Persepsi Pengguna Terhadap Aplikasi Terintegrasi di Perpustakaan Universitas Andalas Menggunakan Metode End User Computer Satisfaction (EUCS)
Universitas Andalas; Universitas Andalas; Universitas Andalas; Universitas Negeri Padang
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap Aplikasi Mandiri dalam mendukung administrasi Surat Keterangan Bebas Pustaka (SKBP) di perguruan tinggi, dengan menggunakan model EUCS (End-User Computing Satisfaction). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pengguna secara keseluruhan berada pada level tinggi, yang terlihat dari lima dimensi EUCS: content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness. Dimensi content mendapatkan penilaian tertinggi karena relevansi data yang mendukung kebutuhan informasi SKBP, sedangkan dimensi timeliness menunjukkan kepuasan dalam hal efisiensi waktu. Meskipun demikian, terdapat perbedaan signifikan dalam tingkat kepuasan berdasarkan karakteristik pengguna, terutama usia dan jenjang pendidikan, di mana pengguna yang lebih muda dan berjenjang pendidikan lebih tinggi cenderung lebih puas. Kendala penelitian terletak pada sebaran responden yang tidak merata, sehingga mengakibatkan variasi persepsi yang cukup mencolok di beberapa karakteristik, seperti fakultas dan jenjang pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas teknologi, konten, dan kesesuaian aplikasi dengan harapan pengguna berpengaruh positif terhadap kepuasan mereka, serta menegaskan pentingnya distribusi responden yang lebih merata untuk penelitian serupa di masa mendatang
Abstract
This study aims to evaluate the level of user satisfaction with the Mandiri Application in supporting the administration of the Library Exemption Certificate (SKBP) in higher education, using the EUCS (End-User Computing Satisfaction) model. The results show that the overall level of user satisfaction is at a high level, which can be seen from the five EUCS dimensions: content, accuracy, format, ease of use, and timeliness. The content dimension received the highest rating due to the relevance of data that supports the information needs of the SKBP, while the timeliness dimension shows satisfaction in terms of time efficiency. Nonetheless, there are significant differences in satisfaction levels based on user characteristics, particularly age and education level, where younger users and those with higher education levels tend to be more satisfied. The research constraint lies in the uneven distribution of respondents, resulting in quite striking variations in perceptions across several characteristics, such as faculty and education level. The results of this study show that the quality of technology, content, and the app's conformity to users' expectations have a positive effect on their satisfaction, and emphasise the importance of a more even distribution of respondents for future similar studies.
Keywords:
information system user satisfaction
· EUCS model
· end user computer satisfaction
· Independent Application
· andalas university
Introduction
Perguruan tinggi menghadapi tantangan yang semakin berat dalam mengelola kompleksitas aktivitas akademik di era digital yang terus berkembang (Iswahyudi et al., 2023; Stoyanova & Stoyanov, 2024). Dibutuhkan strategi khusus untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas layanan. Penerapan sistem terintegrasi merupakan salah solusi yang banyak diadopsi oleh perguruan tinggi guna mempermudah proses administrasi akademik (Abdel-Haq, 2020; Aziz, 2021). Integrasi berbagai fungsi akademik dalam satu platform, bisa meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan, di tengah maraknya penerapan sistem pembelajaran jarak jauh (Kuleshova et al., 2020; Shabani & Maboe, 2021). Perpustakaan Universitas Andalas telah memanfaatkan Aplikasi Mandiri yang diintegrasikan dengan beberapa aplikasi terkait dalam melayani pengurusan Surat Keterangan Bebas Pustaka (SKBP), yang dijadikan sebagai salah satu syarat wisuda di kampus tersebut. Aplikasi Mandiri telah berhasil diimplemensikan dengan baik sejak tahun 2022 yang lalu (Saputra & Marsih, 2023). Keberhasilan implementasi sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja sistem tersebut (N. Dewi et al., 2021; Mulyapradana et al., 2021). Kepuasan pengguna merupakan indikator penting yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam penerapan sistem informasi di tengah terjadinya perubahan perilaku dan sistem pembelajaran (Kuipers, 2016; Wahyuni et al., 2023). Ini juga berlaku terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri dengan tingkat intensitas pengguna yang cukup tinggi (Chang & Huang, 2023). Seluruh calon wisuda Unand, yang jumlahnya mencapai 5.000 orang setiap tahun, diwajibkan mengurus SKBP menggunakan aplikasi ini (Saputra & Marsih, 2023). Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengukur kepuasan pengguna sistem informasi berbasis teknologi secara komprehensif adalah End-User Computing Satisfaction (EUCS) (Y. A. Dewi et al., 2024; Pali’pangan & Pakereng, 2023; Pillai et al., 2021). Evaluasi kinerja Sistem Informasi menggunakan metode EUCS (End-User Computing Satisfaction) adalah pendekatan multifaset yang telah diterapkan di berbagai bidang untuk menilai efektivitas kinerja sistem dan kepuasan pengguna. Dalam konteks sistem e-learning, metode EUCS telah berperan penting dalam mengevaluasi kepuasan pengguna dengan menganalisis kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan (Susilowati, 2020). Demikian pula, di sektor perawatan kesehatan, adopsi sistem informasi e-health telah terbukti meningkatkan kepuasan konsumen dan kinerja organisasi dalam memenuhi harapan pengguna(Campanella et al., 2021). Dalam manajemen perkotaan, integrasi dan kualitas IS telah dikaitkan dengan peningkatan kinerja organisasi, guna menyoroti pentingnya integrasi IS dalam infrastruktur informasi perkotaan(Amiri & Sangar, 2024). Selain itu, penggunaan model data envelopment analysis (DEA) dalam mengevaluasi kinerja sistem informasi untuk memastikan penilaian efisiensi yang akurat, yang sangat penting untuk inovasi dan pertumbuhan bisnis (Toloo et al., 2021). Aplikasi beragam metode EUCS di berbagai domain menggambarkan keserbagunaan dan efektivitasnya dalam mengevaluasi kinerja sistem informasi, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan yang terinformasi dan peningkatan strategis dalam desain dan implementasi sistem. Model EUCS mengevaluasi kepuasan pengguna berdasarkan lima dimensi utama: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, dan Timeliness. (Anderjovi et al., 2022; Hidayah et al., 2020; Pratomo et al., 2023) Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri terintegrasi di Universitas Andalas menggunakan metode EUCS, yang membagi instrumen pengukuran ke dalam 5 kategori, yaitu: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, dan Timeliness. Kelima kategori tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap kontribusi Aplikasi Mandiri terhadap peningkatan efektifitas dan efisiensi layanan SKBP di Perpustakaan Unand. Selain itu kepuasan terhadap aplikasi ini juga dianalisis berdasarkan perbedaan karakter pengguna, seperti jenis kelamin, fakultas asal, jenjang pendidikan, dan usia. Hasilnya diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai aspek-aspek yang perlu diperbaiki, dan aspek-aspek yang sudah berjalan dengan baik pada Aplikasi Mandiri, serta menjawab tujuan pengembangan aplikasi ini. Apakah pemanfaatannya dalam mengelola SKBP telah sesuai dengan tujuan pengembangannya berdasarkan persepsi pengguna layanan, yaitu untuk mempersingkat waktu penerbitan SKBP dan memangkas jalur birokrasi di perpustakaan (Saputra & Marsih, 2023). Efisiensi waktu yang ditawarkan apakah sudah berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas mahasiswa dan petugas yang terlibat. Evaluasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi manajemen Perpustakaan Unand untuk melakukan perbaikan dan pengembangan sistem, serta memberikan feedback konstruktif bagi pengembangan Aplikasi Mandiri sesuai dengan kebutuhan dan perilaku pengguna. Penelitian ini diharapkan bisa menjawab beberapa pertanyaan penelitian berikut ini: a) Bagaimana tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja Aplikasi Mandiri jika dilihat berdasarkan lima dimensi pengukuran model EUCS? b) Apakah perbedaan karakter pengguna berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri? c) Apakah perbedaan gender berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri? Pentingnya evaluasi terhadap kepuasan pengguna dilakukan dalam upaya untuk memastikan bahwa sistem tersebut benar-benar memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna, dan guna menentukan prioritas tindakan yang akan diambil untuk meningkatkan kepuasan pengguna sistem berdasarkan persepsi pengguna (Alves et al., 2023; Nurkasanah et al., 2024). Tingginya kepuasan pengguna akan mendorong peningkatan pemanfaatan sistem informasi secara berkelanjutan (Irene et al., 2023; Legowo, 2021; Umaroh & Barmawi, 2020). Ini akan berpengaruh terhadap peningkatan efisiensi proses akademik, (Qadri et al., 2021) dan pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi. Penelitian ini