Masyarakat asing yang belajar bahasa Indonesia, kemungkinan besar akan lebih paham terhadap Masyarakat, budaya, serta hal-hal lain yang ada di Indonesia, sehingga hal ini dapat mempererat ikatan persahabatan dan kerjasama antarbangsa.26 Program literasi dalam kancah nasional maupun internasional memiliki peran serta tujuan masing- masing. Namun dalam hal ini masih terdapat beberapa hambatan umum yang sering dialami dalam penerapan program literasi, yakni sebagai berikut: Pertama, adanya keterbatasan akses. Keterbatasan akses ini menjadi hambatan utama yang banyak dalami di berbagai program literasi. Biasanya dialami di daerah-daerah pedesaan atau wilayah terpencil yang minim akan adanya perpustakaan atau sekadar taman bacaan yang cukup memadai. Keterbatasan akses ini biasa berupa buku, perpustakaan serta teknologi informasi yang masih sangat terbatas, sehingga Masyarakat kesulitan dalam mendapatkan sebuah bahan bacaan yang berkualitas. Selain itu jaringan internet yang belum merata. Era ini sudah dapay ditemukan banyak sekali e-book, video edukasi, serta kursus yang dilaksanakan secara daring. Akan tetapi ada beberapa daerah tertentu yang masih mengalami kesulitan untuk mengakses hal tersebut dikarenakan adanya jaringan internet yang belum merata. Kedua, terbatasnya sumber daya. Terlaksananya sebuah program literasi yang efektif juga bergantung pada pada sumber daya yang dimiliki sudah memadai atau tidak. Sumber daya ini meliputi sumber daya finansial, sepetihalnya dana yang dibutuhkan tidak dapat terpenuhi dengan sepenuhnya, seperti untuk memenuhi kebutuhan persediaan buku atau lainnya, sumber daya manusia, di mana dapat kita ketahui Bersama bahwa tenaga pengajar yang sudah terlatih masih terbilang sedikit, dana yang dibutuhkan tidak dapat terpenuhi sepenuhnya, sehingga metode pengajaran yang diberikan masih belum bisa dikatakan efektif dan hal ini berdampak pada program literasi yang tidak optimal. Ketiga, kurangnya kesadaran akan pentingnya literasi. Berkembangnya suatu program juga bergantung pada individu yang ada di dalamnya. Begitu pula pada program literasi. Program literasi akan sulit berkembang tanpa adanya dukungan dari Masyarakat itu sendiri. Apabila masyarakatnya sendiri tidak memiliki kemauan dalam memahami pentingnya literasi, maka program yang dilaksanakan pun tidak akan berjalan secara optimal. Dengan demikian kesadaran akan pentingnya literasi juga berdampak besar bagi sebuah program literasi yang akan dilaksanakan. Keempat, minimya program literasi yang menarik, sehingga tidak dapat meningkatkan minat siswa untuk menerapkan literasi. Sepertihalnya menciptakan lingkungan yang kondusif dan menyenangkan. Hal ini dapat membantu meningkatkan minat literasi siswa, karena siswa tidak merasa program itu terlalu monoton, melainkan siswa akan menganggap ini adalah program yang meyenangkan, terkhusus bagi siswa yang masih berada di jenjang dasar.27 Kelima, perbedaan bahasa dan budaya. Seperti halnya penerapan program literasi dalam kancah internasional. Perbedaan ini masih menjadi hambatan besar dalam menjalankan program literasi internasional. Dalam hal bahasa, masih terdapat banyak materi literasi yang hanya disediakan dalam bahasa tertententu, tergantung pada bahasa dominan yang dipakai dalam suatu kawasan, sehingga hal ini menyulitkan untuk mengakses suatu informasi tertentu. Setiap bahasa memiliki konsep kebahasaan yang berbeda, oleh karena itu masih banyak ditemui penerjemah kesulitan dalam menerjemah suatu bahasa dengan makna yang sebenarnya dimaksud dalam sebuah informasi. Selanjutnya perbedaan budaya juga dapat berpengaruh pada seseorang dalam bagaimana seseorang tersebut memahami dan menginterpretasikan sebuah informasi. Suatu budaya yang sama di Masyarakat, belum tentu memiliki makna atau pemahaman yang sama pada Masyarakat lain, sehingga hal ini bisa saja menimbulkan kesalahfahaman yang pada akhirnya terjadilah hambatan pencapain tujuan literasi. Tentunya dalam hal ini tidak dapat diatasi dengan adanya satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, dan sektor swasta.28 Digitalisasi Perpustakaan Perpustakaan berfungsi sebagai lokasi di mana seseorang dapat memperoleh informasi, pengetahuan, teknologi, seni, dan aspek kebudayaan. 