Desain Interior Perpustakaan dengan Tema Budaya Nusantara dan Modern untuk Kenyamanan Pengujung di Universitas Malahayati Lampung
Universitas Malahayati Lampung
Abstrak
Perpustakaan Perguruan Tinggi memiliki banyak fungsi, dalam pengembangannya perpustakaan harus berorientasi pada kebutuhan pemakainya. Perpustakaan perlu mengikuti perkembangan sikap dan minat pengunjung agar suasana perpustakaan tidak membosankan dan monoton. Desain perpustakaan yang kaku akan identik dengan suasana yang membosankan, sehingga seakan-akan perpustakaan jauh dari kesan memberikan kenyamanan dan hiburan kepada para pengunjungnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu diperhatikan desain di dalam perpustakaan, yaitu desain yang fleksibel dan tidak kaku, ruang-ruangan dalam perpustakaan perlu ditata semenarik mungkin, sehingga pengunjung dapat memperoleh kenyaman di dalam perpustakaan. Agar menghasilkan penataan interior perpustakaan secara optimal menurut Darmono dalam sukesi (2009: 12-13) bahawa aspek-aspek yang dapat menunjang tugas perpustakaan adalah dengan mememperhatikan aspek fungsional, aspek psikologi pengguna, aspek estetika, dan aspek keamanan bahan pustaka. Desain interior perpustakaan perlu memperhatikan desain yang fleksibel dan tidak kaku, ruang-ruangan dalam perpustakaan perlu di tata semenarik mungkin, sehingga akan menarik pengguna perpustakaan untuk berkunjung memanfaatkan fasilitas yang tersedia pada perpustakaan dengan nyaman dan tidak membosankan.Metode yang digunakan adalah hasil pemikiran berdasarkan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara studi pustaka, metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Upaya Perpustakaan Universtas Malahayati dalam mewujudkan tercapainya fungsi dan tujuannya telah melakukan pengembangan fungsi dan tata ruang perpustakaan. Dasar pendekatan yang dilakukan adalah peningkatan layanan perpustakaan dengan mengutamakan kenyamanan bagi para pemustaka dengan melakukan inovasi bentuk desain interior perpustakaan. Konsep Desain Interior pada ruang perpustakaan di Universitas Malahayati mengangkat tema kearifan lokal budaya Nusantara yaitu dengan menghadirkan rumah-rumah adat nusantara dengan suasana perpustakaan berada pada suatu alam terbuka, dan juga menghadirkan konsep desain modern sehingga menampilkan perpustakaan dengan desain interior yang unik dan nyaman.
Abstract
Higher Education Libraries have many functions, and in their development, the library must be oriented towards the needs of its users. The library needs to follow the developments in the attitudes and interests of visitors so that the library atmosphere does not become boring and monotonous. A rigid library design will be synonymous with a dull atmosphere, making it seem as if the library is far from providing comfort and entertainment to its visitors. In connection with this, attention must be paid to the design inside the library, namely a flexible and non-rigid design. The spaces within the library need to be arranged as attractively as possible so that visitors can feel comfortable in the library. In order to achieve optimal interior design of the library, Darmono in Suksesi (2009: 12-13) suggests that aspects supporting the library's tasks include paying attention to functional aspects, user psychology, aesthetic aspects, and the security of library materials. The interior design of the library needs to consider a flexible and non-rigid design, and the spaces within the library need to be arranged as attractively as possible, so as to attract library users to visit and utilize the available facilities comfortably and without boredom. The method used is the result of thought based on data collection techniques carried out through literature studies, observation methods, interview methods, and documentation. The efforts of Malahayati University Library in realizing the achievement of its functions and objectives have involved the development of the library's functions and spatial arrangements. The underlying approach is the improvement of library services by prioritizing comfort for library users through innovative interior design concepts. The Interior Design Concept in the library spaces at Malahayati University adopts the theme of Nusantara's local cultural wisdom by presenting traditional houses from the archipelago in an open-air library atmosphere. It also incorporates modern design concepts, showcasing the library with a unique and comfortable interior design.
