Kembali
16
1
2023 LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan Vol 11 · 2 ISSN 2477-5320

Pengembangan Program Literasi melalui Database Google Scholar di Perpustakaan Sekolah

Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran; Universitas Padjadjaran

Abstrak

Literasi memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat modern yang selalu belajar di era yang menekankan pengetahuan, teknologi, dan informasi. Kemampuan literasi, yang meliputi kegiatan membaca, menulis, dan berpikir kritis, sangat berpengaruh terhadap perkembangan peradaban manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur atau narrative literature review mengenai program literasi di perpustakaan sekolah melalui database Google Scholar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelusuran database Google Scholar untuk mencari artikel ilmiah terkait dengan program literasi di perpustakaan sekolah dengan jumlah 10 rujukan yang terbit dalam rentang waktu 2013-2023. Penelitian ini membahas tentang program literasi di perpustakan sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa. Dalam implementasi program literasi, peran pustakawan sangat penting dalam pengelolaan perpustakaan sekolah. Program-program seperti lomba membaca, menulis, dan meresensi buku, serta kegiatan lainnya dirancang untuk membuat perpustaakn menjadi tempat yang menyenangkan dan menarik bagi siswa. Kesimpulannya penelitian program literasi di perpustakaan sekolah adalah program literasi di perpustakaan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat baca siswa. Pustakawan sebagai fasilitator dalam program literasi memiliki tanggung jawab yang signifikan dalam merancang dan mengimplementasikan kegiatan literasi yang menarik dan efektif.

Abstract

Literacy plays an important role in the lives of modern people who are always learning in an era that emphasizes knowledge, technology and information. Literacy skills, which include reading, writing, and critical thinking, are very influential in the development of human civilization. This research aims to conduct a narrative literature review on literacy programs in school libraries through the google scholar database. The method used in this research is a search of the Google Scholar database to find scientific articles related to literacy programs in school libraries with a total of 10 references published in the 2013-2023 timeframe. This research discusses the literacy program in school libraries that aims to increase students’ interest in reading. In implementing the literacy program, the role of librarians is very important in managing the school library. Programs such as reading, writing, and book review competitions, as well as other activities are designed to make the library a fun and interesting place for students. The conclusion of the research on literacy programs in school libraries is that literacy programs in school libraries have a very important role in increasing students’ interest in reading. Librarians as facilitators in literacy programs have significant responsibilities in designing and implementing interesting and effective literacy activities.
Keywords: Literacy Program · Impact Program Literacy · Librarian

Introduction

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi, kemampuan literasi menjadi semakin penting bagi para siswa dalam menghadapi tantangan dunia modern. Kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan yang baik menjadi landasan dalam proses pembelajaran dan peningkatan kompetensi siswa. Oleh karena itu, program literasi sekolah menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi siswa. Gerakan Literasi Sekolah adalah sebuah inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk mengubah sekolah menjadi lingkungan pembelajaran yang didasarkan pada kebiasaan membaca dan menulis, serta menciptakan anggota sekolah yang memiliki keterampilan literasi dalam berbagai bidang seperti membaca, menulis, matematika, sains, teknologi digital, keuangan, budaya, dan wawasan kewarganegaraan.1 . Program ini berlandaskan pada hasil survei internasional yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia secara keseluruhan lebih rendah dibandingkan dengan siswa dari negara-negara lain.2 Program literasi sekolah merupakan suatu program pendidikan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan literasi siswa di tingkat sekolah. Program ini mencakup berbagai kegiatan yang dirancang khusus untuk mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan siswa. Program literasi sekolah dapat diimplementasikan di semua jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas. Peningkatan literasi juga menjadi salah satu aspek kunci dalam perkembangan pendidikan di lingkungan sekolah. Program ini bertujuan untuk