PERSEPSI DOSEN DAN MAHASISWA PROGRAM STUDI INFORMASI PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI PADANG TERHADAP WIKIPEDIA SEBAGAI SUMBER INFORMASI DIGITAL ILMIAH
Universitas Negeri Padang; Universitas Negeri Padang
Abstract
Based on the research of the study. It can be concluded as follows. IPK lecturers perception of Wikipedia as a scientific digital information source. 1) Perception of Wikipedia knowledge and understanding. Most of IPK lecturers and students know the advantages and disadvantage of Wikipedia. 2) perception of Wikipedia usage and access indicators. Most of IPK lecturers and students often access and used Wikipedia, including in making scientific works. 3) IPK lecturers and students perceptions of assessment indicators in the use of Wikipedia as a scientific digital information source. Assessment indicators in Wikipedia accuracy. Many of IPK lecturers and students stated that Wikipedia is quite accurate as a digital scientific information source.
Keywords:
perception
· digital information
· Wikipedia.
Introduction
Seiring dengan berjalannya waktu, dunia saat ini telah memasuki era globalisasi dengan teknologi informasi yang berkembang dengan pesat. Teknologi informasi selain membantu kemajuan dunia dibidang pendidikan tetapi juga membantu kemajuan dibidang kesehatan. Semua itu tergantung pada siapa yang memegang teknologi informasi tersebut (Andexer, 2016). Teknologi informasi telah menjadi fasilitator utama bagi masyarakat sebagai kegiatan bisnis, hiburan, dan pembelajaran. Menurut Lucas (dalam Kadir, 2014:10) teknologi informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirim informasi dalam bentuk elektronik. Teknologi mengembangkan informasi melalui internet dengan upaya informasi mudah diterima oleh pemakai. Informasi telah berfungsi sebagai pemasok ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan berasal dari sumber-sumber informasi yang membantu setiap orang belajar dan menampilkan kompetensinya. Menurut Suwarno (2016:4 ) Sumber informasi terbagi menjadi dua yaitu informasi tercetak dan noncetak. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, sumber informasi noncetak yang paling sering digunakan yaitu sumber internet. Sumber informasi internet dapat digunakan dalam mengakses informasi dan sebagai sarana pertukaran informasi. Pada saat mencari sumber informasi di internet untuk pembuatan karya ilmiah, banyak sekali sumber-sumber yang tidak dapat diterima sebagai bahan rujukan oleh para ahli, salah satunya Wikipedia. Wikipedia termasuk sumber informasi terbesar di internet bahkan Google sebagai mesin pencari ternama menggunakan Wikipedia sebagai acuan informasi. Wikipedia menggunakan sebuah teknologi Web yang dinamakan teknologi Wiki yaitu sebuah teknologi berbasis konten yang memperbolehkan siapapun untuk memperbaharui, menambahkan, atau menghapus konten terkait. Mengapa Wikipedia sering disebut sebagai sumber informasi yang tidak terpercaya alasannya adalah karena Wikipedia sendiri yang berkata begitu. Wikipedia mengatakan, “kami tidak mengaharapkan anda mempercayai kami” dengan tambahan bahwa Wikipedia bukanlah “sumber referensi primer“ (Tahupedia, 2014). Oleh sebab itu mahasiswa, atau pelajar lainnya terkadang tidak mengetahui mana sumber informasi digital yang boleh digunakan atau tidak sebagai sumber literatur daalm pembuatan karya ilmiah. Program Studi Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IPK) merupakan sebuah bidang ilmu yang mempelajari dan mengkaji hal-hal yang berkaitan dengan informasi, perpustakaan, dan kearsipan. Sebagai penyedia informasi, para ahli bidang informasi akan mengetahui sumber informasi yang akurat dan terpercaya, dimana sumber informasi tersebut tidak mengandung larangan IFLA (International Federation Library Association ). Dosen IPK sebagai tenaga pendidik akan membekali siswanya tentang sumber informasi digital yang akurat. Pada saat mencari sumber informasi digital untuk pembuatan karya ilmiah, banyak sekali sumber-sumber yang tidak dapat diterima sebagai bahan rujukan oleh para ahli, salah satunya Wikipedia. Sebagian mahasiswa kerap sekali menggunakan Wikipedia sebagai bahan rujukan dalam pembuatan karya ilmiah sedangkan menurut Suwarno (2016:15) informasi belum tentu dikatakan akurat, sebab ada informasi yang disampaikan tanpa data (kabar burung). Menurut Cornell Univercity Dugital Literacy Resource dalam artikel berjudul “Using Wikipedia” (dalam Purnomo, 2014) Wikipedia tidak bisa dianggap akadesmis tetapi sumber-sumber yang disebutkan mungkin bersifat akademis. Oleh karena itu setiap mahasiswa mempunyai persepsi yang berbeda terhadap Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah. Persepsi merupakan suatu proses penafsiran terhadap rangsangan yang diproses oleh otak sehingga menimbulkan pemahaman atau pemberian makna terhadap informasi suatu objek. Menurut Suwarno (2009) persepsi dapat didefinisikan sebagai suatu proses membuat penilaian atau membagun kesan mengenai berbagai macam hal yang terdapat di dalam lapangan penginderaan seseorang. Jadi persepsi adalah suatu proses dimana seseorang menyimpulkan suatu pesan atau informasi sebuah peristiwa yang diterima oleh panca inderanya atau diperoleh oleh pengalaman.