Keywords:
Put 3—5 your keywords here
· keywords separated by semicolon
Introduction
Perpustakaan Perguruan Tinggi memiliki banyak fungsi, dalam pengembangannya perpustakaan harus berorientasi pada kebutuhan pemakainya. Perpustakaan perlu mengikuti perkembangan sikap dan minat pengunjung agar suasana perpustakaan tidak membosankan dan monoton. Desain perpustakaan yang kaku akan identik dengan suasana yang membosankan, sehingga seakan-akan perpustakaan jauh dari kesan memberikan kenyamanan dan hiburan kepada para pengunjungnya. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu diperhatikan desain di dalam perpustakaan, yaitu desain yang fleksibel dan tidak kaku, ruang-ruangan dalam perpustakaan perlu ditata semenarik mungkin, sehingga pengunjung dapat memperoleh kenyaman di dalam perpustakaan. Agar menghasilkan penataan interior perpustakaan secara optimal menurut Darmono dalam sukesi (2009: 12-13) bahawa aspek-aspek yang dapat menunjang tugas perpustakaan adalah dengan mememperhatikan aspek fungsional, aspek psikologi pengguna, aspek estetika, dan aspek keamanan bahan pustaka. Desain interior perpustakaan perlu memperhatikan desain yang fleksibel dan tidak kaku, ruang-ruangan dalam perpustakaan perlu di tata semenarik mungkin, sehingga akan menarik pengguna perpustakaan untuk berkunjung memanfaatkan fasilitas yang tersedia pada perpustakaan dengan nyaman dan tidak membosankan.Metode yang digunakan adalah hasil pemikiran berdasarkan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara studi pustaka, metode observasi, metode wawancara dan dokumentasi. Upaya Perpustakaan Universtas Malahayati dalam mewujudkan tercapainya fungsi dan tujuannya telah melakukan pengembangan fungsi dan tata ruang perpustakaan. Dasar pendekatan yang dilakukan adalah peningkatan layanan perpustakaan dengan mengutamakan kenyamanan bagi para pemustaka dengan melakukan inovasi bentuk desain interior perpustakaan. Konsep Desain Interior pada ruang perpustakaan di Universitas Malahayati mengangkat tema kearifan lokal budaya Nusantara yaitu dengan menghadirkan rumah-rumah adat nusantara dengan suasana perpustakaan berada pada suatu alam terbuka, dan juga menghadirkan konsep desain modern sehingga menampilkan perpustakaan dengan desain interior yang unik dan nyaman.
Method
Metode yang digunakan adalah hasil pemikiran berdasarkan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara sebagai berikut: 1. Studi Pustaka, dilakukan dengan mempelajari literatur yang ada hubungannya dengan Desain Interior perpustakaan. 2. Metode Observasi, pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung (tanpa alat) terhadap kegiatan yang menjadi bahasan dalam penulisan, yaitu di Perpustakaan Universitas Malahayati. 3. Metode Wawancara, dilakukan kepada beberapa orang yang memiliki peranan penting dalam pengumpulan data dalam penulisan ini, seperti pemustaka, pustakawan dan staf perpustakaan Universitas Malahayati. 4. Dokumentasi Menggunakan data yang tersedia di Perpustakaan Universitas Malahayati Bandarlampung.
