Kembali
16
1
2023 Media Sains Informasi dan Perpustakaan Vol 3 · 1 ISSN 2808-4659

PERSEPSI PEMUSTAKA TERHADAP KUALITAS PELAYANANSIRKULASI DI PERPUSTAKAAN FAKULTAS BAHASA DAN SENIUNIVERSITAS PENDIDKAN GANESHA

Universitas Pendidikan Ganesha

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan persepsi pemustaka terhadap proses pendaftarankeanggotaan di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni; 2) mendeskripsikan persepsi pemustakaterhadap proses sirkulasi di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni; 3) mendeskripsikan persepsipemustaka terhadap sikap pustakawana dalam memberikan layanan di Perpustakaan FakultasBahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini adalahdengan kuesioner. Kuesioner adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan informasidengan mengajukan pertanyaan kepada responden. Jenis kuesioner yang dilakukan dalampengambilan data yaitu kuesioner tertutup yang mana responden tidak mempunyai kesempatan laindalam memberikan jawabannya selain jawaban yang telah berada didalam daftar pertanyaan.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung perpustakaan di Perpustakaan FakultasBahasa dan Seni yang berjumlah 731 orang dan sampel yang diambil sebanyak 46 responden. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa: 1) persepsi pemustaka terhadap proses pendaftaran keanggotaan diPerpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha: tidak rumit, tidakmemberatkan, memuaskan, tidak memakan waktu lama adalah sebagian besar responden 46.74%rata-rata menyatakan setuju, 2) persepsi pemustaka terhadap proses sirkulasi di PerpustakaanFakultas Bahasa dan Seni: cukup mudah dan tidak rumit, jumlah buku yg dipinjam maksimal 3 (tiga)cukup, perpanjangan buku relative lama 2 minggu dengan 2 kali perpanjangan, pelayananmemuaskan, sanksi pelanggaran sirkulasi tidak memberatkan 500 perhari adalah sebagian besarresponden 56.09% rata-rata menyatakan setuju, 3) persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawanadalam memberikan layanan di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni: cekatan merespon keluhanpengguna, bahasanya sopan, selalu membantu mencari koleksi, berpakaian rapi, dan bahasanyakomunikatif adalah sebagian besar responden 49.56 rata-rata menyatakan setuju.

Abstract

This study aims to 1) Describe the perception of users of the membership registration process in theLibrary of the Faculty of Language and Arts; 2) Describe the perception of librarist on the circulationprocess in the Library of the Faculty of Language and Arts; 3) Describe the perception of librarianattitudes in providing services in the Language and Arts Library Library of Ganesha University. Datacollection techniques in this study are with a questionnaire. The questionnaire is an activity carried outto get information by asking questions to respondents. The type of questionnaire conducted in datacollection is a closed questionnaire where the respondent has no other chance in giving the answerother than the answers that have been in the list of questions. The population in this study were alllibrary visitors in the Faculty of Language and Arts Library totaling 731 people and 46 respondentswere taken. The results showed that: 1) The perception of library to the membership process ofmembership in the Faculty of Language and Arts Library of the University of Ganesha Education: notcomplicated, not burdensome, satisfying, not taking a long time is that most of the respondents46.74% on average agree, 2) Perception Letters on the circulation process in the Library of the Faculty of Language and Art: quite easy and not complicated, the number of books borrowed is a maximum of3 (three) sufficient, the extension of the book is relatively long 2 weeks with 2 extension, satisfactoryservice, sanctions for circulation violations do not burden 500 per day is Most respondents 56.09% onaverage agree, 3) Perceptions of librarian attitudes in providing services in the Library of the Faculty ofLanguage and Art: responding to user complaints, the language is polite, always helping to findcollections, neatly dress, and communicative language is mostly. Respondents 49.56 on averageagreed.
Keywords: Persepsi Pemustaka · Kualitas Pelayanan Sirkulasi

