Ruang Lingkup Layanan Referensi di Perpustakaan Umum Daerah Sumedang
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung; Universitas Padjadjaran
Abstrak
Tujuan penelitian untuk menganalisis ruang lingkup layanan referensi di Perpustakaan Umum Daerah Sumedang yang mencakup sumber informasi, jenis layanan, fungsi layanan, alur kerja seorang pustakawan, pertanyaan yang sering diajukan oleh pemustaka, bantuan penelusuran literatur, kompetensi seorang pustakawan, peran seorang pustakawan, aspek fasilitas, serta evaluasi dari hasil kinerja seorang pustakawan yang terdapat di layanan referensi. Layanan merupakan ujung tombak dari perpustakaan. Berhasil atau tidaknya perpustakaan dapat dilihat dari kualitas layanannya. Menggunakan penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskrptif; tempat penelitian: Perpustakaan Umum Daerah Sumedang, Jalan Situ, Sumedang Utara, Sumedang Regency, Provinsi Jawa Barat : Ibu Ajeng Inten Legi Novita Sarip; waktu penelitian : tanggal 14 Desember 2024. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ruang lingkup layanan referensi di perpustakaan ini sudah dilakukan dengan baik, meskipun masih terdapat kendala dari minimnya jumlah tenaga sumber daya manusia yang perlu ditingkatkan. Perpustakaan Umum Daerah Sumedang berhasil menjalin kerjasama dengan beberapa lembaga perpustakaan yang ada di Bandung seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat (Dispusipda).
Abstract
The purpose of the study was to analyze the scope of reference services at the Sumedang Regional Public Library which includes information sources, types of services, service functions, workflow of a librarian, questions frequently asked by users, literature search assistance, competence of a librarian, the role of a librarian, aspects of facilities, and evaluation of the results of a librarian’s performance in reference services. Services is the spearhead of the library. The success of failure of the library can be seen from the quality of its services. Using qualitative research with descriptive approach method; research place; Sumedang Regional Public Library, Situ Street, North Sumedang, Sumedang Regency, West Java Province: Mrs. Ajeng Inten Legi Novita Sarip: research time: December 14, 2024. The results of the study show that the scope of reference services in this library has been carried out well, although there are still obstacles from the lack of human resources that need to be improved. Sumedang Regional Public Library successfully cooperated with several library institutions in Bandung such as the West Java Provincial Library and Archives Office (Dispusipda).
Keywords:
Collections
· Information
· and Sumedang Regional Public Library
Introduction
(Putra;, 2001) mengemukakan bahwa perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang menyediakan koleksi buku-buku untuk menyimpan berbagai informasi baik yang berupa cetak maupun non cetak. Perpustakaan Umum Daerah Sumedang merupakan tempat yang menyediakan koleksi bahan Pustaka untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat sumedang. Perpustakaan tersebut bertempat di alamat Jalan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang yang berlokasi di pusat kabupaten Sumedang dengan berbagai jenis koleksi seperti: koleksi referensi, khusus, lokal, dan lain sebagainya. Kabupaten Sumedang merupakan sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten sumedang terdiri atas 26 kecamatan, 7 kelurahan, dan 270 desa. Kota ini meliputi kecamatan Sumedang Utara dan Sumedang Selatan yang dilintasi jalur utama Bandung sampai Cirebon. Perpustakaan Umum Daerah Sumedang juga menyediakan jenis pelayanan informasi berupa perpustakaan keliling untuk memperkenalkan buku-buku dan bahan pustaka lainnya kepada Masyarakat Sumedang, sehingga dapat meminimalisir kesenjangan informasi bagi masyarakat sekitar. Perpustakaan umum daerah ini terbuka untuk masyarakat umum baik yang berasal dari sumedang maupun di luar sumedang agar mereka bisa memenuhi kebutuhan informasi dan rujukan dengan efektif. Perpustakaan umum daerah ini tentu mempunyai program kerja yang berkaitan dengan perpustakaan lainnya. Perpustakaan tersebut memiliki target sasaran dalam memenuhi fungsi kebutuhan bagi masyarakatnya bahwa mereka adalah pusat informasi yang berguna untuk melestarikan naskah kuno tentang budaya yang terjadi di masa lampau dan masa kini sehingga dapat mendorong kreativitas masyarakat bagi penggunanya. Perpustakaan Umum Daerah Sumedang juga sudah memiliki beberapa program kerja yang sesuai dalam penyelenggaraan fungsinya. Program kerja tersebut dapat dilihat dari layanan sirkulasi untuk peminjaman koleksi bahan pustaka, perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat sumedang secara lebih luas, mengadakan kegiatan literasi yang mencakup dengan mendongeng bagi anak-anak hingga bekerja sama dengan beberapa institusi atau lembaga perpustakaan yang ada di Bandung seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat.
