IMPLEMENTASI MODEL GOLDEN RULES OF USER INTERFACE DESIGN OLEH THEO MANDEL PADA APLIKASI DIARY SUMSEL
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstract
This study aims to evaluate the interface design of the Sumsel Diary application and find out its strengths and weaknesses using the Golden Rules of User Interface Design model by Theo Mandel. The research method used is a case study supported by literature studies such as scientific journals and books that are in line with the discussion of this article, and reinforced by simple interviews with users of the Sumsel Diary application. The results of the discussion show that the design of the Sumsel Diary application interface can be said to be good, although there are still many shortcomings. This can be seen from the evaluation results with three aspects from Theo Mandel namely, the first aspect positions the user as a control which shows that the Sumsel Diary application is user friendly even though there are deficiencies in collection downloads and supported smartphones. The features and interface display are easy for all users to understand, then finally there is the value of consistency from coloring, layout, positioning of features and menus in the Sumsel Diary application. However, there are also some deficiencies in technical issues and book collections in the application database.
Keywords:
User Interface
· Golden Rules of User Interface Theo Mandel
· Diary Sumsel
Introduction
Sejak hadirnya teknologi informasi ditengah masyarakat terdapat banyak manfaat yang dirasakan terutama dalam menyelesaikan pekerjaan dalam kegiatan sehari-hari. Selain itu, berdampak juga pada semakin pesatnya kebutuhan serta penyebaran informasi dalam kehidupan manusia. Melalui Smartphone pengguna dapat menelusuri ragam informasi, hal tersebut mengakibatkan berkembangnya penggunaan smartphone secara signifikan, menurut data Newzoo tahun 2023 Indonesia menduduki urutan keempat negara dengan pengguna smartphone terbanyak di dunia dengan 192,15 juta pengguna (Sadya 2023). Perpustakaan sebagai suatu lembaga pengelola informasi tentunya tidak terlepas dari pengaruh teknologi informasi (Martini 2010), adanya perkembangan teknologi informasi perpustakaan harus memanfaatkan teknologi agar dapat memberikan pelayanan informasi akurat yang dapat dimanfaatkan oleh penggunanya (Nento 2019). Terlebih melalui penggunaan smartphone perpustakaan dapat menjangkau penggunanya dimanapun dan kapanpun, hal tersebut dapat dipersiapkan melalui aplikasi perpustakaan yang dapat memberikan akses koleksi berbasis smartphone. Sehingga perpustakaan dapat memberikan dan menciptakan layanan yang berbasis teknologi informasi kepada pengguna. Dinas Perpustakaan provinsi Sumatera Selatan sudah berinovasi dengan menciptakan layanan berbasis teknologi informasi kepada pengguna dengan aplikasi yang dapat diakses melalui perangkat smartphone pengguna yakni Diary Sumsel. Aplikasi perpustakaan digital tersebut diresmikan dan diluncurkan langung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru pada acara festival literasi Sumsel Tahun 2020. Aplikasi Diary Sumsel adalah bentuk inovasi baru dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perpustakaan, dengan tujuan agar lebih dekat kepada masyarakat pada situasi pandemi Covid 19. Badan Perpustakaan Nasional atas kerjasamanya dalam mengembangkan aplikasi dengan PT. Woolu Akasara Maya merupakan layanan perpustakaan digital dalam genggaman yang dapat diakses oleh semua masyarakat khusunya Sumatera Selatan. Aplikasi Diary Sumsel masih dapat dikatakan baru dan belum banyak dikenal masyarakat (pengguna) hal tersebut dapat peneliti lihat melalui jumlah pengguna yang mengundung aplikasi tersebut dengan jumlah 500 pengunduh. Selain itu ratting aplikasinya yang hanya dari 5 ulasan pengguna, sehingga menghasilkan ratting hanya direntang angka 3.0 dari rentang 1-5. Dalam hal ini sebuah aplikasi dapat dievaluasi kekurangan dan kelebihannya melalui tampilan interfacenya, sebagaimana interface berfungsi sebagai jebatan antara pengguna dengan teknologi (Yasin dan Yumarlin 2016). Interface pada setiap aplikasi tentunya berbeda sesuai dengan fungsi dan kebutuhan pengguna, sehingga melalui interface pengguna akan lebih mudah mengoperasikan aplikasi. Salah satu cara untuk menilai interface suatu aplikasi ialah dengan menggunakan metode evalusasi user interface, seperti pada penelitian kali ini menggunakan model Golden Rules of User Interface Design oleh Theo Mandel sebagai tolak ukur dalam mengevaluasi design user interface dari aplikasi Diary Sumsel. Theo Mandel mengemukakan teori Golden rules of User Interface Design yang terbagi pada tiga aspek yang terdapat pada evaluasi heuristic yakni membantu pengguna dalam mengenali, mempunyai kendali, kebebasan pada pengguna, standar serta konsistensi. Teori Theo mandel ini dijadikan sebagai acuan dalam evalusasi sebuah sstem ataupun aplikasi guna untuk mengukut tingkat kemudahan dalam penggunaan antarmuka oleh pengguna (Yasin dan Yumarlin 2016).