mendorong siswa dalam mengembangkan kemampuan membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan, yang merupakan dasar penting dalam proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk meningkatkan literasi siswa adalah melalui program literasi di perpustakaan sekolah. Perpustakaan sekolah dapat menjadi pusat pembelajaran yang mendorong minat baca, memperluas wawasan, dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap berbagai jenis teks. Program literasi sekolah juga dapat meningkatkan kemampuan sosial dan emosional siswa. Melalui kegiatan berbicara, mendengarkan, dan berkolaborasi dalam program literasi sekolah, siswa dapat mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan baik, bekerja sama dalam tim, dan mengenali emosi mereka sendiri serta emosi orang lain. Hal ini akan membantu siswa dalam menghadapi interaksi sosial dalam masyarakat dengan lebih baik. Tidak hanya itu, program literasi sekolah juga dapat membantu siswa dalam pengembangan kreativitas. Melalui kegiatan menulis kreatif, membaca cerita fiksi, atau membuat presentasi yang kreatif, siswa diberikan kesempatan untuk berimajinasi, berkreasi, dan berinovasi. Kemampuan kreativitas yang baik akan sangat berguna dalam menghadapi tantangan dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah memerlukan dukungan dalam mengembangkan budaya literasi, salah satunya dengan menyediakan media pendukung literasi untuk menciptakan lingkungan yang kaya akan teks, partisipasi aktif dari guru di sekolah diperlukan untuk melakukan pendampingan serta menciptakan model media yang sesuai dengan topik atau bidang yang bersangkutan3 . Dari hasil penelitian tersebut mendeskripsikan bahwa dalam melaksanakan program literasi di sekolah tidak bisa dilakukan secara langsung oleh siswa, namun juga membutuhkan dukungan dari berbagai media seperti misalnya guru. Kemampuan literasi membaca dapat diukur melalui indikatorindikator seperti jenis teks yang dibaca, seberapa sering bahan bacaan dipinjam, jumlah kegiatan literasi di sekolah, partisipasi dalam komunitas membaca, dan pemahaman siswa terhadap isi bacaan4 . Pada kedua rujukan terdahulu terdapat persamaan dan perbedaan dari masing-masing hal yang dibahas. Persamaan yang terdapat pada kedua tersebut yaitu pentingnya meningkatkan kemampuan literasi siswa di tingkat sekolah, serta upaya untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan program literasi. Sedangkan perbedaan kedua jurnal tersebut terdapat pada program literasi dapat terletak pada variabelvariabel yang diteliti, pendekatan atau metode yang digunakan, serta konteks dan lokasi penelitian. Penelitian yang dilakukan sebelumnya menitikberatkan pada evaluasi program literasi untuk siswa tingkat sekola menengah. Perbedaan lainnya tereletak di metode penelitian sehingga akan mempengaruhi hasil dan kesimpulan penelitian3 . Perbedaan kunci dalam penelitian ini adalah tidak hanya mengulas faktor-faktor yang memengaruhi program literasi di sekolah, tetapi juga mengeksplorasi program literasi yang mendorong minat baca siswa, peran pustakawan sekolah dalam program literasi, dan dampaknya terhadap prestasi akademik. Di samping manfaat akademik, program literasi di sekolah juga memberikan kontribusi dalam pengembangan kemampuan kritis dan analitis siswa. Siswa diberdayakan untuk memahami serta mengevaluasi informasi secara bijaksana, mempertanyakan asumsi, dan menyusun kesimpulan berdasarkan bukti yang ada. Penguasaan kemampuan kritis dan analitis ini menjadi aset berharga bagi siswa dalam menghadapi tantangan di dunia nyata. Penelitian ini menggunakan metode narrative literature review. tinjauan literatur adalah sebuah pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan dan merangkum intisari dari penelitian sebelumnya serta menganalisis pandangan para ahli yang tercatat dalam teks5 . Tinjauan literatur naratif adalah metode sintesis naratif yang digunakan untuk menggambarkan dan menyimpulkan secara kritis temuan dari literatur yang relevan dengan topik penelitian, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang topik tersebut. Selain itu, tinjauan literatur naratif tidak hanya merangkum literatur yang relevan, tetapi juga dapat memberikan wawasan mendalam dan pemahaman baru melalui sintesis literatur tersebut6 . Alasan penulis menggunakan metode narrative literature review adalah untuk menemukan informasi yang relevan dari penelitian sebelumnya, mencari informasi ter-update dari referensi terbaru, dan meningkatkan kredibilitas penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode studi literatur yaitu dengan mencari referensi dari sumber seperti jurnal dan artikel yang telah diterbitkan. Tahapan analisis data melibatkan langkahlangkah seperti menentukan topik penelitian, mencari sumber referensi, menyeleksi referensi agar tetap berasal dari penelitian terbaru, menganalisis pembahasan dalam referensi, dan menulis hasil analisis. Tabel.1. Data Penelitian Program Literasi Sekolah No. Bibliografi Data Penelitian Program Literasi Sekolah 1. Rosdiana, R., & Christiani, L. “ Peran Pustakawan Dinas perpustakaan dan kearsipan Kota Salatiga dalam Mengembangkan Literasi Dini Bagi Anak Taman Kanak-Kanak (TK).” Jurnal Ilmu Perpustakaan, Vol. 7 no. 4, (2018): 41-50 2. Muslim, B. “Peran pustakawan dalam meningkatkan literasi masyarakat”. Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan, Vol. 2 No. 2, (2018): 93-99 3. Tunardi, “Memaknai peran perpustakaan dan pustakawan dalam menumbuhkembangkan budaya literasi”. Jurnal Media Pustakawan, Vol. 23 no. 5, (2018): 65 4. Silvana, Hana, and Selly Setiani. “Peran Guru Pustakawan Dalam Peningkatan Minat Baca Siswa Pada Program Literasi Informasi.” EDUTECH 17, no. 2 (2018): 215 5. Handayani, I. P. “ Pengaruh program literasi terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 21 Surabaya”. Inspirasi Manajemen Pendidikan,.6 no. 3, (2018) 6. Ramopoly, I. H., & Zainuddin, H. “Pengaruh Program Literasi Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas III SDN 244 Inpres Bera Kabupaten Tana Toraja”. Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Vol.9 no. 3, (2020): 31-37 7. Rohman, S. “ Membangun budaya membaca pada anak melalui program gerakan literasi sekolah”. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar, Vol. 4 no. 1, (2017):151-174 8. Antoro, Billy, Endry Boeriswati, and Eva Leiliyanti. “Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Di Sekolah Menengah Pertama.” Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) 5, no. 1 (2021): 1–15 9. Joko, Bambang Suwardi. “Memperkuat Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Upaya Menumbuhkan Minat Baca Siswa SMA Di Balikpapan.” Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan 12, no. 2 (2020): 123–41 10. Nurkholis, A. “Program literasi sekolah: penguatan karakter literasi siswa Sekolah Dasar”. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), (2017): 79-85 Teknik analisis data dari penelitian mengenai Program literasi sekolah melalui database Google Scholar: Sebuah narrative literature review teknik analisis data yang digunakanya yaitu dengan cara mengumpulkan data-data yang berhubungan dengan topik dan permasalahan yang berkaitan dengan judul penelitian yang akan dibuat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan melakukan pengumpulan data yang tersedia, analisis data, penelitian ini akan dianalisis menjadi topik utama penelitian program literasi pada perpustakaan sekolah dengan beberapa pertanyaan yang telah disusun oleh penulis untuk di telusuri agar mendapatkan sumber informasi yang sesuai dengan rujukan penelitian yang akan dilakukan.

Discussion

Sebelum membahas lebih jauh tentang program literasi pada perpustakaan sekolah, kita akan memahami dulu apa itu perpustakaan. Sebagai institusi yang bertugas mengelola berbagai koleksi seperti karya tulis, karya cetak, dan karya rekam, perpustakaan beroperasi dengan tingkat profesionalisme yang tinggi dan mengikuti sistem yang telah ditetapkan. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan dalam bidang pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi para pengguna7 . Dengan kata lain perpustakaan adalah suatu institusi yang memiliki tanggung jawab dalam mengelola koleksi berbagai jenis karya, baik tulis cetak maupun rekam, dengan pendekatan profesional dan sistem yang terstandarisasi untuk memenuhi kebutuhan dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi para pengguna. Kegiatan literasi di perpustakaan sekolah mendukung tujuan eksistensi perpustakaan tersebut. Program literasi yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan keterampilan membaca dan menulis, tetapi juga melibatkan kemampuan berkomunikasi individu dalam konteks masyarakat. Literasi juga mencakup praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya. Oleh karena itu, merupakan hal yang penting bagi kita untuk mengajarkan nilai-nilai moral yang positif sejak dini. Proses pendidikan yang sejati bukan hanya tentang mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga melibatkan pengembangan kecerdasan emosional dan spiritual8 1. Program Literasi Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah memiliki peranan yang signifikan sebagai salah satu fasilitas penting untuk membantu meningkatkan literasi dan membentuk kebiasaan membaca yang baik pada siswa. Program literasi perpustakaan sekolah dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berpikir kritis pada siswa. Budaya literasi dan kemajuan pendidikan suatu negara saling terkait. Membaca memainkan peran yang sangat krusial