TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN DI ERA MASYARAKAT INFORMASI
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta; Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta
Abstrak
Perpustakaan menjadi tempat terhimpunnya ilmu pengetahuan baik tercetak maupun elektronik. Perkembangan zaman membawa perubahan bagi perpustakaan ke arah digital dalam memberikan layanan kepada masyarakat informasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan yang dilakukan perpustakaan dalam memberikan layanan informasi kepada masyarakat informasi di tengah-tengah keberlimpahan informasi dan kemajuan teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan cara membaca, menulis, dan menganalisis data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa dalam memenuhi kebutuhan bagi masyarakat informasi perpustakaan dapat bertransformasi ke digital dan mengintegrasikannya dengan internet seperti, Repository, E-Journal, E-Book, Artificial Intelligence, dan Web Perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa perpustakaan dapat memanfaatkan teknologi informasi untuk mempertahankan eksistensinya dengan memaksimalkan internet yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat informasi.
Abstract
The library is a place where knowledge, both printed and electronic, is collected. electronic. The development of the times brings changes for libraries towards digital in providing services to the information society. The purpose of this research is to find out the changes made by the library in providing information services to the information society in the midst of the the abundance of information and advances in information technology. This research method by reading, writing, and analyzing data in accordance with the research needs. Analyzing data in accordance with the research needs. The result of this research It is known that in meeting the needs of the information society the library can transform to digital and integrate it with the internet such as, Repository, E-Journal, E-Book, Artificial Intelligence, and Web Library. Based on the results of the research conducted, it can be concluded that the library library can utilize information technology to maintain its existence by maximizing the internet which is currently widely used by the information society.
Keywords:
Library Transformation
· Information Society
· Information Technology
Introduction
Perkembangan zaman membawa pengaruh yang besar bagi keadaan sosial, budaya, politik, ekonomi, dan pendidikan. Perkembangan zaman ini diartikan sebagai perubahan aktivitas yang sebelumnya konvensional kini beralih pada otomatisasi. Perubahan yang signifikan dipengaruhi oleh adanya teknologi informasi. Penggunaan teknologi informasi menjadi peran yang sentral di setiap bidang-bidang kehidupan masyarakat. Keadaan ini menjadikan setiap penyedia jasa dan informasi melakukan inovasi yang besar sebagai bentuk penyesuaian akan teknologi informasi, yang memiliki fungsi dapat mempermudah dan meringankan berbagai aktivitas masyarakat di kehidupan sehari-hari. Mengingat kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi informasi menjadikan wilayah komunikasi pun menjadi sangat luas dan tak terbatas ruang dan waktu (Faidlatul Habibah and Irwansyah 2021). Penggunaan teknologi informasi banyak diterapkan di beberapa sektor masyarakat salah satunya pada pendidikan. Kemajuan akan teknologi informasi menjadikan sumber ilmu pengetahuan dapat di ekplorasi oleh setiap orang, dan tentunya menjadi penyejuk dahaga dari kekeringan ilmu pengetahuan. Informasi dapat ditemukan dari berbagai sumber dan tanpa batasasan ruang dan waktu memperjelas kemungkinan-kemungkinan setiap orang dapat meningkatkan kemampuan pengetahuannya melalui kemajuan teknologi informasi saat ini (Budiman 2017). Kendati demikian kemudahan dari tersedianya informasi yang begitu luas dan menyeluruh menjadikan informasi begitu kabur dari segi kebenarannya. Tentunya akan berdampak pada waktu pencarian yang lama untuk menentukan bahwa informasi yang dituju adalah benar. Hal ini menjadi pengaruh terhadap penelusuran akan informasi yang sudah Overload tidak akan mudah dalam mengumpulkan dan mengorganisir pengolahan informasi menjadi pengetahuan keadaan ini diperparah jika dalam penelusuran seseorang menggunakan sumber yang tidak akurat (Marryono Jamun 2018). Oleh karena itu, perpustakaan yang sebagai institusi informasi dapat menjadi rujukan yang paling akurat dalam penelusuran informasi. Sebab ketersediaan informasi sudah jelas tanpa mempertanyakan keakuratannya dan mencari kembali sumbernya kerana perpustaakaan sudah melakukan filter sumber-sumber yang memang memiliki keakuratan dan ketepatan informasi. Dengan demikian, perpustakaan haruslah berkembang mengikuti era teknologi informasi, karena kebutuhan informasi bagi masyarakat juga semakin berkembang dan banyak, keadaan ini menjadi titik tolak munculnya masyarakat informasi pada abad 21 menjadi abad yang begitu luas dan keberlimpahan akan informasi yang tersedia mengakibatkan masyarakat cenderung kesulitan dalam menentukan informasi yang benar-benar akurat (Hidaya 2020). Keberlimpahan informasi di era informasi menjadi masalah di dalam masyarakat sebab akan menghambat seseorang mengembangkan ilmu pengetahuannya. Dengan demikian perpustakaan yang menjadi tempat belajar sepanjang hayat dan penyedia informasi harus bertransfromasi dalam bentuk digital yang terintejgrasi dengan internet, agar masyarakat dapat mengakses informasi di perpustakaan dengan mudah. Adapaun penelitian ini bertujuan untuk memberikan sebuah pengetahuan bahwa di era masyarakat informasi saat ini diperkirakan masih kesulitan dalam menentukan informasi yang benar-benar akurat. Oleh karena itu, perpustakaan menjadi akses informasi yang paling tepat untuk masuk dan menikmati akan semua informasi yang tersedia tanpa merasa ada keraguan dalam menggunakan informasi. Penelitian ini juga akan berpengaruh pada peningkatan kepercayaan perpustakaan sebagai penyedia informasi ditengah-tengah masyarakat informasi yang memiliki kemampuan dalam mencari informasi dari berbagai sumber internet.
