Kembali
16
1
2024 Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan Vol 13 · 2 ISSN 2302-3511

Peran Perpustakaan Sekolah Dalam Meningkatkan Literasi Informasi Pada Anak : Sebuah Systematic Literature Review

Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang; Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Abstrak

Perpustakaan dianggap penting untuk dapat mengelola, mengatur, menyimpan, dan mengumpulkan koleksi bahan pustaka dengan sistematis yang digunakan sebagai sumber informasi oleh pengguna. Perpustakaan sekolah menjadi tempat informasi terutama bagi murid-murid, guru, dan warga sekolah lainnya. Melalui literasi informasi siswa akan mampu belajar secara mandiri, karena melibatkan mengenali kapan informasi diperlukan dan mampu efisien dalam mencari, akurat dalam mengevaluasi, secara efektif menggunakan, dan jelas mengkomunikasikan. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dan peneliti melakukan pencarian literatur menggunakan aplikasi Publish or Perish (PoP) dengan memakai database Google Scholar dengan meninjau dengan strategi penelusuran dengan menggunakan kata kunci “perpustakaan sekolah AND literasi informasi anak”, yang dipublikasikan pada rentang waktu 3 tahun terakhir (2022-2024). Jumlah literatur yang dianalisa dalam penelitian ini yaitu ada lima literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perpustakaan selalu memberikan program-program yang digunakan sebagai inovasi untuk meningkatkan tingkat literasi informasi pada anak, tidak hanya itu peran orang tua dan lingkungan sekitar juga memberikan andil untuk keberhasilan dari program-program tersebut.

Abstract

Libraries are considered important to be able to manage, organize, store and collect collections of library materials systematically which are used as a source of information by users. The school library is a place of information especially for students, teachers and other school members. Through information literacy students will be able to learn independently, because it involves recognising when information is needed and being able to efficiently search, accurately evaluate, effectively use, and clearly communicate. The research method used was systematic literature review (SLR) and researchers conducted a literature search using the Publish or Perish (PoP) application using the Google Scholar database by reviewing with a search strategy using the keywords "school library AND children's information literacy", which were published in the last 3 years (2022-2024). The number of literature analyzed in this study was five. The results showed that the library always provides programmes that are used as innovations to increase the level of information literacy in children, not only that the role of parents and the surrounding environment also contributes to the success of these programmes.
Keywords: School library · information literacy · systematic literature review

