Kembali
16
1
2016 Berkala Ilmu Perpustakaan dan Informasi Vol 12 · 2 ISSN 2477-0361

Pengaruh Soft Skill Staf Perpustakaan Terhadap Pelayanan Prima di Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Abstract

This study aimed to: (1) find out soft skills of library staff at the Library of the Faculty of Social and Political Sciences Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta; (2) identify excellent services of theLibrary; (3) identify the influence of the soft skills of library staff to the excellent services of the Library.The study used quantitative descriptive method. The population of the study consisted of all members ofthe Library of the Faculty of Social and Political Sciences UGM Library registered until February2016, with the total number comprising 5,990 users. The sampling used accidental sampling technique.Data were collected through questionnaires, observation, interviews and documentation. Dataanalysis used mean and grand mean, Product Moment Correlation and Simple Linear Regression. Thedata were processed using IBM SPSS Statistics Version 22. The results of this study showed that the softskills of library staff at the Library of the Faculty of Social and Political Sciences UGM belonged togood category as indicated from the calculation of the mean and grand mean of 2.97. Meanwhile theexcellent services at the Library of the Faculty of Social and Political Sciences UGM also belonged togood category, as indicated from the calculation of the mean and the grand mean of 3.01. The level ofcorrelation was significant with a value of 0.692. The direction of correlation was positive andcorrelation level was strong
Keywords: Soft skills · Excellent services · Academic libraries