Method
Metode yang digunakan penelitian ini studi kepustakaan. Adapun objek yang digunakan perpustakaan dan masyarakat informasi. Kedua hal ini menjadi pendalaman akan penelitian dengan ketersediaan teknologi informasi peran perpustakaan dalam menyediakan informasi bagi masyarakat informasi yang akan menjadi uraian mendalam dalam penelitian ini. Oleh karena itu, literatur menyesuaikan dari kebutuhan akan referensi yang diperlukan. Untuk pengumpulan data dilakukan dengan mencari koleksi buku-buku, artikel, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Setelah itu dilakukan pencatatan dan membaca topik yang relevan, kemudian hasil bacaan dan catatan dianalisis sehingga didapatkan interpretasi dari data lalu di muat ke dalam penelitian (Siregar and Harahap 2019).
Result & Discussion
Perkembangan Perpustakaan Keberadaan perpustakaan dapat meningkatkan kualitas hidup individu dan kelompok. Peran perpustakaan menjadi sangat sentral dalam ilmu pengetahuan karena sumber akses telah memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk menggunakannya. Perpustakaan menjadi fasilitator dalam menjadikan masyarakat sebagai individu yang sadar akan belajar sapanjang hayat. Perpustakaan merupakan infrastruktur sosial yang akan selalu berkaitan dengan masyarakat, keterkaitan ini membawa dampak yang positif di kalangan masyarakat. Dampak positif yang diperoleh adalah melestarikan budaya, tempat belajar informal, distribusi informasi, mendukung pertumbuhan ekonomi, kemajuan penelitian, dan tempat rekreasi. Keterlibatan perpustakaan dalam aspek sosial menjadikan perpustakaan akan terus bertumbuh secara dinamis mengikuti situasi sosial secara global (Nurhayati 2018). Perpustakaan dalam perkembangannya terbagi menjadi tiga jenis perpustakaan, yaitu: 1. Perpustakaan konvensional diartikan sebagai perpustakaan tradisional. Perpustakaan ini didefinisikan sebagai ruang fisik yang di dalamnya terdapat informasi ilmu pengetahuan dengan bentuk tercetak. Seperti buku, jurnal, surat kabar, manuskrip, dan informasi lainnya yang berhubungan dengan informasi. Adapun kegiatan pengolahan pustaka dan administrasi lainnya dikelola dengan manual. Selain itu untuk mengakses informasi di perpustakaan pemustaka harus datang ke perpustakaan dan melakukan interaksi dengan pustakawan. Kekuatan dari perpustakaan konvensional ini dapat menciptakan rasa emosional yang baik kepada pengguna perpustakaan, dan layanan personal ini dapat menggambarkan keadaan perpustakaan (Tjiptasari 2022). 2. Perpustakaan hibrida jenis perpustakaan ini menjadi jembatan di antara koleksi tercetak dengan elektronik menjadikan akses pengguna perpustakaan menjadi terpadu. Implikasi dari perpustakaan hibrida dapat di jangkau dengan jumlah pengguna yang lebih kompleks dan tidak terbatas pada ruang. Keberadaan perpustakaan hibrida menjadikan perpustakaan dapat menambah penyimpanan koleksinya dan memberikan layanan koleksi yang juga semakin banyak. Perpustakaan hibrida tidak menggantikan perpustakaan konvensional hanya menjadi tambahan dalam membantu proses operasional agar cakupan jumlah pengguna dapat bertambah pula. Terdapat beberapa hal keuntungan jika menerapkan perpustakaan hibrida, yaitu perpustakaan dapat menyediakan informasi yang luas tanpa batas ruang dan waktu, meminimalisir pengeluaran dana di perpustakaan, dan back up data jika terjadi bencana yang tidak diperkirakan jika bentuk fisiknya rusak masih tersedia bentuk digitalnya (Tjiptasari 2022). 