Kembali
16
1
2024 Pabukon: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 1 · 1 ISSN PBK

Strategi Pengembangan Koleksi Fiksi Di Taman Baca Pitimoss Fun Library

Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung; Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Abstrak

Fiksi menjadi hal yang tak terlewatkan dalam pengembangan bahan pustaka di perpustakaan atau taman baca. Tidak hanya dijadikan sekedar hiburan fiksi juga dapat memberikan pengalaman serta motivasi bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stategi dalam pengembangan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library untuk memenuhi kebutuhan pemustaka. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi yang didorong dengan wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori branding menurut Carly Stac. Hasil penelitian yang didapat bahwa strategi pengembangan koleksi fiksi yang digunakan di taman baca Pitimoss Fun Library yaitu melalui promosi, pengadaan bahan pustaka, dan penyiangan bahan pustaka belum dilakukan secara sempurna.

Abstract

Fiction is something that cannot be overlooked in developing library materials in libraries or reading parks. Not only is it just entertainment, fiction can also provide experience and motivation for readers. This research aims to determine strategies for developing fiction collections at the Pitimoss Fun Library reading park to meet the needs of users. This research was conducted using qualitative methods with data collection techniques used, namely observation driven by interviews and documentation. The theory used in this research is branding theory according to Carly Stac. The research results showed that the fiction collection development strategy used in the Pitimoss Fun Library reading park, namely through promotion, procurement of library materials and weeding of library materials, had not been carried out perfectly.
Keywords: Collection · Devolepment · Library materials