Introduction

Dalam Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU RI NO 43 TAHUN 2007,2007) dinyatakan, bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang MahaEsa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung-jawab. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional tersebut,dalam PP 30/1990 tentang pendidikan tinggi dinyatakan bahwa: “pendidikan tinggi memiliki tujuan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggotamasyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan/atau menciptakan ilmupengetahuan, teknologi dan/atau kesenian; mengembangkan dan menyebarluaskan ilmupengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untukmeningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional”(Noor, 2018). Untuk mencapai tujuan tersebut, perpustakaan merupakan sarana yang mutlakkeberadaannya. Hal ini tercermin dalam pasal 55 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun1990 yang menyatakan, setiap perguruan tinggi (universitas/institut) harus memiliki perpustakaan. Perpustakaan memegang peranan penting untuk menunjang pendidikan di perguruan tinggi. Perpustakaan merupakan salah satu sarana yang menjadi sumberdayapendidikan yang amat penting dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan (UU RI NO 43TAHUN 2007, 2007). Perpustakaan sebagai pengelola sumber informasi selalu berusahamengorganisasikan informasi yang ada untuk memudahkan memperolehnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Perpustakaan, ditinjau dari fungsi pelayanannyamerupakan lembaga pelayanan informasi (Yenianti, 2021). Perguruan tinggi dengan salahsatu fungsinya sebagai pelestari ilmu pengetahuan, menempatkan perpustakaan sebagai wadah dimana segala informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapatdimungkinkan ada di dalamnya (wibowo 2009, 2021). Perpustakaan dalam rangka menunjang pendidikan untuk semua (education for all) danpendidikan sepanjang masa (lifelong education), (Geense et al., 2019). Hal tersebut dapatdiwujudkan manakalah perpustakaan sudah dapat menjalankan semua kegiatannya dengan performa dan kinerja secara terorganisir, sehingga kemanfaatannya benar-benar dirasakanoleh banyak orang. Sumber daya terpenting suatu organisasi adalah sumber daya manusia,orang-orang yang memberikan tenaga, bakat, kreativitas dan usaha mereka kepadaorganisasi (Restanti, 2015:233). Layanan sirkulasi merupakan kegiatan kerja yang berupamemberikan bantuan kepada pemustaka perpustakaan dalam proses peminjaman danpengembalian bahan pustaka Akan tetapi teori lain menyatakan bahwa pelayanan sirkulasi meliputi semua bentuk kegiatan pencatatan yang berhubungan dengan pemanfaatan,pemustaka perpustakaan dengan tepat waktu untuk kepentingan pemakai jasa perpustakaan(Endarti, 2019). Pelayanan sirkulasi merupakan jasa utama perpustakaan. Bagian sirkulasi dianggapsebagai ujung tombak jasa perpustakaan, karena bagian sirkulasi merupakan yang pertamakali berhubungan dengan pemustaka dan sering dimanfaatkan oleh pemustaka. Untuk itupustakawan pada bagian sirkulasi sangat berpengaruh terhadap citra suatu perpustakaan.Mengingat pentingnya layanan sirkulasi maka dalam pemberian pelayanan harusmemuaskan. Hal ini bisa ditunjang oleh pustakawan yang handal serta system pelayananyang bagus. Aktifitas bagian sirkulasi menyangkut masalah citra perpustakaan. Baik tidaknyasebuah perpustakaan berkaitan erat dengan bagaimana pelayanan sirkulasi diberikankepada pemakai. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat serta kebutuhanakan informasi yang semakin tinggi mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat. Salah satusarana untuk mengakses informasi adalah perpustakaan. Perpustakaan merupakan fasilitasatau tempat menyediakan sarana bahan bacaan. Perpustakaan sebagai pusat informasi,semakin dituntut untuk memberikan layanan informasi yang lebih baik dan tepat guna,sehingga dapat menarik perhatian pemustaka. Tingginya minat pemustaka untuk datang keperpustakaan tentu didukung oleh layanan dan banyaknya literatur yang ada. Perpustakaanumum harusnya memiliki dua komponen tersebut karena masih ada perpustakaan yangbelum sempurna dalam hal tersebut. Salah satunya dalam hal layanan, yaitu layanansirkulasi. Layanan sirkulasi di perpustakaan bisa dikatakan sebagai ujung tombak kegiatanpelayanan pengguna di perpustakaan, karena layanan sirkulasi merupakan area layananyang sangat banyak berinteraksi dengan pemustaka. buruknya sebuah perpustakaanberkaitan erat dengan bagaimana layanan perpustakaan diberikan kepada pemustaka.Layanan sirkulasi bertujuan untuk mengatur arus kegiatan transaksi peminjaman danpengembalian dengan memperlancar dan mempermudah proses peminjaman koleksi baikuntuk dibawa pulang, maupun keperluan lainnya. Proses tersebut melalui penyelesaianadministrasi dengan pencatatan data buku terlebih dahulu. Dengan