Method
Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. (Dr. SUGIONO, 2019) mengemukakan bahwa, “metode penelitian deskriptif adalah penelitian yang dilakukan dengan jelas seperti melakukan observasi (pengamatan) dalam mengamati objek yang diamatinya untuk memperoleh hasil yang sesuai dan dapat dipertanggung jawabkan.” Secara lebih spesifik, yang menjadi subjek penelitian yaitu Ibu Ajeng Inten Legi Novita Sarip yang merupakan seorang pustakawan di Perpustakaan Umum Daerah Sumedang. Pustakawan tersebut memberikan berbagai informasi yang berkaitan dengan Perpustakaan Umum Daerah Sumedang. Objek penelitian dari hasil wawancara ini yaitu berisi tentang sumber informasi, jenis layanan, fungsi layanan, alur kerja seorang pustakawan, pertanyaan yang sering diajukan oleh pemustaka, bantuan penelusuran literatur, kompetensi seorang pustakawan, peran seorang pustakawan, aspek fasilitas, serta evaluasi dari hasil kinerja seorang pustakawan yang terdapat di layanan referensi. Penelitian ini dilaksanakan pada Sabtu, 14 Desember 2024, pukul 14.30 sore sampai dengan selesai. Lokasi penelitian di Perpustakaan Umum Daerah Sumedang, lebih tepatnya di Jalan Situ, Sumedang Utara, Sumedang Regency, Provinsi Jawa Barat.
Result & Discussion
Sumber Informasi yang terdapat di Layanan Referensi Menurut (Santoso, 2021) koleksi perpustakaan adalah pengumpulan total koleksi-koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan, lalu diinput ke dalam katalog agar pemustaka mudah mengakses. Hal tersebut mempunyai makna bahwa pemustaka dapat memanfaatkan perpustakaan umum daerah ini untuk memenuhi kebutuhan berupa ilmu pengetahuan yang dapat memperluas wawasan. Dalam undang-undang nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dapat dikatakan bahwa perpustakaan umum juga mengawasi seluruh pemustaka tanpa pandang bulu sehingga konsep inklusi sosial yang terjadi sangat berhubungan dengan perpustakaan tersebut. Untuk jenis Koleksi yang ada di Perpustakaan ini sesuai dengan standar referensi yang ada di perpustakaan umum lainnya seperti: ensiklopedia, kamus, dan skripsi (yang masih terdapat beberapa koleksi yang belum dipindahkan. Namun, skripsinya sendiri masih campuran dari berbagai universitas, sehingga beberapa hari yang lalu perpustakaan ini mendapatkan jumlah tambahan skripsi yang berasal dari IPDN). Skripsi yang ada di perpustakaan ini tidak langsung semuanya dipajang, tetapi skripsi disini dipajang secara bergiliran agar pemustaka tidak merasa bosan terhadap koleksi yang ditampilkan. Pada intinya standar referensi yang sesuai akan diletakkan pada bagian layanan referensi itu sendiri. Kamus-kamus selain bahasa pun juga sudah diletakkan pada bagian layanan referensi. Jadi, bukan hanya kamus tentang bahasa saja tetapi juga ada kamus lain seperti kamus bahasa hukum dan lain sebagainya. Gambar 1. Koleksi di Layanan Referensi Pada umumnya koleksi yang ada di layanan referensi ini tidak dapat dipinjam karena koleksinya pun langka. Tetapi untuk sistemnya layanan referensi di perpustakaan sumedang ini menggunakan sistem yang open access (siapapun bisa mengakses koleksi tersebut, baik koleksi berupa ensiklopedia, kamus, naskah kuno, kliping berita, dan lain sebagainya. Yang terpenting pemustaka dapat menjaga sikap dengan bijak dan mematuhi peraturan yang terdapat di Perpustakaan ini) karena sumber daya manusianya yang terbatas. Koleksi layanan referensi di perpustakaan ini terletak di lantai dua dengan tujuan agar pustakawan dapat dengan mudah dalam memberi tahu keberadaan layanan referensi kepada pemustaka yang benar-benar sudah paham. Perpustakaan kabupaten sumedang juga bekerja sama dengan Arsip Sumedang seperti contohnya Arsip Sumedang membuat asrip tentang sejarah-sejarah yang nantinya hasil