Result & Discussion
Perpustakaan Universitas Malahayati Bandar lampung menempati area seluas 7.000 m2 dan berlokasi di Jl. Pramuka nomor 27 Bandar lampung, berada pada Gedung Terpadu latai 8 Universitas Malahayati Bandar Lampung. Mengacu pada fungsi dan tujuan didirikannya sebuah Perpustakaan, maka Perpustakaan Universitas Malahayati memiliki fungsi dan tujuan sebagai berikut: Fungsi Perpustakaan: 1. Pusat layanan dan sumber informasi untuk program pendidikan dan pengajaran 2. Pusat layanan informasi dan sumber informasi program penelitian 3. Pusat layanan informasi dan sumber informasi untuk program pengabdian pada masyarakat 4. Menjadi pusat rekreasi dan belajar yang menarik dilingkungan akademik. Tujuan Perpustakaan: 1. Menjadikan perpustakaan sebagai acuan utama dalam pelayanan informasi untuk pengembangan ilmu pengetahuan teknologi dan budaya 2. Meningkatkan mutu koleksi layanan, layanan pengguna, prasarana dengan memanfaatkan teknologi terkini 3. Mewujudkan lingkungan akademik yang sehat dan memikat 4. Menyediakan layanan dan akses ke sumber informasi bagi civitas akademika Universitas Malahayati khususnya dan masyarakat pada umumnya 5. Mengembangkan kerjasama dengan perpustakaan universitas lain, lembaga penelitian, pusat dokumentasi dan kearsipan. Berdasarkan pengamatan penulis bahwa upaya Perpustakaan Universtas Malahayati dalam mewujudkan tercapainya fungsi dan tujuannya tersebut telah melakukan langkah nyata dalam inovasi perpustakaan dalam bentuk pengembangan fungsi dan tata ruang perpustakaan. Dasar pendekatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Malahayati dalam melakukan pengembangan perpustakaan adalah peningkatan layanan perpustakaan dengan mengutamakan kenyamanan bagi para pemustaka dengan melakukan inovasi bentuk desain interior perpustakaan. Desain Interior ruang perpustakaan Universitas Malahayati diatur secara optimal dengan memperhatikan aspek-aspek yang dapat menunjang tugas perpustakaan. Dalam penataan interior ruangan juga memperhatikan dengan baik elemen-elemen perwarnaan, pencahayaan dan sirkulasi udara. Gambar 1. Desain Interior Ruang Perpustakaan Desain Interior Ruang Perpustakaan dengan Tema Budaya Nusantara Desain Interior pada Ruang Perpustakaan di Universitas Malahayati mengangkat tema kearifan lokal budaya Nusantara Indonesia yaitu dengan menghadirkan rumah-rumah adat Nusantara dan menciptakan suasana perpustakaan berada pada suatu alam terbuka. Penataan dan fungsi ruang perpustakaan pada Tema Budaya Nusantara sebagai berikut: 1. Ruang Baca Rumah Adat Nusantara Pemanfaatan rumah-rumah adat Nusantara pada ruangan ini berfungsi sebagai Layanan ruang baca. Luas area ruang baca Rumah Adat sebesar 2.800 m2 , dengan jumlah 34 model rumah adat dari seluruh Provinsi di Indonesia. Rumah adat dilengkapi masing-masing dengan fasilitas proyektor LCD, whiteboard dan AC. Rumah adat ini selain berfungsi sebagai ruang baca, ruang tutor, belajar kelompok, diskusi, bimbingan dan pertemuan/rapat. Fasilitas ini dapat dimanfaatkan oleh semua anggota perpustakaan secara gratis, dengan cara melakukan registrasi peminjaman ruang melalui bagian layanan administrasi umum. 2. Ruang Koleksi Bahan Pustakaan Tata letak koleksi bahan pustaka cetak ditempatkan pada tengah ruangan perpustakaan yang memiliki luas 400 m2 yang ditata dengan 4 (empat) baris rak berderet memanjang hingga ke ujung ruangan dengan jumlah 76 rak buku. Saat ini Perpustakaan Perpustakaan Universitas Malahayati memiliki koleksi cetak sebanyak 24.014 judul, 46.505 eksemplar . 