adanya tujuan pelayanansirkulasi maka pemakaian koleksi dapat dilakukan secara efektif. Pengawasan terhadap bahan pustaka akan mudah dilakukan dan koleksi perpustakaan akan terjaga karenadiketahui siapa peminjam koleksi dan waktu pengembalian yang jelas serta pelanggarandapat diketahui dengan segera. Untuk dapat melaksanakan kegiatan perpustakaan makaharus disesuaikan fungsi dan masing-masing petugas pelayanan sirkulasi. Fungsi dan tugaspelayanan sirkulasi sangat penting karena dapat membantu pengguna perpustakaanmemperoleh bahan pustaka dan dapat melindungi bahan pustaka. (Endarti, 2019:134). Keberhasilan dari sebuah perpustakaan salah satunya dapat diukur dengan melihatseberapa jauh layanan sirkulasi pada perpustakaan tersebut. Salah satunya dilihat dari aspek pustakawan, terutama sikap. Dalam melayani pemustaka, pustakawan hendaknyabersikap baik dan sopan serta menghargai pemustaka. Kesan yang ditimbulkan akibat dari sikap pustakawan dalam memberikan pelayanan dapat membuat citra pustakawan menjadi kurang baik, dan hal itu dapat berpengaruh pada nama baik perpustakaan. Baik tidaknyasebuah perpustakaan berkaitan erat dengan bagaimana layanan perpustakaan diberikankepada pemustaka. Perpustakaan akan dinilai baik secara keseluruhan oleh pemustaka jikamampu memberikan layanan yang baik dan dinilai buruk secara keseluruhan jika layananyang diberikan buruk. (Wijaya, 2020:135). (Meissany, 2019:48) Kotler dalam Meissany menyatakan bahwa kualitas akan dimulai dari penerima layanan dan akan berakhir pada persepsi penerima layanan, dalam hal ini adalah pemustaka atau pengunjung perpustakaan. Dengan demikian, citra kualitaspelayanan perpustakaan yang baik bukanlah berdasarkan sudut pandang dari pihakperpustakaan, melainkan berdasarkan sudut pandang pemustaka. Hal tersebut berarti bahwa seharusnya perpustakaan mampu merespon dengan menyediakan layanan yangterbaik untuk pemustaka, sehingga pustakawan dituntut untuk dapat melayani dengansebaik-baiknya untuk mendapatkan hasil yang optimal. Akan tetapi, hasil wawancara penulisdengan Angga pemustaka di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni menyatakan bahwalayanan yang diberikan sudah cukup baik, akan tetapi pustakawan tidak menawarkanbantuan untuk menolong pemustaka dalam pencarian koleksi. Sejalan dengan Angga, Niamenyatakan bahwa layanan yang diberikan oleh pustakawan di Perpustakaan FakultasBahasa dan Senisudah cukup baik, pustakawan disini ramah dalam melayani pemustaka.Akantetapi pustakawan tidak membantu pemustaka dalam pencarian koleksi. Menurut (Wijaya, 2020:6) persepsi merupakan suatu proses diterimanya rangsanganberupa objek, kualitas hubungan antar gejala, maupun peristiwa sampai rangsangan itudisadari dan dimengerti. Menurut (Wijaya, 2020:53), persepsi merupakan proses yang didahului olehpenginderaan. Penginderaan merupakan suatu proses diterimanya rangsangan oleh individu melalui alat penerima yaitu alat indera. Menurut Walgito (2000:54) faktor-faktor yangmempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu objek, diantaranya yaitu faktor internal dan factor eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang mempengaruhi individu bersumber dari dirinya sendiri dan faktor eksternal (faktor yang mempengaruhi dari luar) atau disebut jugadengan faktor lingkungan dimana persepsi itu berlangsung. Menurut Suwarno (2009:56) proses persepsi meliputi suatu interaksi suatu interaksi yangsulit kegiatan pengidentifikasian, penyusunan, dan penganalisaan. Persepsi sangatbergantung pada penginderaan data, dengan kata lain proses persepsi dapat menambahatau mengurangi kejadian yang nyata yang diindera seseorang tergantung pada informasi yang diterimanya. Menurut (Wijaya, 2020:37) pemustaka adalah pengguna fasilitas yangdisediakan perpustakaan baik koleksi maupun buku (bahan pustaka maupun fasilitaslainnya). Menurut (Endarti, 2019:251) ada dua sistem layanan yang biasa dilakukan olehperpustakaan, yaitu sistem layanan terbuka dan system layanan tertutup. Sistem layananterbuka, perpustakaan memberikan kebebasan kepada pengunjungnya untuk dapat masukdan memilih sendiri koleki yang diinginkannya dari rak. Sistem layanan tertutup, layanantertutup memiliki arti boleh langsung mengambil koleksi bahan pustaka yang diinginkannyadi rak, tetapi harus melalui petugas perpustakaan. Masalah Berdasarkan pada uraian latar belakang yang disampaikan di atas, maka dapatdirumuskan permasalahan penelitian ini sebagai berikut. (1) Bagaimana persepsi pemustaka terhadap proses pendaftaran keanggotaan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha ? (2) Bagaimana persepsi pemustaka terhadap proses sirkulasi di Perpustakaan UniversitasPendidikan Ganesha ? (3) Bagaimana persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawana dalam memberikanlayanan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Ganesha?