Method
Artikel ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan metode studi kasus (case study) pada aplikasi Diary Sumsel. Studi kasus ialah metode penelitian yang dilakukan dengan mengeksplorasi dan menganalisis secara mendalam tentang sebuah kasus, program, proses, kejadian, aktivitas terhadap satu orang bahkan lebih (Creswell 2018). Diperkuat dengan hasil wawancara melalui 2 pengguna aplikasi Diary Sumsel melalui Chat Whatsapp. Dengan melakukan studi literatur mengenai user interface dan teori yang digunakan dalam melakukan evaluasi terhadap pengukuran tingkat kemudahan dari penggunaan user interface serta melakukan penilaian terhadap tampilan desain pada aplikasi Diary Sumsel, yakni dengan model Golden rules of User Interface Design Theo Mandel.
Result & Discussion
Dalam evaluasi tampilan interface layanan umum pada aplikasi Diary Sumsel menggunakan tiga aspek dari teori Theo Mandel yakni “Golden rules of User Interface Design oleh Theo Mandel”. Gambar di bawah ini menunjukkan tampilan user interface dari aplikasi Diary Sumsel: (Gambar 1&2: Tampilan awal aplikasi Diary Sumsel ) 1) Memposisikan Pengguna Sebagai Kontrol Dalam aspek pertama ini diartikan bahwa user Diary Sumsel mempunyai kontrol penuh dimana dapat dengan bebas mengakses, mengekspolarasi dan menggunakan semua fitur aplikasi yang tersedia di aplikasi Diary Sumsel. Aplikasi ini mempunyai kebijakan untuk menonaktifkan tangkapan layar pada saat mode baca. Langkah awal user sebelum dapat mengakses fitur dan menu yang tersedia yakni dengan melakukan sign in dan login terlebih dahulu, yang dapat dilakukan melalui akun email dan facebook. Hal ini harus dilakukan oleh user, karena dengan mendaftar diri terlebih dahulu maka user akan dapat mengakses semua menu tanpa batasan. Contohnya seperti gambar di bawah ini: (Gambar 3&4: Sign in dan Login mendaftar aplikasi Diary Sumsel) Terdapat perbedaan apabila user yang belum dan sudah login, diantaranya user tidak dapat mengakses menu home, fitur pinjaman buku, fitur aktifitas dan kotak masuk serta tidak dapat mengeksplore detail buku, hanya bisa melihat cover judul buku saja. Apabila user sudah login makan semua fitur dan menu dalam aplikasi dapat diakses, sehingga user dapat menjangkau semua koleksi, meminjam, membaca dan aktivitas yang terdapat di menu home. (Gambar5&6: Tampilan aplikasi ketika user sudah login) Tampilan desain user interface aplikasi Diary Sumsel sudah dapat dikatakan user friendly meskipun terkandang terdapat kendala pada smartphone yang kurang support, serta dalam proses peminajam buku user terlebih dahulu mengkonfirmasi buku yang akan dipinjam lalu mengunduh buku untuk dibaca dan dipinjam yang kemudian tersimpan di fitur bookshel. Meskipun demikian, Tampilan desain user interface aplikasi Diary Sumsel sudah dapat dikatakan user friendly meskipun terkandang terdapat kendala pada smartphone yang kurang support. (Gambar 7: Fitur Table of Content dan rak buku dari aplikasi Diary Sumsel) Sehingga, penulis sumpulkan apabila di evaluasi dengan aspek pertama teori Golden rules of User Interface Design oleh Theo Mandel secara keseluruhan sudah berupaya untuk memberikan kontrol kepada user aplikasi Diary