Pemanfaatan Koleksi Buku Sebagai Penunjang Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Tafsir dan Hadis UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung; Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada pemanfaatan koleksi buku oleh mahasiswa senior di program studi Tafsir dan Hadis sebagai referensi skripsi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemahaman mahasiswa senior dalam memanfaatkan koleksi buku sebagai sumber referensi, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan studi kasus deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini dipilih dengan menggunakan purposive sampling dari mahasiswa senior di program tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan tinjauan literatur, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menganggap koleksi buku sebagai bahan bacaan yang penting dan sumber pengetahuan untuk mendukung penulisan tesis mereka. Tantangan yang teridentifikasi antara lain terbatasnya koleksi buku yang tersedia, kurangnya kesadaran mahasiswa terkait lokasi koleksi yang dibutuhkan, layanan pustakawan, dan fasilitas temu kembali. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan upaya untuk meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas koleksi buku, serta meningkatkan pemahaman mahasiswa dalam memanfaatkan sumber daya informasi di perpustakaan.
Abstract
This research focuses on the utilization of book collections by senior students in the Tafsir and Hadith studies program as references for their thesis. The study aims to reveal the understanding of senior students in utilizing book collections as reference sources, employing a qualitative approach with interview and descriptive case study methods. Participants in the study were selected using purposive sampling from senior students in the mentioned program. Data were collected through interviews, observations, and literature reviews, then analyzed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research findings indicate that students consider book collections as essential reading materials and sources of knowledge to support their thesis writing. Identified challenges include the limited and outdated nature of book collections, students' lack of awareness regarding the location of required collections, librarian services, and retrieval facilities. Therefore, it is recommended to make efforts to improve the availability and accessibility of book collections, as well as enhance students' understanding of utilizing informational resources in the library.
Keywords:
Written Utilization
· book collection
· thesis
Introduction
Perpustakaan ialah suatu unit pelaksana teknis yang mempunyai tugas menyediakan dan memanfaatkan bahan Pustaka dan melakukan pelayanan referensi. Perpustakaan mempunyai peran yang begitu penting dalam lingkungan universitas (perguruan tinggi). Perpustakaan perguruan tinggi berkewajiban dan mempunyai fungsi untuk membantu terwujudnya tri dharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Perpustakaan hadir sebagai tempat menyimpan beragam koleksi yang relevan dengan kebutuhan pengguna, sehingga dapat memenuhi kebutuhan informasi mereka. Menurut Undang Undang No 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, definisi perpustakaan adalah Lembaga yang secara professional mengelola koleksi karya tulis, karya cetak,dan karya rekam dengan menggunakan sistem yang terstandarisasi untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi dan rekreasi para pengguna perpustakaan. Perpustakaan di perguruan tinggi merupakan jenis perpustakaan yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi dosen dan mahasiswa perguruan tinggi. Karena itu, perpustakaan berkewajiban untuk menyediakan koleksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan informasi para pengguna perpustakaan, terkhusus dalam hal tersedianya koleksi referensi yang menjadi acuan dalam menyelesaikan tugas akhir mahasiswa. Pemanfaatan koleksi merujuk pada penggunaan optimal sumber informasi yang tersedia di perpustakaan serta pelayanan informasi yang disediakan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia pemanfaatan merupakan suatu proses atau metode yang digunakan untuk memperoleh manfaat dari sesuatu yang kita perlukan. Menurut Handoko (2013), dalam hal pengukuran, penggunaan atau pemanfaatan bahan pustaka dalam perpustakaan di pengaruhi faktor-faktor internal dan eksternal. Kemudian pemanfaatan koleksi kitab di perpustakaan agar mempermudah mahasiswa semester akhir untuk menjadikan koleksi kitab sebagai bahan referensi guna menyelesikan tugas akhir. Pemanfaatan koleksi perpustakaan terbagi tiga istilah kunci dalam frasa yaitu pemanfaatan, koleksi, dan perpustakaan. Pemanfaatan berasal dari kata manfaat yang mengacu pada kegunaan atau manfaat. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa pemanfaatan adalah proses atau metode penggunaan atau pemanfaatan sesuatu berupa penggunaan koleksi di perpustakaan. Menurut Prastowo (2012) koleksi perpustakaan secara umum terdiri dari berbagai bahan pustaka, termasuk buku maupun non buku yang dikelola dengan baik dan efektif oleh perpustakaan sekolah. Tujuan pengelolaan tersebut untuk mendukung keberhasilan dan kelancaran kegiatan pembelajaran. Untuk dapat mengelompokan koleksi referensi Hildawati Almah (2018) menegaskan ialah: (1) Bahan rujukan yang mencakup kata serta istilah, (2) Bahan rujukan berisi sumber-sumber kepustakaan, dan (3) Bahan rujukan umum yang lainnya. Dari sekian banyak pendapat yang dipaparkan, diperoleh kesimpulan bahwa koleksi perpustakaan meliputi semua jenis bahan pustaka yang tercetak dan tidak tercetak, yang ada di dalam perpustakaan dan bertujuannya untuk dipergunakan serta memenuhi kebutuhan informasi pemakai. Koleksi didefinisikan sebagai elemen yang begitu penting dan sentralitas untuk eksistensi perpustakaan. Koleksi menjadi pusat dari perpustakaan, yang menjadi fokus dalam pelayanan