Introduction

Fiksi memiliki peran untuk membangun wawasan pembaca melalui cerita imaginatif pengarang. Informaasi yang dikemas dengan cerita yang mengandung hiburan dapat meningkatkan pemahaman serta membangun karakter pembaca. Dengan begitu buku fiksi lebih banyak diminati kaum muda. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Universitas Nurul Huda, mahasiswa lebih memilih buku fiksi dibanding nonfiksi. Kesimpulan ini diambil dari 100 mahasiswa dengan persentase 75% peminat buku fiksi dan 25% peminat buku non-fiksi (Mufidah et al., 2023). Selain beralur hiburan, fiksi juga berpotensi memberikan dorongan atau motivasi untuk pemustaka. Karena setiap cerita yang ditulis pengarang pasti memiliki pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Menurut Nurgiyantoro (Ihsania & Ismayani, 2020), cerita fiksi sebagai bentuk dari sebuah karya sastra, menampilkan cerita tentang komponen misteri kehidupan dan dapat dipandang sebagai sebuah aspek isi. Artinya, bentuk isi ungkapan yang ingin disampaikan kepada para pembaca. Fiksi dikelompokkan berdasarkan faktornya seperti umur dan alur cerita. Fiksi dengan jenis umur saat ini lebih banyak ditemukan terutama buku fiksi remaja yang berpotensi mempengaruhi kehidupannya. Cerita yang digambarkan dengan berbagai suasana dapat membantu mengembangkan pengalaman dan emosi dalam diri seorang remaja. Terlebih emosi remaja yang masih tahap pubertas akan membantunya mengelola emosi dengan baik. Banyak alur cerita fiksi remaja bergenre romantis yang menarik minat pembaca. Terlebih banyaknya film Indonesia yang diangkat dari cerita fiksi seperti film “Dilan 1990” yang diadaptasikan dari novel karya Pidi Baiq. Kemudian film “Santri Pilihan Bunda” yang diadptasikan dari novel karya Salsyabila Falensia. Lalu film “Ayat-Ayat Cinta” yang diadptasikan dari novel karya penulis terkenal yaitu Habiburrahman El Shizary. Serta film terkenal terbitan tahun 2023 yang berjudul “Perahu Kertas” yang diadaptasikan dari novel karya Dewi Lestari. Dengan banyaknya film yang diaptasi dari cerita fiksi diharapkan dapat membantu meningkatkan keinginan masyarakat untuk membaca. Semakin banyak film yang diangkat dari cerita fiksi akan menunjukan bahwa cerita-cerita imajinasi di Indonesia semakin berkembang dengan baik. Maka masyarakat akan lebih penasaran pada cerita fiksi yang lainnya. Menurut Undang-Undang no. 43 tahun 2007 perpustakaan memiliki peran untuk menyediakan kebutuhan pendidikan, informasi, pelestarian, dan rekreasi bagi pemustaka. Saat ini peran perpustakaan sudah berkembang tidak hanya menjadi penyedia informasi tetapi menjadi tempat mencari hiburan. Taman baca masyarakat juga memiliki peran yang sama dengan perpustakaan. Taman baca masyarakat merupakan salah satu jenis perpustakan yang didesain menyenangkan agar masyarakat datang dan berlajar untuk meningkatkan pengetahuan. Koleksi buku yang tersedia di taman baca perlu diperhatikan agar sesuai dengan kebutuhan dan tidak membosankan masyarakat. Selain itu taman baca juga dibangun untuk memberantas buta huruf yang terjadi di Indonesia. Dengan adanya Taman bacaan masyarakat diharapkan akan memberikan motivasi warga masyarakat khususnya di lingkungan yang jauh dari akses pendidikan (Aulia, 2018). Taman bacaan masyarakat mandiri yaitu suatu taman baca masyarakat yang didirikan oleh perorangan atau komunitas sebagai bentuk kepedulian dan keinginan seseorang atau komunitas dalam rangka meningkatkan kualitas dan kemandirian masyarakat sekitarnya melalui penyediaan bahan bacaan (Wiyanto Yunus, 2020). Pitimoss Fun Library merupakan taman baca masyarakat terbesar di Bandung yang berdiri secara mandiri. Taman baca yang memiliki visi menjadikan kegiatan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan dan murah. Dengan mengusung konsep menghibur, nyaman, bersahabat, dan kekeluargaan diharapkan taman baca ini dapat menjadi rumah kedua bagi para pecinta buku. Koleksi yang dimilikinya sekitar 91.000 buku yang hampir seluruhnya koleksi fiksi; terdiri dari komik, novel dalam negeri, dan novel luar negeri yang telah dialih bahasakan. Koleksi fiksi yang dimiliki taman baca pitimoss sudah dimanfaatkan oleh pemustaka untuk mengisi waktu luang dalam kesehariannya. Sekitar 50 pemustaka setiap harinya datang ke taman baca Pitimoss untuk meminjam dan mengembalikan buku. Hafidz selaku staff oprasional Pitimoss menyatakan bahwa koleksi komik lebih banyak diminati atau dipinjam pemustaka terutama pecinta anime. Penyajian cerita yang dikemas dengan ilustrasi gambar membuat pembaca lebih berimajinasi. Selain itu ceritanya yang singkat sangat cocok untuk mengisi waktu luang. Dalam meningkatkan daya tarik pemustaka, taman baca Pitimoss Fun Library memiliki program yang ditawarkan pada anggota taman baca. Diantaranya program bebas baca pada setaip hari minggu dan hari libur nasional, pitimoss karya kamu sebagai wadah untuk menampilkan tulisan karya member, dan yang menarik setiap hari sabtu pemustaka akan menemukan kartu diskon didalam buku fiksi. Pengadaan bahan pustaka menjadi hal yang perlu diperhatikan untuk menarik minat membaca. Taman baca masyarakat sangat bergantung pada koleksi bahan pustaka dari segi jumlah dan kesesuaian dengan kebutuhan pemustaka. Sehingga pengelola perlu selektif dalam mengembangkan koleksinya untuk meningkatkan kualitas taman baca. Berdasarkan peminatnya yang tinggi maka pengembangan koleksi fiksi tidak boleh terlewatkan. Pengelola harus memastikan koleksi fiksi yang dimilikinya tetap sesuai dan menarik bagi pemustaka. Maka perlunya strategi untuk mengembangkan koleksi fiksi yang tersedia di taman baca Pitimoss Fun Library. Strategi yang dibuat harus meningkatkan minat kunjungan dan pelayanan yang menarik bagi pemustaka. Berdasarkan hasil penelitian mengenai strategi pengembangan koleksi fiksi yang digunakan oleh Perpustakaan SMA Negeri 1 Bangko Kabupaten Rokan Hilir yaitu melalui promosi, pengadaan bahan pustaka, dan weeding (penyiangan bahan pustaka) (Tusadiah et al., 2024). Pengadaan koleksi fiksi didapatkan dari hasil pembelian buku dengan uang denda dan sumbangan dari para alumni. Sedangkan dalam penelitian ini, pengadaan koleksi fiksi didapatkan hasil pembelian dengan uang hasil peminjaman serta denda dari buku koleksi. Penelitian lain yang dilakukan di taman baca Pitimoss Fun Library untuk memaksimalkan peran fiksi remaja terjemahan ialah dengan menjadikan perkembangan remaja sebagai kriteria pengadaan koleksi serta pemberian bimbingan dan rekomendasi bacaan yang sesuai dengan usia perkembangan dan usia kronologis pemustaka (Muliasari & Suhardini, 2017). Pengaruh fiksi dalam mengembangkan literasi juga dapat menjadi tujuan pengadaan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library. Pengaruh tersebut dibuktikan berdasarkan penilitian yang dilakukan di kalangan mahasiswa. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung menyukai buku bergenre fiksi dibandingkan genre lainnya. Maka dari itu, hasil tersebut membuktikan adanya pengaruh cerita fiksi terhadap budaya literasi (Ihsania & Ismayani, 2020). Kegiatan pengem-bangan koleksi yang selama ini berjalan harus mulai diperbaiki sejalan dengan adaptasi kebiasaan baru, jenis koleksi harus sudah mulai bergeser ke koleksi digital serta pelayanan berbasis on ine dengan menggunakan media sosial harus sudah mulai diterapkan (Wiyanto Yunus, 2020). Transisi membuat seluruh aspek tatanan perlu diubah tak terkecuali pengadaan koleksi di taman baca. Hingga saat ini taman baca perlu memiliki berbagai strategi untuk meningkatkan koleksi bahan pustaka agar menarik kembali pemustaka. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Strategi Pengembangan Koleksi Fiksi di Taman Baca Pitimoss Fun Library”. Dengan tujuan dari penelitiannya mengetahui koleksi fiksi yang dimiliki taman baca lebih bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat.