arsip sejarah tersebut akan diletakkan di perpustakaan kabupaten sumedang. Jenis Layanan Referensi yang disediakan Menurut (Mardiyanto & Syafrizal, 2021) Layanan Referensi adalah jasa yang disediakan oleh perpustakaan untuk pemustaka dalam mencari dan memenuhi kebutuhan informasi. Layanan ini termasuk bagian khusus untuk menyajikan koleksi referensi kepada pemustaka. Jenis Layanan referensi yang terdapat di Perpustakaan Sumedang ini dapat digolongkan yang sesuai dengan jenis-jenisnya yaitu: 1. Layanan Reader’s Advisory Menurut (Yunita & Nawafella Alya parangu, 2023) Layanan Reader’s Advisory adalah layanan yang digunakan untuk memilih karya terbaik yang berhubungan dengan koleksi dan kebutuhan pemustaka. Layanan ini berfokus kepada pemustaka dewasa yang berusia 15 tahun ke atas hingga lansia untuk membantu mereka dalam mencari kebutuhan informasi di waktu luang. Dalam observasi ini, layanan reader’s advisory yang digunakan oleh Perpustakaan Umum Daerah Sumedang ini berupa semua pustakawan perlu menanyakan terlebih dahulu sumber informasi apa yang sudah dicari oleh pemustaka. Apabila pemustaka tersebut masih belum menemukan informasinya atau belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan, maka nanti pustakawan yang akan menjawab pertanyaan tersebut hingga pemustaka memiliki kepuasan terhadap informasi yang dicari. 2. Layanan Instruction Seperti yang diungkapkan oleh (Putri, 2024) Layanan Instruction yaitu layanan yang diberikan oleh pustakawan untuk memberikan petunjuk yang berhubungan dengan penelusuran sumber informasi yang dicari oleh pemustaka. Jenis layanan ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung, pustakawan memberikan petunjuk dengan cara yang umum seperti bertatap muka di dalam kelas atau melalui pelatihan khusus. Sedangkan secara tidak langsung, pustakawan dapat memberikan petunjuk dengan cara berkomunikasi melalui email atau media komunikasi lainnya. Dalam observasi ini, layanan instruction yang digunakan oleh Perpustakaan Umum Daerah Sumedang berupa pemberian arah dan pengajaran serta membantu dalam menemukan koleksi yang tersedia di rak bagian layanan referensi. Kegiatan tersebut hanya bisa dilakukan secara tatap muka (offline) saja, karena perpustakaan sumedang tidak bisa menyediakan layanan secara online. 3. Layanan Literacy Programs Menurut (Krisdiantoro et al., 2022) Layanan Literacy Programs merupakan layanan penelusuran informasi yang berhubungan dengan koleksi perpustakaan. Perpustakaan Sumedang ini menggunakan layanan literacy programs berupa pemberian motivasi kepada masyarakat agar gemar membaca, serta mampu memenuhi kebutuhan pemustaka secara cepat, tepat, dan cermat. 4. Layanan Outreach and Marketing Layanan Outreach and Marketing merupakan layanan umpan balik kepada pemustaka. Misalnya: selama ini pemustaka yang selalu mendatangi perpustakaan, namun kini sudah saatnya pustakawan memainkan trik menjemput bola dengan mendatangi masyarakat. Perpustakaan Umum Daerah Sumedang ini melakukan layanan Outreach and Marketing dengan cara mengadakan kegiatan perpustakaan keliling ke daerah sekitar sumedang, karena perpustakaan keliling merupakan bagian dari perpustakaan umum daerah yang mengunjungi pembacanya dengan menggunakan kendaraan darat. Layanan tersebut dijalankan oleh seluruh pustakawan yang ada di perpustakaan sumedang ini secara bergilir sesuai jadwal yang sudah dipegang oleh masing-masing pustakawan. Karena minimnya sumber daya manusia, sehingga beberapa staf pustakawan masih harus memegang semua layanan yang ada di perpustakaan ini. Apabila terdapat anak-anak yang sedang melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL), serta magang biasanya akan terbantu untuk bisa menetap dalam menjaga layanan referensi yang