Method

Penelitian dilakukan di lingkungan Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni UniversitasPendidikan Ganesha (Undiksha) jalan Ahmad Yani Singaraja. Jenis penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif yang merupakan penelitian pengumpulan data, penafsiran terhadapdata, dan penampilan hasilnya (Arikunto, 2002:12). Metode yang digunakan dalam penelitianini adalah metode deskriptif. Menurut Nazir (2020:54) (Ansori & Iswati, 2020) metode deskriptif bertujuan untuk membuat deskriptif, gambaran atau lukisan sistematis, faktual danakurat mengenai fakta-fakta, sifatsifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Metode penelitian yang ditempuh yaitu metode survey yang bertujuan untukmendeskripsikan maka analisis data yang dilakukan adalah teknik analisis yang mampumencapai tujuan tersebut yaitu analisis data deskriptif kualitatif. Data dilengkapi dengan tabel data untuk memudahkan menarik kesimpulan. Teknik pengumpulan data dalam kajian ini adalah dengan kuesioner. Kuesioner adalah suatu kegiatan yang dilakukan untukmendapatkan informasi dengan mengajukan pertanyaan kepada responden. Jenis kuesioneryang dilakukan dalam pengambilan data yaitu kuesioner tertutup yang mana responden tidakmempunyai kesempatan lain dalam memberikan jawabannya selain jawaban yang telahberada didalam daftar pertanyaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung perpustakaan di Perpustakaanfakultas Bahasa dan Seni yang berjumlah 731 orang dan sampel yang diambil sebanyak 46responden.