mencoba mengevaluasi kepuasan pengguna aplikasi Mandiri berdasarkan karakter penggunanya. Evaluasi dilakukan menggunakan model EUCS, yang membagi instrumen pengukuran ke dalam 5 kategori, yaitu: Content, Accuracy, Format, Ease of Use, dan Timeliness. Kelima kategori tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap kontribusi aplikasi Mandiri terhadap peningkatan efektifitas dan efisiensi layanan Surat Keterangan Bebas Pustaka di Perpustakaan Unand. Evaluasi kepuasan pengguna terhadap sistem Informasi akademik di perguruan tinggi sudah sering dilakukan menggunakan pendekatan yang berbeda. (Yawson & Yamoah, 2020) meneliti tentang kepuasan siswa terhadap pemanfaatan aplikasi Learning Management System (LMS) di perguruan tinggi, pada generasi yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa perbedaan generasi menunjukkan tingkat pengalaman dan kepuasan belajar siswa yang berbeda pada komponen yang berbeda, dari program pembelajaran online. Selanjutnya (Pillai et al., 2021) menggunakan pendekatan metode campuran, Coping Model of User Adaptation (CMUA), hasilnya menunjukkan bahwa penanganan yang berfokus pada masalah memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna akhir, dan sebaliknya penanganan yang berfokus pada emosi tidak signifikan di antara siswa. Sedangkan (Toring et al., 2023) mengevaluasi kepuasan siswa terhadap LMS pada lingkungan pembalajaran online menggunakan LMS Satisfaction Model, hasilnya menunjukkan bahwa konten sistem, interaksi, dan kualitas teknologi secara signifikan dan positif mempengaruhi kegunaan yang dirasakan siswa, yang kemudian mengarah pada kepuasan mereka terhadap LMS. Terpisah (Buditjahjanto, 2020) menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap kualitas layanan sistem informasi akademik menggunakan metode SERVQUAL, hasilnya diperoleh bahwa kualitas sistem informasi akademik ditentukan oleh persepsi dan harapan pengguna. Sedangkan (Alves et al., 2023) mengidentifikasi perbaikan terhadap penerapan integrasi sistem inforamasi akademik berdasarkan kepuasan pengguna menggunakan Structural Equations Model and Importance-Performance Analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya dilakukan analisis, dan pemetaan terhadap kinerja sistem dalam menentukan prioritas tindakan yang harus diambil untuk meningkatkan kepuasan pengguna sistem berdasarkan persepsi pengguna. Begitu juga dengan (Imron & Pratiwi, 2023; Padalia & Natsir, 2022) yang meneliti tentang pemanfaatan lima model EUCS, Content, Accuracy, Format, Ease of Use, dan Timeliness, untuk mengukur kepuasan pengguna di pendidikan tinggi. Hasilnya menunjukkan bawasanya lima faktor tersebut mempunyai pengaruh yang berbeda dalam menentukan tingkat kepuasan pengguna terhadap pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran di perguruan tinggi. Sedikit berbeda dengan penelitian-penelitian terdahulu, penelitian ini mencoba menganalisis kepuasan pengguna dalam memanfaatkan sistem informasi akademik terintegrasi, yang dinamakan dengan Mandiri menggunakan model EUCS. Hal ini penting dilakukan di tengah maraknya penerapan model pembelajaran online pasca Pandemi COVID-19 di Perpustakaan Universitas Andalas. Persepsi pengguna terhadap Aplikasi Mandiri dianalisis berdasarkan perbedaan karakter pengguna, yaitu mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. Selain mengintegrasikan berbagai jenis layanan, sistem ini juga menyediakan layanan untuk media interaksi antar pengguna dengan karakter yang berbeda. Oleh karena itu evaluasi terhadap kepuasan pengguna harus dilakukan secara berkala guna meningkatkan kualitas layanan di tengah meningkatnya penggunaan teknologi informasi dalam mendukung sistem pembelajaran di perguruan tinggi.
Method
Penelitian ini bersifat kuantitatif, menggunakan model EUCS dalam menganalisis tingkat kepuasan pengguna terhadap Aplikasi Mandiri. Lokasi penelitian dilakukan di Perpustakaan Universitas Andalas, tempat aplikasi tersebut diaplikasikan. Persepsi pengguna tentang kinerja Aplikasi Mandiri diukur berdasarkan karakteristik pengguna, yaitu perbedaan demografi, seperti jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan fakultas asal. Responden merupakan pengguna sistem (Aplikasi Mandiri), yaitu mahasiswa yang telah menggunakan Aplikasi Mandiri untuk mengurus SKBP. Populasi dan sampel penelitian Metode pengambilan sampel menggunakan Random Puposive Sampling. Responden mahasiswa yang dipilih, merupakan mereka yang telah selesai mengurus SKBP pada tahun 2024, yaitu mahasiswa yang mengikuti wisuda periode I s/d periode IV tahun 2024. Berdasarkan data pada website