29 Perpustakaan sebagai pusat informasi, bertanggung jawab untuk menyediakan layanan kepada peserta didik dan masyarakat setempat yang membutuhkan. Perpustakaan yang saat ini bekerja secara manual diharapkan dapat berkembang menjadi perpustakaan yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini dapat dicapai melalui proses digitalisasi perpustakaan. Program digitalisasi perpustakaan adalah inovasi terkini di dunia pendidikan yang menggunakan perkembangan teknologi terkini di berbagai proses pembelajaran di perpustakaan.30 Perpustakaan adalah lembaga yang sangat penting bagi pendidikan. Dalam konteks pendidikan, perpustakaan memiliki tugas menyediakan akses informasi dan pengetahuan bagi guru dan siswa. Di era digital yang terus berubah, penting untuk melaku kan digitalisasi agar cara kita mengakses, menggunakan, dan membagikan informasi mengalami perubahan yang berarti. Kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi saat ini memberi banyak kesempatan bagi perpustakaan dalam meningkatkan layanan, menambah kinerja, dan memaksimalkan pengalaman pengguna. 31 Pengertian perpustakaan berdasarkan Undang-Undang No 43/2007 ialah sebuah lembaga yang secara profesional mengelola koleksi tulisan, karya cetak, dan rekaman dengan sistem yang terstandarisasi. Perpustakaan bermanfaat dalam kebutuhan pendidikan agar terpenuhi, penelitian, pelestarian, informasi, dan hiburan bagi para pengunjung. Di samping itu, perpustakaan juga memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan hiburan para pengunjung. Selain menyediakan buku nonfiksi, perpustakaan juga memiliki koleksi buku fiksi yang digunakan sebagai sarana pembelajaran. 32 Digitalisasi adalah proses mengubah media dari format yang sebelumnya berupa cetakan, audio, atau visual ke dalam format digital. Proses ini dilaksanakan dalam menyimpan arsip dokumen dalam bentuk digital, sebagai keperluan fotokopi, dan untuk membangun koleksi perpustakaan digital. Dalam melakukan digitalisasi, perpustakaan membutuhkan perangkat seperti pemindai, komputer, operator sumber media, dan perangkat lunak pendukung. Lasa Hs mendefinisikan digitalisasi sebagai pengelolaan dokumen cetak menjadi dokumen elektronik. Tujuan digitalisasi perpustakaan adalah agar masyarakat memiliki akses yang lebih luas yang memerlukan informasi yang telah dipublikasikan. Digitalisasi perpustakaan yang ada di perguruan tinggi salah satu tujuannya yaitu untuk mengelola dan menyebarkan informasi ilmiah secara digital baik di dalam dan luar kampus. Mahasiswa dan dosen dengan adanya akses perpustakaan secara digital akan mempermudah dalam mencari bahan materi sebagai pembelajaran dan sumber rujukan dalam melakukan pelitian atapun tugas-tugasnya tanpa harus datang langsung ke tempat di mana buku fisik tertata. Sebagaimana disebutkan oleh para ahli salah satunya oleh Chisenga (2003) dalam Azizah, beberapa manfaat digitalisasi perpustakaan disebutkan sebagai berikut: Pertama, peningkatan kecepatan ketika akan menambahkan suatu item dan kualitas yang diterima lebih bagus. Kedua, akses terhadap perpustakaan lebih cepat sehingga orang-orang akan dengan mudah mendapatkannya dan menggunakan informasi yang mereka butuhkan. Ketiga, dengan menggunakan sistem digital di seluruh wilayah jaringan, seperti jaringan lokal atau jaringan internet, atau jaringan apa pun yang terkait untuk mendapatkan koneksi sistem digital akan mempercepat proses koneksi. Keempat, pengguna dapat mengakses segala konten informasi dalam bentuk digital dengan adanya suara, serta gambar, video, dan format lainnya, jadi pengguna tidak hanya mendapatkan akses dalam bentuk cetak. Pada sistem digitalisasi perpustakaan ini pihak pengelola perpustakaan menggunakan sebuah aplikasi dalam mengakses buku-buku yang terdapat diperpustakaan dan mempermudah siswa dalam mengakses buku-buku yang diperlukan. Keberadaan