Result

Hasil Dari data yang terkumpul, setelah ditabulasi dan dianalisis diperoleh hasil cara secarakeseluruhan disampaikan sebagai berikut: 1) Persepsi Pemustaka terhadap Proses Pendaftaran Keanggotaan di PerpustastakaanFakultas Bahasa dan Seni Tabel 2: Data Proses Pendaftaran Keanggotaan di Perpustakaan Fakultas Bahasadan Seni No Tanggapan Sangat Setuju % Setuju %Tidak Setuju %Jml Total %1 Pendaftaran Anggota Baru Tidak Rumit dan Mudah 13 28.26 27 58.70 6 13.04 46 1002 persyaratan yang ditentukan untuk mendaftar sebagai anggota baru tidak memberatkan 20 43.48 15 32.61 11 23.91 46 1003 Pelayanan yang memuaskan diberikan pustakawan saat melakukan pendaftaran sebagai anggota baru 19 41.30 21 45.65 6 13.04 46 1004 Tidak memakan waktu lama dalam proses pendaftaran sebagai anggota perpustakaan 20 43.48 23 50.00 3 6.52 46 100 Rata-rata 39.13% 46.74% 14.13%Data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dalam proses keanggotaan mengenai pendaftaran anggota baru tidak rumit dan mudah sebagian besar responden (58,70%)menyatakan setuju. Mengenai persyaratan yang ditentukan untuk mendaftar sebagai anggota baru tidak memberatkan sebagian besar responden (42.48%) menyatakan sangatsetuju. Mengenai Pelayanan yang memuaskan diberikan pustakawan saat melakukanpendaftaran sebagai anggota baru sebagian besar responden (45.65%) menyatakan setuju.Tidak memakan waktu lama dalam proses pendaftaran sebagai anggota perpustakaansebagian besar responden (50%) menyatakan setuju. 2) Persepsi Pemustaka terhadap Proses Sirkulasi Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni.Tabel 3: Persepsi pemustaka terhadap proses sirkulasi Perpustakaan Fakultas Bahasadan Seni. No Tanggapan Sangat Setuju % Setuju %Tidak Setuju%Jml Total %1 prosedur sirkulasi bahan koleksi relatif mudah dan tidak rumit 15 32.61 25 54.35 6 13.04 46 1002 jumlah buku yang dipinjam cukup bagi pengunjung perpustakaan 13 28.26 28 60.87 5 10.87 46 1003 perpanjangan waktu pinjam bahan koleksi relatif lama 2 (dua) Minggu dengan 3 (tiga) kali perpanjangan 15 32.61 25 54.35 6 13.04 46 1004 mendapatkan pelayanan sirkulasi memuaskan 15 32.61 23 56.52 5 10.87 46 1005 Sanksi Pelanggaran sirkulasi tidak memberatkan 500 per hari. 17 38.64 25 54.35 4 8.70 46 100Rata-rata 32.95% 56.09% 11.30%Dari hasil data penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam proses sirkulasi mengenai prosedur peminjaman buku dan bahan koleksi relatif mudah dan tidak rumitsebagian besar responden (54.35%) menyatakan setuju. Mengenai jumlah buku yang boleh dipinjam sudah cukup bagi pengunjung perpustakaan sebagaian besar responden (60.87%)menyatakan setuju. Mengenai perpanjangan waktu pinjam bahan koleksi relatif lamadengan perpanjangan 2 kali sebagian besar responden (54.35%) menyatakan setuju.Mengenai mendapatkan pelayanan sirkulasi yang memuaskan sebagian besar responden(56.52%) menyatakan setuju. Mengenai sanksi pelanggaran tidak memberatkan sebagianbesar responden (80%) menyatakan setuju. Mengenai sanksi pelanggaran sirkulasi tidakmemberatkan 500 per hari sebagian besar responden (54.35%) menyatakan setuju. 3) Persepsi Pemustaka terhadap Sikap Pustakawana dalam Memberikan Layanan Di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni Tabel 4. Persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawana dalam memberikan layanan Di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni No Tanggapan Sangat Setuju % Setuju %Tidak Setuju%Jml Total %1 pustakawan cekatan dalam merespon setiap keluhan dan kebutuhan 21 45.65 21 45.65 4 8.70 46 1002 menggunakan bahasa yang sopan dalam melayani 21 45.65 23 50.00 2 4.35 46 1003 pustakawan selalu membantu dalam pencarian koleksi 22 47.83 24 52.17 0 0.00 46 1004 pustakawan berpakaian rapi dalam menjalankan tugas 21 45.65 23 50.00 2 4.35 46 1005 pustakawan menggunakan bahasa yang komunikatif 21 45.65 23 50.00 2 4.35 46 100Rata-rata 46.09% 49.56% 4.35%Dari data penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa mengenai pustakawan cekatandalam merespon setiap keluhan dan kebutuhan sebagian besar responden (45.65%)menyatakan sangat setuju dan setuju. Mengenai pustakawan menggunakan bahasa yangsopan dalam melayani sebagian besar responden (50%) menyatakan setuju. Mengenai pustakawan berpakaian rapi dalam menjalankan tugas sebagian besar responden (52.17)menyatakan setuju. Mengenai pustakawan selalu membantu dalam pencarian koleksi sebagian besar responden (50%) menyatakan tidak setuju. Mengenai pustakawan menggunakan bahasa yang komunikatif sebagian besar responden (50%) menyatakansetuju.

