Kembali
16
1
2022 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 11 · 1 ISSN 2302-3511

Strategi Perpustakaan Man 1 Jombang Untuk Eksis Menghadapi Generasi Milenial

Universitas Islam Negeri Sunan Ampel; Madrasah Aliyah Negeri 1 Jombang; Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Abstract

The purpose of this study was to find out about the strategies used by the MAN 1 Jombang library in order to attract the millennial generation to come to the MAN 1 Jombang library. Data collection techniques with interviews (interviews), observation and documentation. The results of this study indicate that there are several things that have been done by the Library of MAN 1 Jombang. The method used is descriptive qualitative research. The research lasted for two weeks, namely on 15-27 November 2021 at the MAN 1 jombang library, this research was carried out with the MAN 1 jombang library librarian as the target. In collecting data, the researcher used observation, interview, and documentation techniques. From the results of the research, researchers can find that libraries need to make innovation breakthroughs to be able to attract the interest of the millennial generation to visit the library.
Keywords: millennial generation · library innovation · library strategic

Introduction

Perpustakaan merupakan sebuah ruangan, bagian dari sebuah bangunan, atau bangunan itu sendiri berisi kumpulan buku-buku yang telah dikumpulkan dan disortir. Tujuannya agar mudah ditemukan dan digunakan jika diperlukan untuk pembaca. Secara umum perpustakaan adalah tempat dilaksanakannya kegiatan mengumpulkan, mengolah, dan menyebarluaskan segala macam informasi, baik yang tercetak maupun yang terekam dalam berbagai media seperti buku, majalah, surat kabar, film, kaset, tape recorder, video recorder, komputer, dll. Semua rangkaian sumber informasi disusun menurut sistem tertentu dan digunakan sebagai media pembelajaran dengan melalui membaca dan mencari informasi bagi semua yang membutuhkannya. Oleh karena sebagai tempat berkumpulnya informasi untuk menunjang pendidikan maka perpustakaan perlu melakukan kegiatan yang dapat menarik pengunjung sehingga dapat menjadi tempat nyaman bagi setiap kalangan terutama generasi milenial yang ingin belajar di perpustakaan. Genarasi milenial menurut wikipedia juga dikenal sebagai Generasi Y atau Generasi Langgas yang merupakan kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Kelompok ini tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir. Sebagai awal kelahiran kelompok ini para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran. Teknologi sangat erat hubungannya dengan Generasi milenial, terutama dengan teknologi digital karena mereka tumbuh beriringan dengan berkembang pesatnya teknologi. Pusat Data Republika (2016) menyebutkan bahwa generasi millennial rata-rata mengalihkan perhatiannya dari berbagai gawai, seperti PC, smartphone, tablet, dan televisi 27 kali setiap jamnya. Angka ini meningkat dari 17 kali per jam di generasi sebelumnya. Dalam urusan bekerja, mereka lebih tertarik memiliki pekerjaan yang bermakna dari pada hanya sekadar bayaran yang besar. Tantangan bagi perpustakaan adalah bagaimana perpustakaan dapat tetap eksis menghadapi generasi milenial yang pada saat ini cenderung malas untuk datang ke perpustakaan untuk mencari informasi, karena zaman yang serba digital membuat informasi dapat diakses dengan mudah oleh generasi milenial dimanapun dan kapanpun melalui internet yang mana sulit membedakan antara informasi yang valid dan informasi yang HOAX, agar generasi milenial mengetahui pentingnya perpustakaan sebagai tempat mencari informasi maka dibutuhkan strategi pemasaran yang dapat menarik generasi milenial untuk datang ke perpustakaan sehingga mereka dapat memanfaatkan layanan yang ada di perpustakaan dengan nyaman. Agar perpustakaan dapat dikenal dan dikunjungi banyak orang perpustakaan perlu melakukan kegiatan yang bersifat memperkenalkan lembaganya. Hal ini dilakukan karena perpustakaan merupakan fasilitas penunjang pendidikan agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh banyak orang. Untuk dapat memperkenalkan perpustakaan sekolah kepada para siswa yang merupakan para generasi milenial, maka perlu adanya inovasi yang dapat menarik generasi milenium untuk datang ke perpustakaan. Ada banyak cara untuk melakukan kegiatan promosi pada perpustakaan salah satu cara untuk mengenalkan perpustakaan pada masyarakat adalah dengan media sosial, keunggulan promosi dengan media sosial adalah pada saat ini rata rata masyarakat terutama generasi milenial merupakan pengguna internet terutama media sosial, KOMINFO (Kementerian Komunikasi dan Informatika) menyebutkan bahwa saat ini pengguna internet di Indonesia mencapai 63 juta orang. Dari angka tersebut, 95 persennya menggunakan internet untuk mengakses jejaring sosial. Selain melakukan pengenalan perpustakaan pada masyarakat, perpustakaan juga perlu berinovasi pada fasilitas yang ada di perpustakaan, karena dengan fasilitas selayaknya perpustakaan pada umumnya para pengunjung akan kurang berminat untuk datang ke perpustakaan terutama generasi milenial yang kemungkinan akan lebih memilih untuk mencari informasi yang ada di internet, oleh karena itu salah satu cara untuk menarik minat generasi milenial adalah dengan cara menyediakan fasilitas layanan yang dapat memudahkan pengunjung untuk meminjam dan mengembalikan buku, salah satu fasilitas pelayanan yang memudahkan baik pustakwan maupun pengunjung perpustakaan adalah aplikasi SLIMS (Senayan Library Management System) merupakan aplikasi open source software (OSS) yang berbasis web berfungsi untuk memenuhi kebutuhan automasi perpustakaan (library automation) baik skala kecil hingga skala besar. Selain inovasi pada pelayanan perpustakaan juga perlu berinovasi pada fasilitas prasarana perpustakaan dengan membuat ruang yang dapat digunakan pengunjung mengekspresikan emosi mereka pada media sosial.