Introduction

A. PENDAHULUAN Perpustakaan merupakan institusi yang berfungsi sebagai sumber informasi. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa salah satu sarana dan prasarana pendidikan untuk menunjang proses pembelajaran adalah perpustakaan. Salah satu faktor yang penting bagi sebuah institusi seperti perpustakaan adalah sumber daya manusia atau staf perpustakaan (Saleh, 2010:7.16). Staf perpustakaan tersebut wajib memberikan pelayanan prima kepada pemustaka sesuai Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan. Kebutuhan informasi pemustaka diharapkan dapat terpenuhi dengan adanya pelayanan prima yaitu menyediakan pelayanan yang terbaik sesuai dengan harapan pemustaka (Achmad, 2012:84-86).Trias Martiningsih dalam Purwono (2006:6.8-6.9) menyebutkan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pelayanan prima adalah dari segi skill yang dimiliki oleh setiap individu dalam melayani pemustaka. Ada berbagai macam skill yang dibutuhkan staf perpustakaan. Rotmianto (2015:90) menambahkan bahwa pustakawan termasuk staf perpustakaan membutuhkan hard skill (IQ), soft skill (EQ), dan spiritual skill (SQ) untuk menghadapi tantangan maupun tuntutan untuk mengembangkan perpustakaan. Soft skill merupakan kemampuan yang lebih mengutamakan keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain dan mengelola dirinya sendiri agar dapat berkomunikasi dengan baik di manapun pustakawan berada (Fatmawati, 2010:168).Peneliti telah melakukan wawancara pada tanggal 24 Februari 2016 dengan Ibu Sri Rumani, SH., SIP., M.Si, selaku penanggung jawab Perpustakaan FISIPOL UGM. Beliau mengungkapkan bahwa ada berbagai usaha yang telah dilakukan Perpustakaan FISIPOL UGM agar dapat memberikan pelayanan prima kepada pemustaka, antara lain menyediakan perpanjangan buku peminjaman melalui Facebook dan telepon. Langkah tersebut berdampak positif bagi pemustaka agar tidak perlu repot-repot membawa buku ke perpustakaan hanya untuk memperpanjang waktu peminjaman buku.Selain itu, staf Perpustakaan FISIPOL UGM selalu diikutsertakan dalam berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan soft skill mereka. Kegiatan tersebut antara lain training, sosialisasi, dan seminar. Adapun harapan dengan adanya kegiatan tersebut adalah meningkatnya soft skill staf perpustakaan dalam melayani pemustaka sehingga dapat memberikan pelayanan prima. Namun, kadang-kadang staf perpustakaan tidak mengaplikasikan soft skill yang telah mereka dapatkan dari kegiatan tersebut. Sehingga hal ini berdampak pada pemustaka yang merasa kurang nyaman dengan pelayanan yang diberikan, terutama jika staf perpustakaan tidak ramah saat melayani. Hal ini sesuai dengan pernyataan salah satu pemustaka yang mengungkapkan bahwa staf perpustakaan di Perpustakaan FISIPOL UGM sudah cukup baik, namun terkadang kurang ramah.Berdasarkan hal tersebut di atas, peneliti ingin membuktikan apakah soft skill staf perpustakaan mempunyai pengaruh terhadap pelayanan prima di Perpustakaan FISIPOL UGM Yogyakarta. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana soft skill staf perpustakaan, pelayanan prima, dan pengaruh soft skill staf perpustakaan terhadap pelayanan prima di Perpustakaan FISIPOL UGM.B. TINJAUAN PUSTAKA1. Perpustakaan Perguruan TinggiPerpustakaan Perguruan Tinggi (University Library) menurut Sulistyo-Basuki (2010:2.17) merupakan perpustakaan yang terdapat pada perguruan tinggi, badan bawahannya maupun lembaga yang berafiliasi dengan perguruan tinggi, dengan tujuan utama membantu perguruan tinggi mencapai tujuannya. Tujuan perguruan tinggi di Indonesia dikenal dengan nama Tri Dharma Perguruan Tinggi (pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat). Adapun tujuan dari perpustakaan perguruan tinggi adalah membantu melaksanakan ketiga dharma perguruan tinggi tersebut. Salah satu jenis dari perpustakaan perguruan tinggi adalah perpustakaan fakultas.2. Staf PerpustakaanStaf menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola sesuatu. Sedangkan staf perpustakaan berarti sekelompok orang yang bekerja sama membantu seorang ketua dalam mengelola sebuah perpustakaan. Staf perpustakaan bukan berarti orang yang berlatar belakang perpusdokinfo saja, tetapi juga bisa berasal dari bidang lain, namun memiliki kompetensi di bidang perpusdokinfo (Fatmawati, 2010:166).Menurut Alire dan Evans (2010:266) staf di perpustakaan perguruan tinggi mempunyai empat kelompok dasar, yaitu:a. Individu yang bekerja secara full time dan memiliki gelar master dalam ilmu perpustakaan dan informasi dan atau gelar sarjana (pustakawan, profesional, atau spesialis).b. Individu yang bekerja secara full time dengan gelar mulai dari sarjana ke pascasarjana (teknologi informasi dan spesialis lain seperti pengembangan atau hubungan masyarakat).c. Individu yang bekerja secara full time dengan gelar akademis atau ijazah sekolah tinggi (para profesional, profesional, staf non dukungan, asisten perpustakaan, asisten teknis, dan staf administrasi).d. Individu yang bekerja secara part time dengan atau tanpa gelar (asisten shelving, magang, asisten mahasiswa atau sarjana, relawan).3. Soft Skill Staf PerpustakaanAda dua acuan untuk mengetahui kualitas seorang staf perpustakaan yaitu penguasaan hard skill dan penguasaan soft skill. Menurut Fatmawati (2010:167-168), hard skill merupakan sesuatu yang dapat mencerminkan pengetahuan dan keterampilan fisik pustakawan serta dapat menghasilkan sesuatu. Kemampuan ini bersifat kelihatan, berbeda dengan soft skill yang sifatnya tidak kelihatan. Soft skill merupakan kemampuan seseorang di luar kemampuan teknis dan akademis (hard skill), yang lebih mengutamakan keterampilan dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal) dan mengelola dirinya sendiri (intrapersonal) agar bisa beradaptasi dengan lingkungannya di manapun berada.Menurut Purwoastuti (2015:2-3), soft skill merupakan bagian keterampilan seseorang yang lebih bersifat pada kehalusan atau sensitivitas perasaan seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Akibat yang dirasakan seperti perilaku sopan, disiplin, keteguhan hati, kemampuan kerja sama, membantu orang lain, dan sebagainya.Adapun komponen soft skill menurut Fatmawati (2010:168-169) dapat digolongkan dalam dua kategori yaitu:Intrapersonal SkillIntrapersonal skill yaitu kemampuan seseorang untuk mengelola dirinya sendiri. Ada dua cakupan dari intrapersonal skill yaitu:a. Self awareness (kesadaran diri) adalah kemampuan menganalisis perasaan dan reaksi emosi negatif serta positif yang timbul dalam diri.b. Self skill (keterampilan diri) mencakup perbaikan diri, kontrol diri, rasa percaya (trust), manajemen waktu, proaktif, dan hati nurani.Interpersonal SkillInterpersonal skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain. Ada dua cakupan dari interpersonal skill yaitu:a. Social awareness (kesadaran sosial) mencakup kesadaran politik, kemampuan mengembangkan orang lain, memanfaatkan keragaman, orientasi layanan, dan empati.b. Social skill (keterampilan sosial) mencakup kemampuan manajerial, mempengaruhi orang lain, komunikasi yang baik, manajemen konflik, kerja sama dalam tim, dan bersinergi.4. Pelayanan PrimaMenurut Sutopo (2003:10), pelayanan prima (excellent service) secara harfiah berarti pelayanan yang sangat baik atau pelayanan yang terbaik. Disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku atau dimiliki oleh instansi yang memberikan pelayanan. Disebut sangat baik atau terbaik karena sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku atau dimiliki oleh instansi yang memberikan pelayanan. Tujuan pelayanan prima adalah membangun kesetiaan pelanggan. Dalam hal ini, berarti pelayanan prima bertujuan untuk membangun kesetiaan pemustaka agar selalu datang ke perpustakaan dan memanfaatkan layanan yang diberikan (Rahmayanty, 2013:8). Manfaat pelayanan prima adalah agar sumber daya perpustakaan seperti koleksi, fasilitas, dan jasa yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemustaka.Menurut Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Achmad (2012:91) menyebutkan lima dimensi dalam pelayanan prima yaitu:Tangibles (bukti fisik)Berupa ruang dan peralatan harus nyaman dan tertata dengan baik serta pustakawan selalu berpenampilan menarik.Reliability (kehandalan)Berupa kemampuan staf perpustakaan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan secara akurat dan tidak membuat kesalahan sejak awal serta menyampaikan jasanya sesuai waktu yang telah disepakati.Responsiveness (daya tanggap)Berupa kesediaan dan kemampuan staf perpustakaan untuk membantu pemustaka dalam memberikan jasa secara cepat.Assurance (jaminan)Staf perpustakaan harus bersikap sopan dan menguasai pengetahuan serta keterampilan yang dibutuhkan sehingga pemustaka percaya kepada perpustakaan.Empathy (empati)Peduli dan bersedia memberikan perhatian secara individu kepada para pemustaka.