Method
Metode penelitian makalah ini adalah metode deskriptif. Menurut Nazir (2011:54) metode deskriptif yang merupakan gambaran atau lukisan secara sistematis , faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Jenis penelitian yaitu penelitian kualitatif. Item yang pasti disenangi, disukai, yang baik diberi tanda positif (+) begitupun sebaliknya akan diberi tanda negatif (-). Untuk mendapatkan jawaban pasti penulis menggunakan skala Likert dengan empat skala. Menurut Hadi (1991:19) modifikasi terhadap skala Likert dimaksudkan untuk menghilangkan kelemahan yang terkandung oleh skala lima tingkat. Garis besar tahapan kegiatan penelitian ini, yaitu Hasil penelitian dilakukan dengan pembagian kuesioner (angket) kepada 40 (empat puluh) responden terdiri mahasiswa tahun 2015 dan 5 (lima) responden terdiri dari dosen IPK dan melakukan wawancara kepada 3 (tiga) mahasiswa IPK 2015. Untuk menentukan persentase jumlah responden menggunakan rumus Sugiyono (2012) P= .
Discussion
Adapun persepsi dosen dan mahasiswa IPK terhadap Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah dengan Indikator-indikator sabagai berikut. Pertama, indikator perpsepsi tentang pengetahuan Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah. Sebanyak (100%) dosen dan (100%) mahasiswa IPK menegtahui Wikipedia. Sebanyak (60%) dosen dan (75%) mahasisw IPK menerima bahwa Wikipedia termasuk sumber informasi terbesar di internet. Sebanyak (80%) dan (52,5%) mahasiswa IPK mengetahui bahwa Wikipedia sebagai ensiklopedi bebas yang dapat diubah oleh siapapun, dan sebanyak (80%) dosen dan (72,5%) mahasiswa IPK mengetahui bahwa Wikipedia memiliki artikel resmi milik pemerintah setiap Negara terkait. Berdasarkan hasil penelitian terhadap indikator persepsi pengetahuan tentang Wikipedia, sebagian besar dosen dan mahasiswa IPK mengetahui kelebihan dan kelemahan Wikipedia sebagai sumber informasi. Kedua, indikator pengaksesan dan penggunanaan Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian mengenai idikator penggunaan dan pengaksesan Wikipedia, sebanyak (100%) dosen dan (97,5%) mahasiswa IPK pernah mengakses Wikipedia. Sebanyak (100%) dosen dan (75%) mahasiswa IPK menolak bahwa pengaksesan Wikipedia butuh waktu lama. Sebanyak (100%) dosen dan (95%) mahaiswa IPK menggunakan Wikipedia sebagai informasi awal dalam pembuatan karya ilmiah. Dalam hal ini, sebanyak (60%) dosen dan (60%) mahasiswa IPK menerima bahwa Wikipedia dapat dijadikan sumber informasi dalam pembuatan karya ilmiah. Dapat disimpulkan bahwa dosen dan mahasiswa IPK mengakses dan menggunakan Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah. Ketiga, indikator persepsi tentang penilaai dosen dan mahasiswa IPK terhadap Wikipedia dengan menilai persepsi terhadap pemanfaatan dan keakuratan Wikipedia. Pemanfaatan Wikipedia oleh dosen dan mahasiswa IPK dapat dilihat sebagai berikut. Sebanyak (80%) dosen dan (90) mahasiswa IPK menerima bahwa Wikipedia dimanfaatkan sebagai sumber informasi dalam pembelajaran digital. Sebanyak (80%) dosen dan (87,5%) mahasiswa IPK memperoleh informasi yang dibutuhka dalam Wikipedia. Sebanyak (60%) dosen dan (77,5%) mahasiswa