PENGELOLAAN BAHAN PUSTAKA DAN PELESTARIAN KOLEKSI LANGKA DI PERPUSTAKAAN PUSAT SURVEI GEOLOGI
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung; Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
Abstrak
Perpustakaan pusat survei geologi merupakan pusat utama untuk penyimpanan koleksi langka yang khusus dan bersejarah dalam bidang geologi. pusatinformasi ini dibawa oleh para ahli geologi belanda dengan berbagai dokumen dan publikasi penting tentang geologi wilayah Indonesia serta dokumentasi perkembangan ilmu kebumian. Terdapat tantangan dalam pengelolaan perpustakaan geologi yang terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Dan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan bahan pustaka termasuk klasifikasi, dan menelaah upaya pelestarian koleksi langka. Penelitian ini menggunakan Metode penelitian langsung serta wawancara dengan staf atau pengelola perpustakaan geologi. Subjek penelitian ini adalah 2 orang pengelola perpustakaan geologi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perpustakaan geologi telah menerapkan sistem pengelolaan bahan pustaka dengan menafaatkan teknologi informasi terkini. Namun, dari hasil penelitian terdapat beberapa temuan diantaranya Perpustakaan geologi mengalami keterlambatan dalam pengalihan klasifikasi dari manual ke sistem dengan pedoman UDC (universal decimal classification)karena kekurangan SDM dan pustakawan yang fungsional, hal ini berpengaruh terhadap perkembangan otomasi perpustakaan tersebut. serta upaya pelestarian koleksi langka yang masih menghadapi berbagai tantangan seperti penyimpanan yang kurang optimal, kurangnya tenaga ahli, hal ini menjadi alasan pendorong pihak pengelola perpustakaan geologi mengajukan kerja sama dengan perpustakaan nasional republik indonesia (perpusnas RI) untuk mengalih mediakan koleksi langka yang bertujuan untuk melestarikan dan menjaga koleksi langka tersebut.
Abstract
The geological survey central library is the main center for storing special and historical rare collections in the field of geology. This information center was brought by Dutch geologists with variousimportant documents and publications about the geology of the Indonesian region as well as documentation of the development of earth sciences. There are challenges in managing geological libraries which continue to develop along with advances in technology. And this research aims to understand the management of library materials, including classification, and examine efforts to preserve rare collections. This research uses direct research methods and interviews with geology library staff or managers. The subjects of this research were 2 geology library managers. The results of this research show that the geology library has implemented a library material management system by utilizing the latest information technology. However, from the research resultsthere were several findings, including that the geology library experienced delays in transferring classification from manual to a system with UDC (universal decimal classification) guidelines due to a lack of human resources and functional librarians, this affected the development of library automation. as well as efforts to preserve rare collections which still face various challenges such as less than optimal storage, lack of expert staff, this is the driving reason for geological library management to propose collaboration with the National Library of the Republic of Indonesia (Perpusnas RI) to transfer rare collections to media with the aim of preserving and maintain these rare collections.