dalam kemajuan suatu negara, sehingga tingkat pendidikan sebuah negara dapat tercermin dari kondisi sistem pendidikannya9 . Dengan adanya program literasi di sekolah akan mendukung kemajuan dalam bidang pendidikan. Untuk mendukung program literasi di perpustakaan sekolah tentu saja membutuhkan programprogram yang dapat menarik minat siswa untuk mulai membiasakan diri. Program literasi perpustakaan sekolah dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan literasi siswa, melalui penggunaan metode yang beragam, seperti pembelajaran berbasis buku, kegiatan promosi literasi, dan pelatihan keterampilan literasi. Seperti penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang mengkaji tentang berbagai program yang dapat dilakukan sekolah dalam mendorong minat baca siswa sekolah menengah atas sekitar kota Balikpapan10. Program yang dilakukan merupakan pembiasaan pagi. Siswa diharuskan membaca buku selama sepuluh menit sebelum mulai belajar, kemudian mengadakan lomba mengarang yang bertaraf tingkat sekolah ataupun tingkat kota10. Seperti dalam penelitian sebelumnya yang dilakukan di salah satu sekolah menengah pertama di Jakarta, terdapat sebuah sekolah di Jakarta yang juga melakukan kegiatan serupa dengan beberapa sekolah di Balikpapan. Kegiatan tersebut meliputi kebiasaan siswa untuk membaca selama lima belas menit sebelum memulai proses belajar, serta membuat ringkasan dari materi yang telah dibaca dengan waktu yang telah ditentukan. Kemudian sebanyak 71% siswa merasakan manfaat dari program literasi tersebut11. Kemudian penelitian yang dilakukan di sekolah dasar juga mengatakan bahwa hal pertama yang mendukung untuk kegiatan literasi di perpustakaan sekolah adalah lingkungan sekolah dan perpustakaan yang memadai dan ramah literasi8 . Manfaat program literasi perpustakaan sekolah meliputi peningkatan keterampilan membaca, minat baca, pengetahuan dan pemahaman, serta keterampilan berpikir kritis. Minat baca siswa dapat ditingkatkan melalui program literasi perpustakaan sekolah yang menyediakan bahan bacaan yang menarik, relevan, dan sesuai dengan minat dan tingkat bacaan siswa. Dengan minat baca yang tinggi, siswa akan lebih termotivasi untuk aktif membaca dan mengembangkan keterampilan membaca mereka. Selain itu, program literasi perpustakaan sekolah juga dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pengetahuan, dan pemahaman melalui kegiatan membaca dan diskusi buku. Dukungan dari pustakawan, guru, dan sekolah terkait juga merupakan faktor penting dalam keberhasilan program literasi perpustakaan sekolah. Dengan dukungan yang baik, siswa akan lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam program literasi perpustakaan sekolah dan meraih hasil yang optimal dalam pengembangan literasi para siswa. Lingkungan fisik merupakan faktor utama yang pertama kali diperhatikan dan dirasakan oleh anggota sekolah. Oleh karena itu, penting untuk menciptakan lingkungan fisik yang menyenangkan dan kondusif untuk kegiatan pembelajaran. Sekolah yang mendukung pengembangan budaya literasi sebaiknya menampilkan karya-karya siswa di berbagai area sekolah, seperti koridor, kantor kepala sekolah, dan ruang guru8 . Karya- karya literasi siswa yang dipajang di area sekitar sekolah tentu saja membuat para siswa akan semangat dalam melakukan program literasi. Kebiasaan melibatkan diri dalam kegiatan literasi di sekolah juga berdampak pada lingkungan rumah. Salah satu kegiatan yang mencolok adalah siswa mengurangi penggunaan gadget dan mengalihkannya ke kegiatan membaca buku10. Seperti penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang mengkaji tentang berbagai program yang dapat dilakukan sekolah dalam mendorong minat baca siswa sekolah menengah atas sekitar kota Balikpapan, isi buku tersebut kemudian menjadi topik diskusi antara siswa dengan orang tua di rumah. Untuk memperluas cakupan program literasi ini, keterlibatan yang proporsional dari guru, tenaga kependidikan, dan orang tua sangatlah penting. Masingmasing pihak dapat berperan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman bagi siswa untuk membaca buku kesukaan mereka, mengapresiasikannya melalui presentasi dan diskusi di kelas, serta menyediakan buku bacaan berkualitas baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini tentu saja membuktikan bahwa dengan adanya program literasi di perpustakaan sekolah memberikan berbagai dampak positif bagi para pelajar10. Dalam program literasi sekolah, guru juga memainkan peran penting sebagai fasilitator dan mentor bagi siswa. Guru dapat memberikan bimbingan dan arahan pada siswa dalam mengembangkan kemampuan literasi mereka. Di samping itu, guru juga dapat memberikan tanggapan yang bermanfaat dan membangun untuk membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan literasi mereka. Selain itu kegiatan literasi juga memberikan manfaat bagi guru yang mengajar di sekolah tersebut. Program literasi dapat meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar, khususnya dalam memberikan materi yang relevan dan menarik12. Secara keseluruhan, program literasi sekolah sangat penting untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan di era informasi saat ini. Program ini juga berperan dalam mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memahami berbagai jenis teks. Oleh karena itu, setiap sekolah perlu memberikan perhatian dan memperkuat program literasi sekolah guna mendukung pengembangan siswa secara holistik. Berdasarkan tiga penelitian sebelumnya, telah dikembangkan berbagai program literasi di perpustakaan sekolah untuk meningkatkan minat baca siswa. Program yang dilakukan harus di rancang semenarik mungkin agar dapat menambah semangat para siswa dalam literasi. Beberapa program tambahan dapat dilakukan di berbagai sekolah seperti misalnya, 1) Berdiskusi dengan teks, hal ini dapat membantu siswa lebih memahami banyak kosakata. 2) Kegiatan menulis kreatif, seperti lomba menulis puisi atau cerpen akan menambah kemampuan siswa dalam keterampilan menulis. 3) Melakukan pembacaan pada berbagai jenis teks memiliki manfaat yang signifikan dalam mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang informasi dan konsep yang terkandung dalam teks tersebut. Oleh karena itu, program literasi di perpustakaan sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan keterampilan literasi siswa. Melalui kegiatan yang dirancang secara kreatif dan menarik, program ini dapat membantu membangun minat baca siswa, meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berbicara para siswa. 2. Peran Pustakawan dalam Program Literasi perpustakaan sekolah Program literasi di perpustakaan sekolah yang sudah dirancang dengan baik tentu tidak akan berjalan dengan baik jika tidak ada faktor pendukung lain. Pustakawan sekolah berperan besar dalam meningkatkan kegiatan literasi di perpustakaan sekolah. Pustakawan memiliki peran kunci dalam merancang, mengelola, dan melaksanakan program literasi yang efektif. Peran pustakawan dalam program literasi perpustakaan sekolah sangat penting dan kompleks. Sebagai fasilitator pembelajaran literasi, promotor literasi, konselor literasi, penyedia sumber daya digital, dan kolaborator dengan guru dan staf sekolah, pustakawan memiliki tanggung jawab dalam mengelola perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi yang efektif. Dalam menjalankan perannya, pustakawan harus memiliki pemahaman yang baik tentang kebutuhan literasi siswa. Pustakawan dapat bekerjasama dengan guru untuk mengintegrasikan literasi perpustakaan dalam kurikulum sekolah, memberikan dukungan dalam pengajaran dan pembelajaran, serta merancang kegiatan literasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pustakawan juga dapat berkolaborasi dengan staf sekolah dalam mengadakan acara literasi, kampanye, atau kegiatan promosi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam program literasi. Sebagai seorang pustakawan yang bekerja sebagai pegawai Aparatur Sipil Negara, tanggung jawabnya meliputi peran sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas dalam menjalankan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Pustakawan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan kebijakan dan memberikan pelayanan publik secara profesional, tanpa terpengaruh oleh intervensi politik dan menjaga integritas dengan menjauhkan diri dari praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme13. Pustakawan saat ini dan di masa mendatang perlu terus meningkatkan kualitas diri mereka. Di era informasi ini, pustakawan memiliki tuntutan untuk menjadi profesional dan menjaga keahlian mereka agar tetap menjadi sumber informasi yang dipercaya. Mereka harus memiliki kemampuan dalam mengelola berbagai jenis media informasi yang tersedia saat ini, dan menyajikannya dengan baik kepada para pemustaka14. Sebagai administrator, tugas pustakawan adalah menyusun, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan sebagai bagian dari program literasi dini, seperti storytelling, pemutaran film, dan pembimbingan membaca. Pustakawan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan tersebut dijalankan dengan baik, sehingga informasi yang diperlukan oleh pemustaka usia dini dapat diberikan dengan efektif15. Peran pustakawan dalam program literasi di sekolah memiliki kepentingan yang besar. Program literasi informasi yang diimplementasikan di perpustakaan sekolah memiliki tujuan untuk meningkatkan minat baca siswa melalui berbagai kegiatan, seperti lomba membaca, menulis, meresensi buku, bercerita, dan sejenisnya. Kegiatan-kegiatan