Method

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif adalah suatu penelitian yang berusaha untuk mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, atau kejadian yang sedang terjadi saat sekarang. Penelitian kualitatif deskriptif memusatkan perhatian terhadap masalah-masalah actual sebagaimana adanya pada saat penelitian sedang berlangsung. Penelitian berlangsung selama dua minggu yaitu pada tanggal 15-27 November 2021 di Perpustakaan MAN 1 jombang, penelitian ini dilaksanakan dengan pustakawan Perpustakaan MAN 1 jombang sebagai sasaran. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi berupa smartphone sebagai pengambil gambar dan perekam suara saat wawancara berlangsung.

Result & Discussion

Sebagai tempat berkumpulnya informasi yang ada disekolah Perpustakaan MAN 1 Jombang berupaya untuk menjadi tempat yang nyaman bagi siswa MAN 1 Jombang yang akan mencari informasi mengenai pembelajaran, tak hanya sebagai tempat yang nyaman, Perpustakaan MAN 1 Jombang juga berupaya agar siswa berminat datang ke perpustakaan. Tujuan Perpustakaan MAN 1 Jombang tidak lain agar terciptanya ekosistem literasi bagi siswa MAN 1 Jombang, dengan adanya perpustakaan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siswa karena pada zaman saat ini siswa lebih memilih untuk mencari informasi di media digital dari pada datang ke perpustakaan, sedangkan informasi yang ada pada media digital belum tentu merupakan informasi yang dapat dipercaya dan belum tentu informasi yang didapat merupakan dari sumber yang jelas, oleh karena itu Perpustakaan MAN 1 Jombang berupaya agar siswa dapat mendapatkan informasi yang dapat dipercaya melalui yang bisa didapat dari buku pada perpustakaan. Oleh karena itu Perpustakaan MAN 1 Jombang banyak berinovasi agar generasi milenial dapat mudah dan nyaman untuk datang ke perpustakaan. Berikut jumlah inovasi/kreatifitas yang ada di Perpustakaan MAN 1 Jombang, adalah sebagai berikut: Tabel 1 Layanan Perpustakaan MAN 1 Jombang No Inovatif/ kreativitas Tahun 1 Kartu Perpustakaan 2018 – Sekarang 2 Barcode Koleksi 2019 – Sekarang 3 Sistem Otomasi Online 2021 – Sekarang 4 Kegiatan Reward 2018 – Sekarang 5 Gerakan Literasi 2018 – Sekarang 6 Pelayanan Mandiri 2020 – Sekarang 7 Tata Ruang 2021 – Sekarang Table 1 Jenis Inovasi Perpustakaan Kartu perpustakaan setiap anggota memiliki barcode yang berbeda setiap individu. Hal ini dapat memudahkan petugas dalam pelayanan dan mempercepat proses pelayanan di perpustakaan MAN 1 Jombang. Kartu perpustakaan setiap siswa menyatu dengan kartu pelajar, sehingga terintegrasi. Pada tahun 2009 sampai tahun 2015 sistem otomasi sudah berlaku di perpustakaan MAN 1 Jombang. Namun, penggunaan sistem tersebut belum optimal. Pada rentang tahun tersebut, sistem hanya digunakan untuk inventarisasi buku baru dan presensi pengunjung. Pada tahun 2015 bulan juli sistem otomasi SLiMS Cendana mulai digunakan semaksimal mungkin sebagai penunjang kegiatan perpustakaan. Dengan adanya sistem baru tersebut, setiap koleksi yang ada di Perpustakaan MAN 1 Jombang memiliki barcode dan tercatat pada sistem, sehingga memudahkan dalam proses pencarian, administrasi, dan pelayanan perpustakaan. Pembarcodan sesuai dengan jenis bukunya. Untuk buku mapel peletakan barcode ada disampul depan dan buku umum peletakan barcode ada disampul belakang. Dapat di lihat pada gambar berikut: Gambar 1 Barcode pada koleksi perpustakaan 1. SLiMS Terbaru Pada tahun 2021, sistem yang digunakan pada perpustakaan MAN 1 Jombang upgrade SLiMS versi terbaru yaitu SLiMS Bulian 9.4 yang sebelumnya adalah sistem SLiMS Cendana 7.0. Kelebihan dari SLiMS versi bulian 9.4 diantara adalah versi ini lebih terjangkau dan sistematis. Senayan library management system (SLIMS) memiliki banyak fitur yang dapat memudahkan pustakawan dan pengunjung. Antara lain, yakni (1) OPAC (Online public access catalog) adalah fitur SLIMS yang dapat pembuatan thumbnail yang di-generate-on-the-fly. Thumbnail berguna untuk menampilkan sampul buku. Mode penelusuran tersedia dalam bentuk sederhana (simple search) dan tingkat lanjut (advanced search). Fitur ini dapat memudahkan pengguna untuk penelurusan buku. (2) Cantuman (Detail record) juga tersedia format XML (extensible markup language) untuk kebutuhan web service. (3) Penghitungan pengunjung perpustakaan, (4) Member area, fitur ini digunakan untuk melihat koleksi perpustakaan yang sedang dipinjam oleh pengunjung, juga untuk melakukan pemesanan peminjaman, ubah password pengguna, (5)Manajemen data bibliografi yang efisien meminimalisasi redundansi data. (6) Manajemen Masterfile untuk data referensial seperti GMD (general material designation), tipe koleksi, penerbit, pengarang, lokasi, supplier, dan lain-lain. (7) Manajemen Masterfile untuk data referensial seperti GMD (general material designation), tipe koleksi, penerbit, pengarang, lokasi, supplier, dan lain-lain. (8) Manajemen keanggotaan, (9) Inventarisasi koleksi (stocktaking), (10) Laporan dan statistik, (11) Pengelolaan terbitan berkala (12) Dukungan pengelolaan dokumen digital multimedia (flv., mp3., pdf., dll.) (13) SLiMS mendukung beragam format Bahasa termasuk bahasa yang tidak menggunakan penulisan latin. Menyediakan berbagai Bahasa pengantar (Indonesia, Inggris, Spanyol, arab, Jerman, Bengali, Persia, Melayu, PortugisBrasil, Thailand, Jepang, Urdu). (14) Dukungan modul union catalog service sertanayanes sebagai search proxy. (15) Modul system dengan fitur: Konfigurasi system global, Manajemen modul, Menajemen pengguna (grup pengguna dan pengguna aplikasi), Pengaturan hari libur, Pembuat barcode dan nomor punggung otomatis, Utilitas untuk backup. Gambar 2 Tampilan beranda SLIMS 2. Reward Penghargaan atau reward merupakan inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan MAN 1 Jombang yang diberikan kepada pengunjung dan peminjam teraktif baik guru atau siswa sebagai bentuk apresiasi perpustakaan kepada pemustaka. Hal ini juga akan mempengaruhi pemustaka lain untuk terus aktif dalam pemanfaatan fasilitas perpustakaan. Kegiatan ini dilakukan setiap semester dan diserahkan langsung oleh Kepala Madrasah. Dengan adanya kegiatan ini diharapakan banyak siswa tertarik untuk datang atau meminjam buku di perpustakaan. 