3. Perpustakaan digital adalah sistem perangkat lunak yang dapat menyimpan berbagai koleksi perpustakaan dalam skala yang besar. Dengan adanya layanan ini dapat mempermudah para pencari informasi dalam melakukan penelusuran informasi. Ketersediaan perpustakaan digital diharapkan dapat digunakan dalam mengumpulkan dan mendistribusikan berbagai karya-karya intelektual agar dapat dipublikasi secara luas sesuai dengan kebijakan publikasi hak kekayaan intelektual. Perpustakaan digital terkoneksi dengan internet dan komputer. Dengan demikian perpustakaan digital dapat dimanfaatkan dimana saja dan kapan saja tidak terbatas waktu selama koneksi jaringan internet tetap terhubung kuat (Mubarok 2021). Kategori Masyarakat Informasi Masyarakat informasi merupakan masyarakat yang dalam aktivitasnya lebih banyak memanfaatkan informasi baik dari aspek pendidikan, ekonomi, dan politik. Kemudahan akan penggunaan informasi ini dikarenakan teknologi informasi yang sudah sangat maju menjadikan segala aktivitas masyarakat berkaitan dengan informasi. Keadaan ini terjadi karena adanya internet, masyarakat lebih longgar dalam mendapatkan dan menyebarkan informasi yang menciptakan komunikasi secara global, tidak ada lagi jarak batasan antar komunikasi di bantu dengan internet. Oleh karena itu masyarakat yang aktif menggunakan internet dapat digeneralisasi sebagai masyarakat informasi (Noor 2019). Ada tiga tingkatan yang berhubungan dengan informasi masyarakat umum. Tingkatan pertama adalah masyarakat sadar informasi, yaitu masyarakat mengakui bahwa informasi diperlukan untuk meningkatkan daya saing. Tingkat kedua adalah masyarakat kaya informasi, yaitu masyarakat yang sudah mengumpulkan sejumlah informasi dengan sangat banyak sehingga cukup mampu berdaya saing (kompetitif). Tingkat ketiga adalah masyarakat berbasis pengetahuan, ini adalah basis pengetahuan masyarakat umum yang digunakan untuk pengetahuan dalam merumuskan keputusan sehari-hari berdasarkan pengetahuan pribadi. Dalam hal ini pengetahuan tersedia secara memadai dan mudah diakses oleh masyarakat. Informasi yang berlimpah mendorong diolahnya informasi tersebut menjadi pengetahuan (Sari 2017). Bila dilihat dari segi bidang teknologi informasi, maka masyarakat informasi adalah masyarakat selalu bersentuhan dengan teknologi dalam kehidupannya sehari-hari. Namun jika dilihat dari segi pekerjaan, masyarakat informasi sekitar 60% pekerjaannya atau kegiatannya berkaitan dengan informasi dan jasa. Oleh karena itu, dapat dipahami bahwa kehidupan masyarakat saat ini baik sehari-hari maupun di tempat kerja sudah tidak bisa terlepas dari pada informasi. Suatu masyarakat dikatakan masyarakat informasi apabila memiliki unsur-unsur sebagai berikut: (Rodin 2013) 1. Informasi sebagai sumber utama yang stategis guna mempengaruhi perekonomian global. 2. Teknologi informasi digunakan dalam mengolah informasi dan mendistribusikannya. 3. Banyaknya informasi yang dapat diakses melalui berbagai saluran misalnya siaran satelit, TV kabel, video dan pangkalan data online yang menyajikan informasi termasuk informasi ilmiah. 4. Pertumbuhan informasi memfasilitasi ekonomi berkembang melalui integrasi ekonomi nasional dan regional. Dengan demikian dapat dipahami bahwa masyarakat informasi adalah masyarakat yang erat kaitannya pengelolaan informasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam bidangbidang ekonomi dan sosial. Hal demikian juga sangat dipengaruhi oleh adanya internet aktivitas harian masyarakat dapat memungkinkan setiap orang dalam melakukan penelusuran dan pendistribusian informasi dengan akses yang cepat dan tidak terbatas waktu (Hakim 2015). Perpustakaan di Era Masyarakat Informasi Secara umum perpustakaan dipahami sebagai infrastruktur yang berisikan koleksi-koleksi tercetak dari hasil karya seseorang yang disusun rapi pada rak-rak buku digunakan untuk menyelesaikan tugas-tugas pendidikan. Perpustakaan menurut Undang-undang No.43 tahun 2007 memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian informasi, dan rekreasi para pengguna perpustakaan. Kunci keberhasilan dari perpustakaan dapat