resmi Unand, populasinya sebanyak 5.118 orang. Setelah dihitung menggunakan metode Slovin, diperoleh jumlah sampel penelitian dari unsur mahasiswa sebanyak 371 orang. Metode pengumpulan data Persepsi pengguna terhadap kinerja Mandiri dikumpulkan menggunakan kuisioner, yang disebarkan secara langsung kepada pengguna, setelah mereka mendapatkan layanan SKBP. Untuk memudahkan dalam melakukan analisis dan pembahasan hasil, kuesioner yang dibuat dikelompokkan menjadi 2 bagian. Bagian pertama berisi daftar pertanyaan tentang dimensi demografis responden, terdiri dari tipe pengguna, jenis kelamin, usia, fakultas asal, dan jenjang pendidikan. Bagian kedua berisi daftar pertanyaan tentang persepsi responden terhadap Aplikasi Mandiri menggunakan model EUCS. Instrumen terdiri dari 23 pertanyaan yang dikelompokkan ke dalam 5 dimensi, yaitu Content, Accuracy, Format, Ease of Use, dan Timeliness. Semua pertanyaan tersebut diadopsi dari penelitian terdahulu yang relevan (Alfarasy et al., 2022; Padalia & Natsir, 2022; Pali’pangan & Pakereng, 2023; Pratomo et al., 2023) dengan sedikit modifikasi disesuaikan dengan kebutuhan, dan karakter responden. Kuesioner dibuat dan diedarkan menggunakan aplikasi Google Form. Pengumpulan data dilakukan selama 2 bulan pada bulan Agustus s/d September 2024. Penilaian instrumen menggunakan 5 skala likert, mulai dari 1 (tidak puas) sampai dengan 5 (sangat puas). Hal yang sama juga digunakan untuk menentukan bobot penilaian tingkat kepuasan pengguna terhadap item kuesioner secara keseluruhan, yang dibagi menjadi tiga kategori, yaitu high, moderate, dan weak, seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Bobot Penilaian Kepuasan Pengguna Tingkat Kepuasan Skala High 3.68 - 5 Moderate 2.34 - 3.67 Weak 1 - 2.33 Validitas dan keandalan instrumen Untuk memastikan validitas dan reliabilitas dari setiap item yang ada dalam kuesioner, maka dilakukan pengujian menggunakan Pearson correlation coefficient dan Cronbach’s alpha tests. Koefisien validitas ditunjukkan oleh nilai Pearson correlation coefficient, nilai variabel yang dihasilkan berkisar antara 0.854 – 0.900 (lihat Tabel 2). Sedangkan nilai reliabilitas Cronbach Alpha yang diperoleh berkisar antara 0.890 – 0.935 (lihat Tabel 2). Nilai konstruk yang baik dan dapat diterima adalah di atas 0,70. Berdasarkan nilai seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2, nilai Cronbach Alpha dan Pearson Correlation jauh melebihi 0.70. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel yang digunakan bernilai valid dan reliabel. Sehingga konstruk yang sudah diperoleh layak untuk dilanjutkan. Tabel 2. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Cronbac h's Alpha Pearson Correlation Content 0.914 0.894 Accuracy 0.890 0.870 Format 0.917 0.900 Ease of Use 0.925 0.854 Timeliness 0.935 0.891 Analisis statistik Proses pengolahan data menggunakan metode statistik deskriptif, dengan cara mencari nilai mean, standar deviasi, dan N (jumlah data valid). Untuk mengukur kepuasan berdasarkan dimensi tertentu, dicari nilai rata-rata kepuasan dari setiap variabel yang digunakan. Selain itu, untuk melihat pengaruh jenis kelamin, usia, fakultas asal, dan jenjang pendidikan terhadap tingkat kepuasan yang dirasakan pengguna, total nilai per dimensi dihitung dan dijadikan sebagai variabel dependen. Sedangkan perbedaan dimensi dijadikan sebagai variabel independen. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode oneway Anova dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24.
Result
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri, merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk melayani pengurusan surat keterangan bebas pustaka di Perpustakaan Universitas Andalas menggunakan metode EUCS. Setelah dilakukan penelitian, terkumpul sebanyak 378 kuesioner, dengan jumlah data valid sebanyak 376. Terdiri dari 369 kuesioner dari responden mahasiswa, dan 7 kuesioner dari responden staf perpustakaan. Selanjutnya data tersebut direkapitulasi secara statistik untuk dikelompokkan berdasarkan demografi responden. Demografi responden terdiri dari jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan, dan fakultas/unit kerja asal. Hasilnya seperti terlihat pada Tabel 3. Tabel 3. Jumlah responden berdasarkan demografi Variabel Item Variabel N % Jenis Kelamin Perempuan 139 37.67 Laki-laki 230 62.33 369 100.00 Usia < 20 tahun 11 2.98 21-30 tahun 310 84.01 31-40 tahun 34 9.21 41-50 tahun 7 1.90 > 50 tahun 7 1.90 369 100.00 Jenjang Pendidikan S1 229 62.06 S2 82 22.22 S3 11 2.98 Profesi 47 12.74 369 100.00 Fakultas Asal Fakultas Ekonomi dan Bisnis 54 