ini dirancang dengan tujuan menarik minat siswa agar lebih tertarik untuk mengunjungi perpustakaan16. Tugas pustakawan melibatkan tanggung jawab yang kompleks sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas dalam menjalankan tugas umum pemerintahan dan pembangunan nasional. Mereka berkomitmen untuk mengutamakan implementasi kebijakan dan memberikan pelayanan publik yang profesional, tanpa adanya campur tangan politik, serta menjaga integritas dengan bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pustakawan perlu terus meningkatkan kualitas diri, terutama dalam era informasi saat ini dan di masa depan, agar tetap dipercaya sebagai penyedia informasi yang kompeten dalam melakukan pengelolaan media informasi yang ada dan menyampaikannya kepada para pemustaka. Sebagai seorang administrator, pustakawan bertanggung jawab dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan dalam program literasi dini, seperti sesi bercerita, pemutaran film, dan pembimbingan membaca. Hal ini dilakukan dengan tujuan memastikan pemustaka mendapatkan informasi secara efektif. Sebagai seorang pustakawan harus memiliki berbagai kemampuan guna dapat dipercaya dalam mengelola media informasi yang ada. Pustakawan perlu memiliki kompetensi yang mencakup beberapa area, antara lain adalah 1) Pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi informasi dan komunikasi, pencarian informasi, ekonomi informasi, pengetahuan subjek spesifik, metode dan teori pedagogis, statistik untuk manajemen proyek, pemasaran, aspek hukum, dan metode evaluasi dan pengukuran. 2) Keterampilan individu seperti komunikasi, komitmen, adaptabilitas, perencanaan pribadi, motivasi belajar, manajemen stres, dan keterampilan pedagogis. 3) Sikap yang meliputi kemampuan dan kesediaan untuk berbagi pengetahuan, kerja sama dalam tim, mengatasi konflik, dan memiliki sifat humor. Pustakawan memiliki tugas sebagai edukator, manajer, administrator dan supervisor. Dengan demikian, sebagai seorang pustakawan, sangat penting untuk memiliki keterampilan yang sangat baik guna mendukung pelaksanaan program literasi di perpustakaan sekolah. Pustakawan juga berperan sebagai fasilitator dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan literasi, seperti membaca, menulis, berbicara, dan mendengarkan. Pustakawan memberikan dukungan kepada siswa dalam memilih bahan bacaan yang sesuai dengan minat dan tingkat literasi mereka, serta memberikan panduan dalam menginterpretasi teks dan memahami konten yang kompleks. Pustakawan juga berkolaborasi dengan guru dalam mengintegrasikan literasi ke dalam kurikulum, serta memberikan saran kepada guru dalam memilih bahan bacaan yang sesuai untuk kegiatan pembelajaran. Selain itu, pustakawan juga berperan dalam membangun hubungan positif antara siswa dan perpustakaan. Pustakawan menciptakan lingkungan perpustakaan yang ramah dan menarik bagi siswa, serta merencanakan acara dan kegiatan literasi yang menarik dan bermanfaat. Pustakawan juga berperan dalam mengenalkan siswa pada budaya membaca, menginspirasi minat baca, dan meningkatkan partisipasi siswa dalam program literasi. Pustakawan dapat berkolaborasi dengan guru dan staf sekolah dalam mengidentifikasi kebutuhan literasi siswa, mengukur hasil literasi, serta merancang evaluasi dan pengukuran keberhasilan program dan staf sekolah akan menciptakan sinergi dalam pengembangan program literasi yang efektif dan berkelanjutan di sekolah. Pustakawan juga dapat berperan sebagai konselor literasi bagi siswa. Pustakawan dapat membantu siswa dalam memilih bahan pustaka yang sesuai dengan minat, tingkat bacaan, dan tingkat kemampuan literasi mereka. Pustakawan dapat memberikan rekomendasi buku, membantu siswa dalam mengatasi kesulitan membaca atau memahami suatu bahan pustaka, serta memberikan panduan dalam menggunakan sumber daya pustaka yang tersedia. Pustakawan memiliki peran penting dalam memberikan dukungan dan motivasi kepada siswa yang kurang tertarik atau menghadapi tantangan dalam membaca dan literasi. Mereka juga terlibat dalam mengelola program literasi, seperti program bacaan yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa secara individual maupun kelompok. Selain itu, pustakawan bertugas sebagai fasilitator dengan tanggung jawab menyediakan koleksi bahan pustaka yang relevan dengan kebutuhan literasi siswa. Tugas mereka mencakup pemilihan, pengadaan, manajemen, dan peningkatan koleksi buku, majalah, koran, serta sumber daya digital di perpustakaan sekolah. Dalam hal ini, pemahaman mendalam tentang kebutuhan literasi siswa, kurikulum sekolah, dan perkembangan tren literasi sangatlah penting bagi pustakawan. Selain itu, sebagai konselor literasi, pustakawan juga dapat membantu siswa dalam memilih materi bacaan yang cocok dengan minat, tingkat bacaan, dan kemampuan literasi mereka. 