ada di perpustakaan ini. Ketika ada pemustaka yang menanyakan soal informasi yang berkaitan dengan layanan referensi, maka akan dibantu oleh pustakawan yang berlatar belakang S1 Ilmu Perpustakaan agar dapat memenuhi kebutuhan informasi yang dibutuhkan sehingga pemustaka dapat merasakan kepuasan untuk berkunjung kembali ke Perpustakaan Sumedang. Pustakawan Menjalankan Fungsi Layanan Referensi Perpustakaan sebagai lembaga yang berusaha untuk memberikan layanan terbaik bagi pemustakanya yang membutuhkan informasi. Menurut (Bahesty, 2023) Informasi adalah bagian yang memungkinkan untuk mengkaji format dari berbagai sumber secara efektif dan menjadi kemahiran yang harus dipahami oleh semua pihak baik dari pustakawan maupun pemustaka. Pelayanan Perpustakaan diartikan sebagai pemimpin dalam memberikan jasa pelayanan perpustakaan yang selalu berhubungan dengan pemustaka. Pada akhirnya, pelayanan perpustakaan akan selalu membantu pemustaka dalam memenuhi kebutuhan informasinya secara cepat dan efektif melalui bahan pustaka dan mesin pencari yang dimiliki. Pada umumnya, perpustakaan disini memiliki fungsi yang sama tetapi yang paling ditekankan adalah meliterasi tentang seperti apa referensi tersebut yang merupakan hal tersulit bagi masyarakat karena mudah lupa. Pada akhirnya fungsi referensi di perpustakaah ini yaitu adalah pustakawan bilang bahwa buku-buku yang isinya paling direkomendasikan, khususnya untuk buku tentang penelitian, ensiklopedia, dan sebagainya itu biasanya langsung ditarik ke fungsi layanan referensi karena koleksinya yang khusus atau eksklusif. Alur Kerja yang dilakukan oleh Pustakawan Dalam melayani pemustaka yang datang ke koleksi referensi, kita harus bisa memahami keinginan dari pemustaka tersebut. Biasanya pemustaka akan bertanya kepada pustakawan, ada mekanisme kerja yang harus diperhatikan oleh para pustakawan atau petugas referensi demi kelancaran serta kesempurnaan unit referensi. Menurut (Muhamad Bisri Mustofa, Mutiara Cahyani Putri, Siti Wuryan, 2021) komunikasi yang terjadi secara efektif antara pustakawan dengan pemustaka mampu meningkatkan pekerjaan seorang pustakawan sehingga kinerja yang telah direncanakan dapat mencapai tujuan. Sementara itu alur yang dilakukan oleh pustakawan layanan referensi di perpustakaan umum daerah sumedang ini misalnya ketika pemustaka menanyakan tentang letak keberadaan ruang referensi kemudian pustakawannya mengantar dan mengasih tahu serta membimbing mereka terkait apa saja koleksi yang tersedia di layanan referensi ini dan membantu sampai pemustaka mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Namun, terkadang karena pustakawan tahu bahwa beberapa pemustaka merasa kurang nyaman apabila selalu diikuti ketika sedang mlihat koleksi buku-buku, akhirnya seluruh staf perpustakaan sumedang memutuskan untuk menerapkan sistem open access yang terdapat pada layanan referensi di perpustakaan sumedang ini meskipun pustakawannya berdiri di tempat untuk menunggu pemustaka apabila pemustaka memerlukan bantuan untuk mencari kebutuhan informasi yang dicari. Pertanyaan yang biasa diajukan oleh Pemustaka kepada Pustakawan bagian Layanan Referensi Layanan Bimbingan pada perpustakaan merupakan program yang dibuat untuk membantu pemustaka dalam melakukan penlusuran informasi sesuai dengan informasi yang dibutuhkan (Hermanto, 2020). Dengan ilmu pengetahuan yang semakin berkembang, pastinya pustakawan berhadapan dengan topik-topik yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka dalam pencarian literatur informasi. Dalam menjalankan tugas sehari-harinya pustakawan perlu untuk menyisihkan waktunya kepada pemustaka untuk memberikan bimbingan agar pemustaka dapat menggunakan informasinya yang sesuai dengan bidang ilmu yang digunakan