14.63 Fakultas Farmasi 6 1.63 Fakultas Hukum 27 7.32 Fakultas Ilmu Budaya 14 3.79 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 13 3.52 Fakultas Kedokteran 41 11.11 Fakultas Kedokteran Gigi 7 1.90 Fakultas Keperawatan 16 4.34 Fakultas Kesehatan Masyarakat 25 6.78 Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam 36 9.76 Fakultas Pertanian 31 8.40 Fakultas Peternakan 29 7.86 Fakultas Teknik 24 6.50 Fakultas Teknologi Informasi 19 5.15 Fakultas Teknologi Pertanian 8 2.17 Program Pascasarjana 19 5.07 Total 369 100.00 Pada Tabel 3 terlihat, sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (63,03), sisanya laki-laki sebanyak 36,97%. Jika dilihat berdasarkan usia, mayoritas responden berusia antara 21-30 tahun (84,04%). Ini sejalan dengan jenjang pendidikan, dimana sebagian besar responden berasal dari jenjang pendidikan sarjana (S1) sebanyak 62,77%, sisanya dari jenjang magister, doktoral, dan profesi. Sedangkan fakultas asal responden, sebarannya cukup luas, sehingga tidak ada yang terlalu mendominasi, responden terbanyak berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (14,36%). Tingkat kepuasan pengguna terhadap kinerja Aplikasi Mandiri Kepuasan pengguna terhadap kinerja Aplikasi Mandiri yang diukur menggunakan metode EUCS, terdiri dari lima dimensi, yaitu content, accuracy, format, easy of use, dan timeliness, dengan daftar pertanyaan sebanyak 23 buah. Tingkat kepuasan dikelompokkan ke dalam 3 jenis, yaitu high, moderate, dan low. Setelah dilakukan rekapitulasi terhadap persepsi pengguna menggunakan metode statistik deskriptif, hasilnya seperti terlihat pada Tabel 4. Tabel 4. Kepuasan Pengguna Aplikasi Mandiri Dimensi Instrumen Mean Std. Deviatio n Tingkat kepuasan Content C1 Konten yang disediakan sesuai/relevan dengan kebutuhan pengurusan SKBP 4.18 0.613 High C2 Informasi yang tersedia lengkap dan memadai untuk mencapai tujuan saya 4.11 0.658 High C3 Konten dalam aplikasi mudah dipahami dan sesuai dengan tingkat pengetahuan saya 4.10 0.704 High C4 Isi/konten dari Aplikasi Mandiri ini menyediakan informasi yang sangat jelas 4.03 0.738 High Rata-rata 4.11 0.60 High Accuracy A1 Data dan informasi yang disediakan oleh aplikasi ini akurat dan benar 4.08 0.671 High A2 Setiap link di situs web Aplikasi Mandiri yang anda klik selalu menampilkan halainan web yang sesuai 3.80 0.824 High A3 Saya merasa percaya diri menggunakan aplikasi bebas pustaka ini dari informasi yang ditampilkan 4.05 0.693 High A4 Kesalahan atau kekeliruan dalam aplikasi ini cepat diperbaiki 3.88 0.825 High Rata-rata 3.95 0.65 High Format F1 Tata letak dan format aplikasi ini memudahkan saya untuk menemukan informasi yang dibutuhkan 4.11 0.672 High F2 Desain visual aplikasi ini menarik dan mendukung pengalaman pengguna 3.97 0.787 High F3 Penggunaan font, warna, dan elemen desain lainnya dalam aplikasi ini jelas dan mudah dibaca 4.02 0.733 High F4 Desain tampilan Situs Web Aplikasi Mandiri memiliki struktur menu dan link yang mudah dipahami 4.08 0.658 High Rata-rata 4.05 0.64 High Ease of Use E1 Aplikasi ini mudah digunakan dan dipelajari, bahkan untuk pengguna baru 4.04 0.682 High E2 Fitur-fitur dalam aplikasi ini mudah diakses dan digunakan dengan intuitif 4.04 0.698 High E3 Saya dapat menyelesaikan proses layanan bebas pustaka dengan aplikasi ini tanpa kesulitan berarti 3.99 0.773 High E4 Aplikasi ini memberikan panduan atau bantuan yang cukup jika saya mengalami kesulitan 3.98 0.729 High E5 Saya jarang mengalami kesulitan teknis saat menggunakan aplikasi ini 3.94 0.788 High E6 Aplikasi ini memenuhi harapan saya dalam mendukung layanan bebas pustaka di perpustakaan 4.07 0.713 High Rata-rata 4.01 0.62 High Timelines s T1 Aplikasi ini memberikan informasi atau hasil dengan cepat dan tepat waktu 4.03 0.714 High T2 Waktu yang dibutuhkan untuk memproses permintaan atau input saya dalam aplikasi ini cukup cepat 3.99 0.753 High T3 Saya jarang mengalami penundaan dalam penggunaan aplikasi ini yang mempengaruhi produktivitas saya 3.99 0.711 High T4 Aplikasi layanan bebas Pustaka terintegrasi dengan baik 3.91 0.777 High T5 Aplikasi ini memberikan informasi atau hasil dengan cepat dan tepat waktu 4.04 0.723 High Rata-rata 3.99 0.65 High Rata-rata seluruh dimensi 4.02 0.576 High Persepsi pengguna ditunjukkan oleh nilai mean. Nilai mean akumulasi kepuasan pengguna adalah (M=4,02, SD=0,576), jika kita konversikan berdasarkan bobot penilaian pada Tabel 1, maka secara keseluruhan, kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri berada pada level tertinggi (High). Jika kita lihat lebih lanjut berdasarkan lima dimensi EUCS, kepuasan