Keywords:
Library
· rare collections
· collection preservation
· library materials
Introduction
Salah satu museum yang memiliki perpustakaan adalah museum geologi,yang bernama perpustakaan pusat survei geologi. Perpustakaan ini memiliki ciri khas yang unik dibandingkan perpustakaan lain yaitu menyimpan informasi tentang kebumian wilayah Indonesia dari masa kolonial hingga sekarang. Sehingga ciri khas ini menjadi objek yang menarik untuk diteliti pada penelitian ini. Perpustakaan tidak hanya berada di sekolah atau umum dan pendidikan, tetapi perpustakaan juga bisa berdiri di instansi informasi lain seperti di museum. Perpustakaan merupakan tempat pengelolaan informasi yang meliputi kegiatan utama yaitu pengumpulan, penyimpanan, dan pengelolaan, informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. (Kamariah Tambunan 2013). Tak hanya itu perpustakaan juga merupakan lembaga preservasi pengetahuan. Preservasi ini meliputi kegiatan pengumpulan , pemelihara, dan pengembangkan semua informasi pengetahuan atau gagasan-gagasan manusia dari masa ke masa (Ramadhan and Prijana 2024). Terutama pada perpustakaan khusus yang menyimpan informasi yang bernilai sejarah. Indonesia memiliki perpustakaan khusus yang menyimpan koleksi langka salah satunya perpusttakaan pusat survei geologi. Perpustakaan khusus merupakan perpustakaan yang berisi informasi di bidang tertentu yang bersangkutan dengan bidang tersebut serta untuk pemakaian tertentu pula (Kamariah Tambunan 2013). Di dalam perpustakaan geologi terdapat banyak koleksi langka tentang ilmu ke geologian di wilayah indonesia, peta peta kuno, yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan yang melekat. Buku buku ini berasal dari abad ke-19 berupa peninggalan para ahli geologi belanda, hingga laporan-laporan penelitian yang mengandung penemuan penemuan penting dalam sejarah ilmu geologi serta dokumen dan publikasi mengenai perkembangan ilmu kebumian. Perpustakaan khusus geologi berperan penting dalam mendukung kemajuan ilmu pengetahuan di bidang geologi. Terdapat koleksi-koleksi langka yang memiliki nilai sejarah yang sudah menjadi keharusan kita menjaga dan melestarikan koleksi tersebut. oleh karena itu koleksi perpustakaan yang langka memerlukan perhatian khusus mengingat nilai sejarah, budaya, dan intelektual penting yang melekat pada koleksi tersebut (Ramadhan and Prijana 2024). koleksi langka yang bernilai tinggi ini, seringkali dikelola secara berbeda dari koleksi lainnya, disimpan di tempat yang aman dan terkendali dengan kebijakan akses terbatas (Kilmarx et al. 2020). Dalam upaya pelestarian koleksi perpustakaan geologi melakukan alih media/ digitalisasi bahan pustaka langka dengan kerjasama perpusnas.Terlepas dari itu Perpustakaan pusat survei geologi pun mengahadapi tantangan yang signifikan dalam pengelolaan bahan pustaka mereka, karena keterbatasan sumber daya manusia. Perpustakaan pusat survei geologi kekurangan pustakawan yang memiliki keahlian khusus di bidang perpustakaan yang menyebabkan kesulitan dalam mengelola dan mengklasifikasikan koleksi yang sangat banyak dengan bahasa buku yang beragam. Selain itu, kekurangan sumber daya manusia juga membuat keterlambatan dalam mengikuti perkembangan teknologi informasi yang terbaru yang sangat diperlukan dalam pengelolaan perpustakaan modern. Oleh karena itu Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi pengelolaan bahan pustaka perpustakaan pusat survei geologi, aspek penting yang diamati mencakup, proses pengelolaan serta pelestarian koleksi langka. Selain itu, penelitian ini juga berusaha untuk mengindentifikasi tantangan yang dihadapi oleh perpustakaan khusus geologi, seperti keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia), keterbatasan anggaran, serta adaptasi terhadap perubahan teknologi.
Method
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan dekriptif, dengan mendeskipsikan hasil dari penelitian. Penelitian ini digunakan untuk mencari informasi tentang objek yang diteliti, seputar pengelolaan bahan pustaka, serta pelestarian koleksi yang ada di perpustakaan geologi. Penelitian ini dilakukan di perpustakaan geologi yang berlokasi di jalan diponegoro 57 Bandung, dengan waktu penelitian dilaksanakan pada Senin, 26 Mei 2024. Subjek yang terlibat 2 orang pengelola perpustakaan yaitu Ibu Imas sebagai pustakawan lama yang sudah bekerja selama 3 tahun sebagai pengelolaan di perpustakaan pusat survei geologi dan Ibu Imas Masitoh, sebagai pustakawan baru di perpustakaan pusat survei geologi yang baru bekerja selama tiga minggu. Objek yang sedang kami teliti yaitu pengelolaan bahan pustaka dan pelestarian koleksi langka. Pengumpulan data dilakukan dengan penelitian dan wawancara kelapangan. Dengan menggunakan perekam handphone dan alat tulis. Alat perekam ini digunakan saat berlangsungnya wawancara agar dapat mengulang kembali hasil wawancara untuk meminimalisir terjadinya kesalahan data karena lupa. Alat tulis yang digunakan pulpen dan buku, untuk mencatat semua hal ketika berlagsungnya dilapangan. Dalam pengumpulan data yang dilakukan dengan cara penelitian ,wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan penjelasan informasi yang lebih mendalam kepada pengelola perpustakaan yang tahu tentang bahan kajian yang sedang diteliti. Dan mengamati secara langsung ke perpustakaan geologi dengan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan data. Penelitian dilakukan juga untuk mengumpulkan data-data melalui pengamatan bagaimana perkembangan yang terjadi dilapangan. Serta dokumentasi berupa poto dan audio rekaman. Setelah melakukan penelitian dan wawancara, analisis data yang menjadi langkah penting selanjutnya. Peneliti mengambil sempel berupa transkip wawancara .Transkip ini menjadi sumber utama untuk menganalisis hasil penelitian dan wawancara pada saat itu. Dilakukan juga dengan mencari informasi lebih dari sumber internet lain untuk bahan laporan hasil penelitian. Setelah semua data terkumpul, peneliti kemudian menggunakan teknik trigulasi untuk memeriksa validitas data. Dalam penelitian ini, jenis trigulasi yang digunakan adalah trigulasi sumber, yang melibatkan pengumpulan data dari berbagai sumber dan mengubah rekam audio dari wawancara menjadi transkip.