Introduction

Perpustakaan menjadi aspek yang penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan informasi. Perpustakaan dianggap penting untuk dapat mengelola, mengatur, menyimpan, dan mengumpulkan koleksi bahan pustaka dengan sistematis yang digunakan sebagai sumber informasi oleh pengguna. Perpustakaan sebagai pusat sarana akademisi yang menyediakan bahan-bahan pustaka yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, bahkan masyarakat juga dapat mengakses koleksi perpustakaan untuk memperoleh informasi sesuai dengan kebutuhannya. Peran perpustakaan secara umum adalah sebagai pusat informasi, sebuah perpustakaan menjadi tempat yang memiliki peranan penting dalam pemenuhan informasi untuk semua orang. Selain menjadi tempat informasi, perpustakaan juga menjadi tempat sumber pembelajaran untuk upaya pemeliharaan dan peningkatan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Adanya perpustakaan terutama perpustakaan sekolah sebagai upaya membantu pelaksanaan proses pendidikan masih dinilai kurang dan kondisinya belum sesuai dengan standar yang diharapkan. Tidak semua sekolah bahkan memiliki perpustakaan, tidak memiliki tenaga teknis perpustakaan, dan hanya memiliki koleksi buku terbatas. Dengan adanya perpustakaan dalam sebuah sekolah dapat membantu siswa-siswa dalam pencarian literatur dan bahan pembelajaran. Perpustakaan sekolah berada di lingkungan sekolah dan dikelola sepenuhnya oleh pihak sekolah, tujuannya untuk menunjang aktivitas pembelajaran di sekolah antara siswa dan guru. Perpustakaan sekolah sebagai sarana dan prasarana yang dapat menjadi penunjang proses belajar mengajar untuk terwujudnya kualitas pendidikan Indonesia yang memiliki peranan penting dalam mencerdaskan bangsa. Perpustakaan menjadi bagian integral dalam penyelenggaraan pendidikan di tingkat sekolah. Perpustakaan sekolah memiliki peranan dalam membantu masyarakat sekolah dalam pemenuhan ilmu pengetahuan dan informasi yang seharusnya diwujudkan secara efisien, dengan begitu perpustakaan perlu merealisasikan misi dan kebijakannya dengan baik dan benar, supaya dapat memajukan masyarakat sekolah. Perpustakaan sekolah juga dapat dijadikan tempat berlangsungnya pembelajaran sekolah yang bertujuan untuk menarik daya baca para siswa. Adanya perpustakaan sekolah sangatlah membantu dalam hal melatih kemampuan kreativitas siswa dan guru di bidang karya tulis. Perpustakaan sekolah tentunya harus mengikuti perkembangan zaman yang bersamaan dengan semakin cepatnya pertumbuhan informasi. Semakin cepat pertumbuhan informasi didukung juga oleh kemajuan teknologi informasi yang dapat memproduksi informasi yang lebih banyak dan terus mengalami peningkatan. Hal ini setiap individu dihadapkan pada pilihan informasi yang bermacam-macam, namun dalam setiap informasi yang hadir tidak semua informasi dibutuhkan oleh individu, setiap individu tentunya akan memilih informasi yang sesuai dengan kebutuhannya, untuk memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan diantara banyaknya informasi yang tersebar maka dibutuhkan kemampuan yang dikenal dengan istilah literasi informasi (Almas, Andajani, & Istiqomah, 2018; Murti & Winoto, 2018). Dengan literasi informasi ini siswa akan mampu belajar secara mandiri, karena melibatkan mengenali kapan informasi diperlukan dan mampu efisien dalam mencari, akurat dalam mengevaluasi, secara efektif menggunakan, dan jelas mengkomunikasikan. Salah satu permasalahan terkait literasi informasi diantaranya berhubungan dengan tingkat minat baca, contohnya rendahnya minat baca pada anak. Minat baca anak-anak yang rendah disebabkan tidak ada pembiasaan membaca sejak kecil oleh orang tua. Oleh sebab itu anak tidak mau membaca pada saat sekarang ini. Rendahnya minat literasi anak memiliki dampak yang sangat besar. Literasi sangat berguna untuk masa depan anak kelak yaitu dalam menerima informasi atau membaca informasi yang ada tanpa melihat kebenaran nya atau mengklarifikasi terlebih dahulu dan menyebarkan berita tersebut. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan (Safitri et al, 2019) menunjukkan bahwa kegiatan membaca 15 menit sebelum pembelajaran terhadap minat baca siswa memberikan hasil dimana sebanyak minat membaca siswa 16,7% berada pada kategori tinggi, 66,6% pada kategori sedang, dan 16,7% kategori rendah. Jika anak memiliki kemampuan literasi yang baik, anak akan mencari kebenaran atau mengklarifikasi informasi itu terlebih dahulu. Pada penelitian ini, penulis akan meneliti peran perpustakaan sekolah terhadap literasi informasi pada anak dengan memilih menggunakan strategi kajian literatur karena dianggap lebih mudah untuk dipakai dalam penelitian ini tanpa harus terjun langsung ke lapangan untuk melakukan penelitian. Penelitian akan menggunakan jenis kajian literatur akan dilakukan dengan mencari sumber referensi melalui buku, jurnal, dan terbitan-terbitan lainnya. A. Pengertian Perpustakaan Sekolah Perpustakaan sekolah merupakan tempat dimana para siswa dapat mencari bahan dan sumber pustaka sebagai penunjang pembelajaran. Dalam perpustakaan sekolah sendiri dapat berisi koleksi-koleksi yang terdiri dari buku-buku rujukan seperti kamus, ensiklopedia, atlas, dan juga buku cerita. Perpustakaan sekolah sebagai tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis oleh pustakawan serta digunakan untuk sumber informasi. (Soeatminah, 1992) Mengemukakan bahwa perpustakaan mengemban beberapa fungsi umum seperti fungsi informasi, fungsi pendidikan, fungsi penelitian, dan fungsi rekreasi. Perpustakaan menyediakan berbagai informasi yang meliputi bahan cetak, terekam, maupun koleksi lainnya agar pengguna perpustakaan dapat mengambil berbagai ide dari buku yang ditulis oleh para ahli dari berbagai bidang ilmu. Pengunjung perpustakaan sekolah memiliki kesempatan untuk mendapatkan berbagai informasi yang tersedia di perpustakaan untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari – hari di masyarakat. Perpustakaan sekolah yang dapat diorganisasi dengan baik secara langsung dapat memberikan kemudahan dalam proses belajar-mengajar di sekolah. B. Pengertian Literasi Informasi Definisi literasi berdasarkan Abidin (2017: 1), literasi sebagai kemampuan untuk menggunakan bahasa dan gambar dalam bentuk yang kaya dan beragam untuk membaca, menulis, mendengarkan, berbicara, melihat, menyajikan, dan berpikir kritis tentang ide-ide. Adapun berdasarkan Saleh (2017 : 6) mengungkapkan literasi informasi adalah kemampuan untuk tahu kapan ada kebutuhan untuk informasi, untuk dapat mengidentifikasi, menemukan, mengevaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk isu atau masalah yang dihadapi. (Lasa HS, 2007) mendefinisikan literasi dapat disebut juga melek informasi, dimana seseorang memiliki kesadaran dan kebutuhan dalam informasi. Individu tersebut akan mengidentifikasi, mengakses secara aktif, mengevaluasi, dan menggabungkan informasi secara legal ke dalam kognisi dan mengkomunikasikan informasi tersebut. C. Pentingnya Literasi Informasi Pada Anak Kemampuan literasi seperti kemampuan baca dan tulis, termasuk dalam kemampuan yang paling penting dalam perkembangan kognisi anak di sekolah. Literasi informasi pada anak usia dini membuat pentingnya peran orang tua dan pendidik seperti guru untuk menekankan pada anak pentingnya membaca buku, atau kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan literasi seperti pembacaan buku dongeng, majalah, ensiklopedia, dan lain sebagainya. Hal tersebut penting untuk dilakukan guna untuk mengembangkan literasi awal pada anak. Dengan begitu nantinya, diharapkan anak sudah memiliki kebiasaan dalam membaca dan menulis dan permasalahan terkait malasnya anak dalam membaca buku dapat diatasi. America Library Association Presidential Committee on Information Literacy pada tahun 1989 menghimbau untuk mengembangkan literasi informasi untuk menjadi andil dalam bagian dinamika masyarakat informasi. Literasi informasi yang penting bagi anak merupakan sebuah kesadaran akan kebutuhan informasi untuk anak yang masih dini dalam mengidentifikasi, mengakses pesan-pesan secara efektif, dan dengan kesadaran ini dapat mendukung adanya perkembangan dalam proses pembelajaran jangka panjang (Mustofa, 2015).