terhadap semua dimensi penilaian berada pada level high. Begitu juga dengan penilaian untuk masing-masing konstruk/daftar pertanyaan, semuanya berkisar antara (M=3,80 – 4,18), dengan rentang standar deviasi (SD=0,613 – 0,825). Nilai standar deviasi menunjukkan kecenderungan tingkat sebaran respon pengguna. Jika dilihat berdasarkan variabel instrumen pada setiap dimensi, persepsi tertinggi diperoleh oleh pada dimensi Content, butir pertanyaan C1, tentang ketersesuaian konten Aplikasi Mandiri dengan kebutuhan SKBP (M=4,18, SD=0.613). Sedangkan persepsi terendah diperoleh dari dimensi Accuracy, butir pertanyaan tentang ketersesuaian antara link yang ada di dalam aplikasi dengan halaman web yang dituju (M=3,80, SD=0,824). Hasil ini juga menunjukkan tingginya tingkat sebaran persepsi pengguna terhadap item konstruk ini. Untuk rata-rata per dimensi, persepsi tertinggi diperoleh dari dimensi Content (M=4,11, SD=0,60), dan persepsi terendah dari dimensi Accuracy (M=3,95, SD=0,65). Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi masing-masing dimensi penilaian. Data tersebut juga didukung oleh tingkat perbedaan nilai standar deviasi yang tidak terlalu jauh dari standar deviasi rata-rata keseluruhan. Perbedaan karakter terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri Untuk memahami lebih jauh, terkait dengan persepsi pengguna terhadap kinerja Aplikasi Mandiri di UPT Perpustakaan Unand, maka selain kepuasan berdasarkan dimensi, perlu juga dilihat kepuasan pengguna berdasarkan sudut pandang yang berbeda, yaitu perbedaan demografi. Bagaimanapun juga pengguna dengan demografi yang beragam, tentu saja memiliki kebutuhan dan pandangan yang beragam terhadap kinerja sebuah sistem informasi. Hasilnya seperti terlihat pada Tabel 3. Kepuasan pengguna perempuan (M=4.03, SD=0,58) sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki (M=3,99, SD=0,58) dengan perbedaan yang tidak signifikan, dan sebaran data yang cenderung merata. Untuk dimensi usia, kepuasan tertinggi diperoleh dari usia dibawah 20 tahun (M=4.43, SD=0,58), sedangkan kepuasan terendah diperoleh dari usian antara 20 – 30 tahun (3,98, SD=0,58). Selanjutnya, dilihat dari jenjang pendidikan, kepuasan tertinggi diperoleh dari jenjang doktoral (M=4,35, SD=0,43), dan terendah dari jenjang sarjana (M=3,98, SD=0,59). Perbedaan persepsi berikutnya dilihat berdasarkan fakultas asal/unit kerja. Mahasiswa fakultas Farmasi kepuasannya paling tinggi dibandingkan dengan fakultas lainnya (M=4,45, SD=0,52), sedangkan persepsi terendah diperoleh dari fakultas Teknologi Informasi (M=3,70, SD=0,44). Untuk kategori jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan tingkat sebaran datanya cenderung merata, dengan standar deviasi berkisar antara 0,43 – 0,59. Perbedaan sebaran data yang cukup bervariasi justru terlihat pada kategori fakultas asal, dengan standar deviasi yang berkisar antara 0,22 – 0,77. sebaran data tertinggi diperoleh dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Teknik (SD=0,77), sedangkan persepsi yang cenderung merata dihasilkan dari persepsi mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (SD=0,22). Analisis pengaruh varibel terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri Kepuasan pengguna layanan Aplikasi Mandiri bervariasi jika dilihat dari perbedaan demografi pengguna, seperti jenis kelamin, usia, jenjang pendidikan, dan fakultas asal. Perbedaan tersebut perlu dianalisis lebih lanjut, untuk melihat seberapa besar pengaruh dari variabel demografi terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri. Model one way Anova digunakan untuk menghasilkan nilai Mean dan signifikan, pada tingkat signifikan (α=0,05). Hasil analisis terhadap pengaruh fakultas asal, jenis kelamin, jenjang pendidikan, dan usia bisa dilihat pada Tabel 5. Tabel 5, Hasi uji pengaruh demografi terhadap kepuasan pengguna Variabel df Mean Square F Sig. Fakultas asal 17 0.718 2.293 0.003 Jenis Kelamin 1 0.068 0.157 0.692 JenjangPendidikan 3 1.903 4.558 0.004 Usia 4 1.128 2.673 0.032 Total 369 Data pada Tabel 5 memperlihatkan bahwa variabel fakultas asal, jenjang pendidikan, dan usia signifikan pada 0.05 yang berarti perbedaan karakter dari ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri. Sedangkan variabel jenis kelamin tidak signifikan pada 0.05 (p>0.05) yang berarti perbedaan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri. Hal ini menunjukkan bahwasanya mahasiswa dengan latar belakang fakultas, jenjang pendidikan, dan usia mempunyai pemahaman yang tidak sama terhadap kinerja Aplikasi Mandiri di UPT Perpustakaan Universitas Andalas.