Result & Discussion
Perpustakaan pusat survei geologi merupakan Perpustakaan khusus yang menyimpan informasi mengenai sejarah kebumian di Indonesia dan informasi mengenai museum geologi pada zaman belanda. Perpustakaan pusat survei geologi, yang merupakan bagian dari Badan Geologi di bawah Kementrian Energi dan sumber daya mineral. Berbagai informasi publikasi dan dokumentasi yang sangat berkaitan dengan geologi Indonesia, serta dokumentasi mengenai perkembangan ilmu kebumian dari masa lampau hingga sekarang, perpustakan ini mengumpulkan hasil kegiatan dari unit- unit di dalam badan geologi seperti hasil pemetaan geologi dan geofisika, serta berbagai laporan, jurnal, peta, bulletin, dan buku yang diterbitkan baik dalam maupun luar negeri. Salah satu koleks perpustakaan geologi yaitu peta besar. Peta merupakan produk paling utama yang dihasilkan oleh pusat survei geologi, terdapat peta peta geologi jawa, kalimantan dan sumatera serta peta geologi Indonesia. Selanjutnya perpustakaan pusat survei geologi pun menyediakan jurnal Indonesia dan luar negeri. Dan buku yang disediakan kurang lebih 1300 ekslempar yang terdiri dari buku umum tentang kebumian, buku anak- anak, dan referensi. Adapun beberapa contoh koleksi laporan penelitian yang ada di perpustakaan ini diantanya, Natuurkundig Tijdschrft Voor Nederlandsh, Jaarboek Van het Mijnwezen in Nederlandsch Indie, Verslagen en Mededeelingen Betreffende Indische Delfstofen, dan pembentukan pulau-pulau koral, dan Geology of the Netherlandsch East Indie. Pengadaan koleksi di perpustakaan pusat survei geologi, berkembang dan bertambah sangat cepat pada zaman belanda, Namun untuk saat ini perpustakaan geologi belum ada penambahan koleksi lagi. pengadaan koleksi perpustakaan ini dilakukan melalui hibah dari beberapa koleksi perpustakaan nasional adapun dari donasi dan sumbangan dari lembaga- lembaga yang memiliki informasi mengenai ilmu kebumian. Tidak hanya itu, para pegawai perpustakaan geologi pun terdapat seorang penulis yang berkontribusi menyimpan hasil karyanya di perpustakaan geologi. Koleksi- koleksi langka di perpustakaan geologi tentu memerlukan pengklasifikasian khusus yang dapat mengakomodasi perkembangan teknologi. Perpustakaan pun mengalami transformasi signifikan dari sistem manual ke otomasi. Begitu pun dengan perpustakaan pusat survei geologi, sebelumnya perpustakaan ini bergantung pada kartu katalog dan pencatatan manual untuk mengelola koleksi, dengan kemajuan teknologi perpustakaan geologi kini mengadopsi sistem otomasi yang menggunakan perangkap lunak khusus. Sistem otomasi merupakan penggunaan mesin, komputer dan berbagai peralatan elektronik lainnya untuk memudahkan dan melancarkan pengolahan perpustakaan (Sayekti and Mardianto 2019). Perpustakaan geologi menggunakan sistem otomasi berupa SLIMS (Senayan Library Management System) untuk mengelola perpustakaan. Namun, perpustakaan ini sedang dalam proses pengklasifikasian ulang koleksinya agar sesuai dengan pedoman klasifikasi terbaru yang mengacu ke perpusnas. Proses ini berjalan lambat karena keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia, menyebabkan proses automasi memerlukan waktu lebih lama. Untuk pengklasifikasian perpustakaan geologi mengunakan pedoman UDC (Universal Decimal Classification). Klasifikasi pedoman UDC merupakan jenis klasifikasi perpustakaan yang memberikan nomor klasifikasi dengan subjek yang dapat lebih dari satu (Saleh and Rahayu 2019). Oleh karena itu Keterbatasan Sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu perpustakaan. Dengan jumlah tenaga kerja yang terbatas, perpustakaan mengalami kesulitan dalam menjaga koleksi dan menghambat kecepatan proses pengolahan bahan pustaka perpustakaan tersebut. Di samping kekurangan sumber daya untuk mempercepat proses pengolahan dan pengklasifikasian koleksi, perpustakaan pusat survei geologi pun mengajukan permohonan bantuan pada perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada tahun 2023 untuk mengalih mediakan koleksi langka. Alih media merupakan perubahan bentuk tercetak menjadi bentuk digital atau elektronik (Asaniyah 2017).Sejauh ini telah ada 96 koleksi langka yang dialihmediakan dari tahap pengerjaan, yang kebanyakan berupa manuskrip atau naskah hasil tulis tangan mengenai kegeologian. Alih media ini merupakan salah satu upaya untuk perlindungan fisik koleksi tersebut. sehingga nantinya pemustaka dapat melihat koleksi dalam format digital yang tersedia di perpustakaan ( Aini Ayuningtyas: 2023). Kerja sama alih media antara perpusnas dan perpustakaan pusat survei geologi merupakan bentuk preservasi atau pelestarian koleksi bahan pustaka. Preservasi atau pelestarian koleksi langka tidak hanya dengan digitalisasi atau alih media, ada beberapa cara lain yang sebaiknya dilakukan untuk mencapai pelestarian yang ideal yaitu restorasi dan fumigasi. Restorasi ini merupakan perbaikan koleksi buku langka yang telah rusak agar masih bisa dimanfaatkan lagi oleh pemustaka.Sedangkan fumigasi merupakan pengawetan bahan Pustaka (Asaniyah 2017). Hal ini pemustaka di tuntut harus memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai standar yang berlaku. sebagaimana di jelaskan dalam Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permenpan) dan Reformasi Birokrasi (RB) No. 9 Tahun 2014 pada Bab X Pasal 33, pada ayat (1) menegaskan bahwa pustakawan yang ingin meningkatkan kompetensi dan profesionalisme, pustakawan yang akan naik jabatan harus mengikuti dan lulus uji kompetensi (sukirno 2014).Sedangkan pada ayat (2) menyatakan bahwa ada pengecualian dari uji fikasi kompetensi. untuk meningkatkan kompetensi pustakawan dengan mengacu Permenpan dan RB No. 9 yaitu melakukan sertifikasi pustakawan. Proses sertifikasi dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pustakawan. Pustakawan geologi yang sudah bersertifikat hanya ada 4 Orang ahli, hal ini sangat cukup kurang untuk jumlah pustakawan yang bersertifikat untuk mendukung kegiatan preservasi koleksi langka. Dan Pelaksanaan kegiatan preservasi secara fumigasi sempat dilakukan, namun hanya berjalan sebentar dikarenakan kurangnya anggaran dan kekurangan sumber daya manusia, yang ahli dalam hal ini. Akan tetapi untuk saat ini perpustakaan geologi sedang proses digitalisasi/alih media koleksi langka yang sudah mulai rusak karena umurnya yang terlalu lama. Sehingga pemustaka di fokuskan dulu untuk menyelamatkan koleksi koleksi langka tersebut. Kerjasama alih media tersebut memberikan manfaat terhadap perpustakaan dan pustawan geologi, terutama dalam hal pengolahan data preservasi.dan manfaat untuk pustakawan yang memperoleh pengetahuan baru tentang digitalisasi atau alih media bahan pustaka. Namun, manfaat dari kerjasama ini belum sepenuhnya dirasakan oleh pemustaka, mengingat proyek ini memerlukan jangka waktu panjang untuk penyelesaiannya dan masih berada dalam tahap pengembangan. Tantangan dalam teknis pelaksanaan dan kebutuhan sumber daya yang besar