oleh pemustaka. Setiap pemustaka pasti memiliki sebuah pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada pustakawan pada bagian layanan referensi, karena setiap pemustaka memiliki latar belakang yang berbedabeda sehingga tidak semua pemustaka memahami bagaimana cara menggunakan perpustakaan itu sendiri khususnya dalam mencari koleksi yang terdapat di perpustakaan tersebut. Sedangkan untuk pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh pemustaka kepada pustakawan pada bagian layanan referensinya berupa pertanyaan tentang koleksi penelitian dan skripsi untuk mencari referensi dalam memenuhi tugas akhir mereka. Adapun pertanyaan lainnya berupa tentang letak keberadaan ensiklopedia. Meskipun pemustaka sekarang pada kurang paham tentang fungsi ensiklopedia tersebut, namun pada akhirnya fungsi referensi yang paling banyak yaitu mengkerucut condong hanya karena pemustaka butuhnya skripsi saja. Hal tersebut tidak akan dipermasalahkan oleh pustakawan, yang terpenting pustakawan di perpustakaan ini sudah memberitahu tentang letak koleksi yang dibutuhkan oleh pemustaka itu sendiri. Bantuan Penelusuran Literatur dalam Mengelola Informasi yang dibutuhkan oleh Pemustaka Proses penelsuruan literatur pada perpustakaan dapat dimulai ketika pustakawan sudah memahami tentang topik atau informasi literature apa yang akan dicari. Topik penelusuran literature disini akan ditelusuri berdasarkan hasil wawancara antara hasil petugas pelayanan perujukan dengan pemustaka agar pustakawan pada bagian layanan referensi inidapat melakukan penelusruan dengan sebaik mungkin. Maka, sebagai pustakawan mengetahui prinsip dasar dalam melakukan penelusuran literatur. Di perpustakaan sumedang ini tidak terdapat bantuan berupa penelusuran literatur seperti jurnal. Namun, terkadang pustakawan memberi tahu kepada pemustaka tentang koleksi yang tidak diletakkan di ruangan referensi disini. Jadi pustakawannya harus turun ke bawah dahulu untuk memberi tahu tentang koleksi yang dicari tersebut tentang literatur yang digunakan oleh perpustakaan sumedang. Namun, biasanya jarang sekali terdapat pemustaka menanyakan penelusuran literatur tersebut yang terdapa di perpustakaan ini. Biasanya, pemustaka hanya bertanya tentang langganan jurnal yang dimiliki oleh perpustakaan sumedang, sehingga pustakawan akan memberi tahu tentang langganan jurnal di perpustakaan ini yang sedang dikembangkan saja. Kemarin perpustakaan sumedang ini sempat bekerja sama dengan BRIN untuk memperluas koleksi untuk diletakkan di perpustakaan ini, namun koleksi dari hasil kerja sama tersebut masih dalam tahap proses pengolahan koleksi karena MOU nya baru selesai sehingga seluruh staf pustakawan disini masih menunggu hasil tersebut agar kedepannya dapat berjalan secara optimal. Kompetensi Pustakawan pada Bagian Layanan Referensi Pustakawan di layanan referensi memiliki peranan masing-masing yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka dan civitas akademika (Imara Audrea Syahrezi), 2024) . Pustakawan dituntut untuk mampu mengelola kebutuhan pemustaka secara efektif sehingga dapat menunjukkan kewajiban menjunjung tinggi nilai dan prinsip sebagai pustakawan. Mereka memiliki tugas untuk mengelola pengetahuan yang ada, inovasi cara akses pengetahuan yang tepat, diseminasi pengetahuan, analisis nilai pengetahuan agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sehingga penyimpanan pengetahuan baik dalam benda ataupun ingatan manusia. Dilihat dari segi pendidikan, pustakawan di Perpustakaan Umum Daerah Sumedang ini sudah memenuhi kualifikasi pendidikan yang dapat diletakkan di layanan referensi. Pustakawan yang berlatar belakang pendidikan terdiri dari lima orang yang merupakan hasil dari penyetaraan PNS atau memang yang