3. Dampak Program Literasi Perpustakaan Sekolah Terhadap Prestasi Akademik. Seorang individu yang terlibat dalam kegiatan belajar akan mengalami perubahan dalam perilaku mereka. Dampak dari proses belajar tersebut akan terlihat dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman nilai-nilai. Dengan demikian, belajar memiliki potensi untuk membentuk dan mengembangkan kepribadian manusia secara keseluruhan dalam kehidupan mereka17. Dari kegiatan literasi itu sendiri akan meningkatkan keterampilan membaca dan menulis. Dengan mengakses bahan bacaan yang beragam di perpustakaan sekolah, siswa dapat melatih kemampuan membaca dan memahami teks, serta meningkatkan keterampilan menulis mereka melalui praktik menulis, seperti membuat ringkasan, resensi buku, atau esai. Keterampilan membaca dan menulis yang berkualitas sangatlah penting dalam meningkatkan pencapaian siswa di berbagai bidang akademik. Semakin sering siswa terlibat dalam kegiatan literasi, semakin besar potensi mereka untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yang menyatakan bahwa semakin intensif pelaksanaan program literasi memiliki dampak yang positif, maka akan semakin tinggi pula prestasi belajar yang diperoleh siswa. Sebaliknya, semakin rendah tingkat program literasi yang dilaksanakan, maka akan semakin rendah pula prestasi belajar yang diperoleh siswa18. Maka program literasi dalam perpustakaan seklah merupakan hal penting untuk mendukung prestasi akademik siswa, selain menambah wawasan juga menambah kemampuan dalam hal meningkatkan kosakata dan pemahaman bahasa siswa. Dengan membaca buku-buku dengan beragam tema dan genre, siswa dapat mengenal kosakata baru, melatih pemahaman kalimat dan teks, serta meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis. Pemahaman bahasa yang baik sangat penting dalam mendukung prestasi akademik siswa. Program literasi di perpustakaan sekolah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian akademik siswa. Melalui peningkatan keterampilan membaca, menulis, minat baca, motivasi belajar, kemampuan berpikir kritis dan kreatif, pengetahuan, dan kemampuan berbicara serta berinteraksi, program literasi perpustakaan sekolah tersebut dapat membantu siswa dalam mencapai prestasi akademik yang lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi sekolah dan pihak terkait untuk memperhatikan dan melibatkan program literasi perpustakaan sekolah sebagai bagian dari strategi pendidikan yang holistik untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Hasil penelitian di Semarang menunjukkan bahwa implementasi program literasi sekolah secara konsisten memiliki dampak positif terhadap prestasi akademik siswa, terutama dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika19. Di perpustakaan sekolah, terdapat berbagai program yang dapat diadopsi, salah satunya adalah program literasi. Tujuan dari program ini adalah meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan berbicara siswa. Program literasi di perpustakaan sekolah memiliki potensi untuk menggabungkan sejumlah kegiatanyangberbeda, seperti pembacaan buku, penulisan esai, diskusi buku, dan banyak lagi. Dalam penelitian ini, penulis akan mengkaji dampak dari program literasi di perpustakaan sekolah terhadap prestasi akademik siswa. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Handayani (2018) yang dilakukan di salah satu sekolah menengah atas menunjukan bahwa sebanyak 44,6% prestasi akademik siswa dipengaruhi oleh tingkat literasi. Hal ini membuktikan bahwa adanya program literasi di perpustakaan sekolah meningkatkan tingkat prestasi siswa. Pada penelitian yang dilakukan oleh Ramopoly & Zainuddin (2020) mengatakn bahwa semakin meningkatnya tingkat literasi, maka prestasi belajar akan semakin tinggi. Sebaliknya, jika tingkat literasi rendah, maka prestasi belajar siswa akan menurun. Bukti dari tiga penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa melalui implementasi program literasi di perpustakaan sekolah, dapat memberikan dukungan untuk peningkatan prestasi akademik siswa. Dengan adanya program literasi di perpustakaan sekolah memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi akademik siswa yaitu 1) Melalui program literasi, siswa mengalami peningkatan dalam kemampuan membaca yang secara signifikan melebihi kemampuan membaca siswa yang tidak terlibat dalam program literasi. Mereka memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap isi bacaan, mampu mengidentifikasi informasi penting, dan mengaitkannya dengan pengetahuan sebelumnya. 2) Meningkatkan kemampuan menulis, program literasi juga berdampak positif terhadap kemampuan menulis siswa. Para siswa yang terlibat dalam program literasi menunjukkan kemampuan menulis yang lebih unggul termasuk dalam hal struktur teks yang baik dan penggunaan bahasa yang tepat dan berkualitas serta kemampuan menyusun argumen yang koheren dan konsisten. 