Method

Dalam penelitian tentang perkembangan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif adalah penafsirkan fenomena alamiah yang terjadi dengan teknik pengumpulan gabungan dan analisis data. Data yang digunakan adalah data-data kualitatif berupa pernyataan-pernyataan narasumber (informan) (Firmansyah et al., 2021). Pengelolaan data tersebut dilakukan setelah penelitian selesai. Perumusan penelitian dilatar belakangi oleh tujuan penelitian untuk mengetahui strategi yang digunakan dalam mengembangkan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library dalam memenuhi kebutuhan pemustaka. Penelitian ini menjadikan Taman Baca Pitimoss Fun Library sebagai subjek dan koleksi fiksi sebagai objek yang diteliti. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang didukung dengan wawancara kepada salah satu karyawan taman baca dan dokumentasi yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei dan 4 Juni 2024. Lokasi dari penelitian ini berada di Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung

Result & Discussion

Pada bagian ini akan memaparkan hasil penelitian yang telah dilakukan terkait “Strategi Pengembangan Koleksi Fiksi di Taman Baca Pitimoss Fun Library”. Berikut pembahasan mengenai pemanfaatan koleksi oleh pemustaka dan strategi pengadaan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library. Pemanfaatan Koleksi Fiksi oleh Pemustaka di Taman Baca Pitimoss Fun Library Taman baca Pitimoss Fun Library di Kota Bandung menyediakan berbagai koleksi fiksi pada pelayanan terhadap pemustaka seperti komik, novel, dan cerpen. Pada umumnya pemustaka datang untuk memanfaatkan koleksi fiksi yang tersedia guna mengisi waktu luang seperti menunggu orderan gojek atau menunggu anak pulang dari sekolah. Kebanyakan dari mereka tertarik pada koleksi komik karena sangat cocok dibaca dengan waktu yang singkat. Membaca fiksi juga dapat memberikan hiburan untuk menghilangkan bosan atau sekedar melepas penat dari kehidupan sehari-hari. Selain membaca buku, tak jarang taman baca Pitimoss Fun Library dijadikan sebagai tempat berdiskusi oleh para remaja dan mahasiswa. Pemanfaatan ini akan mengajarkan pada mereka untuk selalu mengisi waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat. Ada beberapa faktor yang mendukung pemanfaatan koleksi fiksi dapat berlangsung dengan baik, diataranya : a. Judul buku menjadi representasi isi dari cerita yang terkandung dalam buku fiksi. Cover buku yang mencolok dengan judul yang dikemas dengan bahasa yang singkat akan menumbuhkan rasa penasaran pada pemustaka. Sehingga mereka akan tertarik untuk membaca koleksi fiksi tersebut. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, judul koleksi fiksi yang dimiliki taman baca Pitimoss Fun Library sudah menarik minat pemustaka. Terutama koleksi komik Jepang dengan judul-judul yang terkenal seperti “Detektif Conan karya Gosho Aoyama” yang banyak ditemukan dengan berbagai volume, “One Piece karya Eiichiro Oda” serta “Naruto karya Masashi Kishimoto”. Dengan tersedianya koleksi tersebut sangat mempengaruhi pemanfaatan layanan koleksi fiksi yang ada di taman baca Pitimoss Fun Library. b. Orang yang menulis buku atau pengarang juga menjadi faktor pemanfaatan koleksi di taman baca Pitimoss Fun Library. Karya pengarang yang terkenal biasanya banyak digemari dan akan sering dicari. Koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library menyajikan berbagai buku karya pengarang terkenal seperti Tere Liye yang karya-karyanya banyak dicari karena menyajikan cerita yang menarik. Hal ini menumbuhkan kepercayaan dan rasa suka pembaca pada pengarang. Dengan penyajian koleksi fiksi karya Tere Liye tentunya mendorong minat pemustaka untuk datang ke taman baca Pitimoss Fun Library. c. Penyajian koleksi terbaru yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka akan menumbuhkan minat baca. Pembaruan koleksi tentunya akan menjadi hal yang penting terlebih pada koleksi buku fiksi yang banyak digemari. Pengelola taman baca Pitimoss Fun Library selalu mengikuti perkembangan koleksi fiksi untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi bahan pustaka. Seperti koleksi komik Detektif Conan yang selalu tersedia volume terbarunya. Karena pengelola menyadari jika saat ini koleksi fisik bersaing dengan koleksi digital yang tentunya banyak juga penggemarnya. d. Kesesuian koleksi fiksi dengan kebutuhan pemustaka menjadi hal perlu diperhatikan. Taman