Discussion

Penelitian tentang persepsi pemustaka terhadap layanan sirkulasi di PerpustakaanFakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha diperoleh data dari penyebarankuesioner dengan responden yang merupakan pengunjung perpustakaan di PerpustakaanFakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha. Jumlah keseluruhanpertanyaan 14 butir dan kuesioner di sebarkan kepada 46 (empat puluh satu) respondendengan hasil pembahasan sebagai berikut: Proses pendaftaran keanggotaan, mengenai pendaftaran anggota baru tidak rumit dan mudah, persyaratan yang ditentukan untukmendaftar sebagai anggota baru tidak memberatkan, pelayanan yang memuaskan diberikanpustakawan saat melakukan pendaftaran sebagai anggota baru dan tidak memakan waktulama dalam proses pendaftaran sebagai anggota perpustakaan. Dari hasil penelitianmengenai pendaftaran anggota baru tidak rumit dan mudah sebanyak 13 responden(28.26%) menyatakan sangat setuju, 27 responden (58.70%) menyatakan setuju, sebanyak6 responden (13.04%) mengatakan tidak setuju. Terkait data proses pendaftaran keanggotaan di Perpustakaan Fakultas Bahasa danSeni disimpulkan bahwa dalam proses keanggotaan mengenai pendaftaran anggota barutidak rumit dan mudah sebagian besar responden (58,70%) menyatakan setuju. Mengenai persyaratan yang ditentukan untuk mendaftar sebagai anggota baru tidak memberatkansebagian besar responden (42.48%) menyatakan sangat setuju. Mengenai Pelayanan yangmemuaskan diberikan pustakawan saat melakukan pendaftaran sebagai anggota barusebagian besar responden (45.65%) menyatakan setuju. Tidak memakan waktu lama dalamproses pendaftaran sebagai anggota perpustakaan sebagian besar responden (50%)menyatakan setuju. Proses Sirkulasi mengenai prosedur peminjaman buku dan bahan koleksi relatif mudahdan tidak rumit, jumlah buku yang boleh dipinjam sudah cukup bagi pengunjungperpustakaan, prosedur perpanjangan waktu pinjam buku dan bahan koleksi relatif mudahdan tidak rumit, mendapatkan pelayanan yang memuaskan saat melakukan peminjamanperpanjangan atau pengembalian koleksi, mendapatkan pelayanan yang memuaskan saatmelakukan peminjaman, perpanjangan atau pengembalian koleksi dan sanksi pelanggarantidak memberatkan. Dari hasil penelitian mengenai prosedur peminjaman buku dan bahankoleksi relatif mudah dan tidak rumit menyatakan bahwa 15 responden (32.61%)menyatakan sangat setuju, 25 responden (54.35%) menyatakan setuju serta 6 responden (13.4%0 menyatatakan tidak setuju. Mengenai jumlah buku yang boleh dipinjam sudahcukup bagi pengunjung perpustakaan sebanyak 13 responden (28.26%) menyatakan sangatsetuju. Dari hasil data penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa dalam proses sirkulasi mengenai prosedur peminjaman buku dan bahan koleksi relatif mudah dan tidak rumitsebagian besar responden (54.355%) menyatakan setuju. Mengenai jumlah buku yang bolehdipinjam sudah cukup bagi pengunjung perpustakaan sebagaian besar responden (60.87%)menyatakan setuju. Mengenai prosedur perpanjangan waktu pinjam buku dan bahan koleksi relatif mudah dan tidak rumit sebagian besar responden (54.35%) menyatakan setuju. Terkait data persepsi pemustaka terhadap proses sirkulasi perpustakaan FakultasBahasa dan Seni Universitas Pendidikan ganesha disimpulkan bahwa dalam proses sirkulasi mengenai prosedur peminjaman bahan koleksi relatif mudah dan tidak rumit sebagian besarresponden (54.355%) menyatakan setuju. Mengenai jumlah buku yang boleh dipinjam sudahcukup bagi pengunjung perpustakaan sebagaian besar responden (60.87%) menyatakansetuju. Mengenai prosedur perpanjangan waktu pinjam buku dan bahan koleksi relatif mudahdan tidak rumit sebagian besar responden (54.35%) menyatakan setuju. Mengenai mendapatkan pelayanan yang memuaskan saat melakukan peminjaman perpanjangan ataupengembalian koleksi sebagian besar responden (56.52%) menyatakan setuju. Mengenai mendapatkan pelayanan yang memuaskan saat melakukan peminjaman, perpanjangan ataupengembalian koleksi sebagian besar responden (80%) menyatakan setuju. Mengenai sanksi pelanggaran tidak memberatkan sebagian besar responden (54.35%) menyatakansetuju. Layanan yang diberikan oleh pustakawan mengenai pustakawan cekatan dalammerespon setiap keluhan dan kebutuhan, pustakawan menggunakan bahasa yang sopandalam melayani, pustakawan berpakaian rapi dalam menjalankan tugas, pustakawan selalumembantu mencari koleksi yang dibutuhkan pemustaka, pustakawan menggunakan bahasayang komunikatif. Dari hasil penelitian mengenai pustakawan cekatan dalam meresponsetiap keluhan dan kebutuhan sebanyak 21 responden (45.85%) menyatakan sangat setuju,21 responden (45.85%) menyatakan setuju, tetapi 4 responden (8.70%) menyatakan tidaksetuju. Mengenai pustakawan menggunakan bahasa yang sopan dalam melayani sebanyak21 responden (45.85%) menyatakan sangat setuju, 23 responden (50%) menyatakan setujudan 2 responden *4.35%) menyatakan tidak setuju. Mengenai pustakawan selalu membantudalam pencarian koleksi 22 responden (47,83) menyatakan sangat setuju, 24 responden(52.17%) menyatakan setuju. Untuk pustakawan berpakaian rapi dalam menjalankan tugassebanyak 21 responden (45.85%) menyatakan sangat setuju dan 23 responden (50%)menyatakan setuju. Mengenai pustakawan menggunakan bahasa yang komunikatif sebanyak 21 responden (45.65%) menyatakan sangat setuju, 23 responden (50%)menyatakan setuju dan 2 responden (4.35%) menyatakan tidak setuju. Terkait persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawan dalam memberikan layanan di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan ganesha dapat disimpulkanbahwa mengenai pustakawan cekatan dalam merespon setiap keluhan dan kebutuhansebagian besar responden (45.65%) menyatakan sangat setuju dan setuju. Mengenai pustakawan menggunakan bahasa yang sopan dalam melayani sebagian besar responden(50%) menyatakan setuju. Mengenai pustakawan berpakaian rapi dalam menjalankan tugassebagian besar responden (52.17) menyatakan setuju. Mengenai pustakawan selalumembantu dalam pencarian koleksi sebagian besar responden (50%) menyatakan tidaksetuju. Mengenai pustakawan menggunakan bahasa yang komunikatif sebagian besarresponden (50%) menyatakan setuju. Dari hasil penelitian diatas memberikan gambaran bahwa perpustakaan FakultasBahasa dan Seni Universitas Pendidikan Ganesha dari sebaran kuesioner terhadappemustaka memberikan hasil positif yang jawabannya rata-rata mencerminkan jawabansetuju mempunyai makna bahwa perpustakaan Fakultas Bahasa dan seni sebagai saranayang mutlak dibutuhkan civitas academika dan telah menerapkan Peraturan pemerintahpasal 55 Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1990 yang menyatakan, perpustakaanFakultas Bahasa dan Seni merupakan bagian yang dimiliki oleh lembaga UniversitasPendidikan Undiksha yang memegang peranan penting untuk menunjang pendidikan. Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni menjadi salah satu sarana yang menjadi sumberdaya pendidikan yang amat penting dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan(UU RI NO 43 TAHUN 2007,:4) . Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni sebagai pengelola sumber informasi selalu berusaha mengorganisasikan informasi yang ada untukmemudahkan memperolehnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Perpustakaan Bahasadan Seni jika ditinjau dari fungsi pelayanannya merupakan lembaga pelayanan informasi (Yenianti, 2021). Perpustakaan Fakultas Bahasa dan seni Perguruan tinggi dengan salahsatu fungsinya sebagai pelestari ilmu pengetahuan, menempatkan perpus-takaan sebagai wadah dimana segala informasi tentang ilmu pengetahuan dan teknologi, yang dapatdimungkinkan ada di dalamnya (Endarti, 2019).