IPK Menyatakan setuju bahwa Wikipedia sebagai pemenuhan kebutuhan informasi dalam pembuatan karya ilmiah. Berdasarkan penelitian mengenai pemanfaatan Wikipedia dalam memenuhi kebutuhan informasi digital ilmiah sebagian besar dosen dan mahasiswa IPK menerima bahwa Wikipedia dapat dijadikan sumber informasi digital ilmiah. Indikator penilaian terhadap keakuratan Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah. Sebanyak (60) dosen dan (75%) mahasiswa IPK menerima bahwa Wikipedia memiliki artikel yang berkualitas, dan sebanyak (100%) dosen dan (85%) mahasiswa IPK menerima bahwa Wikipedia merupakan ensiklopedi bebas yang artikelnya dapat dipercaya kebenarnnya. Sebanyak (40%) dosen dan (60%) mahasiswa IPK menerima Wikipedia sebagai sumber informasi primer dalam pembuatan karya ilmiah, dan sebanyak (60%) dosen dan (75%) mahasiswa IPK menjadikan Wikipeia sebagai sumber literatur dalam pembuatan karya ilmiah. Sebanyak (60%) dosen dan (87%) mahasiswa IPK menerima bahwa Wikipedia dapat dijadikan sumber sekunder dalam pembuatan karya ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dosen dan mahasiswa IPK terhadap keakuranan Wikipedia, sebagian besar menyetujui bahwa Wikipedia dapat dijadikan sumber informasi digital ilmiah. Berdasarkan hasil penelitian dosen dan mahasiswa IPK terhadap Wikipedia sebagai sumber informasi digital dengan pernyataan positif. Rata-rata dosen dan mahasiswa IPK menggunakan Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah.
Conclusion
Berdasarkan analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan pertama, persepsi dosen IPK tehadap Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah. Dosen IPK sebagian besar mengetahui Wikipedia dan pernah menggunakan dan mengakses Wikipedia. Dosen IPK rata-rata menerima Wikipedia sebagai sumber informasi yang di butuhkan. Dalam pembuatan karya ilmiah, sebagian besar dosen IPK menolak Wikipedia sebagai sumber primer dan sekunder, tetapi rata-rata dosen IPK menerima Wikipedia sebagai sumber informasi yang dibutuhkan dalam pembuatan karya ilmiah. Kedua, persepsi mahasiswa IPK terhadap Wikipedia sebagai sumber informasi digital ilmiah. Mahasiswa IPK sebagian besar mengetahui dan sering mengakses Wikipedia dalam menemukan informasi. Keakuratan Wikipedia menurut mahasiswa IPK dapat dipercaya. Rata-rata mahasiswa IPK setuju bahwa Wikipedia dijadikan sumber informasi digital dalam pembuatan karya ilmiah. Dalam hal ini sebagian mahasiswa menerima Wikipedia sebagai sumber informasi digital dalam pembuatan karya ilmiah. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan sebelumnya, maka dapat disarankan kepada dosen IPK dan mahasiswa IPK. Sebagai tenaga pendidik sebaiknya dosen IPK memberikan penyuluhan yang lebih maksimal lagi terhadap sumber informasi digital yang boleh dan tidak boleh dijadikan sumber informasi digital dalam pembuatan karya ilmiah. Sebagai mahasiswa yang ahli dibidang informasi, sebaiknya mahasiswa IPK lebih mengetahui sumber informasi digital yang dapat dipercaya dan tidak dapat dipercaya kebenarannya, sehingga informasi yang dijadikan literatur dalam pembuatan karya ilmiah dapat diakui validitasnya.