Discussion
Hasil penelitian secara keseluruhan menunjukkan bahwasanya tingkat kepuasan pengguna terhadap Aplikasi Mandiri berada pada level high (lihat Tabel 4). Hasil yang sama juga diperoleh dari kepuasan pengguna berdasarkan lima dimensi EUCS. Dimensi content mendapatkan respon paling tinggi dari mahasiswa, terutama terkait dengan relevansi data dengan kebutuhan dan kualitas informasi SKBP. Artinya, pemanfaatan aplikasi ini untuk mendukung administrasi SKBP sangat tepat. Hasil ini relevan dengan temuan (Susilowati, 2020) yang menyatakan bahwa kualitas informasi muncul sebagai faktor paling signifikan dalam mempengaruhi kepuasan pengguna sistem informasi. Begitu juga dengan (Toring et al., 2023) yang menyatakan bahwa konten sistem, interaksi, dan kualitas teknologi secara signifikan dan positif mempengaruhi kepuasan pengguna terhadap sistem informasi. Sedangkan pada dimensi accuracy, mayoritas responden menganggap data dan informasi yang disediakan oleh aplikasi ini akurat dan benar. Ini menunjukkan bahwasanya proses integrasi antara Aplikasi Mandiri dengan sistem informasi katalog perpustakaan, dan sistem informasi wisuda sudah berjalan dengan baik (Saputra & Marsih, 2023). Jika dilihat lebih lanjut pada dimensi format, pengguna menganggap tata letak dan format aplikasi membantu memudahkan mereka dalam menemukan informasi yang dibutuhkan. Begitu juga dengan dimensi easy of use, keberadaan aplikasi mandiri telah memenuhi harapan pengguna dalam mendukung layanan bebas pustaka di perpustakaan. Terakhir pada dimensi timeliness, tingkat kepuasan paling menonjol ditunjukkan pada item kecepatan aplikasi dalam menghasilkan informasi dan menyajikan hasil tepat waktu. Hasil ini sesuai dengan tujuan pengembangan Aplikasi Mandiri, yang salah satunya adalah untuk memangkas jalur birokrasi guna menghasilkan efisiensi waktu dalam pengurusan SKBP (Saputra & Marsih, 2023). Penelitian ini telah menghasilkan rata-rata persepsi pengguna yang cenderung seragam untuk seluruh dimensi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi masingmasing dimensi penilaian. Tingkat kepuasan berkisar antara 3,99 – 4,11 dari skala lima (lihat Tabel 4). Data tersebut juga didukung oleh tingkat perbedaan nilai standar deviasi yang tidak terlalu jauh dari standar deviasi rata-rata keseluruhan. Hasil ini sedikit berbeda dengan penelitian (Imron & Pratiwi, 2023; Padalia & Natsir, 2022) yang menemukan bahwa, lima faktor EUCS mempunyai pengaruh yang berbeda dalam menentukan tingkat kepuasan pengguna terhadap pemanfaatan teknologi dalam mendukung pembelajaran di perguruan tinggi. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kontribusi dari masing-masing sistem informasi yang diteliti dalam mendukung pelayanan, dan relevansi kinerja sistem dengan tujuan pengembangannya. Selanjutnya, jika dilihat dari perbedaan persepsi berdasarkan karakteristik pengguna. Untuk jenis kelamin, kepuasan perempuan lebih tinggi dibandingkan laki-laki, tapi pengaruhnya tidak signifikan, dengan sebaran data yang cenderung merata (lihat Tabel 3). Hasil yang sama juga ditunjukkan pada saat dilakukan uji pengaruh jenis kelamin terhadap kepuasan pengguna secara keseluruhan, nilai yang dihasilkan tidak signifikan (p>0.05) (lihat Tabel 5). hasil ini sama dengan temuan penelitian (Saputra, 2024) yang dilakukan di lokasi yang sama, tapi menganalisis pengaruh jenis kelamin terhadap kepuasan layanan administrasi. Sedangkan jika dilihat berdasarkan perbedaan tipe pengguna kepuasan mahasiswa sebagai pengguna layanan lebih tinggi dibandingkan dengan staf perpustakaan sebagai penyedia layanan(admin). Ketika dilakukan pengujian lebih lanjut terhadap pengaruh status pengguna, hasilnya tidak signifikan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna (lihat Tabel 5). Hal yang cukup menarik adalah terkait dengan perbedaan persepsi berdasarkan dimensi usia. Perbedaan kepuasan berdasarkan usia ternyata cukup jauh, dengan rentang antara 3,98 - 4.43. Pengguna dengan usia < 20 tahun menyatakan kepuasan paling tinggi, sedangkan kepuasan terendah diperoleh dari usia antara 20 – 30 tahun. Hasil uji pengaruh menunjukkan bahwa usia berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pengguna (lihat Tabel 5). Hasil ini selaras dengan temuan (Yawson & Yamoah, 2020), yang menyatakan bahwa perbedaan generasi menunjukkan tingkat pengalaman dan kepuasan belajar siswa yang berbeda pada komponen yang berbeda dalam pemanfaatan teknologi, walaupun hasil ini perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Hasil yang tidak jauh berbeda juga terlihat pada variabel jenjang pendidikan, kepuasan pengguna cenderung meningkat seiring dengan tingginya tingkat pendidikan. Persepsi paling tinggi diperoleh dari mahasiswa jenjang doktoral (4,35), dan terendah dari jenjang sarjana (3,98). Hasil uji pengaruh juga mengkonfirmasi adanya pengaruh signifikan jenjang pendidikan terhadap kepuasan pengguna Aplikasi Mandiri (lihat Tabel 5). Hasil ini berbeda dengan temuan (Saputra, 2024) tentang kepuasan pengguna layanan administrasi pengurusan SKBP yang menggunakan Aplikasi Mandiri sebagai media pendukung layanan, yang menemukan bahwasanya jenjang pendidikan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna layanan. Persepsi berikutnya dilihat berdasarkan perbedaan fakultas asal. Ditemukan perbedaan yang cukup mencolok antara persepsi mahasiswa di beberapa fakultas. Perbedaan tersebut berkisar antara 3,70 - 4,45 pada skala lima. Fakultas dengan persepsi rendah standar deviasinya cenderung tinggi. Ini menandakan disparitas sebaran persepsi yang cukup tinggi diantara mahasiswa pada fakultas yang sama. Kondisi ini ditemukan pada mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Tapi kondisi tersebut tidak berlaku umum pada fakultas lain. Sebaran persepsi Fakultas Ilmu Budaya jauh lebih rendah (SD=0,22), yang menandakan sebaran persepsi mahasiswa dari fakultas tersebut cenderung seragam. Secara umum hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model EUCS dalam mengevaluasi kinerja dan dampak sistem informasi dipengaruhi oleh banyak faktor. Perbedaan karakteristik mempengaruhi persepsi pengguna terhadap kinerja sistem informasi. Selain itu pengaruh teknologi (kualitas teknologi, konten, dan pola interaksi), persepsi dan harapan pengguna secara signifikan dan positif berpengaruh terhadap persepsi dan manfaat yang dirasakan pengguna, yang kemudian mempengaruhi pada kepuasan mereka terhadap kinerja sistem informasi (Buditjahjanto, 2020; Toring et al., 2023)
Conclusion
Berdasarkan hasil penelitian, tingkat kepuasan pengguna terhadap Aplikasi Mandiri secara keseluruhan berada pada level tinggi. Kepuasan ini konsisten di lima dimensi EUCS, dengan dimensi content mendapat respons tertinggi, khususnya mengenai relevansi informasi SKBP (Surat Keterangan Bebas Pustaka). Dimensi accuracy menunjukkan bahwa data yang disediakan akurat, yang mencerminkan integrasi sistem dengan baik. Tata letak aplikasi (format) membantu kemudahan akses, sedangkan dimensi ease of use dan timeliness menunjukkan aplikasi memenuhi harapan untuk efisiensi waktu dalam layanan perpustakaan. Penelitian ini menunjukkan persepsi pengguna yang hampir seragam di semua dimensi, dengan tingkat kepuasan rata-rata pada level tinggi. Secara karakteristik, tidak terdapat perbedaan kepuasan pengguna berdasarkan jenis kelamin. Namun, terdapat perbedaan signifikan jika dilihat berdasarkan usia, dan jenjang pendidikan. Penelitian juga memperlihatkan adanya variasi persepsi pengguna berdasarkan fakultas asal. Mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Kesehatan Masyarakat memiliki persepsi yang lebih beragam, sementara Fakultas Ilmu Budaya lebih seragam. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa model EUCS efektif untuk mengevaluasi kinerja sistem informasi, dan faktor-faktor seperti kualitas teknologi, konten, serta harapan pengguna mempengaruhi kepuasan mereka terhadap kinerja aplikasi. Penelitian ini memiliki beberapa kendala, terutama terkait dengan sebaran responden yang tidak merata. Disparitas jumlah responden berdasarkan karakteristik tertentu, seperti fakultas, usia, dan jenjang pendidikan, terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan adanya perbedaan yang mencolok dalam persepsi kepuasan antar kelompok pengguna. Misalnya, beberapa fakultas memiliki jumlah responden yang jauh lebih banyak dibandingkan fakultas lainnya, sehingga hasilnya bisa jadi kurang representatif untuk fakultas dengan responden yang lebih sedikit. Demikian pula, variasi jumlah responden berdasarkan usia dan jenjang pendidikan mengakibatkan perbedaan signifikan dalam tingkat kepuasan yang dapat mempengaruhi generalisasi hasil penelitian. Ketidakseimbangan ini menjadi tantangan dalam menarik kesimpulan yang lebih akurat tentang tingkat kepuasan secara keseluruhan. Sebaiknya, penelitian selanjutnya memperhatikan distribusi responden yang lebih merata agar dapat memberikan gambaran kepuasan pengguna yang lebih representatif.