Sumsel, mengingat aplikasi tersebut baru rilis beberapa tahun terakhir ini, dapat dikatakan masih dalam proses pengembangan. Seperti hasil wawancara sederhana yang peneliti dapatkan dari pengguna: “Aplikasi Diary Sumsel sudah baik tetapi terdapat beberapa fitur mode baca pada saat membaca e-book tidak dapat digunakan yang pada notif fiturnya bahwa masih dalam pengembangan” (ID) 2) Mempermudah User Untuk Mengingat Pengertian dari aspek kedua ini adalah interface suatu aplikasi harus dibuat dan disajikan dengan tidak rumit, guna untuk mempermudah user dalam menggunakan bagian-bagian aplikasinya tanpa harus perlu mengingat semua daftar menu yang ada. Seperti dalam gambar di bawah ini terdapat beberapa menu di aplikasi Diary Sumsel: (Gambar 8: Fitur menu Aplikasi Diary Sumsel) Menu yang terdapat pada aplikasi Diary Sumsel dilengkapi dengan simbol gambar yang sederhana dalam mempersepsikan pada segi menu tersebut. Sehingga, user dapat dengan mudah mengingatnya baik dari kalangan dewasa maupun anak-anak. Menu tersebut diantara lain koleksi, e-Pustaka, feed/home, rak buku dan notifikasi. User dapat mejelajah koleksi buku yang tersedia dalam aplikasi melalui menu koleksi, dimana pengguna dibawa untuk menjelajahi kumpulan koleksi ebook. User dengan mudah memilih bacaan yang mereka butuhkan hanya dengan meng-klik salah satu buku. Kemudian pada menu e-Pustaka, user dibawa ke beberapa kategori dari kumpulan instansi maupun penerbit yang telah menjalin kerja sama, baik dari instansi pemerintahan, sekolah dan tokoh. Selanjutnya menu feed/home yang berisikan informasi untuk user mengenai riwayat buku yang dipinjam oleh user lain, penambahan buku dari sebuah instansi dan informasi lainnya. Sedangkan rak buku adalah menu khusus untuk user, rak buku virtual ini dapat dimanfaatkan user menyimpan buku yang mereka pinjam dan berisikan riwayat koleksi buku yang sudah pernah dibaca. Terakhir adalah menu notifikasi yang berisikan aktivitas dan kotak masuk untuk pengguna. Maka, berdasarkan evaluasi di atas dapat dikatakan menu yang tersedia pada aplikasi Diary Sumsel sudah dapat dikatakan baik dalam konteks aspek kedua ini karena penulis sendiri sebagai user juga merasakan kemudahan menu tanpa harus mengingat terlalu banyak. Hal tersebut karena didukung melalui gambar sederhana pada menu aplikasi, sehingga memudahkan pengguna aplikasi dalam mengingat letak dan fungsi dari menu tersebut. 3) Konsistensi Interface Konsistensi interface yang dimaksud adalah dimana suatu interface aplikasi dengan konsisten memberikan tampilan kepada pengguna dengan tidak terlalu banyak menampilkan variasi menu, yang mengakibatkan pengguna sulit untuk memahami penggunaan aplikasi tersebeut. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa konsistensi terdapat nilai user friendly. Aplikasi Diary Sumsel secara keseluruhan bernuansa warna biru dengan goresan warna hijau, tidak hanya warna yang mendominasi tetapi aplikasi Diary Sumsel juga memperkenalkan Jembatan Ampera dan baju adat Sumatera Selatan (Palembang) melalui gambar karikatur perempuan dan laki-laki yang sedang memakai baju adat Palembang, pada tampilan awal sebelum pengguna login. Kemudian, dalam hal tata