Conclusion

Simpulan Dari data hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut : 1) persepsi pemustaka terhadapproses pendaftaran keanggotaan di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni UniversitasPendidikan Ganesha: tidak rumit, tidak memberatkan, memuaskan, tidak memakan waktulama adalah sebagian besar responden 46.74% rata-rata menyatakansetuju, 2) persepsi pemustaka terhadap proses sirkulasi di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni: cukupmudah dan tidak rumit, jumlah buku yg dipinjam sukup, perpanjangan buku relative lama 2minggu dengan 2 kali perpanjangan, pelayanan memuaskan, sanksi pelanggaran sirkulasi tidak memberatkan 500 perhari adalah sebagian besar responden 56.09% rata-ratamenyatakan setuju, 3) persepsi pemustaka terhadap sikap pustakawana dalam memberikanlayanan di Perpustakaan Fakultas Bahasa dan Seni: cekatan merespon keluhan pengguna,bahasanya sopan, selalu membantu mencari koleksi, berpakaian rapi, dan bahasanyakomunikatif adalah sebagian besar responden 49.56 rata-rata menyatakansetuju. Saran Berdasarkan simpulan di atas dapat disarankan sebagai berikut: 1) pimpinanperpustakaan hendaknya selalu memberikan apresiasi terhadap stafnya sehingga kinerjanyatetap dipertahankan dan bahkan kalo bisa ditingkatkanerhadap layanan yang diberikan; 2)pustakawan harus lebih proaktif dan selalu menincptakan situasi yang kondusif dalammemberikan layanan kepada pemustaka dan selalu meningkatkan layanan kepadamahasiswa untuk menjadi lebih baik.