3) Meningkatkan minat dan motivasi belajar, program literasi di perpustakaan sekolah juga mempengaruhi minat dan motivasi belajar siswa. Siswa yang terlibat dalam program literasi menunjukkan minat yang lebih tinggi terhadap membaca, menulis, dan belajar secara umum. Mereka lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar di perpustakaan sekolah, serta meningkatkan partisipasi mereka dalam pembelajaran di kelas Program literasi terhadap prestasi belajar mendemonstrasikan bahwa program literasi berdampak positif pada prestasi akademik siswa. Dalam konteks perpustakaan sekolah, program literasi memberikan kesempatan tambahan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis mereka di luar kelas17. Program literasi juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman membaca mereka, memperluas pengetahuan mereka tentang berbagai topik, dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan analitis. Program literasi di perpustakaan sekolah turut berperan dalam meningkatkan minat baca siswa dan membantu mereka membentuk kebiasaan membaca yang positif. Dengan menyediakan akses kepada berbagai koleksi buku yang relevan, siswa diberi kesempatan untuk memilih bahan bacaan yang sesuai dengan minat mereka sendiri. Hal ini dapat meningkatkan motivasi siswa untuk membaca lebih banyak dan lebih sering. Di samping itu, program literasi di perpustakaan sekolah juga memberikan pengajaran kepada siswa mengenai literasi informasi. Ini melibatkan kemampuan siswa dalam mengakses, mengevaluasi, dan mengaplikasikan informasi secara efektif dan kritis dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.

Conclusion

Penelitian mengenai program literasi di perpustakaan sekolah ini dapat disimpulkan bahwa untuk mendukung keberhasilan program literasi di sekolah, diperlukan inisiatif yang menarik minat siswa agar mereka terbiasa membaca secara teratur. Beberapa program yang telah dilakukan di beberapa sekolah di Balikpapan dan Jakarta, seperti membiasakan siswa membaca sebelum belajar, mengadakan kegiatan mengarang, dan meresume bahan bacaan yang telah dibaca, serta menampilkan karya literasi siswa pada area sekolah agar membuat siswa semangat dan semakin tertarik. Selain itu, lingkungan fisik yang ramah literasi di sekolah juga menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan literasi di perpustakaan sekolah. Selanjutnya, program literasi yang dirancang dengan baik memerlukan peran aktif pustakawan sekolah, yang harus memiliki berbagai kompetensi seperti pengetahuan tentang teknologi informasi, keterampilan pedagogis, keterampilan individu, dan sikap yang bersedia untuk berbagi pengetahuan dan bekerja sama dalam tim. Dalam rangka meningkatkan kegiatan literasi di perpustakaan sekolah, beberapa program tambahan seperti berdiskusi dengan teks, kegiatan menulis kreatif, dan membaca beragam teks juga dapat dilakukan. Program literasi di perpustakaan sekolah tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik mereka. Selain itu, program ini juga memiliki dampak positif terhadap minat dan motivasi belajar siswa, serta membantu mereka membentuk kebiasaan membaca yang positif. Selain itu, program literasi di perpustakaan sekolah juga berperan dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis siswa, serta literasi informasi dalam era digital yang semakin kompleks. Kerjasama antara pihak sekolah dan pengelola perpustakaan sekolah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan program literasi. Dengan mengoptimalkan kolaborasi antara pustakawan, guru, dan orang tua, serta melibatkan partisipasi aktif siswa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program literasi, diharapkan dapat mencapai hasil yang maksimal dalam meningkatkan minat baca siswa, serta kemampuan mereka dalam membaca dan menulis. Melalui penggunaan database Google Scholar dalam program literasi perpustakaan sekolah, penelitian ini bertujuan untuk memberikan sumbangan dalam pengembangan dan peningkatan program literasi di perpustakaan sekolah melalui suatu tinjauan literatur naratif. Dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan program yang ada, mengembangkan dan mengimplementasikan pendekatan baru, serta menganalisis efektivitasnya. Harapan dari penelitian ini adalah dapat memberikan pemahaman baru yang dapat meningkatkan literasi siswa di lingkungan sekolah. Rekomendasi yang muncul dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi pihak sekolah. atau pengelola perpustakaan sekolah untuk mengoptimalkan program literasi mereka, dengan tujuan akhir meningkatkan keterampilan membaca, menulis, dan literasi informasi siswa.