3. Ruang Baca Terbuka Selain ruang baca dalam bentuk rumah adat, perpustakaan Universitas malahayati menyediakan ruang baca terbuka, dengan suasana berada pada alam terbuka. Ruang baca ini terdapat meja dan kursi dengan bentuk alami dari akar kayu yang besar dan dibentuk dengan berbagai model, yang dapat digunakan untuk tempat belajar bagi para pemustaka, sambil menikmati suasana alam ruang perpustakaan. Luas ruang belajar 664 m2 , dengan fasiitas 57 meja dan 176 kursi. 4. Sungai/kolam Ikan Koleksi bahan pustaka cetak dikelilingi oleh sungai buatan yang memanjang dan mengelilinginya, kemudian diperindah dengan ikan-ikan hias dan gemercik suara air sungai. Fungsi dari sungai buatan tersebut, selain menciptakan suasana alam, juga berfungsi sebagai penyejuk alami yang dapat penyerap hawa panas. 5. Taman Alam Buatan Untuk menciptakan suasana perpustakaan berada pada alam terbuka, perpustakaan Universitas Malahayati mendesain pintu utama sirkulasi pengunjung dengan kesan memasuki suatu taman di alam terbuka, dihadirkan pohon dikanan kirinya dan tanaman anggur dengan buahnya yang menjuntai. Pada ruang koleksi bahan pustaka cetak ditempatkan pohon besar dengan dahan dan daun yang rindang, dibawahnya ditempatkan kursi-kursi dengan desain alami, memudahkan pemustaka berada lebih dekat dalam mencari koleksi dari tempat duduknya. 6. Ruang Pelayanan Administrasi Umum Tata letak bagian ruangan ini ditempatkan pada bagian depan pintu masuk perpustakaan, dengan fungsi untuk melayani peminjaman loker, absensi digital pengunjung dan reservasi penggunaan rumah adat.tersedia 350 loker untuk pemustaka dan luas area 134 m2 . 7. Ruang Layanan Sirkulasi Perpustakaan memiliki ruang layanan sirkulasi dengan luas 16 m2 , fasilitas meja panjang dan kursi dilengkapi komputer untuk melayani peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. 8. Ruang Penelusuran Bahan Pustaka Tata letak Ruang Penelusuran berada dekat dengan ruang koleksi bahan pustaka, dilengkapi dengan Komputer untuk penelusuran bahan pustaka. 9. Ruang Pengolahan dan Preservasi Bahan Pustaka Pengolahan bahan pustaka adalah proses mengolah bahan pustaka sampai dengan bahan pustaka siap di sajikan pada rak. Dan preservasi adalah proses untuk perlindungan terhadap unsur perusak dan perbaikan bagian arsip yang rusak. 10.Ruang Foto Copy Ruang Ibadah/Musholla dan Tempat Wudhu Gambar 2. Ruang Perpustakaan tema Budaya Nusantara Desain Interior Ruang Perpustakaan dengan Konsep Modern Pada bagian kedua ruang perpustakaan Universitas Malahayati, penataan interior ruang perpustakaan mengangkat tema modern dengan fasilitas ruang dan funsinya sebagai berikut: 1. Ruang Digital Library Ruangan ini menyediakan perangkat komputer dan fasilitas free internet untuk mempermudah pengunjung dalam mencari informasi yang dibutuhkan. Layanan rujukan ini dapat membantu pemustaka agar lebih mudah dalam mencari informasi yang dibutuhkan dari beberapa akses yang disediakan oleh perpustakaan. Koleksi digital sebanyak 2.411 judul. 2. Ruang Audio Visual Ruang layanan multimedia untuk menampilkan koleksi audio visual yang dimiliki oleh perpustakaan dalam bentuk CD ROM dan alat penyimpan data lain. Termasuk dalam layanan ini adalah TV kabel, yang dapat dgunakan oleh pengguna perpustakaan secara langsung (pengguna bisa langsung memilih channel yang diinginkan). Ruang terdapat 2 Televisi dan Koleksi audio visual sebanyak 363 CD. Luas ruang Audio Visual ini 130 m2 . 3. Ruang Baca Relaksasi Pada ruang baca ini disediakan meja besar berbentuk segi empat dengan tempat duduk sofa-sofa panjang dan beralaskan karpet. Ruangan ini juga dapat dimaanfaatkan oleh pemustaka dengan duduk lesehan di atas karpet bagi yang menginginkan suasana yang lebih rileks. Jumlah ruang baca ini sebanyak 6 ruangan dengan luas 125 m2 . 