letak aplikasi Diary Sumsel konsisten, hal tersebut dapat dilihat dari tampilan kumpulan kategori buku yang tersedia pada menu koleksi, dilengkapi dengan cover buku, judul buku, pengarang bahkan dapat terlihat berapa pembaca dan ulasan pada koleksi tersebut. Dari kedua hal tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini: (Gambar 9&10: Tampilan awal dengan sentuhan nilai kebudayaan Sumatera Selatan) Sedangkan konsistensi interface pada menu koleksi buku juga terlihat dari pendeskripsian buku, melalui fitur detail pengguna dapat mengakses informasi seputar buku baik informasi berupa judul, pengarang, ISBN, penerbit, tanggal terbit, ulasan buku, sinopsi buku, jumlah salinan buku, besaran file buku, daftar antrian buku, daftar peminjam, rating serta rekomendasi buku. Dari informasi tersebut pengguna dengan mudah mengetahui ketertarikan pengguna lain terhadap koleksi tersebut dan melalui gambar buku jga mempermudah pengguna untuk mencari buku sesuai kebutuhan berdasarkan kategori buku dari beberapa disiplin ilmu. (Gambar 10: Konsistensi pada tampilan menu koleksi buku) Sehingga, dapat disimpulkan bahwa apliaksi Diary Sumsel sudah memenuhi aspek konsistensi interface yang baik, didukung dengan paduan warna, pengenalan budaya Sumatera Selatan yang menjadi ciri khas aplikasi ini dan setiap tata letak yang menarik. Meskipun sederhana aplikasi Diary Sumsel ini dalam penggunaannya tidak mepersulit pengguna. Kemudian dari hasil evaluasi menggunakan teori “Golden rules of User Interface Design oleh Theo Mandel”, terdapat kekurangan dan kelebihan dari aplikasi Diary Sumsel yang perlu diperbaiki dan dipertahankan: Kelebihan : 1. Konsistensi tampilan interface sudah dapat dikatakan baik 2. Aplikasi Diary Sumsel user friendly 3. Pemilihan sentuhan warna aplikasi yang menarik Kekurangan : 1. Masih ada bug pada saat menggunakan aplikasi terlalu lama 2. Koleksi buku masih belum lengkap dan beberapa penulis terkenal belum tersedia 3. Perlunya ruang penyimpan smartphone yang mendukung 4. Belum terdapat fitur mode baca yang update
Conclusion
Aplikasi Diary Sumsel yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan telah berupaya untuk lebih dekat kepada masyarakat khususnya masyarakat Sumatera Selatan. Dengan tampilan interface yang user friendly sehingga dapat memudahkan pengguna untuk mengeksplore e-book. Melalui evaluasi dengan Golden rules of User Interface Design oleh Theo Mandel dapat menilai sejauh mana tampilan interface dapat beroperasi dengan baik. Komponen yang dievaluasi dengan metode Theo mandel dapat disimpulkan bahwa pengguna sebagai kontrol yang dapat mengakses keseluruhan fitur aplikasi, fitur dan tampilan interface mudah untuk dipahami semua kalangan pengguna, kemudian yang terakhir terdapat nilai konsistensi dari pewarnaan, tata letak, posisi dari fitur dan menu pada aplikasi Diary Sumsel. Meskipun demikian juga terdapat beberapa kekurangan dalam masalah teknis dan koleksi buku dalam database aplikasi. Oleh karena itu perlunya evaluasi dan perbaikan secara berkala mengingat pembaharuan aplikasi sangat diperlukan guna untuk lebih mempermudah dan memberikan pelayanan yang optimal kepada pengguna aplikasi Diary Sumsel.