3. Gerakan Literasi Kegiatan yang didukung oleh Perpustakaan MAN 1 Jombang sebagai bentuk inovasi untuk mengembangkan budaya literasi siswa MAN 1 Jombang dengan kegiatannya sebagai berikut: a. GEMALIS (Gerakan Membaca dan Menulis) merupakan kegiatan yang yang diwajibkan pada semua siswa-siswi untuk membaca dan menulis pada 15 menit sebelum jam pertama dimulai. Pembiasaan ini dimulai pada tahun 2018 bulan Agustus. Kegiatan ini bertujuan untuk membiasakan siswa untuk membaca dan menulis. b. SAKASI (Samudra aksara literasi) merupakan program yang diadakan oleh Perpustakaan MAN 1 Jombang, sebuah komunitas siswa-siswi MAN 1 Jombang yang ingin menambah wawasan literasi. Pada saat ini SAKASI sudah memiliki anggota sebanyak 37 siswa dengan mengadakan tiga kelas yaitu kelas cerpen, kelas artikel dan kelas puisi. Juga mengadakan progam pembuatan buku novel yang ditulis oleh anggota SAKASI yang dibantu oleh Perpustakaan MAN 1 Jombang untuk proses penerbitannya, kegiatan lain yang diadakan SAKASI adalah pelatihan festival literasi nasional yang dilakukan di aula MAN 1 Jombang, kader SAKASI juga membantu Perpustakaan MAN 1 Jombang untuk merawat buku dengan membuat program bengkel buku untuk membenahi buku yang rusak, kegiatan lain yang dilakukan oleh Sakasi adalah membantu berjalannya program jemput bola yang dilakukan satu minggu sekali setiap hari Selasa. 4. Pelayanan Mandiri Salah satu Inovasi baru yang diterapkan Perpustakaan MAN 1 Jombang yaitu dengan fasilitas layanan mandiri untuk para pengunjung, sebagai layanan peminjaman dan pengembalian. Fasilitas pelayanan mandiri terdapat di bagian pintu masuk Perpustakaan MAN 1 Jombang, dengan menerapkan alur pengoperasian sirkulasi aplikasi yang sudah ditentukan. Adapun mekanisme pelayanan mandiri Perpustakaan MAN 1 Jombang adalah dengan memanfaatkan laptop dan barcode untuk meminjam dengan cara pengunjung me-scan kartu tanda siswa MAN 1 Jombang jika sudah memilih buku, siswa bisa me-scan barcode yang ada dibuku sehingga data peminjaman masuk pada aplikasi SLIMS. Selain inovasi pada pelayanan Perpustakaan MAN 1 Jombang juga berinovasi pada prasarana yang ada pada perpustakaan dengan membuat fasilitas yang digemari oleh generasi milenial, fasilitas ini bertujuan untuk agar siswa dapat tetap eksis meski berada pada perpustakaan sehingga mereka berminat mengunjungi perpustakaan. Adapun fasilitas apa saja yang disediakan perpustakaan untuk menarik generasi milenial untuk datang ke perpustakaan adalah sebagai berikut : a. Area Selfie Perpustakaan MAN 1 Jombang tidak hanya menyediakan ruang untuk membaca dan menulis saja tetapi menyediakan area selfie dengan konsep beberapa lukisan dan album sejarah, agar para pengunjung Perpustakaan tidak jenuh dan bisa berpose semenarik mungkin di area selfie. Dengan adanya hal ini bisa menambah daya tarik siswa-siswi untuk berkunjung di perpustakaan, terlebih dikarenakan mereka bisa memposting dimedia sosial pribadi seperti instagram, facebook/meta, twitter dan sebagainya b. Area Pojok Baca Untuk menambah daya tarik membaca, Perpustakaan MAN 1 Jombang memiliki terobosan inovasi yaitu dengan melakukan program pojok baca di tempat-tempat strategis di lingkungan MAN 1 Jombang dengan memberikan fasilitas beberapa buku di pojok area kantin kewirausahaan dan kopsis (koperasi siswa) agar para siswa-siswi bisa menikmati makanan dan minuman sambil membaca buku. Program ini bertujuan agar siswa dapat memanfaatkan buku yang disediakan perpustakaan dikala mereka sedang tidak berada di perpustakaan sehingga dapat tercipta ekosistem literasi pada siswa MAN 1 Jombang. c. Program Menjemput Bola Program menjemput bola merupakan sebuah terobosan inovasi yang dilakukan oleh Perpustakaan MAN 1 Jombang yang bertujuan mewujudkan ekosistem literasi bagi siswa siswi MAN 1 Jombang yang memudahkan siswa untuk meminjam buku tanpa harus datang ke