diukur salah satunya dengan layanan perpustakaan yang dapat memberikan kenyaman kepada pemustaka. Pelayanan di perpustakaan sangat berpengaruh bagi pemustaka. Oleh karena itu dalam mengimplementasikan fungsi-fungsi perpustakaan perlu juga memperhatikan layanan yang diberikan kepada pemustaka, agar fungsi perpustakaan pada realitanya dapat tercapai (Luthfiyah 2016). Keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dengan kebutuhan masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman kebutuhan masyarakat juga sangat beragam dibantu dengan teknologi informasi masyarakat memiliki peluang dalam menjangkau kebutuhannya dengan cakupan global. Perkembangan ini sangat jelas terlihat pada proses penelusuran informasi bagi masyarakat. Berkembangnya informasi secara global memberikan dampak Overload Information. Era masyarakat informasi inilah segala informasi dapat dimanipulasi dan didistribusikan melalui internet, mengakibatkan masyarakat tidak mudah dalam menemukan informasi yang memang benar-benar akurat. Fenomena tentang Overload Information direspon oleh perpustakaan dengan meningkatkan perannya sebagai penyedia informasi. Oleh karena itu, perpustakaan dalam hal ini tidak hanya menjadi tempat kumpulan koleksi-koleksi yang diartikan secara umum akan tetapi menjadi jembatan bagi masyarakat dalam menemukan informasi yang benar-benar akurat. Jika dicermati keadaan ini menjadikan perpustakaan dapat mengambil peran besar dalam membentuk paradigma baru tentang perpustakaan di era masyarakat informasi. Bahwa perpustakaan dapat menjadi fasilitator bagi masyarakat informasi untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan bijak dalam menelusuri informasi dengan menjalankan fasilitasfasilitas yang disediakan oleh perpustakaan (Suryatni 2014). Berdasarkan penjelasan diatas dipahami bahwa perpustakaan perlu bertransformasi kearah yang lebih maju agar masyarakat yang kebingungan dalam menelusuri informasi dapat terjangkau oleh perpustakaan. Selain menjadi sebuah peluang perpustakaan dalam berkembang hal ini juga menjadi tantangan bagi perpustakaan menghadapi sumber-sumber yang dapat diakses oleh masyarakat dengan gratis dan mudah. Peningkatan perpustakaan juga kini mulai beralih ke perpustakaan virtual yang segala informasi dapat dikemas dalam bentuk digital (Prajawinanti 2020). Layanan perpustakaan berkembang banyak menerapkan Internet of Things sebagai pendukung eksistensi dari perpustakaan. Dalam memenuhi informasi masyarakat informasi perpustakaan dapat menggunakan sumber informasi di perpustakaan yang perlu diketahui oleh masyarakat informasi antara lain:(Makmur 2019) 1. Repository Merupakan ruang digital untuk menghimpun koleksi-koleksi karya ilmiah dibuat oleh para akademisi yang dimiliki setiap instansi perguruan tinggi dan perpustakaan umum. Koleksi repository sering digunakan hanya untuk internal instansi untuk penggunaan eksternal tentu hanya pada perpustakaan umum. Akses di perpustakaan umum terkait repository bisanya menghimpun koleksi-koleksi diposit yang perlu dijaga dari kepunahan. 2. E-Journal Ketersedian internet dapat dimanfaatkan dalam publikasi ide-ide ilmiah melalui jurnaljurnal. Kategori jurnal yang tersedia mempermudah mencari informasi dalam menentukan topik apa yang akan digunakan. e-journal juga memiliki tingkatan ide-ide yang berbeda-beda pada isinya. Oleh karena itu dengan adanya e-journal sangat memungkinkan pengguna informasi memperdalam keilmuan dalam berbagai macam bidang. 3. E-book Perpustakaan tidak begitu merepotkan lagi dengan infrastruktur dalam penyimpanan bukubuku karena kini telah ada e-book yang disimpan di dalam sistem informasi. Adanya e-book yang dikemas di dalam perpustakaan digital dapat menjangkau kebutuhan para pencari informasi dari berbagai wilayah yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke perpustakaan. Ada beberapa perpustakaan digital yang dapat diakses oleh masyarakat umum, yaitu IPusnas dan EPerpusdikbud. 