4. Ruang Baca dan Diskusi Pada konsep desain ini berbentuk kubus dengan setengah dinding terbuka Pada ruang baca semi formal ini didesain meja dan kursi berbentuk meja panjang dan kursi disekililngnya, dengan dilengkapi fasilitas proyektor LCD permanen dan AC. Fasilitas ruang baca ini dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran, tutorial, diskusi dan belajar kelompok. Terdapat 9 ruang dengan luas 250 m2 dan dapat dimanfaatkan oleh semua anggota perpustakaan secara gratis, dengan cara melakukan registrasi peminjaman ruang melalui bagian layanan administrasi umum. 5. Ruang Baca Sky View Pada sekeliling ruangan desain modern ini terdapat meja panjang dengan kursi berderet sepanjang meja tersebut. Fasilitas ini disediakan sebagai ruang baca dan belajar dengan pemandangan langsung nuansa alam sekitar. Meja dilengkapi dengan stop kontak listrik sebagai sumber energi, mempertimbangkan pada era mileneal ini hampir semua pemustaka menggunakan alat elektronik baik hp, notebook,dan laptop. 6. Ruang BI Corner Merupakan fasilitas yang diperoleh dari hibah Bank BI, dilengkapi dengan koleksi cetak, televise dan computer dengan luas ruangan 15 m2 . 7. Ruang Istirahat Merupakan ruang istirahat dan ruang makan bagi petugas pada saat jam istirahat dengan luas ruangan 30 m2 . 8. Toilet Gambar 3. Desain Interior Ruang Perpustakaan konsep Modern Aspek dan Elemen Desain Interior Ruang Perpustakaan Kenyamanan pemustaka merupakan salah satu syarat penting dari sebuah perpustakaan agar perpustakaan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh penggunanya. Berdasarkan pengamatan/observasi dan wawancara dengan pengguna fasilitas perpustakaan Universitas Malahayati, bahwa desain interior ruang perpustakaan Universitas Malahayati telah diatur secara optimal dengan memperhatikan aspek-aspek yang dapat menunjang tugas perpustakaan, yaitu sebagai berikut: Aspek Fungsional, dalam penataan interior perpustakaan telah dilaksanakan secara optimal dan mampu mendukung kinerja perpustakaan secara keseluruhan, baik bagi petugas maupun bagi pemustaka. Aspek Psikologis pengguna, perpustakaan Universitas Malahayati telah menata dan melengkapi ruangan sesuai dengan fungsinya sehingga pengunjung merasa nyaman, tenang dan leluasa berada pada perpustakaan. Aspek Estetika, Penataan interior pada perpustakaan Universitas Malahayati sangat yang indah, serasi, bersih dan terang dengan memperhatikan faktor fungsionalnya, sehingga dapat mempengaruhi kenyamanan pengunjung yang berada di perpustakaan. Aspek Keamanan Bahan Pustakaan, keamanan bahan pustaka di perpustakaan Universitas Malahayati dijaga dengan baik sehinnga terhidar dari kerusakan secara alami dan kerusakan / kehilangan bahan pustaka. Dalam penataan interior ruangan perpustakaan Universitas Malahayati telah memperhatikan dengan baik elemen-elemen perwarnaan, pencahayaan dan sirkulasi udara untuk menciptakan suasana yang nyaman bagi pemustaka selama berada di perpustakaan. Pencahayaan Dalam penataan ruang baca di Perpustakaan Universitas Malahayati telah memperhatikan berbagai faktor yang dapat menjamin terlaksananya kegiatan pelayanan untuk mahasiswa yang membutuhkan informasi dalam berbagai bentuk. Sehingga kegiatan mengakses informasi dengan membaca bahan koleksi cetak seperti buku, majalah dan skripsi, dapat terlaksana dengan baik. Pada ruang baca perpustakaan Universitas Malahayati menggunakan dua pencahayaan yaitu cahaya alami berupa cahaya yang dihasilkan dari jendela yang membiarkan cahaya dari luar perpustakaan masuk ke dalam ruang baca. Dan ruang baca juga dilengkapi dengan pencahayaan buatan yaitu lampu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan di perpustakaan Universitas Malahayati pada penggunaan