perpustakaan sekolah yang didigitalisasi sebagai pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat yang ada di lingkungan sekolah yang tersebut.33 Untuk memanfaatkan digitalisasi perpustakaan, diperlukan penggunaan pembaca multimedia yang sesuai dengan jenis media penyimpanannya. Multimedia dalam perpustakaan diletakkan di area publik serta di ruang baca pribadi. Selain itu, informasi yang tersimpan dalam memori elektronik, media magnetik, atau cakram dapat diakses oleh siapa saja, di mana optik saja, dan kapan saja. Layanan sistem ini bisa menggunakan email atau memanfaatkan teknologi sistem pakar. 34 Program Literasi dan Digitalisasi Perpustakaan Dalam Internasionalisasi Bahasa Indonesia Perpustakaan menjadi sarana yang penting dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui program literasi dan digitalisasinya. Perpustakaan merupakan suatu lembaga tempat yang digunakan untuk memuat sumber informasi sebagai bahan ajar dengan adanya kumpulan buku-buku baik cetak maupun digital.35 Digitalisasi perpustakaan menjadi suatu tindakan yang tepat dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia. Dengan adanya perpustakaan yang menerapkan teknologi digital, dapat membuka akses terhadap dunia luar mengenai hal-hal informasi Bahasa Indonesia termasuk literatur didalamnya. Upaya perpustakaan dalam digitalisasinya ini tidak hanya meningkatkan pandangan terhadap Bahasa Indonesia di tingkat nasional dan global saja, tetapi bagaimana didalamnya juga dapat meningkatkan pandangan orang-orang terhadap budaya Indonesia dengan kekayaan dan keindahannya. Penerapan digitalisasi perpustakaan yang sudah banyak dilakukan yaitu dengan adanya perpustakaan digital. Di Indonesia, sudah banyak perpustakaan digital yang beroperasi, baik secara umum yang dapat diakses oleh seluruh orang atau bahkan di perguruan tinggi yang hanya dapat digunakan oleh pihak dan masyarakat kampus. Perpustakaan digital yang dikelola oleh perpustakaan tersebut memiliki peran yang penting dalam memperoleh audiens secara nasional bahkan global sekalipun. Semakin berkembangnya teknologi secara pesat, seluruh akses informasi termasuk pengajaran Bahasa Indonesia yang dipakai sebagai Bahasa nasional Indonesia juga akan meningkat dengan tersebar luasnya informasi tersebut yang semakin canggih mengikuti perubahan zamannya. Dalam kancah global, Bahasa Indonesia agar dapat dikenal secara internasional, digitalisasi perpustakaan dapat membuat pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi digital seperti adanya e-library yang didalamnya terdapat e-book, materi yang dibuat dengan audiovisual yang bisa didapat melalui platform digital yang dikelola oleh perpustakaan, dan sebagainya. Di perguruan tinggi, perpustakaan digital dapat digunakan mahasiswa, dosen, dan pihak kampus terkait dalam melakukan penelitian dan pencarian ilmu pengetahuan yang dapat diakses langsung dengan mudah menggunakan teknologi yang saat ini sudah berkembang pesat. Berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang menyediakan jurnal ilmiah berbasis digital yang tentunya dalam berbahasa Indonesia dapat digunakan sebagai referensi ilmiah bagi yang membutuhkannya tidak hanya untuk kalangan dalam negeri saja, tetapi kalangan luarpun dapat mengaksesnya. Kualitas layanan dari perpustakaan digital juga perlu dilihat agar sebagai pengguna dapat menelusuri perpustakaan secara nyaman dengan berbagai fitur pilihan koleksi buku, artikel, dan sejenisnya. Dalam artikel jurnal yang ditulis mengenai perpustakaan digital yang di miliki salah satu kampus ternama meneliti bagaimana suatu perpustakaan digital dalam hal ini menggunakan website perpustakaan agar menjadi sebuah perpustakaan kampus yang world class university. Dikatakan bahwa agar suatu perpustakaan dapat menjadi world class university yakni dengan cara meningkatkannya kualitas yang ada pada website perpustakaan baik dalam hal kecepatan terhadap aksesnya, pelayanannya hingga fitur yang disajikan di dalamnya.36 Perpustakaan digital menjadi wadah yang penting memudahkan dalam menunjang