perpustakaan. Dalam hal ini pihak perpustakaan dibantu oleh kader perpustakaan berkeliling membawakan buku-buku dalam keranjang ke setiap kelas satu kali seminggu. Siswa yang meminjam buku akan dilayani di tempat yang sudah siap dengan pendataannya. Siswa dapat mengembalikan buku dengan datang ke perpustakaan atau pada saat kader berkeliling ke kelas. Pelaksanaan program ini dilakukan pada setiap hari senin pada saat kelas istirahat sehingga tidak mengganggu pembelajaran yang sedang berlangsung. d. Album Jombang Banget Merupakan inovasi Perpustakaan MAN 1 Jombang dengan membuat ruang untuk menambah pengetahuan pengunjung perpustakaan, tidak hanya menyediakan informasi tentang koleksinya, melainkan juga informasi tentang lingkungan sekitarnya dengan menampilkan fasilitas album sejarah seperti gambar peninggalan Kota Jombang dengan tema “Jombang Bangets” dan tokoh nasional putra daerah Jombang dengan tema “Asli Jombang” agar para pengunjung Perpustakaan MAN 1 Jombang lebih mengenal budaya dan para tokoh yang ada di Kota Jombang sendiri. e. Area Tentangmu Perpustakaan MAN 1 Jombang menciptakan inovasi baru dengan menyediakan area tentangmu (isi hati penulis) tempat dimana siswa siswi bebas menyampaikan isi hati dengan kata-kata yang menarik namun tetap sesuai kaidah kesopanan, area ini berbentuk papan yang dapat ditempel dengan kertas note yang berisi curhatan siswa- siswi. Area ini merupakan area ‘have fun’ yang dapat menambah daya tarik siswa untuk berkunjung di perpustakaan. f. Pembuatan Atau Penerbitan Buku Hasil Karya Siswa Perpustakaan MAN 1 Jombang memberikan fasilitasi bagi siswa siswi yang tergabung di komunitas menulis MAN 1 Jombang yaitu Literasi Lovers. Komunitas ini difasilitasi dengan bimbingan menulis baik itu cerpen, puisi maupun artikel oleh guru-guru yang berpengalaman di bidangnya. Hasil karya tulisan mereka kemudian diproses lebih lanjut menjadi penerbitan buku yang ber ISBN. Dengan adanya program ini diharapkan dapat menjadi media siswa untuk terus berkarya dalam menulis. Selain itu strategi yang digunakan untuk memperkenalkan perpustakaan pada siswa adalah dengan cara pustakawan dibantu oleh kader perpustakaan melakukan presentasi dengan mengenalkan Perpustakaan MAN 1 Jombang pada saat MATSAMA (masa taaruf siswa), selain dengan cara tersebut perpustakaan juga memanfaatkan media sosial sebagai cara untuk mengenalkan perpustakaan pada siswa dengan membuat akun instagram, twitter, facebook serta media sosial lainnya, pada akun media sosial ini berisi tentang apa saja kegiatan-kegiatan yang ada pada Perpustakaan MAN 1 Jombang serta buku buku terbaru yang bisa dipinjam di perpustakaan. Dari strategi perpustakaan MAN 1 Jombang yang telah disebutkan peneliti dapat mengetahui bahwa inovasi penting dilakukan untuk dapat menarik generasi milenial yang cenderung dekat dengan informasi digital, dengan adanya inovasi perpustakaan telah berhasil menarik generasi milenial untuk datang ke perpustaakaan terbukti dengan adanya data pengunjung bahwasanya sebelum melakukan inovasi rata rata pengunjung perpustakaan adalah 7 sampai 10 orang, setelah melakukan perubahan pengunjung perpustakaan MAN 1 Jombang meningkat menjadi rata rata 30 pengunjung per hari, oleh karena itu inovasi perlu dilakukan tidak hanya pada perpustakaan diharapkan dapat diterapkan oleh lembaga lain yang digunakan oleh masyarakat umum.