Method

Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatifyang bertujuan untuk menggambarkan kepadapembaca suatu masalah, keadaan, peristiwasebagaimana adanya serta mengukur seberapabesar pengaruh soft skill staf perpustakaanterhadap pelayanan prima di Perpustakaan FISIPOL UGM. Populasi dalam penelitian iniadalah seluruh anggota perpustakaan yangterdaftar di Perpustakaan FISIPOL UGM.Berdasarkan laporan terakhir melalui SIPUS(Sistem Informasi Perpustakaan) UGM jumlahanggota Perpustakaan FISIPOL sampai bulan Februari 2016 tercatat sebanyak 5.990pemustaka. Penghitungan jumlah sampelmenggunakan rumus dari Taro Yamane atauSlovin (Riduwan, 2013:120) yaitu :Keterangan :n = jumlah sampelN = jumlah populasid = presisi (ditetapkan 10 % dengan tingkatkepercayaan 95 %)Teknik pengambilan sampel padapenelitian ini menggunakan teknik accidentalsampling. Menurut Martono (2012:79)accidental sampling adalah teknik penentuansampel berdasarkan kebetulan. Siapa saja yangsecara kebetulan bertemu dengan peneliti dapatdigunakan sebagai sampel, bila orang yangkebetulan ditemui tersebut dipandang cocoksebagai sumber data. Teknik pengumpulan datayang digunakan yaitu kuesioner, observasi,wawancara, dan dokumentasi. Data kemudiandianalisis menggunakan rumus mean(Arikunto, 2013:284) sebagai berikut:Rumus korelasi product moment untukmengetahui tingkat keeratan hubungan antaradua variabel. Adapun rumusnya (Riduwan,2013:136) yaitu:Selanjutnya menggunakan rumus regresilinier sederhana untuk mengetahui besarnyapengaruh antara dua variabel. Adapun rumuspersamaan regresi (Riduwan, 2013:147) yaitu :Keterangan :: subjek variabel terikat yang dipro-yeksikan X : variabel bebas yang mempunyai nilai tertentuuntuk diprediksikana : nilai konstanta harga Y, jika X= 0b : nilai arah sebagai penentu prediksi yangmenunjukkan nilai peningkatan atau penurunanvariabel Y