berasal dari ahli fungsi dari PNS biasa (struktural) kemudian pindah ke pustakawan. Namun untuk yang memenuhi kualifikasi pendidikan baru ada dua orang. Pustakawan tersebut merupakan seorang pustakawan yang sudah lama sehingga mereka bisa untuk melakukan otodidak, namun pustakawan lainnya yang mengetahui teori saja akan perlu untuk melakukan penyesuaiannya dalam jangka waktu yang panjang. Seluruh staf pustakawan disini akan selalu bekerja sama dengan pustakawan yang belum memenuhi kualifikasi agar dapat mengatur pustakawan lainnya, passti perlu seseorang yang paham dengan seluruh layanan yang terdapat di perpustakaan itu sendiri. Peran Pustakawan bagian Layanan Referensi Menurut (Budyman & Sondra, 2024) pustakawan pada bagian layanan referensi ini memiliki peran sebagai penghubung antara pemustaka dengan informasi yang dibutuhkan. Tentunya, layanan ini memiliki aksesibilitas terhadap sumber informasi yang akurat dengan bantuan dari seorang pustakawan (Dahlia, 2021). Pustakawan yang bekerja pada bagian ini juga punya peranan yang sangat penting salah satunya sebagai educator dalam pencarian literatur informasi yang dapat dipercaya (Novianto, 2021). Di Perpustakaan Umum Daerah Sumedang ini peran pustakawan sebagai pembangun hubungan baik dengan pemustaka, pemandu pemustaka dalam mencari informasi dengan baik, membantu pemustaka dalam menganalisis kebutuhan pemustaka sekaligus memberi rujukan sejenis dengan sumber informasi yang tepat juga tidak kalah penting. Sejauh ini peran pustakawan layanan referensi pada perpusakaan sumedang ini yaitu sama-sama saling mengoptimalkan dengan sebaik-baiknya minimal sebagai seorang pustakawan dapat memberi informasi tentang ruangam referensi itu sendiri kepada pemustaka. Apabila pemustaka sudah paham dengan seperti apa informasi layanan referensi tersebut, maka pustakawan akan memberi tahu lebih spesifik tentang koleksi yang tersedia pada layanan tersebut sampai akhirnya ketika pemustaka sudah paham maka akan dibantu untuk mencari sumber informasinya atau koleksi buku-buku yang dibutuhkan oleh pustakawan sampai pemustaka mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Aspek Fasilitas dan Teknologi dalam Layanan Referensi Menurut (Ina Desmaniar, Edi Harapan, 2020) teknologi informasi merupakan alat untuk mengolah, menyimpan, memproses data yang dapat direkayasa untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, akurat, dan tepat waktu secara cepat dan luas. Terdapat berbagai macam alat teknologi informasi yang sudah berkembang saat ini seperti laptop, computer, telepon, telegraf, radio, televisi, faksimili, dan lain sebagainya. Sedangkan perangkat teknologi yang biasanya tersedia di perpustakaan seperti komputer, scanner, printer dan fotokopi, proyektor, dan lain sebagainya. Tersedianya layanan teknologi informasi yang aman, akurat, relevan dan sesuai dengan kebutuhan pemustaka merupakan salah satu hal yang sangat penting agar pelaksanaan penilaian terhadap perpustakaan, pencapaian kinerja pustakawan dapat tercapai secara maksimal (Ria & Budiman, 2021). Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Purnama et al., 2020) di Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMAIT) Kota Palembang mengungkapkan bahwa perpustakaan sebagai lembaga informasi harus memberikan fasilitas dan teknologi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pemustaka dalam mengembangkan pikiran tentang peningkatan kualitas layanan perpustakaan serta dapat menciptakan lingkungan yang mendorong minat baca pemustaka di perpustakaan. Dengan menyediakan fasilitas dan perangkat teknologi yang memadai perpustakaan dapat memperkuat peran sebagai lembaga informasi dari sumber pengetahuan dan budaya kepada pemustaka. Berdasarkan hasil observasi di