4. Artificial Intelligence Layanan informasi di perpustakaan kemungkinan akan digantikan oleh AI, di beberapa bidang AI digunakan dalam penelusuran dan rekomendasi informasi. Penggunaan AI dapat menjadi salah satu strategi perpustakaan untuk memperkenalkan layanan dan fasilitas yang ditawarkan kepada pengguna. Selain itu, AI mampu menjaga eksistensi dan hiburan di perpustakaan yang monoton dari segi materi maupun bahkan pustakanya (Nurqolbi 2023). Layanan perpustakaan dan informasi sudah menggunakan AI dalam operasionalnya, khususnya tugas-tugas seperti pengelompokan otomatis dan klasifikasi sumber daya, menemukan dan menghubungkan koleksi, dan menyiangi koleksi, dan robot digunakan dalam pengambilan buku. AI dikembangkan secara bertanggung jawab memang memiliki potensi untuk meningkatkan akses terhadap peluang dan tantangan yang ditawarkan oleh AI, termasuk membangun peluang pendidikan bagi para pengguna perpustakaan untuk terus menjadi pembelajar sepanjang ruang-ruang pendukung pendidikan masih tersedia (Luca, Narayan, and Cox 2022). 5. Web Perpustakaan Akses dari web ini menyediakan koleksi-koleksi elektronik, seperti jurnal-jurnal langganan baik lokal maupun internasional, e-book, dan OPAC perpustakaan mempermudah akses pribadi tanpa mengantri untuk menggunakan OPAC di perpustakaan. Kemudian perpustakaan dapat memperhatikan pengguna yang memiliki keterbatasan ada layanan untuk pengguna seperti dengan bentuk penerapan teknologi, yaitu audible ebook, digital audio book, info eyes (virtual reference), dan braille. Hal demikian tentunya harus didukung oleh sumber daya manusia dalam penguasaan teknologi informasi yang berkualitas (Fahrizandi 2020). Dengan demikian dari paparan di atas dapat dipahami perpustakaan di era masyarakat informasi dapat bertransformasi dari layanan informasi yang konvensional ke digital untuk memberikan keakuratan dari informasi yang saat ini terjadi Overload Information. Selain itu mengintegrasikan layanan informasi dan pengelolaan perpustakaan ke internet juga menjadi kebutuhan penting bagi perpustakaan saat ini karena perkembangan teknologi yang membawa semua aktivitas dapat dengan mudah tercapai melalui teknologi informasi. Selain dari pada itu, perlu juga memperhatikan keterampilan yang dimiliki pustakawan. Keterampilan tersebut ialah keterampilan perangkat lunak, dalam hal komunikasi, kolaborasi, dan otomasisasi agar dapat mengerjakan pekerjaan dengan maksimal. Kemudian kemampuan dalalm beradaptasi dengan perbuhan juga di perlukan oleh pustakawan, maka dari itu perlunya semangat diri untuk terus menerus belajar dan mengembangkan inovasi-inovasi di perpustakaan (Fahrizandi 2020).
Conclusion
Teknologi informasi yang mendukung akan pendistribusian informasi menjadikan informasi dapat tersebar luas dengan cara yang cepat dan mudah. Hal ini digunakan oleh masyarakat informasi dalam aktivitas hari-hari, melakukan kegiatannya baik itu ekonomi, sosial, pendidikan, dan politik tidak terlepas dari kebutuhan akan informasi. Kendati demikian tantangan bagi masyarakat dalam menentukan informasi yang akurat menjadi agak rumit memperoleh informasi yang benar-benar dibutuhkan karena Overloadnya informasi yang tersedia. Ketersediaan perpustakaan menjadi sangat penting di tengah-tengah masyarakat dengan Overloadnya informasi. Sejalan dengan perkembangan teknologi informasi perpustakaan bukan hanya memberikan layanan informasi secara konvensional tetapi digital. Layanan informasi perpustakaan di era masyarakat informasi sudah berkembang melalui internet seperti, repository, e-jurnal, e-book, Artificial Intelligence, dan web perpustakaan