baca yang erat kaitannya dengan masyarakat tentunya koleksi bahan pustaka akan sangat berpengaruh terhadap minat untuk berkunjung. Kesesuaian koleksi juga menjadi tolak ukur tehadap pemustaka yang mencari informasi apakah koleksi yang tersedia sesuai dengan kebutuhan informasi pemustaka. Di taman baca Pitimoss Fun Library, banyak koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka. Mereka yang menacari buku keluaran terbaru atau informasi yang terkandung pada isi buku yang lama. Karena sebagian koleksi yang dimiliki taman baca Pitimoss Fun Library merupakan buku-buku yang terbitnya sudah lama. Strategi Pengadaan Koleksi Fiksi Di Taman Baca Pitimoss Fun Library Tentunya tujuan dari pengadaan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library untuk meningkatkan pemanfaatan koleksi bahan pustaka yang dimiliki. Dalam pengadaan koleksi bahan pustaka, teori branding memainkan peran penting dalam memberikan perspektif umum mengenai konsep dan penggunaan strategi pengembangan koleksi terutama koleksi fiksi. Teori branding tidak hanya memandang perpustakan sebagai gudang buku, tetapi sebagai merek yang memiliki nilai dan identitas tersendiri (Tusadiah et al., 2024). Strategi branding merupakan sebuah rencana untuk mencapai kesuksesan merek dari perusahaan dalam jangka panjang. Fungsi dari branding agar taman baca Pitimoss Fun Library memiliki daya tarik pemustaka serta berbeda dari taman baca lainnya. Sehingga akan membangun citra taman baca yang baik di mata pemustaka. Menurut Carly Stac, ada beberapa komponen untuk stategi branding yang komprehensif (Sari, 2020), yaitu : 1. Tujuan Setiap perusahaan pastinya memiliki tujuan yang ingin dicapai. Taman baca Pitimoss Fun Library memiliki misi untuk menjadikan taman baca terbesar di Indonesia dengan menyediakan sarana hiburan yang bermanfaat. Sehingga taman baca ini dapat dijadikan rumah kedua untuk para pecinta buku. Dengan adanya koleksi fiksi dapat menciptakan keberhasilan untuk mencapai tujuan serta keinginan pemustaka dalam memanfaatkan koleksi yang telah disediakan. Secara keseluruhan taman baca Pitimoss Fun Library saat ini sudah dijadikan tempat tujuan dalam mencari koleksi fiksi khususnya komik oleh pemustaka. 2. Konsisten Dalam meningkatkan nilai mutu perlunya menghindari halhal yang tidak berkaitan. Hal tersebut merupakan kunci dari konsisten dalam menjaga citra taman baca Pitimoss Fun Library.Strategi yang dilakukan taman baca ini yaitu melakukan pembelian tehadap koleksi yang terbaru khususnya fiksi komik. Dengan ini strategi ini koleksi bahan pustaka yang dimiliki akan lebih banyak dan dapat dinikmati oleh pemustaka. 3. Emosi Penguasaan emosi pengelola atau staff menjadi komponen penting dalam strategi menciptakan citra baik taman baca. Pemustaka tidak selalu memiliki emosi yang rasional membuat pengelola taman baca Pitimoss Fun Library harus memahami dan menguasai emosi. Karena banyak pengunjung atau pemustaka menilai taman baca dari pelayana yang diterima. Dari segi penguasaan emosi, staff ataupun pengelola taman baca Pitimoss Fun Library sudah baik. Menyambut pemustaka dengan senyuman dan menyapa dengan ramah merupakan bentuk ikatan emosiaonal yang dilakukan staff atau pengelola terhadap pemustaka. 4. Fleksibilitas Dengan perkembangan zaman yang semakin maju, tentunya taman baca perlu penyesuaian. Sebagai bentuk pendekatan dengan pemustaka, taman baca Pitimoss Fun Library menyediakan katalog kartu berbasis online untuk membantu pemustaka dalam mencari koleksi buku fiksi yang dibutuhkan. Katalog tersebut disajikan di web khusus taman baca yang hanya dapat diakses ditempat. Namun taman baca Pitimoss Fun Library saat ini tidak menyediakan koleksi digital. 5. Keterlibatan Staff Keterlibatan staff sangat berpengaruh dalam proses strategi branding. Jika staff atau karyawan ikut turut andil dalam pelayanan pemustaka maka akan membangun citra yang baik bagi taman baca. Terlebih ketika staff memberikan kesan yang baik dimata pemustaka maka akan berpengaruh terhadap pemanfaatan koleksi bahan pustaka di taman baca Pitimoss Fun Library. Perlunya komunikasi langsung terhadap pemustaka guna mengetahui informasi yang dibutuhkan. Layanan yang diberikan taman baca Pitimoss Fun Library yaitu layanan pengembalian dan peminjaman koleksi fiksi. Namun dari strategi pelayanan, taman baca Pitimoss Fun Library masih kurang baik dalam pelayanan melalui media online atau dalam melayani pemustaka secara langsung. 