Result & Discussion

Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 98 responden dengan jumlah pernyataan 37 butir. Pernyataan tersebut terdiri dari variabel soft skill staf perpustakaan sebanyak 25 butir dan variabel pelayanan prima sebanyak 12 butir. Berikut ini merupakan hasil akhir dari penghitungan menggunakan rumus mean dan grand mean.Tabel 1. Jawaban Responden Tentang Soft Skill No. Indikator Soft Skill Staf Perpustakaan Nilai Rata-Rata Kategori Total Nilai Rata-RataSelf Awareness 3,02 BaikSelf Skill 2,95 BaikSocial Awareness 2,9 BaikSocial Skill 3,02 BaikJumlah 11,89Sumber: Data Primer diolah Bulan Mei 2016Pada tabel di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan soft skill staf Perpustakaan FISIPOL UGM dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 2,97.Tabel 2. Jawaban Responden Tentang Pelayanan Prima No. Indikator Pelayanan Prima Nilai Rata-Rata Kategori Total Nilai Rata-RataTangibles 3,08 BaikReliability 3,01 BaikResponsiveness 2,92 BaikAssurance 3,06 BaikEmpathy BaikJumlahSumber: Data Primer diolah Bulan Mei 2016Pada tabel 2 di atas menunjukkan bahwa secara keseluruhan pelayanan prima di Perpustakaan FISIPOL UGM dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 3,01.Analisis korelasi product moment digunakan untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan antara variabel X dengan variabel Y. Adapun hasil pengujian korelasi product moment dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics Version 22 adalah:Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa besarnya koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y menunjukkan angka sebesar 0,692. Berdasarkan pedoman koefisien korelasi nilai r menurut Young dalam Subagyo dinyatakan bahwa interval koefisien antara 0,40 – 0,70 menunjukkan hubungan yang kuat. Nilai 0,692 di atas menunjukkan adanya hubungan yang kuat. Sedangkan arah hubungan adalah positif karena nilai r menunjukkan angka positif.Besarnya pengaruh antara variabel soft skill staf perpustakaan (X) terhadap pelayanan prima (Y) dihitung menggunakan rumus regresi linier sederhana. Berdasarkan data yang diperoleh, maka dilakukan penghitungan regresi linier sederhana yaitu:Tabel 4. Hasil Regresi Linier SederhanaCoefficientsaModel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig.B Std. Error Beta1 (Constant) 10.400 2.779 3.743 .000Soft Skill .352 .037 .692 9.402 .000a. Dependent Variable: Pelayanan_PrimaSumber: Data Primer, olah data IBM SPSS Statistics Version 22Berdasarkan hasil penghitungan pada tabel di atas, maka dapat diketahui persamaan regresi antara variabel X dengan variabel Y dengan memasukkan koefisien regresi ke dalam bentuk persamaan regresi linier sederhana. Adapun persamaan regresi diperoleh sebagai berikut:Y = 10,400 + 0,352XBerdasarkan persamaan di atas, koefisien regresi dapat diartikan bahwa setiap peningkatan satu skor variabel XTabel 3. Hasil Uji Korelasi Product MomentCorrelationsSoft Skill Pelayanan PrimaSoft Skill Pearson Correlation .692**Sig. (2-tailed) 1 .000N 98 98Pelayanan Prima Pearson Correlation .692** 1Sig. (2-tailed) .000N 98 98**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).Sumber: Data primer diolah pada Mei 2016mengakibatkan peningkatan variabel Y sebesar 0,352 pada konstanta 10,400. Besarnya pengaruh varians variabel dapat digunakan teknik statistik dengan menghitung besarnya koefisien determinasi. Koefisien determinasi dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan dan selanjutnya dikalikan dengan 100%.Tabel 5. Hasil Koefisien Determinasi (R Square)Model SummaryModel R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate1 .692a .479 .474 2.59702a. Predictors: (Constant), Soft_SkillSumber: Data primer diolah bulan Mei 2016Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa R Square sebesar 0,479. Selanjutnya, R Square dikalikan 100% (KD = r² x 100%), maka hasilnya adalah 47,9%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengaruh soft skill staf perpustakaan terhadap pelayanan prima sebesar 47,9%. Hal ini dapat diartikan bahwa 52,1% pelayanan prima dipengaruhi oleh faktor selain variabel soft skill staf perpustakaan.

Conclusion

Berdasarkan hasil analisis penelitian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut:1. Soft skill staf perpustakaan FISIPOL UGM dikategorikan baik dengan skor sebesar 2,97.2. Pelayanan prima di Perpustakaan FISIPOL UGM dikategorikan baik dengan skor sebesar 3,01.3. Pengaruh soft skill staf perpustakaan terhadap pelayanan prima di Perpustakaan FISIPOL UGM dikatakan signifikan dengan nilai 0,692 dan arah hubungan yang positif serta mempunyai tingkat hubungan yang kuat.4. Ada pengaruh antara soft skill staf perpustakaan terhadap pelayanan prima di Perpustakaan FISIPOL UGM sebesar 47,9 %. Hal ini dapat diartikan bahwa 52,1 % pelayanan prima dipengaruhi oleh faktor selain variabel soft skill staf perpustakaan.