Method

Penelitian literature review atau kajian literatur merupakan suatu metode tinjauan sistematis- komprehensif terhadap suatu penelitian terdahulu pada subjek penelitian tertentu. Tujuan dari kajian literatur adalah untuk memperluas pengetahuan yang diperoleh sebelumnya. Interpretasi sumber yang diperoleh melalui pencarian menentukan validasi materi atau topik riset yang akan dikaji. Desain penelitian ini menggunakan metode literature review yang mana memberikan output terhadap data yang ada, serta penjabaran dari suatu penemuan sehingga dapat dijadikan suatu contoh untuk kajian penelitian dalam menyusun atau membuat pembahasan yang jelas dari isi masalah yang akan diteliti. Penulis mencari data atau bahan literatur dari jurnal atau artikel dan juga referensi dari buku sehingga dapat dijadikan suatu landasan yang kuat dalam isi atau pembahasan. Dari penelitian ini adapun isi terkait dengan penggunaan metode penelitian systematic literature review dalam penggunaan penelitian di ilmu sosiologi mencari dan mengumpulkan beberapa jurnal-jurnal serta diambil beberapa kesimpulan lalu ditelaah secara mendalam melalui cara yang rinci agar terdapat suatu hasil akhir yang baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan. Ditampilkan transformasi kepemimpinan khususnya di perpustakaan akademik dengan pencarian sistematik pada berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan terbitan-terbitan lainnya. Peneliti melakukan pencarian literatur menggunakan aplikasi publish or perish (PoP) dengan memakai database google scholar dengan meninjau dengan strategi penelusuran dengan menggunakan kata kunci “perpustakaan sekolah AND literasi informasi anak”, yang dipublikasikan pada rentang waktu 3 tahun terakhir (2022-2024). Dari hasil penelusuran literatur tersebut, peneliti menemukan 5 jurnal inti yang lulus kriteria sebagai tinjauan literatur dan akan dianalisis oleh peneliti. Analisis hasil riset dilakukan dengan membaca dan menganalisis berbagai kajian mengenai peran perpustakaan terhadap literasi pada anak. Artikel diidentifikasi dengan menggali informasi yang relevan sesuai dengan tujuan penelitian sistematik review. Penelitian ini didasarkan pada data sekunder, yang mencakup informasi yang berisi kompilasi dari artikel penelitian. Penelitian ini bersifat informatif dan sugestif, dengan banyak penelitian yang dilakukan oleh individu, organisasi, dan lembaga untuk menganalisis peran perpustakaan sekolah terhadap literasi pada anak. Adapun pertanyaan penelitian (Research Question) dalam penelitian ini diantaranya : Tabel 01 <Pertanyaan Penelitian (Research Question)> Pertanyaan Penelitian RQ1 Program apa yang telah dilakukan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan literasi informasi para siswanya? RQ2 Apa hasil dari masing-masing literatur penelitian yang telah ditemukan? Tabel Research question (Data diolah peneliti, 2024)