menjadi faktor yang memperlambat realisasi manfaat langsung bagi pengguna perpustakaan. Saat ini koleksi langka belum bisa diakses secara online. Platform website perpustakaan masih dalam tahap pengembangan, dan komputer untuk mengakses koleksi langka tersebut juga masih belum memadai. Pengolahan bahan pustaka dan pelestarian koleksi langka di Perpustakaan Pusat Survei Geologi masih menghadapi beberapa tantangan yang signifikan. Salah satunya kurangnya pemanfaatan teknologi digital untuk pelestarian dan pelestarian koleksi, yang menyebabkan terbatasnya akses dan risiko kerusakan fisik. Selain itu, metode konservasi yang sering digunakan tidak sesuai dengan standar internasional, sehingga mengancam kelestarian koleksi langka yang berharga. Keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dan anggaran yang masih kurang juga menjadi kendala serius dalam memastikan pengolahan dan pelestarian bahan pustaka berjalan optimal. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan peningkatan investasi di bidang teknologi, pelatihan staf, dan kebijakan pengembangan yang lebih komprehensif dan berkelanjuan.
Conclusion
Pengelolaan bahan pustaka dan pelestarian koleksi langka di perpustakaan geologi memerlukan strategi dan perhatian khusus. Pengelolaan yang efektif mencakup sistem katalog yang terintegrasi, digitalisasi koleksi untuk meningkatkan aksesibilitas, serta pemeliharaan rutin untuk mencegah kerusakan fisik pada bahan pustaka. Pelestarian koleksi langka memerlukan upaya sumber daya yang memadai untuk memastikan bahwa dokumen-dokumen berharga ini tetap tersedia bagi generasi mendatang. Selain itu, pengembangan SDM yang memiliki keahlian khusus dalam pengelolaan bahan pustaka geologi sangat penting untuk mendukung upaya pelestarian ini. Dengan pendekatan yang tepat, perpustakaan geologi dapat menjaga warisan ilmiah dan budaya yang tak ternilai, sambil terus mendukung penelitian dan pendidikan di bidang geologi. pengelolaan perpustakaan geologi memerlukan perhatian serius dan perbaikan dalam berbagai aspek, terutama dalam hal aksesibilitas dan kualitas sumber daya manusia. Sistem katalog yang terintegrasi, digitalisasi koleksi, dan pemeliharaan yang berkelanjutan adalah langkahlangkah penting untuk meningkatkan akses dan kualitas informasi yang tersedia bagi pengguna. Selain itu, pengembangan SDM yang kompeten dan terlatih khusus dalam ilmu geologi sangatlah penting untuk memastikan pelayanan yang efektif dan efisien. Investasi dalam pelatihan dan kesejahteraan staf perpustakaan akan meningkatkan kualitas pengelolaan dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi peneliti dan mahasiswa. Dengan demikian, perpustakaan geologi dapat berfungsi sebagai pusat informasi yang handal dan mendukung kemajuan ilmu pengetahuan. Perpustakaan ini juga mencerminkan tantangan modernisasi dengan mengadopsi sistem otomasi untuk mengelola bahan pustaka dan koleksi langka mereka, meskipun prosesnya terhambat oleh keterbatasan sumber daya manusia. Dengan demikian, upaya dilakukan untuk meningkatkan efesiensi pengolahan data pengklasifikasian koleksi dengan bantuan pusat preservasi dan alih media perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang sudah menjadi tugasnya untuk menjaga dan melestarikan koleksi- koleksi langka yang berisikan informasi penting dan bersejarah. Preservasi dan alih media perpustakaan nasional juga menunjukan komitmen mereka terhadap pemeliharaan dan aksesibilitas informasi geologi.