Conclusion

Perpustakaan MAN 1 Jombang berupaya untuk menjadi tempat yang nyaman bagi siswa MAN 1 Jombang yang akan mencari informasi mengenai pembelajaran, tak hanya sebagai tempat yang nyaman, perpustakaan MAN 1 Jombang juga berupaya agar siswa berminat datang ke perpustakaan. Tujuan Perpustakaan MAN 1 Jombang tidak lain agar terciptanya ekosistem literasi bagi siswa MAN 1 Jombang, dengan adanya perpustakaan diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh siswa karena pada zaman saat ini siswa lebih memilih untuk mencari informasi di media digital dari pada datang ke perpustakaan, sedangkan informasi yang ada pada media digital belum tentu merupakan informasi yang dapat dipercaya dan belum tentu informasi yang didapat merupakan dari sumber yang jelas oleh karena itu perpustakaan MAN 1 Jombang berupaya agar siswa dapat mendapatkan informasi yang dapat dipercaya melalui yang bisa didapat dari buku pada perpustakaan. Oleh karena itu perpustakaan MAN 1 Jombang banyak ber inovasi agar generasi milenial dapat mudah dan nyaman untuk datang ke perpustakaan. Strategi yang digunakan untuk memperkenalkan perpustakaan pada siswa adalah dengan cara pustakawan dibantu oleh kader perpustakaan melakukan presentasi dengan mengenalkan perpustakaan MAN 1 Jombang pada saat MATSAMA (masa taaruf siswa), selain dengan cara tersebut perpustakaan juga memanfaatkan media sosial sebagai cara untuk mengenalkan perpustakaan pada siswa dengan membuat akun instagram, twitter, facebook serta media sosial lainnya. Saran peneliti untuk perpustakaan MAN 1 Jombang adalah memfasilitasi satu ruang yang ada pada perpustakaan untuk membaca, yang mana pemustaka dapat membaca buku dengan nyaman.