yang diberikan oleh perpustakaan. Koleksi sebagai sesuatu paling penting dan sentral bagi keberadaan perpustakaan. Menurut Sutarno NS (2006), koleksi perpustakaan harus terdiri dari bahan pustaka yang terpilih dengan baik, informasi yang terkandung dalam koleksi tersebut harus relevan dengan kebutuhan pengguna dan dapat diakses serta dipahami oleh pengguna atau pemustaka. Dengan demikian, perpustakaan perlu menawarkan koleksi-koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pembaca agar dapat memikat minat pengunjung perpustakaan. Disamping itu, keberadaan perpustakaan yang lengkap juga ditandai dengan keberagaman subjek koleksi yang sesuai dengan kebutuhan pemustaka, dengan demikian pemustaka tidak hanya mendapatkan informasi terbatas saja (Kartikasari & Subekti, 2016). Dalam penelitian ini, akan dibahas salah satu koleksi perpustakaan yang menjadi objek kajian penelitian ini adalah koleksi kitab. Menurut Suharso dan Ana Retnoningsih (2005) koleksi kitab merupakan buku suci yang memuat semua hal yang terkait dengan keagamaan. Berdasarkan observasi yang diselenggarakan oleh penulis, terlihat koleksi kitab yang dimanfaatkan oleh mahasiswa semester akhir program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist salah satunya yaitu tafsir al ibriz. Koleksi-koleksi kitab ini juga bisa menjadi referensi untuk menulis tugas akhir mahasiswa semester akhir program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist. Karena tugas akhir menjadi unsur utama syarat kelulusan. Adapun salah satu prodi yang memerlukan koleksi kitab sebagai referensi yaitu mahasiswa program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist. Perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung mempunyai berbagai jenis koleksi kitab. Diharapkan dengan adanya koleksi kitab yang dimiliki oleh perpustakaan memberikan manfaat kepada pemustaka, terutama mahasiswa semester akhir program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist yang sedang melakukan penelitian untuk memenuhi tugas akhirnya berupa skripsi sebagai syarat kelulusan. Mahasiswa program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist akan memanfaatkan koleksi kitab untuk mendapatkan referensi data terkait dengan riwayat Asbabun Nuzul, Nasikh dan Mansukh, dan lain lain terkait dengan penelitian yang mereka lakukan. Berbagai macam koleksi kitab tersedia di perpustakaan universitas sayyid ali rahmatullah tulungagung, disisi lain mahasiswa membutuhkan referensi untuk menunjang penulisan skripsi atau tugas akhir. Salah satu referensi yang bisa digunakan adalah koleksi kitab tersebut. Akan tetapi tidak banyak mahasiswa yang mengetahui tentang keberadaan berbagai macam koleksi kitab yang ada di perpustakaan universitas sayyid ali rahmatullah tulungagung untuk menunjang penulisan tugas akhir atau skripsi. Sebelum penelitian ini dilakukan, peneliti telah melakukan penelusuran terdahulu untuk mengetahui adanya kemiripan dengan penelitian sebelumnya, dalam penelusuran tersebut penulis menemukan beberapa penelitian yang sejenis. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Arianti Natalia Lumamuly dan Yuniawati (2019) dengan judul “Analisis Pemanfaatan Koleksi Referensi di Perpustakaan IAIN Salatiga Dalam Menunjang Penulisan Skripsi Mahasiswa IAIN Salatiga” yang mengkaji mengenai pemanfaatan koleksi referensi yang khususnya koleksi kamus, skripsi, jurnal dan kitab kitab islam dalam menunjang penyelesaiaan skripsi mahasiswa IAIN Salatiga serta manfaat yang di dapat pemustaka dari koleksi referensi yang ada di perpustakaan IAIN Salatiga. Selanjutnya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Ilham Sabrulloh (2020) yang berjudul ” Pemanfaatan Koleksi Literatur Islam Untuk Mahasiswa Tingkat Akhir Di Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta” yang mengkaji mengenai penggunaanya, jenis, format dan kendala pemustaka dalam menggunakan koleksi islam, penelitian ini menggunakan jenis pendekatan deskriptif kualitatif. Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Lasmini (2019) dengan judul “Pemanfaatan Koleksi Perpustakaan dalam Menunjang Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi” yang mengkaji tingkat pemanfaatan koleksi, kendala yang dihadapi saat memanfaatkan koleksi, serta upaya yang dilakukan dalam memanfaatkan koleksi guna penyelesaian tugas akhir mahasiswa fakultas adab dan humaniora Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin jambi. Meskipun diatas sudah disajikan penelitian sebelumnya tetapi dalam penelitian yang dilakukan penulis ini ada perbedaan dengan penelitian sebelumnya. Kebaharuan penelitian ini dengan penelitian sebelumya yakni penelitian sebelumnya lebih berfokus ke pemanfaatan koleksi sebagai penunjang penulisan tugas akhir, sedangkan penelitian yang peneliti kaji lebih berfokus ke cara memanfaatan koleksi kitab sebagai penunjang dalam penulisan tugas akhir mahasiswa program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist, penelitian ini lebih berfokus pada bagaimana mahasiswa program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist memanfatkan koleksi kitab. Penelitian ini membahas beberapa hal mengenai pemanfaatan koleksi kitab dalam menunjang tugas akhir mahasiswa program studi ilmu tafsir dan hadis beserta dengan kendala dan masalah yang dihadapi saat menggunakan koleksi kitab-kitab tersebut. Oleh karena itu peneliti menggunakan judul “Pemanfaatan Koleksi Kitab Dalam Menunjang Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Ilmu Tafsir Dan Ilmu Hadits UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung” untuk memaparkan hasil penelitian berupa deskripsi pemanfaatan koleksi kitab dalam menunjang penyusunan tugas akhir mahasiswa program studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadits, serta kendala yang di hadapi mahasiswa program studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist dalam menggunakan kitab kitab sebagai referensi.