Perpustakaan Umum Daerah Sumedang ini aspek fasilitas dan teknologi dalam layanan referensi yang digunakan belum memilki teknologi apapun. Karena beberapa bulan yang lalu, ruangan referensi nya baru dipindahkan ke lantai dua, sehingga semua teknologi yang dimulai dari penelusuran bimbingan literatur terdapat di lantai satu dan masih sedikit terganggu untuk memindahkan teknologi tersebut ke lantai dua. Sedangkan dari segi fasilitasnya hanya ada koleksi buku-buku, ensiklopedia, kamus, dan lain sebagainya. rencananya perpustakaan sumedang ini ingin menambahkan rak untuk koleksi buku-buku yang lain, namun belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut dari pemimpin perpustakaannya. Pada bagian referensi di perpustakaan ini belum dipasang AC karena layanan referensi disini masih terbantu dengan angin-angin yang selalu datang menghampiri sehingga masih terhitung sejuk untuk merasakan sensasi keberadaan layanan referensi di perpustakaan ini. Tetapi secepatnya AC akan dipasang bersamaan dengan penambahan rak untuk menambahkan koleksi pada bagian layanan referensi yang masih menunggu dengan keputusan dari Pemimpin Perpustakaan Umum Daerah Sumedang. Evaluasi yang Terjadi dalam Layanan Referensi Evaluasi merupakan proses untuk menentukan nilai berdasarkan kriteria tertentu seperti penentuan nilai berdasarkan kegiatan, keputusan, unjuk-kerja, objek, dan lain sebagainya terhadap sesuatu yang dievaluasi kemudian dilakukan perbandingan antara kriteria satu sama lain dari kegiatan tersebut (Magdalena & , Alvi Ridwanita, 2020). Sebagai seorang pustakawan harus bisa mewujudkan rancangan yang baik untuk perpustakaan yang dapat dilihat dari segi sumber daya manusia, konsep pelayanan, kebijakan pelayanan, serta fasilitas pendukung berdasarkan hasil evaluasi yang diberikan oleh pemustaka agar perpustakaan bisa lebih maju dan berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil observasi, Perpustakaan Umum Daerah Sumedang ini melaksanakan evaluasi dengan melakukan survey tingkat kepuasan pemustaka terhadap masyarakat setiap satu tahun sekali untuk mengevaluasi kualitas layanan, fasilitas, serta Sumber Daya Manusia yang ada. Evaluasi ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masyarakat khusus daerah sumedang. Berdasarkan hasil survey terakhir, pelayanan yang terdapat di Perpustakaan Sumedang ini dinilai cukup memadai, meskipun masih terdapat beberapa kekurangan dalam segi fasilitas dan teknologi yang masih perlu ditingkatkan.
Conclusion
Perpustakaan Umum Daerah Sumedang merupakan lembaga informasi yang menyediakan akses informasi bagi masyarakat sekitar melalui koleksi bahan pustaka yang tersedia. Perpustakaan tersebut bertempat di alamat Jalan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang yang berlokasi di Pusat Kabupaten Sumedang dengan berbagai jenis koleksi seperti koleksi referensi, khusus, lokal, dan lain sebagainya. Kabupaten Sumedang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia yang terdiri atas 26 kecamatan, 7 kelurahan, dan 270 desa. Kota ini meliputi kecamatan sumedang utara dan sumedang selatan yang dilintasi oleh jalur utama bandung sampai cirebon. Jenis koleksi yang tersedia di perpustakaan ini sudah sesuai dengan standar referensi yang ada di perpustakaan umum lainnya seperti ensiklopedia, kamus, skripsi yang masih campuran dari berbagai universitas karena perpustakaan sumedang memiliki kerjasama dengan universitas lainnya untuk saling bertukar koeleksi, sehingga layanan referensi di perpustakaan ini sering mendapatkan tambahan koleksi skripsi dari universitas lainnya seperti dari IPDN. Skripsi tersebut dipajang secara bergiliran sesuai kurun waktunya masing-masing agar pemustaka tidak merasa bosan terhadap koleksi yang sedang dipajang.