6. Loyalitas Loyalitas pemustaka menjadi hal yang perlu dicapai karena hal ini menguntungkan taman baca. Ketika pemustaka mecapai loyalitas maka akan senang datang ke taman baca Pitimoss Fun Library untuk memanfaatkan koleksi fiksi yang disediakan. Strategi untuk mencapai loyalitas pemustaka, taman baca Pitimoss Fun Library menyediakan tempat membaca dengan nyaman, wifi gratis, serta penjualan dan distribusi buku dengan potongan harga yang menarik. Selain itu taman baca ini juga menyediakan makanan serta minuman sebagai upaya memberikan pelayanan yang baik pada pemustaka. Pengembangan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library melalui kegaiatan promosi, pengadaan bahan pustaka, dan weeding (penyiangan bahan pustaka). 1. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan, dalam strategi promosi pengembangan koleksi bahan pustaka di taman baca Pitimoss Fun Library melalui komunikasi pada pemustaka. Karyawan akan memberikan informasi terkait koleksi fiksi yang tersedia serta koleksi fiksi yang paling diminati. Karyawan juga akan memberikan informasi terkait aturan dalam peminjaman dan pengembalian koleksi buku fiksi. Aturan tersebut mengharuskan pemustaka menjadi anggota taman baca Pitimoss Fun Library. Persyaratan menjadi anggota hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk serta membayar senilai Rp.40.000. Selain itu, aturan dalam keterlambatan mengembalikan buku dengan berupa denda sesuai buku yang dipinjam. Berdasarkan pada gambar 1, Menurut Hafid, setiap buku memiliki harga denda yang berbeda dan dihitung berdasarkan hari. Semakin lama usia buku maka denda akan lebih murah. Setelah melakukan promosi tersebut, jumlah minat 2. pemusataka yang datang lebih banyak dan mereka tertarik karena memiliki harga sewa buku yang murah. Gambar 1. Buku yang telah usang dengan keterangan sewa peminjaman 3. Dari hasil penelitian yang dilakukan, pengadaan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library berdasarkan kebutuhan pemustaka. Kebutuhan pengguna akan informasi masa kini semakin beraneka ragam. Kebutuhan pemustaka adalah suatu keperluan dari seorang pemustaka dalam mencari atau menelusuri informasi yang dibutuhkannya dengan menggunakan berbagai fasilitas layanan yang telah disediakan pada perpustakaan yang bersangkutan (D. K. Sari, 2020). Pengadaan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library hanya menggunakan metode pembelian. Pembelian koleksi berdasarkan kebutuhan pemustaka agar bahan pustaka tersebut dapat di display guna memenuhi kebutuhan informasi. Dalam kegiatan tersebut tentunya perlu memiliki anggaran yang cukup untuk pembelian setiap koleksi fiksi. Anggaran dalam pembelian koleksi fiksi dihasilkan dari peminjaman buku oleh pemustaka. Harga setiap buku yang dipinjam berbeda tergantung jenis buku fiksi. Selain itu denda dari pemustaka yang telat mengembalikan buku juga menjadi anggaran yang dapat membantu pembelian koleksi fiksi. Sebelum melakukan pembelian koleksi fiksi yang dilakukan satu minggu sekali, pengelola dan karyawan akan merencanakan pembelian terlebih dahulu. Jalur musyawarah mereka tempuh untuk mencapai kesepakatan bersama. 4. Weeding atau penyiangan bahan pustaka dilakukan dengan cara melihat dari koleksi yang paling dicari dan diminati pemustaka. Jika terdapat buku yang jarang atau bahkan tidak ada pembacanya sama sekali maka buku tersebut akan ditarik dari rak guna menyimpan koleksi yang baru. Koleksi tersebut kemudian dikumpulkan dan akan disumbangkan pada perpustakaan atau taman baca yang membutuhkan. Namun proses weeding di taman baca Pitimoss Fun Library belum sempurna. Tidak adanya kerja sama dengan perpustakaan atau taman baca lain membuat penumpukkan koleksi fiksi di rak. Berdasarkan gambar 2, setiap penyimpanan koleksi pada rak terlihat padat sehingga hal ini membuat pemustaka kesusahan dalam menarik koleksi. Gambar 2. Penempatan buku yang padat Dengan berbagai strategi yang disusun terdapat faktor yang menjadi mengembangkan dalam koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library. Tidak adanya kerjasama dengan perpustakaan atau taman baca membuat proses penyiangan terhambat. Karena tidak ada tempat yang dapat menampung koleksi yang sudah tidak jarang dibaca. Sementara itu, tidak ada rencana untuk mengadakan kegiatan atau kerjasama membuat pengembangan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library belum sempurna.