Result & Discussion

Pada penelitian ini, peneliti memakai database Google Scholar ditampilkan sebanyak 200 jurnal terkait kata kunci “perpustakaan sekolah” AND “literasi anak”. Setelah itu, data akan diolah dan dilakukan penyaringan sehingga diperoleh lima jurnal atau literatur yang sesuai dengan topik yang sedang diteliti. Literatur yang dibahas mengenai peran perpustakaan untuk meningkatkan literasi anak yang telah kami ambil, paling banyak terjadi penelitian terkait topik ini pada tahun 2022 dan 2023. Tabel 02 <Tabel Daftar Literatur> No Judul Artikel Penerbit Tahun 1 Pemberdayaan Literasi Desa melalui Manajemen Perpustakaan Sekolah di Kawasan Pesisir Desa Biluango Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 2022 2 Pengembangan Perpustakaan Sebagai Wadah Literasi dan Pemberdayaan Anak Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat 2022 3 Peningkatan Literasi Baca Anak Melalui Pojok Literasi Dan Pengelolaan Perpustakaan Di Sdn Pasir Muncang 02 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2024 4 Optimalisasi Pemanfaatan Perpustakaan Sekolah Sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Bahasa di SDN Ngaglik 04 Kota Batu Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) 2023 5 Pemanfaatan Aplikasi Let's Read dalam Meningkatkan Literasi Membaca Siswa Kelas 2 Sekolah Dasar Jurnal Ideas : Pendidikan Sosial Budaya 2023 Tabel Daftar Literatur (Data diolah peneliti, 2024) RQ1 : Program apa yang telah dilakukan perpustakaan sekolah dalam meningkatkan literasi informasi para siswanya? Tabel 03 <Tabel Program Perpustakaan Sekolah> Literatur Program yang telah dilakukan 1. Pemberdayaan literasi desa dilaksanakan melalui bentuk sinergitas dan kerjasama antara para stakeholders, kepala desa, perangkat desa, dan kepala sekolah PAUD. 2. Melakukan pembangunan perpustakaan beserta TBM sebagai tempat belajar bagi murid-murid, guru-guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 3. Dengan penyediaan pojok literasi dan pengelolaan perpustakaan yang dapat menjadi sarana belajar bagi anak-anak. 4. Optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sekolah untuk peningkatan literasi anak. 5. Penggunaan aplikasi Let’s Read untuk membantu meningkatkan literasi anak- anak SD. Tabel Program Perpustakaan Sekolah (Data diolah peneliti, 2024) Pada literatur pertama, peran kepala sekolah dan komite pada program perpustakaan yang dilaksanakan sebagai pihak yang menggerakkan pemberdayaan sekolah melalui gerakan literasi agar dapat terorganisir dengan baik. Jika kepala sekolah dan komite sudah menyetujui akan adanya kebijakan perpustakaan sekolah, maka efektivitas sistem, layanan, dan tujuan perpustakaan dapat terpantau dengan baik. Begitu pula dengan pendanaan, kepegawaian, manajemen sumber daya, dan operasinya juga dibahas dalam kebijakan perpustakaan sekolah. Kebijakan perpustakaan idealnya mencerminkan visi, misi, tujuan, dan sasaran serta realita sekolah. Kebijakan tersebut juga meliputi bahwa perpustakaan terbuka untuk semua orang. Terlebih jika perpustakaan sekolah masuk dalam program pemberdayaan desa. Perpustakaan sekolah dapat menjadi salah satu sumber belajar bagi semua warga. Tidak hanya anak usia dini yang sekolah di PAUD Nurul Fikri, namun seluruh laporan masyarakat dapat berkunjung dan belajar. (Djafri & Bouty, 2022) Literatur kedua, mahasiswa KSM Unisma melakukan pembangunan perpustakaan sekolah yang bertujuan untuk membantu memenuhi fasilitas membaca untuk anak-anak RA Darul Izzah yang merupakan sebuah sekolah yang baru saja berdiri sehingga fasilitas untuk perpustakaan masih sangat sedikit dan masih kurangnya buku-buku terutama buku-buku untuk menunjang pembelajaran. Mahasiswa KSM Unisma melakukan beberapa pemaparan materi, seperti : a. Materi Dinamisator, dimana guru mengatur dan mengelola semua kegiatan membaca anak dengan mendinamiskan seluruh sumber bacaan. b. Materi Evaluator, guru memberikan respons terhadap seluruh kegiatan membaca anak dan menilai hasil bacaan anak dengan memberikan kesempatan untuk menyampaikan hasil pemahaman terhadap yang dibacanya. c. Materi Konselor, guru memberikan petunjuk-petunjuk untuk menciptakan suasana psikologis yang kondusif demi terwujudnya jiwa, semangat, dan motivasi dalam membaca yang optimal. d. Motivator, guru menjadi seseorang yang selalu mendorong dan memotivasi anak untuk mewujudkan minat baca yang tinggi. e. Supervisor, dimana guru mengawasi proses membaca anak, baik dalam jarak dekat maupun jarak jauh agar anak merasa selalu ada yang mengawasinya. (Setiawan et al., 2022) Selanjutnya pada literatur ketiga, dalam upaya meningkatkan literasi baca anak di SDN Pasir Muncang 02, serangkaian solusi telah dirancang yang berfokus pada pemberdayaan anak-anak dan melalui pengelolaan perpustakaan dengan program pojok literasi. Pada program yang telah dilakukan diatas, diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang ramah untuk tempat baca, dan mendukung perkembangan literasi informasi di SDN Pasir Muncang 02 (Yektyastuti et al., 2024)Pada literasi ke-empat, program yang dilakukan dengan mengoptimalisasi perpustakaan sekolah yang ada di SDN Ngaglik 04 Kota Batu. Pelaksanaan layanan perpustakaan sekolah mengacu pada strategi