suatu pengajaran baik bagi peserta didik, mahasiswa dan yang terlibat didalamnya. Hal tersebut dikarenakan akses terhadap perpustakaan digital dilakukan secara online, dimanapun dan kapanpun dapat diakses secara mudah tanpa harus jauh-jauh datang langsung ke perpustakaan yang terdapat buku-buku fisik didalamnya. Dengan kemudahan tersebut, siswa akan mulai menumbuh kembangkan minat baca dalam dirinya sehingga literasi akan kuat tertanam padanya. Menurut Shofaussamawati dalam Mubarok suatu tatanan negara akan maju ketika negara tersebut mempunyai daya minat baca yang tinggi. Minat baca yang tinggi tersebut searah dengan sistem perpustakaan yang baik dan mudahnya akses baca.37 Jika negara Indonesia semakin maju dengan minat literasi yang tinggi yang secara tidak langsung melalui perpustakaan digital, maka Bahasa Indonesia akan mudah juga dikenal di seluruh dunia. Aspek program literasi juga penting dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia. Literasi yang mencakup kemampuan berbahasa salah satunya kemampuan membaca, menulis, menyimak, dan sebagainya merupakan dasar utama dalam menginternasionalisasikan Bahasa Indonesia. Program literasi yang dibentuk tidak hanya bertujuan pada kemampuan berbahasa di tingkat lokal, melainkan juga di tingkat internasional dengan mengenalkan Bahasa Indonesia. Dengan demikian, literasi ini dapat mengenalkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa komunikasi yang dapat bersaing dengan Bahasa internasional lainnya sekaligus mengenalkan budaya dan nilainilai didalamnya. Perpustakaan yang juga berfokus pada kemampuan literasi disamping sebagai pengelolaan informasi pengetahuan memiliki peran yang dapat mendukung dan memperkenalkan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa internasional. Hal itu dapat didukung dengan peran perpustakaan yang dapat menyediakan literatur dengan Bahasa Indonesia dan pengetahuan Bahasa Indonesia didalamnya beserta terjemahan untuk mendukung orang luar dapat dengan mudah memahaminya. Selain itu juga dengan menyediakan adanya program literasi yang pesertanya dapat dijangkau dari peserta asing. Program literasi perpustakaan dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas dukungan literasi Bahasa Indonesia seperti mengembangakan perpustakaan digital dengan versi pilihan bahasa dan mengadakan seminar kelas bahasa. Digitalisasi perpustakaan dengan hasilnya yang berupa perpustakaan digital memuat semua dokumen dan koleksi informasi yang ada di perpustakaan dengan bentuk digital.38 Perpustakaan digital dapat dengan mudah diakses oleh orangorang, baik dari kalangan lokal maupun global. Perpustakaan digital dapat dijadikan platform sumber literasi dan program literasi didalamnya. Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing atau sering dikenal dengan sebutan BIPA yang merupakan salah satu bagian dari program literasi secara internasional, dapat menggunakan perpustakaan digital untuk mengakses segala informasi mengenai pengajaran Bahasa Indonesia. BIPA sendiri dapat menjadikan Bahasa Indonesia untuk lebih dikenal secara internasional sebagaimana di ungkapkan oleh Muliastutuik dalam Rohimah menyatakan pengajaran BIPA yang dalam hal ini dapat ditingkatkan untuk internasionalisasi Bahasa Indonesia didorong oleh lembaga-lembaga yang relevan.39 Program literasi yakni melalui program pemerintah pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing menjadi salah satu aksi nyata dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia. Pemerintah yang dalam hal ini mengeluarkan peraturan bahwa Bahasa Indonesia akan ditingkatkan fungsinya menjadi Bahasa internasional secara bertahap dengan tujuan agar Bahasa Indonesia dapat diakui seluruh dunia dan bersanding dengan Bahasa negara lain yang lebih dulu menjadi Bahasa internasional.40 Hingga saat ini sudah banyak lembaga pendidikan khusunya universitas di luar negeri yang menjalankan Bahasa Indonesia sebagai mata kuliah bahkan menjadikannya program studi dengan pengajar-pengajar kompeten yang berasal dari Indonesia. Oleh karena itu, secara tidak langsung perpustakan dapat memainkan peran penting dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui program literasi dan digitalisasinya. Program literasi selain program pemerintah dan literasi perpustakaan digital, juga dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital yang ada yang saat ini sudah semakin canggih dan pesat. Semua dapat menggunakan dan mengakses berbagai teknologi yang ada, sehingga dapat dijangkau publik baik dalam negeri maupun luar negeri, dewasa maupun anak-anak. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media sosial dan aplikasi digital seperti melakukan pengajaran atau kursus online mengenai Bahasa dan budaya Indonesia kepada masyarakat luar, dan menyebarkan literasi berbahasa Indonesia di media sosial. Masyarakat bahkan orang asing sekalipun dapat mengakses dengan cepat berbagai kebutuhan yang dimilikinya di berbagai belahan bumi yang dalam hal ini akses terhadap literasi pembelajaran Bahasa Indonesia. Peran program literasi dan digitalisasi perpustakaan dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia dapat dirangkum dalam beberapa cakupan diantaranya; pertama melalui literasi dan digitalisasi perpustakaan, Bahasa Indonesia dapat dipromosikan dalam rangka memperkenalkan dan menyediakan pembelajaran Bahasa Indonesia hingga kancah internasional. Literasi tersebut dapat dilakukan dengan program literasi dari pemerintah seperti BIPA, Gerakan literasi sekolah (GLS), dan lainnya. Kedua, upaya perpustakaan untuk dapat menyelenggarakan program berkaitan literasi Bahasa yang dapat diakses secara internasional. Program literasi tersebut yang dapat diadakan oleh perpustakaan seperti mengadakan seminar nasional dan internasional Ketiga, digitalisasi dan literasi perpustakaan, dapat dijadikan platform kepada pengguna asing untuk belajar Bahasa Indonesia seperti adanya e-library dengan fitur pilihan Bahasa diikuti dengan Bahasa Indonesia sebagai penerjemah dari Bahasa lain. Berdasarkan hal di atas, perpustakaan dengan adanya digitalisasi tidak hanya digunakan sebagai penyedia seluruh informasi dan sumber belajar, tetapi juga sebagai perantara dalam membuat Bahasa Indonesia dikenal di seluruh dunia. Hal itu juga tidak luput dari program literasi yang ada, dengan literasi Bahasa Indonesia di dalamnya tidak hanya membantu meningkatkan minat baca, tetapi juga membantu berkontribusi dalam mempertahankan dan meningkatkan Bahasa Indonesia dalam kancah internasional.
Conclusion
Berdasarkan paparan hasil dan pembahasan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa perpustakaan mempunyai peran penting dalam mendukung internasionalisasi bahasa Indonesia melalui program literasi dan digitalisasinya. Program literasi adalah serangkain inisiatif atau kegiatan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis, membaca, berpikir kritis serta menggunakan informasi yang didapat. Digitalisasi perpustakaan yang merupakan peralihan bentuk cetak ke digital dapat mempermudah para pembaca baik dalam kancah nasional maupun internasional. Digitalisasi perpustakaan yang berupa perpustakaan digital memuat semua dokumen dengan bentuk digital seperti halnya e-book. Perpustakaan digital dapat dijadikan platform sumber literasi dan program literasi didalamnya. Salah satu bagian dari program literasi secara internasional yakni Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, mereka dapat menggunakan perpustakaan digital untuk mengakses segala informasi mengenai pengajaran Bahasa Indonesia bahkan budaya Indonesia sekalipun. Oleh karena itu, secara tidak langsung perpustakan dapat memainkan peran penting dalam mendukung internasionalisasi Bahasa Indonesia melalui literasi dan digitalisasinya. Peran perpustakaan dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia diantaranya dapat mempromosikan Bahasa Indonesia dalam kancah global, dapat menyelenggarakan program berkaitan literasi Bahasa yang dapat diakses dengan mudah secara internasional, dapat menjadi platform kepada pengguna asing untuk belajar mengenai Bahasa Indonesia.