Method
Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dan metode penelitian wawancara atau studi kasus dengan jenis penelitaian deskriptif untuk menggali informasi mengenai pemanfaatan koleksi kitab dalam mendukung tugas akhir mahasiswa program studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadits UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Menurut Satori dan Aan Komariah (2013) penelitian kualitatif memiliki karakteristik dengan mendeskripsikan suatu keadaan yang sebenarnya, tetapi laporannya bukan sekedar laporan suatu kejadian tanpa suatu interpretasi ilmiah. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi cara pemanfaatan koleksi kitab oleh mahasiswa semester akhir program studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist serta kendala-kendala yang dihadapi saat menggunakan koleksi kitab sebagai raferensi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif, merupakan jenis penelitian yang digunakan para peneliti untuk menggambarkan secara jelas dan sistematis kegiatan penelitian yang dilakukan pada objek yang spesifik (Sukardi, 2014). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2016). Alasan menggunakan teknik purposive sampling ini karena sesuai untuk digunakan untuk penelitian-penelitian yang tidak melalukan generalisasi (Sugiyono, 2016). Penelitian ini diselenggarakan di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang terletak di Jl. Mayor Suj adi No.46, Kudusan, Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur 66221. Objek penelitian ini yaitu pemanfaatan koleksi kitab – kitab dalam penyelesaian tugas akhir mahasiswa program studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Penelitian ini memiliki satu variabel tunggal, yaitu variabel pemanfaatan koleksi kitab. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan instrumen berupa wawancara dan observasi.Sumber data dalam penelitian ini ialah mahasiswa semester akhir program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist mulai dari semester tujuh keatas. Data yang dikumpulkan berupa dokumen yang terkait dengan penelitian ini, seperti hasil observasi, kuisioner atau angket, dan wawancara. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan wawancara, observasi dan studi pustaka. Data yang telah terkumpul akan dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan
Result & Discussion
Dari hasil penelitian ini, peneliti menyajikan temuan yang diperoleh dari observasi dan wawancara secara langsung dengan para mahasiswa yang berkunjung ke ruangan koleksi kitab mengenai pemanfaatan koleksi kitab dalam menunjang tugas akhir mahasiswa program studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Adapun hasil penelitian akan dipaparkan sebagai berikut. A. Pemanfaatan Koleksi Kitab Ketersediaan koleksi perpustakaan memiliki nilai yang sangat penting bagi mahasiswa, baik dalam membantu mereka dalam menyelesaikan tugas maupun dalam memperluas wawasan mereka mengenai berbagai informasi, bahkan ada juga yang menggunakan koleksi perpustakaan sebagai penunjang dalaam menulis sebuah penelitian atau tugas akhir. Perpustakaan idealnya dapat mencukupi kebutuhan informasi dari para pemustakanya, dengan tujuan memenuhi kebutuhan informasi, koleksi yang ada di perpustakaan bisa digunakan dengan baik oleh pengguna perpustakaan yang mengunjungi perpustakaan tersebut. Saat beberapa mahasiswa ditanya mengenai koleksi apa yang sering dicari di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, kebanyakan mereka menjawab kitab tafsir dan kitab hadist karena program studi yang mereka tempuh yaitu ilmu tafsir dan ilmu hadist yang kebanyakan materi pembelajarannya mengenai kitab-kitab, seperti yang diungkapkan oleh informan inisial SA berikut : “Koleksi kitab yang saya cari di perpustakaan Universita Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kebanyakan kitab tafsir yang terkait dengan mata kulaih. Salah satu kitab yang saya gunakan yaitu Tafsir Al-Ibriz dan Tafsir Jalalain.” Hal tersebut berkaitan dengan “motif”’ mahasiswa Ilmu Tafsir mereka menggunakan kitab tafsir karena ada kepentingan dengan mata kuliah, hal ini sesuai dengan pernyataan tersebut diatas. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan menurut Handoko (2013), motif pemustaka yang dominan di perpustakaan perguruan tinggi, terutama dikalangan mahasiswa adalah mencari informasi untuk keperluan akademik, seperti mencari literatur yang relevan dengan penelitian yang sedang dilakukan atau kebutuhan informasi mereka. nInforman lain dengan inisial MB , juga mengungkapkan hal yang serupa saat ditanya tentang koleksi yang sering dicarinya di perpustakaan. “saya berkunjung ke perpustakaan mencari kolekksi kitab – kitab hadist riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim untuk menunjang penulisan skripsi saya” Dalam hal ini berkaitan dengan kebutuhan, Mahasiswa IAT menggunakan dan mencari kitab tafsir karena ada kebutuhan untuk bahan dalam penunjang skripsi atau penelitian mereka. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, “kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002)”. Jadi dapat disimpulkan terdapat beberapa motif yang mendasari para mahasiswa menggunakan kitab tafsir dikarenakan adanya motif yag berkaitan dengan mata kuliah dan kebutuhan referensi untuk menunjang penelitian skripsi. Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat disimpulkan bahwa banyak mahasiswa semester akhir program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung membutuhkan dan memanfaatkan koleksi kitab-kitab hadist dan tafsir yang ada di perpustakaan. Adapun kitab kitab yang dimanfaatkan diantaranya adalah Tafsir Al-Ibriz, Tafsir Jalalain, kitab-kitab hadist Riwayat Imam Bukhari dan Muslim, dan lain-lain. Mengenai cara pemanfaatan koleksi diperpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam menunjang penyelesaian tugas akhir mahasiswa. Berikut hasil wawancara yang di dapat. “…saya mencari koleksi-koleksi kitab yang kiranya sesuai dengan judul penelitian yang saya angkat. Namun saya agak kesulitan untuk mencari dimana letak koleksi yang saya butuhkan dengan cepat.” Pernyataan ini berkaitan dengan kebutuhan Mahasiswa IAT yang mencari koleksi-koleksi kitab untuk keperluan judul penelitiaanya. Tetapi memang ada kendala berupa kesulitan dalam mencari letak koleksi kitab yang dibutuhkan. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, kebutuhan yang dimaksud adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002). Hal yang sama juga disampaikan oleh pemustaka MAH mengatkan: “…kebanyakan saya memanfatkan koleksi kitab diperpustakaan terutama koleksi kitab-kitab hadist untuk menambah wawasan saya tentang hadits-hadits”. Berdasarkan pendapat yang disampaikan MAH berkaitan dengan minat Mahasiswa IAT untuk memanfaatkan koleksi kitab-kitab terutama kitab-kitab hadist untuk menambah wawas an mereka. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan. Menurut Handoko (2013), minat merupakan faktor yang memotivasi atau mendorong seseorang untuk melakukan apa yang mereka inginkan, dan mereka memiliki kebebasan untuk memilih sesuai dengan keinginan mereka. Dari hasil wawancara dan observasi, dapat disimpukan bahwa mahasiswa memanfaatkan koleksi kitab-kitab yang tersedia di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung sebagai bahan referensi perkuliahan dan penulisan tugas akhir yang membutuhkan buku bacaan berupa kitab-kitab, jurnal, dan sumber informasi lain sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Mengenai bagaimana pemustaka mengetahui membutuhkan koleksi kitab sesuai dengan wawancara dengan pemustaka adalah sebagai berikut. Muhammad Ali Husain mengatakan: “…saya mengetahui membutuhkan koleksi kitab dari teman saya yang merekomendasikan koleksi kitab itu.” Hal diatas berkaitan dengan motif Mahasiswa IAT yang membutuhkan koleksi kitab yang sesuai dengan penelitian mereka yang direkomendadikan oleh teman. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, menurut Handoko (2013), diperpustakaan perguruan tinggi motif yang dominan bagi pemustaka terutama mahasiswa, adalah mencari informasi yang relevan dengan kebutuhan akademik mereka seperti mencari literatur yang sesuai dengan penelitian yang sedang mereka lakukan atau kebutuhsn informasi lainnya. Hal senada juga diungkapkan oleh N.A, ia mengatakan: “…saya memperoleh informasi koleksi kitab ini dari dosen pembimbing saya yang menyarankan mencari koleksi kitab ini.” Pendapat NA berakaitan dengan motif Mahasiswa IAT yang membutuhkan koleksi kitab yang sesuai dengan penelitian mereka yang direkomendadikan oleh dosen pembimbing untuk bahan penunjang penelitian. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, berdasarkan pernyataan Handoko (2013), di perpustakaan perguruan tinggi, mahasiswa umumnya memiliki motif yang dominan yaitu mencari informasi untuk keperluan akademik, seperti mencari literatu yang relevan dengan penelitian yang sedang mereka lakukan atau memenuhi kebutuhan informasi lainnya. Salah satu pemustaka DPA mengungkapkan: “Biasanya saya datang ke perpustakaan belum mengetahui ingin mencari koleksi kitab apa, saya biasanya mencari dulu di katalog yang ada di perpustakaan.” Hal ini berkaitan dengan minat individu untuk menemukan dan mengetahui koleksi kitab-kitab walaupun belum mengetahui yang ingin dicari tetapi melihat katalog untuk bahan referensi pilihan. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, minat berperan sebagai motivasi atau pendorong bagi seseorang untuk melakukan apa yang mereka inginkan, dan mereka memiliki kebebasan untuk memilih sesuai dengan keinginan mereka (Handoko, 2013). Kesimpulan hasil wawancara dan observasi mengenai bagaimana pemustaka mengetahui membutuhkan koleksi kitab sesuai dengan wawancara dengan pemustaka adalah para Mahasiswa IAT mendapat rekomend asi dari teman, dosen pembimbing dan juga dari keinginan sendiri dengan mencari katalog-katalog yang ada di perpustakaan. B. Kendala Dalam Pemanfaatan Koleksi Kitab Tedapat kendala dalam memanfaatan koleksi kitab yang ada di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, karena adanya kendala-kendala tersebut menyebabkan pengguna perpustakaan enggan untuk mengunjungi keperpustakaan dan memanfaatkan koleksi yang tersedia di dalamnya. Melalui hasil wawancara dan observasi peneliti di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Adapun kendala-kendala dari pemanfaatan koleksi kitab berdasarkan wawancara peneliti dengan informan N A ia mengatakan: “Koleksi-koleksi kitab yang ada diperpustakaan belum dapat memenuhi kebutuhan saya sebagai pengunjung perpustaka, banyak sekali kekurangan koleksi yang ada di perpustakaan, banyak mahasiswa yang bertanya ada nggak buku ini? Sedangkan bukunya tidak ada, bukan hanya koleksinya yang kurang lengkap, koleksi yang adapun tidak update, akan tetapi semua perpustakaan di dunia ini tidak ada satupun yang lengkap begitupun dengan perpustakaan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, paling nggak sebuah perpustakaan harus mampu memenuhi kebutuhan para pengunjung perpustakan.” Berdasarkan pernyataan di atas kendala yang dialami Mahasiswa IAT dalam menemukan koleksi kitab-kitab ialah masih minim dan kurang updatenya koleksi kitab-kitab. Pernyataan tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, “kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002)”. Sejalan dengan pendapat informan lain inisial NS ia juga menyatakan: “Koleksi kitab di perpustakan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung masih kurang banyak jenisnya, jadi koleksi yang ada di perpustakaan belum bisa memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.” Dari pernyataan NS dapat disimpulkan kendala yang dihadapi Mahasiswa IAT dalam menemukan koleksi kitab-kitab ialah koleksi kitab masih kurang banyak jenis koleksi kitab sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan mahasiswa. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, “Kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan untuk memperoleh informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002)”.Pendapat dari salah satu informan HS sebagai berikut: “Kendala yang saya hadapi saat berkunjung ke keperpustakaan kebingungan mengenai letak koleksi yang saya butuhkan.” Berdasarkan pernyataan dari HS diatas kendala yang dialami Mahasiswa IAT dalam menemukan koleksi kitab-kitab ialah masih kebingungan mengenai letak koleksi kitab yang dibutuhkan. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, “kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002)”. Jadi dapat disimpulkan bahwa mahasiswa mengalami kendala dalam memanfaatan koleksi kitab yaitu terbatasnya koleksi kitab dan tidak tahunya letak koleksi kitab. Faktor lain yang mempengaruhi pemanfaatan koleksi adalah pelayanan yang diberikan oleh pustakawan atau staf perpustakaan. Jika pustakawan atau staf perpustakaan memberikan pelayanan yang baik, perpustakaan akan menjadi tempat favorit dan tujuan utama pemustaka dalam mencari informasi. Pustakawan juga perlu memahami karakter dari setiap pemustakanya, agar terpenuhi apa yang diinginkan pemustaka. Dari hasil wawancara dengan informan bernama DP tentang keterampilan pustakawan yang ada di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, ia mengatakan: “menurut padangan dan apa yang saya rasakan selama berada di perpustakaan ini, pustakawan cukup membantu saya dalam mencari koleksi yang dibutuhkan , dan melayani dengan baik.” Pernyataan diatas menunjukkan bahwa mahasiswa IAT tidak mengalami kendala dalam pelayanan pustakawan. Pustakawan terbukti membantu mahasiswa dalam memcari koleksi kitab yang dibutuhkan dan pelayanannya baik. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, “kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002)”. Hal lain juga diungkapkan oleh NAMM, ia mengungkapkan: “…saat saya menanyakan apakah koleki kitab ini tersedia, pustakawan menjawab silahkan cari di computer!” Berdasarkan pernyataan di atas kendala yang dialami Mahasiswa IAT mengenai pelayanan pustakawan ialah tidak bersedia memberikan bantuan secara langsung, melainkan hanya mengarahkan pemustaka untuk mencari informasi di komputer. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, “kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002)”. Informan lain inisial ARP juga mengungkapkan: “…kemapuan pustakawaan saat saya tanya tentang koleksi kitab salah satu cabang ilmu lumayan mengusai.” Berdasarkan pernyataan ARP kendala yang dialami Mahasiswa IAT mengenai pelayanan pustakawan ialah baik dan menguasai cabang ilmu yang diminta Mahasiswa. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpustakaan, Kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati, 2002). Dari hasil wawancara dan observasi mengenai keterampilan pustakawan dalam pelayanan, terdapat pustakawan yang memberikan pelayanan baik dengan membantu mencarikan koleksi kitab yang dibutuhkan, tetapi ada juga yang enggan membantu mencarikan melainkan hanya megarahkan untuk mencarai sendiri lewat komputer perpustakaan. Pelayanan yang baik dari pustakawan dan ketersediaan fasilitas temu balik informasi memiliki dampak yang signifikan terhadap penggunaan koleksi perpustakaan. Ketika perpustakaan menyediakan fasilitas temu balik informasi yang efektif, pemustaka akan mendapatkan manfaat besar dalam menemukan informasi atau koleksi yang mereka butuhkan. Pencarian informasi ini melibatkan usaha untuk menemukan subjek, artikel, atau informasi lainnya dengan menggunakan fasilitas tertentu untuk memperoleh informasi yang diinginkan oleh pemustaka. Fasilitas ini bisa berupa katalog, bibliografi, indeks, abstrak dan OPAC (Online Public Access Catalog). Beberapa pendapat informan saat ditanya terkait ketersediaan fasilitas layanan temu Kembali informasi disajikan sebagai berikut. Dari hasil wawancara peneliti dengan informan LZM, seorang pengunjung perpustakaan, ia menyampaikan: “Di perpustakaan fasilitas Temu Kembali infromasi tersedia berupa katalog dan Online Public Access Catalogue (OPAC).” Hal yang sama juga diungkapka oleh IN, ia mengatkan: “Fasilitas temu balik informasi di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tersedia, akan tetapi mahasiswa tidak banyak yang mengetahui cara menggunakan OPAC karena kurangnya sosialisasi, dan petunjuk cara menggunakan atau penggunaan OPAC.” Berdasarkan pernyataan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat fasilitas yang dapat membantu Mahasiswa IAT dalam menemukan koleksi-koleksi kitab di perpustakaan berupa katalog, bibliografi, indeks, abstrak dan OPAC (Online Public Access Catalog), tetapi fasilitas tersebut belum dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya sosialisai. Hal tersebut sejalan dengan teori faktor pengguna pemanfaatan koleksi referensi perpust akan, kebutuhan yang dimaksud disini adalah kebutuhan akan informasi sebagai sumber pengetahuan (Prawati & Budi, 2002). Perpustakaan berfungsi sebagai pusat sumber daya informasi yang menjadi pilar utama dalam kemajuan suatu institusi, terutama dalam institusi pendidikan. Adapun perluasan perkembangan informasi yang sangat tinggi menuntut perpustakaan untuk terus beradaptasi. Hal ini disebabkan oleh pengguna perpustakaan lebih dominan dari kalangan akademisi dengan kebutuhan informasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu, perpustakaan harus secara aktif mempertimbangkan dan berusaha untuk mengembangkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Dalam hal ini, perpustakaan harus berkomitmen untuk berinovasi dan mengikuti perkembangan tren informasi guna memastikan kepuasan dan kebutuhan pengguna dapat terpenuhi dengan baik (Suwarno, 2010). Memberikan pelayanan dan fasilitas penunjang yang terbaik, perpustakaan akan mendapatkan minat dari para mahasiswa, khususnya mahasiswa semester akhir ilmu tafsir dan ilmu hadist yang membutuhkan banyak koleksi kitab yang akan digunakan sebagai referensi tugas akhirnya seperti yang dipaparkan oleh mahasiswa program studi Ilmu Tafsir. Seperti yang telah dipaparkan dalam wawancara dengan para mahasiswa, terungkap bahwa mahasiswa semester akhir jurusan ilmu tafsir dan ilmu hadist sangat membutuhkan koleksi-koleksi kitab sebagai bahan bacaan untuk meningkatkan pengetahuan mereka. Koleksi kitab tersebut tidak hanya meneydiakan pengetahuan umum, tetapi juga ilmu-ilmu khusus yang dapat menjadi referensi penting dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa semester akhir. Kebutuhan mahasiswa semester akhir bervariasi dalam hal jenis koleksi kitab yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Di perpustakaan, para pemustaka memiliki kebutuhan informasi yang sesuai dengan latar belakang pencarian mereka. Contohnya, di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pemustaka masih membutuhkan informasi yang terkait dengan mata kuliah yang diajarkan di perguruan tinggi tersebut, sesuai dengan jurusan yang mereka ambil. Menurut Handoko (2013), penggunaan koleksi perpustakaan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terkait dengan dorongan yang berasal dari kebutuhan, motif, dan minat pemustaka dalam mencapai tujuan tertentu. Faktor eksternal berhubungan dengan kondisi lingkungan perpustakaan yang mempengaruhi kedatangan dan pemanfaatan koleksi perpustakaan oleh pemustaka. Faktor eksternal ini meliputi kelengkapan koleksi, kemampuan pustakawan dalam melayani pengguna, dan ketersediaan fasilitas temu balik informasi. Menurut Handoko (2013), ketika menggunakan koleksi referensi perpustakaan faktor-faktor eksternal tersebut dapat mempengaruhi pemustaka dalam memanfaatkannya antara lain, 1. Motif Motif atau alasan pemsutaka dalam memanfaatkan perpustakaan dapat bervariasi dan mencakup penggerak, alasan atau dorongan yang mendorong mereka untukmelakukan suatu tindakan. Setiap pemustaka memiliki motif atau alasan yang berbeda-beda, berdasarkan kebutuan informasi individu masing-masing. Misalnya, di perpustakaan universitas atau perguruan tinggi, motif yang dominan bagi mahaiswa adalah mencari literatur yang sesuai tugas kuliah atau penelitian yang sedang mereka lakukan. 2. Minat Minat adalah faktor yang manjadi pendorong atau motivasi seseorang untuk melakukan hal yang disukai atau diinginkan oleh mereka. Mereka memiliki kebebasan untuk memilih sesuai dengan minat mereka. Dalam konteks perpustakaan, pengguna perpustakaan merasakan manfaat yang dapat mereka peroleh dengan memanfaatkan koleksi perpustakaan, sehingga mereka menjadi berminat untuk memanfaatkannya sebagai sumber belajar. 3. Kebutuhan Setiap orang memiliki kebutuhan akan informasi yang beragam, dan kebutuhan itu merupakan sumber pengetahun bagi mereka. Setiap orang memiliki perbedaan kebutuhan informasinya, begitu juga dengan mahasiswa semester akhir jurusan Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist mereka membutuhkan kitab tafsir dan kitab hadist sebagai referensi dalam penulisan tugas akhir. Perpustakaan memainkan peran yang signifikan dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa, terutama bagi mahasiswa semester akhir, dengan tujuan untuk menyediakan akses mudah dan menyeluruh terhadap informasi yang mereka perlukan. Perpustakaan bertujuan untuk memfasilitasi penemuan informasi yang efektif dan membantu mahasiswa dalam menemukan sumber daya yang lengkap di perpustakaan. Namun pada kenyataanya dilapangan banyak mahasiswa yang belum mengetahui dimana letak koleksi kitab yang mereka butuhkan berada. Menurut darmono, tujuan pendirian perpustakaan adalah untuk memastikan bahwa pemustaka dapat memanfaatkan koleksi yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. Pendayagunaan perpustakaan merujuk pada upaya maksimal dalam memanfaatkan perpustakaan beserta semua fasilitas yang tersedia oleh perpustakaan. Sayangnya, jika upaya keras perpustakaan dalam mengumpulkan sumber informasi tidak diimbangi dengan pemanfaatan yang baik, hal tersebut menjadi suatu kekurangan yang disayangkan (Sutarno Ns, 2004). Salah satu tujuan utama perpustakaan di perguruan tinggi adalah memastikan kebutuhan informasi pemustaka terpenuhi, terutama para mahasiswa yang berada di lingkungan perpustakaan tersebut. Menurut Sulistyo-Basuki (2004) kebutuhan informasi mencakup informasi yang diinginkan oleh seseorang untuk keperluan pekerjaan, penelitian, kepuasan rohaniah, dan pendidikan. Ketidak puasan dalam memenuhi kebutuhan informasi ini dapat menghambat aktivitas seseorang. Oleh sebab itu, perpustakaan berusaha menyediakan koleksi yang sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan oleh mahasiswa agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Tingkat kunjungan pengguna ke suatu perpustakaan sangat dipengaruhi oleh kemampuan perpustakaan dalam menyediakan informasi yang relevan bagi pengguna. Semakin efektif perpustakaan dalam memenuhi kebutuhan penggunanya, semakin sering pengguna akan mengunjungi perpustakaan karena mereka yakin bahwa informasi yang mereka cari dapat ditemukan disana. Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan, pasal 24 ayat 2, menegaskan bahwa perpustakaan perguruan tinggi diharuskan untuk memiliki koleksi yang mencukupi baik dari segi jumlah, judul, maupun eksemplar. Tujuannya untuk mendukung pelaksanaan pendidikan , penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian, berbagai jenis bahan pustaka seperti buku, jurnal, koleksi kitab, laporan penelitian, dan referensi, yang seringkali diperlukan sebagai acuan atau rujukan. Pemustaka sering kali menghadapi tantangan atau hambatan ketika mencari informasi yang diinginkan dan butuhkan di perpustakaan. Oleh karena itu kehadiran pustakawan yang memiliki keterampilan dalam memberikan pelayanan kepada pemustaka bisa menjadi faktor penting yang mendorong pemustaka untuk memanfaatkan bahan pustaka itu. Pustakawan dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh pemustaka dalam menemukan informasi yang dicari, membantu mengatasi kesulitan, dan memberikan layanan yang memadai (Prastowo, 2012). Pemanfaatan koleksi perpustakaan merupakan sesuatu yang sangat penting dan seharusnya dilakukan secara maksimal. Dengan memanfaatkan koleksi perpustakaan, perpustakaan dapat memenuhi salah satu tujuan sebagai sumber ilmu pengetahuan dan penyedia informasi bagi pemustaka. Terutama bagi mahasiswa, pemanfaatan koleksi perpustakaan sangatlah penting dalam menyelesaikan tugas-tugasnya, terutama bagi mahasiswa semester akhir yang sedang mengerjakan tugas akhir (Sutarno NS, 2006). Namun, terdapat beberapa kendala yang menghambat pemanfaatan koleksi perpustakaan. Di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung tersedia fasilitas temu kembali informasi yaitu OPAC (Online Public Access Catalog). OPAC merupakan sistem temu balik informasi berbasis computer yang dapat digunakan oleh perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung maupun petugas perpustakaan untuk menelusur koleksi bahan pustaka suatu perpustakaan atau unit informasi lainnya yang dapat di akses secara online. OPAC merupakan komponen yang penting dalam sebuah perpustakaan, selain itu OPAC juga sebagai tolak ukur dari kinerja suatu perpustakaan. Fungsi dari OPAC sebagai sarana temu kembali informasi, selain sebagai alat bantu dalam penelusuran informasi . pencarain yang dilakukan melalui OPAC dapat membantu pengguna dalam mengetahui lokasi atau tempat penyimpanan bahnan pustaka atau koleksi tersebut. Oleh karena itu, OPAC disebut sebagai sistem temu kembali informasi yang merupakan bagian dari sistem automasi perpustakaan. Gambat 1 Layanan temu kembali informasi yaiu OPAC (Online Public Access Catalog) di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Adapun langkah-langkah penelusuran dengan OPAC (Online Public Access Catalog) adalah sebagai berikut: 1. Tulis kata kunci (Judul, pengarang / subjek) diikuti klik “search” 2. Pilih judul yang dikehendaki lalu klik disitu, maka akan muncul detail dari koleksi yang dicari 3. Apabila yang muncul status “Tersedia” maka berarti koleksi tersebut ada di rak dan siap untuk di pinjam, tetatpi apabila setatus “Terpinjam” maka berarti koleksi berada dalam pinjaman dan belum dikembalikan
Conclusion
Dari hasil penelitian dan pembahasan tentang “Pemanfaatan Koleksi Kitab dalam Menunjang Tugas Akhir Mahasiswa Program Studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung”, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Pemanfaatan koleksi kitab oleh mahasiswa semester akhir jurusan ilmu tafsir dan ilmu hadist UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagungteridentifikasi dari aspek motif, minat, dan kebutuhan yaitu para informan Sebagian besar mengetahui cara memanfaatkan koleksi kitab-kitab tersebut. Adapun tujuan para informan menggunakan koleksi kitab Sebagian besar berpendapat untuk memenuhi kebutuhan tugas kuliah, menambah wawasan,sumber bacaan, sebagai referensi dalam penulisan tugas akhir (Skripsi). Mahasiswa program Studi Ilmu Tafsir dan Ilmu Hadist mengetahui membutuhkan koleksi kitab direferensikan oleh dosen pembimbing, ada juga yang datang langsung ke perpustakaan dengan melihat katalog yang ada disana, selain itu ada juga yang mengetahui membutuhkan koleksi itu dari teman. Jenis koleksi kitab yang dibutuhkan oleh mahasiswa semester akhir juga bervariasi sesuai dengan kebutuhan mereka. 2. Kendala dalam pemanfaatan koleksi kitab yang dihadapi mahasiswa semester akhir program studi ilmu tafsir dan ilmu hadist yaitu masih minim dan kurang updatenya koleksi kitab-kitab, mahasiswa belum mengetahui letak koleksi kitab yang dibutuhkan karena koleksi kitab yang ada di perpustakaan UIN Sayyid Ali Rahmatullah berpencar-pencar, pelayanan pustakawan yang kurang baik menurut pengakuan informan serta pustakawan, ketidak tahuan mahasiswa selakuk informan dalam menggunakan fasilitas temu Kembali berupa OPAC (Online Public Access Catalog).