layanan prima dalam layanan perpustakaan untuk mengimplementasikan budaya gerakan literasi bahasa. Layanan prima perpustakaan di SDN Ngaglik 04 Kota Batu senantiasa bertujuan untuk menciptakan kepuasan pelanggan dalam hal ini adalah siswa. Layanan perpustakaan berusaha untuk menciptakan suasana pembelajaran berliterasi yang mengacu pada upaya Student Well Being. (Yuliansyah, 2023) Literasi kelima, yang lebih mengutamakan program layanan perpustakaan sekolah dengan menggunakan aplikasi Let’s Read yang merupakan perpustakaan digital khusus anak yang dapat diakses secara online dan gratis melalui aplikasi Play Store di android serta link website http://reader.letsreadasia.org. Aplikasi Let’s Read ini memiliki visi dan misi untuk membudayakan kegemaran membaca pada anak Indonesia sejak dini melalui penyediaan konten buku cerita edukatif dengan beragam pilihan bahasa asing dan daerah. Pemanfaatan perpustakaan digital pada anak dapat mengoptimalkan aspek bahasa anak melalui kegiatan membaca. Aplikasi Let’s Read juga dapat dimanfaatkan guru dan orang tua sebagai sarana pendidikan, informasi, serta rekreasi untuk anak. Aplikasi Let’s Read ini seolah menawarkan berbagai kemudahan. Jenis dan genre pembacaan yang tersedia juga lebih beragam, dan aksesnya sangat mudah dan dapat disesuaikan, juga tidak perlu mengunduh file. (Nurhabibah et al., 2023) RQ 2 : Apa hasil dari masing-masing literatur penelitian yang telah ditemukan? Tabel 04 <Tabel Hasil Penelitian> Literatur Hasil Penelitian 1. Peneliti berharap penelitian yang dilakukannya dapat menjadi rujukan untuk pihak-pihak yang akan menggerakkan literasi dengan pemanfaatan perpustakaan sekolah 2. Pengabdian masyarakat ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, para murid, guru-guru dan juga kepala sekolah RA. 3. Program yang dilakukan yaitu penyediaan pojok literasi dan pengelolaan perpustakaan telah terlaksana sesuai dengan harapan peneliti 4. Literasi bahasa di SDN Ngaglik 04 Kota Batu diperoleh skor rata rata 82,50 kategori baik, dengan rincian skor: perencanaan perpustakaan sekolah 80,40, layanan perpustakaan sekolah 84,20, gerakan literasi melalui perpustakaan 85,00, serta controlling dan evaluasi perpustakaan sekolah 80,40. 5. Ditunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Let's Read memiliki dampak yang signifikan terhadap literasi membaca di kalangan siswa di kelas dua. Tabel Hasil Penelitian (Data diolah peneliti, 2024) Pada literatur pertama, didapatkan hasil dimana pemberdayaan literasi desa yang sehubungan dengan terlaksananya program perpustakaans ekolah untuk meningkatkan literasi pada anak karena berbagai pihak yang telah terlibat saling berkontribusi untuk menuju keberhasilan dari program yang dilakukan (Djafri & Bouty, 2022). Melalui pengabdian masyarakat yang dilakukan sesuai dengan literatur kedua, pembangunan perpustakaan di RA Darul Izzah telah terlaksana dengan baik sesuai dengan yang direncanakan. Dari hasil evaluasi berupa observasi dan wawancara dengan kepala sekolah RA Darul Izzah selama menjalankan kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat, para murid, guru-guru dan juga kepala sekolah RA. (Setiawan et al., 2022). Pada literatur ketiga, menunjukan permasalahan yang dihadapi oleh SDN Pasir Muncang 02 dalam konteks literasi baca anak memiliki dampak yang signifikan terhadap perkembangan pendidikan dan pertumbuhan intelektual siswa (Yektyastuti et al., 2024). Pada hasil yang ditunjukkan pada literasi keempat, Hasil dari optimalisasi pemanfaatan perpustakaan sekolah sebagai upaya meningkatkan literasi bahasa di SDN Ngaglik 04 Kota Batu diperoleh skor rata rata 82,50 kategori baik, dengan rincian skor: perencanaan perpustakaan sekolah 80,40, layanan perpustakaan sekolah 84,20, gerakan literasi melalui perpustakaan 85,00, serta controlling dan evaluasi perpustakaan sekolah 80,40 (Yuliansyah, 2023). Menurut temuan penelitian ini, aplikasi Let's Read bermanfaat dan berpengaruh terhadap literasi membaca anak kelas dua SD. Perbedaan nilai posttest antara kedua sampel setelah 15 pertemuan menunjukkan bahwa aplikasi Let’s Read ini berpengaruh baik jika dibandingkan dengan penggunaan perpustakaan di kelas kontrol (Nurhabibah et al., 2023) .

Conclusion

Kesimpulan dari analisis lima literatur ini menunjukkan bahwa perpustakaan sekolah berperan penting dalam meningkatkan literasi informasi anak. Program-program yang diinisiasi, seperti pembangunan perpustakaan yang ramah anak, penyediaan pojok literasi, optimalisasi pemanfaatan perpustakaan, dan pemanfaatan teknologi, terbukti memberikan dampak positif. Keberhasilan program-program tersebut didukung oleh peran aktif kepala sekolah, guru, pustakawan, orang tua, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perpustakaan sekolah terus mengembangkan program inovatif, memperkuat sinergi antarpihak terkait, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, dan melakukan evaluasi berkala. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat menjadikan perpustakaan sekolah sebagai pusat pembelajaran yang aktif dan inovatif dalam meningkatkan literasi informasi anak, sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi generasi yang literat dan berdaya saing.