pencahayaan, yaitu pada ruang koleksi cetak perpustakaan membutuhkan pencahayaan yang merata pada setiap area. Pencahayaan harus diupayakan memadai untuk pencarian koleksi cetak diberbagai tempat yang pada ruangan tersebut. Pencahayaan perpustakaan Universitas Malahayati dengan memasang lampu di beberapa titik ruang koleksi dan ruang baca dan dibantu dengan cahaya alami Sirkulasi Udara Penataan ruangan sirkulasi udara pada perpustakaan Universitas Malahayati sudah memiliki kondisi udara yang baik, sehingga pemustaka merasa nyaman melakukan aktivitas. a. Sirkulasi udara alami dengan membuka beberapa jendela sehingga memungkinkan angin atau udara masuk ke dalam ruangan b. Sirkulasi udara buatan dengan menggunakan AC untuk udara dalam ruang baca, agar pemustaka merasa nyaman dan sejuk saat melakukan aktivitas. Pewarnaan Warna bukan hal yang vital bagi perpustakaan, namun beberapa warna membuat sebuah ruangan menjadi sangat nyaman atau bahkan sangat tidak nyaman untuk dihuni. Warna erat kaitannya dengan kenyamanan pandangan, oleh karena itu pewarnaa pada perpustakaan ditata dengan baik, yaitu dengan warna yang tidak begitu terang dan tidak begitu gelap. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara bahwa warna ruangan perpustakaan Universitas Malahayati sudah baik, dengan warna yang tidak begitu terang dan tidak begitu gelap, dengan menggunakan warna alami pada ruangan Budaya Nusantara dan warna yang serasi pada ruang desain konsep modern. Waktu layanan Perpustakaan Untuk memenuhi kebutuhan pengguna perpustakaan, khususnya Mahasiswa Universitas Malahayati yang sebagian besar tinggal di asrama Malahayati, pelayanan perpustakaan dibuka 6 hari kerja setiap minggunya. Jam operasional yaitu hari Senin – Jum’at dibuka mulai pukul 08.00 s.d. 22.00 WIB. Hari Sabtu dibuka mulai pukul 08.00 s.d. 14.00 WIB. Kendala-kendala Desain Interior Ruang Perpustakaan di Universitas Malahayati Berdasarkan hasil Observasi dan wawancara maka terdapat beberapa kendala-kendala yang dihadapi pemustaka di perpustakaan di Universitas Malahayati: 1. Kondisi atau suhu ruangan tidak nyaman apabila AC (air conditioner) tidak berfungsi/rusak. 2. Kondisi ruang baca terbuka yang sangat luas, sehingga dibutuhkan pendingin ruangan yang besar/banyak untuk menyejukan ruangan 3. Pencahayaan pada ruang koleksi bahan pustaka cetak kurang terang apabila cahaya alami redup/mendung, sehingga perlu penambahan pada beberapa titik ruang koleksi catak.
Conclusion
Implementasi Desain Interior pada Perpustakaan Universitas Malahayati merupakan langkah nyata yang telah dilakukan Perpustakaan dalam mewujudkan tercapainya fungsi dan tujuan perpustakaan, yaitu dalam bentuk pengembangan fungsi dan tata ruang perpustakaan. Dasar pendekatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Malahayati dalam melakukan pengembangan perpustakaan adalah peningkatan layanan perpustakaan dengan mengutamakan kenyamanan bagi para pemustaka. Penataan interior perpustakaan Universitas malahayati telah diterapkan secara optimal dengan mempertimbangkan aspek-aspek yang dapat menunjang tugas perpustakaan yaitu: Pertama Aspek Fungsional yaitu mampu mendukung kinerja perpustakaan secara baik bagi petugas maupun bagi pengunjung. Kedua Aspek Psikologi Pengguna yaitu pemustaka merasa nyaman, dan tenang serta leluasa bergerak diperpustakaan. Ketiga Aspek Estetika, penataan Interior perpustakaan Universitas Malahayati yang indah, serasi, bersih dan terang sehingga dapat mempengaruhi kenyamanan pengunjung yang berada di perpustakaan. Keempat Aspek keamanan bahan pustaka, dengan tersedianya fasilitas pada bagian preservasi sehingga bahan pustaka dapat dapat terhindar dari kerusakan.