Conclusion

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasana tentang strategi pengembangan koleksi bahan pustaka di taman baca Pitimoss Fun Library Kota Bandung, penulis dapat mengambil kesimpulan terdapat beberapa hal yang mempengaruhi pengembangan koleksi fiksi di taman baca Pitimoss Fun Library diantaranya meningkatkan minat baca dengan memanfaatkan koleksi bahan pustaka yang tersedia serta membangun citra yang baik di mata mayarakat. Pemanfaatan koleksi fiksi berjalan dengan baik karena koleksi yang dimiliki taman baca selalu melakukan pembaruan sehingga menarik minat pemustaka. Selain itu sebagai daya tarik pengunjung, taman baca mengadakan berbagai program yang menarik untuk para anggota member. Dengan harapan melalui program tersebut dapat meningkatkan minat untuk berkunjung dan membaca di taman baca. Sehingga pengembangan koleksi fiksi akan selalu dilakukan sebagai bentuk pencapaian terhadap kebutuhan informasi pemustaka. Strategi yang dilakukan taman baca Pitimoss Fun Library dalam mengembangkan koleksi fiksi melalui cara promosi, pengadaan bahan pustaka, dan penyiangan masih belum sempurna. Faktor penghambat dari pengembangan koleksi yaitu penyiangan bahan pustaka yang belum dilakukan secara rutin. Sehingga koleksi yang lebih dibutuhkan tidak di display dan kebutuhan informasi pemustaka tidak terpenuhi. Perlunya kerja sama dengan taman baca lain atau melakukan program untuk penyumbangan buku yang sudah jarang di minati.